Senin, Oktober 31, 2016

Akhir Pekan Seru- Seruan di Raddisson Golf & Convention Center Batam

  16 comments    
categories: 
Sejak pertama kali datang ke Batam, saya emang udah amaze sama bangunan-bangunan keren yang ada di sini. Mulai dari yang udah lama kayak kampung pecinan di daerah Nagoya, sampai bangunan mewah megah di sepanjang kawasan Bisnis Sukajadi dan Lubuk Baja. Orang Batam sendiri mungkin merasa biasa aja, tapi buat saya ini beda, iyalah di Kediri mana ada yang kayak begini. Apalagi katanya Batam bakalan jadi Singapura ke dua, jadi gak heran kalau pertumbuhan ekonomi di sini begitu pesat. Indikator pertumbuhan ekonomi suatu daerah bisa dikatakan "tumbuh" salah satunya kan bisa dilihat dari banyaknya jumlah investasi dan pembiayaan. Nah, di Batam ini udah bejibunlah yang kayak gitu. 
[Sumber : warta kepri]
Ngomongin soal bangunan, ada satu tempat yang bikin aku melongo tiap berangkat kerja, sebenernya tiap hari ngelewati cuma gatau kenapa pandangan gak bisa lepas aja. Bangunanya mewah dari depan, kombinasi kaca berwarna biru dengan aksen putih, menjulang tinggi tapi punya kesan minimalis. Namanya Radisson Golf & Convention Center, letaknya di kawasan Sukajadi. Saya pribadi memang agak asing dengan nama Radisson, tapi ternyata Radisson ini merupakan bagian dari Carlson Rezidor Hotel Group yang pusatnya di Amerika yang sudah sangat terkenal di berbagai benua, seperti Amerika, Eropa dan Asia. Awalnya saya pikir Radisson cuma tempat buat main golf dan gedung pertemuan saja, sesuai dengan namanya Golf & Convention Center. Rupanya saya salah, di tempat ini semuanya ada, semacam paket lengkap. Mulai dari tempat nginep dengan berbagai macam fasilitas sampai tempat rekreasi kelas premium seperti golf. Selain itu Radisson juga tempatnya kumpul para ekspatriat Batam dan luar negeri. Beh udah macam sim aja pokoknya.

Ohya, kesempatan untuk famtrip Blogger datang dari mba Sarah. Sudah kenal mba Sarah, kan? Coba baca dulu perjalanan kami ke Pantai Melayu dan Kalat, kemarin. Namun beliau gak bisa hadir karena ada urusan pekerjaan, jadilah saya yang dikasih kesempatan untuk jumpa dengan bu Suriyanti dan bu Sugi selaku Sales Secretary & Coordinator Radisson. Tapi saya gak sendirian, ada teman-teman dari visitkepri juga yang hadir untuk seru-seruan bareng. 



Saat sampai di Lobby saya langsung disambut oleh resepsionis yang senyumnya gak habis-habis, nyenengin banget lihatnya, setelah menyampaikan maksud kedatangan, saya diminta untuk menunggu di area santai lobby yang tempatnya instagramable banget. Saya cari tempat paling pewe, eh belum sampai selesai check in path, bu Sugi datang bareng pak Edy. Setelah saling memperkenalkan diri, kami ngobrol banyak soal Batam dan Radisson. Humble banget mereka nih, bikin saya gak sungkan gitu. Lalu teman yang lainnya datang dan petualangan dimulai. 




Bu Sugi mengajak kami untuk lihat-lihat area kolam renang, di sini saya agak kaget karena desain Radisson begitu berbeda jika tampak dalam. Kolam renang lengkap dengan outdoor jacuzzi ditambah view padang golf dan langit biru. What an awe! Right?. Kayaknya enak kalau sore-sore ngadem sambil nyeruput jus jeruk. Beeeeeh. Lengkap hidup ni rasanya. Nah kalau kita pengen renang di sini, gak harus nginap dulu kok, karena kolam renang out door ini dibuka untuk umum, iya sekali lagi DIBUKA UNTUK UMUM. Cukup dengan keluar kocek 150K udah dapat makan minum dan free renang, loh. Mantap kan.


"Enak ya jadi anak muda bisa main sana-sini, beda sama saya yang udah ibu-ibu ada tanggungan anak soalnya jadi gak bisa, padahal kan pengen banget bisa renang di Radisson dan nikmati pemandangannya". 




Eh, siapa bilang gak bisa? Bisa banget dong. Soalnya di Radisson sudah tersedia Kids Club. Yas! Ini adalah tempat bermain untuk anak-anak dan balita, jadi para bu-ibu yang pengen me time anaknya bisa dititip sebentar di Kids Club, tapi untuk sekarang ini tetap harus ada anggota keluarga yang jagain ya soalnya Nanny-nya masih dalam proses recruitment. Ohya tempatnya nyaman banget, loh. Saya aja suka apalagi anak-anak. Pokoknya betaaaah. Anak mau renang juga? Bisaa. Soalnya ada kid's pool juga. 



Selanjutnya kami safari ke area resto yang connecting dengan kolam renang, namanya Bite Restaurant. Gak usah ditanya lagi kayak gimana bagusnya, interiornya kayak dapur di Amerika sana itu loh.





 

Setelah puas goda-godain chefnya, kami lanjut ke area business center yang letaknya bersebelahan dengan lobby, tempatnya tenang dan menyenangkan sekali. Cocok kalau mau ngobrolin tender di sini. *mak, gaya kalii bahasanya* hehe. 




Ohya, Radisson punya 7 buah ruangan meeting dengan berbagai macam ukuran dan juga satu Grand Ballroom yang luasnya bisa menampung kurang lebih hingga 1.800 orang. Selain di lantai dasar, Radisson juga punya area business privat kelas lounge di lantai 10. 




