Jumat, Maret 03, 2017

Cerita Keliling Pulau Jawa dalam Lima Hari

  7 comments    
categories: 
[Postingan ini agak sedikit agamis]

Tahun 2015 yang lalu sehari setelah wisuda, saya pernah menuliskan keinginan-keinginan yang ntah mungkin terdengar tidak relevan di buku catatan kecil yang kayaknya sih cuma saya thok yang baca (ibu biasanya buka-buka privasi anaknya juga). Salah satunya soal perjalanan, di sana saya nulis 'keliling pulau Jawa'.

What a life! Nasib sering banget bawa saya ke tempat yang pernah saya tulis sebelumnya. Akhirnya, 2017 kemarin saya bisa keliling pulau Jawa dalam 5 hari. Memang sih tujuannya bukan buat travelling, tapi buat saya ini sudah cukup. Let say, Alhamdulillah hirabbil alamin.

Jadi ceritanya saya itu ikut ibuk ziarah wali 9, ah maksudnya melanjutkan perjalanan ke wali 9 setelah tahun lalu menyelesaikan wali 5. Sebetulnya saya gak ada rencana buat ikut acara ini, karena memang setiap tahun acara seperti ini rutin ada di lingkungan tinggal saya, kebetulan ibu dan bapak menjadi panitia. Mendekati hari H keberangkatan, bapak sakit dan memilih untuk tidak ikut serta karena memang ini perjalanan yang panjang dan jauh, jadilah saya diminta untuk menggantikan bapak berangkat. Mendadak sekali bahkan 3 jam sebelum keberangkatan saya belum bersiap apa-apa. Rute keberangkatan dari Jatim-Jateng-Jakarta-Jabar-Jateng-Jatim.

Hari Rabu kami berangkat dari rumah pukul 13.00 menuju Kudus, lama perjalanan kurang lebih sekitar 10 jam. Ohya saat sampai di parkir area menuju Sunan Kudus ini kami harus naik ojek dulu, yah karena kondisinya tengah malam jadi agak sepi deh kang ojeknya mungkin pada ngantuk kali ya. Padahal kalau misalnya kami datang siang di tempat ini banyak tersedia angkutan sejenis lyn atau becak motor yang memang disediakan untuk tranportasi peziarah.
Jaraknya lumayan jauh kurang lebih sekitar 2KM, 1 sepeda motor untuk 1 orang penumpang. Jadi gak bisa cabe-cabean gitu deh. Nah kebetulan banget saya dapat kang ojek yang masih muda, dia naiknya patas banget sumpah sampai deg-deg an saya. Tapi untungnya saat kembali ke parkir area saya dapat bapak ojek yang naiknya santai-santai. Biaya naik ojek ini Rp 8.000 sekali jalan.

[Foto dokumen pribadi]
Nah karena hampir tengah malam kami sampai di Kudus, lokasi ziarah makampun sudah ditutup hingga akhirnya kami menuju ke masjid Al Aqsha yang bangunanya merupakan akulturasi budaya islam, hindu dan budha. Saya baru pertama kali berkunjung ke daerah yang terkenal dengan kreteknya ini dan kagum dengan desain unik dari menara masjid Kudus yang istimewa. Bangunan menara ini memiliki tinggi kurang lebih sekitar 18 meter dan bagian dasarnya berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling sisi bangunan terdapat hiasan piring bergambar yang jumlahnya sebanyak 32 buah. Hiasan ini terbagi dengan dua warna, yakni 12 buah berwarna merah putih dengan gambar lukisan bunga dan 20 buah berwarna biru dengan gambar beberapa lukisan seperti masjid, pohon kurma, dan manusia serta unta. Selain itu juga terdapat tempat wudhu dengan ukuran 12x4x3 meter sebanyak 8 buah. Jumlah delapan pancuran ini mengadaptasi dari keyakinan Budha, yakni delapan jalan kebenaran atau Asta Sanghika Marga.
[Bersama kanjeng ibu ratu―tengah malam, ngantuk]
Setelah selesai ziarah kami kembali menuju ke tempat para ojek mangkal, tapi sebelumnya mumpung di Kudus beli oleh-oleh jenang dodol dulu dong ya buat oleh-oleh. Nah sayang banget deh saya di sini cuma singgah sebentar aja padahal niat hati pengen kulineran dulu, tapi karena ini bukan acara piknik asyik dan melibatkan banyak pihak jadi gak bisa seenak sendiri memutuskan sesuatu.
[Menara di Demak]
Perjalanan kami lanjutkan menuju makam Raden Patah dan dilanjutkan ke Demak di Sunan Kalijaga. Kamis subuh kami sampai di masjid raya Demak dan wow gede amat ya, iyalah namanya aja masjid raya. Oh saya jadi ingat sesuatu, padahal sebelum berangkat ziarah saya sudah diwanti-wanti sama bapak untuk tidak mudah heran sama sesuatu, intinya sih kalau ada apa-apa yaudah abaikan aja dan jangan sampai terlontar kata-kata. Pokoknya apapun itu abai aja, jadinya saat di setiap daerah saya cuma bisa batin aja. Eh saat di Demak saya sempat sarapan soto kerbau dan asli enak banget!. Hari ke dua ziarah ini perjalanan kami lanjutkan menuju Jakarta, sembari perjalanan ini kami juga berkunjung ke beberapa tempat ziarah seperti di Pekalongan. Perjalanan ini benar-benar sangat panjang, saya yang udah jarang naik bus akhirnya setiap pagi selalu minum obat anti mabuk deh. Jadinya tau kan apa yang terjadi selama perjalanan, iya jadi isinya molor melulu.
[Bersama Mak San- saya- ibu]

