Rabu, Maret 29, 2017

Tips Memperbaiki Motor Mati Total Akibat Terendam Banjir

  6 comments    
categories: 
Tarik napas panjang, keluarkan. Ulangi hingga beberapa kali sampai hati dan pikiran rileks. Intinya kalau kena musibah jangan sampai panik, bukannya mendapat solusi, panik malah akan menambah beban pikiran, ya kan.

Jadi ini adalah cerita pengalaman pertama dan semoga sekaligus terakhir buat saya serta motor kesayangan yang selalu menemani kemanapun kaki ini melangkah pergi. Motor yang jadi saksi proses selesainya penelitian skripsi hingga yang menemani interview kerja di luar kota.

Terhitung sejak satu minggu yang lalu saya berada di Malang untuk liburan dan menghadiri acara bersama blogger Ngalam. Sejak Jum'at cuaca Malang mulai gak bersahabat soalnya sebentar hujan sebentar panas. Jadi bingung mau pergi-pergi padahal mau jalan ke tempat baru yang asyik di Malang. Akhirnya rencana tinggalah rencana, kenyataanya saya terdampar di kosan selama berhari-hari, tiduran sambil streaming Cinta dan Rahasia di Zulu dan hanya keluar untuk membeli makan.

Beruntungnya pada saat hari Sabtu cuaca cerah dan berawan. Padahal hari-hari sebelumnya Malang hujan sepanjang hari, mulai dari siang sampai malam. Wah, hari yang bagus untuk menghadiri acara di Batu. Tapi ya begitulah, Malang Raya kalau udah masuk weekend gak kalah macetnya sama kota besar lain. Tapi beruntung saya gak kena macet dan sudah sampai di lokasi acara lebih awal. Tapi saat acara selesai, hujan datang tanpa diundang dengan intensitas sangat deras. Mau gak mau saya harus menunggu hujan sedikit reda untuk bisa pulang, soalnya kan saya bawa motor. Sudah menunggu lama sayangnya hujan gak kunjung reda, akhirnya dengan ditemani gerimis tipis saya nekat pulang kembali ke Malang dengan menggunakan jas hujan.

Baca Juga : Menikmati Weekend di ZAMZAM Hotel & Convention Batu

Sialnya rintik hujan gak reda sama sekali, padahal Batu- Malang dinginnya gak ketulungan ditambah kondisi arus lalu lintas macet parah. Tapi memang disetiap kesusahan selalu ada kebahagiaan meskipun sedikit. Waktu perjalanan saya lihat langit, warnanya jingga subhanallah cantik banget. Langit senja yang indah diantara bumi yang hectic. Sayangnya sih ga sempat foto, cuma dicapture oleh mata dan kenangan. Hehe.

Sampai kosan saya langsung mandi dan setelah maghrib pergi lagi untuk membeli makan. Lagi-lagi hujan turun dengan derasnya dan lama. Akhirnya 'kebetheng' sampai agak malam, waduh padahal kosan ditutup jam 21.00. Jadinya maksa banget harus pulang soalnya dikejar sama waktu. Kondisinya saat itu memang sudah agak reda, tapi pas udah di tengah perjalanan hujan turun lagi. Bahkan sebentar aja saya udah basah kuyup. *nangis-kedinginan.

Malang banjir bandang bahkan beberapa ruas jalan ditutup soalnya air udah naik lumayan tinggi. Bisa bahaya kalau sampai ada kendaraan melintas, bisa mogok mendadak. Saat masuk gang kosan saya gak aware soal kondisi jalan, lupa kalau jalan ini agak turun lalu naik. Saya jalan terus dengan kondisi motor masih menyala, ngira genangannya gak tinggi. Tiba-tiba saja motor mati mendadak, lalu saya turun dari motor. Loh! Air udah sepinggang!. Buru-buru dorong motor sampai kosan.

Akhirnya dengan dibantu Ilham dan teman-temannya, motor saya dieksekusi dengan cara dikeluarkan airnya dari knalpot. Kaget aja kalau hasilnya bisa dapat satu timba ukuran sedang. Walah ini motor tau aja kalau lama gak basah-basahan, sekalinya basah langsung berendam. Satu malam motor sama sekali tidak dinyalakan, besoknya baru bawa ke bengkel. Kemarin itu saya melakukan pertolongan pertama dengan mengganti oli terlebih dulu.

Sayang banget bengkelnya bukan bengkel resmi, soalnya hari Minggu operasionalnya cuma setengah hari aja. Jadi saya bawa ke bengkel- bengkel biasa. Biayanya gak terlalu banyak kok cuma sekitar 200K, mulai dari ganti filter, ganti oli mesin 2 kali, ganti oli gardan, dan benerin injeksi. Yup motor saya matic-injeksi. Jadi ada sedikit tips buat siapa aja yang motornya berendam kayak saya;

1. Saat motor mendadak mati jangan sekalipun dinyalakan mesinnya, soalnya nanti bisa korosi. Kan mesi sedang dalam kondisi basah, tunggu aja waktu udah lumayan kering.


2. Pertolongan pertama saat mesin sudah kering, kamu bisa ganti olinya dulu. Tap oli yang tercampur air, lalu isi dengan oli baru. Nanti disitu silakan coba dinyalakan motornya. Terus tap lagi dan isi oli baru. Jadi 2 kali ganti olinya, yang pertama gunanya untuk mencuci mesin sedangkan yang kedua untuk pengisian seperti biasa.


3. Saat diganti oli, motor saya sudah mau nyala tapi starternya sama sekali ga bisa dipakai. Jadi pakai starter kaki (apa sih sebutannya- ya itulah).

4. Udah mulai give up akhirnya solusi tetap dibawa ke bengkel dan setelah dicek maka harus ganti filter karena filternya basah kuyup. Selain itu juga saya minta untuk dilakukan pengecekkan terhadap mesinnya, sekalian ganti oli gardan.


5. Besoknya saya cek ulang di bengkel resmi untuk servis berkala.

Tapi kalau bisa sih langsung aja ke bengkel resmi motor kamu, biar gak bolak-balik kayak saya. Yah ini adalah pengalaman yang sangat berharga buat saya, intinya saat melakukan sesuatu harusnya dipikir dua kali dulu sebelum bertindak. Semoga ini terakhir kalinya punya pengalaman buruk kayak gini.

