Kamis, Maret 31, 2016

Kenangan Masa Kecil yang Tak Akan Pernah Terlupakan

  3 comments    
categories: 


“yang cepat berlalu adalah waktu, dan yang bisa dikenang adalah kenangan”

Bicara tentang kenangan kadang kala membuat saya sedih sekaligus bahagia di satu waktu yang sama. Sedih karena tidak bisa mengulang kembali masa-masa itu dan bahagia karena pernah mengalaminya. Ah, kalau mengingat semua kenangan yang pernah dialami rasanya saya pengen kembali ke masa lalu, mengulang semua kenangan yang baik dan memperbaiki kenangan yang buruk. Sayangnya, yang tak pernah kembali salah satunya adalah waktu. 

Sebetulnya saya sudah lama ingin menulis tentang kenangan, salah satunya adalah tentang masa kecil. Apalagi baru-baru ini saya kembali dipertemukan dengan bulek (adik dari ibuk) yang dulu membantu ibu merawat saya dan juga sering bercerita tentang masa lalu saya. Haha, meskipun sedikit memalukan tapi lumayan seru bahkan ada beberapa hal yang tidak saya percaya.

Namun, keseruan masa kecil saya tidak berhenti sampai di cerita bulek saja. Tapi baru saya mulai ketika bapak dan ibuk pindah dari Pare ke Gurah. Di sini lah petualangan masa kecil saya dimulai bersama teman-teman baru yang ternyata usianya di atas saya. Persahabatan ini didasari oleh kedekatan posisi rumah. Jadi setelah saya pindah saya memiliki tetangga yang bisa diajak untuk bersenang-senang, meskipun saat itu saya anggota paling kecil. Anggotanya adalah saya, Tiwwi, Ayu, Rini dan Nurul. Dari semuanya, saya paling dekat dengan mba Tiwwi. Yes, mba Tiwwi adalah sosok yang sering bersama saya saat kopdar Blogger.

Ohya, masa kecil sayapun sebetulnya tidak berbeda dengan teman-teman pada umumnya. Saya suka bermain apa saja, menjelajah, dan lainnya. Saking senangnya bermain, beberapa kali saya sembunyi saat ibu memanggil untuk segera pulang dan tidur siang. Hal yang menyenangkan, sangat rugi jika dilewatkan.

Sebagai anak perempuan tentu saya suka main boneka Barbie, tapi tidak hanya sekedar bermain saja. Saya dan beberapa teman juga menjahit sendiri baju-baju boneka kami. Saat itu saya menggunakan kain perca yang ada di rumah dan beberapa baju yang sengaja saya gunting.

Selain bermain boneka sayapun suka menjelajah, setiap pulang sekolah saya akan bermain hingga sore hari untuk menjelajah, kegiatan utamanya adalah mencari daun wadang yang kulit arinya dapat dikelupas dan dibentuk menjadi bola-bola. Sampai saat itu kulit saya menjadi hitam gosong karena seringnya terpapar matahari. Ohya, hal yang saya ingat adalah anting yang saya pakai hilang sebelah saat saya bermain dan tentunya saya mendapat omelan ibuk.

Tapi dari semua itu yang paling melekat adalah ingatan tentang menyanyi dan menari. Yup, Silvi kecil ternyata suka bernyanyi dan menari. Kegiatan yang bahkan tidak pernah saya lakukan saat sudah besar. Lagu yang paling sering saya dengar dan hapalkan adalah lagu India dan lagu Barat.

Ah, pada akhirnya semua kenangan itulah yang membentuk pribadi saya saat ini. Jika saya punya waktu untuk kembali ke masa lalu, maka saya ingin berterimakasih karena sudah memberikan banyak kenangan masa kecil yang menakjubkan.

 One Day One Post Day 4 ~ (31 Maret 2016)

Rabu, Maret 30, 2016

Cerita Perjalanan dari Juanda ke Suramadu sampai Gresik

  4 comments    
categories: 


“Buat saya, jarak itu bukan pada jauh/- dekatnya lokasi, tapi ada pada niat” – Saya.

