Rabu, Februari 06, 2013

#164

  4 comments    
categories: 
Demo. Mahasiswa Demo. Ah, klasik !

Saya gak ngerti sih, kenapa pengen nulis beginian. Mungkin efek obrolan ringan antara saya sama Ruth di kantin kemarin.

Dulu, waktu saya masih SMA, dan saya masih tinggal di rumah, setiap sore kami (keluarga) nonton teve bareng. Ibu dan bapak saya lebih suka nonton berita dibanding acara teve yang lain.

nah, waktu itu banyak berita tentang mahasiswa yang melakukan demo sampe merusak infrasturktur. Misalnya kayak bakar ban, ngerobohin pagar, ngerusak bus, dan sebagainya. Ibu saya bahkan sampe ngomong "mahasiswa kok kelakuannya kayak preman". Saya yang waktu itu belum menjadi mahasiswa dan belum ngerti apa- apa sih gak komentar apa- apa.

Tapi, sekarang, posisi saya udah beda. Saya udah ngerti kenapa mereka (mahasiswa.red) sampe demo kayak gitu.

Suatu ketika, waktu saya pulang kerumah dan ada demo mahasiswa di Malang, dan kebetulan disiarkan di teve, ibuk saya nanya, apa saya pernah ikutan demo kayak gitu, dan ngasih tau kalau gak usahlah ikut- ikutan.

Saya bilang saya gak pernah ikut demo, tapi pernah lihat demo di balai kota. Saya juga jelasin, maksud mahasiswa demo itu mau ngebela rakyat, cuma caranya aja yang masih kurang bener. dan kalau ada demo kecil- kecil gitu, biasanya cuma simulasi anak fakultas tertentu di universitas tertentu juga.

Tapi, makin kesini saya makin bisa ngerti dan mikir juga. Buat apa sih mahasiswa demo ? belajar aja belum bener, skripsi aja belum kelar, lulus aja belum, tugas aja masih nyontek, kok mau ngebela rakyat. Ya gak sih? Saya setuju sama filosofi rautan kaca yang pernah di bilang sama om Deddy Corbuzier di Hitam Putih. "Sebelum anda membenarkan sesuatu, ngaca dulu deh".

Yah, kita tahu ya, perekonomian dunia sekarang udah masuk ke perdagangan bebas, dan setiap negara bebas memasarkan produknya ke mana saja tanpa ada bea masuk ataupun pajak ekspor impor, nah jadi jangan heran kalau banyak walmart, alfamart, indomart, carefour menjamur dimana- mana, balik lagi ke perdagangan bebas tadi. 

Nah, yang saya heran. Banyak orang demo soal masalah tersebut, katanya kapitalisme lah, katanya inilah dan itulah. Katanya kalau banyak alfamart, indomart, dan apalah itu menjamur umkm bakal mati, lalu mereka demo. Maksudnya bener sih, tapi, apa mereka nggak ngaca gitu ?

Kayak yang dibilang sama dosen saya

"Mau ngajak perang Amerika? Kalau pagi masih sikat gigi? Minum Aqua? Sebagian besar semua itu saham plastik serta air minumnya dikuasai dan diimport dari mereka. Stop memerangi mereka, penuhi Laboratorium dan perpustakaan! itu saja".

- Pak Ayong


Boleh dibuat referensi yang ini :


Bangun tidur Anda minum apa? Aqua (74% sahamnya milik Danone, Perancis) atau Teh Sariwangi (100% milik Unilever, Inggris) atau minum susu SGM (82 persen sahamnya dikuasai Numico, Belanda). Lalu, mandi pake Lux atau Pepsodent (Unilever, Inggris). Sarapan, berasnya beras impor dari Thailand. Santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% sahamnya milik Phillip Morris, Amerika Serikat). Keluar rumah naik motor atau mobil buatan telfon seluler (operator semuanya milik asing). Masih bangga jadi orang Indonesia? Cuma koruptornya saja yang asli Indonesia. Sedih kan?

kutipan Pikiran Rakyat, Selasa (21/5)


Barang- barang yang kita pakai itu, dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya dari pihak asing. Silahkan demo menolak- menolak kalau negara kita ini  udah bisa mandiri, dan mereka (asing) malah make produk kita.

*tulisan ini hanya opini pribadi, ditambah dengan sumber- sumber yang didapat secara langsung.




4 komentar:

  1. hidup mahasiswa, walaupun anak tingkat akhir yang ga ngurusin lagi begituan, hehehehehhehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup mahasiswa yang berpikir secara rasional. Waaah, selamat bersukaria dengan skripsi ya kakak :D semangatt

      Hapus
  2. Love this post! You're such an awesome and wonderful blog :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, thank you so much.. Keep blogging ya, sis. Salam kenal :D

      Hapus

Keep Blogwalking!