Minggu, Juli 28, 2013

Buka Toko

  6 comments    
categories: 
Alhamdulillah, akhirnya di rumah buka toko lagi, setelah sekian lama vakum. Tahun 2006 ibu membuka kios peracangan di rumah, menjual beberapa bahan pokok seperti beras, gula, minyak, mie instan, dan lain sebagainya.
Tapi karena alasan tidak ada yang menjaga akhirnya tutup, oh iya ibuk juga berjualan di pasar dg barang dagangan serupa. Setiap pagi hingga pukul 10.
Jangan kira hidup saya seperti sekarang ini bisa dicapai dengan mudah, ada banyak hal yang harus keluarga kami lalui. Sejak menikah, orang tua berpindah dari Pare ke Gurah dan memulai semuanya dari 0. Miskin dan tidak punya apa- apa. Padahal keluarga bapak dan ibu bisa dibilang terpandang di daerahnya. Jadi, kenapa kami sampai pernah hidup dibawah garis kemiskinan ? Simpel, bapak ibu mau mandiri.
Sebelumnya saya pernah cerita, kalau dulu keluarga kami mengontrak rumah di tengah pasar dan berpindah, sejak pindah ini ibu buka toko, dan sekarang setelah diperbaiki toko kami lebih besar dibandingkan dari pembukaan tahun sebelumnya. Alhamdulillah.
Sejak uti saya meninggal, saya linglung, dan kata bude setelah 7 harian lebih baik saya jalan jalan, membebaskan pikiran. Saya jadi pengen kerja, tapi ternyata kepengenan cuma sekedar pengen aja, buktinya gak ada pergerakan, hehe
Eh, ternyata Sabtu, 27 Juli 2013 ibu membuka toko untuk yg pertama kali (lagi). Jadi, saya yang nunggu deh sekarang. Mengurus usaha sendiri ternyata menyenangkan.
Jadi, saya mau bilang ala- ala olshop "happy shopping sistaa and brothaa *kasih senyum paling manis*"
*sorry kalau banyak kata yang typo, nge blognya lewat hp*

Jumat, Juli 19, 2013

Silvi dan Tiwwi, Sahabat Sehidup Semati

  16 comments    
categories: 
Sebelum saya memulai tulisan yang insya’Allah manis ini, ijinkan saya bersyukur terlebih dahulu ya. Alhamdulillah, selama hidup yang saya jalani ini lebih banyak hal manis daripada hal yang kurang manis. Saya bersyukur karena dibesarkan di lingkungan yang baik, sehingga mindset saya pun Insya’Allah juga baik. Hehe

Beberapa tahun yang lalu, sebelum keluarga saya pindah ke rumah kami sendiri, kami tinggal di rumah kontrakan di sebuah pasar kecil di daerah bernama Wonokasihan, Gayam. Bertahun- tahun tinggal disana membuat saya akrab dengan kehidupan yang ramai, apalagi rumah kontrakan kami ini berada di pinggir jalan raya.

Alhamdulillah, tahun 2002 orang tua membeli tanah dan membangun istana kami sendiri. Masih berada di daerah Wonokasihan namun lokasi rumah kami berpindah tempat, bukan lagi di tengah pasar. Dari pindahan inilah saya mengenal mba Tiwwi. Siapa mba Tiwwi ? mba Tiwwi adalah tetangga baru saya, rumahnya tepat berada di sebelah rumahku (yaiyalaah).

Semenjak pindah rumah, saya jadi akrab sama dia, meskipun mba Tiwwi lebih besar dalam segi usia, jarak kami 2 tahun, tapi hal tersebut tidak mengurangi keakraban kami. 