Sejauh apapun kamu berkelana, selama tempat yang kamu tuju masih bisa dijangkau dan kakimu masih bisa menjejak di tanah, buat saya jarak tempat itu masih dekat. Pemikiran ini muncul karena banyak teman saya yang komplain ketika mereka tahu saya sedang berada di luar Kediri, apalagi mereka tahu kalau saya menyetir motor sendiri. Berbagai macam ungkapan pernah saya terima, seperti misalnya “edan kamu”, “nekat banget sih kamu”, dan sebagainya. Saya hanya menanggapinya dengan tertawa. 

Tidak terkecuali saat saya pergi ke 4 lokasi berbeda dalam satu hari. Bagaimana mereka tahu ? Yup, medsos. Beberapa waktu yang lalu, saya bersama keluarga besar dari uti mengantar bulek untuk pulang ke Batam. Bulek pulang ke Jawa untuk ke 3 kalinya selama rentang waktu 16 tahun, pertama saya sudah lupa, kedua saat uti meninggal, dan kali ini untuk menghadiri acara 1000 hari uti. 

Kami berangkat dari rumah uti di Pare pukul 02.30 karena pesawat bulek re-schedule dari pukul 11.00 WIB ke 06.30 WIB. Jadilah pagi-pagi kami menuju Surabaya untuk mengantar bulek. Suasana pagi yang syahdu dan horror saat melewati jalanan Surabaya yang sepi. Lampu dimana-mana tapi suasanya lenggang, kondisi yang jarang saya jumpai saat melakukan perjalanan menuju Surabaya. Bahkan saking lenggangnya, kami bisa sampai di Juanda sebelum shubuh. Only 1,5 hours from Pare to Sidoarjo. Amazing.  Beberapa saat menunggu, akhirnya bulek boarding. 

Empat dari enam, Bude ke 2, Bulek ke 5, Ibuk, Om
Suasanya masih pagi sekali saat itu, bahkan Juanda belum ramai. Lalu sepupu saya mengutarakan niatnya bagaimana kalau kami pergi ke Madura. Apalagi tujuannya kalau bukan bebek Sinjay. Beruntung Surabaya tak begitu ramai saat itu, perjalanan kami lancar dari Juanda menuju Madura. Awalnya kami ragu, apakah Bebek Sinjay sudah buka, ternyata setelah saya mencari di internet Bebek Sinjay sudah buka pukul 07.00- habis. Kami sampai di Bangkalan sekitar pukul 08.00 WIB, ternyata sudah lumayan ramai. Tak perlu menunggu lama, saya dan sepupu memesan 7 porsi bebek Sinjay dan 7 gelas teh manis. Terakhir kali saya menikmati bebek Sinjay alur pemesanan belum seperti sekarang yang lebih terorganisir. Dulu, loket hanya ada 1 saja dan melayani semua item, seperti pemesanan, pembayaran, dan pengambilan makanan. Namun sekarang sudah ada 3 loket terpisah, loket pertama untuk pemesanan dan pembayaran, loket kedua untuk pemesanan minum, dan loket ketiga untuk mengambil piring bebek Sinjay. Fyi, di sini memang sistemnya self service.

Suramadu

Bridge
Bebek Sinjay

Kenyang menikmati Bebek Sinjay, perjalanan kami lanjutkan ke Gresik untuk mengunjungi Pakpuh atau kakak tertua dari Ibuk. Anak dari uti dan kakung saya ada 6, 4 perempuan dan 2 laki-laki . Ibu saya sendiri nomor 4, that’s why her name’s Catur Indrati. Ohya ada yang unik juga, anak-anak dari uti saya namanya selalu diawali dengan S dan dilanjutkan dengan angka dalam sansekerta. Misalnya, Susanto Eko Hadi, S.. Dwi, Tri, Catur, Panca, dst

Pakpuh saya memang sejak lama tinggal di Gresik, maka dari itu mumpung ke Surabaya jadi mampir Gresik sekalian, meskipun satu minggu sebelumnya kami juga berjumpa dengan pakpuh dan keluarga saat acara 1000 hari uti. Tak di sangka dan di nyana, kami diajak untuk mencicipi bakso ukuran bola kasti. Waw padahal baru saja kami makan seporsi bebek sinjay, tapi apa daya katanya kan rejeki nggak boleh di tolak. Hehe
Setelah beristirahat kami pamit untuk pulang dan melanjutkan berkunjung ke rumah saudara bude di Wonocolo Surabaya. Di sini, lagi-lagi kami diminta untuk makan karena memang bulek (saya memanggilnya) punya warung makan dan masakannya terbukti ampuh enak. 

