Kamis, April 13, 2017

#Foodphilosophy Trip: Makan Enak Tanpa Khawatir Kolesterol

  14 comments    
categories: 
Kalau ngomongin soal makanan, kayaknya sekarang ini udah banyak banget rasanya tempat buat hunting berbagai macam kuliner. Apalagi dengan adanya teknologi, kita bisa nemu tempat makan yang seru dan tentunya punya cita rasa yang endeus.

Kayak di Surabaya nih misalnya, ada beberapa tempat kuliner yang udah legend dan makananya khas banget. Selain punya cita rasa yang otentik tentunya dia juga punya keunikan. Nah saya beruntung banget nih, hari Sabtu kemarin bisa jalan bareng seharian penuh sama para foodies dan tim hemaviton Cardio. Eh tapi gak cuma jalan aja, tapi juga makan-makan dong.

Sabtu pagi biasanya mager- malas gerak, tapi kemarin semangat banget soalnya bakalan ketemu temen baru dari Surabaya Kuliner dan juga Jakarta. Jadilah pagi itu saya menembus jalanan Surabaya yang gerimis manis nan romantis untuk menuju ke meeting point di Swiss Bellin Manyar. 
[Cek kolesterol dan gula darah]
Saat saya sampai, sudah banyak peserta yang hadir dan sedang di tes kolesterol serta gula darahnya. Duh, saya itu takut banget sama jarum dan sama sekali gak pernah suka disuntik. Tapi pas giliran saya tes, ternyata tes beginian gak sakit sama sekali. HAHA. Aku kecele.

"Duh semalam makan lalapan bebek! Ngaruh gak, mba?", tanya saya ke kakak petugas.

dan dia hanya tersenyum.

Jari telunjuk kiri saya dicoblos dengan jarum, kemudian darah merah yang lumayan kental mengalir keluar. Petugas langsung ambil alat cek kolesterol, setelah ditunggu sekitar 2 menit hasilnya muncul, tertera angka 156. Kemudian dilanjutkan dengan alat tes gula darah, 74. WOH AMAN! Padahal saya udah takut aja kalau angka gula darah tinggi.

[Hasil tes saya]
Nah ilmu baru nih, ternyata kolesterol itu gak pasti ada di orang yang bertumbuh tambun. Bisa jadi malah yang tambun angka kolesterolnya normal. Begitu juga sebaliknya, buat yang badannya kecil juga belum tentu tidak terkena kolesterol. Pokoknya jaga kesehatan dan banyak olahraga aja.

Setelah semua peserta selesai di cek, yuks capcus buat makan- makan enak.

[Soto Daging Tapak Siring]
[Penyajian Soto]

Mengawali Sabtu pagi yang gerimis dan dingin, kami menuju ke Soto Tapak Siring di Jl. Dharmahusada 14, Gubeng. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke tempat makan Soto Madura di Surabaya. Lokasinya memang tidak terlalu luas, tapi berada di deretan pertokoan pinggir jalan. Jadi kalau lewat Dharmahusada pasti kelihatan papan depotnya.

Soto Tapak Siring adalah soto daging yang dimasak dengah kuah beras berbumbu kuning. Semua daging dari sapi diolah bersamaan dalam waktu yang lama. Jadi kebayang kan gimana meresapnya bumbu ke daging. Rasa kuahnya juga gurih dan gak kental kayak kuah soto yang pernah saya makan sebelumnya.
[Satu porsi soto + nasi]
[Enak]
Nah keunikan lain dari Soto Tapak Siring ada di nasinya. Kalau makan soto di sini nasinya tidak disajikan di atas piring, namun sudah tersedia di setiap meja dan dibungkus dengan daun pisang. Ya as we know, makanan yang dibungkus dengan daun pisang pasti rasanya jadi agak beda. Soalnya jadi wangi dan sedap, terus nasi yang dibungkus daun pisang ini juga gak kering. Enak dan pulen. Mantap banget kalau dinikmati dengan soto daging yang panas di mixed dengan perasan jeruk nipis.

Gak salah kalau soto daging Tapak Siring ini disebut sebagai tempat makan soto paling mantab di Surabaya. Rasanya memang Laziz!. Harga seporsi soto ini Rp. 24.000,- dan sebungkus nasi Rp. 3.000,-. Soto Tapak Siring buka dari pagi sampai malam 06.00-21.00.
[Akhirnya punya foto Tugu Pahlawan]

Sudah puas menikmati soto paling mantab ini, kami melanjutkan perjalanan menuju Tugu dan Museum Pahlawan. Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu menulis mengenai keinginan untuk berkunjung ke beberapa tempat di Surabaya. Eh gak taunya sekarang kesampaian. Ternyata biaya masuknya cuma goceng aja.