Sebenarnya teman sepermainan kami ada 4 orang, yaitu mba Tiwwi, mba Rini, Mba Ayu. Ketiganya berbeda 2 tahun dengan saya. Oh ya, ada yang lucu, jika nama awal kami digabung, akan membentuk kata STAR (Silvi, Tiwwi, Ayu, dan Rini). Apalagi saat itu sedang booming Teletubies, jadi karena saya yang paling kecil, saya jadi Poo, dan seingat saya mba Tiwwi jadi Dipsy, mba Ayu jadi Lala, dan mba Rini jadi Tinky Winky.  Saat musim Westlife pun kami juga punya tokoh idola. Mba Tiwwi menjadi Shane, mba Rini menjad Brian, saya menjadi Nicky, mba Nayu Mark, dan ada teman kami satu lagi mba Nurul menjadi Kian. Hehe.. Namun,  saya lebih akrab dengan mbak Tiwwi karena mungkin jarak rumah kami yang berdekatan dibanding dengan teman yang lain.


mba Tiwwi dan saya

Dari kecil, kami berdua (saya dan mba Tiwwi) dan teman yang lainnya, sering membuat acara untuk anak- anak kecil di daerah desa kami, seperti misalnya membuat sekolah- sekolahan, tapi kami benar- benar seperti sudah profesional lho! Buku, kapur, papan tulis, kami menyediakan semuanya, meskipun semua itu diambil dari barang- barang kami yang sudah tidak terpakai. Saat ramadhan, saya dan mba Tiwwi serta teman lainnya sering membuat acara untuk meramaikan mushola dekat rumah, antara lain pengadaan uang kas untuk buka bersama saat akhir ramadhan, jelajah ramadhan setelah sholat shubuh, jalan- jalan bersama, dan masih banyak lagi. What an amazing idea. Saat itu kami belum ada 15 tahun lho!

Sekarang kami sudah beranjak dewasa, dan siapa yang menyangka kalau kami kuliahnya sekarang bareng! Bukan, bukan bersama satu kampus, tapi bersama dalam jenjang. Jadi, karena suatu hal mba Tiwwi harus pending dulu kuliahnya, hingga akhirnya saat saya masuk kuliah, mba Tiwwi juga masuk kuliah. Waa..

Kami berdua memiliki banyak hobi yang sama, seperti membaca, ngeblog, serta traveling. Nah, ceritanya tahun 2012 lalu, kami berdua ingin menghadiri acara Blogilicious di Madura, dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami berangkat kesana. Hanya modal nekad. Hingga malam pertama saat tiba, kami terkatung- katung tak tau arah, mencari tempat menginap yang sesuai kantong ternyata sudah penuh semua. Apalagi saya yang punya badan gampang capek. Disinilah sweet moment yang saya alami bersama mba Tiwwi.  Entahlah, mungkin ini juga disebut dengan keprihatinan. Hahaha. Ah, akhirnya kami memutuskan untuk tidur di Masjid Agung Bangkalan, tapi beruntung, karena mba Tiwwi ternyata mempunyai teman yang mau menyediakan tempat menginap untuk kami berdua. Tiga hari berada di Madura, Alhamdulillah banyak yang menolong kami. Banyak orang baik yang mau membantu kami. Semenjak perjalanan Madura tersebut, kami berdua jadi sering berpergian bersama.
  
First time, sepeda motoran Kediri- Surabaya tanpa istirahat ! @JX Surabaya

Saat ada acara Festival TIK 2013 di Surabaya, kami berpergian dengan kendaraan bermotor. Boncengan. Padahal dari Kediri ke Surabaya membutuhkan waktu 3 jam. Tapi, mba Tiwwi lebih banyak membonceng saya, karena saya kurang begitu ‘tatag’ naik motor, apalagi ke daerah yang ramai seperti Surabaya.