Haha. Perjalanan yang menyenangkan sekaligus mengenyangkan. I love it. Tapi, di luar itu semua menyambung silaturahim adalah hal yang utama. Katanya bisa memperpanjang usia.

One Day One Post - 3 (30 Maret 2016)



Selasa, Maret 29, 2016

3 Jenis TOGA Penyelamat Keluarga

  2 comments    
categories: 
Tahun 2001 kami sekeluarga resmi pindah dari kampung halaman ibu yang notabene masih Desa ke daerah yang semi kota. Meskipun daerahnya masih ada di satu wilayah Kediri. Saya jadi ingat, pekarangan rumah uti saya luas, depan belakang masih didominasi dengan banyak tumbuhan. Mulai dari rambutan, pepaya, mangga, nangka, jeruk nipis, pisang, kunyit, temulawak, daun sirih, kemangi, lidah buaya, jahe, dan berbagai macam tumbuhan bunga baik di pot ataupun di tanah. Apalagi memang uti saya adalah penggemar jamu, setiap hari uti selalu membuat sendiri dan jamu yang biasa dibuatnya adalah kunir asem, bahkan seringkali saya juga ikut mencicipi. Ya, kalau di rumah uti saya, perlu apapun tinggal petik, semuanya gratis karena milik sendiri. 

Tapi sejak pindah ke daerah semi kota, kami sekeluarga jarang sekali bisa memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam. Jangankan tanaman macam pisang dan rambutan, tanaman obat pun susah jika di tanam di daerah kami. Bukan karena tanahnya tidak cocok tapi setiap menanam apapun akan habis dimakan ayam. Jadilah kami hidup dengan hal-hal yang instan, sakit ya beli obat. Berbeda dengan uti saya, kalau ada yang sakit selalu siap sedia obat alami di sekitar rumah. 

Lambat laun, saya dan ibu mulai menyadari kalau obat kimiawi tidak baik jika digunakan secara terus menerus. Bukan tidak boleh, tapi alangkah baiknya jika penggunaan obat kimia juga dibarengi dengan obat alami. Akhirnya dengan berbekal bibit dari rumah uti, kami menanam 3 tanaman yang nantinya bisa menjadi alternatif apotek keluarga. Kenapa hanya 3 tanaman ? Karena sampai saat ini hanya 3 tanaman itu yang masih hidup di belakang rumah kami. 

1. Daun Sirih
Awalnya susah sekali membudidayakan daun sirih di lingkungan rumah, beberapa kali sempat kering dan layu hingga akhirnya mati. Tapi sekarang sudah tumbuh subur. Daun ini sangat bermanfaat untuk saya pribadi, karena setiap hari saya menggunakan air rebusan daun sirih ini untuk mengompres mata setiap akan tidur. Kegiatan ini cukup ampuh untuk mengurangi mata lelah saya yang memang minus. Selain itu juga air rebusan sirih ini bisa digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi.


2. Kunyit
Keluarga saya merupakan penyuka olahan daging, jadi setelah makan biasanya badan terasa lebih berat dan merasa tidak enak. Maka dari itu, kunyit ini sering kami jadikan obat penawar lemak. Caranya adalah dengan membuat jamu kunyit. Selain itu, kunyit juga bisa digunakan sebagai bumbu dapur, seperti saat ibu saya memasak ayam ungkep. 

3. Jahe
Tanaman jahe ini cocok sekali kalau dibuat untuk wedang dan dinikmati di musim hujan, kalau saya biasanya buat wedang jahe dicampur dengan jeruk nipis. Manfaatnya banyak juga selain menghangatkan badan juga bisa mengobati berbagai macam penyakit seperti batuk, masuk angin, dan pilek.

Nah, itulah 3 tanaman penyelamat keluarga kami, di rumahmu ada tanaman obat juga ? Apa saja nih? Yuk bagi cerita.

