Minggu, Agustus 30, 2015

Berkah Terindah Agustus 2015

  27 comments    
categories: 

Agustus ke 20 sekian akhirnya datang juga, getting older and getting better for me. Alhamdulillah.. Nikmat dari Nya tak pernah datang terlambat. Maka dari itu, cara terbaik menerima segala kebaikan Tuhan adalah dengan bersyukur, kata orang semakin banyak bersyukur semakin banyak berkah yang kita dapatkan. Kalau kata KBBI, Berkah/ber·kah/ n karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia; berkat.

Boleh ya, saya cerita berkah yang saya terima di bulan bahagia ini ? Boleeeeh.

Ulang Tahun

Buat sebagian orang bulan Agustus tentu jadi bulan yang penuh cerita, penuh makna dan penuh dengan doa. Sayapun demikian. Dalam 365 hari di tahun 2015, hari ke 224 adalah hari yang saya tunggu- tunggu, hari dimana usia saya bertambah di dunia, dan berkurang di akhirat, hari dimana 20 tahun sekian yang lalu ibu saya berjuang mati- matian di atas kasur klinik dibantu oleh bidan Nyonya Ida. Yap. Berkah utama dalam Agustus ini adalah saya menjajaki pertambahan usia. Bulan dimana para Leo mengaum sekencang- kencangnya. So, selamat ulang tahun untuk mama Bo et Obi dan para Leo dimanapun berada.

Menuju Wisuda

 with my classmate, Offering K - Ekonomi Pembangunan 2011

me with surat pengukuhan kelulusan. Huahaha.. #lebay

this one, my best ever after Insya Allah. Jijah.

Lulus sarjana, adalah kado dan berkah paling indah yang saat ini saya terima. Menuju awal bulan Agustus yang lalu, saya bersama teman- teman mantan pejuang skripsi, akhirnya bisa tersenyum bahagia, karena sudah dikukuhkan kelulusannya. Tinggal persiapan menuju wisuda, kebingungan milih kebaya, dan tanggal 5 September siap- siap pakai toga.

Hadiah- Hadiah Tak Terduga

1. Trip ke Tapal Kuda
 Menikmati hembusan angin Pantai Payangan- Jember

 Travel Mate
  
Punya mate suka ngetrip adalah berkah yang tiada habisnya. Soalnya, tiap ulang tahun hadiahnya main ke tempat wisata. Terimakasih ya, IlSu. Main sebentarnya ternyata bener- bener bikin bahagia.

2. Menang Kuis Lipstik
Saya tergabung dalam grup WA yang buat saya sangat seru. Lintas usia, lintas negara, dan lintas generasi. Tapi, fyi aja nih saya yang paling muda. Kami dipertemukan dalam ajang bergengsi di dunia maya, saya pun tak mengira kami bisa seawet ini, grup yang bisa membahas apa saja tanpa mengenal kata jaim. Nah, ada beberapa member yang suka seru- seruan buat kuis, dan setelah sekian kali tak pernah beruntung dalam dunia perkuisan, tepat di hari ulang tahun saya, saya dapat lipstik merk lumayan terkenal yang mungkin saja kalau beli sendiri bakalan mikir- mikir. Maklum baru sarjana yang notabene baru lepas dari orang tua. Hehe. Makasih yaaaaa.

3. Kejutan di Cafe Pier 88
Punya teman banyak itu banyak untungnya, akhirnya pas ulang tahun ada saja kejutannya. Ceritanya saya diajak main ke cafe baru di Kediri sama mba Tiwwi, wacananya sudah sejak lama, tapi terlaksananya sekitar tanggal 15 Agustus, nama cafenya Pier88. Saya nggak tahu, ternyata mba Tiwi bawa lilin dan roti ulang tahun, rotinya mini warna pink. Saat berada di sana, ternyata saya dapat kejutan juga dari owner cafe, seporsi ice cream yang nyummy. Hehehe. Saya cuma bisa termehek- mehek. Terimakasih kadonya ya, sudah dipakai juga.

