Senin, April 01, 2013

Me and Family : How Cute We Are

  8 comments    
categories: 

Foto ini diambil saat kami berada di rumah uti beberapa minggu 
yang lalu saat saya sedang pulang dari perantauan. Oh ya, kenalin, 
ini adik saya namanya Donni Rezaldy dan sekarang sedang duduk di kelas 7 sekolah menengah pertama.

Saat masih kecil, kami sering bertengkar hingga dua- duanya menangis, namun sekarang pertengkaran sudah tidak pernah terjadi lagi, karena sudah sama- sama besar dan mengerti. Adik saya hobi bermain sepak bola, dulu saat saya masih belum merantau, saya lah yang selalu mengantar  dan menjemput adik. Sekarang, setiap saya pulang ke rumah, kami  berdua selalu menghabiskan waktu bersama. Mulai dari renang,  jalan- jalan naik motor, hingga tidur bersama. Adik saya sangat  terbuka pada saya, apapun yang dia alami selalu diceritakan. Itulah  kenapa saya sangat menyayanginya. 

Postingan ini diikutsertakan dalam CAPek-Ma Berbagi  dengan Tema “Me and Family”.



Sabtu, Maret 30, 2013

Blogiveaway - Silviana

  No comments    
categories: 

Kali ini, saya mau bagiin cerita soal jalan- jalan (travelling) saya ke Tk dan temen pembaca yang lain. Buat saya jalan- jalan itu penyegaran jiwa. Kenapa ? yip, karena ga cuma capek abis jalan- jalan aja yang di dapet, tapi kepuasan, serta kejadian- kejadian yang ga terduga yang pastinya ga bakalan dilupain.

Link :

http://silvianapple.blogspot.com/2012/07/menuju-madura.html

http://silvianapple.blogspot.com/2012/07/pertamax-jombang.html

http://silvianapple.blogspot.com/2012/11/balekambang-ii.html

http://silvianapple.blogspot.com/2013/03/tambakrejo-eksotika-pantai-blitar.html

http://silvianapple.blogspot.com/2013/03/eastjavatrip-malang-surabaya-madura.html

http://silvianapple.blogspot.com/2013/03/beachtrip-sekali-mendayung-3-pantai.html

http://silvianapple.blogspot.com/2012/04/amazing-sunday.html



#BeachTrip Sekali mendayung, 3 Pantai Terlampaui

  No comments    
categories: 

Haii. Selamat berlibur panjang ! :D
Diisi dengan kegiatan apa nih liburan kayak gini ? Travelling, belanja, atau sekedar istirahat di rumah saja ? yip, apa saja kegiatannya, semoga selalu dalam keadaan sehat yaa. Hihi

Jumat Sabtu Ahad ini saya nyepi di kosan. Dari 24 penghuni tinggal 3 anak saja yang 'stay' termasuk saya. 2 adik maba dari Madura, dan saya. 

Jumat ternyata adalah Jumat Agung, jadi jalanan di Malang cukup lenggang untuk dijelajahi, kapan lagi lihat Malang kayak gini di hari efektif ? Biasanya macet dan gerah.

Oh ya, liburan ini saya isi dengan separuh traveling dan separuhnya lagi leha- leha seperti sekarang. Kemarin, hari Jumat saya dan Bayu jalan- jalan ke Pantai di Selatan Malang. Rencana awal kami mengunjungi Pantai Goa China, salah satu destinasi recommended jika anda semua ke Malang. Tapi ternyata, dengan sekali dayung 3 pulau terlampaui. Saya baru tau malahan kalau Pantai Sendang Biru, Goa China dan Bajul Mati terletak dalam satu garis pantai. Namun, tempatnya yang berbeda- beda.

