Rabu, Mei 31, 2017

Berburu Rays of Light di Boon Pring Andeman Sanankerto

  14 comments    
categories: 



"Kasur homestay ini sempat membuat saya tak kuasa untuk beranjak karena mata masih ingin terlelap"

Pagi itu di Sanankerto, cuaca yang cukup sejuk membuat kami- Saya, Lidia, dan Aya tak ingin cepat-cepat untuk bangun dan beraktifitas. Padahal malam sebelumnya kami diwanti-wanti untuk bangun lebih pagi karena akan diajak ke Arashiyamanya Sanankerto. Jujur saya gak menyangka kalau udara di daerah Turen ini cukup dingin, padahal beberapa kali lewat rasanya cukup pengap dan panas.



Dingin ini bikin mager.

Saat membuka mata, bau masakan rumahan sudah tercium. Astaga ini beneran kesiangan deh rasanya, lihat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 lewat. Kami lekas bergantian mandi dan bersiap. 

"Eh kita tadi udah dijemput loh, tapi karena kita belum bangun jadinya pergi", kata Aya.

Sedangkan respon saya dan Lidia hanya "HAAAAAAA?"

Tak lama setelah kami siap mobil jemputan datang dan siap melaju ke primadona wisata di Sanankerto. Ohya karena belum sempat sarapan, jadi kami sempatkan untuk nyomot pisang goreng yang disediakan oleh ibu homestay.



Ohya Andeman adalah taman wisata air di desa ini, ada banyak wahana yang bisa dicoba kalau sedang berkunjung. Tapi kali ini kami langsung menuju ke Boon Pring, kebun bambu yang ada di sisi timur wisata Andeman. Boon Pring sendiri punya arti anugerah yang turun dari hutan bambu. Bagaimana tidak anugerah? Di tempat ini kalian bisa menemukan udara yang sangat sejuk dan sumber air yang bisa diminum langsung tanpa harus dimasak.


Sesampainya di Boon Pring, kami berjumpa dengan Tim #EksplorDeswita lainnya yang sudah lebih dulu sampai. Tak lupa saya berbagi pisang goreng ke Mas Sitam, yang ternyata membuat dia terbayang karena hanya menikmati satu biji gorengan saja. Tapi seriusan memang enak kok. Haha


Kami mulai jalan menelusuri Boon Pring Andeman yang ternyata punya luas kurang lebih 10 ha. Ditengah perjalanan kami merasa kalau sedang turun hujan, padahal air yang turun itu hanyalah percikan embun yang berubah menjadi air ketika terkena matahari. [Bantu dong gimana sih menjelaskan siklus hidrologi ini].


Beberapa kali kami berhenti untuk mengambil gambar dan berpose. Bapak penggiat pokdarwis yang menemani kami juga menunjukkan lokasi yang bagus untuk mengambil gambar. Tepat pukul 07.00  posisi matahari sedang sempurna dan menghasilkan cahaya yang menembus disela-sela daun.



Awalnya saya gak tahu sih apa sebutannya, tapi beruntung mas Ghozali dengan senang hati berbagi ilmunya. Bias cahaya yang menembus daun itu namanya Rays of Light. Saat itu mas Ghozali juga membantu saya untuk membetulkan setting kamera.



Cepat-cepat kami mengambil gambar ketika posisi matahari sempurna, karena memang durasinya sangat singkat. Setelah selesai dengan Boon Pring kami putar balik menuju wisata air Andeman. Ohya di Boon Pring ini terdapat juga sumber air yang bisa diminum, kemarin saya sempat coba dan menyesal kenapa gak bawa botol minum. Haha
[Foto oleh ghozaliq.com]
Nah kalau sudah selesai dengan Boon Pring, jangan lupa juga untuk mampir bersantai di taman wisata ini. Pemandangan yang disajikan di tempat ini beneran bikin sejuk mata dan pikiran jadi fresh. Perjalanan yang menyenangkan dan menyegarkan. Masih banyak cerita dari Sanankerto, jadi kapan mau datang ke Sanankerto?









Baca Juga : Menikmati Suasana Malam di Cafe Sawah Pujon Kidul 



Rabu, Mei 24, 2017

Menikmati Suasana Malam di Cafe Sawah Pujon Kidul

  21 comments    
categories: 
[Pujon Kidul menjelang malam hari]
Cafe Sawah Pujon Kidul, tempat yang pastinya gak asing buat para pemburu lokasi hits baru di Malang. Beruntung sekali saya dapat merasakan ambience mulai dari sore-malam-pagi di tempat yang punya udara sejuk cenderung dingin ini. 

Saya memang sudah sering mendengar nama Pujon Kidul apalagi sejak hitsnya Cafe Sawah ini. Mulai dari teman-teman yang membicarakannya sampai swafoto mereka di timeline social media saya. Tapi yakin sih, pengalaman saya ini bisa jadi belum pernah dirasakan oleh teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke Cafe Sawah.

Sombong lu ya! 

