Selasa, November 19, 2013

Kuliah Kerja Lapangan, Jakarta Kami Datang

  4 comments    
categories: 
Halo. Fellas. Maaf baru bisa posting sekarang, sebenarnya pingin posting pas lagi anget- angetnya. Tapi karena keterbatasan tenaga jadilah ini baru bisa muncul.

Alhamdulillah, KKL Jakarta Bandung Jogja selama 6 hari kemarin berjalan dengan lancar, aman, dan sukses menguras uang teman- teman.


Program : Jakarta- Bandung- Jogjakarta 6H/5M
Date : 12- 17 Nopember 2013
Group : Ekonomi Pembangunan Offering K Angkatan 2011 Universitas Negeri Malang

Day 1 [ 12 Nopember 2013] : Malang- Jakarta

Pukul 6.30 WIB kami sudah berkumpul di parkiran Graha Cakrawala UM untuk berangkat ke Jakarta. Namun, seperti biasa, masih ada saja yang ngaret dan membuat teman yang lain menunggu. Akhirnya, setelah semua datang, dan barang bawaan dimasukkan ke bagasi bus, kami berfoto bersama sebelum berangkat. Keberangkatan saat itu dihadiri oleh petinggi jurusan, yaitu Bapak Imam Mukhlis yang menjabat sebagai Sekretaris Jurusan, dikarenakan Ibu Ketua Jurusan sedang tugas studi di Amerika. Kami juga didampingi oleh dua dosen, beliau adalah bapak Hadi Sumarsono dan bapak Agus Sumanto yang didaulat sebagai Dosen Pembimbing Akademik kami selama kuliah.


Pak Hadi yang memakai Jaket di sisi kanan pembaca, pak Imam Mukhlis berada di tengah memakai kemeja, dan pak Agus masih menunggu di Singosari.
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah semua selesai, kami berangkat ke Jakarta dengan hati riang gembira karena akan libur selama satu minggu. Rute yang kami lewati adalah Malang- Pasuruan- dan seterusnya. Sekitar pukul 13.00 kami sampai di Tuban, makan siang di RM. Wahyu Utama dan melaksanakan sholat. Perjalanan di lanjutkan menuju Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan hujan turun, dan ada sekitar 3 kejadian kecelakaan kendaraan. Sopir bus kami semakin hati- hati. Malamnya, kami sampai di Kendal, berhenti sejenak untuk ishoma, di RM. Kurnia Jatim. Di RM Kurnia Jatim kami berhenti agak lama karena menunggu teman- teman mandi dan beberapa beristirahat karena kelelahan perjalanan. Salah satu teman kami, Devinta, sepanjang perjalanan sama sekali tidak bangun karena memiliki phobia naik bus. 

Day 2 [ 13 Nopember 2013] Jakarta

Hoahemmm.. Sekitar pukul 3.10, saya tersadar dari tidur yang tidak nyenyak. Bus kami berhenti di SPBU Rest Area KM 42. Teman- teman termasuk saya, langsung berhamburan ke kamar mandi karena kebelet pipis. Begitu selesai dengan semua urusan, bus kami melaju lagi menuju Istiqlal. Sepagi itu Jakarta pinggiran sudah macet. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Begitu sampai di Masjid Istiqlal 04.55 kami bersih diri dan melaksanakan ibadah. Teman- teman mengajak untuk ibadah terlebih dahulu baru mandi. Setelah ibadah, saya dan beberapa teman menuju kamar mandi. Wah, di Istiqlal kamar mandinya ya lumayan banyak, setidaknya begitu datang saya tidak perlu antre, karena saat saya datang, baru saja ada orang yang keluar dan tidak ada yang antre di barisan kamar mandi. Ternyata saya masuk di kamar mandi laki- laki :|. Pantas kok mandinya cepat. 