Kami pulang hari Minggu siang, dan saat itu saya sama sekali tidak punya persiapan apapun, maksudnya harusnya kalau berpergian jauh saya menyiapkan jas hujan, jaket yang tebal, dan sebagainya. Tapi tidak, saya tidak membawa jas hujan, karena saya pikir "ah pasti tidak akan hujan", ternyata prediksi saya salah. Saat pulang, mulai dari daerah Krian hujan deras, dan saya hanya memakai jaket, tanpa jas hujan. Begitu juga mba Tiwwi, padahal dia sebenarnya membawa jas hujan. Tiba di Mojokerto, hujan semakin deras, saya gantian menyetir, dan mba Tiwwi yang membawa jas hujan membagi jasnya dengan saya, mba tiwwi memakai yang bagian atas, dan saya memakai bagian bawah, selain itu dia juga meminjamkan jaketnya pada saya. Haru. 

at least, Terimakasih untuk mba Tiwwi yang selama ini sudah menjadi, kakak, sahabat, serta teman yang sangat baik dan perhatian. Kalian mau mengenalnya ? Nih aku kasih linknya : twitter @tiwwiDy. Blognya http://tiwwidy.wordpress.com/



"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway 'Sweet Moment' 
yang diselenggarakan oleh UnTu"





Selasa, Juli 16, 2013

Bedanya Ramadhan Tahun Ini dengan Kemarin

  8 comments    
categories: 

Bulan ramadhan bagi umat muslim tentunya menjadi moment yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi di bulan yang penuh berkah dan kebaikan ini seseorang dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Saya selalu suka dengan ramadhan. Atmosfernya selalu khas.

Setelah masuk kuliah, moment ramadhan selalu tepat dengan liburan panjang semester genap, menjadikan saya berada di rumah setiap bulan ramadhan, tidak seperti pada masa sekolah yang saat bulan ramdhan ada jadwal masuk dan pelajaran. 

Dua tahun lalu, semenjak saya masuk kuliah dan liburan bertepatan dengan bulan ramadhan, saya selalu menghabiskan masa puasa di rumah uti (nenek) saya di kota Pare Kediri, Jatim. Nenek yang saya panggil dengan sebutan mbah uti ini setiap harinya selalu membuat menu yang berbeda. Menu utama brengkes pindang (pepes), bakso tahu, cah kangkung, rawon, soto, bali telur, sambel tumpang, dan sebagainya. Serta untuk minuman pembuka, uti pernah membuatkan saya es dawet lidah buaya, es doger, kopyor, tapi yang paling sering adalah teh hangat. Tidak lupa beliau juga seringkali membuatkan agar- agar dari rumput laut, jadi langsung dari rumput laut, bukan agar- agar bubuk yang biasanya.

Padahal saat itu uti saya sedang sakit, diabetes melitus. Tapi, masih nampak sehat dan dapat beraktivitas seperti pada umumnya. Sayangnya, semenjak jempol kakinya diamputasi, aktivitas uti mulai berkurang. Apalagi satu tahun yang lalu uti saya mulai sering keluar masuk rumah sakit. Ibu saya memutuskan untuk membawa uti tinggal bersama kami, itu pun dengan bujuk rayu supaya uti mau tinggal bersama kami di Kediri sampai kondisinya membaik. Uti saya tinggal sendiri, karena semua anaknya sudah bekerja, dan berpindah daerah, namun, ada 2 tante saya yang berdomisili satu kampung dengan uti di Pare. Itulah kenapa, sejak SD setiap Sabtu dan Minggu dan liburan sekolah saya selalu menginap di rumah uti.

Sejak uti tinggal bersama kami, suasana rumah menjadi ramai, banyak yang datang untuk menengok uti, baik itu saudara kami, maupun teman dari ayah dan ibu. 

Di bulan ramadhan setiap sahur tiba, uti yang selalu membangunkan saya, padahal saya bangunnya lama dan susah. hehe.. Saya yang biasanya suka keluar ngabuburit, jadi sering tinggal di rumah untuk menemani uti, apalagi perasaan saya juga ikut tentram karena dapat memantau uti yang sedang sakit.