Haha, iya memang agak jumawa sedikit sih. Jadi, kemarin saya berkunjung ke Pujon Kidul bersama teman-teman #EksplorDeswitaMalang, setelah sebelumnya berkunjung ke tiga desa wisata di Gubugklakah, Poncokusumo dan Sanankerto. Nah, Pujon Kidul ini adalah destinasi terakhir yang akan kami eksplor.

Baca Juga : Mencoba Serunya Tubing di Ledok Amprong

[View Pujon Kidul]
Ini pengalaman baru yang amat sangat menyenangkan buat saya pribadi. Kenapa? Akhirnya saya nginap asyik di salah satu homestay di Pujon Kidul dan beneran eksplore kepingan surga di bumi Arema ini. Itulah kenapa saya yakin, kalian yang pernah datang ke Cafe Sawah gak pernah merasakan pengalaman ini. HEHEU. Apalagi yang rumahnya deket-deket Malang ya kan. Tapi coba deh sekali-kali ambil kesempatan buat nginap di Pujon Kidul ini. Really fun!


***

Perjalanan dari Sanankerto menuju Pujon Kidul memakan waktu agak lama, waktu inilah yang kami gunakan untuk beristirahat dengan tidur-tidur ayam di mobil. Sesampainya di Pujon Kidul kami disambut dengan makan siang dan ada beberapa teman yang mencoba naik kuda, fyi wahana kuda ini belum resmi di launch, namun buat yang mau coba boleh kok.
[foto dari ghozaliq.com]
Setelah dirasa cukup kami mulai jalan untuk melihat peternakan sapi perah yang dikelola oleh kelompok desa wisata dan tempat penampungan susu di Pos 4 Maron, Pujon Kidul. Cerita lengkapnya ada di next blogpost ya, soalnya diriku takut kalian bosan baca tulisan yang panjang. *author pengertian.
[senja]
Saat senja kami kembali ke Cafe Sawah untuk menikmati matahari tenggelam. Kebetulan saat itu pengunjung sudah mulai berkurang karena sebelumnya tempat ini ramai banget!. Menjelang maghrib kami harus kembali ke homestay untuk mandi dan bersih diri. Soalnya sejak pagi berkegiatan dan ya ya ya lepek. 

Malamnya kami makan malam di kantin Cafe Sawah, menunya Rawon yang subhanallah enak banget. Saya sampai nambah 2 kali, karena porsinya memang mangkok kecil. Sedangkan teman-teman memilih menu nasi goreng. Pertimbangnya memilih rawon adalah karena kuahnya panas dan Pujon saat itu dingin banget. 

Selesai makan malam kami duduk bersantai di Gazebo bersama pak Udi- Kepala Desa Pujon Kidul sembari menikmati alunan gamelan. Pengalaman berbeda dari biasanya sat menikmati Cafe Sawah siang atau sore hari. Alunan gamelan ini kayak bikin saya baper, sayup-sayup angin Pujon Kidul mengantarkan alunan musik ini sampai ditelinga saya. Apalagi yang main gamelannya bapak-bapak sudah sepuh gitu. Ah jadi pengen kesana sama pasangan, masalahnya siapa yang mau diajak. Haha
[insanwisata; mesraberkelana; alidabdul]
Serius suasananya tenang dan nyaman banget, cocok kalau lagi qtime sama keluarga atau sendirian juga gak masalah. Ohya untuk masuk ke Cafe Sawah ini goceng aja dan kita menerima tiket dalam bentuk voucher. Voucher ini bisa ditukarkan kopi atau makanan di kantin Cafe Sawah. Jadi kalau mau bakso yang harganya 10K yasudah berarti tinggal nambah aja goceng. Nyaman bukan?. 
[Memninjam foto dari mesraberkelana]
Next time saya bakalan balik ke Pujon Kidul lagi, mungkin denganmu.


“Manusia bisa menua, tempat bisa berubah, kita bisa melupakan. Karena itulah kamera digunakan, untuk merekam hal-hal yang tidak dapat diingat manusia dengan sempurna”
― Winna Efendi, Refrain
Baca Juga : 6 Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi Kalau Singgah di Gubugklakah

Senin, Mei 22, 2017

Apple Macbook, Laptop Ringan yang Oke dibawa Liburan

  10 comments    
categories: 
[Sumber : Pinterest.com (Travel Airplane Quote Laptop Decal Sticker Vinyl Art Quote Macbook Apple Decor Advanture Wanderlust)]
"Liburan masih bawa laptop? Hah seriusan?! Ngapain sih bawa yang berat-berat. Udah tinggalin aja! Berat tau!", ujar teman jalan saya saat pergi ke Jember beberapa waktu yang lalu.

Ya banyak teman memang sering gemas kalau jalan sama saya, soalnya nongkrong cafe aja bawa ransel yang isinya laptop. Apalagi kalau pas jalan-jalan, salah satu barang wajib yang harus dibawa adalah komputer jinjing. Emang kenapa sih kok selalu bawa? Ada yang perlu dikerjakan gitu?.

