Kamis, April 28, 2016

Serunya Kopdar Food Blogger di Lombok Idjo Kediri

  11 comments    
categories: 
made by canva.com

Akhir-akhir ini saya mulai sering rasan-rasan soal perkembangan Kediri yang amat sangat pesat. Sejak saya mulai tinggal di Malang untuk kuliah, jarang punya kesempatan untuk main ke kota saat pulang ke rumah. Bahkan tanpa saya sadari, Kediri semakin ramai dan maju dengan pesat. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya kendaraan yang lalu lalang di jalanan, jumlah tempat perbelanjaan, cafe ataupun rumah makan.

Satu dari sekian banyak rumah makan yang saya tau adalah RM Lombok Idjo Kediri. Lokasinya yang strategis, parkir luas, desainnya yang homey dan yang paling penting adalah banyak sekali varian menunya, mulai dari hidangan pembuka (appetizer), main course sampai beveragenya.

Dapet hadiah gara-gara jadi salah satu blog yang masuk kriteria- sering update :D
Kok tau sih, Sil? Iya dong, kemarin kan saya datang ke kopdar Food Blogger di Lombok Idjo. Ya, meskipun blog saya gak khusus membahas soal kuliner, tapi saya senang saat diundang untuk hadir di acara ini. Soalnya bisa dapat ilmu dan bertemu dengan teman baru. Apalagi acara kopdar ini adalah acara blogger pertama buat saya, setelah sekian lama hibernasi event blogger di Kediri.

Sabtu kemarin, 23 April 2016 bersama mba Tiwwi saya berangkat dengan mengendarai motor. Sampai di Lombok Idjo ternyata sudah banyak teman-teman yang hadir, kami berdua menunggu giliran untuk registrasi. Setelah memilih undian menu makanan dan minuman kami diantar ke kursi sesuai dengan nomor presensi. Tidak menunggu lama, acara dibuka oleh mas Ulil, manager Lombok Idjo dengan sedikit mereview blog teman-teman yang hadir.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari mba Septi, di sini mba Septi menceritakan tentang jaringan RM Lombok Idjo yang ada di Madiun dan Kediri, selain itu beliau juga menunjukkan beberapa komunitas food blogger yang ada di Indonesia.

Supaya kopdar ini tidak terkesan satu arah, mas Ulil memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk menyampaikan kesan-pesan mengenai acara kopdar. Ohya, fyi nih ternyata teman-teman yang hadir di acara ini tidak hanya dari wilayah Kediri saja, tapi juga dari luar kota. Seperti Surabaya, Malang, Bojonegoro, Ngawi, dan Jogja.

Kurang pinter omong nih
Acara selanjutnya mungkin adalah acara yang ditunggu-tunggu, yaitu mencicipi sajian kuliner dari Lombok Idjo. Tidak menunggu lama, hidangan sesuai undian sudah ada di meja kami masing-masing. Sebelumnya tentu gak lupa untuk berdoa dan di foto-foto dong ya, barulah kita makan sajian lezat ini.

Sup Buah Campur
Sop Buntut
Ajam Goreng sambal Lombok Idjo
Nila Goreng
Ohya, buat kamu yang mau buat acara makan-makan di Kediri, sekarang sudah gak perlu bimbang lagi karena Lombok Idjo sudah kasih solusi. Bingung cari tempat buat kumpul-kumpul? Bisa banget ke Lombok Idjo, soalnya itu tadi tempatnya luas dan cocok buat kumpul-kumpul. I guarantee deh pokoknya!


Foto bersama mas Ulil as Manager Lombok Idjo Kediri
Terakhir, terimakasih untuk tim Lombok Idjo yang amat sangat humble dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk kami. 



Selasa, April 26, 2016

Perjalanan Menyenangkan bersama Sahabat Terbaikku

  8 comments    
categories: 
"Mumpung masih muda, cari pengalaman sebanyak-banyaknya!"- Bapak.

Setuju! Wejangan dari bapak itu selalu menjadi jimat yang saya pegang teguh. Mumpung masih muda, mari cari pengalaman sebanyak-banyaknya, supaya nanti kalau sudah tua bisa jadi bahan cerita untuk anak cucu kita.

Terkadang sebuah perjalanan memang sederhana, mungkin saja bagi orang lain tak bermakna, tapi bagi si pendongeng bisa jadi bahan cerita yang luar biasa. Seperti yang saya alami beberapa waktu yang lalu saat berkunjung ke Surabaya. Perjalanan sederhana penuh misi ini saya lakukan dari Kediri. Namun tujuan dari perjalanan kali ini berbeda, jika biasanya saya pergi ke Surabaya untuk menghadiri event. Kali ini saya ke Surabaya untuk menjadi penyelenggara acara. Kesempatan luar biasa yang tidak akan pernah saya sia-siakan.

Kesempatan ini sebetulnya datang bukan ujug-ujug ada, tapi berkat jaringan pertemanan yang sudah lama terjalin. Berawal dari mbak Rahmah yang mengajak saya untuk bergabung sebagai panitia acara nasional yang akan diselenggarakan di Surabaya dan sembilan kota besar lainnya di Indonesia. Wah! Beruntungnya bisa punya kesempatan seperti ini.

Saya berangkat hari Kamis ke Surabaya untuk bertemu dengan mbak Rahmah dan Salfa (baby blogger), hari itu juga kami bergegas pergi ke 2 radio kampus untuk sounding mengenai acara hari Sabtu. Saat saya menyiapkan kendaraan, tiba-tiba cuaca menjadi mendung dan hujan turun dengan deras. Ugh! Kenapa pas lagi buru-buru malah hujan gini.

"Kita janjian jam berapa sama radio 1 mbak?"


"Jam 3 Sil, gimana ini kalau hujan?"


“Kita naik taksi aja kayaknya ya mbak".