Nah, istimewanya lagi di lantai 10 Radisson ini punya indoor swimming pool . Viewnya asyik banget dan letaknya ada di satu lantai dengan business lounge. Namun kolam renang indoor ini khusus untuk tamu yang menginap di kelas bisnis, ya.




View kolam renang dan padang golf dari balkon executive.





Alamak, saya udah capek muterin Radisson padahal masih banyak yang belum di eksplore. Kemudian Bu Sugi membawa kami untuk melihat kamar. Radisson punya 240 kamar dengan apartemen di lantai 11, 12 dan 15. Ada beberapa tipe kamar antara lain superior yang totalnya ada 73 kamar masing-masing 43 king dan 30 twin rooms; Deluxe room totalnya ada 90 kamar, masing-masing 50 king dan 40 twin, superior dan deluxe ini ukurannya sama sebetulnya namun yang jadi pembeda adalah view kamar. Kalau superior view nya ke jalan besar/ kota sedangkan untuk deluxe terdapat balkon dan viewnya padang golf. Nah untuk yang executive suite ukurannya tiga kali lipatnya lagi, lengkap dengan ruang keluarga yang homey banget, bikin gak mau pulang. 


Suite
Living room executive.

Udah selesai nikmatin goler-goler dikamar dan pemandangan padang golf, kami lanjut lihat ruang fitness. Pertama kali masuk saya langsung tertarik sama bola untuk yoga. hehe. Selain itu alatnya juga lengkap dan banyak. Jangan takut gak kebagian alat kalau fitness di Radisson.



Eh gak kerasa udah waktunya makan siang, kami menuju ke Bite Reastaurant dong. Sambil menunggu pesanan datang kami ngobrol-ngobrol sama mba Sugi. Ohya, kami dilayani langsung sama General Managernya loh yang diimpor langsung dari Amerika. What?! Iya dia yang bawain kami makanan sampai semuanya selesai. Angkat topi.

Sandwich with salmon
Selesai makan, masa pulang? ya gak dong. Kami masih mau lanjut main-main di Radisson. Kali ini kami nyobain fasilitas outdoor, seperti Segway, Hovernoard, Smart Skate Board, dan Archery. Kami main sampai batre ke tiga alat habis. hahaha.

Selanjutnya kami main panahan di area belakang Radisson. Rupanya agak susah juga ya mainnya, wah beneran harus pelajari tricknya. 




Udah puas panas-panasan main panahan, kami lanjut duduk santai di Lobby nunggu kakak caddy menjemput dengan buggy-nya, soalnya kami mau diajak keliling padang golf.



Saya bersama caddy kak Shena, di padang golf Sukajadi ini terdapat 18 hole yang luasnya luas banget dah. Kalau disuruh jalan kaki muterin lapangan ini jujur gak sanggup, untung ada buggy. Nah, setelah lihat pemandangan bagus di padang golf, kami dibawa ke golf driving range atau tempat latihan golf buat pemula, di sini kami berjumpa dengan pak Umar. 




Pak Umar ini trainer, jadi kami dijelaskan tata cara main golf dan aturan-aturan yang harus dipatuhi saat main golf. Bahkan dari pakaian yang kita kenakan pun diatur loh, harus rapi dan tidak boleh pakai celana jeans, ya karena memang permainan golf ini merupakan olahraga yang jujur, gentle, dan high class. Woah, gak terasa saya nyoba main golf sampai 10 pukulan dan ketagihan. Kayaknya besok-besok saya mau datang lagi buat nyoba main. 

Waktu sudah hampir gelap, kami dibawa kembali ke Radisson oleh para caddy. Yuhuu. Saking asyiknya sampai gak kerasa waktu udah mau malam, seneng banget seharian diajak menelusuri Radisson yang prestigious ini. Thankyou bu Sugi dan pak Edy seharian nemenin kami jalan-jalan, Bu Yanti dan Kak Nina, Ms. Veronique Sirault, kak Rocky yang dengan sabar nungguin kami milih menu makanan, kakak caddy yang baik hati dan senyum terus jelasin in itu soal golf, pak Umar yang sabar ngajarin kak Albar posisi goyang itik yang gak sempurna-sempurna. Semua itu menunjukkan komitmen dari Radisson yang tidak main-main dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. 

Tambahan :
Ohya Radisson ini merupakan hotel bintang 4, tapi fasilitas dan pelayananya hotel bintang 5 saya rasa. 

Untuk yang pengen coba hoverboard, segway, otoped dan archery, nih saya kasih bocoran price list nya. 




Radisson Golf & Convention Center Batam 
JL. Jenderal Sudirman, Batam, 29432 
T : 0778 - 480 0888 
W: www.radisson.com/batamid

 
-Silviana

Rabu, Oktober 26, 2016

Pantai Cakang di Ujung Pulau Galang

  24 comments    
categories: 
Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya tentang perjalanan mendadak saya bersama mba Sarah dalam rangka mengeksotiskan kulit dengan pantai-pantai di Barelang, setelah puas menikmati Pantai Melayu dan Kalat, kami berdua melanjutkan perjalanan ke ujung pulau Galang. 

Baca : Menyusuri Pantai Melayu dan Pantai Kalat

Ini perjalanan ketiga saya menyusuri Barelang (Batam, Rempang dan Galang), pertama saat pergi dengan keluarga, kedua dengan teman, dan ketiga kalinya bersama mba Sarah. Sejak pertama datang, saya sudah penasaran dengan ujung Barelang, karena mendengar ada 6 jembatan yang ada di Batam ini yang menghubungkan 3 pulau ini, padahal sebenernya sudah jelas juga kalau akhirnya pasti ketemu perairan, cuma ya penasaran saja. 