As you know, setiap perjalanan liburan, saya gak selalu bisa menginap di tempat yang bagus seperti hotel berbintang. Tak jarang pula saya harus memilih penginapan semacam hostel atau hotel kapsul yang notabene minim fasilitas hiburan, minimal teve. Nah dengan adanya laptop ini saya bisa live streaming atau nonton film. Selain itu banyak data yang setiap saat diperlukan untuk dikirim ke teman atau atasan. Karena saat itu saya masih bekerja sebagai contributor, ide bisa muncul di mana saja.

Beberapa waktu yang lalu juga saat merantau ke Batam, saya seperti orang linglung. Soalnya mau gak mau laptop harus ditinggal di Jawa karena dipakai sekolah oleh adik. Iya ceritanya gantian gitu, saya udah lulus kuliah jadi dipikirnya gak begitu perlu laptop. Sedangkan adik yang masih sekolah masih membutuhkan laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.

Jadilah berbulan-bulan saya gak mainan laptop, semua kegiatan yang biasanya pakai laptop mau gak mau harus digantikan dengan smartphone. Ya meskipun menurut saya smartphone tidak sesempurna laptop dalam sisi keleluasaan gerak, tapi saya bersyukur karena masih bisa aktif menjalani hobi ini, khususnya ngeblog.

Nah pas masa-masa galau itu salah satu teman saya― seorang travel blogger menyarankan untuk membeli laptop baru. *lalu― menghitung― tabungan. Katanya lebih baik saya beli laptop baru saja, biar nyala lilin ngeblognya makin berkobar. Kemudian muncul obrolan tentang beberapa spesifikasi laptop yang oke.

“Kamu maunya laptop yang gimana sih?”, tanyanya.

“Ya yang ringan gitu kak, biar enak kalau dibawa jalan. Slim dan punya spesifikasi bagus tentunya”, jawab saya.

“Ah mendingan beli Macbook aja dek!”


Hening sejenak. 


[Mudah dibawa saat traveling. Sumber : Pinterest.com/GRID (It Warp for Macbook Air )]
“Iya sih maunya juga gitu, tapi gimana ya?”

“Yaudah nabung dulu aja gih yang rajin. Aku dulu  bisa punya juga nabung”, dia memberi semangat.

Jujur saya pribadi gak begitu tahu banyak soal produk Macintosh yang dibuat oleh Apple Inc. Setau saya Macbook ya produknya Apple, yang harganya hampir sama bahkan lebih dari harga  sepeda motor gitu. Kenapa gak cari tahu? Takut kebelet pengen. Hehehe. Tapi setelah menyimak penjelasan dari teman, saya jadi  punya informasi baru soal komputer Macintosh yang penjualannya digadang-gadang paling laris dalam sejarah ini.

Kalau dari penjelasan tadi si laptop eksklusif ini ternyata punya banyak kelebihan utamanya buat pekerja professional. Selain itu juga ada banyak pilihan jenis laptop Macbook seperti Macbook Air, Macbook Pro, Mac plus tipe dan serinya. Tapi kenapa ya tidak banyak orang awam memilih produk Apple? Padahal sudah pasti speknya bagus, kalau dari segi harga pastilah harus berpikir dua kali, kalau selain itu? Ternyata karena kebiasaan dan pilihan pertama. Jadi karena kita terbiasa dengan Windows, rasanya enggan mau berpindah ke OS lain.

Jadi apa aja sih kelebihan yang dimiliki sama Macbook ini?

Aplikasi MacBook Kece


Kecenya adalah karena tidak semua pengembang software bisa masuk ke dalam otoritas Apple. Jadi tidak bisa sembarangan dan harus melalui survey ketat, baik itu dari segi fungsi maupun desain. Semuanya harus seirama dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Apple. Seperti misalnya Daisy Disk― Aplikasi pencari file ukuran besar dan tersembunyi; Gemini― Aplikasi pencari file duplikat. Saya sering tuh kalau ada teman yang copy file khusunya foto pasti dipilih sama yang ada wajahnya aja, terus tanpa sadar terkopi berulang. Nah Gemini ini bisa menemukan duplicat files itu sekaligus, jadi gak perlu menelusuri satu persatu folder; Garage Band― Aplikasi pembuat musik dengan alat virtual. Sering lihat band live performance setting sesuatu dengan Mac gak? Nah ternyata memang ada aplikasinya di sini. Pantesan aja, awalnya kupikir itu gaya-gayaan. Hehe; dan masih ada aplikasi lain yang menunjang performa Macbook ini.

MacBook itu Dingin

“Hei jangan dipangku, itu hawa panasnya gak bagus buat tubuh!”


Ada gak temen yang ngomel kayak gitu kalau tau kita memangku laptop? Saya sering banget diingetin sama temen soal hal-hal sejenis itu. Soalnya memang sering gak sadar kalau pas lagi buru-buru harus mengirimkan data penting. Laptop main pangku aja tanpa pikir panjang cari meja terlebih dulu.