Kami berangkat pukul 7.25 dan sampai di destinasi pukul 10.25. 66 km kami tempuh dengan kendaraan bermotor. Terpotong waktu untuk sarapan di Kepanjen. Kami sarapan nasi ampok/empog intinya nasi jagung dengan lauk super banyak. Urap- urap, rempeyek ikan, mendol (tempe yang dibentuk lonjong), dan sayur kacang. Dilengkapi dengan teh panas. Mantap. Sayangnya, saya ga sempat nge foto karena benar- benar kelaparan. Kalap. Asli no Hoax kok. Penjualnya bisa di temukan di sisi kanan jalan depan pabrik Cakra Kepanjen. Penjualnya seorang ibu dengan rambut potong pendek (laki) dan ramah sekali. Jangan lupa mampir. 

Setelah cukup. Kami melanjutkan perjalanan ke Goa China. Seperti yang saya bilang tadi, Goa China terletak satu garis dengan dua pantai lainnya. Ada dua persimpangan yang memisahkan Sendang biru serta Goa China dan Bajul Mati. Arah kiri untuk ke Sendang biru jarak yang ditempuh untuk sampai ke tkp +- 1,5 km. Sedangkan untuk ke Goa China dan Bajul Mati adalah 5 km.

Akhirnya kami berdua memutuskan untuk ke Bajul Mati terlebih dahulu, karena letaknya paling selatan. Tiket masuk ke Bajul mati adalah 6ooo/orang dengan parkir untuk motor 3000 rupiah. Sayangnya di Bajul Mati sangat sedikit tempat berteduh, cuaca sangat panas dan waktu itu ombak benar- benar sangat besar. 



sisi kanan Pantai Bajul Mati




Sisi Kiri Pantai Bajul Mati


Sebelum menuju ke Bajul Mati, kami melewati sebuah jembatan yang unik. 






Kemudian, kami melanjutkan perjalanan (balik perjalanan) ke Goa China, 800 meter menuju TKP kami harus ber-gangnam style diatas kendaraan. yip. Jalanannya benar- benar masih berbatu (batu marmer) dan ukurannya lumayan besar. 800meter serasa 3 km. Tiket masuk di Goa China lebih murah dibanding dengan Bajul Mati, 5000/orang, namun biaya parkir yang mahal, yaitu 5000. Sama saja sebenarnya dengan Bajul Mati jika dipikir- dipikir. 

Begitu sampai, kami tidak langsung menuju pantai dikarenakan udara sangat panas. Kami stay di salah satu warung dan menunggu matahari sedikit turun. Saya main ayunan. Hihi



Kami akhirnya turun ke pantai, hanya sebentar dikarenakan panggilan sholat Jumat sudah berkumandang. Bayu sholat Jumat dan saya menunggu di bale rumah penduduk yang letaknya bersebelahan dengan masjid. Masjidnya tidak terlalu besar, mungkin jika di daerah kita masjid ini disebut dengan mushola. karena ukurannya yang lebih kecil. 



Saat saya menunggu Bayu selesai jumatan, saya berbincang dengan salah seorang bapak penjual makanan di tepi pantai. Beliau menanyakan darimana asal saya, dan menanyakan bagaimana rasanya sampai di Goa China, karena memang medan yang ditempuh tidak mudah. 

Saya yang orang ekonomi pembangunan (*tsah), menanyakan perihal jalan yang sulit ditempuh untuk mencapai pantai, kenapa tidak dibangun supaya memudahkan, dan lain- lain. Akhirnya si bapak ini bercerita, tentang permohonan bantuan ke pemerintah Malang, melalui desa, perhutani, dan keduanya sejak dua tahun yang lalu. Namun, hingga saat ini belum ada yang direalisasi. Bapak tersebut juga bercerita jika beberapa tahun yang lalu, mobil belum dapat masuk ke Goa China. 1,5 tahun yang lalu, warga setempat bergotong- royong dan saat ini mobil dapat masuk ke kawasan pantai meskipun dengan jalan yang berbatu, karena memang kemampuan masyarakat untuk membangun hanya sampai di perbaikan jalan yang sebenarnya belum layak untuk dilewati. mybe you can call it, Mackadam. Jalan yang masih berbatu dan belum sampai aspal.