"Ujung jembatan 6 itu ada apanya ya?", tanya saya.

"Pantai lah, apalagi. Cuma dia jauh kali", jawabnya.

"yaah aku kan penasaran aja".

dan secara tak terduga, mba Sarah menjawab rasa penasaran saya, dia bawa saya ke ujung Pulau Galang, tempat yang saya pikir lautnya pasti ganas dan punya ombak besar karena berada di ujung dan berhadapan dengan laut lepas, saya pikir dengan keadaan yang seperti itu sudah pasti di ujung sana tidak ada apa-apanya. Ternyata, saya salah. 


[Batunya terlihat tajam dan licin, padahal enggak]
foto koleksi Pribadi
Di ujung pulau ini terdapat pantai bernama Cakang dulunya disebut Barelang Bay. Orang gak akan ngira kalau diujung pulau ada tempat bagus seperti Cakang, kenapa ? Soalnya tidak ada papan petunjuk lokasi yang besar kalau ditempat ini ada sebuah pantai yang must visit banget kalau ke Batam. 


Saat pertama kali masuk saya sempat underestimate karena jalan menuju lokasi belum aspal, seperti tidak ada kehidupan. Namun saat sampai di parkiran, senyum saya mengembang. Pantainya cantik sekali. Tiket masuk ke pantai ini cuma goceng per orang, dengan tarif parkir 3000/ motor. 

Gerbang masuk pantai ini sangat sederhana, kita harus naik tangga terlebih dulu untuk sampai di lokasi utama. Tenang, tangganya gak banyak kok cuma ada beberapa aja. Begitu sampai kita akan disambut dengan pasir putih dan pemandangan menyejukkan. Pepohonan yang rindang, ayunan kayu bergelantungan, tempat ngaso di pinggir pantai, meja kursi kayu yang diletakkan tak beraturan, batu-batu berwarna merah dan air laut yang tenang dan jernih. Sumpah, ini pantai apa kali yak? Bening banget.


[namaste]
foto koleksi Pribadi
[relax]
foto koleksi Pribadi
Rasanya kayak bukan di Batam soalnya sejuk banget dah.

Sebelum eksplore pantai, kami berdua memutuskan untuk makan siang terlebih dulu. Soalnya jalan kaki susur pantai kan butuh tenaga juga, gak cuma pura-pura bahagia aja yang butuh tenaga, kan. Pantai Cakang cuma punya satu warung doang, it's called Monopoli pasar. Itupun cuma ada 3 menu yang disediakan, mie kuah, mie goreng dan seafood. Jadi kalau mau datang ke sini harus ala-ala piknik gitu, bawa semua dari rumah. Kemarin saya lihat ada satu keluarga yang piknik cantik, udah ready banget sampai bawa alat bakar ikan segala. haha. 


[foto koleksi Pribadi]
Setelah selesai makan, kami berdua siap untuk menjelajah Cakang yang cuma seuplik tapi asli cantik banget ini. Saya sampai terpesona, bahkan mba Sarah yang sudah 4 kali datang kesini pun juga excited. Yup, ternyata saat saya datang airnya lagi pasang. Sebelumnya tiap mba Sarah berkunjung suasananya air lagi surut gitu deh.

Kami berdua sengaja agak lama menikmati pemandangan dan foto-foto di setiap lokasi, lalu saat mulai tengah hari kami jalan ke ujungnya pantai dan wallaaaaaa sepi banget. Uh! DEWA banget lah, nikmat dan keindahan Tuhan mana yang kau dustakan. Kami langsung gelar lapak, taruh barang di satu-satunya meja kursi yang menghadap ke laut dan pasang hammock. 


[mba Sarah lagi tidur, saya foto ala-ala candid]
foto koleksi Pribadi
[Baju Blogger Kepri yang body fit banget dah]
foto koleksi Pribadi
Agak lama kami ada di tempat ini, mba Sarah katanya sampai ketiduran. Dari yang sepi banget cuma kami berdua, sampai banyak orang yang datang. Ohya, kami ada di sana dari waktu sholat Dzuhur sampai Ashar. Untuk urusan beribadah saat melakukan perjalanan, saya teringat tulisan kak Iqbal - www.jalankemanagitu.com - bahwa sesibuk apapun kita, jangan sampai lupa untuk melaksanakannya. 

Mba Sarah juga bilang "kita udah dikasih keindahan kayak gini, masa kita sampai lupa buat berterima kasih sama DIA"


[foto koleksi Pribadi]
Setelah sholat ashar kami siap untuk pulang dan menuju pantai Vio-vio yang tentunya akan saya tulis di next post. Jangan khawatir loh, di Pantai Cakang ada musholanya kok, meskipun sangat sederhana. Rasanya saya gak rela loh mau pergi dari tempat ini. Last but not least, terimakasih mba Sarah untuk kesempatannya. 

Ah, sebelum post ini berakhir, seperti biasanya saya mau kasih sedikit tips untuk kamu yang mau datang ke Pantai Cakang.
1. Pantai Cakang ada di ujung pulau Galang, jadi bener-bener perhitungkan minyak (bensin) kendaraanmu, takutnya nanti gak bisa balek ke Batam kota kan bahaya. Soalnya disepanjang Jembatan I sampai VI tidak ada SPBU, sekali lagi TIDAK ADA SPBU. Pertamini (Orang jual pinggir jalan) pun jarang sekali,
2. Bawa bekal yang cukup supaya bisa hore-hore tanpa kelaparan, 
3. Pantai Cakang ini cocok banget buat mandi, asli kalau misal saya punya kesempatan datang lagi, saya pasti mandi,
4. Untuk yang muslim, bawa mukena sendiri soalnya di Pantai Cakang ada juga sih disediakan, tapi saran saya lebih baik bawa sendiri saja, bukannya lebih enak kalau pakai punya pribadi?,
5. Ajak temen yang asyik dan gak suka ngeluh, kayak saya dan mba Sarah misalnya *kedip-kedip,
6. Setelah baca ini, klik like, share, katakan aamiin.