[Bersama sist Nayu}]
Sampai pada akhirnya Kamis tengah malam kami sampai di Priuk dan menginap di area Makan Mbah Priuk sampai pada Jum'at subuh rombongan kami menuju ke Masjid Istiqlal. Di sini saya berjumpa dengan teman kecil yang biasa saya panggil dengan sebutan 'sist' kalau di rumah, Mba Ayu datang ke Istiqlal untuk berjumpa dengan orang tuanya yang juga turut serta dalam rombongan. Ohya mba Nayu ini tetangga sebelah kanan rumah saya, tinggal di Jakarta dengan suami dan sist Nayu ini seorang hafizah. Ah kalau datang ke Istiqlal begini saya jadi ingat teman-teman saya di kampus, bersama merekalah saya datang ke Jakarta untuk pertama kalinya dan berkunjung ke Masjid Istiqlal di tahun 2013 yang lalu untuk Kuliah Kerja Lapangan.
[I LIGHT you]
Yay, kalau sudah selesai di Jakarta artinya sekarang kita kemana? Yap betul banget, kita menuju ke Jawa Barat. Asyik, apalagi kami akan lewat jalur puncak. Wow, double asyiknya sih kalau begini. Tapi sayang banget deh keindahan puncak tidak bisa kami nikmati karena sebelumnya sempat hujan deras dan pemandangan yang dapat kami nikmati hanya kabut tebal. Sampai di Jawa Barat kami menuju ke Cirebon Utara tempat Sunan Gunung Jati. Nah di sinilah yang menurut saya scary banget, gak perlu saya ceritakan ya. Takutnya gara-gara tulisan ini nanti malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi mari cari aman aja. Di Sunan Gunung Jati terdapat pintu masuk makam yang kabarnya tidak sembarang orang dapat masuk ke sana dan di dalamnya masih terdapat 7 pintu lainnya. Kalau perkiraan saya sih cuma orang dengan ilmu agama tingkat tinggi yang bisa masuk ke tempat tersebut. Saya sempat dengar cerita dari ibu kalau mbah kyai Futuh― seorang ulama di tempat tinggal saya pernah masuk ke tempat tersebut.