Selfie with driver
Saat itu juga mbak Rahmah menghubungi kontak salah satu taksi. Tak sampai 15 menit menunggu, driver datang dan membuka pintu untuk kami bertiga. Ternyata, mbak Rahmah memesan taksi Blue Bird. Sopirnya ramah dan menyenangkan, mobilnya bersih dan wangi. Yup! Itulah kesan pertama saya saat naik taksi ini. Selama perjalanan menuju tujuan kami, driver memang tidak banyak bicara. Ternyata beliau memang kurang sehat dan baru masuk kerja setelah 5 hari cuti. Namun beliau tetap ramah dan memberi pelayanan terbaik untuk kami. Sesampainya di tujuan driver menawarkan cetak struk, padahal kami baru akan bilang soal itu.


Menikmati kenyamanan Blue Bird
Radio
Ohya, tarif naik taksi si biru ini ternyata cukup terjangkau juga loh, padahal jarak dari rumah mba Rahmah di daerah Petemon ke tujuan kami yaitu Ketintang lumayan jauh, sekitar 7 km via map apalagi kondisi Surabaya yang macet. Awalnya saya pikir naik taksi itu mahal, ternyata terjangkau juga ya. Setelah selesai sounding di radio 1, kami meluncur ke lokasi 2 yang ada di daerah Mulyorejo yang jaraknya sekitar 8 km masih dengan menggunakan Blue Bird. Kegiatan sounding selesai kami memutuskan untuk jalan-jalan di mall sebelum pulang. Lagi-lagi kami menunggu taksi untuk meluncur ke lokasi mall, beruntungnya armada Blue Bird di Surabaya jumlahnya bejibun, jadi gak bingung deh.
Selfie bersama mba Rahmah dan Salfa
Tujuan kami sebetulnya dekat saja, bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik ojek. Namun pertimbangannya adalah kami membawa seorang balita. Jadi demi kenyamanannya, kami memutuskan untuk naik taksi. Nah, karena lokasinya dekat biayanya pun tak lebih dari Rp 15.000, lagi-lagi saya pikir mungkin akan ada biaya minimum. Biaya minimum yang dimaksud adalah biaya paling sedikit yang harus dibayar oleh customer, jadi misalnya biaya minimumnya adalah Rp 25.000 nah saya jalan cuma habis Rp 10.000, artinya saya harus tetap membayar Rp 25.000. Kenapa ? ya karena ada biaya minimum tadi. Eh, ternyata Blue Bird gak ada biaya minimumnya!.

Bahkan selama melakukan tugas, alat transportasi yang saya gunakan sepenuhnya saya percayakan pada para driver Blue Bird. Gara-gara itu, saya jadi ketagihan naik taksi ini, soalnya Blue Bird bener-bener membantu mobilitas saya selama di Surabaya. Perjalanan tugas saya jadi lebih nyaman dan penuh kesan, karena saya tinggal duduk seperti ratu. Tidak perlu lagi berkendara sendiri seperti biasanya.

Maklum saja ya, ternyata massa badan saya mulai menua, mudah lelah jika terlalu lama berkendara sendiri. Ah, terimakasih para driver yang baik hati, sudah bersedia mengantar saya kesana-kemari. Kini sudah saya putuskan untuk bersahabat dengan si biru andalan ini.

Ah menyenangkan sekali rasanya. Ohya, sebetulnya banyak dari kisah perjalanan saya yang berkesan dan inilah salah satunya. Eh iya! Kamu punya cerita yang berkesan juga bersama Blue Bird ? Jangan disimpan sendiri dong! Yuk ceritakan dengan mengikuti blog competition #SekotakPenuhKesan.

Ada banyak hadiah yang menantimu setiap minggu, GoPro Hero 4, Samsung Gear S2 Smartwatch, Voucher MatahariMall.com @Rp1.000.000 dan hadiah utamanya adalaaaah Apple Macbook Pro, Leica D-Lux (typ 109), Apple Iphone6 64gb.
#SekotakPenuhKesan
Apa ? Leica ? Mackbook Pro? Iphone6 ?! Cepetan nulis deh sebelum hadiah seru ini diambil orang. Awas, jangan sampai ketinggalan ya! 



Senin, April 25, 2016

Nonton Torabika Soccer Champion di Orange TV

  1 comment    
categories: 
Kabar gembira untuk para pecinta sepak bola Indonesia, karena minggu depan akan ada Kompetisi Liga Sepak Bola yang bertajuk Torabika Soccer Championship (TSC). Setelah sempat vakum selama tahun 2015, kompetisi ini akan kembali digelar untuk mengobati kerinduan khalayak pecinta sepak bola. Acara ini berlangsung selama sembilan bulan, yaitu bulan April hingga Desember 2016. Dalam kompetisi ini akan ada 18 klub terbaik Indonesia yang akan bersaing menjadi yang terbaik. Laga pembuka TSC ini akan mempertemukan "Sang Mutiara Hitam" Persipura Jayapura melawan "The Jack" Persija Jakarta. Kick off akan dilaksanakan pada hari Jumat 29 April 2016, di Stadion Mandala, Jayapura.

Setiap tim yang berlaga di TSC akan melangsungkan laga home and away, total kompetisi sebanyak 306 pertandingan selama satu musim. Adanya kompetisi TSC ini diharapkan bisa menjadi obat rindu bagi insan persepakbolaan nasional, utamanya masyarakat Indonesia yang sudah lama menunggu bergulirnya sebuah kompetisi yang sesungguhnya. Apalagi TSC ini digadang-gadang akan berbeda dengan pagelaran turnamen seperti Piala Bhayangkara ataupun Piala Jendral Sudirman. Maka persiangan dalam kompetisi TSC ini akan berlangsung dengan lebih ketat dan sengit. Ohya, 18 klub yang akan berlaga dalam TSC ini antara lain adalah Persib, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, PSM Makassar, Persija Jakarta, Mitra Kukar, Arema, PS TNI.

