Kamis, September 27, 2012

H E I

  No comments    
categories: 
Saya sedang tidak ada kerjaan sekarang. Butuh waktu lama untuk berdamai dengan diri sendiri ketika beberapa hari yang lalu blog saya jadi ngga karu- karuan bentuknya. Maksudnya mau perbaiki, ganti template biar lebih bagus. eh, malah jadi tampilan klasik. emang sih, punya blog kan yang nomor satu kontennya, tapi tampilan juga berperan penting kan? saya sih pingin manjain mata reader saya dengan tampilan blog yang bagus, tapi sayangnya mampunya masih segini aja.

oke deh, langsung dengerin curhatan saya yah..
Kamis siang, saya udah selesai kuliah untuk minggu ini. Jadinya sekarang ya ga ada kerjaan kayak gini. Minggu ini empat hari dengan delapan mata kuliah yang full cuma dua mata kuliah, yang lainnya kemana ? kosong lah. Seneng sih, tapi mau gimana ya. Udah semester tiga gini, masak kosong terus kuliahnya. kan, kami bayar juga. *grin*

eh, hari ini tepatnya satu bulan masuk kuliah, udah banyak tugas, presentasi, diskusi, paper, dsb. Untungnya sejauh ini masih bisa manage waktu dengan baik. Jadi ngga terlalu capek juga. untuk organisasi, setelah kemarin Temu Maba, sekarang kembali lagi ke kabar persiapan Olimpiade Ekonomi Nasional, dan Seminar Pendidikan. Ternyata jadi panitia kayak gini rasanya, capek, lelah, tapi tetep seneng sih soalnya kumpul sama temen- temen.

Oh ya, gimana dengan kalian ?

Minggu, September 23, 2012

Motret I

  2 comments    
categories: 

Taken from Canon EOS 550
Arboretum - Batu
Bunga Sepatu Kuncup
*foto koleksi pribadi

Masuk Majalah

  5 comments    
categories: 
Sebenarnya ini sudah lama, udah berbulan- bulan yang lalu, tapi baru ada keinginan untuk posting sekarang. Saya bahagia, tulisan saya masuk majalah fakultas. Senang :D
Lebih senang dapat duitnya, hahaha..
Uang hanya penyemangat, bukan tujuan utama.. Menulis adalah jiwa saya, mulai sekarang saya ingin lebih memprioritaskan hobi ini, dengan menulis saya lebih pandai menyikapi sesuatu.



Cerita dibalik Permainan Tradisional Congklak.

Silviana Noerita
(Mahasiswa EKP 2011)

Banyak orang beranggapan bahwa, bermain adalah lawan dari belajar. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena dari bermain kita mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan yang tidak diajarkan di dalam dunia pendidikan.

Permainan tradisional yang satu ini pasti pernah dimainkan oleh kaum hawa pada saat masih kecil, Congklak. Pernah dengar? Congklak memang punya beberapa  nama, seperti dakon, bantumi, atau juga disebut Mancala. Congklak dikenal sebagai permainan tradisional masyarakat Jawa, walaupun permainan ini juga banyak ditemukan di daerah lain.

Permainan ini memerlukan dua orang pemain, sebuah papan congklak, dan biji untuk pengisi masing- masing lubang. Lubang pada papan congklak berjumlah 16 buah. Masing- masing sisi papan congklak memiliki 7 lubang dan 2 lubang lainnya berada pada ujung papan congklak yang biasa disebut dengan lumbung atau induk. Bermain congklak diperlukan biji untuk mengisi lubang pada papan congklak, biasanya yang digunakan adalah biji sawo, kenitu atau kopi. Namun, yang paling banyak digunakan adalah biji sawo. Kenapa? Karena biji sawo lebih mudah ditemukan, selain itu pada zaman dahulu selalu terdapat  pohon sawo di setiap pekarangan rumah, alasan lain biji sawo yang dinamakan kecik ini secara visual memang tampak lebih eksotik.

Untuk permainan congklak ini diperlukan 98 biji sawo. Masing- masing sisi congklak yang memiliki 7 buah lubang, diisi dengan 7 biji. Jadi, masing- masing pemain memiliki 49 biji kecik yang siap dimainkan. Sedangkan lubang yang berada pada ujung papan congklak dikosongkan untuk menampung sisa biji ketika permainan dijalankan.

Pada masyarakat tradisional Jawa, congklak biasa dimainkan oleh anak- anak hingga dewasa, terutama wanita, karena permainan ini identik dengan dunia wanita. Tidak ada yang tahu kenapa permainan ini identik dengan wanita, namun menurut beberapa pendapat permainan ini identik dengan manajemen atau pengelolaan keuangan. Disadari atau tidak kaum hawa memiliki peranan penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Congklak ini dianggap sebagai sarana pelatihan untuk memanajemen keuangan dalam rumah tangga nantinya.

Selain itu, ada filosofi lain mengenai permainan ini. 
Pada papan congklak terdapat 7 lubang dan masing- masing berisi 7 biji, 7 adalah jumlah hari dalam satu minggu. Jumlah biji yang ada pada lubang kecilpun sama. Artinya, tiap orang mempunyai waktu yang sama dalam seminggu, yaitu 7 hari.

