Selasa, Desember 27, 2016

Shasa dan Mba Reni Dolan Ning Kediri

  14 comments    
categories: 
Persaudaraan dunia blogger itu memang benar-benar nyata, saya merasakannya sejak rajin blogwalking dan gabung komunitas blogger. Saya jadi ingat, dulu sekali saat zaman kuliah ada seseorang yang sempat mencibir kegiatan maya saya ini- ngeblog. Saat itu dia bilang saya ini orangnya pasti gak bisa berteman dan jarang sosialisasi karena hidup saya pasti habis dengan hal-hal yang berhubungan dengan internet. Perkataanya itu entah kenapa masih saja lekat dalam ingatan saya, hingga saat ini. Bahkan setiap saya dapat berjumpa aka kopdar dengan teman blogger yang selama ini hanya saling sapa melalui layar komputer, disitu saya selalu merasa menang. Saya merasa perkataan sosok masa kuliah itu mentah dan dia kalah. Entah kenapa demikian, mungkin ada perasaan kesal yang belum tuntas atau bisa jadi amarah yang belum selesai. 

Perasaan itu muncul lagi waktu mba Reni memberi kabar kalau mau main Kediri. Mba Reni Judhanto dari Madiun, salah satu blogger penyuka Buku. Padahal sudah lama saya janji mau pergi ke Madiun, bahkan ngomongnya itu sebelum saya pergi ke Batam. Nah sampai saya pulang lagi ke Jawa, belum juga bisa pergi ke Madiun. *nyengir. Malahan mba Reni duluan yang mampir ke Kediri untuk mengunjungi saya. Kali ini mba Reni perginya dalam rangka menemani liburan Shasa, putri tunggalnya. 

Ini kali ke dua saya berjumpa dengan mba Reni, pertama saat di Malang dan itupun saknyuk sebentar doang dan pertama kalinya dengan Shasa. Jadi ceritanya saya ditunjuk oleh mba Reni untuk menjadi guide untuk berkeliling Kediri. Dieng!!! Akhirnya ketahuan juga deh kalau saya sebenernya gak apal-apal banget sama daerah sendiri. *nyempil di pojokkan. 

Tapi beneran deh sejak saya pergi Batam, Kediri perkembangannya makin pesat aja. Sudah semakin banyak tempat baru yang hitsnya mungkin udah kadaluarsa buat sebagian orang. Jadi seharian kemarin saat mba Reni datang ke Kediri kami mendatangi beberapa tempat baru itu. 

Simpang Lima Gumul


Ini sih wajib lah kalau main ke Kediri, bahkan ada segelintir orang yang bilang "kamu ke Kediri gak foto di Monumen Simpang Lima Gumul? Kamu belum ke Kediri namanya!". Haha. Sebetulnya gak gitu juga sih. Simpang Lima sekarang makin bagus soalnya ada ikon tulisan Kediri Lagi yang bisa menyala kalau malam hari, ya karena ada lampunya. Tapi pas kami kesana kemarin keadaanya ramai banget, penuh. Maklum saja saat itu hari Minggu dan jujur saja sih, saya baru sekarang ini ke Simpang Lima lagi setelah pulang dari Batam. Hahaha. Cah Kediri ra mbejaji adalah saya! Horre. 

Bukit Dhoho Indah, Tiron


[Mbak Reni dan Shasa di lorong transparan]
Boleh disingkat BDI, lokasinya di Tiron, Banyakan. Di sini adalah sebuah tempat wisata pemancingan sekaligus taman rekreasi yang sejuk dan banyak hammocknya. Pas datang kesana ramainya kebangetan deh, bahkan waktu beli tiket harus antre panjang banget, duh. Murah meriah sih ya, goceng aja udah bisa goler-goler manja di atas hammock sembari menikmati hembusan angin daerah pegunungan.
[Makasih Shasa]
Sayang seribu sayang kemarin itu gak asik banget karena ramai, padahal areanya gak begitu luas sih. Kalau menurut hemat saya, harusnya pengelola kasih batasan pengunjung kalau lagi musim ramai begini. Biar yang datang bisa menikmati suasana, bisa njajan dengan jenak dan bahagia. Huu, seenaknya aja, kalau lagi ramai gitu ya pengelolanya senang lah. Paneen-paneen.





Hari makin siang, perjalanan kami lanjutkan ke tempat lain yaitu Taman Bunga Matahari di daerah Klothok. "Hmm. Ternyata begini", gumam saya waktu pertama kali melihat lokasinya. Agak kecewa karena memang belum semua bunga mekar dengan sempurna, ada beberapa area yang bahkan pohonnya baru ditanam. Lokasi taman ini ada di sebelahnya kantor BNN, mepet banget sama sawah karena ini memang area sawah. Tiketnya gratis cuma bayar parkir doang. Meskipun tempatnya ada di pinggir jalan utama menuju Goa Klothok tapi kemarin kamu nyasar, nanya orang-orang sekitar gak ada yang tahu taman bunga matahari. Hahaha.

Goa Maria, Pohsarang



Kunjungan terakhir kami pergi ke Pohsarang, sebuah area peribadatan umat kristiani di Kediri. Tempatnya sejuk banget karena dikelilingi banyak pepohonan dan di sini kita boleh masuk secara bebas asal sopan yah. Kami berkeliling melihat prosesi Yesus dipasung hingga bangkit kembali. Sambil curhat- cerita tentunya.