Dan lagi kalau laptop terlalu lama berada di dalam tas juga kadang ikutan panas ya, gimana kalau sampai berjam-jam sedang perjalanan? Nah kalau punya MacBook gak perlu khawatir, soalnya seluruh bodi laptop ini bahannya dari alumunium. Jadi relatif lebih dingin kalau dibanding sama laptop yang bahannya plastik. Saluran udara yang ada di MacBook juga diatur sedemikian rupa sehingga udara panas tidak terasa sama sekali. Bisa main laptop sambil tiduran. HEHE. Kebiasaan.

Desain yang Elegan

Siapa yang gak bangga kalau petentang-petenteng bawa barang mahal? Sedikit banyak pasti ada lah rasa itu, ya kan? Apalagi laptop impian ini desainnya kokoh dan elegan, sehingga memunculkan kesan keren dan menonjol. Selain itu keyboardnya juga simple karena keyboardnya tidak memiliki beberapa pad seperti di keyboard konvensional, tidak ada number pad, Home, End, PgDn, PgUp, tombol Menu, PrtScn, tombol Windows, Alt dan Del. Mungkin karena pihak Apple Inc memikirkan tentang efisiensi ya, karena memang tombol-tombol tersebut bisa digantikan dengan cara lain.

Laptop yang Tahan Lama

Buat para manusia yang bukan shopaholic, memilih barang yang awet adalah koentji. Apalagi soal barang elektronik, kalau bisa harus banget yang terbukti awet dan tahan lama. Beberapa kali saya beli laptop, semuanya hanya bertahan paling lama 2 tahun. Makanya makin semangat nih buat nabung biar cepetan bisa kesampaian beli Macbook.

Soalnya dari testimoni pengguna produk Apple, Macbook rata-rata bisa bertahan 3 sampai 5 tahun. Nah selain awet saya juga pengen punya laptop yang tangguh, soalnya kan dibawa jalan melewati segala cuaca. Ohya selain awet dan tahan lama, percaya nggak kalau Macbook ini bebas virus? Iya karena sangat jarang ditemukan pengguna Mac melakukan install ulang OS. Kalaupun ada itupun hanya upgrade versi OSnya saja.


Benar-benar laptop yang paripurna ya. Harga memang gak membohongi kwalitas. Eh yang paling penting nih, rata-rata laptop ini beratnya gak lebih dari 2 kg. Waktu staycation sama temen yang punya Macbook, ternyata memang enteng dan slim banget deh. Cocok buat dibawa jalan, bye-bye jinjingan berat.



Selasa, Mei 16, 2017

Kulkas Mini, Beberapa Mereknya dan Tips Saat Membeli

  7 comments    
categories: 
Lemari es jika dilihat dari ukurannya terdapat beberapa jenis, salah satunya yaitu kulkas mini. Kulkas yang berukuran kecil ini adalah mesin pendingin yang memiliki ukuran fisik jauh lebih kecil dibandingkan dengan kulkas pada umumnya, namun fungsinya tetap sama. Dimensi dari kulkas kecil ini memang menjadi daya tarik konsumen. Bukan hanya mudah dalam segi penempatan, namun kulkas ini bisa disesuaikan dengan ruangan yang ada di rumah. kulkas kecil ini juga dibanderol dengan harga yang lebih murah dan menggunakan daya listrik cenderung lebih hemat. Inilah alasan yang membuat lemari es mini tetap mempunyai tempat di tengah masyarakat.

Walaupun ukuran serta kapasitas kulkas ini hanya setengah dari lemari es berukuran biasa, tetapi fungsi yang dimilikinya sebagai pendingin minuman dan makanan tetap dapat diandalkan, bahkan ada beberapa produk kulkas yang dilengkapi dengan komponen freezer. Biasanya lemari es mini ini ditenagai dengan sistem pendingin.
Nah kalau kamu sedang mencari kulkas yang berukuran kecil ini, berikut beberapa pilihan lemari es yang bisa diambil.

Pertama, lemari es mini Toshiba Glacio XD 7. Kulkas mini portable ini menghadirkan keindahan dan kemewahan bak karya seni dengan paduan kecanggihan teknologi serta kualitas. Toshiba Glacio XD 7 memiliki ukuran praktis dan memberi kemudahan berkualitas ekstra di dalamnya. Toshiba Glacio XD 7 dilengkapi teknologi penstabil tegangan sehingga bisa membuatnya bekerja dengan normal walaupun tegangan listrik sedang tidak stabil. Bila tegangan listrik di rumahmu sering turun naik, Toshiba Glacio XD 7 bisa menjadi pilihan. Teknologi dari Toshiba Glacio XD 7 bisa mengoptimalkan tegangan yang rendah sehingga Toshiba Glacio XD 7 ini dapat bertahan lama tanpa takut lekas rusak. Walaupun kecil, Toshiba Glacio XD 7 memiliki fitur ion anti bacteria yang bisa membuatnya mampu menghambat perkembangan bakteri.