[Panjalu-1]
[Panjalu-2]

Next, Cirebon selesai dikunjungi kami menuju ke Tasikmalaya ke tempat dengan nama Pamijahan. Tempat ini masih asri banget karena lokasi tempat ziarah berada di tengah danau, nah kalau kita mau ziarah ke sana kita harus naik perahu. Masalahnya belum ada perahu motor di sini, jadilah naik perahu dayung dan dibantu dengan satu orang pengayuh baling-baling. Tapi ini seru banget asli deh, eh seru-seru ngeri sih ya. Hehe. Saat sudah sampai di lokasi pun kami harus menaiki tangga dulu untuk bisa sampai ke masjidnya. Fiuh, perjuangan yang sangat panjang ya. Ohya, saat akan pergi ke tempat ini kami diwanti-wanti oleh panitia untuk tidak mengambil apapun tanpa seizin juru kunci, selain itu juga menahan diri untuk tidak berkomentar terhadap hal-hal yang ya mungkin diluar kebiasaan kita. Oke deh, noted.
[Panjalu-3]
[Panjalu-4]
Tidak menunggu lama setelah semua jamaah berkumpul, rombongan kami melanjutkan perjalanan menuju tempat yang akan menjadi persinggahan terakhir selama ziarah ini yaitu Pamijahan. Pamijahan merupakan tempat wisata religi yang masih terawat kelestarianya, di sini selain tempat ziarah juga terdapat goa. Malam itu kami beristirahat di sebuah penginapan untuk mengistirahatkan badan yang lelah perjalanan dan baru esok paginya pergi ke makam dan goa. Ah sayang sekali saya tidak ikut serta karena mengantuk, padahal pasti seru banget!. Soalnya setelah saya baca sejarahnya, goa ini punya lorong yang dapat menghantarkan kita menuju Banten, Cirebon, hingga Makkah. Wallahu A'lam. Selain itu juga terdapat mata air yangs angat jernih seperti air zam-zam dan stalagtit dalam goa terdapat lekukan berbentuk bulat yang menyerupai seperti peci atau kopiah haji. Konon jika ada salah satu "kopiah haji" ini pas berada di atas kepala kita saat kita berdiri, maka Insya Allah yang bersangkutan tersebut akan dapat menjalankan perintah Allah untuk memenuhi rukun islam ke lima, yakni ibadah haji ke Baitullah di tanah suci Makkah. Sekali lagi Wallahu A'lam.

Oh fyi nih saat menuju Pamijahan ini saya juga melewati sebuah pondok pesantren Suryalaya, sebuah pesantren tempat rehabilitasi pengguna narkoba.


Alhamdulillah pada hari Sabtu kami melanjutkan perjalanan menuju ke Jawa Tengah (lagi) untuk berkunjung ke 2 lokasi, yaitu Gunung Pring di Muntilan dan Bayat. Hampir seharian perjalanan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah ini, akhirnya saya melewati daerah-daerah teman blogger yang belum pernah saya temui sebelumnya. Sayang seribu sayang kami tidak dapat berjumpa karena saya memang cuma sekedar lewat aja. Tapi saya tetep pamer-pamer kalau saya lewat daerah mereka lewat mention-mention di twitter dan grup WhatsApp. Saking asyiknya berbalas pesan saya sampai kehabisan kuota dan beli pulsa murah lagi supaya tetap bisa update. Duh padahal ini kan niatnya ibadah. Hehehe.

Selama perjalanan itupun kami juga selalu diiringi oleh hujan yang intensitasnya lumayan deras di berbagai daerah. Sempat beberapa kali saat berjalan kaki menuju wisata religi kami kehujanan untung saja saya sudah beli dry bag untuk liburan, jadi barang-barang dan mukena aman deh.

Akhirnya Minggu setelah isya kami sampai kembali di Kediri. Sungguh, ini perjalanan super panjang yang pernah saya lakukan bersama ibu. Semoga suatu saat jika memang dikasih umur, saya bisa kembali ke tempat-tempat ini. Tapi jangan langsungan gitu lah ya. Sakit pinggang, saudara.


(ads).

7 komentar:

  1. Aku blm pernah ke sini. Nudahan bisa

    BalasHapus
  2. perjalanan panjang yaa. Dari timur ke barat dan balik lagi.
    Kalo aku belum pernah, tapi pengen keliling jawa juga. tapi jangan ekpres juga..hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Iya nih sakit pinggang tapi bahagia :D

      Hapus
  3. Perjalanannya padat ya Sil. Waktu SMA aku pernah mengunjungi tempat ziarah wali songo.

    BalasHapus
  4. Ziarah Wali 9 teriangat waktu masih MTs dan MI dulu ... heeeee
    Tapi senang dan Riang Gembira .......

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blogpost ini. Maaf komentar dimoderasi ya. Keep Blogwalking!