Yuk liburan ke Pantai Cakang.

- Silviana-

Jalan Tanpa Worry dengan Asuransi Perjalanan Futuready

  2 comments    
categories: 
“The journey of a thousand miles begins with a single step.” Lao Tzu

Kata orang sepuh, sejatinya kita hidup di dunia ini cuma mampir minum aja, maksudnya hidup cuma sebentar. Maka dari itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin biar gak menyesal kedepannya. Itulah kenapa saya pikir kita harus pandai ambil peluang dan mengambil keputusan terbaik untuk hidup kita. Ibaratnya sih, mumpung bisa kita melakukan sesuatu ya lakukan saja. Maka di usia saya yang kata teman-teman ibu, harusnya sudah menikah dan berkeluarga ini, saya memilih untuk melihat dunia yang lebih luas dan memuaskan rasa lapar untuk melakukan banyak perjalanan terlebih dahulu. Mumpung masih muda dan belum punya banyak tanggungan hidup.

Work hard play hard, tapi gak lupa investasi. Itu pedoman yang saya anut sekarang. Kerja sampai capek begitu duit udah terkumpul pakai buat jalan-jalan. Makanya sejak tinggal di Batam ini, saya bisa punya banyak stok foto asik untuk upload  Instagram. Apalagi zaman sosial media seperti sekarang, tempat yang rasanya dulu tak mungkin terjamah bisa dengan mudah kita datangi. Yak karena rata-rata semua perjalanan yang saya lakukan adalah hasil dari sharing-posting teman-teman di internet. Jadi dengan membaca pengalaman teman-teman yang sudah pernah pergi ke destinasi tertentu itu, saya jadi tau apa saja yang harus dipersiapkan dan bisa antisipasi hal-hal yang mungkin saja kurang menyenangkan. Sembah sungkem untuk para guide online ku.

Memang sih, melakukan persiapan untuk memulai perjalanan itu mudah saja kan, pokoknya ada waktu luang, duit cukup, kesempatan pas momennya, dan tau destinasinya, yaudah tinggal cus berangkat. Tapi ternyata, ada satu hal yang kadang diabaikan oleh para pejalan, apa tuh? Udah pada taulah pasti jawabannya, iya asuransi. Nahloh, pernah terpikir nggak kalau sedang melakukan perjalanan kita juga perlu pengamanan? Saya pernah tapi sering mengabaikannya.

Saya selalu berpikir kalau semua pasti baik-baik saja, tapi semakin sering melakukan perjalanan saya jadi mikir ulang untuk mengabaikan hal yang ternyata sangat penting ini. Karena inti dari perjalanan adalah sampai di tujuan dengan selamat dan kembali ke rumah tanpa kurang suatu apapun dalam diri kita, ya kan?.

[sumber : Futuready.com]
Maka dari itu, beruntung sekali karena sekarang ini saya diperkenalkan dengan Futuready. Karenanya dengan asuransi perjalanan kita dapat terlindungi dari berbagai macam resiko yang akan terjadi. Simpelnya, jika kita punya asuransi maka kita tak perlu worry dalam melakukan perjalanan atau liburan. Nah, Futuready sendiri merupakan broker asuransi online pertama yang ada di Indonesia yang punya lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Ahli Pialang Asuransi & Reasuransi Indonesia (APARI) dan Asosiasi E-commerce Indonesia (idea). Jadi sudah tentu trusted ya.

[sumber : Futuready.com]
[sumber : Futuready.com]
Lalu, bagaimana caranya untuk menggunakan jasa Futuready ini?
Pertama kita masuk ke webnya terlebih dahulu, lalu pilih daftar keinginan kita di Daftar Produk Asuransi sesuai dengan kebutuhan. Saya sudah punya asuransi jiwa untuk kesehatan dan kecelakaan, maka saya pilih Asuransi Perjalanan. Misalnya saja saya nih, kan saya pengen banget suatu saat pergi ke Inggris, soalnya mau foto di lokasi syuting Mohabbatein, kampus Gurukul di Longleat Inggris, maka ambil untuk perjalanan ke Inggris, maka ketik saja sesuai dengan yang kita butuhkan untuk tahu berapa premi yang ditawarkan, ada premi termurah hingga termahal dan juga nilai limit klaim tertinggi dan terendah. Jika sudah memilih mana yang cocok maka lihat detailnya untuk tahu lebih banyak. Kalau cocok segera ajukan. Mudah banget pokoknya.

Nah, apa sih manfaatnya kalau kita pakai asuransi perjalanan? Ternyata banyak loh ya. Asuransi perjalanan ini gak cuma melindungi kita dari naudzubillah kecelakaan atau kematian, tapi juga melindungi kita dari delay pesawat, kehilangan barang, dan semua yang berkaitan dengan perjalanan. Jadi buat para pejalan, masih ragu untuk melindungi diri dengan asuransi perjalanan terbaik ini? Yuk, intip Futuready untuk lebih jelasnya. 

-Silviana-

Senin, Oktober 24, 2016

Menyusuri Pantai Melayu dan Pantai Kalat

  8 comments    
categories: 
Bangun dengan perasaan kecewa dan gundah ternyata gak enak banget. Ugh. Itulah yang saya rasakan Minggu pagi kemarin. Mau pergi jalan-jalan tapi travel-matenya ada acara yang lebih penting. Apalagi urusannya itu berkaitan dengan masa depannya, wah yasudah kalau begitu, gak apa-apa. Kekecewaan saya langsung sirna begitu saja. 