Ini kadonya sudah dipakai ^^

Kejutan Istimewa Yang Tak Terduga

 
Wow, bahagianya bulan Agustusku, dikelililingi orang terkasih dalam hidup, rawian doa, dan senyum ceria. Sayangnya, di akhir Agustus ini, saya juga menerima kejutan yang tak terduga. Kejutannya kurang menyenangkan, namun tetap saya anggap sebagai berkah, yang tentunya akan mendatangkan kebaikan untuk saya kedepannya. Lewat post ini, saya menyampaikan permintaan maaf kepada teman- teman yang pernah tersakiti hatinya atas tindak dan laku saya selama proses pertemanan, dan berterimakasih pada Tuhan tentunya, karena telah menunjukkan mana teman yang harusnya saya percaya. Ini kejutan paling jedarrrr yang membuat saya semakin dewasa dalam bertindak.

Alhamdulillah.. Semua hal dalam hidup adalah berkah, yang tentu akan mendatangkan kebaikan untuk kehidupan kedepan.



 

Jumat, Agustus 21, 2015

Lebaran Indah Lebih Dekat Keluarga

  19 comments    
categories: 
Tak terasa idul fitri sudah lewat, bulan Syawal berlalu begitu cepat, namun kebahagian dan keriaan berkumpul keluarga selalu lekat. 

Saya jadi pengen cerita soal momen lebaran kemarin. Momen yang ternyata membuat perubahan drastis dalam hidup saya. Sebenarnya banyak sih momennya, tapi buat saya momen paling indah dan berkesan adalah saat reuni keluarga besar Notoredjo yang ke 12. Reuni keluarga besar kami ini selalu rutin diadakan setiap tahun, waktunya adalah hari ke 3 idul fitri. Reuni ini sangat ditunggu- tunggu karena hanya 4 jam kami berjumpa dalam 365 hari secara utuh dan lengkap, selain makan- makan bersama tentunya. :D


 Mba Svetas, Mas Candra, Me, Mas Ari.

Seperti keluarga besar pada umumnya, tentu tak semua saya kenal khususnya yang masih seusia atau dibawah saya, mungkin saya familiar dengan wajahnya, namun tak tahu namanya. Hanya yang sudah sepuh- sepuh saja yang saya tahu. Ah, saudara macam apa saya ini. Tapi ketidaktahuan saya ini beralasan, karena kami adalah gabungan dari 7 keluarga besar yang menjadi sangat besar ketika berkumpul, dan serunya lagi kami adalah keluarga plural. Menjalin kehidupan yang harmonis dalam keberagaman agama. Jadi, sudah sejak kecil kami diajarkan untuk menjunjung tinggi toleransi, and it works!.
 

 Me and Mba Gita

Boleh dibilang reuni keluarga besar kali ini adalah titik awal perkenalan saya dengan saudara seusia yang dulunya saling cuek- cuekan. Kami mulai saling sapa, duduk dan makan bersama dalam satu meja karena dulunya kami selalu mengekor orang tua masing- masing, dan yang tak kalah penting adalah selfie bersama!. 

Mba Merlyn, Mas Rendra, Mas Candra, Mas Angga, Dek Donni, Me

Ternyata, mereka semua asyik. Ah, Silvi kamu kemana sajaaaa. :D. Tak kalah penting lagi, sekarang kami semua makin akrab karena selalu in touch di dunia maya. Kini, saya tahu dan hapal nama saudara- saudara saya.

Alhamdulillah ya, hidupku makin asyik dengan banyak saudara. :)




Kamis, Agustus 20, 2015

[ Masak ] Oseng Lompong, Buntel Klothok

  9 comments    
categories: 



Bahan: 
Talas/ Lompong (Daun dan Batang), potong terpisah.
1 ons Teri
3 siung Bawang Putih
5 siung Bawang Merah
6 biji Cabe
Ikan Asin/ Klothok

Taburan:
Cuci teri dan goreng hingga kering, tiriskan.

