Minggu, November 24, 2013

Bandung, Istimewa Euy

  1 comment    
categories: 


Day 3 [14 Nopember 2013] : Bandung

Perjalanan dilanjutkan ke Bandung..

Setelah selesai dengan urusan di Kemenkeu, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan melewati tol. Kata Pak Hadi (dosbing kami), sebelum jalan tol  jadi, dari Jakarta ke Bandung biasanya melewati Puncak. Wah, sayang sekali kami melewatkan keindahan puncak, tapi untungnya jika melewati tol adalah perjalanan bisa dipercepat karena bebas hambatan.

Selama perjalanan ke Bandung, hujan turun. Teman- teman memutar lagu dangdut. Dan ya, suasana dalam bus pecah, mereka berjoget ria. Saya ? Duduk manis dengan kamera, mengabadikan setiap momen yang ada. Ha Ha Ha

*Seminggu di perjalanan bersama teman- teman membuat saya jadi hapal lagu dangdut, dan lagu galau* Anw, Thanks :)





*Foto dokumentasi Pribadi*


Sampai di Bandung.

Kami diarahkan untuk berbelanja di Cibaduyut (Pusat Sepatu dan Tas Branded- dengan harga miring). Kami sampai sekitar pukul 14.00, dan diberi waktu hingga pukul 19.00. Teman- teman yang sudah tidak sabar untuk menghabiskan uangnya, begitu sampai di parkir Cibaduyut langsung berhamburan keluar untuk hunting barang branded nan murah meriah. Saya ? Santai santai sek.. Menunggu semua teman keluar dari bus, saya dan Zizah yang paling terakhir keluar dari bus. Saat itu kondisi Bandung gerimis- deras.
Sudah janjian memang dengan Zizah, kalau tidak akan beli apa- apa di Cibaduyut. Saat teman lain berburu barang- barang, saya dan Zizah luntang lantung tak tau arah dan tujuan *tsah*.

Kami duduk duduk di emperan toko, kemudian window shoping alias ndelok- ndelok thok, kemudian ke masjid terdekat. Waktu itu saya ngajak Zizah buat nyari tahu sumedang ternyata di area Cibaduyut tidak ada yang jual. Hujan- hujan memang enaknya makan yang hangat, saya ngajak Zizah buat beli jagung rebus, karena melihat porsinya yang besar, saya tawarin satu dibagi dua, namun Zizah menolak, ya udah akhirnya gajadi beli. Ha Ha Ha..

Sambil menunggu teman- teman, kami berfoto- foto.



Boss Ju, Alex, dan Sofyan sedang berada di seberang jalan.

Zizah

Cibaduyut Basah

Pukul 19.00 waktu yang ditentukan untuk segera kembali ke bus, namun masih ada saja anak yang memuaskan hasrat belanjanya di Cibaduyut, sehingga kami (yang sudah ada di bus) harus menunggu hingga pukul 19.30 lebih.

Setelah semua teman lengkap, lanjut perjalanan menuju hotel. Namun, sebelumnya singgah terlebih dahulu di rumah makan untuk makan malam. Yaitu, Saung Pengkolan. Anjis, Bandung itu ibarat surga. *fotonya di tab teman, belum sempat blutut*

Begitu selesai dengan urusan perut kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Entahlah, saya nyebutnya bukan hotel, tapi mirip dengan cottage. Namanya Hotel Pesona Bambu. Kesan pertama saat datang adalah asik.

Kamar bagian atas ornamen bambu, kamar lantai 1 dari batu bata, ada kolam renang, indah wes pokoknya, akan dibuktikan dengan foto. Ha Ha Ha.

Pembagian kamar seperti biasa, sama seperti di Jakarta. Saya bersama Zizah, Ruth, dan Diah. Karena kami datang paling akhir, kami sempat tidak mendapat kunci kamar, dan kak Ros sempat bingung sampai menuju emosi, padahal SALAH KAMI APAAHHH.. Tapi, karena saya udah capek, dan saat itu kondisi badan kurang baik, saya nanggapinya santai.