Tapi, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat umatnya (sok bijak ih), rupanya Minggu kemarin itu saya dapat ultra rejeki. Setelah jual diri bertanya di grup Blogger Kepri mengenai pantai di Batam, tiba-tiba tanpa saya duga mba Sarah yang punya www.sarahjalan.com japri saya. 

"Hari ini mau kemana plannya?" tanya mba Sarah.

"di rumah jee, janji nak pergi vio vio rupanya php. Mba Sarah mau kemana hari ini?", jawabku.

"Silvi mau mbak bawa ke vio-vio dan pantai-pantai lainnya di Barelang hari ini?" ajak mba Sarah.

"Eh serius? Mau! hahaha", langsung excited.

"serius lah, kita siap-siap ya."

Saya langsung gedubrakan ngecas HP dan powerbank, minta izin ke orang rumah dan berangkat mandi. Sekitar pukul 09:00 saya berangkat ke tempat yang sudah ditentukan, di Top cepek Tembesi, arah menuju Barelang. Gak lama saya datang, mba Sarah sudah menunggu saya di parkiran, kami langsung say hi dan siap berangkat dengan menggunakan motor mba Sarah. Yas! Kami hanya berdua saja.

Perjalanan mengeksotiskan kulit ini dimulai dengan mengunjungi Pantai Melayu dan Pantai  Kalat. Lho kok langsung dua tempat? Iya, soalnya mereka bersebelahan tapi terpisah nama saja. Semacam sengketa lahan. Kami berdua memilih masuk melalui Pantai Melayu, karena trek menuju lokasi pantai lebih bagus jika melalui jalur ini, sedangkan pantai Kalat trek menuju lokasi pantainya masih tanah merah. Tiketnya perorang ceban saja, gak mahal lah ya. Setelah parkir kami mulai menyusuri pantai. 


Menurut saya pribadi, pantai Melayu ini bersih dan sudah dikelola dengan baik, berbeda dengan pantai Kalat yang masih perlu banyak penyesuaian untuk menjadi destinasi wisata. Ohya, Pantai Melayu sekarang ini sudah ada wisata boat juga, kita akan diajak berkeliling pantai menuju pulau Nibu atau Nobi ya kemarin itu? AH maap ya, agak lupa. Pokoknya pulau ini letaknya bersebelahan dengan Pulau Panjang. Lokasi kedua pulau ini tidak jauh dari daratan pantai Melayu. Emangnya ada apa di Pulau itu? Ya gak ada apa-apa, kita akan diantar ke pulau Nibu untuk menikmati pemandangan laut dan kita dipersilakan untuk membidik momen sepuas yang kita mau. Untuk biaya naik boat ini cukup dengan membayar no ban- 20K/orang, dengan rombongan maksimal 7 orang. Sedangkan jika mau berdua saja untuk yang pacaran dan memang berniat gak mau diganggu penumpang lain, maka silakan rogoh kocek sejumlah pek go atau 150K. 




Rekomendasi datang ke Pantai Melayu adalah saat sore hari untuk menikmati Sunset, kabarnya kita bakalan dapat momen yang dewa banget. Oh, post selanjutnya saya akan cerita soal ujung pulau Barelang ya. 

~Silviana

Melihat Batam dari "Cabuci" Kafe Bukit Cinta

  2 comments    
categories: 
"Kenapa ya kalau di kota, bintang itu gak kelihatan? Apa kalah pijarnya sama lampu-lampu?" 

"bintang itu ibarat jenis lampu yang paling lemah wattnya, dia gak bisa berpijar sekuat matahari"


"terus gimana bisa aku lihat bintang kalau di kota?"


"anggap aja lampu-lampu itu bintang, beres kan? Kita harus pandai lihat alternatif, masa cuma fokus sama satu hal aja, terus kalau yang kita inginkan gak ada, kita langsung give up gitu? gak boleh lah"


Maka, jika kamu mengenal saya dan berpikir saya tipe orang yang gak mudah bete dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi, dari seseorang itulah saya belajar.


______________________________________________________

Malam itu, keinginan untuk lihat bintang akhirnya diwujudkan oleh salah seorang teman yang stay di Batam, awalnya saya pikir mungkin kami akan pergi ke Tanjung Uma (daerah seperti Paralayang Batu, Malang) yang kita bisa melihat banyak lampu kota dari ketinggian.

"Kita mau pergi ke Tanjung Uma, ya?"

"R a h a s i a", jawabnya.

Oh okelah, setelah ngobrol ini itu akhirnya kami sampai di Cabuci atau Kafe Bukit Cinta. Alamak, ngapain pergi ke kafe yang notabene buat orang pacaran gini, mana suasananya remang-remang. Tapi, pas udah lihat view ini saya langsung langsung jatuh cinta.

Kafenya memang agak gelap karena memang pengelola sepertinya pengen memunculkan kesan romantis, lampu-lampu temaran berwarna oranye yang soft dan disetiap meja tersedia lampu 'ublik' yang menambah kesan dramatis.

Soal menu, cabuci punya banyak pilihan makanan dan minuman. Mulai makanan yang berat sampai yang ringan seperti jagung bakar. Untuk menu minuman saya rasa hampir sama dengan tempat lainnya, jus buah, teh obeng, dan beer. Oh, jangan kaget kalau disetiap cafe di Batam ini menyediakan menu beer secara bebas.


[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]
[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]2
Kafe ini cocok banget buat yang pengen santai-santai manja, minum kopi sambil menikmati pemandangan dan semilir angin Batam. Lokasi Cabuci pun strategis karena berada di pinggir jalan raya. Jadi, kapan mau ke sini?

