Senin, April 07, 2014

Outbound dan Filosofi dalam Organisasi

  1 comment    
categories: 
Gak nyangka kalau sekarang sudah di semester 6 *udah berapa kali ngomong gini ya*. Tiga tahun sudah jadi mahasiswa. Selama tiga tahun ini, ternyata saya gak cuma jadi mahasiswa kupu- kupu (kuliah pulang)2. Saya ikut gabung di himpunan mahasiswa jurusan, dan majalah fakultas. Nah, memang cuma dua organisasi tapi Insya Allah maksimal. Apalagi saya kan orangnya sibuk banget, sibuk sama diri sendiri di kosan. Jadi, kalau banyak- banyak ikut organisasi takut gak maksimal dan mengecewakan.

Saya gabung di HMJ selama dua periode, dan sekarang sudah off karena sudah sadar harus serius kuliah supaya bisa cepat lulus. Nah, meskipun sekarang saya sudah bukan lagi pengurus himpunan, tapi masih tetep punya jabatan, namanya DPO bukan daftar pencarian orang tapi Dewan Penasehat Organisasi. Jadi, tetep bisa ngecengin adik- adik maba meskipun bukan pengurus himpunan lagi. Hahahaahahahahaahahahhahaahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha


Kemarin, kami bareng- bareng 'get lost' di cuban talun untuk beberapa saat. Acaranya outbound tapi bukan sekedar outbound, di setiap kegiatan selalu ada makna untuk kelangsungan organisasi kedepannya.


Oya, outbound ini selalu ada setiap tahunnya, nama kegiatannya LKMO (Latihan Dasar Manajemen Organisasi), indoor dan outdoor. Nah yang saya mau ceritain ini yang outdoor, yang indoor ya gitulah biasa materi dan teori.

Tahun ini, teman- teman himpunan jurusan yang sudah direkrut berjumlah 55 mahasiswa, sayangnya kemarin tidak semua yang ikut serta karena jadwalnya berbenturan. Namun, tidak mengurangi serunya acara kok. Dari peserta yang ikut, dibagi menjadi beberapa grup, nah masing masing dari mereka menunjukkan identitas dengan memakai baju dengan warna yang sama. Ada, merah, kuning, merah jambu, hijau, abu- abu, coklat, dan lainnya.

Ini sebelum outbound, masing- masing peserta matanya ditutup, kemudian baris bebanjar, tangan kanan dan kiri menengadah. Masing masing di beri garam, gula, dan kopi. Kemudian setelah habis, filosofinya adalah dalam organisasi rasanya memang seperti itu.

*Namanya A. Fiat dari Majene, cerewet sekali. haha*


*classmate, Agrifina*


Saat outbound, teman- teman sie acara menentukan 6 pos yang harus dilalui oleh setiap kelompok.


*Ini salah satu kelompok* 
Kasihan, statusnya ada yang DI PHP, DIGANTUNG, JOMBLO, BERPACARAN, RUMIT, dan KASMARAN. 
Kelompok lain, malah lagi On the way.. Haha 

Pos 1, merupakan permainan lompat tali, disini semua anggota kelompok harus ikut serta dalam tali yang diputar. Sambung menyambung menjadi satu. Nah, filosofinya dalam organisasi harus ada saling kerja sama dalam satu ritme, dan tidak boleh mementingkan ego diri.


Pos 2, permainan membawa bola dengan tali. Setiap kelompok diberikan satu bola plastik, dan botol yang dipotong setengah yang sudah dikaitkan dengan tali. Masing- masing anggota memegang tali, dan satu orang memberi aba- aba. Filosofinya, semua anggota harus saling bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan hanya ada satu pemimpin dalam organisasi.


Pos 3, nama permainannya LDR. Disini, setiap kelompok akan diberi tali rafia sepanjang 1meter, dan tantanannya adalah bagaima caranya supaya tali tersebut bisa lebih panjang. Kebijakanya boleh menggunakan apa saja yang ada dalam diri setiap anggota. Nah. Filosofinya, LDR itu nyakitin dan penuh pengorbanan. Setiap anggota memiliki kemampuan dalam diri yang bisa digunakan untuk menjalankan rencana dari suatu organisasi, dan dalam organisasi tidak ada satupun yang dapat bekerja sendiri, selalu perlu orang lain.