“Yaudah mas, santai aja gak apa- apa”

Benar, dan ternyata ada teman yang membawa kunci kamar dobel. Kami mendapat kamar di pojok bawah, gabung dengan teman yang lain, tapi karena Ruth takut, kak Ros mencarikan opsi kamar lain, yaitu di lantai 2. Fufufufufu..

Kamar kami, nomor 29 A. Yea, eksklusif. [ ga sempat foto lengkap karena teman2 sekamar keburu ngebedah isi kopernya ].





Bandung dingin, kami bergantian mandi dengan air hangat, dan kemudian tidur. Nyenyak..

Day 5 [15 Nopember 2013 ] Bandung- Jogja

Karena pagi itu sangat enjoyable untuk tetap berada di bawah selimut, setelah ibadah yang alhamdulillah gak kesiangan kayak pas di Jakarta, saya balik tidur lagi. Untungnya, kami di jadwalkan untuk check out pukul 9, yeaaa masih ada waktu untuk bermalas- malasan.

Tea time.. 

Namun, apa daya. Tidak ada kata malas- malasan. Teman- teman sangat berisik di luar, persiapan untuk renang di pagi yang dingin. Saya, Umik, Chus, serta Murni janjian untuk jalan- jalan keluar hotel, sebenarnya saya mau ngajak mereka semua ke Indomart. Haha.. Sayangnya niat itu diurungkan karena kami kecantol penjual bolpen ukir di depan hotel. Setelah membeli beberapa bolpen, kami kembali ke hotel. Ternyata sudah ada beberapa teman yang berenang (sebenarnya mereka saat itu berada di pinggir kolam), Bandung dingin euy..



Murni, Umik, Saya.. Chus yg nge foto.


Setelah koordinasi yang alot dengan Zizah, akhirnya kami memutuskan untuk segera nyemplung sendiri daripada di ceburkan teman- teman.

Ada beberapa teman yang memang sengaja menjadi target operasi kejahilan teman- teman, ada yang sedang santai lalu di kejar dan kemudian di ceburkan, ada yang sudah mandi lalu diceburkan, bahkan ada yang baru bangun tidur, keluar dari kamar, dan langsung di ceburkan. Yeaaaa.. Crazy time with all friends. J

Karena saya gak kuat sama dingin, saya buru- buru ‘mentas’ dari kolam renang, dan mandi air hanget. Yuhuuuuu... Begitu selesai, langsung turun lagi untuk mengabadikan momen indah teman- teman yang masih asik renang. :’)



Firda saat di masukkan ke kolam


Nicho kedinginan


Dingin


Boyband kita


Ruuuth


Pak Hadi


Teet.. Waktunya bersih diri.. Teman- teman yang masih asik renang akhirnya dengan terpaksa harus menyudahi kegiatan berenangnya. Oh ya, dosbing kami, Pak Hadi juga ikut renang lho.. Huaseeekk :D

Selesai mandi, dan semuanya sudah ganteng serta cantik, kami diarahkan untuk makan pagi. Yep, like a boss.. Ini baru namanya makan, menu lengkap. Makanan Bandung memang ciamik. Mulai dari makanan pembuka, proses, dan penutup. Mulai dari bubur ayam, nasi dengan segala lauknya, roti panggang, dan buah. Ha Ha Ha.. *jangan udik rek, jangan rakus*

Setelah full, kami bersiap- siap menuju Tangkuban Perahu.

Menunggu check out,  gak lupa foto- foto.








Sayangnya Bandung hujan, dan rencana untuk ke Tangkuban Perahu di ganti dengan wisata belanja (lagi), yaitu Ciwalk. Yey..

