Kamis, Januari 26, 2017

Hemat Waktu dengan Memanfaatkan Citilink Web Check In

Tulisan ini diposting berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan Web Check In.

Ohya, temen-temen di sini ada yang belum pernah naik pesawat? atau malah udah sering banget? Kayaknya rata-rata udah semua ya, kan sekarang ini harga tiket pesawat udah kayak harga naik bus antar propinsi atau kereta. Apalagi banyak penawaran promo, jadi udah lumayan terjangkau banget. Kayak kemarin pas lebaran tahun lalu pulang ke Jawa dan baliknya ke Batam, saya  menggunakan pesawat dengan maskapai Citilink. Menyadari kalau saat itu adalah arus balik, maka saya mencoba memanfaatkan fasilitas Citilink Web Check In. Bener aja, saat akan check in bagasi suasana counter Juanda gak ada bedanya sama pasar. Rame bange padahal masih jam 04.00 pagi, kayaknya pada tidur bandara.

Terus pas pulang ke Jawa lagi bulan Nopember kemarin saya kembali menggunakan fasilitas ini karena waktunya mepet, jadi pukul 12.00 waktu Singapura atau pukul 11.00 WIB saya masih ada di Harbourfront menunggu jadwal pulang ke Indonesia dan pukul 14.00 saya udah harus ada di Bandara Hang Nadim untuk terbang ke Surabaya.

Baca : Backpacker Hemat Singapura

Jadi dua kali pakai fasilitas web check in ini solutif banget kalau menurut saya, soalnya bisa memperpendek waktu check in di counter. Lho? Emangnya kalau udah check ini online masih harus ke counter ya? Iya dong karena kita harus verifikasi dan check in bagasi untuk mendapatkan boarding pass.

Caranya mudah aja kok, gak ribet banget.

1. Masuk ke Citilink Web Check In - https://book.citilink.co.id/SearchWebCheckin.aspx ;

[Web Check In]
2. Masukkan Nomor Konfirmasi dan nama belakang. Untuk nomor konfirmasi kita dapatkan dari kode booking di e-ticket. Untuk yang pesan tiket di situs booking online seperti Traveloka kode bookingnya ada 6 digit. Lalu input nama belakang kamu;

[Booking Code digunakan untuk check in online di Web Check In]
3. Nanti otomatis data kita akan muncul. Lalu centang check in di rute tujuan kita dan jangan lupa pilih seat ya. Kalau saya kemarin karena harus transit dan ingin duduk bersebelahan dengan sepupu maka saya pilih SUB-CGK untuk pilih seat;

[Tampilan web]

4. Ohya untuk maskapai Citilink kita akan kena charge Rp. 30.000 jika melakukan booking seat. Tapi kalaupun memang cuma mau check in aja dan gak pilih kursi, gak perlu bayar alias gratis kok, lalu yang terakhir;

5. Pastikan semua sudah di cek untuk melakukan pemesanan. Tinggal oke oke oke. Selesai deh.

Mudah kan? Mudah banget, apalagi gak ribet juga. Kalau sudah check in online artinya data kita sudah terekam di servernya bandara, gak akan khawatir ketinggalan pesawat deh. Tapi meskipun begitu kamu juga harus tetap disiplin sama waktu, ya. Kan lebih baik menunggu daripada ditinggal. Belajar untuk menghargai waktu adalah cerminan diri manusia yang baik. Tsah. 

Semoga bermanfaat, ya!

Note : Semua gambar di atas adalah milik pribadi dan tanggalnya sudah expired.

Minggu, Januari 15, 2017

Running Trail di Bukit Kura-Kura Onga'kan

  3 comments    
categories: 
[Spot yang bagus untuk foto-foto]
Tempat hits lainnya setelah Kampoeng Anggrek adalah Bukit Kura-Kura Onga'kan yang ada di Besowo. Daerah paling ujung timur Kediri yang berbatasan dengan Kasembon- Malang. Kemarin saya berkunjung ke tempat ini untuk menemani teman yang sedang running trail pertamanya di tahun 2017 untuk persiapan running Tawangmangu.

Saat itu hari Minggu dan cuaca cukup mendukung untuk melakukan kegiatan running. Kami berangkat pukul 08.00 pagi dari Pare menuju Besowo. Padahal nih masing-masing dari kami belum ada satupun yang pernah berkunjung ke Onga'kan. Akhirnya dengan mengandalkan GPS sebagai petunjuk jalan kami bersiap untuk berangkat. Rute yang kami tempuh dengan mengikuti GPS adalah Pare-Gadungan-Manggis-Sepawon-Puncu. Setelah hampir 1,5 jam perjalanan nyatanya Onga'kan tak kunjung terlihat. Bahkan kami harus menempuh jalanan berbatu jika mengikuti arahan dari GPS.

