Senin, November 12, 2018

Pengalaman Pertama Mendaki ke Jantung Kawah Ijen, Banyuwangi

  41 comments    
categories: 
[Ijen Crater]
Pukul 01.00 dini hari, saat banyak manusia di belahan bumi lain sedang terlelap dalam tidurnya, kami para tamu Ijen yang berada di Paltuding sedang bersiap untuk mendaki guna menyaksikan indahnya keajaiban bluefire dan kawah Ijen. 

Beberapa waktu yang lalu saya kembali melakukan perjalanan bersama teman-teman kantor. Kali ini perjalananya masih seirama dengan jalan-jalan ke Bromo kemarin, kemasannya masih dalam rangka outing. hehe
[Cahaya dari Paiton]
Perjalanan dimulai dari Kediri pukul 10.00 WIB, kami seharusnya pergi ber-enam. Sayangnya ada dua yang tidak bisa ikut serta, hingga akhirnya kami meluncur hanya berempat saja. Perjalanan kami diawali dengan doa, harapannya semoga selalu lancar dan selamat sampai tujuan. 

Perjalanan Kediri- Malang cukup lancar, bahkan saat sampai di Probolinggo-pun juga semuanya lancar. Alhamdulillah. Hingga akhirnya menjelang lepas maghrib kami sampai di rumah makan Utama Raya di Situbondo. Tempatnya oke banget dan memang sengaja didesain untuk rest area, karena fasilitasnya sangat lengkap. Ada SPBU, rumah makan, pusat perbelanjaan, mushola, kamar mandi dan penginapan.
Lepas makan malam, kami meluncur menuju Ijen. Ohya dalam perjalanan ini saya banyak tidurnya hehe.. Hanya sesekali terbangun saat rombongan kami salah jalur, soalnya sepanjang perjalanan kayak hutan-hutan terus, sepi dan gelap. Kemudian tau-tau sampai di pintu gerbang utama Ijen. Kami sempat berhenti sejenak untuk melepas lelah, soalnya perjalanan panjang kan ya dan cuma duduk terus. 
Ijen dingin banget! Saya sempat duduk di kursi yang terbuat dari bambu, rasanya NYES kayak duduk di es. Padahal waktu di Bromo, saya gak begitu merasa dingin dan menggigil. Yaaaah, meskipun pernah biduran sih dulu pas di sana. Hehe.

Padahal nih, Ijen itu posisinya masih lebih rendah dibandingkan dengan Bromo. Tapi kok Ijen rasanya dingin banget ya, apa karena ini masih pertama kalinya bagi diri dan jiawaku datang kesini, makanya masih belum penyesuaian. Entahlah.

Tak menunggu lama, setelah teman-teman lain sudah siap melanjutkan perjalanan, kami mulai meluncur ke area parkir atau biasa disebut dengan Paltuding. Ohya perjalanannya sekitar 30 menit dan akan ada beberapa pos pemberhentian yang digunakan untuk pendaftaran tamu. Saat kami datang, nomor buku tamunya sudah mencapai 1000. Jadi bisa bayangkan, kami akan ada di puncak Ijen kira-kira bersama 1000 orang atau bahkan lebih. 

Nah, uniknya dalam perjalanan menuju Paltuding ini kami hanya ditarik ongkos secara sukarela saja. Baru setelah mau menuju ke gerbang pendakian, kami dikenakan tiket Rp 7.500/ orang. Murah banget!. Tapi sepulang dari Ijen nih yang mahal ongkosnya. Ongkos apa? Ongkos pijit!.

Rombongan kami sampai di Paltuding sekitar pukul 10.30 dan kami gak bisa langsung mendaki begitu saja, karena memang pendakian baru dibuka pukul 01.00 WIB. Jadi kami harus menunggu di warung kopi yang ada di sekitar area parkir. Ada juga yang mendirikan tenda sih. Kayaknya seru kalau lain kali buat 'nenda' di area Ijen. 

Ohya fasilitas toilet di Paltuding juga cukup memadai lah kalau menurut saya, air cukup dan toilet cukup bersih. Tarif toiletnya antara 3-5 ribuan saja.

Nah, pas udah mau jam 01.00, kami bersiap jalan menuju area gerbang pendakian. Sebelum itu saya sempatkan buat pergi ke toilet dulu, karena kabarnya di sepanjang jalur pendakian memang tersedia toilet namun tidak ada air yang cukup.