Padahal jika pemerintah kota mau ikut campur tangan menangani tempat wisata seperti Goa China ini. Dengan ikut merawat dan memperbaiki, pastinya retribusi daerah akan bertambah sehingga menambah APBD. 

Maka dari itu kenapa masuk di pantai ini sedikit mahal, yah anggap saja kita ikut membantu membangun dan mensejahterakan masyarakat setempat.

Kami berjalan melintasi ujung hingga ujung, dan pukul 15.00 kami keluar area Goa China. 





Oh ya, kenapa disebut Goa China ? yap, karena disalah satu bukit, terdapat Goa yang buntu (tidak ada tembusan), dan dulunya ada seorang pertapa China yang bertapa di Goa tersebut bertahun- tahun dan hilang begitu saja (mukso), serta meninggalkan surat. Akhirnya, oleh masyarakat setempat diberi nama Goa China.





Di pantai Sendang Biru, hampir sama dengan dua pantai lainnya banyak terdapat penjual ikan yang masih segar dan disini sedikit amis. Sayangnya saya tidak sempat memotret karena cuaca yang tidak mendukung, hujan lebat.

Tunggu trip trip saya selanjutnya yaaa...

*Foto dokumentasi pribadi



Jumat, Maret 29, 2013

Miaw Cat's Giveaway

  6 comments    
categories: 


*seorang ibu sedang ngasih minum susu anaknya, dengan sabar dan penuh kasih sayang*
Ekspersi keduanya adalah "Full of Happiness".

Anak : "mikmikmikmik (lagi netek), nyim nyim, segar dan sedapnya susu ibuku ini, aku akan cepat tumbuh besar, dan menjaga ibu dari kucing garong yang sudah memakan saudara- saudaraku, terimakasih ibu, aku sayaaaaaaang sama ibu, mikmikmikmikmik"

Ibu : "iya anakku sayang, cepat tumbuh besar dan sehat ya. Ibu sayang sama kamu"

Miaw-miaw ini diikutkan di Cat's Giveaway by AHc


*foto ini diambil waktu saya lagi ada di rumah uti, Pare, Kediri, Jawa Timur, Indonesia.

#takepoto

  No comments    
categories: 

This is my liltlebrother, his name Donni Rezaldy. Apakah kami mirip ? 

Rabu, Maret 27, 2013

#Kopi Pagi W/ Afif

  2 comments    
categories: 
Beberapa hari yang lalu (entah lalu yang kapan), saya bertemu dengan Afif Alfaris di kantin kampus, pertemuan ini sama sekali tidak direncanakan, kami juga tidak janjian. Saat itu saya berangkat agak pagi karena jam setengah sepuluh saya akan menghadapi UTS, saya sempatkan sarapan di kantin, dan kebetulan Afif serta kawan- kawannya di sana. Kopi pagi saya pikir.
Begitu saya selesai makan, saya menghampiri Afif untuk meminta foto- foto saat kegiatan Lokakarya untuk arsip HMJ.

Oh ya, siapa Afif ? kok dari tadi ngomongin Afif Afif terus tapi ga diperkenalkan? -_-

yip! Afif ini adalah salah satu adik maba saya di Himpunan dan satu divisi dengan saya. Saat Olimpiade Ekonomi kami juga berada dalam satu bidang sebagai panitia, yaitu dalam sie Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi.

Lalu, apa tujuan tulisan ini dibuat ? Hati- hati nanti Afif nya ke GR an. 

Haha, enggak. Saya sih cuma mau nepati janji ke dia buat nulis soal dia di blog, dulu dia pernah nulis di Box Comment pengen di tulis disini itu yang pertama. Yang kedua, saya mau share-in pembicaraan kami waktu itu.