Nah, buat kamu yang gak sabar menyaksikan laga TSC ini, kamu bisa tuh nonton lewat Orange TV, cukup dengan mengaktifkan paket Happy/Favorit/BlackDiamond bagi pelanggan KU band atau paket Gembira/Unggulan/Hiburan untuk pelanggan C band. Channel untuk menyaksikan kompetisi TSC 2016 antara lain SCTV #902; Indosiar #905; serta O channel #919. Nah, untuk lokal operator ataupun hotel dan apartemen yang ingin menyiarkan acara TSC, Orange TV juga memiliki hak untuk menjual kembali siaran TSC. Hak itu bersifat eksklusif dan redistribusi ke lokal operator.

Pelanggan akan disajikan tayangan mengenai jalannya kompetisi TSC 2016, sehingga hadirnya TSC di Orange TV diharapkan mampu memberikan tayangan sepakbola terbaik untuk pelanggan setianya. Apalagi dengan adanya tayangan sepak bola di Orange TV dapat mempertahankan titlenya sebagai "Jagoannya Bola", selain itu juga mendukung persepakbolaan di Indonesia untuk terus maju.

Buat anak kos yang di kontrakan/ kosnya gak ada tv, kamu bisa download aplikasi terbaru Orange TV di play store dengan nama " OrangeKu". Kamu bisa mengatur sendiri reminder pertandingan bola melalui aplikasi tersebut. Kamu juga akan dapat jadwal tayang TSC 2016 dan info pertandingan lainnya. OrangeKu hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan setia Orange TV.

Pelanggan akan disajikan tayangan jalannya kompetisi  TSC 2016 ini, dimana setiap klub harus menjalani 306 laga tandang dan kandang yang berbeda dengan gelaran turnamen yang selama ini digelar di Indonesia. TSC 2016 bakal menyajikan pertarungan sengit antara tim terbaik di Tanah Air. Sehingga dengan hadirnya TSC 2016 ini diharapkan Orange TV mampu memberikan tayangan sepakbola terbaik untuk pelanggan setianya. Juga dapat mendukung persepakbolaan Indonesia dan mempertahankan titlenya sebagai “Jagoannya Bola”.
Dan untuk mengingatkan setiap pertandingan yang akan berlangsung. Download aplikasi terbaru Orange TV bernama “ OrangeKu“ di Google store. Pelanggan dapat mengatur reminder pertandingan bola di OrangeKU melalui smartphone android anda. Pelanggan akan mendapatkan juga jadwal tayang  TSC 2016 dan info pertandingan lainnya. OrangeKu hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan setia Orange TV.

Jumat, April 22, 2016

Film Terbaik FFI 2015 SITI, Sudah Tayang di Genflix

  5 comments    
categories: 

Siti masih muda, usianya belum genap 24 tahun. Tapi ia harus rela menjalani kehidupan dengan keras. Mengurus ibu mertua, Darmi, anaknya, Bagas, sekaligus suaminya, Bagus yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan satu tahun yang lalu saat melaut, kapal nelayan yang dibeli dari hasil berhutang kepada pak Karyo karam di laut, sehingga dengan terpaksa Siti harus mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga. Menjalani kehidupan dengan himpitan ekonomi membuat Siti harus bekerja keras. Berprofesi sebagai penjual di Pantai Parangtritis ternyata tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, hingga akhirnya Siti beralih profesi menjadi pemandu karaoke di malam hari. Semua itu dilakukan untuk menghidupi keluarganya dan membayar hutang pada pak Karyo. Film SITI menjadi film terbaik FFI tahun 2015 ini disutradarai oleh Eddie Cahyono.



Pada tahun 2014, sebelum ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia film SITI ini pertama kali dirilis dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014. Kemudian SITI juga terpilih sebagai Official Selection di berbagai festival film dunia seperti Taiwan International Film Festival dan Rotterdam Film Festival. Hingga puncaknya SITI terpilih menjadi Film Terbaik dalam FFI. Tak hanya itu, SITI juga berhasil meraih kemenangan di kategori Musik Terbaik dan Skenario terbaik di ajang penghargaan paling bergengsi bagi sineas perfilman Indonesia.



“Wah, ini pasti film mahal!”


Nah uniknya meskipun SITI meraih berbagai macam penghargaan, bukan berarti pembuatan film ini menghabiskan dana yang besar. Karena film SITI masuk dalam kategori film Indonesia dengan anggaran kecil (low budget), yang hanya menghabiskan dana Rp 150 juta untuk seluruh proses produksinya yang berdurasi 88 menit. Maka dari itu sebagai film yang berlatar sederhana namun penuh makna, saya pikir SITI memang layak menjadi film terbaik dan meraih berbagai penghargaan dunia. 


“Wah, keren ya! Aku jadi pengen nonton nih. Tapi kan sudah gak tayang di bioskop :(”



Tenang, Genflix punya solusinya. Soalnya Genflix punya komitmen untuk selalu menghadirkan film terbaru dan juga terbaik di Indonesia, salah satunya film SITI. Apalagi Genflix ini merupakan layanan video streaming legal dan premium. Serunya lagi, kita juga bisa nonton film baru yang tayang di bioskop dengan jeda 1 sampai 2 bulan dari masa tayangnya di bioskop. Caranya, cukup dengan bergabung di Genflix dan kita akan mendapat Paket Film Terbaru dengan harga Rp 25.000/ film, yang bisa kita tonton kapanpun dan dimanapun selama seminggu.

Genflix juga bisa diakses dari Google Chrome, dengan klik www.genflix.co.id atau unduh aplikasi Genflix di Play Store dengan link http://bit.ly/1PJiUkJ dan iOS http://apple.co/22U65B6 untuk mendapatkan aplikasinya di App Store. Banyak keuntungan kalau kita streamingan melalui aplikasi Genflix, soalnya bisa diakses kapanpun dan dimanapun.



Minggu, April 17, 2016

Menjadi Manusia yang Istimewa

  4 comments    
categories: 
Sumber : google
Jangan jadi biasa-biasa saja. Jika ada pilihan ordinary/ ekstra ordinary, jangan lupa pilih ekstra ordinary ya.