[Sumber : Bukalapak]
Kedua, Panasonic NRAK5ED. Panasonic NRAK5ED ini mempunyai desain yang begitu ciamik disertai berbagai macam fitur unggulan sehingga semakin mempermudah kehidupanmu. Panasonic NRAK5ED ini dikenal sebagai produk yang tahan lama dan handal. Panasonic NRAK5ED memiliki teknologi double rotation compressor sehingga membuatnya lebih bisa tahan pada tegangan listrik yang kurang stabil. Selain itu Panasonic NRAK5ED sangat hemat dan efisien. Dengan keselarasan desain serta teknologi sempurna, Panasonic NRAK5ED bisa kamu pilih.

Terakhir, Midea HS-65LBK. Midea HS-65LBK ini memiliki kapasitas 50L yang bisa menyimpan botol berkapasitas 1,5 liter. Midea HS-65LBK dapat ditempatkan di sudut kamar tidurmu. Midea HS-65LBK memiliki harga kurang lebih Rp 1,2 juta. Midea HS-65LBK memiliki tema energy saving. Untuk pengoperasiannya, Midea HS-65LBK hanya membutuhkan daya 78 watt. Dengan demikian, kamu dapat menekan besarnya biaya listrik yang berada di rumah. Midea HS-65LBK mempunyai rak botol 1,5 liter yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan minuman.

Di pasaran, kulkas mini memang hadir berbagai macam kapasitas, untuk mendapatkan produk terbaik, ada beberapa poin yang harus kamu perhatikan, antara lain:

  1. Konsumsi daya. Kulkas kecil mempunyai penggunaan daya yang lebih kecil bila dibandingkan dengan kulkas yang berukuran besar. Tetapi konsumsi daya ini juga bervariasi, pilih kulkas yang mempunyai fitur menghemat listrik, 
  2. Komponen pembeku. Tidak semua produk kulkas bisa menyajikan suhu beku, oleh sebab itu agar bisa menjaga makanan serta minuman tetap beku, Anda harus memilih kulkas yang kompatibel dengan freezer, 
  3. Portabilitas. Portabilitas merupakan kemudahan pengangkutan serta penempatan.
Jadi, buat yang sudah punya rumah sendiri dan masih single ada rencana membeli kulkas mini? 

(adv)

Minggu, Mei 14, 2017

Kediri Space Market, Tempat Kumpulnya Creativepreneurs Kediri

  2 comments    
categories: 
Kediri mulai menggeliat! Inilah yang kutunggu sejak dahulu kala. 

Ceritanya dimulai ketika melihat Instagram Fatkhi Rizkya Rahman (btw, ini nama cewek) beberapa hari sebelum acara Kediri Space Market. Eh sebelumnya kuperkenalkan dulu lah ya siapa sih Fatkhi ini. Dia adalah teman sejawat ((SEJAWAT)) saya kenal sejak SMA, lebih tepatnya dia adalah teman dari teman-teman sekolah. Ntah bagaimana semesta mengaturnya, kami akhirnya berjumpa, sering ngopi bareng, hunting foto dan akrab.

Fatkhi adalah salah satu creativepreneurs yang menyukai dunia crafting, menggambar, dan segala hal yang berbau handmade. Sama seperti saya, bedanya Fatkhi udah action kalau saya cuma bisanya merencanakan, thok. Ho'oh saya ini memang manusia kakean wacana. Sejak kapan taun pengen bikin usaha crafting, tapi ya begitulah namanya tukang wacana ya sampai sekarang cuma jadi wacana. That's why I need partners yang bisa merealisasikan ide-ide yang saya punya, salah satunya adalah Fatkhi.

"Fat, colab yuk bikin usaha crafting"

Itulah kata pamungkas pertama saya dan disambut hangat oleh gadis yang jualan masker Kefir handmade di Kediri ini. Pembicaraan mengalir sampai akhirnya dia mengajak saya tuk melihat Kediri Space Market. Apakah Kediri Space Market? Pasar luar angkasa begitukah?. BUKAAAAN. Jadi Space Market ini adalah tempat dimana para pelaku indi- usaha creative di Kediri memamerkan produknya. Tidak banyak yang punya toko offline memang, karena kebanyakan baru merintis dan masih mengandalkan sosial media tuk ajang promosi.

Acaranya cuma digelar dua hari, 5-6 Mei di Garasi Soekarno Hatta. Buka dari pukul 14.00- 22.00 WIB.

Jadi, langsung saja kita lihat foto-fotonya ya. Haha

[Sudut depan Space Market- Just for swaphoto]
[Malam mingguan sama adik kandung waktu itu]
[Ini adikkuu- yang lebih tinggi dari kakaknya]
[Garasi Soehat]
[Ofkla project Kediri]
[custom totebag, dll]
[Gelangnya anak gunung]
[Semuanya handmade]
[Mas Tony lagi sok-sok an aja lah ini]
Harapannya, tahun-tahun kedepan bisa lebih banyak lagi pelaku indie di Kediri, termasuk kita berdua ya Fatkhi. Aamiin.

*nb : Fatkhi anaknya ga mau di foto, tapi boleh cek ke instagramnya @fatkhirizkya - https://www.instagram.com/fatkhirizkya/
 


Rabu, Mei 10, 2017

Pengalaman Mengatasi Anyang-Anyangan Saat Berpergian dengan Uri-cran

[Prive uri-cran yang mudah dibawa]

Ada perasaan lega ketika pramugari menyiarkan pengumuman kalau bandara tujuan pesawat kami sudah hampir sampai. Akhirnya bisa segera pipis juga!
 