Bukan Lagi CDMA Smartfren Luncurkan Kartu 4G GSM+

  2 comments    
categories: 
Ngomongin soal provider tentunya kita sebagai pengguna pasti milih yang murah dan punya penawaran bonus yang menarik, kan. Apalagi kalau gawainya udah kekinian, pastinya kita pengen pakai provider yang bisa mendukung aktivitas di social media yang kita punya. Terus sekarang ini kebutuhan akan kepemilikan smartphone juga tinggi banget, 1 orang bisa punya lebih dari satu gawai. Melihat peluang ini Smartfren menghadirkan kartu perdana 4G GSM+ yang bisa dipakai di smartphone 4G LTE GSM, non CDMA.

Serunya Smartfren Community Gathering Surabaya

Wih semakin kece aja nih, secara saya udah sejak zaman kuliah in touch sama produknya. Mulai dari kartu modemnya buat mendukung tugas-tugas kuliah sampai ke HP Andromaxnya. Terus sekarang makin asyik lagi soalnya layanan Smartfren bisa dipakai di semua handphone 4G LTE GSM mulai dari entry level class hingga premium class dengan frekwensi 2300 dan 8500 MHz. GSM+ ini merupakan starter pack yang dihadirkan eksklusif bagi para pemegang perangkat smartphone ini,  Samsung Note 5, Samsung A, J, S series, Lenovo Vibe K5 dan K5 Plus, Lenovo K6 Power dan Note, Lenovo A6010, OPPO, dan Motorola Z series.


Nah kalau HP mu termasuk dalam list di atas, buruan bawa ke Galeri Smartfren di daerahmu. Cukup dengan menunjukkan HP nanti kamu bakalan dapat kartu perdana gratis dengan total bonus 37 GB selama setahun. Terus kalau kartunya udah diaktivasi kamu bakalan dapat 3 GB bonus pertama, bonus ini bisa diklaim via aplikasi MySmartfren. Jangan lupa juga buat top up pulsa 60K biar dapat 10 GB dan percaya gak percaya pulsa ini gak akan hangus dan tetap ada. Soalnya guna dari top up hanya untuk unlock bonus yang bisa dipakai 24 jam selama 30 hari. Jadi tiap kamu top up 60K nanti dapat bonus 2GB dan kamu bisa isi ulang sebanyak 12 kali.

GSM+ ini kepanjanganya Gaya Semaumu yang merupakan kartu baru dan hanya bisa dipakai di satu smartphone saja. Soalnya kalau sudah di aktivasi, chip di dalam kartu tersebut akan mengikat IMEI di smartphone kita. Tapi tenang aja kartunya masih bisa dipakai untuk smartphone lain juga kok tapi dengan catatan tidak dapat menikmati bonusnya. Jenis simcardnya ada 3 tipe, macro/ sim biasa, micro dan nano jadi menyesuaikan sama kebutuhan kamu.

Dengan diluncurkannya GSM+ ini, Smartfren pelan-pelan mulai meninggalkan image CDMA dalam dirinya. Bahkan kabarnya sebentar lagi Smartfren hanya akan punya jaringan 4G saja, sejauh ini sih coverage Smartfren sudah bagus di wilayah kota dan kabupaten.

Besok antar ibu ke Galeri Smartfren deh, soalnya beliau seneng banget main Instagram. Bisa-bisa gak berhenti lihat akun Syahrini gara-gara bonus dari Smartfren gak habis-habis


Senin, Maret 27, 2017

Menikmati Weekend di ZamZam Hotel & Convention Batu

  8 comments    
categories: 
[dibuat dengan canva]

Eh kamu tau gak sih Malang Raya khususnya Batu itu kalau udah masuk weekend macetnya udah sama kayak kota metropolitan lho. Kendaraan besar macam bus dan pribadi dari luar kota desak-desakkan masuk ke kota yang punya segala macam wisata ini. Makanya kemarin itu saya sama beberapa teman- teman dari Blogger Ngalam, melipir aja menikmati suasana weekend di salah satu tempat yang asyik sambil menikmati indahnya suasana pegunungan. Ceritanya sih menghindar dari hingar bingar Batu yang lagi berisik.
[ZAMZAM tampak depan]
Ini pertama kalinya saya datang ke ZAMZAM, pas lihat bangunannya sih saya langsung suka, soalnya punya kesan hangat dan banyak tanamannya. Batu udah adem jadi makin adem. Apalagi pas lihat lobbynya saya langsung terkesan karena ornamentnya ala klasik yang punya paduan warna kayu coklat muda semi emas untuk tembok dan coklat tua untuk tangga serta beberapa furniture yang ada. Eh sejauh mata memandang juga gak ada space kosong, tapi semua tertata dengan apik dan cantik.

[Mba Nita di tangga yang teralisnya kece]
ZAMZAM Hotel & Convention, udah pasti kalau denger nama ini langsung ingat sama air suci yang ada di Mekah. Ternyata memang filosofi dibangunnya tempat ini inspirasinya dari sana. Letak hotel yang dekat dengan berbagai macam tempat wisata hits Batu juga jadi nilai tambah sih kalau lagi liburan di sini. Jadi barengan merasakan dingin- sejuknya suasana pegunungan sambil menikmati hotel dan pemandangan hijau yang menyegarkan mata.
[Lounge]
Hotel yang ada di bawah naungan PT. ZAMZAM Selomas Group inimerupakan hotel bintang tiga yang sudah tersertifikasi dan sudah tergabung dalam beberapa penyedia jasa booking hotel online. So, kalau memang mau ke Batu bisa cek-cek buat staycation di sini. Fyi sih hotel ZAMZAM ini punya 3 lantai yang terdiri dari 76 unit kamar dengan 7 tipe kamar yang pastinya memanjakan pengunjungnya.
[ZAMZAM tampak belakang]
Gak cuma itu aja, di ZAMZAM juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti  lounge, resto, kolam renang, meeting room yang namanya diambil dari nama-nama gunung di Indonesia, tempat parkir yang luas pastinya, lapangan futsal, kids play dan yang paling penting nih ZAMZAM punya masjid sendiri di area hotel. Masjid ini gak cuma buat tamu hotel aja tapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar di lingkungan hotel untuk sholat 5 waktu dan juga sholat Jum'at. Jadi buat yang muslim ga perlu worry kalau lagi stay di ZAMZAM.
[Masjid Al Zam-Zami]
Eh 7 tipe kamar tadi masing-masing punya luas yang berbeda namun tingkat kenyamanannya sama. Soalnya nih ZAMZAM pakai kasur yang digadang-gadang kalau udah rebahan, bakalan malas bangun saking nyamannya, jadi mager gitu maunya tiduran aja. Feels like home banget ye kan.