Pos 4, permainan kaki seribu, kaki dikaitkan antara anggota satu dengan yang lain. Kiri dengan kanan begitu sebaliknya. Setiap kelompok diberi waktu untuk berjalan di medan yang sudah ditentukan. Filosofinya, setiap anggota organisasi harus saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.




Pos 5, safe your king. Permainanya menggunakan plastik yang sudah diisi air. Ada satu yang menjadi raja, dua orang menjadi penyuplai air, dua orang menjadi penembak dengan menggunakan jas hujan. Jadi, raja harus dilindungi dari tembakan air dari lawan. Filosofinya, setiap anggota harus saling melindungi dan memiliki strategi untuk dapat menyelesaikan masalah dalam organisasi.

*lagi cari amunisi*

*atur strategi*

Pos 6, semua peserta di bawa ke sungai, melakukan sumpah organisasi. Seru wes pokoknya. :D



*FYI saja, airnya dingiiin sekali ini*

Seperti biasa, ada bonus foto dong. Hhahaha





*yang ngambil Agrifina, di landscape (Vivid)*




Jumat, April 04, 2014

Madura, Kelima Kalinya

  6 comments    
categories: 
Ke Madura untuk kelima kalinya.

Pertama : Saat masih kelas lima SD;
Kedua : Saat ikut serta dalam acara Blogilicious;
Ketiga : Bersama teman :')
Keempat : Saat Festival TIK di Surabaya dan ke Madura hanya untuk makan siang di Bebek Sinjay.
Kelima : Ini ceritanyaaaa


Minggu kemarin, saya jalan- jalan bareng ibuk untuk ziarah... Rencananya sudah sejak Februari lalu, namun baru terealisasi kemarin. Rutenya, Kediri- Jombang- Madura- Surabaya- Mojokerto. Berangkat pukul 7.00 dan sampai kembali di rumah pukul 23 lewat. Ini rombongan bersama ibu- ibu.

Tanggal 30 Maret dan bukan kebetulan jika hari Seninnya libur nyepi. Sejak pagi ibuk sudah
 repot masak- masak, saya diminta untuk segera mandi dan bersiap. Pukul 7 sudah berkumpul di salah satu rumah yang ditunjuk, kemudian berangkat bersama. Syukurlah cuaca cerah.

Diawali menuju Jombang, Tebu Ireng, orang lebih kenal dengan makam Gus Dur, kondisinya ramai. Mungkin karena libur panjang. Gak sempat foto- foto karena memang gak ada yang bisa motoin.

Dilanjut perjalanan ke Madura, sepanjang perjalanan saya tidur, ngantuk banget. Alasan ngantuk mungkin memang sudah gak jaman, tapi saya memang tidur untuk menghalau kegalauan sepanjang perjalanan. Bangun- bangun sudah mau nyebrang Suramadu.


Sampai di Mertajasah, disana hanya menunggu dhuhur dan perjalanan dilanjutkan ke Ampel.. Tidak terlalu banyak belanja juga, dan tidak beli apa- apa. Menuju pulang Kediri, dan singgah sejenak di Mojokerto (Troloyo dan Mojoagung).


Sebenarnya, cerita ini gak begitu penting. Yang paling penting bareng sama ibuk. Hehe


Buah Ngayal Semalam

  4 comments    
categories: 


Beberapa waktu ini saya jadi ga kerasan di Malang, kangen rumah terus, kangen masakan ibuk, kangen semuanya yang di rumah. Di rumah semuanya enak. Efek semakin dewasa entah kenapa saya semakin takut meninggalkan rumah, takut jauh dari rumah dan seisinya. Mungkin saya kebalik ya, masa- masa muda seharusnya adalah masa dimana pergi jauh dari rumah, mencari pengalaman. Jika sudah cukup, maka pulang. 