Memang sudah sewajarnya jika orang yang punya kebiasaan banyak minum air mineral, maka otomatis akan sering melakukan kegiatan buang air kecil. Saya mungkin salah satu diantara banyak manusia yang punya kebiasaan ini. Bagus memang bagi kesehatan, tapi terkadang menjadi buah simalakama jika waktunya tidak tepat.

Seperti pengalaman saya saat melakukan perjalanan dari Surabaya ke Batam, sungguh saya tak mengira jika durasi waktunya cukup lama. Dua jam limabelas menit di dalam pesawat!. Padahal sebelum check in saya sudah menyempatkan untuk buang air, tapi kenapa masih kebelet lagi. Oh ya gak salah juga sih, ternyata saluran kemih inimemang sudah penuh dengan air mineral yang terus menerus saya gelonggong ke dalam tubuh.

Sebetulnya saya tidak masalah jika harus buang air di pesawat, sayangnya semesta tak mendukung. Selama penerbangan berlangsung lampu emergency lebih sering menyala daripada mati. Hal ini mengharuskan para penumpang diwajibkan untuk ada ditempat duduk masing-masing demi keamanan bersama. 

***

Samar-samar daratan Batam sudah terlihat, saya semakin tidak sabar untuk lekas turun dari pesawat. Keinginan tuk pergi ke kamar mandi tidak pernah sebesar ini. Ternyata, hasrat untuk segera menuntaskan hajat ini tidak dapat terlaksana dengan lancar. Pesawat yang saya tumpangi saat itu masih belum bisa turun ke landasan karena masih antre parkir. Tapi syukurlah hal itu tidak berlangsung lama, sesaat setelah pesawat benar-benar berada di landasan saya segera mengambil barang di kabin dan sebisa mungkin keluar dari kerumunan orang.

Saat sudah sampai di kamar mandi, saya bersyukur karena kali ini tak perlu menunggu lagi. Tapi rasanya ada yang salah, tadinya hasrat ingin buang air sangat besar tapi tiba-tiba tidak ada yang keluar? Kemudian rasa sakit buang air kecil ini seperti tak asing lagi. Duh ini pasti karena menahan hasrat buang air kecil selama di perjalanan selama berjam-jam tadi.

Anyang-anyangan memang tidak pernah menyenangkan, sebetulnya ini bukan pertama kalinya saya mengalami infeksi saluran kemih seperti ini. Dulu saat masih masa sekolah malah lebih sering lagi, ternyata penyebab anyang-anyangan saya saat itu adalah kondisi pakaian dalam yang sering basah setelah dari kamar mandi. Padahal seharusnya setelah buang air dan disiram, area vital segera dilap dengan tisu yang higienis supaya bakteri tidak berkembang biak. Tapi namanya anak kecil saat itu ya cuek saja.
Setelah menuntaskan hasrat yang tidak tuntas tadi saya kembali ke tempat pengambilan barang. Tak lama kemudian rasa ingin buang air muncul lagi, saya segera lari ke kamar mandi. Tapi masih sama seperti saat pertama ke kamar mandi tadi, air seni yang keluar sedikit sekali. Sambil menunggu barang keluar dari bagasi serta menahan rasa ingin buang air yang mendera, saya menyempatkan untuk membuka google mengenai penyebab sakit saat buang air kecil.

Di sana banyak informasi yang tertera mengenai penyebab sakit ini seperti misalnya karena menahan buang air kecil, kondisi celana dalam yang kotor, cara membasuh yang salah setelah BAB dan juga kondisi toilet yang kotor.

Lalu bagaimana cara mengatasai anyang-anyangan? Kalau dulu setiap kali saya mengalami sakit ini, saya selalu melilitkan karet gelang ke jempol kaki. Karena berdasarkan teori reflexiologi, titik syaraf batu ginjal berada di jempol kaki. Hal ini sebelumnya cukup membantu, tapi sayangnya karet gelang sedikit susah ditemukan jika sedang melakukan perjalanan.
[Sumber : Prive Uri-cran]
Tapi untungnya sekarang tak perlu khawatir lagi karena sudah ada obat untuk mengatasi buang air kecil ini. Prive Uri-cran merupakan suplemen makanan yang mengandung ekstrak cranberry yang dapat membantu memelihara kesehatan saluran kemih. 
Produk dengan komposisi 250 mg ekstrak cranberry ini mengandung proantocyanidin yang dapat menangkap E.Coli sehingga bakteri tidak jadi menempel di dinding saluran kemih. Selain itu produk Prive Uri-cran juga sudah tersedia dibanyak apotek dan toko obat-obatan.

Jadi jangan anggap sepele anyang-anyangan!