Superior, ini kamar yang paling kecil dari semuanya. Punya luas 35 m2 dengan 1 double bed atau 2 single bed.
[Mau tidur ya?]
Deluxe, hampir sama dengan superior hanya beda di luasnya saja, yaitu 40 m2.
[bobok-able]

Executive suite, 1 king bed. Luasnya 49 m2.


Family Standart (Fam-S), 2 king bed dengan luas 63 m2. Bisa dihuni 4 orang.
[Bisa buat rame-rame]

Family Deluxe (Fam- D), 2 king bed dengan luas 63 m2.

Junior Suite, king bed dengan luas 56 m2.
[Sumber : http://www.zamzamhotel.com/rooms/class/junior-suite.htm]
Deluxe Suite, the one and only di ZAMZAM. Paling luas diantara semuanya yaitu 64 m2.
[Udah kayak rumah lengkap sama meja tamu]
Semua kamar punya fasilitas telepon, TV cable, deposit box, lemari es, shower, toiletries, serta extra balkon atau teras dengan view taman atau pemandangan pegunungan. Selain itu di tipe kamar executive, junior suite, deluxe suite tersedia bathup di kamar mandinya. Peringatan keras untuk semua tamu, kamar di ZAMZAM ini bebas rokok, karena sudah ada tempat khusus untuk merokok yang disediakan oleh pihak hotel. Nah kalau masih ada yang nakal, bisa kena punishment 500K dan uang denda ini nantinya akan disumbangkan kepada anak yatim yang ada di Batu.
[Mas Tommy lagi menikmati sofa super empuk di salah satu kamar]
Ohya, semua rate yang dikenakan kepada tamu sudah include sarapan. Jadi gak usah bingung pagi-pagi cari sarapan di luar hotel. Apalagi nih restonya juga keren loh ada di lantai 3, lantai paling atas. Namanya Panderman resto, sarapan sambil menikmati pemandangan hijau Panderman. Surga dunia.
[Salah satu teras]
[Pemandangan taman]
[Panderman Resto]
Buat menunya di sini juga ada banyak macamnya, mulai dari oriental, Eropa, Tradisional, dan lain-lain. Pokoknya lengkap, "palugada- apa yang lu mau gue ada" kalau kata pak Asep. Eh, selain showing room kemarin kami juga diajak sampai ke dapur-dapurnya juga! Jadi tahu deh rahasia dapur ZAMZAM Hotel. Di sini semua masakan dibuat sendiri oleh chef dan timnya, mulai dari appetizer, main course, dan juga dessertnya. Jadi sudah dipastikan mutu dan kualitasnya pasti terjamin.
[Meracik]
Ohya semua masakan di sini juga gak pakai MSG loh. Cocok buat yang mulai belajar makan vegetarian tingkat dasar kayak saya, diawali dari puasa msg selamanya. Pas masuk ke main kitchen kami juga lihat para chef lagi masak, eh gak taunya tercium aroma harum dari pantry. Ternyata ada kakak-kakak yang lagi buat kue. Wah jadi ingat zaman kecil di rumah mbah uti pas mau lebaran buat kue-kue kayak gitu. Hehehe.

[Pool dengan kedalaman 1,5- 2 meter untuk dewasa]
Eh di sini kan ada kolam renangnya ya, kalau mau renang bisa juga meski gak nginap di ZAMZAM. Soalnya memang dibuka untuk umum mulai jam 08.00- 14.00 WIB. Harganya juga terjangkau, cukup dengan 30K saja kita sudah bisa renang serta dapat fasilitas welcome drink dan handuk pula. 

Jadi kapan kita bareng-bareng nginap di ZAMZAM? Kuy!

Terimakasih untuk pihak ZAMZAM Hotel & Convention sudah mengundang kami untuk showing room dan seru-seruan bareng.

Hotel ZAMZAM & Convention
Jalan Abdul Gani Atas, Kota Wisata Batu
Telepon : 0341- 591148, 591149
info@zamzamhotel.com
www.zamzamhotel.com
@zamzamhotel_batu





Selasa, Maret 21, 2017

Treatment Menumpas Bibit Acne di Karadenta Klinik Malang

  No comments    
categories: 
Memasuki usia 20++ saya sebetulnya sudah mulai worry sama kesehatan kulit wajah. Soalnya memang sejak dulu saya acuh sama yang namanya perawatan, ya merawat cuma sekedarnya aja. Terus sekarang baru kena batunya, kadang waktu di foto wajah keliatan kusam karena seringnya terpapar matahari dan debu jalanan. Selama ini sih merawat muka hanya membersihkan dengan pembersih muka non alkohol dan cuci muka dengan air biasa, sudah. Padahal pada kenyataanya itu saja sama sekali gak cukup buat melindungi kulit.

Akhirnya kemarin saya memberanikan diri untuk ikut perawatan wajah di Karadenta Klinik Malang yang lagi soft opening. Ohya Karadenta ini merupakan skin care klinik khusus wanita aja ya. Perawatan yang ditawarkan bermacam-macam, tapi kemarin saya nyoba buat perawatan wajahnya. Setelah berjumpa dengan dokter di Karadenta, wajah saya di foto dengan menggunakan alat bulat yang menyala. Setelah menunggu beberapa saat di komputer akan muncul hasil penilaian dari wajah kita dan hasil tersebut akan menentukan tipe wajah serta perawatan apa yang cocok untuk kita lakukan. Mulai dari usia wajah, kerutan, flek, bibit acne, kelembaban dan lainnya.