Jumat, April 15, 2016

Jalan-jalan ke Semarang Tanpa Merepotkan Sahabat

Selepas kuliah ini saya lagi getol-getolnya mencari peluang. Menajamkan ‘radar’ dan memperluas networking agar tidak ketinggalan berbagai informasi aktual yang berkaitan dengan dunia kerja. Seperti cerita beberapa waktu yang lalu, saat saya sibuk-sibuknya mencari informasi tentang perusahaan yang sedang hire pegawai melalui iklan di papan pengumuman dan web. Setelah memilah dan memilih saya mengirimkan lamaran ke beberapa perusahaan, termasuk perbankan dan kantor berita melalui email ataupun paket. Bahkan si mbak pegawai ekspedisi sampai hapal sama saya saking seringnya.

Setelah menunggu agak lama, saya mendapat pemberitahuan panggilan kerja dan beberapa kali menjalani tes dan interview, namun tak ada kabar selanjutnya. Namanya masih muda dan semangat masih membara saya terus mencari informasi dan mengirimkan lamaran. Ternyata lama-lama saya merasa lelah dan sempat mengabaikan tiga panggilan di institusi yang sama. Namun tiba-tiba saya mendapat pemberitahuan kalau saya mendapat panggilan interview dari salah satu perusahaan semen Indonesia, sayangnya itu penipuan. 


Di antara ikhtiar saya menggapai masa depan itu, ada masa-masa dimana saya ingin sekali bisa menikmati waktu jalan-jalan agak jauh, misalnya keluar Jawa Timur. Mumpung belum penuh jadwalnya kan, nanti kalau saya sudah jadi eksekutif muda, waaaah mungkin banyak nggak sempat dolan-dolan. Aminkan dong doa saya ini 


Saya sudah pernah sih muter-muter di Malang, Bojonegoro, Surabaya, Jember, Probolinggo, Blitar, dan beberapa daerah lain di Jawa Timur. Tapi kok kali ini saya pengin banget ya main ke tempat yang jauh dari ‘wilayah jajahan’. Beberapa kali saat saya melihat timeline Facebook ada sahabat blogger yang posting beberapa tempat menarik. Bentuknya semacam pagoda, saya pikir itu di luar negeri ternyata saya salah! Bangunan cantik semacam pagoda itu ada di Jawa. 


Coba teman-teman tebak apa nama bangunan pagoda itu? Nah, iya benar namanya Pagoda Avalokitesvara yang memikat hati saya. Bangunan pagoda tersebut berada di Kota Semarang, tepatnya di lokasi Vihara Buddhagaya. Saya melihat foto pagoda cantik ini di timeline sosmed Facebook teman blogger saya yang tinggal di Semarang. Kemudian saya coba googling dan hasilnya benar-benar luar biasa.



Pagoda Avalokitesvara (sumber foto : matematikasma[dot]files[dot]com)
Serius, cantik banget bangunan pagodanya. Gimana bisa saya nggak ngiler dan gak pengin ke sana coba kalau kayak gitu. Betul kan saya bilang, kalau foto di sana seakan-akan lagi pergi jalan-jalan ke Thailand. Selain Vihara Buddhagaya, di Semarang juga ada Kuil Sam Poo Kong yang bangunannya begitu menakjubkan dan sarat dengan sejarah kedatangan bangsa Cina pertama kali ke Semarang. Bahkan di sana nanti kita bisa menyewa kostum dan berfoto di area kuil. Wah, benar-benar bikin gatel pengin buru-buru ke Semarang!. 


Sewa Baju di Sam Poo Kong (sumber : Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Nah, ini yang jadi masalah, nanti di Semarang saya harus jalan-jalan dengan siapa? Ada sih sahabat blogger saya di sana, cuma kalau pas weekday sepertinya dia sibuk dengan pekerjaannya. Jadi, pengennya kalau bisa sih saat jalan-jalan ke Semarang tanpa ngrepoti sahabat yang ada di sana.

Menurut beberapa teman, Semarang itu kota yang asyik untuk dikunjungi. Kotanya juga tidak seberapa besar bila dibandingkan dengan Jakarta. Sepertinya saya gak akan bermasalah kalau jalan-jalan sendirian di sana. Soal rute ke tempat-tempat wisata yang ingin saya kunjungi tadi, bisalah saya tanyakan dulu ke teman-teman yang berdomisili di Semarang.


Nah, terus selama di sana saya wira-wirinya gimana?


Duh, tepok jidat deh. Baru ingat kalau sekarang ada aplikasi pemesanan armada yang bisa mengantar jalan-jalan kemana pun saya mau tanpa harus ngrepoti sahabat. Smartphone basis android milik saya kan sudah ada aplikasi My Blue Bird, aplikasi ini pernah saya pakai waktu bepergian di Surabaya. Meski di tempat tinggal saya, Kediri tidak ada armada ini, bukan berarti saya ketinggalan jaman dong dengan tidak mengikuti perkembangan teknologi.



My Blue Bird di Play Store
Buat teman-teman yang belum install aplikasi My Blue Bird, bisa dicoba ya cara-cara yang saya lakukan. Meski di Kediri tidak bisa digunakan, bukan berarti persiapan tidak saya lakukan jika seandainya bepergian ke kota-kota yang ada taksi Blue Birdnya. Yuk masuk saja ke Playstore dan unduh aplikasi My Blue Bird. Jika sudah ter-install seperti gambar di atas, berarti sudah siap lah jalan-jalan kemana saja diantar oleh si burung biru tanpa merepotkan sahabat-sahabat saya nantinya.

Susah nggak sih pemakaian aplikasi pemesanan di My Blue Bird ini?

Register

Nggak lah, kita cukup memasukkan nomor telepon selular kita saat pertama kali registrasi. Setelah memasukkan nomor tersebut, aplikasi ini akan terus menyimpannya dan menjadikan nomor tersebut sebagai identitas pemesan sekaligus menunjukkan lokasi dimana kita berada. Jangan lupa ya teman ON kan aplikasi Google Map.