Jalan Yos Sudarso, Kampung Pelita, Lubuk Baja, Batam, Kepri 29444

 

~Silviana
Thankyou
XOXO

Jumat, Oktober 21, 2016

Mengejar Matahari Tenggelam di Bukit Telkom Sekupang

  13 comments    
categories: 

Sore itu sepulang kantor hari Sabtu, tepatnya dua minggu yang lalu saya pergi bersama teman untuk menikmati senja di Bukit Telkom, Sekupang. Ini pertama kalinya saya pergi berkunjung dan langsung amaze sama keindahannya. Sumpah, saya seperti menemukan markas rahasia kedua setelah ruang belakang podium di SMP dulu.

Jadi lokasinya itu jauh sama pemukiman, dinamakan bukit telkom karena didekat tempat saya foto itu ada kantor Telkom. Ada 2 bangunan besar, sisi kiri dan kanan. Sisi kiri adalah tabung air berukuran raksasa yang terbuat dari seng (semacam tandon air) berwarna biru kombinasi putih dan sebelah kiri merupakan bekas gudang atau apalah saya gak paham juga. Untuk naik ke atas kita harus memanjat tangga besi terlebih dahulu, beh berasa kayak petualangan beneran gak sih? hehe. Nah, begitu sampai di atas bangunan ini, kita bisa melihat pemandangan Batam dari berbagai sisi. Batam Kota, Belakang Padang, Sekupang, dan Singapura! Ya, Singapura terasa dekat sekali. Memang bagian Singapura mana yang terlihat ? Itu loh Marina Bay Sands. 

Selain pemandangan yang indah, suasananya juga tenang dan damai sekali. Rupanya Batam tidak terlalu buruk untuk tempat singgah sejenak. Ohya, sayangnya sore itu mataharinya malu-malu dia sembunyi dibalik awan hitam pekat. 



[ada sokle]
~Silviana

Rabu, Oktober 19, 2016

Cara Mudah Membuat Paspor di Kantor Imigrasi

  23 comments    
categories: 
canva.com
"Wah, Silvi di Batam ya sekarang. Deket banget dong sama Singapur?"

"Sil, minta pendapat dong, kalau aku ke Singapur, tapi berangkat dari Surabaya enaknya via Batam atau langsung aja?"

Fiuh. Oke. Batam memang deket banget sama Singapura, kabarnya sih nyeberang pakai ferry gak sampai satu jam perjalanan. Batam dan Singapura itu ibaratnya cuma selemparan Batu aja sudah sampai, loh. Tapi sayangnya sampai sekarang saya belum ada kesempatan untuk menginjakkan kaki di sana. 

HAH? KENAPA? KAN SUDAH DEKET BANGET TUH!

Iya, iya dia emang deket. Tapi masalahnya sampai tulisan ini terbit, saya belum ada pegang paspor. *sad*. Padahal, keinginan pergi berkunjung ke negara anggota ASEAN pernah saya tulis saat kelas V SD, saat itu bu Siti guru IPS bercerita tentang ASEAN, ditambah lagi saat tahun 2013 saya ikut meramaikan acara ABFI— ASEAN Blogger Festival Indonesia yang diadakan di Solo, itu adalah momen di mana untuk pertama kalinya saya berjumpa dengan blogger dari negara lain, anggota ASEAN.


Keinginan untuk pergi ke luar negeri, makin besar namun perlahan pupus dan terlupa. Rasanya semacam mustahil saja, apalagi saat itu masih kuliah, gak punya penghasilan, mimpinya besar. Ah, apalah. Tapi, meski terlupa tetap ada terselip doa supaya bisa terwujud keinginannya.


Lalu, nasib bawa saya ke Batam— untuk bekerja. Ini artinya ultra rejeki, soalnya Singapura, Malaysia, Filipina, dan lainnya semakin dekat dengan kaki ini. Jadilah akhirnya, kemarin saya buat paspor. 

Haha. Asli, intronya panjang ya. 

Oke, ternyata bikin paspor itu mudah sekali. Tanpa ribet, tanpa calo, asal kuncinya satu aja, sabar. Tepatnya 2 minggu yang lalu, saya coba searching soal tata cara pembuatan paspor di Batam, karena sebelumnya beredar kabar kalau gak punya KTP Batam atau KTP dimana kita tinggal sekarang ini khusus— yang merantau seperti saya, gak bisa bikin paspor di lain daerah. Maka segala pengurusan dokumen pemerintahan prosesnya akan susah, ribet, dipersulit, dan lama. 

Dalam benak saya, apa gunanya e-ktp nih kalau segala tetek bengek pengurusan dokumen birokrasinya masih dipersulit gini? hmm. Sebagai manusia yang tidak mudah menyerah dengan keadaan, tiap malam *lebay, saya searching cari informasi soal pengurusan paspor di Batam, segala keyword saya coba. Mulai dari yang standar "Cara Membuat Paspor", sampai yang spesifik "Cara membuat pasopor tapi tidak punya ktp batam". Alhamdulillah, google yang mengklaim dirinya maha tahu ini akhirnya kasih jawaban. 
Isu yang beredar bahwa pemilik E-KTP luar Batam, tak bisa bikin paspor di Imigrasi Batam. Ternyata salah. Sejak E-KTP diberlakukan, di manapun di Indonesia kita bisa bikin paspor.
Bapak Dewa, Kepala Biro Humas Kantor Imigrasi Batam, Kamis siang 19 Maret 2015. “Bisa. Sejak tahun 2006 Pemerintah sudah menetapkan bahwa setiap warga negara Indonesia dapat mengajukan permohonan pembuatan Paspor di seluruh Kantor Imigrasi yang ada di seluruh Indonesia. Asalkan ada E-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki menunjukkan kesamaan domisili. Tidak bertolak belakang satu sama lain,” katanya.