Baca : 5 Tempat Wisata di Surabaya yang Ingin Saya Kunjungi 

Terus di dalam museum juga ada diorama, foto dan patung pahlawan, senjata yang digunakan pada zaman penjajahan juga terpajang dibalik etalase. Next time mungkin saya akan balik lagi ke tempat ini soalnya belum puas foto-foto. Tugu Pahlawan Surabaya
ini lokasinya ada di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya.
[Sate Klopo Ondomohen 'Bu Asih']

Habis muterin tugu dan museum bawah tanah kok rasanya sudah lapar lagi ya. Okedeh lanjut ke kuliner legendaris Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih di Jalan Mustajab 36. Ini kedua kalinya saya berkunjung dan ternyata selalu ramai. Seperti namanya, sate di tempat ini dagingnya dibalut dengan parutan kelapa yang sudah dibumbu, lalu dibakar dengan arang. Nah makannya sama bumbu kacang seperti pada umumnya. Tampilan satenya standar seperti sate pada umumnya, tapi rasanya endeus banget. Sate tidak gosong di luar, dalamnya matang sempurna, bau arang menyeruak. Surgaaa banget. Tapi tau gak berapa tusuk sate yang bisa terjual di tempat ini dalam satu hari? Kabarnya bisa sampai angka ribuan. Wow.
[BAKAR!!!]
[Sate Klopo yang siap dibakar]

Makan sate ondomohen bisa dinikmati juga dengan nasi putih mixed abon atau di makan dagingnya saja. Sama-sama enak dan bikin nagih. Makan satu porsi sate sudah bikin perut saya kewalahan, kenyang banget. Harga untuk satu porsinya tidak lebih dari Rp. 30.000 dan kalau pas lagi ramai siap-siap antre ya. Ohya ada dua pilihan daging di sini, daging ayam dan sapi.
 
[Sate Daging Ayam]

Wah belum menyentuh jam makan siang tapi perut udah dihajar sama dua kuliner super mantab. Eh gak masalah soalnya sebelum makan, saya tadi juga mengonsumsi hemaviton Cardio. Jadi gak worry deh soalnya hemaviton Cardio ini merupakan suplemen kesehatan yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah.

So, mari kita jalan-jalan lagi menuju pulau seberang, asyik ke Madura. Melewati jalur lintas darat dari Surabaya ke Madura, yup jembatan Suramadu ini punya pemandangan selat Madura yang cantik dan biru. Ini wilayah ramai tapi kita bisa lihat nelayan dan kapal laut yang tidak begitu besar. Panjang jembatan ini more less 5 kilometer, jadi cukup puas buat yang mau terpekur sambil memandang ke arah laut.
[Nasi Bebek Sinjay]
Eh kalau ngomongin Madura, kuliner apa yang pertama kali terlintas dalam pikiranmu? Ah jangan-jangan kita punya pikiran yang sama. Nah iya bebek Sinjay. Lewat jam makan siang, kami singgah lagi untuk menikmati kuliner bebek di Madura ini. Saya udah sering makan bebek Sinjay ini dan sambal pencitnya tetap juarak!. 

Baca : #EastJavaTrip Malang Surabaya Madura

Kemarin saat perjalanan dapat informasi, ternyata bebek itu punya tingkat kolesterol yang tinggi. Oalah pantes aja kalau ayah saya gak mau makan bebek sering-sering. Tapi sekarang makan bebek udah gak khawatir lagi sejak kenal hemaviton Cardio.

Lanjut? Lanjut yah. 
[Graha Es Krim Zangrandi]

Menjelang sore kami kembali ke Surabaya, trafic di Surabaya lumayan bikin habis sabar soalnya udah mulai macet karena saat itu juga weekend sih ya. Iya udah gak sabar soalnya mau icip ice cream legend di Jalan Yos Sudarso No. 15, Embong Kaliasin. Saya udah sering denger namanya, tapi belum pernah sekalipun datang ke sini. Eh akhirnya kesampaian deh nongkrong sore di Zangrandi.
[Zangrandi tampak dalam]