Saya adalah tipe anak yang susah tidur siang, karena memang tidak pernah melakukan ritual tersebut, tapi uti sering menyuruh saya untuk tidur siang disebelahnya, katanya supaya kalau sholat tarawih tidak ngantuk. Dan itu benar. Setiap kali tidur siang, saat sholat tarawih saya tidak pernah ngantuk sama sekali. Ampuh. 

Uti saya merupakan pencerita yang handal. Itu menurut saya, karena setiap pulang tarawih uti selalu menceritakan tentang keutamaan- keutamaan sholat tarawih dan cerita nabi serta rasul. Sudah besar begini pun saya masih senang kalau didongengi. hehe


Uti saya

Tapi, ramadhan tahun ini, saya sudah tidak didampingi oleh uti lagi. 10 Juni yang lalu uti saya dipanggil pulang. Sekarang, tidak ada lagi uti yang membangunkan saya saat sahur, tidak ada lagi yang menceritakan tentang keutamaan sholat tarawih di bulan ramadhan. 

Kenangan ramadhan tahun lalu masih saja membuat saya ingin menangis kalau ingat uti, apalagi pas saya masuk ke kamar yang dipakai uti, rasa- rasanya masih ada beliau disana, masih nemenin kami semua, padahal nyatanya raga beliau sudah gak ada.

Ramadhan kali ini rasanya sedih, tapi disisi lain, ramadhan ini juga punya euforia yang berbeda dari tahun sebelumnya, di ramadhan ini saya banyak belajar tentang kehidupan. 

Bedanya ramadhan tahun ini dengan kemarin, saya sudah gak di temani sama uti lagi.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat


Selasa, Juli 09, 2013

Jangan Baca, Kamu Nanti Kecanduan

  10 comments    
categories: 
9/07/2013- Pagi tadi, hengpong saya dipakai youtub'an sama dek Putri ama dek Chika, keduanya putri dari tante saya yang tinggal di Batam, dan kemarin sore baru nyampe Kediri. di youtub buka apa ? haha, yang satunya buka video Adera Ega, yang satunya buka videonya CJr. 

Jam 9.03 ada sms dari nomer ngga dikenal, tapi baru saya buka jam 9.17 ya karena hapenya dipake itu tadi, ternyata yang sms mas- mas yang paling saya tunggu. JNE ! :D


"Dari JNE paket, atas nama Silviana wonokasihan pas'e yg mana sama per4'an wonokasihan?"

Setelah menjelaskan tata letak rumah saya, saya menghubungi sist @tiwwiDy yang letak rumahnya TEPAT berada di kiri rumah saya untuk menunggu mas- mas tersebut, karena saya posisi sedang tidak di rumah. 

Saat itu saya juga lagi PM an sama sist Tiwwi, dan dia men- tag foto pusnya :

"Minyin kaget dapat paketan aneh.. GTab!!"

Paketan siapa yaa ini, dibungkus bukan dengan karton atau sekedar kertas bungkus tapi kayu, hahaa.. BLOGDETIK ada-ada saja..
sist Silviana Apple, niih Galaxy Tab-nya udah diamankan Minyin..  congrats!!
 — bersama Chandra BJ dan 6 lainnya.
*foto dari Fb sist Tiwwi

daaaan, sorenya saya baru pulang. dan inilah penampakan hadiahnya..



Sepupu saya, Chika Galuh :)

--
Saya udah galau aja, kira- kira kapan ya ini paketnya nyampe, hehe.. Soalnya kan ga pernah dapat paketan barang elektronik :) .