Ciwalk adalah pusat perbelanjaan yang hampir sama dengan mall pada umumnya, hanya saja disini lebih luas, dan asik. Asik buat belanja (yg kantongnya tebal), dan asik buat jalan- jalan (yg kantongnya mmmmm). Hehe

Di Ciwalk saya sempatkan buat beli kaos dari Gurita, yang sering dipakai sama teman- teman blogger Bandung ituh. Tulisannya. “Sumpah Saya Ini Blogger”. Kemudian saya dan beberapa teman jalan- jalan melihat ciwalk. Sembari menunggu teman- teman yang ‘ngaku’ cowok Jumatan.



S/ 80K

Alhamdulillah, setelah semua berkumpul. Kami makan siang. Menunya enak. Pokoknya Bandung banget. Nyummy.. Sekali lagi, Bandung memang ciamik.



*glek*

Setelah puas berbelanja dan jalan- jalan di Ciwalk, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Baru Bandung. Pasar Baru mirip seperti pasar besar pada umumnya, gak jauh beda. Baju Bandung lumayan murah 50K dapat 3. Pintar- pintar milih aja sih pokoknya.



Pasar Baru, Bandung


Haaaaaaa


Oke, ini sebenernya pakai mode 10x jepret dengan beberapa gaya.

Saya masih tetap bersama Zizah, setelah selesai berbelanja, saya ngajak Zizah untuk ke Braga, gak taunya malah ketemu sama Ali, Dendi, Kun, Satyani, dan Eko. Setelah saya racuni pikirannya, akhirnya dengan suka tidak rela setuju buat ke Braga. Sebelum ke Braga kami akan pergi ke bus terlebih dahulu untuk mengambil tripod, dan menaruh barang bawaan.

Tapi, kayaknya Tuhan gak merestui.

Bus kami pindah parkir, dan kami kebingungan mencari posisi bus. Gadget saya ada di bus, dan saat teman mau ngelacak keberadaan tab dengan GPS, saya ingat kalau gadget saya dalam kondisi mati. Hwahaha.. Setelah olahraga kesana- kemari, akhirnya bus kami ketemu, dan begitu kami masuk ke dalam bus. Bressssss... Hujan deras. Gagal sudah rencana ke Braga. Tapi, Alhamdulillah, di saat teman- teman kehujanan karena masih asik belanja dan telat datang ke bus, kami sudah leha- leha dengan selimut hangat..
Bandung memang seru, ah Bandung..

Dan setelah semua teman lengkap kami melanjutkan perjalanan ke Jogja..

*to be continued*

Selasa, November 19, 2013

Kuliah Kerja Lapangan, Jakarta Kami Datang

  4 comments    
categories: 
Halo. Fellas. Maaf baru bisa posting sekarang, sebenarnya pingin posting pas lagi anget- angetnya. Tapi karena keterbatasan tenaga jadilah ini baru bisa muncul.

Alhamdulillah, KKL Jakarta Bandung Jogja selama 6 hari kemarin berjalan dengan lancar, aman, dan sukses menguras uang teman- teman.


Program : Jakarta- Bandung- Jogjakarta 6H/5M
Date : 12- 17 Nopember 2013
Group : Ekonomi Pembangunan Offering K Angkatan 2011 Universitas Negeri Malang

Day 1 [ 12 Nopember 2013] : Malang- Jakarta

Pukul 6.30 WIB kami sudah berkumpul di parkiran Graha Cakrawala UM untuk berangkat ke Jakarta. Namun, seperti biasa, masih ada saja yang ngaret dan membuat teman yang lain menunggu. Akhirnya, setelah semua datang, dan barang bawaan dimasukkan ke bagasi bus, kami berfoto bersama sebelum berangkat. Keberangkatan saat itu dihadiri oleh petinggi jurusan, yaitu Bapak Imam Mukhlis yang menjabat sebagai Sekretaris Jurusan, dikarenakan Ibu Ketua Jurusan sedang tugas studi di Amerika. Kami juga didampingi oleh dua dosen, beliau adalah bapak Hadi Sumarsono dan bapak Agus Sumanto yang didaulat sebagai Dosen Pembimbing Akademik kami selama kuliah.


