Sabtu, Agustus 18, 2012

Mari merenung

  No comments    
categories: 
Saya memiliki orang tua selalu mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang kami miliki saat ini.  Dapat makan 3 kali sehari dengan menu yang sesuai dengan anjuran, memakai busana yang layak, memiliki tempat tinggal yang nyaman walaupun tidak bagus dan besar, dapat menuntut ilmu dengan baik, dan masih mampu memberikan sebagian rezeki kami kepada orang lain. Itu semua kami anggap sudah cukup untuk memenuhi hajat hidup keluarga, walaupun tidak banyak namun cukup.

Masih sangat banyak orang yang tidak beruntung seperti keluarga kami, untuk makan sehari- hari saja mereka sangat kesulitan, apalagi untuk membeli barang keperluan lain. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja mereka kesulitan. Miris ya.

Kemarin, saat saya diajak ibu pergi berbelanja ke pasar tradisional di Pare. Karena belanjanya banyak saya nunggu di satu toko karena capek dan ibu yang muter nyari barang lainnya. Ada beberapa orang yang datang ke toko tersebut, intinya mereka minta zakat si pemilik toko. Saya cuma merhatiin waktu itu, bingung juga mau berbuat apa. Mau nolongin saya juga masih minta ke orang tua, jadi serba salah.

yaah, kehidupan mereka memang kurang beruntung dibanding saya. Saya jadi ngerti, gimana susahnya nyari duit buat sekedar makan minum. Sedangkan saya ? aduuh dengan semena- mena menghamburkan uang yang diberi bapak ibu. Saya juga masih sering mengeluh ketika ibu mengurangi uang bulanan. Padahal saya juga selalu mendapat uang dari menulis majalah dan beasiswa. Betapa saya ini masih kurang bersyukur ya..

Banyak hal yang saya pelajari kemarin, satu realita bagaimana kehidupan sebenarnya, keras dan kejam. Tapi, saya yakin Tuhan akan selalu menuntun umat-Nya yang selalu mengingat-Nya. Semoga kehidupan kita selalu diberkahi oleh-Nya. Amin

Alhamdulillah hari ini saya masih dapat membuka mata dan melakukan aktifitas seperti biasanya. :) Terimakasih ya Rabb







0 komentar:

Posting Komentar

Keep Blogwalking!