Begitu partner in crime saya, yaitu Jijah selesai mandi dan dandan kami naik lagi ke lantai atas Istiqlal untuk hunting foto. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Semua teman- teman sudah mandi, kami menuju bus untuk makan pagi. Karena hari itu kunjungan ke Direktorat Jendral Pajak dijadwalkan pukul 14.00, kami memiliki banyak waktu untuk bersenang- senang. Teman- teman memutuskan untuk pergi ke Ancol. Yeay.. Akhirnya sampai Ancol setelah bus kami tertatih- tatih menerobos kemacetan Jakarta. Beberapa teman memutuskan untuk pergi ke Seaworld, dan ada juga yang hanya menikmati Pantai Ancol, termasuk saya. Di Pantai Ancol kami melakukan sesi foto- foto bersama. 

@nandaapuss ; Azizah ; @Agrifinawidya ; saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Zizah; Pak Hadi; Saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

All Crew
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah foto bersama, pak Hadi mengajak kami semua untuk naik perahu, dan yang jelas di traktir oleh beliau. Hehe.. Kami dibagi menjadi 3 perahu, namun kebanyakan teman- teman bergabung di perahu 1 dan 2, dan saya berada di perahu 3 bersama Zizah, Ruth, Diah, Feri, Malthuf, dan Adrian. Eksklusif, karena hanya enam orang saja.


Zizah ; Saya; Malthuf; Adrian; Feri; Ruth. Diah sedang duduk dibelakang.
*Foto dokumentasi dari Danang, Nikon D3200*

Lama perjalanan tidak ada 1 jam. Setelah berputar naik kapal, kami jalan- jalan ke halte bus wara- wiri. Dengan bus wara wiri kami bisa mengitari Ancol dengan gratis. 


Perjalanan menuju Shuttle Bus
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Salah satu Shuttle Bus Wara Wiri
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


*Foto diambil dari Kamera Silvi, Danang photograph*

Bus Wara Wiri sebenarnya hampir sama dengan bus biasa. Dapat menampung sekitar 25 orang.

Setelah puas, berjalan- jalan dengan bus Wara- Wiri, kami kembali ke bus kami sendiri untuk persiapan menuju Direktorat Jendral Pajak. Kami diberi waktu dari jam 8-11 siang. Persiapan memakan waktu 1 jam, karena ada beberapa dari kami, termasuk saya yang mandi (lagi), dan di Ancol kami sudah langsung memakai seragam hitam putih almamater serta sepatu fantovel.

mentang- mentang bawa kamera, saya gak punya foto sendiri di kamera sendiri :( heheh
*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

Nih kayak gini maksudnya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Perjalanan panjang menyusuri Jakarta, macet tak pernah lekang. Pukul 12 kami berangkat ke Dirjen Pajak, kami juga makan siang diperjalanan. Lumayan, menunya Nasi Padang. :))

Pukul 13.55 kami sampai di Dirjen Pajak. Gedung tinggi menyapa kami. [ ndeso, gak pernah lihat gedung tinggi ] selama diperjalanan saya melihat gedung kompas, indosiar, antv, kpk dan masih banyak lagi. Saat perjalanan menuju Dirjen Pajak saya duduk dibelakang bersama salah satu teman, yaitu Juan, sambil makan kami melihat gedung- gedung tinggi dari dalam bus, dan kami mengira- ngira berapa jumlah lantai dalam gedung- gedung tersebut. :v

Begitu sampai di Dirjen Pajak, kami dipersilakan untuk naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi, Dokumentasi kak Ros*

Ternyata, kepala badan penyuluhan Dirjen Pajak adalah orang Kediri. Lupa namanya. Nanti saya cek dulu di catatan. hehehe

Oh iya, Gedung Direktorat Jendral Pajak ini juga disebut dengan Gedung 1000 Triliyun. Karena banyak orang mengira, ada banyak uang di gedung ini. 

Disini, karena kami masih belum mendapat materi tentang perpajakan di kampus, kami diperkenalkan pajak mulai dari paling dasar. Mengenai apa itu pajak, manfaat pajak, dan kegunaan pajak. Peran pajak sangat penting bagi negara Indonesia karena 70% dana untuk membangun negeri adalah dari pajak. Pajak ini nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur yang menunjang kelancaran transportasi, pendidikan, dan lainnya. 

Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang belum melaporkan hasil kena pajaknya pada pemerintah, sehingga kebanyakan dari mereka biasa disebut dengan free rider (penumpang gelap) karena menikmati hasil pajak namun tidak mau membayar pajak. 

Dalam penyuluhan ini, kami juga diajak untuk mengubah mindset tentang pajak. Intinya, jangan sampai nanti kami jika sudah berpenghasilan tidak melaporkan wajib pajak.

Acara selesai pukul 16.00, teman- teman diajak untuk games, dan Ruth, Dendi, Diah, dan Feri maju kedepan untuk mengikuti game ini. Mereka diharuskan untuk berpasangan, dan merayu satu sama lain. Rayuannya lucu dan kocak, dan mereka berempat mendapat kaos bertuliskan, I am not a Free rider. Congrats. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah acara di Dirjen Pajak selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Studio Trans TV, karena ada jadwal taping acara bukan empat mata. Sayangnya, kami terjebak macet hingga berjam- jam. Acara taping bukan empat mata pukul 17.30, dan kami dari Dirjen Pajak pukul 16.30, kena macet hingga hampir jam 19.00. Untung saja pihak Trans berbaik hati masih mau memberi kami kesempatan untuk mengikuti acara di bukan empat mata, dan bukan taping, live hari itu juga. 

Sebenarnya, saya sudah lelah, dan ingin tidak usah acara tv, tapi kak Ros (tour guide) bilang "saya sih gak apa- apa, tapi kalau kalian membatalkan acara tv ini, nanti UM kena blacklist, kasian adik- adik tingkat kalian yang mau ke acara tv", akhirnya karena kami berbaik hati, kami tetap setuju dengan acara live di bukan empat mata.

Waktu masih panjang, acara bukan empat mata pukul 21.45, tapi kami harus sudah ada di studio pukul 21.00. Pukul 19.30 kami berhenti di SPBU yang dekat dengan studio trans, kami makan malam, dan persiapan. 

Di Bukan Empat Mata, saat itu GS nya Ria Winata (sumpah siapa ini ?), Anggita Sari (Saya taunya dia model majalah dewasa) dan Joy Tobing. 

Begitu acara selesai, kami kembali ke hotel di daerah Sunda Kelapa, Foxfic Suite.

*Saat di Jakarta, saya pengeeen banget ketemu sama bunda @IndahJuli, babe babeh_helmi, dan Mba @nadadita , sayangnya waktu yang tidak memungkinkan. Oke deh moga lain kesempatan. :)

Day 3 [ 14 Nopember 2013 ] Jakarta- Bandung

Badan sangat lelah, kami berempat (saya, Zizah, Ruth, dan Diah) bangun pukul 6.30. Kaget dan langsung persiapan untuk mandi, makan pagi, dan check out hotel. Kami check out pukul 7.30 karena dijadwalkan pukul 9.00 kami ada kunjungan di Kementrian Keuangan RI. Alhamdulillah kami tidak telat. Di Kemenkeu kami mendapat goodie bag, dan tumblr Kemenkeu.

Karena bukan anak keuangan, saya gak begitu memahami materi karena pembahasannya mengenai data, dan saya hanya sekedar mendengarkan. 
Tapi, di Kemenkeu, materinya mengenai penjualan Surat Utang Negara.


*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

*Dokumentasi Danang*

Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung.

*to be continued*

Senin, November 11, 2013

Prepare KKL (Jakarta- Bandung- Jogjakarta)

  1 comment    
categories: 
Halo, fellas. Good night.
Akhirnya, besok saya melakukan trip lagi, trip resmi, trip yang mengeluarkan banyak pemikiran, banyak makan hati, dan banyak banyak banyak yang lain terutama uang.