Pak Hadi yang memakai Jaket di sisi kanan pembaca, pak Imam Mukhlis berada di tengah memakai kemeja, dan pak Agus masih menunggu di Singosari.
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah semua selesai, kami berangkat ke Jakarta dengan hati riang gembira karena akan libur selama satu minggu. Rute yang kami lewati adalah Malang- Pasuruan- dan seterusnya. Sekitar pukul 13.00 kami sampai di Tuban, makan siang di RM. Wahyu Utama dan melaksanakan sholat. Perjalanan di lanjutkan menuju Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan hujan turun, dan ada sekitar 3 kejadian kecelakaan kendaraan. Sopir bus kami semakin hati- hati. Malamnya, kami sampai di Kendal, berhenti sejenak untuk ishoma, di RM. Kurnia Jatim. Di RM Kurnia Jatim kami berhenti agak lama karena menunggu teman- teman mandi dan beberapa beristirahat karena kelelahan perjalanan. Salah satu teman kami, Devinta, sepanjang perjalanan sama sekali tidak bangun karena memiliki phobia naik bus. 

Day 2 [ 13 Nopember 2013] Jakarta

Hoahemmm.. Sekitar pukul 3.10, saya tersadar dari tidur yang tidak nyenyak. Bus kami berhenti di SPBU Rest Area KM 42. Teman- teman termasuk saya, langsung berhamburan ke kamar mandi karena kebelet pipis. Begitu selesai dengan semua urusan, bus kami melaju lagi menuju Istiqlal. Sepagi itu Jakarta pinggiran sudah macet. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Begitu sampai di Masjid Istiqlal 04.55 kami bersih diri dan melaksanakan ibadah. Teman- teman mengajak untuk ibadah terlebih dahulu baru mandi. Setelah ibadah, saya dan beberapa teman menuju kamar mandi. Wah, di Istiqlal kamar mandinya ya lumayan banyak, setidaknya begitu datang saya tidak perlu antre, karena saat saya datang, baru saja ada orang yang keluar dan tidak ada yang antre di barisan kamar mandi. Ternyata saya masuk di kamar mandi laki- laki :|. Pantas kok mandinya cepat. 

Begitu partner in crime saya, yaitu Jijah selesai mandi dan dandan kami naik lagi ke lantai atas Istiqlal untuk hunting foto. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Semua teman- teman sudah mandi, kami menuju bus untuk makan pagi. Karena hari itu kunjungan ke Direktorat Jendral Pajak dijadwalkan pukul 14.00, kami memiliki banyak waktu untuk bersenang- senang. Teman- teman memutuskan untuk pergi ke Ancol. Yeay.. Akhirnya sampai Ancol setelah bus kami tertatih- tatih menerobos kemacetan Jakarta. Beberapa teman memutuskan untuk pergi ke Seaworld, dan ada juga yang hanya menikmati Pantai Ancol, termasuk saya. Di Pantai Ancol kami melakukan sesi foto- foto bersama. 

@nandaapuss ; Azizah ; @Agrifinawidya ; saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Zizah; Pak Hadi; Saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

All Crew
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah foto bersama, pak Hadi mengajak kami semua untuk naik perahu, dan yang jelas di traktir oleh beliau. Hehe.. Kami dibagi menjadi 3 perahu, namun kebanyakan teman- teman bergabung di perahu 1 dan 2, dan saya berada di perahu 3 bersama Zizah, Ruth, Diah, Feri, Malthuf, dan Adrian. Eksklusif, karena hanya enam orang saja.


Zizah ; Saya; Malthuf; Adrian; Feri; Ruth. Diah sedang duduk dibelakang.
*Foto dokumentasi dari Danang, Nikon D3200*

Lama perjalanan tidak ada 1 jam. Setelah berputar naik kapal, kami jalan- jalan ke halte bus wara- wiri. Dengan bus wara wiri kami bisa mengitari Ancol dengan gratis. 