Perjalanan sudah usai, cepat sekali rasanya. Padahal kayak baru tadi pagi loh mba Reni dan Shasa datang ke Kediri. Terimakasih ya kunjungannya ke Kediri, semoga gak kapok ya diajak nyasar-nyasar  cari lokasi wisata Kediri, maklumin karena guidenya masih magang. Haha. 

Semua perjalanan ini juga disponsori oleh GPS. Thankyou Google. 



Minggu, Desember 25, 2016

Kopdar Seru dengan Bubuky dan mba HM Zwan

  13 comments    
categories: 
Lateposting banget gak sih ini? Hehe. Kejadiannya kapan ngepostingnya kapan.

Pagi ini saya iseng-iseng aja buka notes di hp, eh gak taunya ada draft tulisan soal pertemuan saya sama mba HM pemilik hmzwan dan hotwajan- kebetulan waktu itu saya belum lihat wajannya yang hot dan hits itu :D. Ya meskipun darftnya cuma judul doang sih. Telat gak apa-apa asal tetap diposting, daripada gak sama sekali, ya kan. :D *ngelesnya bisa aja.

Saya an Bubuky yg masih 3 bulan.
Ini foto saya dan Aqla, rasanya kok dia kayak gak suka gitu ya saya gendong. Haha. Maaf ya cah bagus. 



Pertemuan saya dengan mba HM Zwan pertama kali saat saya baru beberapa hari sampai di Batam bulan Mei lalu, karena tahu mba HM ada di Batam jadi saya ajak aja kopdaran. Apalagi jarak rumah mba HM dekat banget sama rumah bulek saya, cuma beda komplek perumahan aja. Lalu pertemuan kedua kami saat saya sudah resign kerja dan memutuskan untuk pulang ke Jawa sekitar bulan Oktober.
Pertama ketemu mba HM rasanya kayak ketemu kakak sendiri, ngobrolnya asyik dan uminya Bubuky nggak jaim-jaim ngobrolnya. Apalagi si Bubuky yang lucu bikin gemes banget, pipinya gembil dan anaknya putih banget. Hihihi. Emesh!. Ohya, mba HM ini nggak selalu stay di Batam. Jadi beliaunya sering ada di Siak,-Riau, jadilah pas ada di Batam ya saya satronin (((SATRONIN))) aja rumahnya.


Sekarang mba HM udah ada di Jabar dan saya ada di Jatim. Semoga bisa berjumpa di lain kesempatan lagi ya Bubuky.




Kamis, Desember 22, 2016

Ngeblog Makin PD dengan Blog Top Level Domain

  9 comments    
categories: 
(sumber : competition[dot]dotcomforme[dot]com)

Saya percaya menulis adalah salah satu cara untuk healing proses dan ajang untuk mengasah kemampuan diri. Apalagi sejak masih TK saya memang suka menulis diary di buku tulis, kalau dimarahi ibu saya akan menulis, ada kejadian main ke kebun sama teman saya tulis dan masih banyak hal-hal masa kecil saya yang terekam di buku tulis yang entah dimana sekarang keberadaanya. Jadi memang sejak kecil saya sudah suka menulis dan mengarang.

Makanya waktu pertama kali dikenalkan dengan dunia blogging saat menginjak kelas sepuluh SMA oleh guru IT, Pak Hermanuddin Nugrahadi (alm), saya seneng banget. Sebagai anak SMA yang stresnya paling mentok cuma masalah sekolah dan cinta monyet, ngeblog adalah cara yang tepat untuk menyeimbangkan mood supaya tetap baik. Dulu sekali saya ngeblog cuma ala-ala aja, curhat ini itu soal kehidupan sehari-hari, soal sekolah dan soal kegiatan-kegiatan saya bersama teman.

Saya suka menulis memang karena senang menyimpan momen yang saya alami, harapan saya sih supaya bisa dibaca lagi suatu saat nanti. Sama halnya seperti saat menemukan tulisan tangan saya sendiri di masa sekolah, rasanya menyenangkan bisa bernostalgia. Selain menyimpan momen saya menganggap tulisan-tulisan saya ini- ya meskipun gak penting-penting amat sih- adalah karya yang harus saya simpan dan menjadi portofolio.

Nah begitu kenal dengan blog saya makin senang karena ternyata saya bisa menemukan banyak teman di tempat lain selain Kediri. Seperti Miftahur Roziqin di Kertosono dan Aulia di Pariaman. Jadi dengan blog saya bisa punya teman yang ada ditempat jauh hanya dengan media menulis di blog.

Ohya, di sekolah saya pada saat itu memang semua siswa diwajibkan untuk memiliki blog guna menunjang pelajaran TIK, karena semua tugas yang diberikan harus diposting di blog supaya mudah dalam penilaian. Apalagi sekolah saya merupakan SMA basis IT pertama di Kediri, pada tahun 2008 sekolah kami sudah menggunakan e-learning. Makanya gak salah kalau misal sekolah kami ditetapkan sebagai sekolah rujukan.

Untuk urusan ngeblog ternyata tidak banyak teman-teman yang survive sampai sekarang, rata-rata berhenti ketika lulus SMA. Saya sempat begitu juga, hiatus  beberapa bulan menjelang penerimaan mahasiswa baru di tahun 2011. Tapi beruntunglah saya mengenal komunitas blogger Ngalam dan mengikuti event blogger pertama kali pada tahun 2012 yaitu Blogilicious Madura. Disitu adalah titik balik dimana saya mulai memantapkan diri untuk serius dalam menggeluti dunia blogging, meskipun saat itu blog saya masih ada embel-embelnya.