*Terimakasih ya untuk @Blogdetik #HondaOneHeart  #BloggerBicara Komunitas Surabaya, #FestivalTIK2013 , dan semuanya saja. :D

Oh ya, kalau kalian bingung kenapa saya dapat hadiah ini. Sila baca ini yak Review Blogger Bicara Komunitas Surabaya. Semuanya karena keberuntungan. :D




Kamis, Juli 04, 2013

Masalah Wanita dan Beranjak Dewasa

  2 comments    
categories: 
 Girl's Problem

Beranjak Dewasa

--
Awal pertemuan saya dengan salah seorang fotografer terkenal yaitu kak Jay Suther membuat saya semakin ingin belajar banyak tentang fotografi. Sejujurnya memang bukan pertemuan secara face to face, tapi hanya melalui media Facebook, dan pertemuan luar biasa ini di sponsori oleh kakak saya @tiwwiDy.  Thanks Sist :*

Mulanya, saat saya dan sist Tiwwi sedang melakukan bincang sore, tiba- tiba dia berkata "ada orang hasil fotonya bagus banget, pokoknya bagus, nanti aku kasih linknya, kamu gek ndang belajar photo wedding ya". Kemudian tawa kami pecah. 

Malamnya, saya di beri link album di fb kak Jay melalui PM. Begitu saya buka saya langsung tertarik dengan hasil fotonya, saya lihat profilnya, "Profesional Photographer" wuih ! Langsung saya add. Saya pikir "wah pasti lama ini nge-approve nya". Ternyata tidak sampai 5 menit notifikasi fb saya berbunyi, daaaaaaaaaann :D


""
Wuah ! Betapa senangnya saya. Kemudian saya lanjutkan dengan melihat seluruh hasil jepretan kak Jay, dan tentunya sebagai orang yang awam tentang fotografi saya terkagum- kagum dan termotivasi untuk belajar lebih banyak lagi. 

*Foto diatas diambil dari kamera Canon E0S 1100D. Yang pertama Girl's Problem diambil di Pasar Minggu, Ijen, Malang. dan yang kedua Beranjak Dewasa diambil di kamar saya dan halaman rumah. 


Senin, Juli 01, 2013

Apa Kabarnya ?

  4 comments    
categories: 
Jadi, mahasiswa di beberapa daerah (termasuk Malang) yang demo BBM kemarin apa kabar ? | Rumah saya ada tepat di pinggir jalan besar lho, dan jika diperhatikan makin kesini makin banyak kendaraan lalu lalang, dan SPBU juga tetep rame malah antri. Artinya emang orang Indonesia itu konsumtif yah. Udah tahu mahal, teteeep aja. yah gimana lagi, infrastrukturnya masih belum memadai. Jadi kalian yang kemarin demo, apa kabarnya ? hihihi  

Pagi ini : Tumis Kangkung

  2 comments    
categories: 
Pagi tadi tiba- tiba saya ingin makan tumis kangkung, sebelum berbelanja saya mencoba browsing cara memasak tumis kangkung, dan mendapat kan tips simpel dari salah satu web terkenal yang menyediakan aneka macam resep masakan, yaitu Dapur Umami



Nah, itu cara masaknya. Lalu bahan- bahan yang saya beli tadi adalah :



- Kangkung 2 ikat Rp 2K
- Cabai Rp 2K
- Saori Saos Tiram Rp 0,5K

*nb : Telur nya enggak dipakai buat masak tumis




  1. Sesuai dengan resep yang tertera di Dapur Umami. Kangkung di ambil daunnya, dicuci. Kemudian iris cabai, bawang putih dan merah. 
  2. Siapkan penggorengan, beri minyak goreng 3 sendok, panaskan
  3. Masukkan irisan cabai bawang merah dan putih, masak hingga harum
  4. Masukkan kangkung dan tambahkan air secukupnya
  5. Masukkan bumbu yang sudah dibeli, kali ini saya pakai saori. Tunggu hingga matang
  6. Sajikan









*Lauk pendamping bisa apa saja sesuai selera, kalau saya ini pakai ikan asin. Tapi bisa diganti dengan yang lainnya seperti tahu goreng, atau telur.

#sebenarnya jika sudah memakai saos masak tidak perlu lagi menggunakan bawang merah dan putih, tapi jika ingin boleh saja ditambahkan bumbu lain sesuai selera. 

Selamat sarapan ! Tetap sehat :D