Oke, KKL adalah salah satu mata kuliah wajib di tempat kami, KKL kepanjangan dari Kuliah Kerja Lapangan, penjelasannya ? Kami melakukan trip mengunjungi instansi yang berkaitan dengan kuliah kami. Seperti misalnya ke Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) ; Bank Indonesia (BI); Departemen Keuangan (Depkeu); Dirjen Pajak; UMKM Coklat Monggo atau Narti Silver, dan sebagainya.

Kebudayaan di tempat kami, KKL selalu identik dengan pergi ke JaBaJo atau Bali, ya itu sudah mengakar.
KKL di kampus mungkin hampir sama dengan studi tour di SMA, bedanya kami yang mengurus segalanya sendiri, mulai dari proposal kegiatan, memilih travel, memilih hotel, memilih kunjungan dan wisata, dan semuanya sendiri.

Karena dengan kesendirian itulah banyak sekali memakan waktu dan pikiran, apalagi menyatukan aspirasi dan keinginan orang banyak itu memang ya gampang- gampang susah dan rempong.

KKL ini hanya 1 SKS, itu artinya jika berada di kelas kami hanya 2 jam pelajaran saja, tapi nyatanya KKL ini berlangsung 6 hari dan biaya yang tidak sedikit.

Doakan ya, semoga kami semua selamat saat berangkat sampai tujuan dan sampai pulang.. Saya janji bakal cerita tentang pengalaman pas di Jakarta Bandung dan Jogja.. Anw, ini pertama kalinya saya mengunjungi Jakarta dan Bandung, semoga saya gak jadi orang udik. heheh


****************************************************************************

Kamis, November 07, 2013

[ Pict Share ]

  No comments    
categories: 

Muncul ditengah- tengah acara Seminar Nasional pagi tadi.. Sempat cangkruk di kepala salah seorang audience.. 

Orang Kecil Ditindas

  4 comments    
categories: 
Monolog

versi cowok : "tiiiin... tiiin........ tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn!!! Anjrit, goblok minggir woy" 

versi cewek : "tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. minggir to heh, piye to , bla bla bla bla"

(kemudian melaju dengan kencang tanpa rasa bersalah).

Dengar hal- hal seperti itu buat saya sih WES BIASAAAAAAA...

Sebagai salah satu dari sekian banyak mahasiswa rantau yang menggunakan kekuatan kaki untuk sampai di kampus dan sepeda ontel, seringkali kami diremehkan. Yaa, contohnya kayak yang diatas itu.

Entahlah, Malang sekarang rasanya kurang bersahabat dengan kami, suhunya makin tinggi, PANAS POL. Wes nggak sejuk lagi. Apalagi sifat orangnya kan yaaa mirip- mirip Surabaya lah, KERAS dan ehm KASAR. *Sorry, ini fakta*

kadang, saya jadi mikir. Ibaratnya kami, pejalan kaki dan pesepeda adalah orang kecil, sedangkan yang punya motor atau mobil adalah orang besar. Iya, orang kecil banyak ditindasnya. 

Di Malang ini, khususnya daerah kosan saya, Sumbersari- Amabarawa- dst- adalah daerah dengan gang- gang padat penduduk dan super sempit. Saking banyaknya manusia yang menghirup napas di daerah ini, jadinya penuh, rebutan pengen jadi yang nomor satu, akhirnya menghalalkan segala cara buat itu.

Saya paling malas kalau ada kuliah pagi, jam 7. Kondisi jalanan menuju kampus ngalahkan macetnya Jakarta *lebay* ya pokoknya penuh, dan panas. Isuk- isuk panas. Sudah jalan kaki, di caci maki, disuruh minggir, disuruh cepet- cepet.. Untungnya saya orangnya 'lempeng' jadi kalau di 'pisuhi' cuma diam tanpa ekspresi dan pergi. 