Sampai pada akhirnya saya mendapat tawaran dari salah satu agency untuk menulis salah satu produk ternama di Indonesia. Agak kaget sih karena memang itu adalah pengalaman pertama tulisan di blog saya dihargai dalam benuk materi. Nominalnya lumayan besar pula untuk ukuran mahasiswa, lebih dari uang saku bulanan yang diberi orang tua. Wow, sungguh girangnya minta ampun.

Lambat laun salah seorang teman kampus bilang pada saya untuk upgrade blog supaya paling tidak lebih terlihat professional.  Waktu itu saya masih ragu karena merasa menulis diblog hanyalah sebagai tempat untuk senang-senang belaka. Eh lama-lama saya merasa tertarik beli domain dan bikin nama blog supaya lebih simpel. Setelah cari tahu mengenai detail dan biaya (tetep deh soalnya masih mahasiswa), ternyata  gak mahal dan malah murah banget karena hitungannya bayar per tahun.

Saat memilih domain agak bingung juga sih waktu itu, mau pilih Dotcom atau Dotnet. Pokoknya saya maunya perfect, gak ribet, ukuran besar dan gak lemot kalau diakses sama pembaca. Akhirnya saya memutuskan untuk pakai DotcomForMe saja supaya mudah pengucapannya. Maksudnya begini, kalau ngomong Dotcom kan posisi bibir masih monyong Dot Com. Sedangkan kalau Dotnet setelah bibir monyong bilang dot harus menarik bibir untuk bilang net. Aneh tapi memang begitulah alasannya.

Tahun 2013 saya memutuskan untuk membuat blog saya menjadi TLD dengan nama www.silvianapple.com, setelah 2 tahun berjalan saya merasa perlu untuk branding diri saya dengan nama asli. Hingga akhirnya pada tahun 2015 awal saya mengganti nama menjadi www.silviananoerita.com.

Ternyata banyak hal baru yang saya alami setelah memutuskan untuk mengganti domain menjadi TLD, apalagi di era dunia perblogging-an seperti sekarang ini. Rasanya mayoritas blogger berlomba-lomba untuk upgrade dirinya melalui blog. Buat kamu yang pengen punya blog dengan Top Level Domain tapi masih ragu, coba baca pengalaman saya ini. Sebenernya dengan pakai Dotcom ada rasa bangga sama diri sendiri, contoh kecilnya kalau ada teman yang menghubungi untuk menanyakan suatu hal dan bilang “Sil, aku baca blog kamu, jadi travel yang itu gak worth it ya?”, atau “silviananoerita.com itu punyamu ya Sil? Kemarin aku baca soal tulisan dinas itu, pas nyari info eh ketemu blog kamu". Wuih hati rasanya meletup-letup, meskipun receh sih tapi bahagia.

Selain itu ternyata dengan pakai domain berbayar blog kita jadi lebih mudah terindeks sama mesin pencari, apalagi kalau niche dan ide postingnya masih belum banyak diulas. Mesin pencari pasti lebih senang, tuh. Ohya, saya juga merasakan banyak manfaat ngeblog di materil, ternyata rejeki bisa datang tanpa di duga! Saya percaya ketika kita banyak memberi, maka banyak juga yang kita terima. Kalau boleh pinjam kalimat Pungky Prayitno, menulis itu seperti tabungan rejeki. Kita gak pernah tahu dia datangnya kapan, dari mana, dan dari siapa.

Eh ada lagi pengalaman menyenangkan banget, ngeblog adalah media saya untuk belajar lebih banyak tentang dunia penulisan dan sempat membawa saya menjadi kontributor menulis pariwisata disalah satu website booking online. Dari ngeblog pun saya juga bisa masuk jadi kru majalah fakultas zaman kuliah.

Maka dari semua pengalaman menyenangkan ini saya memilih #DotComForBlogging untuk upgrade diri menjadi lebih baik dalam dunia penulisan dan belajar banyak dari teman-teman blogger.




Rabu, Desember 21, 2016

Favehotel Rungkut Surabaya : Tempat Nyaman untuk Staycation

  3 comments    
categories: 
Setelah sekian lama tidak naik motor jarak jauh. Hari ini saya membuktikan pada diri sendiri kalau saya masih mampu berkendara 3 jam tanpa istirahat dari Kediri- Surabaya. *3 hours driving and still going strong. 

Kali ini tujuan saya berkunjung ke Surabaya adalah ke daerah Rungkut, pertama kalinya saya mendatangi wilayah ini. Bingung banget dah. Jadinya sempat nyasar beberapa kali karena kebablas. Tapi beruntung akhirnya saya dibantu dengan teknologi GPS dan sampailah di lokasi tujuan.

Sebetulnya tempat tujuan saya ini gak susah dicari, soalnya ada di lokasi strategis yang dekat dengan area vital Surabaya, seperti Bandara Juanda. Favehotel merupakan jaringan hotel member dari Archipelago International (Aston) dan hanya ada 3 di Surabaya yaitu favehotels Graha Agung, MEX, dan juga Rungkut.

