Jumat, September 19, 2014

Galeri Turnamen Foto Perjalanan Ronde 49

  1 comment    
categories: 
Selamat sore.. Kembali lagi dengan postingan di blog ini.. Hehe.. Masih terkait dengan Turnamen Foto Perjalanan ya, temanya Barang Tua.. Kalau belum ikut boleh di cek deh Turnamen foto perjalanan ronde 49:)). Aku tunggu lo partisipasinya. :D

Menemukan barang tua selalu memiliki kepuasan tersendiri bagi saya. Nah, kok ya pas banget di TFP ronde 49 saya jadi host nya. Disinilah kesempatan saya untuk tahu koleksi atau temuan barang tua milik teman- teman blogger dimanapun berada. :D YAY!

Okedeh langsung saja ya.. 


Kursi tua di tengah kebun Teh Wonosari Lawang




Koleksi cangkir nenek


Gimana ? Mudah banget kan yak nemuin barang tua.. :D

Ini foto koleksi temen- temen dengan Barang Tua yang mereka temukan, keren keren pisaaan :D

1. Isna Saragih / @isna_saragih


Pasren, begitulah orang Jawa menyebutnya. Awalnya dipakai untuk menghormati Dewi Sri. Sekarang, pasren lebih dimaknai sebagai kamar pengantin :).

2.  May Sari Hendrawati / Tiga di Bumi


Tono and Friends

3. Dee An / @dieend18


Saksi Sejarah | Alat-alat rumah tangga dan foto-foto dalam bingkai itu menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang para pengungsi Vietnam yang terdampar di Pulau Galang, Batam. Barang-barang tua ini adalah saksi sejarah yang mengukuhkan keberadaan mereka di pulau ini sepanjang tahun 1979-1996 yang lalu. 

4. Teuku Amirul Muttaqin / @TeukuAmirul 


The Old Bike | Sepeda tua milik penjual buah di depan sekolah saya dulu ini selalu membawa saya pada satu perasaan yang sama: kesederhanaan...

5. Indah Nuria Savitri / @indahnuria


The Turquoise Ladies | the marvel of ancient Egyptian women...in turquoise..

6. Nunu el Fasa / @ununtriwidana

Motor Tua | Sepeda motor khas Anak Muda jaman dulu

7. Monda / @monda6

































 







Nisan tua yang bertarikh 1873 ini ada di lingkungan Museum Taman Prasasti Jakarta. Museum ini adalah museum terbuka berupa taman pemakaman yang ada sejak jaman kolonial.Dari inskripsi yang tertulis di makam tua sekilas bisa dibayangkan kisah hidup almarhum atau almarhumah.

8.  Nunuz / @qwunuz


VW Kodok Merah | Mobil tua nan sexy ini melintas di Jl. Kutilang Kota Surabaya. Antik, unik, dan ciamik... Mobil tua ini membuat saya jatuh hati.

9. Tanti Amelia / @amelia_tanti
 

Old radio and guci | from my mom's warehouse

10. Dey / @dyahdey
 

Soerat Keterangan Tammat Beladjar Sekolah Ra'Jat, mungkin kalau sekarang disebut Ijazah. Ini milik Mbah Kung-nya Fauzan. Dikeluarkan di Bojonegoro (Jawa Timur) tanggal 27 Juli 1946. Ada materai senilai lima puluh sen dan cukup cap tiga jari saja (jari manis, jari tengan dan telunjuk) tangan kiri sebagai pengganti tanda tangan siswa. Tidak ada pula keterangan nilai yang didapat. Ejaannya yang digunakanpun masih memakai ejaan lama. 

11. Orin / @rindrianie

 






















Pernah Kecil | Itu adalah saat saya berpakaian khas…apa ya, lupa (ha ha :P) untuk pesta kelulusan TK. Zaman itu mah belum ada wisuda bertoga dan segala macam itu, paling kami tampil menari bernyanyi dan apalah itu. Seingat saya, kami masing-masing berpakaian daerah yang berbeda, lantas memasuki panggung berurutan sambil membawa bendera merah putih dari kertas sambil menyanyi entah Indonesia Raya entah Garuda Pancasila, intinya sih menunjukkan ke-Bhineka Tunggal Ika-an Indonesia begitulah. Ada yang kangen masa-masa jadi anak kecil unyu-unyu juga ngga?

12. Rifqy Faiza Rahman / @anandarifqy


Meriam Usang | Meriam usang itu salah satu koleksi yang dimiliki Fort Rotterdam atau dikenal dengan Benteng Somba Opu dalam bahasa setempat. Bisa ditebak, benteng yang masih terawat cukup baik ini terletak tak jauh dari Pantai Losari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Saya menyentuh lapisannya yang berkarat itu, sembari membayangkan betapa dahsyat dentuman peluru yang ia lontarkan kepada musuh perangnya saat zaman kolonial. Setelah Indonesia merdeka, seterusnya ia kini berdiam membisu sembari menikmati proses korosi di sekujur tubuhnya walau tetap tak lapuk karena keras kulitnya. Saya kemudian berharap semoga ia tak dirasuki para roh kolonial lalu "mengamuk" tiba-tiba dan meluluhlantakkan seisi benteng sebagai pembalasan dendam. Loh, kenapa malah berkhayal?

13. Cheila /  @Chei_Chei_La

Tusuk Konde |  Yang tersisa dari mbah putri, sebuah tusuk konde untuk mempercantik tatanan gelungan rambut putihnya. Kepada ibu, beliau wariskan yang sampai saat ini tersimpan rapi di laci meja rias ibu. Kebayang betapa cantiknya simbah ketika rambutnya berhias tusuk konde "Doea Negara".

1 komentar:

Keep Blogwalking!