Minggu, Juli 01, 2018

Mengejar Rusa di Little Afrika van Java

  39 comments    
categories: 
[Savana Bekol]
Ada rasa haru, ketika dapat kembali melakukan perjalanan. Meski awalnya hanya angan, tanpa perencanaan, tanpa persiapan. Just goin on.

Libur lebaran kemarin, Alhamdulillah kantor kasih libur agak penjang. Meski sebenernya sih sama aja kayak yang lain. Kok gitu? Iya, jadi kami libur mulai tanggal 13 Juni dan masuk kembali di tanggal 25 Juni, sepertinya panjang banget ya 10 hari. Padahal aslinya yang 3 hari merupakan switch libur di tanggal sebelumnya. Tanggal 10, 29 Mei dan 1 Juni, itu kan tanggal merah nah di kantor kami tanggal itu masuk. Haha. Asline podo bae. 
[Dua porter, bercengkerama disela lelah kerja]
Perjalanan ke timurnya Jatim ini sebetulnya sudah ada di angan sejak lama, sekitar tahun 2014. Namun entah kenapa belum ada keberanian untuk melangkahkan kaki ke sana. Hingga akhirnya, kemarin terwujudlah angan- angan itu. 

Saya berangkat ke Malang dengan kereta, itupun belum ada persiapan beli tiketnya. Kalaupun nanti kehabisan, saya akan kejar naik bus ke Surabaya. Nah, pas banget ada promo harga miring sebelum 2 jam keberangkatan. Saya naik kereta Malioboro Ekspress Eksekutif jarak jauh Jogja dengan tujuan akhir Malang. 

Awalnya sih Kediri- Malang harganya 195K, tapi karena ada promo tersebut jadinya 95K. Tapi nih saya kena harga 110K, karena perhitungan waktu di sistem masih belum menunjukkan promo full. Dengan berat hati, akhirnya saya merelakkan 15 ribu. Gara- garanya mbak loket bilang "tinggal 2 kursi saja, mau diambil gak nih?". Baiklah, saya kalah.

Keberangkatan kereta pukul 12.37 WIB, sekitar 12.30 tepat kami dipanggil untuk boarding. Btw, setelah sekian lama tidak naik kereta, terakhir di 2014. Ternyata sekarang ini harus check in mandiri di stasiun, jadi setelah beli dapat tiket warna hitam putih yang tulisannya itu cetakkan print dot matric, baru setelah akan berangkat kita melakukan check in mandiri dan kertasnya ganti warna oranye.

Cukup lama kami menunggu, ternyata kereta kami terlambat datang. Baru sekitar jam 2 kami bisa naik kereta dan berangkat. Karena ini perjalanan santai, jadi saya tidak terlalu bete saat semuanya berjalan lambat. Meskipun akhirnya saya harus membatalkan rencana untuk berjumpa dengan sohibul Ajijah saat saya sampai di Malang nanti.

Meskipun namanya ekspress dan eksekuif ternyata perjalanan kereta ini gak se-ekspress- yang saya bayangkan. Maklumlah ini pertama kalinya saya naik sepur lagi setelah sekian lama, dan yang ekspress. Biasanya ekonomian #sobatmisqueen. Haha. 
[Abaikan kaki berbulu]
Nah, karena saat berangkat ini saya belum sempat makan siang, jadinya saya pengen coba jajanan apa yang dijual di kereta. Kalau dulu kan saat berhenti di tiap stasiun, penjual asongan boleh masuk nih. Jadi para penumpang bisa beli- beli disitu. Ngomong- ngomong saya jadi ingat jajanan basah yang dijual seorang ibu di stasiun Blitar. Kayak lemper- terbuat dari ketan yang dalamnya ada abon sapi atau ayam dan dibungkus dengan daun pisang. Lah, lama banget gak makan itu. 

Sekarang kan udah gak bisa nih beli- beli kayak gitu, jadinya beli di kantin kereta. Menunya standar aja, sebut saja pop mie dan menu- menu frozen food macam nasi ayam kecap, nasi goreng dan kopi teh kemasan. Karena lapar, saya pesan nasi ayam kecap yang tentunya frozen food. Harganya duapuluh tiga ribu rupiah. Rasanya, yah so- so lah.
[Malang]
Menjelang maghrib saya akhirnya sampai di stasiun kota Malang. So long time no see this place. Kayak ketemu pacar yang lama gak ketemu gitu. Stasiun emang lagi ramai banget waktu itu, soalnya masih peak season dalam rangka mudik lebaran. Saya maghriban di stasiun dan ini baru ke dua kalinya duduk- duduk di mushola stasiun Malang. Dulu pertama kali saat akan ke Surabaya bersama teman, Umik, Chus dan Jijah tentunya.

Saya keluar stasiun menuju ke Customer Service untuk menanyakan kereta ke Banyuwangi. SOLD OUT SEMUANYA. Baik, tenang, tenang. Masih ada cara lain menuju Baluran, tenang. Cukup lama saya ada di stasiun, hingga waktu menunjukkan sekitar 22.00. Waktu selama itu saya gunakan untuk diskusi dengan Ichal yang ada di Probolinggo. Akhirnya diputuskan malam itu saya harus naik bus ke Probolinggo dan esok paginya meluncur ke Baluran bersama Ichal.

