Sabtu, Februari 15, 2014

Wisata Religi, Sunan Ampel

  2 comments    
categories: 
Surabaya, Kereta, 4 gadis berjilbab.


Perjalanan ke Surabaya kali ini dilakukan oleh 4 gadis, yaitu saya, Jijah, umik (Anik), dan Chusnul. Begitu mendadak, dan begitu cepat ambil keputusan namun syukurlah lancar- lancar saja.
Rencana di buat hari Senin setelah pulang kelas, saya dan Jijah langsung menuju stasiun untuk membeli tiket menuju Surabaya, PP. Berangkat hari Kamis, pukul 12.00, dan pulang Jum'at pukul 10.50.

-Sengaja Blur-

Umik dan Jijah berangkat bersama, dan saya bersama Chus kemudian ketemu di stasiun kota baru Malang. Sudah datang lebih awal, namun ternyata telat. Saat pemeriksaan tiket, bapak penjaga bilang telat 30 menit, namun ternyata sampai pukul 14.00 kereta belum datang. 14.05 kereta datang, kemudian 14.30 kereta baru melaju, ternyata ada pemeriksaan asongan. 



Pukul 18.20 kami baru sampai di Stasiun Kota Surabaya, selesai melakukan kewajiban, kami berempat berjalan menuju Sunan Ampel. Ternyata jauh!. Kami mengikuti angkot D, karena sudah berjalan lumayan jauh, dan lapar, akhirnya kami memutuskan untuk makan di warung pinggir jalan. Eh, bukan warung ding, tapi sejenis gerobak dorong. Menu utama nya, nasi pecel, kare, rawon, dan lupa satu lagi apa. Saya dan Jijah pesan nasi pecel, dan umik serta Chus rawon. well, okelah saya gak paham dengan teori makan orang Surabaya, tapi, sempat bengong saat ibuk penjual menawari kami, nasi pecel dicampur kuah kare. 

Perjalanan di lanjutkan, mampir dulu di ITC, ternyata banyak penjual yang sudah mau tutup.


- Bokeh di ITC Surabaya -



- Heheh -

Melanjutkan perjalanan, ternyata masih jauh.. Sesampainya di gapura yang bertuliskan Kya- Kya , kami bersemangat kembali karena kata umik sudah mulai dekat. Begitu sampai di Ampel, kami langsung menuju tempat istirahat khusus wanita. Selonjoran, makan jajan, dan ngobrol. Umik mengajak kami untuk segera tidur, karena rencananya akan ziarah pada pukul 02.00.

Badan capek, mempercepat mata kami terlelap. Baru bisa merem, ada suara gaduh ibu- ibu dengan logat khasnya. Memarahi kami semua yang ada di tempat istirahat wanita karena tidur :|. Kami diminta untuk pindah kebelakang, karena banyak orang yang sholat di tempat istirahat. Lalu, kata- kata terakhir yang kurang enak di dengar "Niat ke Sunan Ampel, malah tidur". 

Padahal, gak semua orang punya niat yang sama. 

Kepala pusing karena baru bisa tidur di bangunkan dengan paksa, cuma bisa diam dan lihatin ibuknya.. 

Malam hari itu, akhirnya saya gak bisa tidur sampai pukul 23.00, ternyata ada musibah Gunung Kelud itu, banyak sms dan telepon dari teman- teman blogger, tab off karena habis baterai. Bangun jam 03.00 dan langsung menuju kamar mandi dan dilanjutkan ziarah sampai menjelang shubuh. 

Gak ada Foto Sama Sekali di Sunan Ampel

Saya dan Jijah sengaja mandi terlebih dahulu karena badan rasanya gak enak. Pas selesai, pas adzan. Kamar mandinya Ampel bersiiih banget. Begitu selesai, kami menunggu sampai pukul 07.00 di masjid dan melanjutkan perjalanan untuk belanja- belanja. Gak kerasa ada hujan abu, dan kami mempercepat untuk jalan ke stasiun. Disini nunggu lamaaaa sampai pukul 10.50. Bete, ngantuk, semuanya.. 


- Ini ngantuk -


Tapi, untungnya di Stasiun Kota Surabaya ada hiburan, penyanyi akustik. 



Pulang ke Malang, dengan kereta penuh dengan abu.. 

Perjalanan yang menyenangkan sekaligus membawa banyak hikmah. Thanks Umik, Jijah, Chus untuk momment perjalanan yang menggembirakan. 


2 komentar:

  1. Aku biyen ning ampel pas bengi yo an, ziarohku jam 11 an. Rhuuuuwame. Btw, wong sby pancen rodok lebae nek masalah panganan. Ora gelem simpel. Senengane rhuwame persis koyok cara ngomonge, mangkane segopecelmu ditambahi kuah kare kuwi ning kono wis lumrah. Sing paling aneh kuwi, aku tau tuku sego pecel ditambahi sambel trasi!!!! Hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. wingi jam 3an sepi mampring.. tibake Surabaya yo adem nak isuk mruput yo mas Ndop.. He eh wingi koncoku yo Rawon sambel e nggo sabel tomat O_O .. Heheheh

      Hapus

Keep Blogwalking!