Lorong di Favehotels
Hotel yang identik dengan warna magenta ini merupakan hotel budget yang punya fasilitas bintang 4. Jadi hotelnya berkualitas dan harganya pun terjangkau, cocok lah buat saya yg bukan orang Surabaya dan sering pergi ke Surabaya untuk menginap satu atau dua malam. Fave sendiri merupakan bangunan dengan 16 lantai dengan jumlah 173 kamar yang terdiri dari jenis kamar suite dan standar.
standard room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
suite room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
Standard room luasnya 18sqm dilengkapi dengan 32" TV LED dengan saluran internasional dan saluran lokal, AC, Kotak brangkas, standing shower, dan tentunya wifi di seluruh area hotel. Sedangkan untuk suite room luasnya 27 sqm, fasilitasnya hampir sama dengan standard room hanya saja ada tambahan bathup dan hair dryer.

Selain menyediakan kamar, Fave hotel juga memiliki beberapa fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh customer , seperti meeting room, kolam renang, restoran dan area parkir yang luas. Meeting room di hotel ini ada di dua lantai dengan 10 ruangan, U1 dan U2 U1 disebut Bromo dan U2 Semeru. Apa bedanya ruang meeting Bromo dan Semeru? hmm sebetulnya tidak ada bedanya karena untuk ukuran sama saja.

Ohya enaknya di Fave ini kita dapat menggunakan kolam renang meskipun tidak menginap di sini, karena memang dibuka untuk umum. Harganya juga terjangkau untuk ukuran kota besar seperti Surabaya. Cukup dengan harga Rp 75.000 untuk dewasa dan Rp 50.000 untuk anak-anak. Biaya tersebut sudah include dengan meals, nasi goreng atau mie goreng dan untuk minumannya kita bisa pilih es teh atau lemon tea.
pool fun (sumber foto : pribadi)
Lime Restaurant
Sedangkan untuk restorannya favehotel punya Lime Restaurant yang didominasi dengan warna hijau dengan hiasan dinding WPAP gambar artis yang dibingkai rapi di seluruh ruangan, seperti Jhon Lenon, Marley, Zayn, dan masih banyak lainnya. Selain itu di Lime ini juga ada tanaman hidroponik disetiap meja sehingga menambah segar suasana. Gak salah kalau fave punya jargon fun, fresh, and friendly karena memang itulah yang saya rasakan saat berada di favehotels.

Ohya, kalau menginap di favehotel Rungkut ini kamu harus banget makan Bebek Begal di Lime Resto, ya!. Begal ini kependekan dari bebek goyang lidah diberi nama demikian karena bebeknya dipastikan beda sama bebek yang lainnya karena bahannya yang alami dan dimasak dengan rempah, bebeknya sendiri juga merupakan bebek organik. Jadi lebih sehat kalau kita konsumsi, selain itu cara memasaknyapun juga di steam. Kemarin saya sempat mencoba bebek begal dan ya meskipun organik tapi rasanya gak kalah enak kok.
Bebek Begal
Umm. Jadi sekarang saya sudah gak bingung lagi deh kalau datang ke Surabaya, gak perlu pergi pulang dalam satu hari karena sudah punya pilihan tepat untuk stay cation. 

Favehotel Rungkut
Jalan Raya Kali Rungkut No. 23-25, Surabaya
t : 031 8790222/ 8796111
w : https://www.favehotels.com/
Ig : @favehotelrungkut
twitter : @faverungkut





Jumat, Desember 09, 2016

Membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian Kurang dari 2 Jam

  7 comments    
categories: 
Menyesuaikan diri dengan keadaan "kemarin ngantor, sekarang ngga ngantor" sebetulnya agak sulit buat saya. Terbiasa bekerja lalu mengubah kebiasaan menjadi bangun siang-siang, nyantai di rumah ternyata bikin saya menjadi agak kurang waras. Itulah karenanya pagi ini saya kembali menyibukkan diri dengan mengurus keperluan guna melamar pekerjaan, salah satunya dengan membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Ini bukan pertama kalinya sih saya punya pengalaman membuat SKCK, tapi baru sekarang ini punya kesempatan dan tergerak hati untuk menulis di blog. Prosesnya semakin cepat dan mudah. Asal tahu step by step dan persyaratannya.

Pondasi membuat SKCK terletak di surat keterangan RT, jadi pagi ini saya datang ke ketua RT setempat untuk meminta SK pengantar. Pagi-pagi pak RT saya repotin karena kemarin sehari semalam hujan turun tak reda-reda. Apa saja yang diperlukan untuk meminta surat pengantar? Cukup bawa KTP saja. Waktu pembuatanya pun kurang dari 10 menit.

Setelah surat siap saya pergi menuju kantor desa, syarat yang dibutuhkan adalah foto copy ijazah terakhir 1 lembar, foto berwarna ukuran 4x 6 sebanyak 4 lembar, dan foto copy KK 1 lembar. Tidak perlu menunggu lama, setelah petugas desa memasukkan data dan print out surat keterangan saya tinggal menunggu pak Kades membubuhkan tanda tangan dan stempel guna pengesahan. Waktunya pun relatif singkat, kurang dari 15 menit SK Desa saya sudah siap.