Solusinya biar gak kena macet adalah - berangkat pas jam 7 dari kosan- *nelat*

Saya buta akan hukum. Tapi, yang saya tahu, kalau ada kecelakaan lalu lintas, motor/ mobil yang sese nya besar meskipun dia tidak bersalah dia akan tetap salah. Nah, apalagi pejalan kaki atau pesepeda, se ngawur apapun kalau ada kecelakaan gak bakalan salah kan. Tapi, kami para pejalan kaki tau aturan dan attitude kok. Saya jalan di pinggir (hampir nyemplung got), sudah tertib, sudah cantik, sudah unyu, sudah imut. Masih saja di salahkan. Ah sudahlah..

Satpam dan Jukir pun demikian, kalau kami sedang berpapasan dengan mobil yang hendak masuk ke kampus, selalu mereka yang di dahulukan.. 

Kami, merasa termarjinalkan.. 

Solusinya ? Kasih kami tempat untuk bebas tanpa diganggu oleh orang- orang besar (pengendara motor dan mobil) itu. Beri marka, beri trotoar, beri garis yang khusus untuk orang- orang kecil seperti kami. Plis



Jumat, November 01, 2013

[Pict]

  1 comment    
categories: 
Last night, im going out with my friends, we walk in the dark of night.. Just for getting a awesome momment.

*halah*

Here we go :







After rainy.. and cold.. 

Selasa, Oktober 22, 2013

KEPUASAN KONSUMEN

  4 comments    
categories: 
Saya sering melakukan rutinitas -jalan- jalan- di- sore- hari-. Meskipun hanya muter gang di daerah kosan yang sempit dan padat. Lumayan mengurangi resiko osteoporosis kayak iklannya Sarah Sechan itu. 

Beberapa hari ini, ada hal- hal yang membuat saya merasa tidak puas dengan kinerja pemberi jasa di daerah kosan saya.

Pertama, Teringat kalau baterai jam tangan tiga- tiganya mati semua, saya mampir ke salah satu outlet jam tangan, disana juga tersedia berbagai macam aksesoris yang lengkap juga murah meriah, cocok untuk kantong anak kosan. Sebenarnya saya mau ganti baterai jam tangan ketiganya, pas nanya soal 'harga' baterai, agak sedikit kaget. Kok mahal ya, gak kayak biasanya. 

Akhirnya memutuskan untuk mengganti baterai jam yang biasa saya gunakan. Mengingat soal harga, bisa ludes dompet saya kalau ganti ketiganya. 

Kebetulan yang jaga seseorang mbak yang menurut saya ramah.

Pas saya pertama kali datang ..


"Mba, mau ganti baterai jam, satunya berapa ya?"

"Harga baterai nya 10K ini yang ori mbak, yang 377 (yang biasanya) harganya 5K tapi kosong, yang ori tahan sekitar 1 tahun lebih, dan yang 377 itu cuma 6 bulanan, kalau aku sih mending yang ori aja".

"Oke, ganti yang jam ini aja"

Dan malam ini, jarum jam saya sudah gak mau jalan lagi. :|
Itukah yang dinamakan ori dan bertahan selama setahun lebih ?

--

Kedua, Sepulang dari pergantian jam, saya mampir ke sebuah warnet yang menyediakan hotspot juga. Kebetulan karena warnet tersebut menurut saya kinerja komputer dan jaringannya cepat saya mampir. 

Saat saya mau masuk ke bagian komputer, saya di stop oleh penjaganya. Saat itu waktu menunjukkan 16.30. 

"Mau ngenet mbak ?"

"Iya, ada yang kosong?"

"Ada mbak, tp kami mau tutup jam 17.00"

"ohiya gak apa- apa, saya memang cuma sebentar saja ngenetnya"

"gak bisa mbak, kalau sudah mau tutup kami tidak menerima meski ada yang kosong"

Jujur saya heran!

"Oh gitu, kalau begitu saya beli paketan hotspot aja mas"

"Kalau mau tutup kami sudah tidak jual mbak"

"Baiklah"

Ehm, tidakkah ini aneh ? Menurut saya sih. Kan kalau saya ngenet saya masih punya waktu 30 menit to. 

