Senin, Oktober 09, 2017

Liburun di Air Terjun Irenggolo

  7 comments    
categories: 

Enggak, itu judulnya memang begitu, kan kalau tulisannya liburun - dibacanya liburan juga. Itu ada-adanya temen saya yang suka lari aja sebetulnya.

Jadi beberapa kali kami jalan bareng, dia selalu menyempatkan atau mungkin memang sengaja sambil work out.

Pertama kali kami jalan-jalan dan sambil dia lari itu pas ke Bukit kura- kura Onga'kan. Nah kemarin itu pas banget sebetulnya pengen pergi ke Blitar, (hmm ya ya ya lagi dan lagi pergi ke Blitar apa gak bosan sih?) pengen ke Vihara yang pernah saya bilang proses pembangunannya sejak tahun 1990 dan belum rampung hingga saat ini.



Baca juga: Running Trail di Bukit Kura- Kura Onga'kan

Tapi rupanya teman saya, sebut saja Mas Tony. Ngajaknya ke daerah yang cukup terkenal dengan makanan tiwul gorengnya. Saya yang awalnya gak tahu, akhirnya googling. Ternyata kami akan jalan ke daerah Mojo, dimana ada dua air terjun yang bisa dinikmati cukup dengan membayar Rp. 7.000/ orang saja.

Perjalananya cukup melelahkan sih, soalnya kami berangkat sudah siang dan panas banget. Tapi pas udah sampai di wilayah Mojo, hawa panas berganti ke hawa sejuk.

Udah capek perjalanan, kami berhenti di sebuah warung yang memang cukup banyak jumlahnya di sepanjang jalanan menuju air terjun. Nah disini mas Tony udah mau siap-siap buat lari ke point parkiran Air Terjun Dholo. Kurang lebih jaraknya sekitar 3km.

[Persiapan Borobudur Run]
Kalau mas Tony lari, apakah saya juga ikut lari? Oh tentu saja tidak dong. Hahaha. Saya bawa motor ke parkiran Air Terjun dan leha-leha disana.

Pas pulangnya saya minta buat mampir ke Air Terjun Irengolo. Jadi begini pemirsa, Air Terjun di lokasi ini ada dua. Dholo (besar) dan Irenggolo (kecil). Nah kalau mau ke Dholo, kalian juga harus menyiapkan tenaga ekstra. Karena untuk bisa mencapai air terun Dholo, trekingnya cukup menguras jiwa raga. Saya sendiri terakhir pergi ke air terjun ini tahun lalu bersama para sepupu, dan enough.

[Irenggolo]
Nah kalau main ke Irenggolo gak perlu banyak usaha dan tenaga. Trekingnya sedikit dan pemandangan di air terjun juga cukup bagus (menurut saya). Ini pertama kalinya saya berkunjung. Asyik juga sih, soalnya tetesan air turun dari batu karst hitam yang berundak seperti tangga. Sayangnya kemarin cuaca sedikit mendung dan benar saat kami pulang turun hujan.

Selain itu juga batu-batu ini cukup licin kalau pengen mendaki sampai atas. Saya pengen sih kemarin cuma pas cemen dan pas ramai.


Nah, kalau sudah di Mojo gak lupa juga mencoba nasi goreng tiwul yang lengkap dengan telur serta ikan asin. Jadi tiwul itu adalah sebuah makanan yang asalnya dari singkong yang dikeringkan (biasa disebut gaplek). WEEE BIASA AJA NGOMONG GAPLEKNYA GAK USAH NGEGAS. Lalu gaplek ditumbuk sampai halus seperti tepung. Hasil dari tumbukkan ini diberi air sedikit sampai menghasilkan gumpalan kecil. Nah gumpalan inilah yang nantinya dikukus. Dan tadaaa jadilah nasi tiwul
yang kalau disantap itu kenyal-kenyal enak.
[Penampakan nasi goreng tiwul]
Nah katanya sih pembuatan makanan khas zaman penjajahan ini sebetulnya tidak terlalu rumit. Cuma buat kita saya ya mending makan nasi biasa aja lah. Hahaha.

Berminat untuk menikmati nasi goreng tiwul di sini? Yuklah ke Kediri!. Petunjuk jalannya udah lengkap semua, kok.



7 komentar:

  1. Wah asyik ya walau lelah pastinya tapi puuaasss ������

    BalasHapus
  2. Jadi nasi tiwul ini ada di Kediri atau Blitar, Mbak? Hihi. Salut euy dengan kawannya. Bisa melibatkan olahraga dalam setiap situasi. Saya juga pernah mencoba, tapi gagal terus. Kalau liburan jadinya malah malas bergerak. Ujung-ujungnya malah tidur terus kalau tak sedang jalan. Mungkin karena pikiran saya, kalau sudah tamasya ke obyek wisata itu sudah jalan-jalan, sudah berolah raga. Jadi tidak perlu ditambah dengan sengaja olahraga, haha...

    BalasHapus
  3. FIX paling bawah foto prewed buahahahahha

    BalasHapus
  4. Seru tu kalo musti trekking dulu...
    Bakal puas pas sampe air terjunnya setelah terlebih dahulu berjuang..

    BalasHapus
  5. Dholo mah baliknya dr air terjun yg nguras tenaga. Naiknya ga abis2 :(

    BalasHapus
  6. baru tahu tiwul bisa dibikin nasi goreng , kayaknya endes banget

    BalasHapus
  7. Babang pirtimikili makan nasi Tiwul pas di kampung inggris dan gak suka sama sekali 😰

    BalasHapus

Keep Blogwalking!