One Day One Post - 2 (29 Maret 2016)


Senin, Maret 28, 2016

Persiapan Menghadapi MEA Bagi Pencari Kerja

  5 comments    
categories: 
Ah kalau bicara soal MEA rasanya saya jadi nostalgia sama bangku kuliah, dosen serta materi-materi yang pernah diajarkan. Memang 2 tahun terakhir masa perkuliahan selesai, itu artinya saya masih duduk di semester 4 ramai dibicarakan tentang MEA dan AFTA. Sebagai anak yang pernah belajar dan mendalami ilmu ekonomi, saya dan teman-teman harus update dengan berita-berita semacam itu. Jadilah tiap menjelang subuh saya selalu bangun untuk mencari berita terbaru ekonomi di internet dengan berbekal modem, maklum lah anak kosan apalagi daerahnya rawan rebutan koneksi ataupun sinyal jaringan, TV pun hanya ada 1 biji di rumah dalam. Cara satu-satunya adalah dengan bangun lebih awal supaya bebas berkelana mencari apa saja di dunia maya.

Kenapa sih saya harus tau berita ter-update tentang ekonomi ? Ya karena dosen saya memang suka iseng bertanya, "hari ini ada berita apa?" atau "berapa kurs dollar hari ini?" atau "Apa sih MEA?", dan pertanyaan lain yang berhubungan dengan ekonomi. 

Tapi dari semua itu, rasanya MEA lah yang terus menerus digaungkan beberapa tahun terakhir ini. Bahkan sampai saya lulus kuliah. Sebelumnya, MEA merupakan kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi Asean. Simpelnya sih 9 negara anggota ASEAN menerapkan perdagangan bebas, jadi benar-benar bebas tanpa hambatan perdagangan, seperti pengenaan tarif, kuota, pajak, dumping, dsb. 


Nah, karena bebas sebebas bebasnya itulah mungkin yang membuat beberapa kalangan merasa pesimis kalau Indonesia bisa turut serta dalam MEA ini. Soalnya memang sekilas kita perhatikan geliat ekonomi masyarakat di Indonesia seperti tak ada gairahnya. Uhm, tapi kali ini saya gak akan bahas soal perdagangan atau barang negara anggota ASEAN yang masuk ke Indonesia. Saya mau bicara hal lainnya tapi masih berkaitan dengan MEA ini tentunya. 

Seperti yang kita tahu, pemberlakuan pasar bebas atau MEA ini tidak hanya membuka arus perdagangan dalam hal barang dan jasa saja, tapi juga pembukaan arus tenaga kerja profesional. Jadi tahun 2015 saat saya lulus, saya dan teman-teman pemilik ijazah strata 1 yang memiliki keinginan untuk bekerja setelah lulus kuliah akan dan harus bersaing dengan lulusan-lulusan tidak hanya dari 1 negara saja, tapi juga dengan 8 negara lainnya. Ya, saya adalah satu dari sekian banyak manusia yang masih bergelut dengan file lamaran kerja.

Jika sebelumnya beberapa corporate memberlakukan aturan untuk tidak merekrut tenaga kerja asing di perusahaanya, sekarang ini semua peraturan yang menjadi batasan tersebut harus dihapuskan. 

Lalu, pertanyaanya. Siapkah kita para calon tenaga kerja Indonesia bersaing dengan negara Asia Tenggara yang lainnya? Jawabannya adalah HARUS SIAP. Caranya ? dengan mengupgrade kemampuan diri sendiri supaya kita ini menjadi lebih layak dari sebelumnya, karena kompetisi semakin ketat, kalau kita para pencari kerja tidak cepat-cepat bergerak, kita akan tertinggal dengan teman-teman dari negara lain.

Kalau saya pribadi, ada 3  hal yang harus saya upgrade untuk mempersiapkan diri ini menghadapi MEA, supaya saya bisa menjadi setara atau bahkan lebih dari saingan saya. 

1. Kemampuan bahasa asing, saya pikir ini penting sekali utamanya untuk diri saya sendiri, karena memang Bahasa Inggris menjadi bahasa Internasional yang saat ini kita wajib bisa/ mahir. Selain bahasa Inggris saya juga sedang belajar bahasa negara lain. Paling tidak jika suatu saat nanti saya punya kesempatan untuk di hire di corporate luar Indonesia saya tidak perlu belajar dari awal lagi.

2. PD, rasa percaya diri yang pasang-surut terkadang menjadi bumerang untuk diri saya sendiri. Beberapa kali saya melakukan interview di dunia perbankan, saya selalu merasa tidak pantas dan kurang percaya diri kalau saya sebetulnya bisa dan mampu.