[Persiapan]
[Alatnya nih menyala begini- agak hangat saat wajah masuk ke sini]
Hasil dari wajah saya agak menyedihkan karena terlihat setahun lebih tua dari usia sebenarnya. Kerutan sudah mulai ada dan hampir 50% OMG!, kelembaban 80%, dan bibit acne sudah mulai muncul di sekitar jidat. Tapi over all sehat dan tipe kulit saya masuk dalam kategori normal. Kemudian saya diberi pilihan untuk menjalani treatment whitening atau mengusir bibit acne. So pasti saya pilih untuk yang mengusir acne dong ya. Setelah semuanya oke, saya diminta untuk masuk ke ruang treatment dan di sana sudah ada terapis yang menunggu dengan senyumnya yang ramah. 

[Berjumpa dengan sophiamega.com- dia sudah selesai treatment, saya belum]

Terapis yang menangani saya namanya mba Yuni, sebelum dilakukan treatment wajah saya di foto dulu dan begitu pula ketika sudah selesai. Tujuannya untuk melihat seberapa besar perubahan ketika melakukan treatment. Pertama kali wajah saya dibersihkan dulu karena sebelumnya saya pakai skin aqua- sejenis sunblock serta lipbalm. Setelah itu mulai dilakukan eksekusi. HAHA

[after treatment]
Ada beberapa perawatan yang dilakukan salah satunya dengan menggunakan laser untuk mematikan bibit acne supaya tidak tumbuh. Ohya di Karadenta ini semuanya sudah menggunakan alat canggih untuk treatmentnya. Meskipun agak takut tapi all good dari awal hingga akhir dan yang paling penting wajah saya terasa lebih ringan dari sebelumnya. Jadi seneng banget pegang pipi soalnya kerasa kenyal dan halus, terus kalau di foto juga kelihatan lebih glowing. aak! asyik.

Seneng deh pokoknya. Nah buat kamu yang mau coba treatment di Karadenta biar wajahnya menul-menul kayak saya nih, bisa datang ke alamatnya langsung yak.


Karadenta Klinik Malang
Ruko WOW Blok AP1/15, Sawojajar, Malang (Sebelah Godbless Cafe)
Senin- Sabtu, pukul 10.00 s/d 18.00 WIB.

www.karadentaclinic.com
Instagram : @karadentaclinic
Twitter : @karadentaclinic
Facebook Page : Karadenta Clinic
Youtube Chanel : Karadenta Clinic

Senin, Maret 20, 2017

Menilik Rumah Dinas PTPN X Pabrik Gula Kediri

  28 comments    
categories: 

[Dibuat dengan canva]
Weekend yang asyik seperti biasanya, kali ini dapat kesempatan buat bedah rumah dinas punya PTPN X di Kediri. Sebetulnya gak ada acara khusus, cuma antar salah satu teman yang lagi penelitian soal bangun ruang rumah- rumah dinas pabrik gula, soalnya memang dia jurusannya arsitek dan lagi proses skripsiehhh. Sedangkan fungsi saya ada di sana adalah untuk jadi tukang foto dan video kalau dia lupa detail rumahnya. Padahal saya blas sama sekali nggak ngerti konsep dasar arsitek, saya taunya cuma rumah dinas PTPN itu oldies dan bagus buat objek foto, sudah. 
[maunya jadi kepala ADM- waks]
Saat itu hari Sabtu dan hanya dua lokasi pabrik gula yang kami datangi, yaitu PTPN X PG Ngadirejo dan PTPN X PG Meritjan. Awalnya kami datang ke Ngadirejo terlebih dulu karena memang lokasinya yang lumayan jauh dari rumah, setelah mengurus perijinan dan sembarang kalirnya kami diberi ID card tamu. Setelah negosiasi dengan pihak terkait kami mulai diantar untuk berkeliling melihat rumah dinas milik kepala administrasi. Rasanya sudah seperti famstrip atau kayak tuan tanah yang lagi hunting rumah tua untuk dibeli.

[Rumah Kepala ADM PG Meritjan]
[Tampak depan]
Namanya rumah dinas bentuk-bentuknya hampir sama semua, seperti pintu, jendela, dan juga kombinasi warnanya. Bedanya cuma di luas tanah, bangunan dan perabotan. Kalau rumah kepala adm tentu lebih besar dari rumah karyawan. Ya seperti itulah, strata. Nah dari semua bagian rumah dinas ini yang paling menarik buat saya itu bentuk jendelanya. Classic antique. Jadi kalau masuk rumah ini kayak time traveller gitu, kayak kembali ke masa lalu.
 
[lawas]

[Tirainya asyik]

Selain itu suasana rumah lawas emang kentel banget rasanya, kentel ademnya, kentel tuanya dan kentel rasa horornya. Soalnya rumah dinas kayak gini kan memang jarang dihuni, apalagi pabrik gula memang rasanya tidak semenarik dulu lagi. Kemarin saya juga lihat beberapa rumah dinas dibiarkan kosong dan otomatis tidak terawat. Sayang banget ya kan. Sempat terpikir kenapa gak dikontrakan aja, kan enak bisa nambah-nambah biaya operasional. Haha *anak ekonomi mikirnya untung-rugi. Tapi balik lagi ini kan milik BUMN jadi gak bisa sembarang orang yang keluar masuk area pabrik.

Huah kapan ya bisa punya previlage jadi penghuni rumah-rumah jadul ini?.

Kamis, Maret 09, 2017

Menikmati Keindahan Sisa Erupsi Gunung Kelud

  53 comments    
categories: 
[Tulisan ini sebetulnya re-make aja dari post saya sebelumnya di blog eksplorekediri. Tapi karena blognya gak pernah di isi jadi saya tutup. Hehe]

[@hani.izza dan @silviananoerita]
Ohya tulisan ini juga saya khususin buat Hani Alifatin Izza, teman yang saya kenal saat KKN 2014 dan bersahabat hingga sekarang. Tepat dua tahun yang lalu, Hani menginap di rumah kami, Kediri.