Setelah saya dan semua rombongan sudah memegang tiket, air mineral dan P3K masing-masing, kami bersiap untuk memulai pendakian. Ohya jarak tempuh antara pos loket dan puncak Ijen katanya cuma 3,4 km saja. 
Awalnya sih perjalanan masih asyik ya, soalnya belum begitu menanjak makin lama makin menanjak bahkan kemiringannya sekitar 40 derajat. Saya terus berjalanan sambil sesekali berhenti untuk minum. Goals saya ke Ijen ini adalah untuk dapat melihat blue fire. Ohya, rombongan yang pergi bersama kami ada 19 orang. 

Jalur pendakian di Ijen ini cukup lebar dan aman, namun pastikan tetap hati- hati karena ada beberapa spot yang cukup berbahaya kalau kita lengah. Soalnya bisa langsung terjun ke jurang kalau sampai jatuh, ehem.

Jujur, mungkin ini adalah pendakian tanpa drama yang saya alami. Kalau mungkin teman- teman masih ingat tentang pendakian saya ke Panderman tahun 2014 dan sempat disasarkan makhluk astral itu, kadang bikin malas naik gunung, asli.

Baca Juga : Pertama Mendaki, Nyasar di Panderman

Kabarnya pendakian normal dari Paltuding ke Puncak Ijen dapat dilampaui sekitar 2-3 jam. Tapi kalau yang belum pernah ke Ijen bakalan gak percaya kalau jaraknya cuma 3,4km. Soalnya serasa 200 km saking jauhnya. Memang terasa jauh karena kontur tanahnya yang naik terus. 

Namun saya jamin deh, buat yang suka sama petualangan, mendaki ke Ijen wajib buat dicoba. Suasana malam saat pendakian ini rasanya bikin syahdu di hati. Mungkin kita emang capek mendaki, tapi kita juga disuguhi sama indahnya gemintang di langit. Rasanya capek jadi sedikit terobati, kemudian tau- tau kita udah sampai di pos terakhir yang udah deket sama puncak.

Beberapa kali saya sempat merasa di PHP sama diri sendiri, soalnya sering bilang,

"wah puncak udah deket, lihat udah banyak lampunya!"

Ternyata, puncak masih jauh. Tapi, saya sangat bersyukur, karena akhirnya bisa sampai di puncak pukul 03.00, bersama mas Roni. Nah di atas, ternyata kami juga berjumpa dengan beberapa teman dari rombongan yang sedang menunggu teman lainnya.

Karena ini pertama kalinya saya berkunjung ke Ijen, saya gak mau dong ketinggalan momen buat melihat blue fire yang katanya cuma ada dua di dunia ini. Akhirnya setelah sepakat, saya dan mas Roni turun untuk melihat blue fire di dekat kawah Ijen.

Blue Fire sendiri merupakan reaksi dari gas bumi ketika bertemu oksigen pada tingkatan tertentu. Hasil dari reaksi inilah yang akhirnya memunculkan api yang berwarna biru.

Katanya, cuma 700 meter aja kami bisa sampai dekat blue fire. Nyatanya? Tau sendirilah gimana ya kan. Haha. Jalurnya bebatuan dan curam, jadi kami harus sangat hati-hati saat menuruni jalur- jalur ini. Selain karena rawan longsor juga rawan kepleset. 

Ah sebelum turun untuk melihat api biru, kamu akan menemukan penjaja sewa masker mulut khusus yang bentuknya seperti teropong, karena memang ijen ini masih termasuk gunung aktif ya.

Malam sebelumnya saya juga sudah coba untuk cari masker N95, namun tidak bisa saya temukan di beberapa apotek, jadilah cuma pakai masker mulut biasa yang tulisannya 'sensi' itu. Nah waktu ditawari, dan mas Roni memutuskan untuk tidak sewa, cukup berbahaya sih sebenernya. Padahal biaya sewanya juga murah aja, sekitar 25K.

Saat melakukan perjalanan turun menuju kawah, bau belerang bener- bener menusuk hidung. Sekitar pukul 04.00 kami sudah sampai di dekat api biru, bau belerangnya jelas makin kuat.
Hingga akhirnya mas Roni memutuskan untuk mencari tempat untuk istirahat agak jauh dari sumber gas sulfurnya dan membiarkan saya berkelana mengambil gambar api biru.
Sayangnya entah kabut atau gasnya cukup tebal saat itu, hingga api biru hanya terlihat sedikit saja. 