Tiba- tiba semalam, ditemani lagu- lagu @tulusm saya kepikiran, mungkin lebih tepanya ngayal. Ngayal kalau misalnya Kediri- Malang dapat ditempuh dengan pulang pergi setiap hari dalam waktu tak kurang dari 60 menit dan murah pastinya. Maka, kami anak rantau ini tak perlu lagi mengalami yang namanya “homesick” karena setiap hari dapat merasakan kenyamanan dan kehangatan berada bersama keluarga di sebuah tempat yang disebut rumah. Tak ada lagi yang namanya kehabisan uang di akhir bulan, tak ada lagi makan mie instan. Mahasiswa rantau akan lebih sehat dan hebat. Haha.

Ngayalnya, coba kalau Kediri Malang bisa ada commuter line. Pasti enak dan lebih asik lagi kalau bisa pulang setiap hari, masyarakat commuter. Pagi merantau sore pulang. Maka, Malang hanya akan penuh di pagi hingga sore saja, sepulang itu, Malang tetap akan menjadi Malang. Gak bakal ada Malang sesak begini.

Seringkali saya membaca mengenai sistem transportasi luar negeri. Ya okelah, Indonesia memang belum sampai untuk urusan tersebut. Tapi, bisa bayangin gak sih misal bisa kayak gitu ? Pasti akan lebih banyak lagi keuntungan yang didapat.

Ya, mungkin awalnya memang memakan banyaak sekali dana untuk merealisasikan hal tersebut, eh bukan banyak sih, buanyaaaak pooool. Tapi, selanjutnya pasti akan indah.

Kemarin, saat di Jakarta saya pengen banget naik Commuter Line, muter Jakarta, sayang banget waktunya yang gak tepat, terlalu banyak kegiatan dan capek. Padahal kepingin banget tau rasanya. Ujung- ujungnya Cuma bisa stalk twitternya pak @nukman yang tiap hari upload foto dan keadaan di commuter line.

Pernah tau kan kata- kata ini ?

"Negara maju bukanlah negara tempat orang miskin mengendarai mobil. tapi tempat orang kaya menggunakan transportasi publik."

Nah, kita gimana ? 

*eh sorry ya buat anak rantau luar Jawa Timur* hehe

#LagiBener


Kamis, April 03, 2014

Playlist Minggu Ini

  3 comments    
categories: 
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau jiwa yang selalu aku puja.

Teman Hidup ~ Tulus

Selasa, Maret 25, 2014

Cerita Menjelang Skripsian

  1 comment    
categories: 
Hehe.. Saya lagi bahagia.. Entah kenapa. Pokoknya hari hari jadi lebih berwarna dan powerfull. Ditambah dengan kemarin muncul pengumuman dosen pembimbing dan penguji. Whoa! Saya sudah besar ternyata, karena sudah mau menjalani masa skripsi. HeHe. Di skripsi katanya harus pandai- pandai manage waktu dan emosi. Harus lebih wise juga. Nah, kayaknya cuma orang yang sudah besar yang punya sikap dan sifat itu.

Sangat bersyukur karena dosen pembimbing saya keduanya sesuai dengan pilihan. Entahlah. Semoga lancar dan berbobot. Dosen pembimbing 1 merupakan dosen PA, dan saya sering menjadi penanggung jawab kelas di MK yang beliau ajarkan, dan dosen pembimbing yang kedua kelihatannya orangnya wise. Hehe

Untuk dosen penguji, saya belum terlalu tahu sifatnya. Kabarnya sih beliau kritis, dan siap- siap skripsi di buang/ lempar dan beliau suka sekali "nggoblog- nggoblog" kan mahasiswa. Tenaaaaang. Saya hampir tiap hari juga Go Blog kok. :D.


Doain yah. Soalnya saya mau selesai di semester 7. Biar gak terlalu lama juga sekolah. Pengen tau dunia luar yang lebih keras dan luas. 

"Kehidupan bukan hanya dibalik meja sekolah".

Selain itu, terlalu lama kuliah juga gak baik, katanya bisa menunda pernikahan. 




Senin, Maret 24, 2014

Lanjutan..

  No comments    
categories: 
Maap ya, kemarin sudah capek sekali. Sebenarnya inti dari tulisan semalam itu ini. Hehe.. Siang kemarin, begitu banyak berkah yang saya terima. Entahlah, ini merupakan berkah atau malah musibah. Haha. 