Perjalanan menuju Shuttle Bus
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Salah satu Shuttle Bus Wara Wiri
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


*Foto diambil dari Kamera Silvi, Danang photograph*

Bus Wara Wiri sebenarnya hampir sama dengan bus biasa. Dapat menampung sekitar 25 orang.

Setelah puas, berjalan- jalan dengan bus Wara- Wiri, kami kembali ke bus kami sendiri untuk persiapan menuju Direktorat Jendral Pajak. Kami diberi waktu dari jam 8-11 siang. Persiapan memakan waktu 1 jam, karena ada beberapa dari kami, termasuk saya yang mandi (lagi), dan di Ancol kami sudah langsung memakai seragam hitam putih almamater serta sepatu fantovel.

mentang- mentang bawa kamera, saya gak punya foto sendiri di kamera sendiri :( heheh
*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

Nih kayak gini maksudnya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Perjalanan panjang menyusuri Jakarta, macet tak pernah lekang. Pukul 12 kami berangkat ke Dirjen Pajak, kami juga makan siang diperjalanan. Lumayan, menunya Nasi Padang. :))

Pukul 13.55 kami sampai di Dirjen Pajak. Gedung tinggi menyapa kami. [ ndeso, gak pernah lihat gedung tinggi ] selama diperjalanan saya melihat gedung kompas, indosiar, antv, kpk dan masih banyak lagi. Saat perjalanan menuju Dirjen Pajak saya duduk dibelakang bersama salah satu teman, yaitu Juan, sambil makan kami melihat gedung- gedung tinggi dari dalam bus, dan kami mengira- ngira berapa jumlah lantai dalam gedung- gedung tersebut. :v

Begitu sampai di Dirjen Pajak, kami dipersilakan untuk naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi, Dokumentasi kak Ros*

Ternyata, kepala badan penyuluhan Dirjen Pajak adalah orang Kediri. Lupa namanya. Nanti saya cek dulu di catatan. hehehe

Oh iya, Gedung Direktorat Jendral Pajak ini juga disebut dengan Gedung 1000 Triliyun. Karena banyak orang mengira, ada banyak uang di gedung ini. 

Disini, karena kami masih belum mendapat materi tentang perpajakan di kampus, kami diperkenalkan pajak mulai dari paling dasar. Mengenai apa itu pajak, manfaat pajak, dan kegunaan pajak. Peran pajak sangat penting bagi negara Indonesia karena 70% dana untuk membangun negeri adalah dari pajak. Pajak ini nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur yang menunjang kelancaran transportasi, pendidikan, dan lainnya. 

Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang belum melaporkan hasil kena pajaknya pada pemerintah, sehingga kebanyakan dari mereka biasa disebut dengan free rider (penumpang gelap) karena menikmati hasil pajak namun tidak mau membayar pajak. 

Dalam penyuluhan ini, kami juga diajak untuk mengubah mindset tentang pajak. Intinya, jangan sampai nanti kami jika sudah berpenghasilan tidak melaporkan wajib pajak.

Acara selesai pukul 16.00, teman- teman diajak untuk games, dan Ruth, Dendi, Diah, dan Feri maju kedepan untuk mengikuti game ini. Mereka diharuskan untuk berpasangan, dan merayu satu sama lain. Rayuannya lucu dan kocak, dan mereka berempat mendapat kaos bertuliskan, I am not a Free rider. Congrats. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah acara di Dirjen Pajak selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Studio Trans TV, karena ada jadwal taping acara bukan empat mata. Sayangnya, kami terjebak macet hingga berjam- jam. Acara taping bukan empat mata pukul 17.30, dan kami dari Dirjen Pajak pukul 16.30, kena macet hingga hampir jam 19.00. Untung saja pihak Trans berbaik hati masih mau memberi kami kesempatan untuk mengikuti acara di bukan empat mata, dan bukan taping, live hari itu juga. 