Nah misalnya nih saya terdampar di Semarang, tempat mana yang paling gampang dituju dulu sebelum kemana-mana?
 
Center Point : Simpang Lima Semarang
Kata teman-teman sih mau kemana saja di Semarang itu belum sah kalau belum ke Simpang Lima. Semacam pusat kota gitu ya Simpang Lima ini. Kalau dari sini sudah gampang kalau mau kemana-mana. Bahkan pesan taksi pun keluar lokasinya, keliatan banget kalau Simpang Lima pasti tempat yang strategis di Semarang. Kalau di Kediri semacam Arc de Triomphe alias Simpang Lima Gumul.

Order-1
 
Order-2

Saat pesan taksi nanti tinggal masukan saja nama dan lokasi penjemputan. Misal nih saya berada di seputaran Citraland Mall, mall besar yang ada di tengah pusat kota Semarang, nanti aplikasi bakal nge-lock posisi tersebut. Jika kita ingin dijemput di lokasi tertentu tinggal tulis saja di kolom-kolom bawahnya itu yg extra address maupun extra guidance.

Kalau sudah selesai memasukkan lokasi dimana kita ingin dijemput, tinggal klik aja tombol Order. Ntar juga bakalan ada estimasi biayanya kok. Waaaahhh, asyiknya ya pesan taksi menggunakan aplikasi ini. Bahkan armada nomer berapa dan pergerakannya di Map juga bakal terlihat.
 

Driver Blue Bird
 Kalau sudah ada driver dari Blue Bird yang menerima panggilan order kita, tampilannya akan seperti di atas. Jika kita terburu-buru waktu pun kita bisa menelepon driver tersebut dan menanyakan sudah sampai dimana dan agar lebih cepat sedikit.

Tapi berhubung saya mau ke Semarang dalam rangka jalan-jalan, tak perlu buru-buru lah. Saya bakalan tenang pergi mengunjungi Pagoda Avalokitesvara yang berada di daerah Watugong (Kota Semarang bagian atas) hingga ke Kuil Sam Po Kong yang berada di daerah Simongan, bagian barat daya Kota Semarang. Meski lokasi keduanya berjauhan, saya tak perlu pusing lagi soal harus naik apa dan turun di mana.


Cerita soal ribet pesan taksi melalui call centre juga gak bakalan saya alami, apalagi saya juga tak tau berapa nomor telepon call centre Blue Bird di Semarang. Tapi karena sudah ada aplikasi My Blue Bird di smartphone ya santai saja. Si burung biru bakalan menjadi teman baik saya jalan-jalan di Semarang meskipun harus sendirian tanpa ada yang mengantar.


Itu tadi rencana dan persiapan jalan-jalan saya misalnya nanti jadi berkunjung ke Semarang. Bagi teman-teman yang lain, apa andalan teman-teman saat pergi ke suatu tempat yang kita tidak kenal siapa-siapa di sana? Share yuuuk!.

http://www.bluebirdgroup.com/taxi-mobile-reservation

Tulisan ini diikutsertakan pada My Blue Bird Blogging Competition yang diselenggarakan oleh PT Blue Bird Tbk.

 

Pan De Peace, Anime Jepang Full Episode Tayang di Genflix

  5 comments    
categories: 
Genflix.co.id
Anime (a-ni-me) merupakan kata serapan dari bahasa Inggris animation merupakan film khas Jepang yang mengadaptasi berbagai macam cerita dan lokasi. Bicara soal anime rasanya ingatan diajak kembali ke zaman saat masih SD di tahun 2000an. Hari Minggu adalah hari yang paling ditunggu karena banyak sekali film kartun, anime ataupun manga yang tayang di TV Indonesia. Bahkan saking banyaknya sampai bingung mau nonton yang mana. 

Bicara soal kartun, anime, dan manga tentu hal yang pertama ada di pikiran kita adalah Negara Jepang. Yap, memang Jepang sangat identik dengan tayangan-tayangan tersebut. Maka jangan heran kalau banyak rumah produksi disana saling berkompetisi untuk mengadaptasi komik dan manga menjadi cerita animasi yang seru dan menarik. Salah satunya anime yang baru diproduksi oleh Asahi Production di musim semi ini berjudul “Pan de Peace”. Anime ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Minami yang pandai membuat roti dan bersama tiga sahabat baiknya, Yuu, Fuyumi, dan Noa mengalami petualangan seru.


Anime yang tayang pada tanggal 3 April 2016 yang lalu di Jepang ini juga hadir di Indonesia melalui situs steraming online bernama Genflix.co.id, sudah tentu ini merupakan kabar gembira bagi para penggemar anime. Senangnya lagi, bagi kita yang ada di Indonesia tidak perlu menunggu waktu jeda untuk menikmati anime ini karena waktu tayang Pan de Peace sama dengan hari tayang di Jepang. Kita patut berterimakasih pada Genflix untuk gebrakan ini.


Genflix via Android

Episode terbaru Pan de Peace bisa disaksikan di Genflix.co.id setiap hari Selasa lengkap dengan subtitle Indonesia. Selain itu Genflix juga akan terus mengupgrade layanannya dengan menambah berbagai macam konten, misalnya film Indonesia terbaru yang masih tayang di bioskop seperti Midnight Show, Mantan Terindah, Tuyul, dan yang lainnya.


Apa itu Genflix?

Simpelnnya, Genflix merupakan layanan streaming atau OTT (Over The Top) yang menyajikan ribuan content menarik mulai dari film Hollywood, film Indonesia terbaru, hingga serial animasi Jepang terbaru dan tayangan dokumenter dari National Geographic Channel. Itu saja? Tentu tidak dong, buat kamu penggemar bola, Genflix juga menyajikan dengan lengkap semua siaran pertandingan Liga sepakbola dunia secara LIVE dan lengkap.