3. Mental, kadang kala saya masih terlalu takut untuk memperjuangkan apa yang pantas untuk diri saya, seringnya pesimis dulu padahal itu tidak baik, makanya saya mulai belajar untuk siap mental baik saat senang maupun tertekan. Saya mulai belajar untuk tetap tenang dalam keadaan apapun. 

Dari semua itu saya harus terus belajar, karena persaingan semakin ketat, saya tidak mau tertinggal lebih jauh. Yuk mumpung masih muda, it's time to building an empire. Ingat, biaya nikah semakin mahal. 


One Day One Post - 1 (28 Maret 2016)

Transaksi Online Aman dengan MyCOD

Zaman yang serba hectic ini manusia dituntut untuk selalu cepat dan tepat dalam mengerjakan sesuatu. Apalagi untuk urusan yang berbau administratif. Memang bukan zamannya lagi sih mengurus hal penting dengan cara yang ruwet dan ribet. Salah satu contohnya saat melakukan transaksi setelah belanja online. Saya adalah orang yang kurang begitu menyukai kegiatan belanja secara offline, misalnya jalan-jalan ke mall. Kegiatan window shopping offline merupakan hal yang sangat jarang saya lakukan. Tapi kalau sudah disodori situs belanja online, bisa kalap dan gak tau aturan.

Selain itu, meskipun saya orang yang suka belanja online, tapi terkadang masih ada rasa ragu dan takut untuk melakukan transaksi. Secara banyak olshop yang masih nakal, uang sudah ditransfer tapi barang tak kunjung tiba. Nah kalau komplain jawabannya juga itu-itu saja. Bikin sebel dan merasa di PHP. 

Untungnya PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau yang biasa kita kenal dengan JNE meluncurkan aplikasi yang worth it banget buat kita-kita penyuka kegiatan belanja dan transaksi online. Nama aplikasinya MyJNE.

Worth it nya, aplikasi MyJNE ini punya beberapa program dan yang menarik perhatian saya adalah program MyCOD (Cash on Digital) yang diperuntukkan bagi para pembeli supaya selalu merasa aman dan nyaman dalam melakukan transaksi online. Simpelnya, MyCOD itu adalah rekening bersama dari masing-masing pengguna dan JNE. Lalu, bagaimana cara menyimpan uang kita di MyCOD ? Nah untuk penyimpanan uang ada fitur namanya My COD Wallet, jadi dari fitur itu kita tetap bisa memantau jumlah saldo yang kita miliki tanpa khawatir hilang.

Cara menggunakan MyCOD pun sangat mudah dan simpel :

1. Gunakan smartphone yang berbasis android, lalu cari aplikasi MyJNE di play store kemudian install.

Aplikasi MyJNE
Kemudian "Install"
2. Setelah selesai download, buka aplikasinya. 
Aplikasi MyJNE di HP


MyJNE siap digunakan

3. Pilih fitur My COD
Tampilan utama MyJNE




Account MyCOD
4. Sebelum menggunakan fitur ini kita harus registrasi terlebih dahulu. Klik Sign Up untuk mendaftar dan lengkapi data sesuai form yang diminta, sedangkan Sign In untuk masuk ke fitur MY COD. Hal ini juga berlaku untuk My COD Wallet. 

Tampilan MyCOD

Cara create order

Bagaimana cara kerja dari My COD ini ?
Begini, fitur MyCOD ini ada untuk menghubungkan seller dan buyer dimanapun berada, meskipun tidak bertatap muka secara langsung. Tapi dengan adanya fitur ini kepercayaan dari buyer ke seller akan tetap sama seperti saat melakukan COD secara langsung.

Cara kerjanyapun sama seperti saat kita melakukan transaksi dalam belanja online. Posisinya jika kita sebagai pembeli setelah memilih barang yang disuka, kita harus memasukkan detail informasi identitas diri yang meliputi alamat, nomer HP yang bisa dihubungi, barang yang akan dibeli, ongkos, dan sebagainya. Nah, karena posisinya sebagai buyer maka kita memilih menu My Order lalu klik tombol plus merah untuk membuat pesanan baru. Selanjutnya isi form yang meliputi Order Name, insert Buyer's Phone Number, Item, Shipment dan  other fee, serta Grand Total. Kemudian klik Create Order. Setelah melakukan semua prosesnya maka secara otomatis MyCOD akan menjalankan tugasnya, yaitu memproses order kita.