Sumber : http://infokotabatam.com/bikin-paspor-di-imigrasi-batam-tanpa-ktp-batam-bisa-kok/

Wah lega sekali rasanya. Kemudian saya mulai mengumpulkan syarat yang diperlukan, seperti ;

  1. KTP;
  2. Kartu Keluarga;
  3. Akta Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah (bagi yang sudah menikah);
  4. Paspor lama (jika ingin perpanjangan);
  5. Surat Keterangan Domisili, bagi yang merantau. Bisa didapatkan di keluarahan setempat;
  6. Materai 6000 dan bolpoin tinta hitam.
Semua dokumen asli dibawa dan di copy (siapkan masing-masing 2 lembar, khusus untuk KTP diperbesar tidak bolak balik, jadi 1 lembar A4 itu dibiarkan utuh jangan dipotong). 

Oke semua sudah siap, sebelum itu saya menelepon terlebih dahulu ke kantor imigrasi Belakang Padang, kenapa kok di sana? tidak di Batam Kota saja. Fyi, untuk menuju Belakang Padang kita harus naik perahu terlebih dahulu karena berada di lain pulau dengan Batam. Ohya, alasan ingin membuat paspor di Belakang Padang karena rekomendasi dari teman, katanya di sana lebih sepi daripada di Batam Kota. 

Jadilah saya menghubungi kantor imigrasi Belakang Padang via telepon untuk memastikan persyaratan dan bisa atau tidaknya membuat paspor meski tidak memiliki KTP Batam. Saat itu yang menjawab telepon saya seorang bapak-bapak.

saya :"Halo, selamat pagi betul dengan kantor imigrasi Belakang Padang?"

petugas imigrasi : "Iya betul, dengan siapa dimana?".

saya :"Silviana di Batam, pak saya mau tanya nih. Saya mau buat paspor di Belakang Padang tapi ga ada KTP Batam, bisa kan ya?"

petugas imigrasi : "Kamu asalnya mana?"

saya :"Surabaya Jatim pak"

petugas imigrasi : Ngapain kamu bikin di sini? Ya bikinlah dikampungmu sana"

saya : "Emmm.. Jadi gak ada solusi nih pak?"

petugas imigasi : "Ya solusinya itu tadi kamu buat aja di kampungmu, nanti kamu kalau buat di sini lama prosesnya karena harus verivikasi ini itu, bisa-bisa 1 bulan baru jadi".

saya : "ktp saya udah e-ktp sih pak, masih gak bisa ya? Solusi lain misal saya pakai keterangan domisili gitu tetap gak bisa?"

petugas imigasi : "Ya kamu ini gimana, tadi sudah saya jelaskan kalau prosesnya bakalan lama, kamu kan maunya cepat kan".

saya : "Oke-oke kalau gitu. Terimakasih ya pak, selamat pagi"

kemudian telepon ditutup. Sayangnya, saya lupa gak tanya nama si bapak ini siapa.

Gondok gak tuh ? Hahaha. Asli gondok banget waktu itu. Sampai saya memastikan ke temen kantor saya kalau KTP saya ini udah e-ktp atau belum.

Tak berselang lama, saya coba telepon ke kantor imigrasi Batam Kota, sekali, dua kali, tiga kali delay. Coba telepon lagi tapi yang jawab operator. Ugh. Setelah makan siang coba hubungi lagi rupanya diangkat. Pertanyaan yang sama, bisa gak ya bikin paspor di imigrasi Batam tapi gak punya ktp Batam? Jawabannya solutif sekali. Haha. 

petugas imigrasi Batam Kota : "Bisa bu Silviana, silakan bawa kelengkapan dokumen asli dan urus domisili dari kelurahan. Kami buka pukul sekian sekian untuk pengambilan antrean buka pukul 7.30-10.00".

saya : "wah, Terimakasih ya. Maaf ini saya bicara dengan siapa?"

petugas imigrasi Batam Kota :"Saya Eka, ibu. Kami tunggu kedatangannya di kantor imigrasi"

Beh. Girang seketika. Haha.

Seminggu setelahnya, tepatnya hari Senin kemarin, saya datang ke kantor imigrasi di Jalan Engku Putri no. 3 Batam Centre, datang pukul 08.00 dan antreannya luar biasa. Padahal untuk verifikasi data dan pengambilan nomor antrean hanya dibuka 2,5 jam saja. Melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk ikut antre, lagipula saat itu saya belum foto copy berkas apapun, jadinya Senin itu saya cuma cek ombak aja. Setelah bertanya ini itu di bagian help desk saya mulai pergi foto copy di kantor Pemko— Pemerintah kota Batam yang bersebelahan dengan kantor imigrasi. Tapi, dia buka pukul 09.00 wak. Kelihatan kalau malas ya. Hehe. 

Bilang aja mau buat urus paspor, lalu abang foto copynya sudah langsung paham. "Duaribu rupiah, kak". Oke, setelah bayar saya pergi nonton Ada Cinta di SMA, sendirian. 

Besoknya saya pergi ke imigrasi lagi, berangkat dari rumah pukul 06.00, mampir beli sarapan di RM. Vege dulu untuk bekal. Oke, kantornya belum buka dan antrean sudah mengular. 


[dok : foto pribadi]
Tapi antrean diluar ini tidak dihitung sebagai antrean resmi, hanya kesepakatan tak tertulis saja dari para pemohon, begitu pintu gerbang kantor imigrasi dibuka, nah siap-siap aja deh ketemu manusia-manusia sadis nan bar-bar. Haha. Seruduk sana-sini tanpa kompromi, pokoknya bar-bar deh. ew.