Saat saya di kereta kemarin, kondisinya begitu tidak menyenangkan dan tidak nyaman, dikarenakan ac di kereta mati dan jendela tidak dapat dibuka. Apalagi saat itu, jam 12 tet. Cuaca diluar begitu menyengat. Bisa bayangin yah. Sumuk banget!.


Apalagi waktu itu gak ada yang saya kenal. Bangku depan dan sebelah kosong. Melihat kereta yang penuh, dan banyak orang bercengkerama satu sama lain membuat saya envy, dan karena keadaan depan dan sebelah saya kosong, membuat saya fokus dengan sosial media di hp. Kebetulan saat itu sedang berchit chat dengan beberapa teman.


Sudah lamaaa, hingga akhirnya /mbathin/ dan membuat status di BBM begini – “On the way.. Berharap ada cowok ganteng yang duduk disebelah saya”. 


Beberapa saat kemudian, datanglah 1 cowok yang unyu- unyu, sepertinya seumuran dengan saya, dia duduk disebelah saya. Kemudian di stasiun selanjutnya datang 2 cowok dan duduk di bangku depan saya. Entah kenapa jadinya awakward moment. Saya hanya diam sampai turun di stasiun tujuan. Tuhan, saya kan minta 1 kok dikasih 3 ?. 


Beberapa saat kemudian, salah seorang teman bilang di bbm “jarang ngeblog sekarang kamu ?”~ Iya, gak tau ini hidupku lagi basi, gak ada yang bisa diceritain.


Kemudian saya menulis status lagi, “hidupku lagi basi, gak ada yang bisa diceritain. Kasihan”. Entah kenapa setelah itu ada beberapa kejadian yang HARUS banget untuk diceritakan. Haha.. So many miracle and gift ya dalam waktu sesingkat itu.


Oke, jadi ceritanya begini. Kemarin selepas keluar dari stasiun saya menunggu adik tingkat, namanya Yolanda, dia naik kereta juga tapi beda gerbong. Karena searah, kami naik lend barengan, nah nah naaaaah.. Angkutan di Malang ini sejenis elf dalam ukuran kecil. Terdapat dua ruang, depan dan belakang, depan untuk sopir dan 1 bangku penumpang, sedang ruang belakang bangkunya diatur berhadapan. Jika dihitung seharusnya/ normalnya satu lend diisi 10 orang sudah termasuk supir, 2 di depan dan 8 dibelakang. Namun, kemarin, entah bagaimana bisa dan ternyata memang bisa, diisi 15 orang. Hak kami untuk menikmati kebebasan duduk direnggut oleh supir yang kejar setoran. Sampai ada yang duduk di pintu lend dan menghadap keluar loh. Ditambah dengan jalanan Malang yang terlihat rata, padahal duh Gusti, bergelombang, ditambah lagi sama supirnya ngebut. Mungkin kalau lendnya oleng, kami mati semua karena gak ada yang bisa menyelamatkan diri. Ironi bener lah ini. Mendingan naik taksi atau di jemput, bukan endel tapi kenyamanan nomor 1 ya.


Dan pagi ini, bangun pagi rasanya badan sakit semua. Akumulasi capek dan lelah di hari Minggu sepertinya. Akhirnya kuliah jam pertama saya gak masuk, dan mungkin saya harus bersyukur karena dosen gak datang. 


Siang ini, juga demikian. Pengumuman dosen pembimbing dan penguji sudah keluar. Semua heboh, waktu itu berita muncul di wasap kelas. Waktu itu saya lagi makan di kantin bareng Jijah, tiba- tiba deg deg an, ternyata dosen pembimbing persis seperti yang saya ajukan, tanpa koreksi sedikitpun. 


Dosen Pembimbing Akademik menjadi Dosbing 1, dan satunya lagi pilihan saya. Alhamdulillah.. 


Jadi, inti dari #curhatan saya adalah saya minta 1 tapi Tuhan kasih banyaaaaaaaaak sekali. Huwow.


Minggu, Maret 23, 2014

Tuhan Maha Baik

  2 comments    
categories: 
Hari ini saya pulang ke Malang. Diantar.. Ah, cepat sekali rasanya 6 hari di rumah. Mungkin karena banyak kegiatan, jadi gak kerasa. Ohya, edisi nulis kali ini #curhat ya.