Selanjutnya saya pergi menuju ke Kantor Kecamatan, perjalanan dari Kantor Desa ke kecamatan sekitar 20 menit. Saya hanya membawa surat keterangan dari desa untuk di tanda tangani oleh pak Camat. Agak sedikit lama menunggu sekitar 30 menit karena beliau sedang penyuluhan penghijauan. 

Step terakhir saya pergi menuju ke kantor Polres untuk print out SKCK. Cukup dengan menyerahkan surat keterangan yang ditanda tangani oleh kades dan camat, saya diberi formulir untuk diisi data diri. Formatnya standar, nama, alamat, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor KTP, nomor Paspor, Kitas, data keluarga, dan pertanyaan mengenai tindakan pidana yang kita lakukan. Simpel tapi lumayan banyak. Setelah selesai saya menyerahkan formulir tersebut ke petugas dan tidak lama kemudian SKCK saya selesai. Eh tapi sebelumnya saya diminta untuk cross check data saya terlebih dahulu, sudah fix atau belum. Setelah sudah saya menerima print out di kertas berwarna kuning berlogo kepolisian. Dan SKCK saya selesai kurang dari 2 jam. 

Semoga bermanfaat.

Kamis, Desember 08, 2016

Meriahnya Festival Banyuurip 2016 di Kecamatan Gayam, Bojonegoro

  2 comments    
categories: 
Festival Banyuurip merupakan acara tahunan yang digelar oleh pemerintah setempat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam festival ini, ditampilkan beragam kreatifitas warga seperti Seni Budaya, Ekonomi, Pertanian, Kesehatan dan yang lainnya. Acara ini ditunjang dengan adanya beragam potensi yang tersebar di 12 Desa di Kecamatan Gayam dan potensi-potensi ini masih perlu untuk dikembangkan. Tidak hanya minyaknya saja, tetapi juga masyarakat yang beretika, bersemangat, dan produktif. 

Kegiatan Festival Banyuurip pertama kali digelar pada tahun 2015, sedangkan untuk tahun 2016 festival ini telah dilaksanakan pada tanggal 26-27 November di Lapangan Bola Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatannya pun beragam, seperti bulan bakti karang taruna, wisata migas blok Cepu, tour de Gayam, Pameran Expo Produk UMKM 12 Desa Se-Kecamatan Gayam, Festival Band Pemuda Kecamatan Gayam dan ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit Ki Anom Suroto dengan lakon Wahyu Katentreman.

Festival ini resmi dibuka pada hari Sabtu (26/11/2016) dan digelar dalam rangka Hari Jadi Kecamatan Gayam ke 4 sekaligus Hari Jadi Bojonegoro ke 339 yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Kecamatan Gayam dan Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro dengan dukungan penuh dari operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Berikut ini gambaran kemeriahan Festival banyuurip 2016, yuk lihat foto kegiatannya di bawah ini !

Foto bersama Perwakilan Karang Taruna Se-Bojonegoro usai Wisata Migas Tour De Banyuurip

Serunya kegiatan Tour De Gayam 2016 bareng JIM Bojonegoro, Karang Taruna dan EMCL
Festival Band Karang Taruna Se-Kecamatan Gayam di FBU 2016

Stand Pamaren Produk UMKM Se-Kecamatan Gayam Meriahkan FBU 2016
Hiburan Pagelaran Wayang Kulit Ki Anom Suroto

Semoga kegiatan Festival Banyuurip bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin meriah.

JIM


Rabu, Desember 07, 2016

Belanja Hemat Saat Harbolnas Dengan Voucher dan Cashback Dari ShopBack

  1 comment    
categories: 
“Eh Sil, pengen lah aku beli blouse dan rok panjang. Cuma enaknya cari model yang kayak mana ya?”- Putri.

“Kamu udah cek online belum? Tengok-tengok aja dulu, kali aja cocok kan”.

“Iya juga ya, pinjamlah hpmu”.

Nah, siapa yang kebiasaanya kayak saya ? Selalu merekomendasikan untuk cek online sebelum membeli sesuatu. Iya, saya memang anak sosmed banget. Kalau ngomong soal belanja sih kaum hawa pasti juaranya, juara cepet dan excitednya. Eh jangan anggap kami para kaum hawa shopaholic ya, semua ini just stimulate economics, loh. Tanpa kaum hawa yang hobi belanja, perekonomian dunia tak akan berjalanan sesuai kodratnya. HAHAHA.

Apalagi di zaman yang serba klik klik klik sekarang ini, proses belanja semakin mudah dan kita sebagai konsumen dimanjakan dengan sistem. Makanya kebiasaan saya sejak boomingnya belanja online, kalau mau beli sesuatu selalu ngeceknya di e-commerce dulu baru minta pertimbangan ke teman terdekat. Banyak teman yang heran dengan kebiasaan saya ini, katanya saya terlalu mudah percaya sama yang online-online padahal kalau belanja online keluar duitnya lebih banyak karena harus bayar ini itu. Saya sih ketawa aja, kayaknya temen saya yang satu ini belum kenal sama ShopBack. Kalau udah kenal, yakin deh dia yang bakalan getol belanja-belanja.

Jadi, apa sih ShopBack?
ShopBack memang bukan e-commerce tapi sebuah situs yang menyediakan potongan harga berupa cashback sehingga kita yang melakukan transaksi di toko online yang bermitra dengan ShopBack bisa dapat harga lebih hemat dan tentunya menguntungkan. Nah hebatnya lagi potongan berupa cashback tersebut dapat kita cairkan lagi dalam bentuk uang tunai atau pulsa.


