Minggu, Oktober 18, 2015

Ces dan Moshi

  5 comments    
categories: 
Beberapa waktu yang lalu, saat saya berada di luar rumah saya disms ibu untuk cepat pulang. Isi pesannya singkat saya "mbak, ndang mantuk" (kak, segera pulang). Saya pikir ada apa, padahal sedang asyik- asyiknya nih di luar rumah, tapi saya akhirnya memilih untuk segera pulang, karena saya gak mau dikutuk ibu menjadi batu seperti Malin Kundang. Lebay XD

Belum sampai kendaraan masuk garasi, ibu berteriak supaya motornya ditaruh luar saja. Mau kemana, pikir saya. Ternyata saya diajak untuk mengambil kucing di rumah teman ibu. XD


Ceritanya ibu ditawari untuk memelihara kucing temannya sebut saja mbak Mar, karena kucing-yang-akan-diberikan-itu sering di uyel- uyel, apa ya bahasa uyel- uyel ? oleh mbak Mar, jadi lebih baik supaya dipelihara saja oleh ibu, begitu pikirnya. 

 Memperebutkan singgasana.

Akhirnya, berangkatlah kami berdua ke rumah mbak Mar, dengan membawa kardus bekas mie instan, karena selama ini pengalaman saya cuma punya kucing alas atau kucing yang ambil dari pasar atau biasa disebut dengan kucing lokal, sehingga kami pun merawatnya alakadarnya saja tidak perlu perawatan ekstra seperti kucing angora atau kucing persia dan sejenisnya. Sayapun gak punya peralatan seperti tas kucing, tempat makan kucing, atau yang sejenisnya.


Nah, saya sebetulnya sejak lama kepengen punya kucing peranakan, gak asli dari angora atau persia gak apa apa lah yang penting ada unsur peranakan. Eh tapi, bukan berarti saya gak suka sama kucing lokal ya, bukan seperti itu. Kebetulan kucing yang akan diberikan ke saya ini peranakan angora dan kucing alas.


Moshi waspada dengan keberadaan Ces

Sesampainya di rumah mbak, kami disambut dengan rengekan anak mbak Mar, namanya Amad. Amad masih kecil, usia TK B. Mbak Mar memberikan kucing kepada saya, warnanya hitam legam dengan mata berwarna kuning tua. Saat saya menggendong kucing tersebut, Amad memukul- mukul saya. Saya paham, Amad mungkin patah hati karena kucingnya akan saya bawa. :D.

Lalu, saya bilang ke Amad menggunakan bahasa Jawa "Mat, sampean sok mben tak paringi sing luwih apik warnane, anak e iki ya, iki mbak Silvi gowo ben dadi akeh disik", (Mat, kamu nanti tak beri yang lebih bagus warnanyam anaknya ini ya, ini mbak Silvi bawa dulu biar anaknya jadi banyak). Amad berhenti memukul saya dan bilang "Tenan? Ojo ngapusi aku!". Lalu, drama badan saya dipukuli selesai. Fyi, Amad ini badannya gendut besar. hahaha

Sesampainya di rumah, kucing hitam tersebut saya masukkan ke ruangan tertutup, karena saya takut nanti kabur. Ohya, namanya Ces (Cara bacanya kayak bilang 'lontong ces', bukan bilang ces atau charger dalam bahasa Jawa). Haha. Apasih ini. :D


Gak taunya, kucing saya yang lama (Moshi) cemburu. Buat yang sering tau kucing berantem ya begitulah posisinya. Ibarat kuda- kuda mau menyerang. Tapi, semakin lama ternyata semakin akrab. Kalau awal- awal dulu ada suara menggerung- nggerung ketika Moshi melihat Ces, sekarang malah sering bermain berdua. 


Pengalaman punya kucing sebelum- sebelumnya yang jenis kelaminnya cowok mereka selalu kabur selepas usia 2 tahun, jadi saya malas deh punya kucing cowok. Nah, Moshi ini cewek, dan gak taunya Ces ini cowok, dan saya sudah kadung jatuh cinta sam Ces karena dia anteng dan bulunya lembut. 

Molly - kucing saya yang kabur dari rumah tapi sering pulang kalau lagi lapar dan pergi lagi. The King of Cats di RT 005, menghamili banyak kucing wanita. Superb!

 Moshi- beutifull one


Ces

Saya masih pengen punya kucing lagi, yang banyak. Adanya mereka di rumah bisa jadi hiburan kalau penat. Hehehe



5 komentar:

  1. Silvi..,karpetnya mirip kayak di rumahku.. *salah fokus ;D
    Kucingnya lucu-lucu banget sih.. di rumah ada dua kucing tak resmi. Suka numpang makan aja sih. Habis itu ya pergi. Namanya Codot sama Odot. Emang jadi hiburan ya.. Kalo mereka gak datang, rasanya kehilangan.
    Salam meong untuk Moshi dan Ces, yaa.. ;)

    BalasHapus
  2. Kamu suka kucing juga ya, Piii.
    Bu Ade BW ke sini ngga yaaa. . . :D

    BalasHapus
  3. suka sekali kalo udah ngelihat kucing..gemes pokoknya...

    BalasHapus
  4. Silvi suka kucing juga yaaaa...hitamnya bagus ya Silvi

    BalasHapus

Keep Blogwalking!