Tidak perlu menunggu waktu lama, MyCOD mengirimkan invoice kepada pembeli, setelah menerima invoice melalui aplikasi atau Email dan SMS, buyer harus menyelesaikan pembayarannya dengan melakukan klik pay. Setelah itu jangan lupa untuk verifikasi pembayaran yang sudah kita lakukan. Setelah verifikasi sukses MyCOD akan mengirimkan notifikasi kepada penjual untuk memproses orderan kita dengan melakukan pengiriman via JNE.

Jika JNE sudah menerima paket dari seller dan seller menerima nomor RESI yang nantinya akan di input ke MyCOD, secara otomatis MyCOD akan mengirim notifikasi ke pembeli bahwa barang pesanannya sudah dikirimkan. Selama pengiriman barang ini kita sebagai pembeli bisa tracking status pengiriman melalui MyCOD.

Jika barang sudah sampai di tangan pembeli dan transaksi dianggap beres, MyCOD akan memberikan uang dari pembeli ke account MyCOD penjual.

Nah, dengan adanya MyCOD ini kita sebagai pembeli sudah tidak perlu lagi merasa takut atau ragu untuk berbelanja, karena uang yang kita kirimkan baru diterima oleh penjual jika barang sudah sampai di tangan pembeli. Transaksinya pun cukup mudah bukan ? Semuanya bisa dilakukan melalui smartphone. Gak perlu ribet, gak perlu ruwet.




https://play.google.com/store/apps/details?id=com.indivara.jneone

Jumat, Maret 25, 2016

Apa Sih Enaknya Jadi Blogger ?

  6 comments    
categories: 
"Kamu kenapa gak cari pacar blogger juga? kan enak tuh"

"kamu kan blogger"

"Aku?"

"...."

"Ini mau wawancara mendalam, apa sih enaknya jadi blogger?"

"............"


______

Begitulah percakapan saya dengan Ilham kemarin pagi di WhatsApp. Pertanyaan itu muncul sesaat setelah saya bercerita tentang kehidupan salah satu teman yang dipertemukan dalam acara blogger dan akhirnya menikah.

Tapi meskipun begitu, pertanyaan Ilham mengusik pikiran saya. Akhirnya, sayapun merenung. Iya ya, apa sih enaknya jadi blogger ? Sejauh ini setiap ada pertanyaan serupa saya cuma jawab sekenanya tanpa penjelasan lebih, "ya enak aja". Coba kalau teman-teman yang juga kebetulan menjadi blogger diberi pertanyaan yang sama.

Apa sih enaknya jadi blogger?

Apa sih enaknya jadi blogger?

Apa sih enaknya jadi blogger?

.
.
.

Saya yakin tentu jawabannya akan sangat beragam atau bahkan amat sangat beragam, sesuai dengan pemikiran masing-masing. Apapun jawabannya, saya pikir gak ada yang salah karena setiap orang yang mengutarakan pendapatnya pasti punya argumen yang kuat. Nah, yang salah itu ya pikiran kita yang menyalahkan pendapat orang lain, yang mungkin tidak seperti pendapat kita dan atau memaksa orang lain untuk sependapat dengan pikiran kita padahal sudah nyata masing-masing orang punya pendapat sendiri yang kalau bisa kita menghormatinya, meskipun pendapatnya berseberangan dengan pemikiran otak ini.

Nah, apa sih enaknya jadi blogger versi saya ?


