Sabtu, Oktober 10, 2015

Gara- Gara Satu Postingan

  5 comments    
categories: 



Bercerita tentang awal mula berkenalan dengan blog sehingga akhirnya menjadi blogger selalu membuat saya terharu, karena sebenarnya awal dari semua ini dikarenakan oleh tuntutan tugas mata pelajaran TIK. Jika bukan karena guru TIK saya yang bernama pak Herman (alm) yang mengenalkan blog saat itu, bisa jadi sekarang saya tidak bersentuhan dan mengenal dunia tulis menulis di dunia maya yang ternyata serba menyenangkan ini, yang ternyata bisa membawa saya berkeliling Jawa mendatangi acara dan bertemu dengan teman- teman semua.

Awalnya ngeblog bukan kesenangan saya, meski sebetulnya sejak kecil saya memang suka menulis cerita atau diary. Tapi kan kalau menulis diary yang baca diri sendiri, nah kalau blog kan berarti harus siap berbagi. Begitulah pikiran saya saat itu. Tapi, lama kelamaan saya mulai tahu, mana yang sebaiknya ditulis dan mana yang sebaiknya tidak dipublikasikan. Secara natural, diri ini tau batasannya. 

Saat itu tahun 2008, pak Herman sebagai guru IT mulai mengenalkan blog yang berplatform blogdetik kepada kami semua, mulai dari kelas X1 sampai X8. Setiap siswa wajib memiliki minimal 1 blog guna menunjang pelajaran, karena setiap tugas yang diberikan harus di upload di blog.

Pelajaran tentang blog ternyata tidak hanya tentang bagaimana cara menulis dan mensubmit tulisan, tapi juga bagaimana cara mendesain blog. Apalagi saat itu ada kabar bahwa akan ada lomba blog di sekolah. Wah, saat itu saya sangat bersemangat meskipun tidak tahu akan menang atau tidak. Setiap pulang sekolah saya selalu pergi ke warnet untuk belajar secara otodidak mengenai dunia blogging.

Ternyata, proses tidak menghianati hasil. Saat itu lomba ngeblog mengenai tourism Kediri, dan saya mengangkat tentang Simpang Lima Gumul, salah satu icon Kabupaten yang digadang- gadang mirip dengan Arc de Triomphe di Paris. Hari pengumuman tiba, sepulang sekolah kami semua berkumpul di aula untuk melihat film Laskar Pelangi, dan juga pengumuman pemenang lomba, setiap kelas diambil 2 anak sehingga pemenang ada 16 orang, dan saya salah satunya. :D

Hadiahnya memang tak begitu besar, kaos bertuliskan I Love Blogdetik berwarna pink. Tapi buat saya itu hadiah yang sangat berharga, hadiah pertama yang saya dapat dari sekolah.
Hal yang paling menyenangkan lainnya adalah dengan adanya blog, sekolah saya adalah sekolah pertama di Kediri yang memiliki komunitas Blog yang bernama Detik Smansa, hal tersebut ditunjang karena sekolah saya adalah sekolah basis IT di Kediri. 

Tahun 2008 hingga sekarang, saya menyenangi dunia blogging sebagai hobi belaka. Hobi yang saya lakoni dengan sepenuh hati, menjadi penawar masa jenuh saya. Mungkin salah satu penyembuh rasa sakit saya dimasa lalu adalah dengan ngeblog.

Meski begitu, menulis satu buah blogpost tidaklah semudah yang dilihat, seperti saya ini, dulu saat jaman sekolah untuk bisa ngeblog saya harus menyisihkan uang saku untuk bisa mengakses internet di warnet, meskipun di sekolah ada akses wifi tapi saat itu belum memiliki laptop sendiri. Nah, saat sudah memiliki laptop, saya sering menulis di saat menjelang subuh, karena saya selalu percaya kalau menulis di pagi hai pikiran masih fresh dan ide segar muncul. Makanya, saya juga menyadari bahwa dulu saya bisa menulis panjang dan bebas, lain dengan sekarang. Hihihi. 

Sering online dan ngeblog mau tidak mau mengharuskan saya banyak membaca, karena itu akhirnya saya tahu kalau beberapa saat yang lalu saat booming infused water. Karena sifat #CuriousSilvi, sayapun mencoba untuk membuatnya, satu kali, dua kali membuat lalu muncul ide untuk menulis dan memotret. Menulis dan memotretnya pun butuh waktu yang lumayan lama, mulai dari belanja bahan, sampai proses siap sajinya. Saat memotret infused water di dalam lemari es, sempat ibu ngomel- ngomel karena terlalu lama lemari es terbuka. Ya masa motret sekali doang buuk, kan kalau banyak bisa dipilih- pilih :D.





Tidak disayangka respon dari teman- teman dunia maya dan teman dekat pun bagus, salah satu dari mereka bilang “Buat usaha saja, Sil! Ciptakan peluangmu dengan hobimu itu”, saat itu saya hanya tertawa, “infused water cuma iseng- iseng belaka, dolanan bos”.

Tapi dibalik itu, ada optimisme dalam diri ini untuk mewujudkan kata- kata teman tersebut. Ya, sekarang ini. Usaha infused water sudah jalan, meski belum besar, tapi selalu cukup untuk menyambung hidup. Ini karena satu blogpost. Infused water terwujud. 



5 komentar:

  1. Aku akui sampai saat ini temen seperjuangan yang masih 45 nulis ya si apple.
    yang lain satu persatu menghilang dari peredaran. cuma apple yang masih megang almamater. Almarhum pasti dapat jalan yang terang akibat amal jariah yang terus dialirkan melalui apple. semakin banyak ilmu yang dibagikan maka semakin banyak pula amal yang mengalir untuk almarhum...
    Tetap semangat :D

    BalasHapus
  2. Jadi infused water masih jalan sampai sekarang ya? Alhamdulillah.... berkah ngeblog juga ya Sil :)

    BalasHapus
  3. Iyaaa banyak orang gatau kalo foto yang cuma gitu doang, bikinya ribet cuuuy wkwkwkwk *malak infused water*

    BalasHapus
  4. Aku bisnisan vector yo soko blog. Iseng. Eh ternyata isenge keterusan. Berati mending diniati iseng ae, ben gak enek beban. Haha.

    BalasHapus
  5. Ayo jangan hanya iseng aja Pi, ditenani itu bisnisnya :)

    BalasHapus

Keep Blogwalking!