Siapa yang tak kenal dengan Gunung Kelud ? Tahun 2014 yang lalu, namanya kondang di seluruh pelosok negeri karena untuk kesekian kalinya Kelud mengalami erupsi dahsyat yang mengakibatkan wilayah Kediri dan beberapa kota lumpuh total karena diguyur hujan pasir, abu, dan batu kerikil. Kelud mengalami erupsi di malam hari dan membuat malam sangat mencekam.
Dua tahun berlalu Kelud mengalami pemulihan secara perlahan. Pepohonan dan rumput yang sebelumnya meranggas terkena panas lava pijar mulai tumbuh dan hijau kembali. Setelah sekian lama ditutup, wisata Gunung Kelud pun akhirnya dibuka untuk umum.

Baca juga : Mendaki Gunung Kelud Kediri

Kelud atau Kelut yang dalam bahasa Jawa memiliki arti sapu ini terletak di tiga perbatasan, yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Lokasi Gunung Kelud ini kurang lebih 30KM dari pusat kota Kediri dan berada di Kecamatan Ngancar. Kelud sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak gunung merapi yang masih aktif di Indonesia.

Rute menuju Gunung Kelud dapat diakses melalui beberapa jalur, yaitu  dari kota Kediri, dari Simpang Lima Gumul menuju Plosoklaten, dan dari Pare. Perjalanan menuju Kelud sangat mudah karena akses jalannya yang sudah bagus, untuk tiket masuk Gunung Kelud sangat murah dan tidak akan menguras kantong. Cukup dengan membayar Rp 8.000/ orang dan Rp 2.000/ motor kita sudah bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang dititipkan di bumi Kediri ini.

[Sisa erupsi membentuk pemandangan yang cantik]
Jalanan berkelok dan pemandangan yang menyegarkan mata menjadi bonus perjalanan menuju Gunung Kelud. Setelah beberapa kali berkunjung ke Kelud, ini adalah pertama kalinya saya mencoba Misterious Road. Ohya tempat ini dinamakan misterious road karena memang jalan ini adalah jalan tanpa gravitasi. Jadi tuh gini ceritanya, jalan gunung itu kan naik yah terus buat buktiin apakah di sini beneran 0 gravitasi digunakan percobaan botol yang berisi air. Nah, harusnya si botol ini kan menggelinding turun ya, eh ternyata dia naik loh. Terus bisa juga pakai sepeda motor yang dimatiin mesinnya, itu juga naik dengan sendirinya. Nah itulah makanya jalan ini dinamakan misterious road.

Namun sayangnya, saat saya berkunjung ke Kelud, wisata utama masih belum dibuka untuk umum. Kendaraan yang biasanya boleh naik hingga parkir puncak, saat itu diberhentikan di pos yang jauh dari area parkir utama. Sehingga kita tidak bisa menikmati sungai air panas, melewati gelapnya terowongan, dan juga mendaki ke gardu pandang.

Namun jika kita ingin melihat keindahan sisa erupsi Kelud kita dapat berjalan kaki hingga sampai di puncak. Setelah bernegosiasi dengan petugas, akhirnya saya putuskan untuk menitipkan beberapa barang di pos dan membawa naik kamera serta air minum.

[Misterious Road]
Meskipun jalanan menuju puncak Kelud sudah aspal Korea, namun ternyata perjalanan mendaki tidak mudah dan sangat melelahkan karena kontur jalanan gunung yang naik turun. Namun hati saya tetap riang gembira karena cuaca di Kelud tidak begitu menyengat. Selain itu sisi kiri dan kanan pendakian menuju puncak sangat indah.

Lihat juga : Gunung Kelud

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Kelud sangat disarankan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Supaya kawasan ini tetap terjaga keindahan dan kebersihannya. Jika datang ke Kelud, jangan lupa menyiapkan kamera terbaikmu karena ada banyak spot yang menarik yang sayang jika tidak diabadikan dan dilewatkan begitu saja.

[zoom in aja-eh]
Tertarik datang? Yuk agendakan piknik cantik di Kelud.

Selasa, Maret 07, 2017

Malam Panjang di Tugu Jogjakarta

  40 comments    
categories: 
Tugu Yogyakarta adalah sebuah tugu atau monumen yang sering dipakai sebagai simbol atau lambang dari kota Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta. Tugu ini memiliki nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis karena dipercaya menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi. - Wikipedia dengan modifikasi
Tiga kali datang ke Jogja dan sebanyak itulah saya gak pernah tahu rasanya foto di tempat ini, semua cuma sekedar lewat aja karena memang Tugu Jogja tidak pernah masuk dalam list kunjungan. Akhirnya kunjungan ke empat kalinya kemarin itu, saya baru tau kondisi Tugu Jogja yang sebenernya. Emm oke, bahkan saya agak kaget karena Tugu ini letaknya 'berasa' beneran pas ada ditengah-tengah perempatan jalan besar. Awalnya saya pikir tempat ini sama seperti Tugu yang ada di Malang, yang letaknya ada di dalam Taman. Rupanya enggak.

Baca Juga : Jogjakarta


[Keramaian di Tugu Jogjakarta]
Saat sampai di sekitaran Tugu, kami memutuskan untuk makan malam dulu di salah satu angkringan yang ada di pinggir jalan. Jadi sudah sah nih makan di angkringan di tempat asalnya. Menunya sama saja sih seperti angkringan yang ada di Malang, yaitu nasi kucing ditemani berbagai macam lauk dan baceman yang dibakar.