Hingga akhirnya kami berjumpa dengan seorang bapak yang sedang bongkar muatan,

"Mau ke onga'kan? Salah jalur! Jangan ikuti GPS karena sudah banyak yang tertipu. Ini rute untuk motor trail. Lewat saja Kepung sampai bertemu dengan patung Rinjing nanti belok kanan, lurus, sudah itu Onga'kan".

Akhirnya kami putar balik dan saya sempat menyuarakan sumpah serapah karena kecewa. Syem. Baru kali ini saya dibablasin sama GPS sampe separah ini. Haha. Hingga akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB kami sampai di latar ombo atau centre point Onga'kan. Tidak menunggu lama, si kawan langsung bersiap untuk pemanasan dan akan lari dari centre point hingga puncak Onga'kan. Saya? Tentunya naik motor dong ke atas. Haha.
[mestakung]
Jarak antara centre point dan puncak Onga'kan kurang lebih 5 km, tentunya dengan contour tanah yang menanjak dan rusak, karena memang infrastrukturnya masih belum sempurna untuk tempat wisata. Masih jalan setapak yang dibuat sekenanya asal bisa dilewati dan sama sekali belum ada jalan paving yang bagus untuk memudahkan pegunjung. Ohya, jarak centre point dan gerbang masuk Onga'kan adalah 3 km dan sisanya 2 km. Terbayang? Teman saya running sekitar 58 menit untuk menempuh jarak 5 km. Sedangkan saya sekitar 35 menitan dengan naik motor. Eh bahkan beberapa kali ada yang terjatuh karena tidak fokus dalam berkendara.

Tiket masuknya murah meriah aja, goceng untuk satu orang dan tiga ribu untuk motor. Bisa gratis juga sih kalau bilang anak bupati. haha. Disini kita juga bisa mengistirahatkan motor sejenak, soalnya kan sudah pasti mesinnya panas karena dipakai trail. Apalagi kalau motornya matic kayak yang saya pakai. Pulang langsung servis kayaknya sih.

Konter tiket
Sesampainya di atas, ternyata kondisinya rame pol! Ya memang sih saat itu hari libur jadinya gak bisa disalahkan juga kalau sampai penuh, bahkan saking ramenya saya gak punya kesempatan untuk mengambil gambar tanpa bocor. Pupus sudah niat untuk eksis di tempat paling hits se jagat Besowo. Namun tak masalah, masih ada lain waktu untuk menikmati Onga'kan tanpa kebocoran pandangan.

Harapannya saya sih kedepannya akan ada banyak fasilitas untuk wisata ini, ya. Seperti akses jalan yang lebih bagus dari sebelumnya, MCK, tempat parkir dan tentunya para pengunjung juga disiplin kalau lagi ada di tempat wisata.

Segitu dulu deh ya, kapan-kapan kita jalan-jalan dan cerita lagi. 
Bukit Kura-Kura Onga'kan, Besowo, Kediri. 

 

Cantiknya Warna-Warni Bunga di Wisata Kampoeng Anggrek Kediri

  14 comments    
categories: 

Akhirnya setelah sekian lama cuma dipamerin foto-foto wisata baru di kampung sendiri oleh teman, kemarin saya bisa singgah di salah satu wisata yang sedang hype bagi kalangan masyarakat Karisidenan Kediri. Wisata ini dikenal dengan nama Kampoeng Anggrek dan berada di kawasan Wisata Gunung Kelud, tepatnya berada di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar. Lokasinya berada sebelum pintu masuk Gunung Kelud, buat yang gak notice sama rambu lokasi pasti kebablas soalnya memang gak begitu nampak sih ya.
[Pemandangan Wisata Kampoeng Anggrek dari ketinggian. Foto : Fatkhi]
Saya pergi ke wisata ini bersama tiga teman yang lain, Fatkhi Rizkya, Ria Lyzara, dan Sasky Dwi. Fatkhi dan Ria adalah teman saya saat SMA sedangkan Sasky adalah teman masa SMP, sebetulnya kami sering janjian untuk jalan bareng tapi baru kali ini bisa terlaksana. Setelah debat alot di grup chat yang secara mendadak terbentuk kami memutuskan untuk berkunjung ke Kampoeng Anggrek. Padahal masing-masing dari kami belum pernah sama sekali datang ke tempat ini, jadi hanya mengandalkan informasi yang ada di internet dan saya menggunakan GPS untuk bisa sampai di lokasi dengan tepat. Eak.

Lokasi Kampoeng Anggrek sendiri tidak berada di pinggir jalan raya, tapi berada di perkampungan yang agak jauh dari jalan utama. Tapi gak perlu bingung, soalnya kalau sudah masuk area ini papan petunjuk ada banyak dan jelas kok, jadi dijamin gak akan kesasar. 