Ini penolakan yang menyakitkan. Hiks. Jujur saya kecewa.

Ketiga, Saat saya sedang ngeprint. Mungkin gak cuma di daerah Malang yang sekarang bisa ngeprint pakai mesin foto kopian. Kemarin saya ngeprint BAB 1 proposal di salah satu percetakan, dan kalau kita ngeprint keluarnya melalui mesin fotokopi. 

Memang gak banyak saya ngeprinya, cuma 2 lembar aja. Tapi, kertasnya kayak terlipat gitu, apa ya bahasanya, pokoknya kertasnya itu gak rapi gitu, ada beberapa bagian yang kayak lungset (gak rapi). Pas saya bilang :

"Mas, ini kok kertasnya gini?

"Mesinnya panas mbak"

"Oh kalau gitu tolong print lagi ya"

"mesinnya panas, podo ae mbak"

"Ooo gitu, kalau gitu tolong print di printer yang mesinnya gak panas dan cetakannya tintanya jelas ya mas"

Kemudian di print ulang sama masnya. dan saya membayar dua kali. 

Jujur, saya tidak keberatan jika membayar lebih mahal untuk hasil yang maksimal, tapi saya akan sangat senang jika bayar murah tapi hasil maksimal juga.

Padahal, kepuasan konsumen itu berbanding lurus dengan pelayanan produsen. 

Sudah paham dengan poin yang saya maksud ? Oke sip!
Selamat malam. :)

Senin, September 23, 2013

Messi

  2 comments    
categories: 




Called him Messi.. 

  1 comment    
categories: 
Semester V ! 
Sekarang, saya tau apa yang menjadi tujuan saya. 
Kuliah selesai dengan cepat juga hasil yang memusakan.
Emang bisa ?
Nah ini di coba.

Sistem Kredit Semester saya tinggal sedikit, semester 7 pun bisa selesai kalau mau. 
Doakan ya. 
Makasih :)

Sabtu, September 21, 2013

Desain

  1 comment    
categories: 
Seandainya saya punya bisnis handmade..


Rabu, September 11, 2013

Tips Hemat Bagi Anak Kos

  15 comments    
categories: 
Saya gugur di tantangan #30HariNonstopNgeblog | haha | Gak papa deh, nulis lagi disini :D | Oke deh, saya punya banyak cerita. Soal Jember Fashion Carnaval - Suramnya Alas PronoJiwo - Pengalaman KRS (Pemrograman kelas) - Ketemu temen kelas (lagi), dan masih banyak deh. Tapi, buat ngawali, saya mau ngasih tips nih ya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

“Yay ! Kita adalah agen of change ! kita mahasiswa yang nantinya akan membawa perubahan untuk negara ini ! Hidup MAHASISWA !” itulah kata- kata yang sering dilontarkan saat pertama kali menjalani ospek.

Lalu hubungannya dengan judul diatas ? ya kalau jadi mahasiswa kan pastinya kita merantau, memang tidak semua tapi mayoritas oke MA YO RI TAS merantau, jadi kalau merantau perlu persiapan yang matang salah satunya adalah tempat kost.

Oke lah ya, anak kosan identik dengan kere diakhir bulan, dan mie instan, identik dengan banyak utang dan kesusahan. Menurut saya sih gak terlalu segitunya juga. Saya meskipun kos selama satu bulan dapat  dihitung makan mie instan, ngutang ? pernah tapi tidak sesering yang dibilang orang, pas fotokopi buku misalnya ditawarin temen via sms yaudah iya fc dulu, tapi ngutang dulu ya uangnya, kalau ketemu langsung dibayar. Ada juga yang bilang kalau anak kosan kaya di awal bulan bisa makan di mall, bisa jalan- jalan di mall dan kere di akhir bulan dan makan Cuma pakai mie instan, ya itu sih cuma anggapannya orang- orang boros.. Jika ada yang nanya saya “Kenapa begitu ?” saya mau coba balik nanya “Apakah anda tidak menyisihkan uang saku anda selama satu bulan? Apakah semuanya anda habiskan?” Jika jawabannya menyisihkan untuk ditabung tentunya tidak akan pernah yang namanya kere, kalau tidak menabung? Yah sepertinya anda perlu merencanakan keuangan anda.