Gimana sih cara kerja ShopBack?

Cara kerja ShopBack juga sangat mudah kok, kamu cukup pilih e-commerce favorit kamu misalnya Bhinneka, lalu belanja aja kayak biasanya. Pilih barang favorit lalu lakukan pembayaran. Nanti dalam waktu 48 jam cashback akan otomatis masuk di akun ShopBack kamu, nah kamu bisa melakukan klaim pembayaran cashback jika sudah terkumpul minimal Rp. 50.000. Nyenengin banget kan. Makanya jangan lupa buat akunnya ya.

Jadi kenapa sih sebaiknya kita belanja di e-commerce favorit harus Lewat ShopBack dulu?

Soalnya nih menurut pengalaman ya itu tadi bisa lebih hemat dan menguntungkan dibanding langsung belanja di e-commercenya, karena kalau lewat ShopBack bisa dapat tambahan uang cashback hingga 30%. Selain itu kita juga bisa menggabungkan promo, diskon, voucher, dan kode kupon dari e-commerce, jadi jatuhnya udah pasti murah banget kan!. ShopBack juga nggak membatasi kita untuk belanja barang aja, lho. Kita bisa beli pulsa, tiket pesawat, tiket kereta, tiket nonton bioskop, pesan hotel, pesan UBER, voucher makan, pesan antar makanan, dan masih banyak lagi!.

Kita sebagai konsumen juga semakin dipermudah dengan adanya aplikasi ShopBack di Android dan IOS. Apalagi kabarnya pengguna aplikasi mobile ini juga bisa dapat promo ekslusif, loh. Jadi bisa dimana dan kapan aja mengakses aplikasi ShopBack. Misalnya lagi kumpul-kumpul sama temen, terus ada ide buat ngasih kado pernikahan. Nah tinggal buka aplikasi ShopBack di HP dan belanja, semua jadi beres.

Ada kabar gembira juga nih buat aku dan kamu, sekarang ini ShopBack punya program namanya "Hadiah Me & You". Jadi kita bisa ajak teman pakai link referral kita untuk belanja via ShopBack. Nah kita nanti bisa dapat Rp 25.000 setiap mengajak 1 teman untuk menggunakan ShopBack, gak cuma kita aja yang dapat tapi temen yang kita ajak juga dapat nominal yang sama yaitu sebesar Rp 25.000. Jadi untung semua kan. Caranya mudah banget kok, setelah kita mendaftar di ShopBack kita akan dapat link referral.

Oh mungkin kamu masih takut ya belanja online di sini, tenang aja ShopBack ini sudah menjadi situs Cashback No. 1 di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, India, dan Taiwan. Selain itu ShopBack kan juga bermitra dengan situs e-commerce ternama, jadi gak perlu ragu lagi untuk belanja online via ShopBack. Udah paling bener deh pokoknya kalau belanja via ShopBack.

Jangan lewatkan juga Harbolnas 12.12 yang akan hadir pada tanggal 12 Desember di ShopBack. Ada lebih dari 100 E-commerce yang telah bergabung dengan ShopBack akan memberikan promo, diskon, voucher, kode kupon, dan cashback lebih besar dari biasanya.

Jadi belanja cermat dan hemat? ShopBack-in Aja!


Sabtu, Desember 03, 2016

FamsTrip #MenduniakanMadura : Menyusuri Jejak BPWS di Bangkalan dan Sampang

  71 comments    
categories: 


Hidup ini rasanya gak ada istirahatnya, baru selesai di satu tempat sudah harus beranjak pergi ke tempat lain. Mumpung masih muda, jajaki semua peristiwa. Biar tau kalau bertemu dengan orang baru itu seru dan bikin bahagia. Perjalanan untuk #MenduniakanMadura kali ini saya mulai dengan berangkat dari Malang pukul 06.00, janjian dengan mas Ndop untuk tiba di Terminal Bungurasih kurang dari jam 09.00. Gak taunya saya malah telat banget sampai jam 9 lebih dikit. Sepanjang perjalanan saya tidur setelah menenggak 2 pil anti mabuk perjalanan. Maklum sudah hampir 2 tahun tidak pernah naik kendaraan umum lintas daerah, buat jaga-jaga aja. Selama perjalanan Berri Anam selaku panitia terus memonitor posisi saya, karena Kontingen Bungurasih hanya tinggal menunggu kedatangan saya.
 
Setelah harap-harap cemas, akhirnya sampai juga di sekitar terminal Bungurasih. Kontingen ini dijemput dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam, di dalamnya sudah ada Pak Latief sebagai sopir, Berri Anam, Mas Ndop dari Nganjuk, Kang Pardi Ponorogo, Mas Whiz Rembang, dan Mas Halim Solo. Karena saya datang paling lambat maka untuk permintaan maaf, saya menyogok mereka dengan membagikan roka-roka asli Johor (ASLI YA). Ohya, Kontingen Bungurasih itu adalah nama yang kami buat untuk peserta yang melakukan perjalanan menuju Surabaya dengan menggunakan bus dan dijemput di terminal. Keren yak namanya. Hehe

Setelah semua personel lengkap, pak Latief membawa kami menuju kantor BPWS. Buat yang belum tahu BPWS adalah singkatan dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura. Letak kantor BPWS ada di sekitar kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya, ada di kanan jalan kalau kamu mau menuju Madura. Setelah sampai di kantor BPWS kami yang baru datang langsung diarahkan untuk sarapan, menunya nase’ serpang yang punya berbagai macam lauk dan merupakan salah satu kuliner khas Madura. Namun sebelumnya, saya dan Kontingen Bungurasih say hi dengan teman-teman panitia.
 