Es krim di Zangrandi ini punya banyak varian, mulai dari jenis es drop berbentuk segitiga memanjang yang dibungkus dengan kertas, es durian yang disajikan di atas gelas, es cone, dan es krim yang disajikan dengan puding. Lengkap dan ternyata enak semua!.
[ntap]
[Buat yang diabetes jangan takut konsumsi manis]

Ambience di Zangrandi juga asyik, bangunanya lawas tapi bersih. Kesan peninggalan kolonial masih kental, warna tembok putih cederung kuning, lantai ubin yang jadoel, meja kursi rotan juga menambah suasana jadi klasik. Betah deh nongkrong di sini, ohya tempat ini juga gak cuma diperuntukkan buat yang muda aja lho. Semua range usia bisa banget duduk bersantai sambil menikmati es krim di sini. 
[hemaviton GluCare]
[hemaviton GluCare]
Wuih udah sore aja, gak kerasa nih seharian udah jalan-jalan dan makan-makan. Eh tapi ternyata rangkaian acara #Foodphilosophy belum selesai. WHAT? Iya, kalau tadi udah makan-makan sekarang kita semua pindah ke Pipe and Barrel, cafe milik Chef Ken. Seharian tadi Chef Ken juga turut gabung sama kami buat menikmati kuliner di Surabaya dan Madura.
[Pipe and Barrel]
Kalau biasanya di acara lain Chefnya yang demo masak. Kali ini enggak, malah kami para peserta yang diminta buat masak-masak. Resepnya sih sederhana, Spicy Chicken Wings with Salted Egg Sauce. Saya masak bareng Mol dan ternyataaaa dapat juara 3. Horray!
[Ambience di Pipe & Barrel]

Pipe and Barrel cocok buat nongkrong asyik dengan suasana yang santai. Indoor & outdoor, tersedia tempat sholat juga. Kamu bisa mampir kalau pas lewat Jalan Polisi Istimewa No. 22.
[Mari masak]
[Source : Kak Mullie]

[bersama @thebiggerchef]

Udah capek masak kan ya, kayaknya perut boleh diisi lagi sama yang agak ringan. Yup, kami menuju ke Terminal Seafood untuk santap malam. Seru banget kalau makan dengan round table begini. Apalagi di tempat ini seafoodnya disajikan dalam kondisi fresh dan juga menunya beragam. Kerapu, kepiting, udang, tiram, sayur plecing, terus ada mantao juga. Eh saya nulis ini sambil nelen liur. Haha. 
[Terminal Seafood]
[Crab yang akan jadi Crab Saus Padang]
[seafood]
Rasanya waktu cepat banget berlalu, dari pagi sampai malam jalan dan seru-seruan bareng. Makan yang enak-enak, dapat teman baru, informasi kesehatan baru, terus info kuliner baru yang endeus-endeus. Sekarang, jangan lagi takut makan yang enak-enak. Soalnya udah ada hemaviton Cardio, selain mengonsumsi suplemen ini kita juga harus menjaga pola makan dan hidup dengan sehat.

Thankyou #FOODphilosophy Trip & Hemaviton. Really happy!

hemaviton
Website : https://www.hemaviton.com/infoodgraphic/
Facebook : https://www.facebook.com/hiduphealthy
Instagram : https://www.instagram.com/hiduphealthy/


14 komentar:

  1. Telen telen ludah lalu merana gosok perut pake balsem #lapar haha

    BalasHapus
  2. alhamdulillah nggak ada masalah sama kolesterol
    kalau timbangan sih iya sil hahahaa

    BalasHapus
  3. Duh yg baru aku kunjungin hanya Sate Klopo Ondomohen aja waktu singgah sebentar ke Surabaya sebelum pulang ke Lampung. ����

    Berarti harus disuruh balik lg ke Surabaya

    BalasHapus
  4. Chef Ken ini kayaknya familiar, yg pernah ikut masterchef ya Sil?
    Kelihatannya endeus2 semua.. apalagi sotonya. Bikin lapeeerrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak. Ternyata beliau tinggal di Surabaya. haha
      Yuk ke Surabayaaaa, kita makan di sini.

      Hapus
  5. makanannya bikin ngiler Mbaa, apalagi foto terakhir *telen ludah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, semua pada nesu-nesu sama postingan ini. Hahaha.

      Hapus
  6. Aku pengen nyicip es krim legeeend...huhu..

    BalasHapus
  7. Lihat gambar sotonya jadi mupeng mbak.
    Jadi pengen soto nih....dan semua makanan yang diatas.

    BalasHapus
  8. Wow, makanannya menggoda iman semua :D

    BalasHapus

Keep Blogwalking!