Pukul 10 lebih saya naik go-jek  ke Arjosari dan beruntung saat itu ada bus Patas menuju Probolinggo. Saya baru tahu, ternyata bus ke arah timur akan selalu ada 24 jam. Jadi tak perlu khawatir jika akan berpergian ke timurnya Jatim.

Saya duduk di bangku ke dua dari depan, dengan membayar 35K tarif lebaran, sekitar jam 1an saya sampai di terminal Banyu Angga Probolinggo. Selama perjalanan hampir 3 jam tadi saya tidur lelap. Beruntung di sebelah kanan terminal ada Indomart 24 jam, setelah membeli beberapa jajanan dan minuman saya menunggu pagi. Saat saya sampai ada 2 kakak turis asing yang menunggu jemputan menuju Bromo.

Tenang aja, saya gak tidur nggembel kok. Saya tidur duduk di kursi Indomart. Pagi tiba, sembari menunggu Ichal untuk menjemput, saya berjalan- jalan sedikit ke arah selatan untuk mencari mushola, ternyata ada spbu yang toiletnya bersih dan bisa dipakai mandi.
[Trek menuju Savana Bekol]
Pukul 07.30 kami berangkat menuju Situbondo. Kali ini naik si kuda merah aka motor Supranya Ichal. Coba cek GPS ternyata lumayan jauh juga jaraknya. Wah kuat gak nih ya nanti, apalagi kalau lihat semalam tidurnya gak bisa enak. Tapi karena tekadnya sudah bulat, rasa ragu-ragu sirna. Halah. 

Perjalanan ini kami tempuh sekitar 4- 5 jam, ya meskipun jauh tapi pemandangan arah timur ini indahnya gak ketulungan dan syukur alhamdulillah cuacanya cerah. Ini adalah perjalanan pertama saya menggunakan kendaraan bermotor menuju Baluran. Sebelumnya cuma pernah ke Bali tapi naik bus dan merupakan perjalanan tur sekolah.



Taman Nasional Baluran ini lokasinya ada area hutan/ kebun, Sumberwaru, Desa Banyuputih, Kecamatan Situbondo. Pintu masuknya sendiri letaknya ada di pinggir jalan raya sehingga mudah ditemukan. Saat memasuki pintu utama tidak ada petugas yang jaga, ternyata semua penjaga ada di loket pembayaran di dalam bangunan utama. 

Ada banyak informasi yang bisa dibaca sebelum menjelajah Baluran ini. Baik sejarahnya, biaya masuknya dan informasi mengenai setiap spot yang ada di Taman Nasional ini. Setelah membayar 35K kami diberi penjelasan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak memberi makan hewan dan aturan- aturan lain yang harus dipatuhi guna menjaga ekosistem di Baluran ini tetap terjaga. Goal saya ke Baluran kali ini adalah mau lihat gerombolan rusa.

Savana Bekol adalah spot utama yang ingin kami kunjungi. Menempuh sekitar 12 km dengan kondisi jalan yang gak-begitu-bagus-tapi-lumayanlah. Ohya saat perjalanan ini kami ditemani oleh kupu- kupu yang beterbangan bebas.

Btw, ke Baluran naik motor itu gak scary- scary amat kok. Gak kayak blog yang saya baca sebelumnya. Katanya ke Baluran baiknya bawa mobil aja, soalnya ada hewan buas dan sebagainya. Ya, jujur saya setuju dengan peringatan bawa mobil itu, tapi kenyataanya saat di loket pembayaran kami sempat memastikan kalau perjalanan kami akan baik- baik saja jika menggunakan motor dan mas penjaganya bilang "aman, bos!".

Ah iya, meskipun jalananya rusak dan gak begitu bagus, alhamdulillah kami menikmati setiap perjalanan ini. Kami juga sempat mengambil beberapa foto di evergreen.

[ku dan Ichal]
Saat sampai di Savana Bekol, pas banget siangnya dan panasnya. Cuma namanya belum pernah berkunjung jadi ya setiap mata memandang isinya cuma keindahan. Ada banyak monyet yang jalan- jalan bebas dan beberapa banteng. Sayangnya saya gak begitu beruntung bisa berjumpa dengan rusa di sini. Yah mungkin ini sinyal dari alam untuk saya kembali lagi lain waktu.
[langitnya biru banget]
Ohya, kami tidak pergi ke Pantai Bama karena malamnya saya harus ke Bromo untuk besoknya pulang ke Kediri. Beneran harus kembali lagi di waktu yang lebih santai, mungkin juga kedatangan selanjutnya bisa ngecamp di Pantai Bama. YAS!. 


Saya datang di bulan kemarau, jadi gak salah banget kalau Baluran disebut dengan Lil Afrika van Java. Sejauh mata memandang isinya padang savana dengan spot- spot andalan.



Bakalan balik lagi gak?

MASIH NANYA?UDAH PASTI IYA!.