Baca juga : Pengalaman Pertama Berkendara Melintasi Jembatan Suramadu

Acara pembukaan #JejakBPWS dan #MenduniakanMadura dimulai, beberapa perwakilan blogger naik ke lantai 2 kantor BPWS untuk ikut serta. Saya yang datang terlambat dapat jatah berkeliling Jembatan Suramadu sisi Surabaya untuk mengabadikan moment. Setelah dirasa cukup kami kembali ke kantor BPWS untuk menjemput teman-teman blogger yang masih tinggal.
[Jembatan Suramadu sisi Surabaya]
Long journey has begin, karena kami diajak untuk menyusuri sisi utara hingga sisi selatan Madura.  Kami benar-benar seratus persen mengukur aspal menyusuri 4 wilayah di Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan kembali lagi ke Bangkalan. Durasi waktunya pun juga lumayan lama dan ini merupakan FamsTrip paling lama yang pernah saya ikuti selama ini. Trip selama 4 hari 3 malam dan menginap di tiga kabupaten berbeda adalah sebuah pengalaman yang luar biasa, karena setiap malam para peserta diajak untuk melihat tempat baru dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Semacam sarapan di Batam, makan siang di Singapura dan makan malam di Johor.

Perjalanan dari kantor BPWS menuju Bangkalan tidak memakan waktu lama, semua ini berkat adanya jembatan Suramadu yang pembangunannya selesai di tahun 2009 lalu dan memiliki panjang 5,4 KM, sehingga akses menuju pulau Madura dari Surabaya menjadi semakin mudah dan cepat. 

Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM)- Rest Area
Saat sampai di Bangkalan tujuan pertama kami adalah melihat rest area yang sedang dalam proses pembangunan. Para pedagang yang sebelumnya berada di sisi kiri kanan tepi jalan raya nantinya akan direlokasi untuk menempati rest area ini. Bakalan semakin cantik dan menarik untuk para wisatawan yang berkunjung ke Madura.
[Rest Area dalam proses]
[Perwakilan dari BPWS menjelaskan tentang tujuan pembangunan Rest Area]

Kawasan Khusus Madura (KKM) Kecamatan Klampis
Perjalanan selanjutnya kami dibawa untuk melihat calon Pelabuhan Internasional Madura. Lokasinya ada di Desa Tolbuk Kecamatan Klampis, berbeda dengan rest area di Bangkalan tadi ya, di sini memang belum ada apa-apa karena memang masih dalam masterplan dari BPWS. Wah saya langsung bayangin Kecamatan Klampis ini bakalan jadi mirip kayak Harbourfront, di Singapura atau Harbour Bay , Batam. Bakalan kece banget gak sih kalau Madura punya pelabuhan internasional? Sudah pasti perekonomian akan berkembang pesat dan cost untuk barang dan jasa yang keluar masuk dari berbagai macam daerah termasuk luar negeri dapat langsung sampai di Madura. Semoga secepatnya bisa terlaksana, ya!.
[Lokasi pembangunan Pelabuhan Internasional, Madura]
[Teman-teman Blogger Indonesia]
Hari mulai sore dan perjalanan kami masih panjang untuk menuju kabupaten Sampang. Meskipun agak lama, tapi perjalanan kami sama sekali tidak membosankan karena ditemani oleh musik Madura dan diselingi dengan alunan 80-90’s. Saya memutuskan untuk tidur ayam guna saving mode. Setelah sampai di Desa Batioh, bus kami tidak dapat masuk terlalu jauh karena kondisi jalan desa yang minim. Kami (para peserta) semua olahraga sore-sore berjalan kaki sambil membawa barang pribadi untuk menuju homestay. Malam pertama kami akan menginap di Sampang, homestay-nya terletak tidak jauh dari pantai Nepa.

Setelah semua peserta berkumpul di homestay dan selesai melakukan tugasnya masing-masing (sholat dan istirahat), kami diajak untuk pergi nengok saudara tua di Hutan Kera Nepa. Dinamai demikian karena memang di tempat ini banyak terdapat kera yang tumbuh dan berkembang biak. Lokasi Hutan Kera Nepa ini tidak jauh dari homestay kami, sekitar 1 km saja. Datang ke Hutan Kera Nepa ini seperti mendapat double jackpot, karena kamu gak cuma dapat 1 wisata saja tapi 2 sekaligus. Anak hutan dan anak pantai bersatu di Desa Batioh. Perjalanan menuju Hutan Kera Nepa saya gunakan untuk mengabadikan momen, foto levitasi bersama teman-teman blogger dan membuat VLOG ala-ala.
[Menyambut Blogger yang datang]
Sampailah kami di pintu gerbang Hutan Kera Nepa, saat masuk kami langsung disambut dengan puluhan  kera yang tersebar diberbagai posisi, ada yang di atap gerbang, di samping kanan dan kiri, ada juga yang bergelayut manja di pohon. Padahal kabarnya kera-kera ini tidak akan muncul dihari biasa dan hanya muncul ketika dipanggil dengan ‘keyword’ “Lo lalilooooo…”. Wow, beruntungnya kami.