Suasana makin terang dan gas belerang juga makin tebal, saya memutuskan untuk istirahat di dekat tempat duduk mas Roni. Gak taunya gas belerang arah anginnya ini menuju ke arah kami. Sontak banyak yang lari menghindar dan menjauh. Sedangkan kami masih duduk disitu sambil menutup hidung. 
[haha mana ga jelas lagi ngeblur]
Setelah kejadian ini, mas Roni sempat lemas dan sayapun panik. Setelah itu lekas-lekas kami berjalan menjauh sekaligus naik ke puncaknya lagi. Padahal jujur pengen banget bisa ambil gambar kawah Ijen yang berwarna ijo tosca dari dekat. Yah, mungkin lain kali bisa kesana lagi.
[Good Morning, peps. From Punggung Gunung Ijen]
Ternyataaa, pas jalan naik ke puncak atau orang biasa bilang punggung Ijen. Kami lagi dan lagi disuguhkan keindahan yang memanjakan mata banget. Pemandangan kawah Ijen ini sungguh cantik, apalagi ditambah dengan langit dan awan yang cerah. Wow. Sumpah kalian harus datang dan lihat sendiri!.

Tapi jalur ini cukup sempit dan curam ya. Saat naik ke atas kami harus antre soalnya ada yang mau naik dan ada juga yang masih mau turun.

Apalagi waktu itu kami yang mau naik sempat dimaki-maki sama guide yang bawa tamu dan mereka mau turun lihat blue fire, padahal hari udah terang dan gak mungkin juga kelihatan jelas blue firenya.
[Bersama mas Roni]
Sampai ada beberapa yang saking buru- burunya buat turun kepleset dan batu pijakannya longsor mengenai pendaki lain. Untungnya sih gak terluka dan tidak ada korban jiwa. Emang gak bisa disalahkan karena kita yang ada di Ijen pada capek semua, jadi pada sensitif semua.

Saya sempat mendengar abang-abang bule bilang,

"Hey guys, this is not about blue fire, this about happiness".

Nah, pas udah di atas kita ketemu sama rombongan kantor yang lain dan ternyata dari 19 orang yang ikut naik ke Ijen, cuma saya dan mas Roni yang mau turun ke kawahnya. Hehe.

Setelah puas mengambil gambar, kami diarahkan untuk kembali turun ke Paltuding karena cuaca sempat berubah menjadi sedikit gerimis namun tidak lama. 

Mungkin sebetulnya Ijen itu hampir sama kayak gunung yang lain. Sama- sama ada ojeknya, jadi gak perlu khawatir buat yang pengen naik (mendaki) ke Ijen tapi kok gak mampu, yaudah naik aja taksi lokal.

Taksi Lokal?
[Taksi Lokal]
Iya, ini nih yang bikin unik, di sini ojeknya bukan ojek motor atau kendaraan yang pakai mesin. Masyarakat menyebutnya taksi, yaitu moda trasnportasi yang bentuknya kayak kereta dorong untuk loading barang di gudang- gudang consumer goods.

Jadi yang naik ya duduk di bagian depannya itu. Tapi gak usah khawatir, soalnya udah ada bantalan empuknya kok. Jadi gak akan sakit kalau duduk di taksi lokal ini.

Nah caranya penggunaanya adalah kalau mau naik taksi untuk naik ke puncak, akan ada tiga orang yang menjalankannya, dua orang di bagian depan untuk menarik dan satu di belakang untuk mendorong.

Sedangkan kalau taksi ini dipakai untuk turun, cukup satu orang saja yang mengemudikannya, karena saat turun hanya perlu rem untuk kontrol laju taksi lokal ini. 

Karena itulah biayanya mahal, kalau kamu mau naik untuk ke puncak, kamu harus mengeluarkan dana sekitar 500-700K, sedangkan kalau turun sih bisa dinego. Kemarin ada teman saya naik taksi lokal untuk turun ke Paltuding hanya membayar sekitar 100K saja. 

Selain itu, kita juga bisa melihat pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, para penambang belerang. 