Setelah puas makan, teman jalan saya ini mengajak untuk mengambil foto di dekat tugu. Sebetulnya saya kurang tertarik untuk ambil gambar, karena kondisinya yang ramai. Namun teman jalan saya keukeuh bilang "mumpung di Jogja, ya ke sana aja sekalian. Meskipun cuma bentaran". Yasudah akhirnya ikut juga dengan kemauannya. Sejujurnya sih daripada Tugu Jogja ini saya lebih tertarik dengan tempat-tempat di sekitaran sini. Semua sudah maju dan berkembang, hampir semua lokasi di sekitaran pal* ini sudah jadi ladang bisnis yang menjanjikan.
[Tugu, thok]
Cukup lama kami menunggu lampu hijau menjadi merah, sampai akhirnya dapat sampai ke Tugu. Ternyata meski ada di tengah jalan besar, tugu ini juga lumayan ramai sama pengunjung yang foto-foto sih. Jadi mereka ambil celah ketika lampu merah di seberang sisi untuk ambil angle yang bagus. Agak ngeri-ngeri sedap juga sih kalau menurut saya. Tapi ternyata it's oke, saya sendiri juga melakukannya. Asal cepat ambil pose dan fotografer juga cepat tanggap untuk mengambil gambar. Haha.
[Foto ini diambil sambil minta izin orang sekitar tuk minggir sebentar :D]

Malam itu beberapa kali saya juga diminta tolong untuk mengambil gambar pengunjung lainnya, soalnya saya cuma duduk aja menikmati suasana malam yang ramai di Tugu setelah selesai ambil gambar. Saat itu ada satu keluarga dengan anak-anak yang masih kecil dan saya diminta tolong untuk ambil fotonya. Prosesnya agak lama karena saat mengambil foto si anak gerak terus tak mau diam, sampai menunggu dua kali lampu merah baru dapat hasil yang maksimal. Haha. Setelah selesai keluarga tersebut mengucapkan terimakasih dan izin untuk pergi.

Malam makin larut akhirnya kami juga memutuskan untuk kembali ke tempat menginap di Edu Hostel untuk beristirahat.


Sabtu, Maret 04, 2017

Mendol, Murah, Nikmat, dan Lezat Idolanya Semua Kalangan

  14 comments    
categories: 

Kering di luar, mbacem di dalam”. Andalan mahasiswa akhir bulan! Iyaaaa, yang lagi saya omongin ini namanya mendol. Si hitam nikmat, lezat dan murah meriah yang otentik banget dari kota bunga, Malang. Makanan yang bahan dasarnya dari tempe kedelai ini memang banyak ditemukan di daerah Malang dan Jawa Timuran sebagai lauk ataupun dimakan sebagai jajanan. Tapi yang paling sering sih si mendol dimakan buat temen nasi pecel atau nasi rawon, pokoknya kalau di Malang dan lagi makan rawon harus pakai mendol biar sah dan lengkap.

Sejujurnya, dulu saya juga gak tahu kalau makanan enak ini namanya mendol, bahkan baru kenalan waktu kuliah di Malang. Soalnya hampir di semua warung makan dekat kosan pasti ada lauk dengan warna coklat kehitaman berbentuk lonjong atau bulat pipih ini. Penasaran, akhirnya saya beli dua biji harganya Rp 500,-. Iya gak salah kok, jadi sebijinya itu cuma Rp 250,-. Glek. Tapi itu udah enam tahun yang lalu, kalau sekarang harganya sekitar Rp 500- Rp 1.000,- perbiji.
[Mendol]
Eh tapi mendol sebenernya agak jarang ditemui sih kalau di luar daerah Malang, jadi kalau memang kamu lagi ada di Malang wajib deh coba makanan ini. Sebetulnya kalau memang pengen banget makan mendol bisa sih buat sendiri, apalagi bahannya juga mudah didapatkan. Apalagi kalau soal rasa setiap orang pasti punya selera masing-masing. Mendol di Malang juga demikian, kalau beda yang ngeracik pasti beda rasanya. Tapi mendol tetap dihatiku karena darinya lah saya bertahan hidup di akhir bulan. Hidup jaya mendol buk warung pojok!. Eh.

Mendol dulu dan sekarang bisa jadi sudah berbeda kalau dari segi rasa karena memang sudah banyak variasi dari setiap penjual yang ada di Malang. Namun mendol akan tetap jadi mendol, makanan khas Malang yang akan selalu dirindukan kehadirannya. Makanya waktu kemarin saya dan mba Winda ada kesempatan kopdar dengan temen blogger dari luar kota, mba Winda langsung kasih rekomendasi buat nyobain mendol. Pas banget saya juga kangen pengen merasakan mendol yang mbacem serta pedas gurih.
Jadi ceritanya kami makan malam di sebuah tempat yang asik banget di Malang dan setelah semua makanan terhidang, ritual seperti biasa terjadi. Iya, ngefoto semua makanan yang tersaji buat diposting, temen saya ini fotonya banyak pakai smartphone padahal ada kamera dslr juga.

“Napa moto pake HP? Bagusan pakai DSLR gak sih mba?” tanya saya malam itu.

“Pakai HP ini tuh udah worth it banget loh Sil, mana simple pula”. Jawabnya.

Oh ternyata dia pakai HP ASUS Zenfone, ya pantesan aja kalau gitu. Smartphone  ini kan memang udah mencuri banyak perhatian para photographer ponsel karena hasil fotonya memuaskan dan tajam banget. Pokoknya udah mirip kayak kamera professional gitu deh hasil jepretannya. Saya aja sampai kagum waktu lihat hasil fotonya waktu itu, terus mupeng pastinya. Haha. Tapi emang pantes sih kalau smartphone ini jadi andalan soalnya kalau dilihat dari cerahnya hasil fotonya ternyata nih dia pakai reknologi PixelMaster Camera. Sebuah teknologi  yang dikembangkan secara khusus untuk menunjang hasil foto yang istimewa. Intinya sih kalau pakai kamera ASUS ini bikin nagih mau motret-motret. Nah selain itu gara- gara ASUS punya teknologi yang keren penghasil foto apik, si smartphone dengan kamera kece impian segala umat tangan tremor saat ambil gambar dan resah karena hasil fotonya buram. Jadinya udah gak resah lagi, soalnya ASUS memang stabil banget deh.

Eh satu lagi, Zenfone juga punya fitur yang bisa bikin bokeh-bokeh gitu kalau motret kena lampu atau auto focus buat motret jarak dekat, jadinya gambar bisa blur di bagian belakang, “Depth of Field” nama kerennya sih. Kalau misal mau motret kuliner unik pasti keren banget kan, apalagi kalau di upload di IG. Udah kayak food blogger hits ala-ala gitu. Padahal ini fotonya cuma’ pakai HP, bukan kamera professional.