Saya udah 2 tahun merasakan jadi anak kost, dan belum pernah sekalipun ngutang buat makan. Ets, jangan mikir saku saya banyak, malah bisa dibilang saku saya lebih sedikit dibanding teman yang lain. Setiap bulan ibu memberi saya 500K, padahal teman yang lain sakunya mencapai 700- 1000K. Gimana caranya bisa hemat ? Nih :

1. Makan seadanya saja
Di setiap daerah kampus, sangat mudah mencari makanan murah, tapi sangat susah mencari yang sehat. Jadi, pintar- pintar saja memilih. Kalau zaman saya dulu masih awal semester semua tempat (warung) di coba, setiap hari pindah tempat, mulai yang paling dekat sampai paling jauh, lama- kelamaan sistem kita akan memilih dengan sendirinya.
2. Jangan terlalu banyak jajan
Hal yang membuat boros biasanya memang bukan untuk makan, tapi jajan. Memang susah sih ya, kalau di kost bawaanya pengen ngemil. Tapi, untuk menghindari jebolnya dompet jajan berlebihan perlu di rem. Untuk jajan makanan saya sering belinya di awal bulan dan pertengahan bulan, belinya camilan yang kiloan itu. Oh ya, untuk penghematan boleh bawa tumblr / air minum kalau lagi kuliah, di jamin bakal jarang jajan. Untuk jajan yang lainnya (shopping) bagi cewek pisahkan antara pengen saja/pengen banget/ butuh/sangat butuh, setelah memilih kategori tersebut pikir lagi bermanfaat atau tidak. Oh ya selain itu, anda juga harus tau, anda cuma lapar mata atau bukan. *wing*
3. Diskon
Ini sangat penting diperhatikan, untuk membeli barang kita juga perlu yang namanya diskonan untuk meminimalisir jebol kantong.
4. Pilih Pasar Besar
Seperti yang kita tahu, pasar adalah tempat yang paling bagus untuk melakukan transaksi tawar menawar, benar? Nah, mending belanja di pasar, kalau bisa pasar besar. Jangan melulu di mall, oke boleh sesekali tapi jangan terlalu sering. Saya pernah membandingkan, jadi ceritanya waktu itu saya mau beli celana jeans, sebelum beli tentunya kita window shopping dulu ya, bandingkan bahan dan harga. Waktu itu saya di mall dan di pasar besar. Yah tahu sendirilah, merk sama, bahan sama, HARGA BEDA!. Jadi, konsumen cerdas, pilih yang murah dan berkwalitas. Asek.
5. Koneksi Internet
Anak kos harus suka gratisan. Di area kampus tentunya sudah disediakan wifi ya, jadi mending ngenet di kampus aja daripada di hotspot corner atau di warnet. Lumayan duit ngenetnya bisa ditabung.
6. Jangan Malu Bawa Makanan Dari Rumah
Setiap pulang ke rumah di Kediri pas weekend dan balik hari ahadnya saya selalu bawa makanan dari rumah (masakan ibu), dengan begitu bisa hemat beberapa hari. Hehe

Kayaknya itu aja deh ya, nanti kalau ada tambahan saya tambahin. hehe
Hemat bukan berarti pelit, tapi hemat untuk kebaikan di masa depan. :D | setiap orang harus dan wajib punya tabungan, masyarakat Indonesia sudah sangat konsumtif, kita yang masih muda jangan mau nerusin kebiasaan itu. Jangan hanya menggunakan uangmu untuk kegiatan konsumsi, tapi juga investasi (menabung). *tsahh*
Tertanda

Calon Sarjana Ekonomi
Muahahahah