Rabu, Mei 18, 2016

Merangkai Asa Bersama Siswa Wirausaha

Guru ; digugu lan ditiru; dipercaya dan dicontoh, katanya. Maka dari itu dulu saat masih SMA dan sedang bingung memilih sekolah lanjutan, guru BK dan pakpuh sempat menyarankan saya untuk mengambil jurusan keguruan atau PGSD. Dengan harapan setelah lulus dapat mengabdikan diri dengan menjadi pengajar. 

Setelah menimbang-nimbang semua saran, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambil jurusan PGSD dengan alasan saya ini orangnya tidak suka dengan aturan yang mengekang. Kita tentu tahu, jika sudah menjadi guru mau tidak mau kita harus mau mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh instansi terkait, dinas pendidikan. Apalagi buat saya, jadi guru itu bukan pekerjaan yang main-main. Apalagi melihat jasanya yang besar, mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya kalau jadi guru, siswa saya gak akan percaya. Soalnya muka saya kan masih anak-anak. Bahkan tetangga tante saya di Batam - orang padang- dan dipanggil nenek oleh warga perumahan, sempat bertanya, 

"itu siapa di rumah ko tuh? Emangnya dia gak sekolah?"

"Ponakan itu nek, dah sarjana itu"

"Masih kecik (kecil) gitu dah sarjana? Nenek kira dia masih SMP". 

ENGGGG. OKE. 

Pokoknya dalam pikiran saya, jadi guru itu berat. Gak mudah, susah, gak sejahtera, dan gak gak yang lainnya. Aah iya, selain itu orang yang memutuskan untuk jadi guru sedikit banyak tentu mendambakan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Padahal kita juga tahu, jadi PNS itu susahnya minta ampun, harus punya pengalaman mengajar sekian tahun, ikut ujian sertifikasi dan lainnya. 

Apalagi kalau fresh graduate gini, sudah tentu harus memulai karir mengajar dari nol dulu, dengan cara menjadi guru honorer di sekolah negeri maupun swasta. Lalu kalau bicara soal gaji, seringkali dibilang jauh dari layak. Hal ini saya dengar dari teman-teman saya yang saat ini sedang berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi kalau saya pribadi, hidup itu sawang sinawang, mereka lihat saya enak, padahal kenyataanya ya ada aja yang gak enak. Begitu juga saya melihat teman-teman saya yang sudah berkarir lebih dulu rasanya enak, padahal tiap hari sama-sama ngeluh. Yah, inilah hidup.

Dulu saya pikir hanya orang yang memiliki gelar S.Pd saja yang bisa mengajar, ya karena dalam proses pendidikan anak-anak yang mengambil jurusan keguruan pasti tau lebih banyak soal ilmu dan praktiknya. Ternyata saya salah, salah besar. 

Pemikiran yang satu ini mulai terbuka sejak saya mengenal mba Suzie Icus lebih jauh. Bahkan saya baru tahu riwayat pendidikan mba Icus sama seperti saya, yaitu sekolah di jurusan ekonomi. Ini membuat saya takjub.

Ternyata orang yang tidak mengambil sekolah keguruan pun bisa mengajar juga, hal ini akhirnya saya buktikan sendiri saat bekerja menjadi pengajar (tentor) komputer saat masa kuliah. Saya bukan dari jurusan keguruan, tapi saya bisa juga mengajar. Bisa karena biasa. Bisa karena belajar. 
IG : Siswa Wirausaha
Hal lain yang membuat pikiran saya terbuka mengenai guru melalui karir mba Icus adalah beliau bisa membuat sekolah yang diberi nama SMK Itaco. Sekolah ini dibangun untuk anak-anak pra sejahtera di daerah Bekasi. Selain mengajarkan pendidikan akademik mba Icus juga mengajarkan para siswanya untuk berwirausaha dengan membuat berbagai macam produk. Seperti cetak mug, gantungan kunci, kaos, hingga saat ini membuat goodie bag, tas, sling bag, pouch, dan lain-lain. Maka dari itu para siswa ini diberi nama Siswa Wirausaha. 
IG : siswawirausaha
Produk-produk yang dijual oleh Siswa Wirausaha bukan produk ecek-ecek tanpa kualitas lho, saya punya produknya jadi testimoni ini bukan testimoni ngasal. Saya suka banget sama pouchnya karena hasil pengerjaanya rapi dan pemilihan bahannya juga baik, kainnya lembut dan halus banget. 
Saya punya 3, ini salah satunya.
Hal yang paling saya suka adalah tujuan dari penjualan produk Siswa Wirausaha bukan hanya untuk mencari untung saja, tapi ada sisi sosial yang harus kalian tahu. Setiap penjualan produk- produk ini adalah untuk membantu pendidikan para siswa pra sejahtera di SMK Itaco.

Ide yang sangat brilian menurut saya karena selain pandai di bidang akademik, siswa juga siap mengahadapi dunia kerja di masa depan. 

Maju terus mba Icus dan Siswa Wirausaha. Terus membangun asa untuk kemajuan anak bangsa.

Twitter : @siswawirausaha
Fanpage FB : siswa wirausaha
Web : siswawirausaha.com / smkitaco.wordpress.com
Phone/ WA: 089613318215
BBM : 5832F6B9 

Silviana ~

10 komentar:

  1. Icuz memang luar biasa. Semoga bakalan ada Icuz Icuz yg lain di Indonesia ini.

    BalasHapus
  2. Kereeennn, jadi guru emang berat kalo dari segi mencerdaskan bangsa. Guru sekarang mah sepertinya riweh ngejar sertifikasi doang.

    BalasHapus
  3. serba bisa ya siswa wirausaha

    BalasHapus
  4. Salut dan sangat bangga mengenal Icuz, terlebih dia itu masih muda

    BalasHapus
  5. Silvi masih kecil sudah sarjana? hehee, kecil-kecil sudah banyak pengalamannya ya Sil

    BalasHapus
  6. waaw, gak kalah dengan tas branded sepertinya, boleh tau ngga harga harga tasnya

    BalasHapus
  7. JAdi seorang pendidik itu susah-susah gampang karena dituntut pengabdian yang besar *pernahnglakoni non :)

    BalasHapus
  8. JAdi seorang pendidik itu susah-susah gampang karena dituntut pengabdian yang besar *pernahnglakoni non :)

    BalasHapus

Keep Blogwalking!