Genflix juga ngasih banyak keunggulan dan kemudahan kalau kita streamingan pakai aplikasi ini. Fyi nih, Genflix juga merupakan aplikasi streaming buatan anak negeri yang bisa diakses melalui perangkat seluler dimanapun kita berada dan dengan jaringan apapun, misalnya wifi, 3G/4G atau jaringan fiber. Sebagai layanan streaming premium, Genflix juga sudah menyediakan berbagai media pembayaran yang praktis, mulai dari kartu kredit, online banking, potong pulsa via operator seluler, bahkan yang paling mudah lewat gerai-gerai Alfamart (jika beli voucher di sini gratis EsTee) dan Seven Eleven (7-11) yang terdekat dari tempatmu. Jadi pokoknya buat penggemar anime, jangan sampai melewatkan satu episode pun anime Pan De Piece yang akan tayang di Genflix setiap minggunya.

Bagaimana caranya menggunakan Genflix?


Mudah banget! Kita bisa mengakses Genflix melalui laptop dengan klik www.genflix.co.id, jangan lupa gunakan browser Google Chrome ya. Nah kalau lewat smartphone bisa download aplikasi Genflix di Play Store dengan link Android : http://bit.ly/1PJiUkJ,
IOS : http://apple.co/22U65B6. Tinggal dipakai deh.



Menarik ya, jika ingin tau informasinya lebih lanjut, silahkan menghubungi;
Orange TV
Putra Darmawan (Public Relation Executive)
HP : 0811885578

Situsweb : www.orangetv.co.id
Call Center : 0804 1 911 911



Kamis, April 14, 2016

Kopdar Food Blogger di RM Lombok Idjo Kediri



2 April 2016 - Perjalanan menuju Nganjuk dalam bus Kawan Kita.

Dret. Dret. Dret. Dret.

Ponsel saya bergetar pendek tanda kalau ada pesan masuk. Yup, kebiasaan sejak dulu, saya gak pernah mengaktifkan dering ponsel. "sms dari siapa nih?", pikir saya. Sempat kaget karena nomor yang saya gunakan baru dan hanya beberapa orang saja yang tau. 

Setelah membaca pesan tersebut, saya baru ngeh kalau isinya merupakan undangan untuk bergabung dalam acara kopdar food blogger yang akan dilaksanakan di salah satu rumah makan, RM Lombok Idjo Kediri. Pembawa pesan memperkenalkan diri dengan nama Mas Ulil.


"Assalamu'alaikum. Apa benar ini nomer Ibu Silviana? Saya Ulil dari RM Lombok Idjo Kediri Ibu. Tanggal 23 April mendatan, kami mau mengadakan kopdar foodblogger, kira-kira bu Silviana bisa hadir atau tidak ya? 
Terima kasih dan mohon maaf.
Saya dapat nomor ini dari Bu Reni Madiun"

Setelah membaca pesan tersebut, saya langsung cek kalender. Tanggal 23 April adalah hari Sabtu dan gak ada acara. Saya langsung balas secepat kilat mengenai kehadiran saya di kopdar foodblogger tersebut. Selanjutnya saya dan mas Ulil saling ber-sms ria.

9 April 2016 - Saat di Wisma Guru Surabaya

Saya kembali menerima pesan dari mas Ulil, inti dari pesannya beliau meminta saya untuk mengundang teman-teman blogger yang ada di Kediri dan sekitarnya supaya bisa ikut serta meramaikan acara tanggal 23 April. Kemudian saya meminta mas Ulil mengirimkan undangan melalui email untuk formalitas. Hehe.

Jadi, buat teman-teman yang ada di Kediri dan sekitarnya yang pengen ikut kopdar foodblogger untuk nambah ilmu boleh gabung di acara ini. Cara ikutnya silakan lihat detail infonya di instagram @lombokidjokediri atau boleh melalui saya dengan cara isi nama, email, blog, dan nomer HP yang bisa dihubungi di kolom komentar.

Setelah mendapat undangan resmi dari RM Lombok Idjo, saya mulai japri teman-teman untuk ikut meramaikan acara. Lalu muncul banyak pertanyaan dari mereka, berikut saya rangkum :

1. Saya bukan food blogger, apa masih boleh ikut ? 

Boleh, asal memiliki blog aktif dengan platform bebas dan setelah acara bersedia memberi ulasan kuliner di blog masing-masing.

2. Lombok Idjo Kediri itu di mana alamatnya? 

Jalan Patiunus 16 Kediri

3. Acaranya jam berapa ?

14.00- 17.00 WIB

Nah, hampir semua pertanyaanya sudah ada di flayer dan caption. :D

 
Kopdar tanggal 23 April 2016 ini adalah kopdar pertama saya setelah sekian lama vakum dari komunitas di daerah Kediri. Maka dari itu saya senang sekali ketika mba Reni (mbakcer) dari Madiun memberi kabar kalau beliau memberikan nomor HP saya ke mas Ulil. Terima kasih ya mba Ren. :) 


Selasa, April 12, 2016

Pelajaran Berharga dari Sebuah Perjalanan

  9 comments    
categories: 
Menikmati perjalanan sendirian ternyata cukup menyenangkan. Buat saya, melakukan perjalanan secara solo adalah pembuktian atau setidaknya challenge kalau saya mampu berdiri di kaki saya sendiri meskipun jauh dari kampung halaman.

Berbagai macam pertanyaan seringkali dilontarkan saat teman online maupun offline tau saya sering berpergian. "Apa tidak takut?" atau misal "kok orang tuamu ngasih ijin sih?" dan pertanyaan ekstrem yang terkadang menyentil sisi sensitif saya, seperti "nekat banget sih, apa yang kamu cari sebenernya?".

Baiklah, saya akan jawab satu persatu ya.

Apa tidak takut?