Selasa saya pulang, naik bus Puspa Indah. Sudah lama sekali rasanya tidak naik bus maut satu ini. Pulang kuliah, diantar mba Enjang (mba kos) ke Landungsari. Agak kaget juga, ternyata sekarang sudah ada bus Patas, Citra. Fasilitasnya banyak! Wifi, TV, dan AC tentunya. tarifnya ya sebanding lah, katanya sih 30K. Ada juga bus Puspa Indah AC tarif biasa. Sama sama enak kok. Kursinya nyaman juga. Eh tapi kapan- kapan saya mau coba yang patas.

Sampai rumah sekitar jam 15.00, dan pukul 17.00 saya bersama +tiwwi Dy +puguh alakadarnya dan +muhyi irmawan taziah ke tempat ak Herman. Saya lihatnya Bu Meryna, Strong! :)

Rabu dan Kamis, saudara saya nikahan.. Saudara saya laki- laki. Hari Rabu, ngantar penganten ke tempat penganten perempuan.


Hari Kamis, di tempat saudara saya yang laki- laki..

Selama 20 tahun, ini foto pertama saya bersama mereka.

 Precils


Hari Jumat, saya #MBLARAH bareng temen- temen @BloggerKediri di Pasar Raya Simpang Lima. Banyaaak sekali yang datang, wajah- wajah baru, momen baru, cerita baru. Senang.


*Bonus*

Hari Sabtu, saya bersama teman- teman @BloggerKediri ikut #NGUSIL (Ngumpul Lan Silaturahmi) sama anak @StandUpIndo_KDR , ceritanya mereka lagi ada acara besar, namanya #GoodFatherShow. Ada komika komika dari Kediri dan juga Surabaya. Mungkin, untuk reviewnya nanti bisa dibaca di web bloggerkediri.org ya. Tapi, tunggu, masih dalam proses.
Oke deh, langsung foto- fotonya aja. Udah malam. Hahaha

Pak @DosenNdeso ngeMC

Sisanya.. Disini yaa.

Hari Ahad ini, saya balik Malang, sudah saya bilang di awal saya diantar, diantar masinis naik kereta. Jam 11 ibuk ngantar ke Stasiun.. Lumayan lama nunggu. Kereta telat 25 menitan. Perjalanan dari Kediri ke Malang
sekitar 4 jam, tadi sampai Malang udah jam 17.00. Capek..

Masih ada lanjutannya.. Tapi besok ya..


Kamis, Maret 20, 2014

In Memoriam Pak Herman

  1 comment    
categories: 
Innalilahi wainailaihi rojiun..

Tidak menyangka jika sosok guru yang sering saya sebut di blog berpulang secepat ini.. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Nya, dan di tempatkan di tempat yang lebih baik di sisi Allah SWT. Aamiin

Senin pagi (17 Maret 2014)  saya mendengar kabar yang sangat mengejutkan. Awalnya melalui PM facebook, dikirim oleh adik kelas di SMA, Nislatul. Mengabarkan jika pak Herman telah berpulang. Masih tidak percaya. Hingga akhirnya muncullah status bbm teman teman dari Smansa mengenai hal tersebut.

Akhirnya saya mem-validkan berita tersebut kepada mas Rofiul, teman dekat dari pak Herman. Menunggu, dan ternyata benar. Sakit rasanya mendengar kabar duka dari orang dekat. Namun, semua milik-Nya, dan akan kembali pada-Nya.

PERKENALAN

Saya masuk SMA 1 Pare tahun 2008, dan tentunya mendapat pelajaran TIK. Di masa itu, TIK masih sangat wah apalagi internet. Saat itu, menikmati internet di lab komputer sangat menyenangkan, karena mengakses internet masih lumayan mahal, sekitar 3000/ jam di warnet.

Pak Herman adalah guru abadi, beliau mengajar TIK kelas X dan kelas XII. Beliau selalu memberi kami kesempatan untuk main internet sebelum pelajaran dimulai. Beruntung sekali saat itu, di kurikulum kami mendapat pelajaran mengenai blog, beliau lah yang pertama memperkenalkan BLOGDETIK pada kami, dan yang saya tahu beliau merupakan laskar online pertama di tahun 2008, yang membawa blogdetik ke Kediri.