Ehm, sebelumnya mungkin saya mau cerita dan cerita ini sudah sering saya tulis di blog. Dulu saya mengenal dunia blogging itu pertama kali tahun 2007, saya menggunakan platform blogspot dan emailnya masih menggunakan yahoo. Saat itu saya masih SMP, susahnya akses ke warung internet menjadikan blog itu terbengkalai. Bahkan nama blognya saja saya sudah lupa, tahun 2008 saya masuk SMA. Beruntung sekali saat itu kurikulum di pelajaran TIK mengharuskan siswa belajar tentang blog. Guru saya bernama pak Hermannudin Nugrahadi (Alm). Awalnya kami diperkenalkan dengan gmail, lalu membuat blog di salah satu platform dan itu hukumnya wajib karena semua tugas TIK akan diupload di blog masing-masing. Dari sanalah saya mulai meneruskan kesenangan saya menulis. Dulu sekali, saat masih kecil saya memang hobi menulis ulang tentang berita band favorit di koran atau majalah, Westlife. Sampai habis banyak buku untuk menulis itu semua, padahal kan bisa digunting-tempel saja. Tapi entah kenapa saya lebih suka menulis ulang.

Semenjak aktif menulis blog, pemikiran saya saat itu hanyalah menulis untuk berbagi karena Pak Herman memberi pengertian pada saya "kalau kamu menulis dengan hati, rejeki pasti akan datang sendiri, jangan mikir soal uang dulu, pokoknya nulis aja dulu"- 2008. Saya masih polos saat itu, saya pikir menulis bisa menghasilkan uang ya karena di muat di media cetak saja dan saya gak sampai berpikir ke arah sana. Jadilah saya menulis apapun tujuannya cuma satu, berbagi. Pada tahun 2012 saya sudah memasuki dunia perguruan tinggi dan omongan Pak Herman terbukti. Saya masuk menjadi anggota redaksi majalah fakultas dan dari sanalah tulisan-tulisan saya menghasilkan rupiah. Saya menulis tentang Filosofi Permainan Congklak. Tapi saya pikir itu hanya pemulusan dari hobi saja. Syukurlah, tulisan saya berguna dan bahkan dibayar juga.

Selanjutnya saat saya mengikuti acara blogger luar kota untuk yang pertama kali, saya mendapat hadiah karena berhasil menjawab pertanyaan kuis secara lengkap dan untuk rewardnya saya mendapat job menulis di blog pertama kalinya bahkan nilainya pun lumayan besar. Tapi lagi-lagi saya berpikir itu hanyalah bonus dari ketekunan menulis selama ini. Tahun demi tahun berlanjut, saya mulai mengenal banyak teman blogger dari berbagai daerah. Bahkan tak sedikit award yang saya terima jika dihitung jumlahnya hingga saat ini. Tapi bagi saya semua reward dalam bentuk barang atau materi hanyalah bonus semata. Saya adalah tipikal orang yang suka berjumpa dengan orang lama, bertemu teman baru, dan bertemu teman jauh. Saya pikir itu priceless.

Jadi jika ditanya, apa sih enaknya jadi blogger? Saya akan menjawab, punya banyak teman di mana-mana, punya pengalaman baru dari orang baru, dan rejeki bisa datang dari mana saja dari tempat tak terduga dan dari siapa saja. Saya berangkat ngeblog dengan niat awal berbagi cerita lalu diberi kesempatan tuk menjadi seperti sekarang ini. Alhamdulillah. 



Rabu, Maret 23, 2016

Serunya Smartfren Community Gathering Surabaya

  9 comments    
categories: 
Bagi saya bertemu dengan orang baru adalah hal yang sangat menyenangkan. Seperti kemarin, 21 Maret 2016 saya menghadiri undangan dari mas Tri Herlambang yang dikirimkan melalui email. Mas Tri sendiri adalah pihak dari Klik Digital yang mewakili PT. Smartfren Telecom, Tbk. Setelah menimbang-nimbang dan melihat kalender, akhirnya saya menyetujui untuk hadir.

Saya berangkat dari Kediri ke Surabaya dengan naik motor seperti biasanya. Beruntung sekali cuacanya tidak terlalu panas dan bahkan cenderung mendung. Padahal saat itu dikabarkan kalau pada tanggal 21 Maret bumi akan berada di cuaca yang sangat panas, karena diprediksi matahari akan melintasi garis equator atau biasa disebut dengan ancaman equinox. Ternyata berita tentang posisi matahari yang akan melintasi garis equator adalah peristiwa yang umum terjadi. Namun, tidak semua daerah akan terkena dampak dari equinox, selain itu prediksi dari peningkatan suhu hanya 33- 34 derajat saja, tidak seperti yang diberitakan di BC (Broadcast Message) BBM, yang mengabarkan kalau peningkatan suhu akan mencapai 40 derajat.