Mau nabung ah biar bisa beli satu, mau ngerasain juga punya HP dengan kamera kece. Jadinya kalau mau motret-motret gak perlu rikuh dilihatin sama orang lain karena nenteng-nenteng kamera DSLR.

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.



Jumat, Maret 03, 2017

Cerita Keliling Pulau Jawa dalam Lima Hari

  7 comments    
categories: 
[Postingan ini agak sedikit agamis]

Tahun 2015 yang lalu sehari setelah wisuda, saya pernah menuliskan keinginan-keinginan yang ntah mungkin terdengar tidak relevan di buku catatan kecil yang kayaknya sih cuma saya thok yang baca (ibu biasanya buka-buka privasi anaknya juga). Salah satunya soal perjalanan, di sana saya nulis 'keliling pulau Jawa'.

What a life! Nasib sering banget bawa saya ke tempat yang pernah saya tulis sebelumnya. Akhirnya, 2017 kemarin saya bisa keliling pulau Jawa dalam 5 hari. Memang sih tujuannya bukan buat travelling, tapi buat saya ini sudah cukup. Let say, Alhamdulillah hirabbil alamin.

Jadi ceritanya saya itu ikut ibuk ziarah wali 9, ah maksudnya melanjutkan perjalanan ke wali 9 setelah tahun lalu menyelesaikan wali 5. Sebetulnya saya gak ada rencana buat ikut acara ini, karena memang setiap tahun acara seperti ini rutin ada di lingkungan tinggal saya, kebetulan ibu dan bapak menjadi panitia. Mendekati hari H keberangkatan, bapak sakit dan memilih untuk tidak ikut serta karena memang ini perjalanan yang panjang dan jauh, jadilah saya diminta untuk menggantikan bapak berangkat. Mendadak sekali bahkan 3 jam sebelum keberangkatan saya belum bersiap apa-apa. Rute keberangkatan dari Jatim-Jateng-Jakarta-Jabar-Jateng-Jatim.

Hari Rabu kami berangkat dari rumah pukul 13.00 menuju Kudus, lama perjalanan kurang lebih sekitar 10 jam. Ohya saat sampai di parkir area menuju Sunan Kudus ini kami harus naik ojek dulu, yah karena kondisinya tengah malam jadi agak sepi deh kang ojeknya mungkin pada ngantuk kali ya. Padahal kalau misalnya kami datang siang di tempat ini banyak tersedia angkutan sejenis lyn atau becak motor yang memang disediakan untuk tranportasi peziarah.
Jaraknya lumayan jauh kurang lebih sekitar 2KM, 1 sepeda motor untuk 1 orang penumpang. Jadi gak bisa cabe-cabean gitu deh. Nah kebetulan banget saya dapat kang ojek yang masih muda, dia naiknya patas banget sumpah sampai deg-deg an saya. Tapi untungnya saat kembali ke parkir area saya dapat bapak ojek yang naiknya santai-santai. Biaya naik ojek ini Rp 8.000 sekali jalan.

[Foto dokumen pribadi]
Nah karena hampir tengah malam kami sampai di Kudus, lokasi ziarah makampun sudah ditutup hingga akhirnya kami menuju ke masjid Al Aqsha yang bangunanya merupakan akulturasi budaya islam, hindu dan budha. Saya baru pertama kali berkunjung ke daerah yang terkenal dengan kreteknya ini dan kagum dengan desain unik dari menara masjid Kudus yang istimewa. Bangunan menara ini memiliki tinggi kurang lebih sekitar 18 meter dan bagian dasarnya berukuran 10 x 10 m. Di sekeliling sisi bangunan terdapat hiasan piring bergambar yang jumlahnya sebanyak 32 buah. Hiasan ini terbagi dengan dua warna, yakni 12 buah berwarna merah putih dengan gambar lukisan bunga dan 20 buah berwarna biru dengan gambar beberapa lukisan seperti masjid, pohon kurma, dan manusia serta unta. Selain itu juga terdapat tempat wudhu dengan ukuran 12x4x3 meter sebanyak 8 buah. Jumlah delapan pancuran ini mengadaptasi dari keyakinan Budha, yakni delapan jalan kebenaran atau Asta Sanghika Marga.
[Bersama kanjeng ibu ratu―tengah malam, ngantuk]
Setelah selesai ziarah kami kembali menuju ke tempat para ojek mangkal, tapi sebelumnya mumpung di Kudus beli oleh-oleh jenang dodol dulu dong ya buat oleh-oleh. Nah sayang banget deh saya di sini cuma singgah sebentar aja padahal niat hati pengen kulineran dulu, tapi karena ini bukan acara piknik asyik dan melibatkan banyak pihak jadi gak bisa seenak sendiri memutuskan sesuatu.
[Menara di Demak]
Perjalanan kami lanjutkan menuju makam Raden Patah dan dilanjutkan ke Demak di Sunan Kalijaga. Kamis subuh kami sampai di masjid raya Demak dan wow gede amat ya, iyalah namanya aja masjid raya. Oh saya jadi ingat sesuatu, padahal sebelum berangkat ziarah saya sudah diwanti-wanti sama bapak untuk tidak mudah heran sama sesuatu, intinya sih kalau ada apa-apa yaudah abaikan aja dan jangan sampai terlontar kata-kata. Pokoknya apapun itu abai aja, jadinya saat di setiap daerah saya cuma bisa batin aja. Eh saat di Demak saya sempat sarapan soto kerbau dan asli enak banget!. Hari ke dua ziarah ini perjalanan kami lanjutkan menuju Jakarta, sembari perjalanan ini kami juga berkunjung ke beberapa tempat ziarah seperti di Pekalongan. Perjalanan ini benar-benar sangat panjang, saya yang udah jarang naik bus akhirnya setiap pagi selalu minum obat anti mabuk deh. Jadinya tau kan apa yang terjadi selama perjalanan, iya jadi isinya molor melulu.
[Bersama Mak San- saya- ibu]