Takut. Tapi cuma sebentar saja, misalnya saat melihat wajah orang tua saya saat pamitan. Hal yang selalu ada dalam pikiran saya ketika akan berpergian adalah 'masih bisa gak ya nanti ketemu mereka?'. Setelah itu yasudah selesai, toh semua yang pergi akan kembali pulang. Entah pulang kemana.

Kok orang tuamu ngasih izin, sih?


Seperti halnya orang tua pada umumnya, awalnya bapak dan ibuk tidak mengizinkan saya pergi terlalu jauh. Alasannya klasik "kamu perempuan!". Memang sejak kecil hingga SMA saya hampir tidak pernah berpergian sendiri jika keluar Kediri, selalu didampingi orang tua atau saudara. Begitu juga saat mereka melepas saya untuk menuntut ilmu di Malang, katanya tak tega. Saya jadi ingat perjalanan pertama saya tanpa orang tua adalah Madura, saya berpergian bersama mba Tiwwi dengan naik bus lanjut kapal.  

Baca juga : Menuju Madura

Perlu waktu lama sekali meyakinkan bapak ibuk kalau saya akan baik-baik saja, apalagi setiap perjalanan selalu ada hal positif yang saya dapat.

Pada akhirnya bapaklah yang meyakinkan saya kalau saya ini harus punya banyak pengalaman selagi muda, jangan sampai menyesal nantinya. Sebetulnya, benar ungkapan "jangan cuma di rumah saja", soalnya sekali keluar rumah kamu akan mendapatkan pengalaman baru paling tidak supaya sedikit lebih open minded, gak ngeyelan, dan kurang piknik.

Nekat banget sih, apa yang kamu cari sebenernya?

 
"Beda kepala, beda isi", kayak gitu kira-kira. Jadi apa sih yang saya cari dari semua perjalanan ini ? Jawabannya adalah "kepuasan diri". Kepuasan kok dicari, gak bakalan terpenuhi. Iya sih, cuma setidaknya sesuatu yang saya inginkan bisa tercapai meskipun tidak maksimal, ya paling tidak mendekati. Dalam pikiran saya sih, mumpung masih muda jadi saya harus cari pengalaman sebanyak yang saya mampu. Soalnya semakin bertambah usia kesibukan akan semakin padat dan hal lainnya yang belum terpikirkan oleh saya.

Contohnya, seperti kemarin saat saya melakukan perjalanan sendiri ke Bojonegoro. Sebelumnya saya belum pernah datang ke Bojonegoro dan kali ini saya berpergian sendiri ke daerah yang memiliki makanan khas ledre itu dengan menggunakan moda transportasi bus. Takut? Jelas. Was-was? Iya. Parno ? Sangat.

Apalagi kemarin saya sempat spaneng karena ketinggalan bus. Nah ini yang baru saya tahu, transportasi bus atau kereta dari Kediri ke Bojonegoro itu tidak ada yang direct, otomatis harus oper dulu. Jadi jika ingin ke Bojonegoro bisa via Nganjuk atau via Jombang. Jika ingin lewat Nganjuk rutenya Kediri- Nganjuk- Bojonegoro artinya 2 kali oper bus, jika ingin lewat Jombang maka Kediri- Pare- Jombang- Babat- Bojonegoro artinya 3 kali oper. 


Nganjuk : Naik bus dari terminal Kediri ke terminal Nganjuk lalu dilanjutkan ke terminal Bojonegoro. 
Jombang : Naik bus dari terminal Kediri ke terminal Jombang, pindah bus ke Babat, dari Babat naik bis lagi Bojonegoro.

Lebih cepat lewat Nganjuk ya sebenarnya, tapi ternyata bus dari Nganjuk ke Bojonegoro hanya ada sampai pukul 15.15 saja. Selebihnya tidak ada. Begitu juga sebaliknya, bus dari Babat ke Jombang juga tidak ada setelah ashar.

Awalnya saya berpikir, kenapa ya kok moda transportasi umum tidak selalu ada dari ataupun ke Bojonegoro ? Jawabannya adalah karena Bojonegoro tidak dilewati jalan Daendles atau jalan raya utama. 

Awalnya mula saya bisa ketinggalan bus saat di Nganjuk begini, pukul 12.00 bapak sudah bilang ke saya untuk segera siap-siap, takutnya nanti kemalaman sampai di Bojonegoro. Tapi saya masih santai-santai karena cuaca di luar rumah panas sekali. Pukul 13.00 saya baru siap-siap dan sampai di terminal Kediri sekitar pukul 14.00, sepeda motor saya titipkan di parkiran terminal. Sebelum naik bus, saya memutuskan untuk makan soto ayam Mbok Idjo dulu. Jaga-jaga kalau misalnya di bus tidak ada penjual makanan.


Bapak menyarankan untuk memberi tanda pada ban motor, antisipasi jika ada yang sengaja menukar saat di parkiran. Klise, freak, kok nemen. Itulah yang ada di pikiran saya saat bapak menyarankan saya memberi tanda dan memotretnya. Tapi kemudian saya berpikir, idenya betul juga. Kalau seandainya kejadian kriminal terjadi, saya bisa klaim. Untungnya saat pulang ban motor saya tetap aman. Alhamdulillah.

Perjalanan dilanjutkan naik bus Kawan Kita ke Nganjuk dengan tarif Rp 10.000, selama perjalanan saya ditemani dengan musik dangdut tiada henti. Ohya, ini pertama kalinya saya naik bus ke Nganjuk. Sesampainya di terminal Nganjuk sekitar pukul 15.30, turun dari bus saya ditanya oleh seorang calo.

Calo : "Mau ke mana mbak ?"

Saya : "Bojonegoro, pak"

Calo : "bisnya sudah jalan 15 menit yang lalu mbak"

Saya : "Bus selanjutnya jam berapa ya pak ?"

Calo : "Itu tadi bis terakhir, mbak"

Kemudian saya diam dan berpikir. Melihat saya berpikir, calo tadi mengambil kesempatan menawarkan jasa ojek untuk mengejar bus terakhir ke Bojonegoro, disinilah perdebatan terjadi dan saya sempat jengkel.