Hutan Kera Nepa ini sama seperti hutan pada umumnya, hijau dan creepy. Saat masuk semakin dalam ada perasaan kurang nyaman, seperti ada yang memperhatikan setiap gerak-gerik kami tapi it’s oke karena kami pergi ramai-ramai. Btw, yang memperhatikan kami itu kera ya saudara. Jangan mikir aneh-aneh. Haha. FamsTrip ini aman kok soalnya selama perjalanan di Hutan Kera Nepa kami ditemani oleh juru kunci, penduduk asli Desa Batioh. Sore itu kami tidak masuk terlalu dalam di Hutan Kera Nepa, perjalanan kami berhenti sampai di pohon besar di tengah hutan, semacam petilasan. Kabarnya sih, kalau misalnya kamu datang ke tempat ini lalu punya nadzar dan nadzar itu terkabul kamu harus datang lagi ke Hutan Kera Nepa untuk melakukan doa atau sebagainya sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
[Pict by : Mas Ndop]
Suasana semakin creepy karena semakin sore, pak juru kunci mengajak kami untuk keluar dari Hutan Kera Nepa. Bukan blogger kalau gak bikin cerita seru dan lucu, salah satu dari kami ada yang mencoba untuk menggoda si kera, eh gak taunya si kera kayaknya lagi PMS gitu. Bisa jadi  kera tersebut merasa terancam dengan keberadaan kami. Saat ada yang mengganggu, si kera langsung bereaksi dengan mbenges-mbenges (memperlihatkan gigi seperti akan menggigit sambil mengeluarkan desisan). Teman-teman langsung lari kocar-kacir menghindar, termasuk saya. Padahal si kera ini sendirian loh dan kami lebih banyak jumlahnya. Tapi gimana kalau kera ini marah terus manggil temen-temennya?. Makanya lebih aman kami permisi baik-baik dan pelan-pelan. Saya dan mbak Uniek berpegangan tangan, takut.

Fiuh, akhirnya keluar juga dari hutan kera ini dan saya buru-buru kembali ke homestay untuk mandi, sedangkan teman-teman yang lain masih ada di pantai Nepa untuk bermain bola volley dan membuat video Mannequin Challenge. Suasana kebersamaan terasa kental sekali, apalagi saat makan malam tiba. Jujur saya selalu takjub dengan jamuan makan masyarakat Madura, kalau orang Kediri bilang “Ngajeni-nya gak tanggung-tanggung”, malam itu menu kami adalah sayur daun kelor, sambal pencit, dengan lauk tahu, tempe, dan tidak ketinggalan olahan ikan laut. Setelah makan besarpun kami masih dimanjakan dengan pohung (ketela/ubi) rebus. Perfecto!
[Makan sambil bercerita]
[Singkong tannpa keju]
Oh, kedatangan kami ke Sampang gak dibiarkan begitu saja, loh. Kami disambut oleh Kepala Desa Batioh, bapak Haji Ali Suud, beliau banyak bercerita tentang potensi daerah ini. Padahal kalau kalian tahu nih, Sampang itu merupakan daerah yang paling rendah tingkat perekonomiannya jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura. Tapi Sampang juga punya banyak potensi wisata, salah duanya ya itu tadi Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa. Selain itu ada komoditas andalan yang dibudidayakan di Sampang, yaitu semangka kuning. Wah kalau bicara soal potensi dan perekonomian, ini tugasnya anak Perencanaan Perekonomian Ekonomi Daerah nih. Ehm, benerin jilbab.

Kalau bicara soal potensi, BPWS pasti sudah paham betul tentang bagaimana cara mengembangkan daerah supaya menjadi lebih baik dari sebelumnya, tapi kan BPWS gak mungkin bisa sendiri. Maka perlu kesadaran dari masyarakat sekitar untuk turut serta membantu prosesnya. Ketika semua elemen bersinergi, maka bim salabim Sampang akan menjadi salah satu tempat yang must visit, dan saya optimis perekonomian secara perlahan akan terangkat. Jadi gak ada tuh ceritanya Madura jadi daerah ekonomi rendah. Malam itu tidak hanya kebersamaan yang kami dapat, tapi juga wawasan yang mencerahkan. Saking serunya kami tidak sadar kalau waktu berjalan begitu cepat. Malam semakin larut dan kami harus istirahat untuk menyambut FamsTrip selanjutnya.
[Ini jam 05.00]
Keesokan harinya kami diajak untuk menikmati sunrise di Pantai Nepa, sayangnya pagi itu mendung menggelayut di langit Desa Batioh. Tapi meskipun begitu kami para blogger tetap bahagia dan bergembira. Ada yang main game bareng panitia ada yang berkelana mencari cinta objek foto juga.
[Nepa Band]
[Menghirup udara segar Pantai Nepa]

Saya bersama beberapa teman blogger menyusuri pantai Nepa dan menemukan spot cantik untuk foto-foto, bahkan saking asyiknya kami sampai lupa waktu. Tau-tau ada kabar kalau makan pagi sudah siap di homestay, karena perut naga sudah meronta maka kami yang terbuai ombak asmara pantai Nepa kembali ke homestay untuk sarapan dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Sumenep.
[Foto bersama dengan kamera instan mas Ndop]
Bersambung..