Cara Memasak Buntel Klothok:
1.     Daun talas dicuci bersih, potong panjang
2.     Ikan asin/ klothok dicuci bersih, dan tiriskan
3.     Bungkus ikan asing/ klothok dengan daun talas/ lompong kemudian kunci dengan tusuk gigi,
4.     Kukus buntelan ikan asin/ klothok hingga daun talas layu,
5.     Goreng sampai kering.

Cara Memasak Oseng Lompong:
1.     Cuci bersih batang lompong, dipotong sesuai selera, cuci lagi hingga getah hilang,
2.     Panaskan air sampai mendidih dan masak lompong selama 5 menit, kemudian tiriskan,
3.     Potong bawang putih, bawang merah, dan cabe kemudian tumis hingga harum, masukkan 1sdt gula dan ½ sdt garam,
4.     Masukkan air tunggu hingga mendidih,
5.     Masukkan lompong yang sebelumnya sudah direbus tunggu hingga mendidih,
6.     Matikan api, lalu taburkan teri goreng diatasnya,
7.     Oseng lompong siap dihidangkan. 




*Resep dari bu Yuana Mintarti.  


Rabu, Agustus 19, 2015

Cafe PRIDE - The Social Coffee House

  3 comments    
categories: 
Jiwa- jiwa selo saya sedang meronta, minta jalan- jalan kemana saja, dan akhirnya terduduklah saya di sini, di cafe baru yang ada di Pare. Sambil kerja sambil meet up teman masa SMA dan juga menyenangkan hati satu jiwa lagi yang sedang menikmati masa bebasnya sebelum statusnya berubah, dari lajang menjadi 'istri' orang. :p

Okelah, namanya Cafe Pride, mengusung tema Social Coffee House. Memakai warna black- brown untuk ruangannya, dan meja kursi dari kayu sehingga kesannya menjadi vintage. Elegan. 


di Pride, konsumen melakukan self service. Jadi, jangan kaget kalau kalian lama duduk di meja dan tidak ada pelayan yang menghampiri. Di sini kita harus pesan sendiri, dan mengambil sendiri pesanan kita di kasir. 

Untuk ukuran harga makanan dan minuman di Pride, menurut saya standar (hasil dari baca harga di menu) sama seperti cafe kebanyakan, Pride ini sepertinya menyajikan menu ala western.


Pride cocok untuk anak yang suka kebebasan, dan kurang oke untuk tempat menenangkan diri, karena tempatnya yang ramai. Tapi, untuk sekali dua kali minum kopi disini boleh juga kok, rasanya lumayan. 



 
Mau datang ke Pride lagi ? Saya, No.


Taman Botani Sukorambi Jember

  3 comments    
categories: 
Lanjutan dari main sebentar kami di Jember setelah Pantai Payangan adalah Taman Botani. Sebenarnya destinasi- destinasi yang kami kunjungi adalah hasil dari googling dakdakan. 


Taman Botani di Jember ini letaknya di Desa Sukorambi, jaraknya sekitar 12 KM ke arah utara dari kota Jember. Memasuki daerah Sukorambi ini udaranya semakin dingin, sama seperti Batu-nya Malang. 


Tiketnya standar, 12K/ orang. Sesampainya di Taman Botani, saya sempat kecewa dengan ekpektasi yang saya ciptakan sendiri,
saya kira Taman Botani akan sangat indah, luas, dan keren lah pokoknya. Ini akibatnya terlalu percaya dengan review, eh tapi tidak bisa disalahkan juga ya, kan namanya selera setiap orang boleh berbeda. Taman Botani ini saya nyebutnya adalah sebuah kebonan atau kebun yang kurang terawat di beberapa titik, heehehee.. 


 Berpikir seperti saya ? Mirip ..... hehehe


Tapi, disini kita bisa tahu nama- nama tumbuhan yang sering kita temui di banyak tempat. Lalu banyak hewan- hewan seperti kijang, merak, ayam arab dan sebagainya. Jadi, taman ini selain untuk melepas penat dari polusi kota juga bisa juga sebagai taman edukasi. Kalau buat saya sih datang ke Taman Botani adalah zonk, kenapa ? karena menurut saya taman ini bukan menonjolkan "botani" nya, tapi pemandian. Karena, hiburan satu- satunya di taman ini adalah kolam renang. Jadi, rugi banget masuk ke Taman Botani kalau gak renang.