Sebenarnya, saya sudah lelah, dan ingin tidak usah acara tv, tapi kak Ros (tour guide) bilang "saya sih gak apa- apa, tapi kalau kalian membatalkan acara tv ini, nanti UM kena blacklist, kasian adik- adik tingkat kalian yang mau ke acara tv", akhirnya karena kami berbaik hati, kami tetap setuju dengan acara live di bukan empat mata.

Waktu masih panjang, acara bukan empat mata pukul 21.45, tapi kami harus sudah ada di studio pukul 21.00. Pukul 19.30 kami berhenti di SPBU yang dekat dengan studio trans, kami makan malam, dan persiapan. 

Di Bukan Empat Mata, saat itu GS nya Ria Winata (sumpah siapa ini ?), Anggita Sari (Saya taunya dia model majalah dewasa) dan Joy Tobing. 

Begitu acara selesai, kami kembali ke hotel di daerah Sunda Kelapa, Foxfic Suite.

*Saat di Jakarta, saya pengeeen banget ketemu sama bunda @IndahJuli, babe babeh_helmi, dan Mba @nadadita , sayangnya waktu yang tidak memungkinkan. Oke deh moga lain kesempatan. :)

Day 3 [ 14 Nopember 2013 ] Jakarta- Bandung

Badan sangat lelah, kami berempat (saya, Zizah, Ruth, dan Diah) bangun pukul 6.30. Kaget dan langsung persiapan untuk mandi, makan pagi, dan check out hotel. Kami check out pukul 7.30 karena dijadwalkan pukul 9.00 kami ada kunjungan di Kementrian Keuangan RI. Alhamdulillah kami tidak telat. Di Kemenkeu kami mendapat goodie bag, dan tumblr Kemenkeu.

Karena bukan anak keuangan, saya gak begitu memahami materi karena pembahasannya mengenai data, dan saya hanya sekedar mendengarkan. 
Tapi, di Kemenkeu, materinya mengenai penjualan Surat Utang Negara.


*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

*Dokumentasi Danang*

Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung.

*to be continued*

Senin, November 11, 2013

Prepare KKL (Jakarta- Bandung- Jogjakarta)

  1 comment    
categories: 
Halo, fellas. Good night.
Akhirnya, besok saya melakukan trip lagi, trip resmi, trip yang mengeluarkan banyak pemikiran, banyak makan hati, dan banyak banyak banyak yang lain terutama uang.

Oke, KKL adalah salah satu mata kuliah wajib di tempat kami, KKL kepanjangan dari Kuliah Kerja Lapangan, penjelasannya ? Kami melakukan trip mengunjungi instansi yang berkaitan dengan kuliah kami. Seperti misalnya ke Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) ; Bank Indonesia (BI); Departemen Keuangan (Depkeu); Dirjen Pajak; UMKM Coklat Monggo atau Narti Silver, dan sebagainya.

Kebudayaan di tempat kami, KKL selalu identik dengan pergi ke JaBaJo atau Bali, ya itu sudah mengakar.
KKL di kampus mungkin hampir sama dengan studi tour di SMA, bedanya kami yang mengurus segalanya sendiri, mulai dari proposal kegiatan, memilih travel, memilih hotel, memilih kunjungan dan wisata, dan semuanya sendiri.

Karena dengan kesendirian itulah banyak sekali memakan waktu dan pikiran, apalagi menyatukan aspirasi dan keinginan orang banyak itu memang ya gampang- gampang susah dan rempong.

KKL ini hanya 1 SKS, itu artinya jika berada di kelas kami hanya 2 jam pelajaran saja, tapi nyatanya KKL ini berlangsung 6 hari dan biaya yang tidak sedikit.