Begitu sampai di lokasi kami membayar tiket Rp 26.000 untuk 4 orang dan 3 sepeda motor. Jadi tiket masuknya Rp 5.000 dan parkir Rp 2.000. Murah meriah, kan?. Saat kami datang petugas parkir bilang, "Pas banget mba datang hari ini, kemarin penuh sampai gak bisa gerak". Memang saat itu kami datang 2 hari, tepatnya hari Selasa setelah libur panjang Natal dan tahun baru yang dibarengi dengan libur sekolah. Makanya pantas aja kalau sempat membludak pengunjungnya. 
[Foto : Fatkhi]
Begitu masuk ke area Kampoeng Anggrek, kami disuguhi oleh pemandangan taman dengan berbagai macam tumbuhan seperti nanas dan bunga bermacam warna. Ohya sebetulnya area wisata ini tidak begitu luas, tapi karena penataannya yang apik saya merasa kalau tempat ini luas banget. Ada dua lokasi taman anggrek dan tanaman lainnya seperti bunga-bunga dalam pot. Menurut saya di sini adalah spot favorit para pengunjung untuk berpose. 
[Berbagai macam bunga. Foto : Silviana]
Sayangnya saat itu cuaca tiba-tiba mendung dan turun hujan, jadinya kami lebih banyak berteduh daripada explore lokasi. Namun menurut saya kampoeng anggrek sendiri merupakan tempat wisata yang friendly untuk dikunjungi, baik oleh anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Soalnya kalau kita datang ke tempat ini tidak terlalu membutuhkan effort besar seperti mendaki gunung atau lembah. Tempatnya landai dan jalan-jalanable kok. Selain itu ada wahana untuk anak-anak juga. Eh gak cuma itu aja ding, ada beberapa kandang hewan seperti bebek, angsa, ayam, dan monyet. Ada yang menarik juga nih dari wisata ini karena ada patung kingkong raksasa yang terbuat dari jagung.
[@saskydwi. Eh cek instagramnya ya!]
[Silvi, Fatkhi, dan Ria. Foto : Sasky]
Setelah hujan sedikit reda, kami berempat memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang. Hujan-hujan rasanya bikin perut jadi lapar. Sayangnya kami agak sedikit kecewa dengan hidangan yang ada di kantin ini. As you know, hampir di semua tempat wisata itu kebanyakan penjual kudapan gak mikirin soal kualitas barang yang dia jual. Jadinya kan pembeli kecewa sama pelayanannya. Setelah selesai makan siang yang mengecewakan dalam segi kuantitas dan rasa itu kami pergi untuk sholat dhuhur di mushola dan pulang.
[Kantin Kampoeng Anggrek]
Over all sih tempat wisata ini bagus untuk dikunjungi untuk bikin rileks pikiran. Suasana dan cuaca mendukung banget karena udaranya sejuk dan bikin fresh. Eh kalau mau beli bibit atau bunga juga bisa loh. Jadi, kamu mau ke sini kapan?.

Kampoeng Anggrek Kediri
Buka sepanjang hari Senin- Sabtu, pukul 08.00-17.00 WIB.



Rabu, Januari 04, 2017

Pâtisserie Achmad Aris Udagawa Kediri

  14 comments    
categories: 
Beberapa bulan tidak tinggal di Kediri, ternyata sekarang udah banyak banget tempat baru yang asik buat nongkrong. Mulai dari yang receh-receh sampai yang bagus-bagus. Salah satunya tempat ini, Pâtisserie Achmad Aris Udagawa yang lokasinya di Kediri Kota. 

Tempatnya gak terlalu besar dan didominasi warna coklat tua, rasanya kayak ngasih kesan hangat. Ohya, ini tempat spesial yang menyediakan kue-kue Prancis dan Jepang. Kabarnya si owner juga belajar bikin kue ini sampai ke negeri Sakura. 

[Pâtisserie AU tampak depan]
[Special France & Japanese Cake]
Pâtisserie tampak dalam punya dua set meja kursi dan menurut saya pemilihan kursinya sengaja dibuat begitu supaya pengunjung tidak berada lama di tempat ini. Jadi menurut hemat saya sih cake shop ini didesain tidak untuk kongkow dalam waktu yang lama. Jadi ya sekedarnya saja dan supaya pengunjung bisa bergantian jika memang ingin makan di tempat. 
[Pâtisserie tampak dalam]

Sebagai cake shop tentunya di sini menyediakan banyak varian kue yang nyum banget. Mulai dari kue kering sampai kue basah yang creamy dan legit. Kayak ini contohnya;


[Japanese Pudding]
[Macaron]



[Eclair Macha dan Chocolate]

[Fruits Roll & Japanese Roll]

[Baca aja ya, susah ngetiknya-he]






Tertarik untuk mampir? Pâtisserie AU bisa ditemukan di Jalan Pangliman Besar Sudirman No. 37, Ringin Anom, Kec. Kediri Kota, Jawa Timur. Depan Sate Pak Siboen, pokoknya sekitaran alun-alun kota atau masjid Agung Kediri. Buka setiap hari ya!