~ Silviana

Senin, Mei 08, 2017

6 Tempat yang Wajib Kamu Kunjungi Kalau Singgah di Gubugklakah

  12 comments    
categories: 
Tak biasanya saya bangun sepagi itu, apalagi dengan kondisi suhu yang cukup dingin untuk ukuran Kabupaten Malang. Maklum, Gubugklakah memang berada di lereng Gunung Bromo, maka tak heran jika suhu udaranya cukup membuat orang malas untuk bangun dan beraktivitas. Seperti kebiasaan bangun sebelum-sebelumnya, hal pertama yang saya cari adalah smartphone di sisi kanan bantal tidur. Waktu menunjukkan pukul 04.30, sayup adzan subuh hampir habis. Melihat sekeliling, dua orang teman tidur saya masih terlelap dalam selimut yang hangat.

Baca Juga : Memulai Perjalanan #EksplorDeswitaMalang

Begitulah saya ketika mata sudah terbuka di pagi hari, maka pantang untuk tidur kembali. Cuci muka, gosok gigi, lalu keluar homestay untuk menikmati suasana pagi sambil menghirup sebanyak-banyaknya oksigen di Gubugklakah yang sejuk- dingin dan sepi. Kalau di Kediri, bau udara semacam ini hanya bisa saya nikmati ketika membuka freezer mesin pendingin. Udara Gubugklakah cukup membuat kedua tangan saya tremor saat melakukan jepret rana. Sekitar pukul 05.00 sebuah mobil hitam berhenti di depan homestay kami, 3 teman yang menyusul- Mas Alid, Mas Ghozali, dan mas Sitam sudah datang.

"Sitam", ujarnya.

"Ghozali"

"Silvi", balas saya sambil bergantian jabat tangan.

"Robert", ujar mas Alid.

"Yaya okelah", kemudian masing-masing dari kami tergelak.

Ternyata teman yang lain sudah bangun, bergantian ke kamar mandi dan duduk di ruang tamu sembari menonton berita pagi. Suasana pertemuan yang hangat membuat suhu dingin tak lagi terasa. Selesai kami bersiap, pak Anshori selaku penggiat Pokdarwis- Kelompok Sadar Wisata Gubugklakah sekaligus pemilik homestay, mengajak kami untuk memulai kegiatan yang pastinya menyenangkan.

Gubugklakah memang punya potensi wisata yang bagus dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Makanya nih kalau ke Bromo lewat jalur ini, sempatkan juga untuk extend 1-2 hari. Soalnya ada banyak tempat yang tentunya menjadi pelengkap liburanmu ketika memutuskan memilih Bromo.

Jadi, apa saja yang bisa dilihat di sini selain bentang alam yang menakjubkan?

Agrowisata Nusa Pelangi
[ikon- Foto koleksi pribadi]
Lokasinya berada di pinggir jalan raya, sehingga siapapun yang akan pergi ke Bromo melalui jalur utama Gubugklakah pasti dapat melihat tempat ini. Memasuki area depan agrowisata, saya langsung dapat melihat patung sapi berukuran besar yang memang digunakan sebagai ikon agrowisata ini. Selain itu di sisi kiri terdapat foodcourt yang digunakan untuk memasarkan hasil olahan susu sapi, seperti yoghurt, stik, susu segar, dan lainnya.
[iwantantomi sedang bersama salah satu sapi]
[prosesi pemerahan]
Saat kami datang para penggiat agowisata sedang memandikan sapi-sapi yang selanjutnya akan dijadwalkan untuk diperah. Ada kurang lebih 11 ekor induk sapi dan 5 ekor pedet yang diberdayakan di tempat ini. Lucunya semua sapi ini punya nama masing-masing, tapi yang paling lucu buat saya adalah pemilihan nama sapi ini diambil dari pewayangan Mahabarata, seperti Arjuna, Drupadi, dan lainnya.
[Foto koleksi pribadi]
Ohya ada satu anak sapi yang membuat saya dan teman-teman gemas, namanya Fhugi Kartini. Sapi ini baru lahir pada bulan Nopember tahun lalu. Saking gemasnya saya pengen elus-elus terus, sayangnya dia sedikit pemalu.
[Fhugi Kartini]
Jadwal pemerahan sapi ini sehari dua kali, rutin pagi dan sore. Pemerahan ini harus dilakukan karena jika telat beberapa jam saja maka kantong susu sapi akan membengkak dan kelalaian itu akan membuat para sapi kesakitan. Agrowisata Nusa Pelangi juga sudah cukup modern, dikarenakan proses pemerahan tidak hanya secara manual saja tapi juga sudah menggunakan alat yang tentu dapat dijamin kesterilannya. Ohya harga 1 liter susu di Nusa Pelangi adalah Rp. 7000. Sangat terjangkau tentunya jika dibandingkan dengan segala proses yang harus dilakukan oleh para peternak.
[Modern]
Air Terjun Coban Pelangi

Melanjutkan kegiatan di Gubugklakah, kami berangkat lagi menuju Coban Pelangi dengan menggunakan jeep terbuka. Sangat menantang dan cukup bikin jantung mau copot. Tapi keindahan bentang alam yang dimiliki desa ini sungguh menawan hati.