Afif dan saya, sama- sama pecinta fotografi, bedanya Afif punya kamera lebih dulu daripada saya, selain itu dia juga mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa HIMAFO (Himpunan Mahasiswa Pecinta Foto), sedangkan saya tidak. So, dia pasti punya pengalaman lebih banyak dibanding saya. Hihi

Oh ya, kami ngomong ngalor ngidul soal kamera, senengnya punya kamera, sampe betapa seringnya masing- masing dari kami mbolang setelah punya kamera XD. Waktu itu saya juga nyeritain, tentang transisi kamera saya sejak jaman baheula sampe sekarang, dan Afif juga demikian. Saya pernah ngerasain punya Lomo (walaupun sebenernya bukan punya saya, tapi saya mengaku itu hak milik saya) heheh, Tustel, hingga sekarang slr.

Saya dengerin apa- apa yang dia ceritain, mulai dari tehniknya sampe main feel waktu motret. Tapi, yang paling saya ingat adalah, Afif bilang dia pengen make tustel, kenapa ? karena dengan tustel, orang akan menghargai setiap moment yang dibuat.

Bener juga sih.


Saya yang tengah, Afif di kanan dan di kiri Lidwina. 

Selasa, Maret 26, 2013

#EastJavaTrip Malang- Surabaya - Madura (Bangkalan)

  4 comments    
categories: 
Menepati Janji saya beberapa hari yang lalu, saya sekarang mau mempost tentang #EastJavaTrip saya beberapa minggu yang lalu. Oh ya, kemarin saya pulang dan inginnya menyempatkan waktu untuk menulis tentang #Trip ini tapi kebanyakan malah saya pakai buat rehat.

Yukk, langsung aja kita ke ceritanya.

12 Maret lalu, saya menjelajah 3 Kota di Jawa Timur. Perjalanan dimulai dari Malang pukul 07.00.

Sebelumnya, saya sama sekali belum pernah ke Bangkalan dengan naik sepeda motor. Terhitung ini kali ke tiga saya ke Bangkalan, satu kali bersama keluarga, satu kali backpackeran (baca : ngegembel) bersama kakak , dan satu kali naik motor. Saya tidak pernah mengira akan melampaui perjalanan sejauh ini. Selama 12 jam !

Kami memulai perjalanan ke Surabaya, niat awalnya sih cuma mau lihat jembatan Suramadu yang kata banyak orang megah. Nah, saya pengen membuktikan sendiri tentang omongan- omongan mereka.

Sebelumnya kami mampir di sebuah warung makan di pinggir jalan sebelum pandaan. Saya memesan soto ayam. Hampir 30 menitan kami menunggu makanan tersaji di depan kami. Yah, mungkin memang baru memotong ayam/ bahkan baru saja merebus sayur lalapan. Ternyata benar demikian -_-.

Pembeli adalah raja, dan apakah raja diperlakukan demikian ? gerutu saya dalam hati. Sekian lama kami menunggu, akhirnya makanan datang. Setelah ritual makan ditambah dengan lauk "menggerutu" tersebut, kami membayar dan pulangnya "menggerutu" lagi, karena menu 1 mangkok soto ayam, 1 piring nasi pecel, dan 2 gelas jeruk panas = 25.500. Hell yeah, sebagai turis (oke, sebut saja kami turis ya), menu seperti itu dengan harga segitu sama sekali tidak singkron. *Oh, ralat. Ini menurut saya saja. Hehehe

Perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya. Surabaya, pukul 08.45an panasnya sama dengan tengah hari.  Saya yang terbiasa dengan udara sejuk Malang, benar- benar merasa 'terbakar' di neraka dunia ini.

Untuk arah, selain menggunakan penunjuk jalan yang ada. kami juga menggunakan jasa GPS yang langsung terhubung ke satelit, jadi setiap jalan yang kami lewati benar- benar detail.

Sekitar pukul 10.00, kami sampai di loket Suramadu. Here We Go ! S U R A A A A A M A A A A A D U U U U U U U :D. Dengan hanya membayar 3ribu rupiah, kendaraan yang kami naiki, melaju melawan angin lautan Suramadu..