Jadi, mau ke Botani lagi ? Saya, No. 


Minggu, Agustus 09, 2015

Vitamin Sea itu bernama Payangan

  6 comments    
categories: 
Main sebentar kemana enaknya ?

Baluran lagi cantik- cantiknya nih, menjelang Agustus musim kawin hewan- hewan, jadi pada keluar sarang semua.

Oke, Baluran ya!


-------

Baluran adalah Taman Nasional, orang bilang Africanya Indonesia. Lokasinya ada di Banyuwangi, tapi lebih dekat jika ditempuh melalui Situbondo. Bulan Maret- Agustus adalah bulan bagus untuk mengunjungi Baluran. Musim kering, sehingga hewan- hewan banyak keluar sarang untuk minum, karena cadangan air di sarang kurang, sehingga petugas Baluran membuat sumur- sumur kecil di luar sarang atau di luar hutan. So, kalau ke Baluran, bisa lihat hewan- hewan seperti rusa, kijang, daaan bahkan merak!

Obsesi saya ke Baluran adalah dikejar merak yang lagi emosi :v

Tapi, rencana tak terlaksana, akhirnya eksekusi main sebentar ini beralih ke Jember!

Kami menuju Jember via Pronojiwo, bersama travelmate dengan berbonceng ria. Berangkat pukul 06.00 WIB dan sampai di Jember pukul 10.00. Serasa kembali ke 1 tahun yang lalu, saat saya dan Ilham ke Jember untuk pergi ke Pantai Papuma. Tapi kali ini tanpa kesasar. :D

Sebelumnya, kami menghangatkan badan masing- masing dengan sepiring rawon dan segelas teh hangat di sebuah warung makan daerah Kepanjen. Lanjut perjalanan tau- tau sudah sampai di Ambulu Jember.

Istirahat sejenak sambil melonggarkan otot- otot yang kaku, kami merencanakan apakah pergi ke kota atau langsung ke pantai yang sedang hits di kalangan instagramer Jember. Ternyata jarak ke pantai lebih dekat daripada ke kota, maka kami sepakat untuk pergi ke pantai terlebih dahulu.

Jember memiliki 3 lokasi pantai dalam satu garis, yaitu Papuma, Payangan, dan Watu Ulo. Nah, Pantai Payangan ini yang akan kami datangi. Melewati Papuma lagi- lagi seperti nostalgia, tahun lalu saya dan Ilham mendapat sunset terbaik dan mengekor seseorang untuk kembali ke kota karena kami tak tau arah jalan pulang. Tapi, kali ini kami tak akan kesasar lagi, karena kami sudah lumayan ahli :D. 



*Foto lama "Jinggaaaaaa- sunset di Pantai Papuma"

Papuma terlewati berarti Pantai Payangan sudah dekat. Yay!

Pantai Payangan ini meskipun sudah hits di kalangan anak Jember dan sekitarnya, tapi ternyata belum sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah. Buktinya saja belum banyak petunjuk arah menuju Payangan. 



Memasuki Pantai Payangan, kami hanya diminta untuk membayar parkir sebesar 5K, dan tiket menuju bukit sebesar 2K perorang. Totally cheap, right?! 



 Ini sebenarnya ada di atas bukit loh, cuma kok nampak pendek yak.



Pantai payangan ini pasirnya bukan pasir putih tapi hitam dan dikelilingi dengan beberapa bukit yang rumputnya berwarna coklat karena sedang musim kemarau.




Jadi, saat naik ke bukit kita akan mendapat dua view di satu tempat. Pantai dan bukit. 


note : Pakai baju rapat ya, anginya kencang. :'D


Kalau mau tau lebih banyak soal Payangan, let see in here yaaaa.. 

Biar jadi post yang panjang perjalanan saya ke Jember di bagi menjadi beberapa post ya! 

*kredit foto semua milik pribadi Ilham Sumarga