[dok : foto pribadi]
Maka dari itu, karena saya tahu kalau antrean diluar ini tidak dihitung sebagai antre resmi, otomatis saya gak ikut masuk dibarisan. Tapi begitu kantor buka, disitu kita harus pandai ambil celah. Haha. Beruntung gak ikutan desak-desakan saat masuk kantor imigrasi, tapi pas udah antre didalam untuk verifikasi berkas dan ambil nomor, desak-desakan kembali terjadi, ya wajar sih mereka merasa datang lebih awal tapi kok dapat antrean belakang. Sempat ada ibu-ibu yang protes tapi dibungkus dengan kata memberi saran ke petugas dengan bahasa Melayu kental. Mau saya ketik di sini saya udah agak lupa kata-kata persisnya. 


[dok : foto pribadi]
Setelah menunggu agak lama, akhirnya giliran saya untuk verifikasi berkas, setelah dicek untuk kelengkapan dokumen, kita ditanya mau bikin paspor baru atau perpanjangan, jika buat baru mau yang 24 halaman atau 48 halaman. Sudah selesai, kita diminta untuk mengeja nama perhuruf untuk mengambil nomor antrean dan diberi map warna kuning berisi form pendaftaran dan berkas foto copy milik kita. Saya datang pukul 06.00 dapat antrean nomor 2-063 untuk foto dan wawancara. 


[dok : foto pribadi]
Sudah oke semua lalu saya ambil posisi di help desk untuk isi form, cuma ada 2 lembar saja, form pernyataan dan form identitas diri. Semua diisi dengan huruf kapital dan sesuai dengan data kita. Materai diperlukan untuk ditempel di form pernyataan, ohya nempelnya jangan pakai ludah ya kalau memang tidak ada lem, kita bisa pakai air biasa. Jika sudah selesai maka tinggal tunggu nomor antrean kita dipanggil. Sambil menunggu saya pakai untuk sarapan bekal. 
[dok : foto pribadi]
Sekitar 1 jam kemudian pukul 10.30, nomor 2-063 dipanggil untuk menuju counter 5, imigrasi Batam punya 10 counter untuk foto dan wawancara. Lumayan banyak untuk ukuran kantor yang tidak terlalu besar. 

Setelah menyerahkan berkas, petugas akan meminta berkas asli, lalu biarkan dia melakukan tugasnya mencocokkan data diri kita, sebetulnya yang diperhatikan adalah kesesuaian nama dan tanggal lahir, mulai dari KTP dengan Akta lahir, ktp dengan ijazah, ktp dengan KK, pokoknya nama dan tanggal lahir yang diutak-atik. Ssetelah itu kita akan banyak ditanya-tanya mengenai identitas diri, nama, alamat, tanggal lahir, tinggi badan, nama ayah, nama ibu, pekerjaan, dll.

Sudah selesai di petugas 1, kita diminta untuk bergeser ke petugas 2 untuk foto dan wawancara. Pertanyaan hampir sama mengenai identitas diri dan pertanyaan standar macam di perantauan ikut dengan siapa, bekerja dimana, tujuan buat paspor untuk apa, mau pergi kemana, dan udah punya pacar atau belum. Oke, pertanyaan terakhir memang candaan dari petugasnya, apalagi mereka boleh juga sih soalnya ganteng-ganteng friendly. Oke lanjut foto diri, di sini karena saya pakai kacamata maka harus dilepas. Saya kurang suka nih, karena pasti hasil fotonya jelek karena mata saya jadi sayu. 
Saat wawancara tak perlu gugup, santai saja.

Selesai semua kita lanjut diberi slip untuk tagihan bank. Saya memilih paspor 48 halaman maka total semuanya Rp. 355.000, paspor bisa diambil 4 hari setelah melakukan pembayaran. Sepulang dari imigrasi saya langsung pergi bank untuk melakukan transaksi, jadi kemungkinan Senin depan paspor saya sudah siap untuk diambil. 

Prosesnya mudah asal dokumen kita lengkap dan kita sabar. Sebelum menutup postingan panjang ini, ada sedikit tips untuk yang mau buat paspor baru, simak ya!
  1. Lengkapi dokumen yang diperlukan, kalau perlu searching sebanyak-banyaknya. Lebih baik ribut diawal kan daripada waktu kita mau urus harus bolak-balik pergi menyiapkan ini-itu, selain buang waktu juga buang tenaga. Persiapan matang itu penting sekali;
  2. Pakai baju formal dan sopan. Pakai celana/ rok panjang, dan bersepatu— ini penting sekali karena kalau kita datang pakai sendal jepit siap-siap disuruh pulang.
  3. Dandan lah wahai perempuan! Ini kesalahan fatal saya, gara-gara baca informasi di blog seseorang yang katanya kita harus datang 3 kali ke kantor imigrasi— pertama saat menyerahkan berkas, kedua foto dan wawancara, ketiga ambil paspor, maka saya gak siap dandan, gak bawa gincu, pokoknya seadanya banget T_T, ternyata sehari bisa kelar semuanya;
  4. Urus semuanya sendiri, jangan pakai calo. Ini penting sekali, selain biaya yang harus kita keluarkan berlipat ganda, kepuasan mengurus dokumen secara mandiri kan bisa jadi kebanggaan tho. Kemarin sih saya ada tanya ke orang yang pakai jasa calo, katanya total biaya yang harus dia keluarkan adalan Rp 800.000, padahal kalau urus sendiri cukup dengan Rp. 370.000 saja. Nah loh, sisanya kan bisa buat beli tiket kapal ferry ke Singapura, udah PP pula ye kan— tapi ini optional sih ya, masing-masing aja; 
  5. Sabar dan jangan baper, soalnya di tempat umum seperti ini kalian bakalan mendengar berbagai macam omongan dan perlakuan. Dibawa nothing to lose aja, santai dan lemesin aja shay.
Sudah ya, cukup segitu dulu. Ini postingannya panjang sekali semoga gak bosan bacanya.

Thankyou.
XOXO