SURRAMADDDHUUUUH
|

Sesampainya di ujung jembatan, saya memutuskan untuk lanjut ke Makam Syeh Kholil di Bangkalan. Ini benar- benar pertama kalinya saya melewati Suramadu, hahahh.. dan seriusan, saya takjub ! 30 menit dari jembatan kami sampai di Martajasah, makam Kiai Syekh Kholil..



Bangunannya bagus, dan begitu masuk ke dalam masjidnya, hati, pikiran, jiwa, raga saya berasa ademmmm..

Bertepatan dengan ibadah sholat Dhuhur, saya mengikuti jama'ah disini, bersama banyak orang yang juga datang. 

Kami juga tidak menyia- nyiakan waktu untuk tidak menikmati Bebek Sinjay Madura. Meskipun ramai, kami ngga patah semangat. Hehehh.. Masuk warung jam 12, keluar dengan membawa kantong plastik berisi Nasi Bebek Sinjay pukul 13.30 *keringetan*.


Ini antrinya



*NGILERRRR!* MAU LAGIIIII!!!

Yang unik dari bebek sinjay ini, selain mereka tidak membuka cabang serta delivery order, tata cara pemesanan dan pengambilan pesanan pun unik. Jika di warung makan lain, pelayan datang dan menawarkan pesanan, di sinjay ini beda.

Oh ya. Bebek Sinjay ini terletak di sebelah kiri jalan jika kita menuju jembatan Suramadu saya lupa jalan apa (bukannya ga mau nyari, yah biar natural aja karena emang lupa).  Tapi kelihatan kok, paling ramai warungnya. Di Sinjay begitu masuk tempat makan ini, pembeli harus antri terlebih dahulu untuk melakukan pembayaran, dan nantinya akan terdapat nomor antrian di nota. Nah, ada empat loket yang tersedia disini. Disisi kanan untuk mengambil antrian pesanan yang dibungkus, sebelah paling kiri untuk yang makan di tempat, dan dua di tengah untuk loket pembayaran. Jadi, kalau kita pesan untuk di bawa pulang, setelah melakukan pembayaran kita menuju ke loket paling kanan untuk menunggu giliran, sedangkan untuk makan di tempat, kita mengambil piring yang sudah tersedia kemudian berjalan ke loket paling kiri.

Eits, jangan khawatir. Disini juga tersedia minuman yang beraneka ragam, mulai dari macam- macam jus buah, minuman botol, dan yang paling menarik versi saya adalah es degan dengan degan yang masih bulat !, tapi ada juga kok yang di jual per cup. Yang paling spesial lagi, sambal pendamping bebek maknyus ini adalah sambal pencit *ngiler*

Satu porsi nasi bebek sinjay dapat kita nikmati dengan menukar 15.000 saja ! wow. Oh, Bebek Sinjay ini juga pernah masuk teve loh. Bondan Winarno. Jadi, ngga diragukan lagi.

Setelah keluar dari Sinjay kami meneruskan perjalanan untuk pulang. Kelaparan, kami berdua berhenti di POM Sidoarjo untuk makan bebek sinjay dan menunggu hujan reda.

Sesampainya di Pandaan, kami berhenti di masjid Muhammad Cheng Ho, bertepatan dengan waktu Ashar juga. Masjidnya bagus. Etnik dan bangunannya memang memukau, dan saya baru tahu kalau di belakang masjid Cheng Ho ini ada penjual bakso yang 'katanya' recomended untuk di coba. Selain itu, saya juga baru tau kalau Masjid Cheng Ho itu ada dua, yang satu di Pandaan, dan satu lagi di Surabaya.




Karena sudah sore, kami melanjutkan perjalanan pulang, hujan terus mengguyur sepanjang jalan, dan sampai di Malang (kost saya) pukul 18.30. #eluseluspantat

Pukul 19.00 saya rapat LKMO yang nantinya akan saya ceritakan setelah ini.