Pukul 06.45 saya lepas landas dari rumah menuju ke Surabaya dan hanya sekali berhenti untuk mengisi bahan bakar. Ah, lagi-lagi saya beruntung karena saat itu tidak mengalami macet, perjalanan mulus dan sampai di Surabaya (Jalan A. Yani) pukul 08.48. Setelah istirahat sejenak, saya bertemu dengan mba Rahmah dan berangkat bersama ke venue di Agis Resto& Lounge Jalan A. Yani No. 109 Jemur, Wonosari, Wonocolo, Surabaya. Lokasinya dekat dengan Jatim Xpo dan UIN Surabaya.

Puding
Setelah drama pencarian lokasi Agis dan sempat kebablas, saya dan mba Rahmah sampai di tempat acara, suasana masih sepi karena memang kami datang lebih awal. Tidak lama kemudian pihak dari Smartfren datang, yaitu mas Tri dan mas Seno lalu disusul oleh teman blogger yang lain. Acara dibuka oleh MC dan kami dipersilakan untuk makan siang terlebih dahulu. Sembari menikmati hidangan, kami juga diperkenalkan melalui video tentang seluk beluk Smartfren. Mulai dari peluncuran pertama hingga saat ini, kami juga diberi penjelasan mengenai teknologi terbaru VoLTE.

Sebelum melanjutkan acara, mas MC mulai cek ombak dengan menghadirkan 2 handphone Adromax R2 dan Andromax E2, serta 2 MiFi. Kemudian kami juga dikenalkan dengan pencetus Smartfren Community yang bernama mas Denny, SF Community ini dibuat pada bulan Maret 2011 saat mas Denny masih duduk di kelas X SMA. Tujuan dari adanya SF Community ini adalah memfasilitasi teman-teman yang menggunakan produk dari Smartfren. Lalu, siapa yang boleh bergabung dengan SF Community ? Jawabannya adalah semuanya, mulai dari blogger, goverment, university, school, dan masih banyak lagi. Dalam SF Community kita akan dibantu jika ada kesulitan mengenai penggunaan produk Smartfren.

Mas Denny- pencetus SF Community masih duduk di tingkat pertama perguruan tinggi.
Sesuai dengan nama acaranya, Smartfren Comunity Gathering Surabaya, maka kami juga diperkenalkan dengan para admin yang akan pegang SF Community chapter Surabaya, yaitu Mas Rian, mas Handoyo, dan mas Yudha. Tidak ketinggalan juga, pak Munir sebagai Head of Network juga memberikan sambutan dan sedikit penjelasan mengenai jaringan Smartfren dan VoLTE pertama di Indonesia.

Pak Munir- Head of Network- menunjukkan kecanggihan VoLTE.

Jawabannya adalah karena sudah ada 4G maka dari itu harus dimanfaatkan. Maka dari itu standing applause buat Smartfren yang tahu betul cara memanfaatkanya, serta memanjakkan para penikmat internet cepat seperti saya. Nah, untuk mendukung internet cepat ini, Smartfren juga punya MiFi. Gak tanggung-tanggung, MiFi punya 3 jenis paket dan harga paling murah dijual 299K itupun sudah banyak bonusnya yang bisa dipakai sampai 12 kali. Jaringan Smartfren ini juga merupakan jaringan terluas di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa dan terima kasih karena Kediri sudah ada jaringannya, Bali& Lombok, Pulau Sumatera, Kepri, dan Kalimantan.
 
Pak @derricksurya- meresmikan SF Community chapter Surabaya.

Beruntung saya bisa hadir di gathering ini, karena banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Mulai dari fitur baru Smartfren yakni Smartplan Limitless yang bisa kita pakai untuk mengatur kuota sesuai dengan keinginan kita. Acara ditutup dengan peresmian Smartfren Community chapter Surabaya oleh pak Derrick Surya, serta bagi-bagi hadiah bagi yang beruntung menang live twit dan foto bersama.


Terima kasih Smartfren, sudah menyediakan layanan internet cepat tanpa batas. Kini saya tak lagi galau jika diburu waktu kerjaan, tak lagi ada waktu terbuang menunggu buffering video youtube. Thankiss. 

Foto bonus :
teman-teman Blogger bersama mas Seno.

and Alhamdulillah. :)