Awalnya saya tertarik dengan penawarannya, lalu saya tanya berapa tarifnya (belajar dari pengalaman sebelumnya, suka keblondrok-kemahalan kalau gak tanya harga dulu). 

Saya : "Berapa pak ngojek?"

Calo : "ya seratus ribu aja mbak"

CELEGUK!

Saya : "Itu ngojek naik mobil, pak ?"

Calo : "Naik motor mbak"

Saya : "Mahal pak, ndak jadi"

Calo : "Lha mbak maunya berapa?"

Saya : "Ini ngejar bus yang pergi 15 menit yang lalu, kan?" saya memastikan.

Calo : "Iya mbak, lha sudah jauh busnya"

Saya : "Masih dekat itu pak, kok mahal banget"

Calo : "Ya mbak maunya berapa?"

Saya : "dua puluh ribu kalau mau"

Calo : "wah gak bisa mbak, biasanya juga seratus"

Saya : "mboten pun pak, suwun"

Sebetulnya saya masih bingung, tapi bapak calo tadi masih terus menawarkan jasanya meskipun saya sudah menolak. Salah saya sendiri sih, kalau memang tidak berminat harusnya tidak perlu tanya-tanya. Dalam kebingungan, ternyata otak saya masih bisa diajak kompromi. Saya telpon kak Didik teman yang ada di Bojonegoro dan mendapat solusi kalau sebaiknya saya naik bus ke Jombang. 

Tidak lama kemudian bus ke Jombang hampir berangkat, saya lari supaya tidak ketinggalan. Saya lupa busnya apa, tarif dari Nganjuk ke Jombang Rp 7.000. Saat sampai di terminal Jombang saya harus menunggu beberapa saat, ternyata bus yang akan saya gunakan untuk menuju Babat adalah Puspa Indah. Ew. Lalu saya baru ingat kalau Babat itu Tuban dan Puspa Indah adalah satu-satunya armada yang melintasi trayek Tuban- Malang. Oh tapi sekarang sudah ada bus Bagong, hanya saja saya kurang tau apakah Bagong juga menambah trayek ke Tuban.

Seperti halnya bus Pupsa Indah pada umumnya, bus kecil dengan sopir yang memiliki kekuatan ekstra seperti kuda binal melewati jalur Jombang- Babat dengan sangat istimewa, lagi-lagi ini adalah pengalaman pertama saya lewat jalur ini, kondisi jalan berkelok seperti di Malang, namun bergelombang dan rusak. Tarif naik bus Puspa Indah dari Jombang ke Babat Rp 15.000. 

Saat maghrib tiba, saya masih ada di tengah hutan rute Jombang- Babat. Sesampainya di Babat saya bertanya ke bapak penjaga pos, kemudian saya diarahkan ke sisi barat untuk menunggu bus dari Surabaya ke Bojonegoro. Beruntung sekali saya bertemu dengan seorang ibu yang baik hati, selanjutnya kita sebut Ibu Bojonegoro saja, mungkin beliau melihat ada sosok perempuan kecil dengan tas ransel super penuh bonus muka kucel dan lelah naik bus sendiri. Saya ditanya akan pergi ke mana, dan dari mana. 

"saya mau ke terminal Bojonegoro, bu. Rumah saya di Kediri"

Bus menuju Bojonegoro sampai, tidak saya sangka ibu tersebut mengamit pergelangan tangan saya dan menarik saya untuk segera naik bus. WOW! Busnya penuh sekali sampai kami berdua tidak mendapat kursi. Kami berdiri dengan posisi ibu tersebut di depan dan saya dibelakangnya. 

Saya : "Bayar berapa, buk?"

Ibu Bojonegoro : "tujuh ribu, neng".

Saya mengeluarkan uang dengan pecahan lima ribu dan dua ribu. 

Ibu Bojonegoro : "kamu bayar lima ribu saja"

Tapi saya tetep kasih 2000 ke ibu tersebut, tapi beliau menolak dengan membimbing tangan saya memasukkan uang 2000an ke dalam kantong tas saya di sisi kiri. Kondektur datang dan saya kena bagian di-go-da-in. 

Kondektur : "Mau ke mana, sayang?"

Tanpa menjawab, saya menunjuk ibu sebelah saya.

Ibu Bojonegoro : "terminal"

Kondektur : "anaknya bu? cantik kayak ibunya"- kemudian berlalu ke depan untuk menarik tarif.

Setelah kondektur pergi, ibu Bojonegoro tersebut bilang ke saya "terlalu banyak omong dia", saya hanya tersenyum saja. Tak lama kemudian ada penumpang turun dan ibu tersebut mempersilakan saya untuk duduk, tapi sebagai anak muda yang masih perkasa saya nolak dong, lalu mempersilakan beliau duduk. Nah, selang beberapa menit saja, penumpang yang duduk di kursi depan saya turun dan akhirnya saya bisa duduk. Rejekinya anak sholehah kan.

Ternyata, ibu tersebut benar-benar baik. Saat kami sampai di terminal Bojonegoro pun, beliau masih menunggu saya dan gandeng tangan saya. Saat sudah turun bus, beliau memastikan kalau saya sudah ada yang jemput. Kemudian kami berpisah dengan saling mengucapkan salam. 

Sampai di terminal, mbak Rahmah beserta suami sudah menunggu saya dan kami sama-sama menunggu jemputan dari teman-teman Bojonegoro.

Jadi pelajarannya adalah :

1. Selalu berpikir positif di manapun berada,
2. Jangan panik saat menghadapi permasalahan,
3. Harus mencari informasi detail ketika akan melakukan perjalanan,
4. Selalu siap sedia uang kecil (pecahan 2000, 5000, 10.000, 20.000) dan recehan untuk persediaan penyanyi bus,

Cerita keseruan, #RoadblogBojonegoro di post selanjutnya, ya!