Awesome untuk #EastJavaTrip waktu itu. Sholat Dhuhur di Bangkalan dan Sholat Ashar di Cheng Ho. #Kotakota

Senin, Maret 18, 2013

#Off Sementara

  No comments    
categories: 
Halo.. Sebenarnya saya punya 2 cerita yang ingin segera saya ulas disini, yang pertama adalah saya baru saja #EastJavaTrip ke Surabaya dan Madura , dan yang kedua kemarin hari Sabtu dan Minggu 16-17 Maret 2013, saya dan rekan- rekan Himpunan Mahasiswa Jurusan melaksanakan LKMO (Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi), dan keduanya akan saya bagi ke kalian nanti setelah saya sudah di rumah, dan selesai UTS. Oh ya, kompi saya kabel fleksinya rusak, jadi layarnya ga bisa dipakai dengan baik. Mungkin untuk beberapa waktu kedepan saya off menulis di blog. Menunggu perbaikan atau mungkin mama saya mau membelikan kompi baru, hahaha (ngarep).
Oke, babai untuk semua rekan blogger yang menyempatkan waktunya membaca blog saya. 

Salam

Cewek baik- baik

Sabtu, Maret 16, 2013

#awakward

  6 comments    
categories: 
Cita- cita ? Mau jadi apa hei, Silvi !

Saya selalu pahit kalau ditanya seperti itu. Entah kenapa. Apa alasannya, dan bagaimana menjelaskannya.

Saya kuliah di jurusan Ekonomi Pembangunan. "He ? Cewek kok kuliah jurusan pembangunan?" . Bukan, ini bukan jurusan pembangunan, tapi Ekonomi Pembangunan. 

Kebetulan, ya bukan kebetulan sih sebenarnya, Fakultas Ekonomi di tampat saya memiliki 3 Jurusan, yaitu Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan. Ekonomi Pembangunan sendiri memiliki 2 Prodi (program pendidikan? entahlah pokoknya Prodi), yaitu S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembanguan dan S1 Pendidikan Ekonomi.

Saya masuk di Prodi S1 IESP, jadi murni, bukan pendidikan.

Jelas, jika masuk pendidikan nantinya saya akan mengikuti program keguruan, alias jadi guru, alias ngajar, alias membagi ilmu, dan alias alias lainnya. Tapi saya enggak. 

Terus, jurusanmu itu nantinya ngejadiin kamu apa ?

Semster 5 nanti, saya akan penjurusan oh lebih tepatnya pengambilan konsentrasi, jadi ada 3 konsentrasi yang ditawarkan, yaitu Koperasi dan UMKM, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Bisa saja nanti kami kerja di koperasi/ menjadi pegawai bank/ bisa juga jadi pns, pegawai pemda, dll.

--

Tapi, sampai saat ini saya bingung. Mau ambil apa yah nantinya. 
Saya ga pengen jadi pegawai pemerintah, GAK MAU!!!

Jujur sih, saya pengen jadi editor, kerja di gagasmedia/gramed/bukune mungkin. Hehhe

Atau jadi jurnalis. Gitu- gitu jurnalis duitnya banyak loh!

Tapi, ibu pernah bilang, "ah, janganlah jurnalis itu jadi kerjaan, cukup jadi hobi aja, miris aku lihat berita- berita wartawan di pukuli". 

Jadi, apakah hidup ini benar- benar hanya berekspektasi pada "mengejar uang untuk kehidupan yang lebih baik saja?".

Susah..

Jadi orang kayak saya. Yang melakukan kegiatan dengan perasaan. Moody. Jadi sebenarnya, bukan hanya uang yang saya kejar nantinya, dan juga saat ini. Tapi, saya juga butuh rasa bahagia, dan cinta dengan kegiatan yang saya lakukan.

-

*Saya gak mau jadi pegawai pemerintah, apalagi di Indonesia. 

Kamis, Maret 14, 2013

#Molly-Pict

  No comments    
categories: 





Ini Kucing saya, namanya Molly. 

Taken from Canon EOS 1100D