Ini bukan pertama kalinya saya datang ke Coban Pelangi, beberapa tahun yang lalu saya juga sempat berkunjung bersama teman-teman. Biaya masuknya juga sangat terjangkau, 8K untuk wisatawan domestik dan 15K untuk internasional. Apalagi tempat ini juga cocok untuk treking karena jarak tempuh dari loket utama ke air terjun cukup jauh. Eh tapi kalau malas treking bisa juga naik kuda kok, hanya saja fasilitas kuda ini hanya ada di hari Minggu.

Sayangnya di Coban Pelangi ini kita tidak diperkenankan untuk mendekat ke air terjun, demi keamanan masing-masing wisatawan. Debit air memang sangat deras, bahkan percikan air terjun dari jarak aman bisa membuat baju kami basah. Namun kita bisa bermain air di sungai Coban Pelangi. Setelah dirasa cukup kami kembali naik untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya.

Eh iya kalau jalan ke sini jangan khawatir kelaparan ya, ada warung-warung di sepanjang jalan menuju air terjun. Ada pilihan gorengan, weci, tempe mendoan dan juga mie seduh atau goreng. Mantapnya menikmati gorengan dicuaca yang dingin dan sejuk. Harganya juga ramah dikantong kok, ukuran gorengan juga besar. Jadi jangan khawatir mengenai quantitynya. *Anak Kos Mode.

Gunung Sari Sunset
[Berpose di depan GSS- Foto milik Nasirullahsitam.com]
Gunung Sari Sunset adalah lokasi baru yang hits di Gubugklakah, terbukti saat kami datang ke lokasi banyak muda-mudi yang mengabadikan diri/ berswafoto di berbagai sisi GSS. Seperti namanya Gunungsari Sunset, dari tempat ini kita bisa menyaksikan sunset dari ketinggian. Di lokasi GSS ini memang ada beberapa spot menarik yang sayang jika tidak diabadikan, rumah pohon, gardu pandang dan juga meja kursi kayu. Saat di tempat ini kami juga disuguhi oleh penampilan Tari Klono.
[pemerhati seni Tari Klono]
[cerita mengenai Tari Klono, next]
River Tubing di Ledok Amprong

Ledok Amprong, lokasi utama untuk Rafting dan River Tubing. Tempat ini memang sudah sangat hits di kalangan wisatawan yang ingin menguji adrenalinnya. Buat yang belum tau, River Tubing adalah permainan yang menggunakan ban dalam ukuran besar. Cara mainnya hampir sama seperti rafting namun kita hanya sendirian di atas ban, kemudian menghanyutkan diri mengikuti aliran sungai.

Menuju Ledok Amprong ini bisa dilalui dengan kendaraan, tapi disarankan untuk naik mobil offroad atau jeep saja. Medannya cukup curam dan bergelombang, buktinya saat kami naik jeep tubuh ini gak berhenti bergoyang disko. Begitu sampai di lokasi kami menunggu giliran untuk bermain tubing. Ohya meskipun ramai wisatawan kita gak perlu khawatir bakalan desak-desakan di sungai, karena sudah diatur jadwalnya masing-masing sesuai dengan kelompok oleh petugas. 

Baca Juga : Mencoba Serunya River Tubing di Ledok Amprong

Agrowsiata Petik Apel
[Apel]

Lho, bukannya petik apel cuma ada di Batu?

Eits, jangan salah di Gubugklakah juga punya. Jadi buat yang lokasi rumahnya ada di daerah timur dan lebih dekat ke Gubugklakah, bisa mencoba untuk mengambil wisata di tempat ini ya. Cuacanya juga tidak jauh beda dengan Batu, sama-sama sejuk dan dingin. Nah, sejujurnya ini pertama kalinya saya berkunjung ke wisata petik apel, sebelumnya sih cuma sekedar lewat aja.

Ternyata kalau kita datang ke agrowisata gak cuma senang aja yang didapat, tapi juga ilmu. Soalnya sebelum memulai kegiatan petik apel, kita juga diberi arahan tentang bagaimana memetik buah apel yang benar supaya tidak merusak tangkai pohon apel. Selain itu juga diberi tahu mengenai cara memilih buah apel yang manis. Kadang-kadang, sebagai wisatawan kita selalu pengen ambil buah apel yang besar, padahal nih menurut mas-mas yang menjaga kebun apel. Ukuran tidak selalu merepresentasikan menjadikan buah itu enak dimakan. Jadi buah apel yang enak dimakan justru yang berwarna agak kuning dan rata-rata buah yang kekuningan ukurannya malah kecil.

Kalau datang ke Agrowsisata petik apel silakan makan sepuasnya, cari buah terbaik menurutmu. Nah kalau masih dirasa kurang puas bisa juga dibawa pulang ya. Perkilonya cukup ditebus dengan harga Rp. 10.000 saja. Murah meriah, kan?

Seru dan asyik, kan? Yuk jalan-jalan ke Gubugklakah. Silakan datang atau hubungi Pak Anshori 087859478177 untuk paket lengkapnya.