Awalnya saya merasa, pak Herman merupakan orang yang sangat tegas, disiplin, dan galak. Karena pada saat pelajaran mengenai motherboard saya pernah dimarahi gara- gara mungkin dianggap menyepelekan. Sejak saat itu saya mulai giat belajar mengenai komponen komputer, hingga sampai saat ini jika ditanya komponen motherboard saya masih ingat.

Belajar mengenai blog, belajara otodidak, otak atik blog, dan sering kepo tentang kepenulisan melalui blog beliau. Hingga akhirnya saya menjadi salah satu dari ke 16 siswa yang juara mendapat kaos dari blogdetik. Sejak saat itu, kami sering diikutsertakan dalam setiap momen kepenulisan digital.

Pak Herman bukan hanya menjadi sosok Guru, namun juga sahabat. Beliau gaul dan menyenangakan.

MENJADI SOSOK YANG SANGAT INSPIRATIF

Waktu memang melenakan. Tak terasa tahun 2011 saya lulus, dan masuk di  PTN di Malang. Namun, Alhamdulillah masih terus ngeblog, dan datanglah kesempatan dimana saya ditawari oleh pak Herman untuk membimbing pelajaran TIK tentang materi blog. Dan sudah berlangsung 2 tahun sebelum mata pelajaran TIK dihapuskan. 

Saya bersama beberapa orang teman, yang pertama sekitar semester 2, saya bersama @ChandraBJ ; @Rialyzara ; @arisiras ; dan @pradinacweet. Sedangkan di tahun ke dua saya bersama @pradinacweet ; dan @arisjodi.

Karena beliau juga lah, kami (saya, Pradina dan Aris) akhirnya berangkat untuk mengikuti Asean Blogger Festival di Solo. 
Hingga muncullah Komunitas Detik Smansa, dan sekarang ini Blogger Kediri, pak Herman juga merupakan sosok yang turut mendukung adanya Komunitas ini, beliau seringkali memberi kami masukan saran, dan motivasi.

Sebulan yang lalu, kami dari Blogger Kediri memiliki acara Blogger Goes to School di SMA 1 Pare, dan pak Herman merupakan sosok yang memberi kami tempat dan akses untuk dapat masuk ke sekolah saya dulu. Beliau juga bersedia membuka jalan kami untuk masuk ke sekolah lain di kabupaten. Jasa beliau sangat banyaaaak.

Saya dan pak Herman sering berkomunikasi melalui bbm, dan saat itu beliau bilang "Atas nama kediri kita coba bangun sekuat tenaga, kita jemput bola ke sekolah2, kita bantu sekolah2 lainya juga. Oke Vi"

Beliau juga sangat mendukung kami dalam setiap kegiatan "Aku support bgt dgn kalian, senang dgn perjuangan kalian".

Beliau juga berpesan untuk semua anggota Blogger Kediri "Kalian muda, saatnya unjuk kebolehan tp tetap pada kekompakan tim bukan ego. Oke Vi"

  
Terimakasih pak Herman, untuk semua waktu tenaga dan pikiran yang tercurahakan untuk saya khususnya dan kami Blogger Kediri. Tanpa bapak mungkin saja sampai sekarang saya tidak akan mengenal blog. 

Mewakili pak Herman dan keluarga, siapa saja yang membaca posting ini saya mohon maaf atas segala khilaf yang disengaja ataupun tidak disengaja oleh beliau. Mohon diikhlaskan untuk membantu jalan beliau. Terimakasih.

Untuk Bu Meryna, kuat ya bu. Semangat! Ada generasi hebat yang harus ibu perjuangkan.

Al Faatihah. 