Ketika biji diambil dari satu lubang, ia mengisi lubang yang lain, termasuk lubang pada lumbung. Pelajaran dari fase ini adalah, setiap hari yang kita jalani, akan berpengaruh pada hari-hari kita selanjutnya, dan juga hari-hari orang lain. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Apa yang kita lakukan hari ini bisa jadi sangat bermakna bagi orang lain.

Ketika biji diambil, kemudian diambil lagi, juga berarti bahwa hidup itu harus memberi dan menerima. Tidak selalu mengambil, namun juga memberi. Untuk keseimbangan hidup.

Biji diambil satu persatu, tidak dapat diambil sekaligus. Maksudnya, kita harus jujur untuk mengisi lubang pada papan congklak kita. Kita harus jujur mengisi hidup kita. Satu persatu, sedikit demi sedikit, asalkan jujur dan baik, lebih baik daripada banyak namun tidak jujur. Satu persatu biji yang diisi juga bermakna bahwa kita harus menabung tiap hari untuk hari-hari berikutnya. Kita juga harus mempunyai “saving”, yaitu biji yang berada di lubang induk.

Strategi diperlukan dalam permainan ini agar biji kita tidak habis diambil lawan. Hikmahnya adalah, hidup ini adalah persaingan, namun bukan berarti kita harus bermusuhan. Karena tiap orang juga punya kepentingan dan tujuan yang (mungkin) sama dengan tujuan kita, maka kita harus cerdik dan strategis.

Pemenang adalah yang jumlah bijinya di lubang induk paling banyak, maksudnya adalah mereka yang menjadi pemenang/ mereka yang sukses adalah mereka yang paling banyak amal kebaikannya. Mereka yang banyak tabungan kebaikannya, mereka yang menabung lebih banyak, dan mereka yang tahu strategi untuk mengumpulkan rezeki.

Permainan ini sesungguhnya merupakan serpihan kecil dari unsur pembentuk budaya dan karakter bangsa. Dengan permainan ini kita bisa mengambil manfaat yang terkadang kita sendiri tidak menyadarinya. Congklak melatih kita untuk terampil, cermat, jujur, sportif, tepa selira, dan menimbulkan rasa akrab antara sesama.





Senin, September 10, 2012

Suapan Ibu

  No comments    
categories: 
Setiap melihat seorang ibu menyuapi anaknya, ada perasaan gembira sekaligus nostalgia. Itulah mama, dia menghabiskan separuh hidup untuk anaknya, yang kebanyakan saat dewasa menjadi durhaka, ya. Persis seperti saya.

durhaka : susah diatur dan sering menyebabkan khawatir. Maaf ya bu, I love you.

Sabtu, September 08, 2012

Something Broken

  No comments    
categories: 
Kacamataku patah, iya patah. Untung cuma pengaitnya, dan bukan framenya. #fiuh

Beberapa hari yang lalu, saat aku pulang dari Malang, aku menginap di rumah uti di Pare. Hal yang biasa aku lakukan di akhir pekan, seperti biasanya. Utiku sekarang mulai sehat dari sakitnya, yang kemarin mata tak jelas, sekarang mulai jelas seperti sedia kala. Uti mulai bisa berjalan sendiri dan melakukan aktifitas seperti biasanya, mencuci, masak, dsb. Nah, kejadiannya hari Jumat dini hari, ketika itu uti sedang berjalan ke kamar mandi, aku tidur di ruang tv bersama adikku, tiba- tiba sekitar pukul 2.35 aku terbangun karena mendengar sesuatu terjatuh. Ternyata, itu adalah suara uti jatuh saat berjalan menuju kamar mandi, setelah ditanya akibat dari pusing. Aku bangun dan bergegas menolong uti, selanjutnya terdengar ada suara patah di bawah bantal. RIGHT ! Kacamata ku resmi patah dengan sempurna. Setelah menolong uti, aku tidur kembali dan baru siangnya aku kembali ingat dengan kacamata yang patah itu -__-.

Aku dan adik mulai mengoprek sendiri kacamata itu, jelas supaya dapat digunakan lagi. Kami mencoba menggunakan lem, dan solasi, sayangnya hasilnya nihil. hehehe, baru sorenya aku membawa ke optik untuk dibenahi. Sayangnya mba- mba penjaga optik bilang kacamata ini sudah tak bisa diselamatkan, dan mba itu menawarkan supaya mengganti frame. wtf!! #bener- bener MODUS.




Kenapa ga ganti ??
Ga punya duit, terus kacamatanya aku dapat dari China, secara gratis tis tis dan tisss. yap dari Firmoo.com, reviewnya udah aku tulis di blog ku http://einstein.blogdetik.com/ , ada yang mau suggest mungkin enaknya diapakan ?? really need help !

*foto koleksi pribadi


Jumat, September 07, 2012

Jijah

  No comments    
categories: 


Selamat ulang tahun, my besties

*foto koleksi pribadi