Taman Nasional Baluran



39 komentar:

  1. Akuh ingin sekali ke Baluran, camp. Di pantai Bama gituh, biar dpt matahari tenggelam (sunset) dan matahari terbit (sunrise). Mogah ja bisa terlaksana deh. Yek kaan

    BalasHapus
  2. Berdua aja ini buahahahahhha
    *pertanyaan macam apa ini kakakakakak

    BalasHapus
  3. Wah fotonya keren-keren hehe

    BalasHapus
  4. Jadi pingin liburan kesana hehe

    BalasHapus
  5. Wah tiket masuknya sangat terjangkau ya

    BalasHapus
  6. Fotonya kayak diluar negeri ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua yang ada di sini terlihat indah

      Hapus
  7. Rekomen banget buat liburan selanjutnya nih, makasih infonya kak hehe

    BalasHapus
  8. Ini sudah lama masuk list, sayang banget kalo jalan-jalan dikejar waktu. Btw kalau jalan-jalan ya sering mengalami kita tidak melihat seperti yang dikatakan orang. Kami suka bercanda sama teman soal ini: kok nggak kayak di brosur! wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. beneran, jalan- jalan enaknya yang santai- santai gitu. Haha iya beneer itu kak. Emang harus ngalami sendiri deh, karena bahkan kadang- kadang indahnya bisa kebalikan dari brosur atau malah lebih bagus lagi hehe

      Hapus
  9. kakak orang kediri ya? wahh samaa hhe mkasihh sudah share perjalanan ke taman baluran, bolehh dicoba nihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, iya kak. Wah tos! Kedirinya mana?
      Sama- sama kak, senang bisa sharing hal yang menyenangkan :))

      Hapus
    2. Mojo kak, tauh? hhe
      iyaa memang rencana klau balik kampung sekalian pengen ngetrip ke baluran ka

      Hapus
  10. Kemarin ke sini pas musim hujan, jadi ijo semua, Binatang nya juga ngk banyak keliatan, so tetap happy sih karna tempat nya bagus, walaupun jalan nya ngk begitu bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah aku penasaran pengen lihat pemandangan pas hijaunya nih kak. Haha iyaaa bener, ke Baluran ini bikin happy

      Hapus
  11. Ini beneran sepi banget? Apa cuma ambil spot yang sepi? ngeri euy seluas itu areanya sepi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Justru sebetulnya pas kesana lagi ramai banget. Banyak mobil-mobil dan motor. Cuma pas ambil gambar emang cari yang gak bocor jadi terlihat sepi. Emang agak scary pas di jalan menuju Savana Bekolnya. Krik- krik banget

      Hapus
  12. mantap juga ya rusa nya di situ
    perjuangan yang tak mengenal lelah
    akhirnya bisa ke taman nasional baluran

    ini tulisan yang bermanfaat sekali lho kak
    thank you

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dapat banyak rusa kalau pas mereka keluar minum om..
      Jomlah visit, ditunggu ya

      Hapus
  13. Nggak nginap ya Nduk? Apa sehari saja cukup ya untuk explore Baluran? Berarti bawa motor ke dalam kawasan Taman Nasional gak ditemani petugas kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kali ini ga nginap teh. Sebenernya gak cukup karena masih ada spot pantai Bama yang oke punya banget viewnyaa. Yes aku naik motor dan banyak juga yang lainnya kok. Kita bisa sewa guide sih kalau mau, tapi aku gak ditemani nih hehehe

      Hapus
  14. Ouch so sweet and fun.... I really wanna go there but it should not be solo Travel I ever read about it, it little danger right.... Perhaps I have to find local friend there to go there hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. let's go with me kak Cit. Tapi nunggu aku punya cuti dulu yaaa. Hehehehe..

      Hapus
  15. Perjuangan banget ya kak menuju Baluran.
    Jalan tanpa persiapan emang bikin sensasi tersendiri.
    ternyata pemandangannya keren.
    Gak sia-sia diperjuangkan untuk kemari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget kaaak, mana lama lagi menunggu momennya bisa kesini hehehe. Masih nagih buat kembali :D

      Hapus
  16. Baru paham sama julukan little afrika van java. Ternyata memang sama yang kelihatannya sekilas dengan afrika. Thanks infonya!

    BalasHapus
  17. Aaah, jadi pingin ke sana, Silviii.

    BalasHapus
  18. Padahal baluran ndak terlalu jauh dari tempatku. Tetep aja belum nyampe nyampe juga maen kesana

    BalasHapus
  19. Sedari dulu pingin ke sini, belum kesampaian dan memang belum meluangkan waktu.

    Kalau musim kering panas, musim basah becek, kudu pinter-pinter milih waktu berarti, musim kering yang mendung, ahaha

    BalasHapus
  20. nuansanya kayak afrika bgt keren dah

    BalasHapus
  21. kalau kesitu pada saat hari libur pasti asyik ya, semoga taman nasional baluran bisa terjaga ekosistem nya dan dapat membuat satwa-satwa yang ada di sana terlindungi.

    BalasHapus

Keep Blogwalking!