Foto diamabil tahun 2013 saat pawai Pekan Budaya Kediri



Sabtu, Maret 15, 2014

Learn to be Wise

  No comments    
categories: 

Tulisan yang ternyata gak ke publish.. hihi..
Ini artinya sudah sekitar 9 minggu yang lalu.. 
Intro :

Liburan 3 minggu akan segera usai. Hua! Akhirnya akan kembali lagi ke Malang. Rencananya aku akan pulang dua hari lebih awal dari jadwal masuk, yaitu hari Jum’at. Tiba- tiba, teringat sesuatu. Kunci kosan. Aku lupa naruhnya dimana. Saat mencari- cari dan akhirnya tetap tidak ketemu. Aku malah menemukan cd yang pernah diberi oleh teman sekamar saat Asean Blogger Festival kemarin di Solo. At tey_saja dan mas at jay_afrisando. Albumnya berjudul Membuatku Cinta, anak dari dua orang itu. Mas Jay merupakan pemain saxopon dan mba Tey yang membuat puisinya. Keren.

Aku putar kasetnya di komputer. Track 1 judulnya Belajar Bijaksana, jadi sebenarnya isi tulisan ini inspirasinya dari album Membuatku Cinta.

Reff :

Senang sekali rasanya, aku mungkin salah satu orang yang beruntung karena bisa mendapatkan album ini secara gratis. Apalagi aku juga merupakan pendengar setia musik- musik jenis jazz. Awalnya dulu ngira kalau ini merupakan undangan nikah, gak taunya album. Eh, tapi sekarang mbak tey dan mas jay beneran nikah. Jodoh memang gak kemana, dan aku juga percaya.

Ohiya, aku ingin membagikan lirik Belajar Bijaksana disini. Ijin yah mas jay dan mba tey ^^.

I close my eyes, listen to the nature speaks
About love, and pain
I remember all the story of tears and cheers
When all the complaints vanish in vain
Not all the happiness cures the tears
Not all pain ruins selves
I learn to be wise
From the nature that raises the sun
From the wind that blows hurricane
Also from falling tears
I learn to be wise
From and love
In this world, with you and them

Jay & Gatra Wardaya – Membuatku Cinta – Track 1 Belajar Bijaksana

Entah kenapa, ini sangat cocok dengan apa yang aku alami. Belajar Bijaksana. Sejak kepulangan Bayu, aku merasa menjadi pribadi yang berbeda, kehilangan Bayu membuat aku menjadi banyak belajar, salah satunya belajar bijaksana. Bijaksana menghadapi permasalahan hidup. Bijaksana saat bertemu teman- teman dan bijaksana menanggapi sesuatu. Kamu harus bangga sama aku mas Bay :D.

Proses pendewasaan yang benar- benar penuh liku. Dan Tuhan mengajarkan semua ini melalui Bayu. Terimakasih :)


 


Kamis, Maret 13, 2014

Bertemu Kawan Lama, Badri Joyo

  2 comments    
categories: 
Namanya Akhmad Badri Joyo Negoro, teman yang saya temui saat pertama masuk kelas. Badannya besar, dan tegap, terkesan garang. Asli arek Malang. Kami tergabung di kelas yang bernama Offering K- K di Prodi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) atau jurusan Ekonomi Pembangunan (EP/EKP). Dibalik perawakannya yang garang, ternyata Badri baik, dan enak diajak berkomunikasi. Kami berteman cukup baik, dan dekat, banyak cerita- cerita. Namun, Badri memutuskan untuk cuti kuliah di semester 4, karena lolos tes Polisi dan menempuh pendidikan di pulau Komodo selama setahun, dan saat ini sudah dinas di Polda Surabaya. Setelah sekian lamaaaa, akhirnya kemarin, Badri menyempatkan diri untuk bertemu saya di kosan, karena kebetulan lagi pulang ke Malang. Bersama adiknya, Badri menemui saya. 

Gak nyangka ya, ada teman yang sekarang udah sukses duluan. Kami banyak cerita, tentang kehidupannya selama pendidikan sampai memasuki dunia kerja, dan saya cerita cerita soal kehidupan saya selama setahun kebelakang dan teman- teman kelas. Badri tak bayak berubah, sifat dan sikapnya masih sama, lebay. Tapi dia lebih dewasa. 

Selamat ya Badri, semoga jadi Polisi anti KKN dan Anti suap. dan satu lagi, nanti kalau sudah jadi polisi senior perutnya jangan buncit!.