[Bersama sist Nayu}]
Sampai pada akhirnya Kamis tengah malam kami sampai di Priuk dan menginap di area Makan Mbah Priuk sampai pada Jum'at subuh rombongan kami menuju ke Masjid Istiqlal. Di sini saya berjumpa dengan teman kecil yang biasa saya panggil dengan sebutan 'sist' kalau di rumah, Mba Ayu datang ke Istiqlal untuk berjumpa dengan orang tuanya yang juga turut serta dalam rombongan. Ohya mba Nayu ini tetangga sebelah kanan rumah saya, tinggal di Jakarta dengan suami dan sist Nayu ini seorang hafizah. Ah kalau datang ke Istiqlal begini saya jadi ingat teman-teman saya di kampus, bersama merekalah saya datang ke Jakarta untuk pertama kalinya dan berkunjung ke Masjid Istiqlal di tahun 2013 yang lalu untuk Kuliah Kerja Lapangan.
[I LIGHT you]
Yay, kalau sudah selesai di Jakarta artinya sekarang kita kemana? Yap betul banget, kita menuju ke Jawa Barat. Asyik, apalagi kami akan lewat jalur puncak. Wow, double asyiknya sih kalau begini. Tapi sayang banget deh keindahan puncak tidak bisa kami nikmati karena sebelumnya sempat hujan deras dan pemandangan yang dapat kami nikmati hanya kabut tebal. Sampai di Jawa Barat kami menuju ke Cirebon Utara tempat Sunan Gunung Jati. Nah di sinilah yang menurut saya scary banget, gak perlu saya ceritakan ya. Takutnya gara-gara tulisan ini nanti malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi mari cari aman aja. Di Sunan Gunung Jati terdapat pintu masuk makam yang kabarnya tidak sembarang orang dapat masuk ke sana dan di dalamnya masih terdapat 7 pintu lainnya. Kalau perkiraan saya sih cuma orang dengan ilmu agama tingkat tinggi yang bisa masuk ke tempat tersebut. Saya sempat dengar cerita dari ibu kalau mbah kyai Futuh― seorang ulama di tempat tinggal saya pernah masuk ke tempat tersebut.

[Panjalu-1]
[Panjalu-2]

Next, Cirebon selesai dikunjungi kami menuju ke Tasikmalaya ke tempat dengan nama Pamijahan. Tempat ini masih asri banget karena lokasi tempat ziarah berada di tengah danau, nah kalau kita mau ziarah ke sana kita harus naik perahu. Masalahnya belum ada perahu motor di sini, jadilah naik perahu dayung dan dibantu dengan satu orang pengayuh baling-baling. Tapi ini seru banget asli deh, eh seru-seru ngeri sih ya. Hehe. Saat sudah sampai di lokasi pun kami harus menaiki tangga dulu untuk bisa sampai ke masjidnya. Fiuh, perjuangan yang sangat panjang ya. Ohya, saat akan pergi ke tempat ini kami diwanti-wanti oleh panitia untuk tidak mengambil apapun tanpa seizin juru kunci, selain itu juga menahan diri untuk tidak berkomentar terhadap hal-hal yang ya mungkin diluar kebiasaan kita. Oke deh, noted.
[Panjalu-3]
[Panjalu-4]
Tidak menunggu lama setelah semua jamaah berkumpul, rombongan kami melanjutkan perjalanan menuju tempat yang akan menjadi persinggahan terakhir selama ziarah ini yaitu Pamijahan. Pamijahan merupakan tempat wisata religi yang masih terawat kelestarianya, di sini selain tempat ziarah juga terdapat goa. Malam itu kami beristirahat di sebuah penginapan untuk mengistirahatkan badan yang lelah perjalanan dan baru esok paginya pergi ke makam dan goa. Ah sayang sekali saya tidak ikut serta karena mengantuk, padahal pasti seru banget!. Soalnya setelah saya baca sejarahnya, goa ini punya lorong yang dapat menghantarkan kita menuju Banten, Cirebon, hingga Makkah. Wallahu A'lam. Selain itu juga terdapat mata air yangs angat jernih seperti air zam-zam dan stalagtit dalam goa terdapat lekukan berbentuk bulat yang menyerupai seperti peci atau kopiah haji. Konon jika ada salah satu "kopiah haji" ini pas berada di atas kepala kita saat kita berdiri, maka Insya Allah yang bersangkutan tersebut akan dapat menjalankan perintah Allah untuk memenuhi rukun islam ke lima, yakni ibadah haji ke Baitullah di tanah suci Makkah. Sekali lagi Wallahu A'lam.

Oh fyi nih saat menuju Pamijahan ini saya juga melewati sebuah pondok pesantren Suryalaya, sebuah pesantren tempat rehabilitasi pengguna narkoba.


Alhamdulillah pada hari Sabtu kami melanjutkan perjalanan menuju ke Jawa Tengah (lagi) untuk berkunjung ke 2 lokasi, yaitu Gunung Pring di Muntilan dan Bayat. Hampir seharian perjalanan dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah ini, akhirnya saya melewati daerah-daerah teman blogger yang belum pernah saya temui sebelumnya. Sayang seribu sayang kami tidak dapat berjumpa karena saya memang cuma sekedar lewat aja. Tapi saya tetep pamer-pamer kalau saya lewat daerah mereka lewat mention-mention di twitter dan grup WhatsApp. Saking asyiknya berbalas pesan saya sampai kehabisan kuota dan beli pulsa murah lagi supaya tetap bisa update. Duh padahal ini kan niatnya ibadah. Hehehe.

Selama perjalanan itupun kami juga selalu diiringi oleh hujan yang intensitasnya lumayan deras di berbagai daerah. Sempat beberapa kali saat berjalan kaki menuju wisata religi kami kehujanan untung saja saya sudah beli dry bag untuk liburan, jadi barang-barang dan mukena aman deh.

Akhirnya Minggu setelah isya kami sampai kembali di Kediri. Sungguh, ini perjalanan super panjang yang pernah saya lakukan bersama ibu. Semoga suatu saat jika memang dikasih umur, saya bisa kembali ke tempat-tempat ini. Tapi jangan langsungan gitu lah ya. Sakit pinggang, saudara.


(ads).