Doakan ya, semoga kami semua selamat saat berangkat sampai tujuan dan sampai pulang.. Saya janji bakal cerita tentang pengalaman pas di Jakarta Bandung dan Jogja.. Anw, ini pertama kalinya saya mengunjungi Jakarta dan Bandung, semoga saya gak jadi orang udik. heheh


****************************************************************************

Kamis, November 07, 2013

[ Pict Share ]

  No comments    
categories: 

Muncul ditengah- tengah acara Seminar Nasional pagi tadi.. Sempat cangkruk di kepala salah seorang audience.. 

Orang Kecil Ditindas

  4 comments    
categories: 
Monolog

versi cowok : "tiiiin... tiiin........ tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn!!! Anjrit, goblok minggir woy" 

versi cewek : "tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnn.. minggir to heh, piye to , bla bla bla bla"

(kemudian melaju dengan kencang tanpa rasa bersalah).

Dengar hal- hal seperti itu buat saya sih WES BIASAAAAAAA...

Sebagai salah satu dari sekian banyak mahasiswa rantau yang menggunakan kekuatan kaki untuk sampai di kampus dan sepeda ontel, seringkali kami diremehkan. Yaa, contohnya kayak yang diatas itu.

Entahlah, Malang sekarang rasanya kurang bersahabat dengan kami, suhunya makin tinggi, PANAS POL. Wes nggak sejuk lagi. Apalagi sifat orangnya kan yaaa mirip- mirip Surabaya lah, KERAS dan ehm KASAR. *Sorry, ini fakta*

kadang, saya jadi mikir. Ibaratnya kami, pejalan kaki dan pesepeda adalah orang kecil, sedangkan yang punya motor atau mobil adalah orang besar. Iya, orang kecil banyak ditindasnya. 

Di Malang ini, khususnya daerah kosan saya, Sumbersari- Amabarawa- dst- adalah daerah dengan gang- gang padat penduduk dan super sempit. Saking banyaknya manusia yang menghirup napas di daerah ini, jadinya penuh, rebutan pengen jadi yang nomor satu, akhirnya menghalalkan segala cara buat itu.

Saya paling malas kalau ada kuliah pagi, jam 7. Kondisi jalanan menuju kampus ngalahkan macetnya Jakarta *lebay* ya pokoknya penuh, dan panas. Isuk- isuk panas. Sudah jalan kaki, di caci maki, disuruh minggir, disuruh cepet- cepet.. Untungnya saya orangnya 'lempeng' jadi kalau di 'pisuhi' cuma diam tanpa ekspresi dan pergi. 

Solusinya biar gak kena macet adalah - berangkat pas jam 7 dari kosan- *nelat*

Saya buta akan hukum. Tapi, yang saya tahu, kalau ada kecelakaan lalu lintas, motor/ mobil yang sese nya besar meskipun dia tidak bersalah dia akan tetap salah. Nah, apalagi pejalan kaki atau pesepeda, se ngawur apapun kalau ada kecelakaan gak bakalan salah kan. Tapi, kami para pejalan kaki tau aturan dan attitude kok. Saya jalan di pinggir (hampir nyemplung got), sudah tertib, sudah cantik, sudah unyu, sudah imut. Masih saja di salahkan. Ah sudahlah..

Satpam dan Jukir pun demikian, kalau kami sedang berpapasan dengan mobil yang hendak masuk ke kampus, selalu mereka yang di dahulukan.. 

Kami, merasa termarjinalkan.. 

Solusinya ? Kasih kami tempat untuk bebas tanpa diganggu oleh orang- orang besar (pengendara motor dan mobil) itu. Beri marka, beri trotoar, beri garis yang khusus untuk orang- orang kecil seperti kami. Plis



Jumat, November 01, 2013

[Pict]

  1 comment    
categories: 
Last night, im going out with my friends, we walk in the dark of night.. Just for getting a awesome momment.

*halah*

Here we go :







After rainy.. and cold..