Selasa, April 22, 2014

Think Before Posting

  11 comments    
categories: 
Sebagai makhluk sosial tentunya kita sering berkomunikasi satu dengan yang lain. Mulai dari percakapan nyata (tatap mata), dan percakapan via dunia maya (chatting, webcam). Dari sekian banyak percakapan tersebut sudah tentu kita mengalami yang namanya salah paham, anak sekarang bilangnya miss communication. Mungkin, kalau ngobrol nyata kita bisa lihat ekspresinya, tapi kalau dunia maya ? 
Salah penggunaan tanda baca saja bisa jadi masalah loh, apalagi, mengeluarkan pernyataan yang kurang enak. Bagi sebagian orang mungkin, pernyataan tersebut biasa, tapi bagi orang lain lagi ? Nah!

Ya, berasa gimana gitu ya kalau lagi enak- enaknya ngobrol tiba- tiba ada yang marah karena merasa terganggu kemudian mengeluarkan perkataan kurang enak dibaca, dan kemudian salah paham. 

Ujung- ujungnya masalah dunia maya pasti dibawa ke dunia nyata, ujungnya lagi gak nyapa. Atau mungkin, habis marah gitu nulis di sosyel media. Ih, kan jaman begitu udah lewat, itu jaman waktu SMA. 

Jadi, kayaknya Think before Posting itu HARUS dipelajari lebih dalam dan dimaknai dengan sebaik- baiknya. 

*Ohya, saya nulis ini bukan buat memancing permasalahan baru ya, just opini. Kalau ada yang merasa tidak enak hati, silakan dibalas dengan opini XD.*



11 komentar:

  1. kadag kita nulis biasa tapi orang lain menafsirkan berbeda ya kalau dari tulisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, apalagi gak bisa tahu ekspresinya. Mama Calvin makasih yaaaa selalu nomor satu kalau BW. duh jadi malu belum bisa rajin BW :*

      Hapus
  2. Think. Judulmu kleru kuwi hahahaha..

    Aku sama mas whiz di blockir lagi juga karena facebook. Status kita kayak tukaran padahal cuma kebetulan loh.. Makanya aku sekarang gak facebookan. Takut menyinggung banyak orang. Aku enak ngeblog aja atau ngomong langsung ke orangnya huahaaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Ndop. wis tak beneri. Suwuuun, sek tas sadar .. hahaha

      Marai beda kepala beda isi ya, terus penafsirane mben wong yo bedo2..

      Hapus
  3. Iya... bener-bener silvi...
    Kata-kata itu lebih tajam dari pisau, lebih sakit dari pistol, dan lebih perih daripada disilet...
    So, faqqir qabla an ta’zima, berfikir sebelum bertindak....

    Trimakasih, ini menjadi renungan untuk ke depan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. :D terimakasih makruf atas kunjungannya

      Hapus
    2. iya... iya....
      sama-sama Silvi...
      sip...

      Hapus
  4. apalagi tulisan itu lebih rawan untuk menimbulkan salah paham. Katanya sih karena kita gak mendengar intonasi dan tidak melihat mimik wajah. Jadi memang harus lebih hati2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, jadi sebisa mungkin harus halus gitu ya kalau menulis.

      Hapus
  5. Waaah, bererti nanti ada posting jawab, Sil? Hahahaha

    Iyaaa, bertindak, berucap, memang harus bnr2 dipkirkan dolooo. Gak sak enake yoooo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ada balasan ya dijawab. hahahha

      Betooool. :D

      Hapus

Keep Blogwalking!