Ohya sebelum pergi ke Ijen, saya juga sempatkan untuk mencari informasi mengenai persiapan apa saja yang wajib banget dibawa buat pendaki pemula seperti saya, kurang lebih inilah yang saya pakai mengikuti tips untuk wisata ke Ijen; 
[Bersama dua kolega kantor, mas Salim dan mas Roni]
Saya kesana pakai kaos yang bahannya cukup tebal dari Kattoenhttp://www.kattoen.id/

Kemudian tambah pakai jaket yang windproof, terserah mau merk apa katanya yang bagus punya Eiger. Tapi karena gak punya, saya pakai jaket kesayangan sayaLotto.

Sepatunya saya pakai sepatu boots KodyNokha, yang solnya gak bikin lecet kaki, melindungi dari dingin dan enteng buat melangkah. Boots ini sudah saya pakai buat jalan-jalan ke Baluran, Bromo 2x, pantai dan Ijen. Cukup oke sih.

Bawa senter atau headlamp, soalnya kalau mau mendaki dini hari kayak yang saya lakukan dan teman-teman kan gelap yah,

Bawa masker ini penting banget, bisa beli masker N95 atau sewa di sana,

Bawa air mineral dan mungkin camilan, saya kemarin selama perjalanan gak makan camilan sama sekali karena ya you know lah takut sakit perut,

yang paling penting adalah selalu patuhi aturan yang ada di sana, karena kita ada di alam dan jangan pernah main-main dengan alam. Termasuk jangan suka buang sampah sembarangan, ya.

Nah, pas perjalanan buat turun ke Paltuding beberapa kali saya sempat terpeleset dan jatuh, begitu juga teman- teman yang lainnya. Tapi seru banget asli, pas sudah sampai di area Paltuding dan parkir capeknya baru kerasa semua. Udah ngantuk, capek, lusuh, semua deh pokoknya.

Awalnya saya sempat bilang gak mau naik Ijen lagi, tapi setelah satu minggu capeknya hilang baru pengen buat kesana lagi. Hehe. Soalnya ada beberapa spot yang belum saya nikmati. 

Buat kamu yang pengen ke Kawah Ijen, lokasinya ada di Taman Sari, Licin, Banyuwangi. 
[Chers, from here]
Semoga kita semua penyuka perjalanan, selalu bisa terus melakukan perjalanan dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Jangan lupa untuk bersyukur. 



Sabtu, November 10, 2018

Berwisata ke Bee Jay Bakau Resort, Probolinggo

  13 comments    
categories: 

Kalau berkunjung ke Probolinggo, entah kenapa selalu pengen nyanyi lagunya Katon Bagaskara.
"Pulang ke kotamu.. Ada setangkup haru dalam rindu.. Masih seperti duluuuuuu.. Sliramuuuuu".


Haha.. Probolinggo, buat saya kota yang dilewati oleh jalur pantura ini emang punya seribu satu kenangan yang gak bisa dilupakan, padahal saya berkunjungnya sih cuma beberapa kali aja ya. Tapi mungkin karena ada seseorang yang jauh di sana, yang membuat kota ini pernah begitu istimewa.


Ah. Masa lalu..


Ohya ini ceritanya lanjutan dari perjalanan ke Bromo kemarin ya, jadi setelah turun dari Bromo kami bersiap menuju BJBR atau Mangrove Bee Jay Bakau Resort. Lokasinya ada di daerah pelabuhan PPP Mayangan. Tempat ini sih sebenernya lebih ke wisata mangrove, karena sepanjang perjalanan menuju inti dari wisata kita harus melewati hutan mangrove. 


Suasananya waktu melewati hutan mangrove ini enak, sejuk gitu. Padahal Probolinggo kan panas ya. Tapi pas udah di inti wisata, kembali panas lagi. Hehe. Nah, selain tempat wisata BJBR ini juga punya resort yang bisa disewa. Namun kali ini saya berkunjung bukan buat menginap, cuma istirahat sejenak sambil makan siang di resto yang ada di tengah-tengah BJBR.



Setelah makan siang, kami diberi waktu sekitar 1 jam untuk berkeliling melihat wisata BJBR. Ada beberapa landmark yang bagus buat foto instagram ya, tapi panasnya nggak bisa diajak kompromi. Lain kali mungkin harus bawa topi pantai atau payung ya.

Ohya fasilitasnya sendiri sudah lengkap dan memadai, ada toko souvenir, ada mushola di atas pantai dan toiletnya juga memadai banget. Ohya waktu makan siang di resortnya, menu makanannya juga enak-enak dan pengen nambah cuma malu. Haha.


Tiket masuknya standart wisata, weekdays 15K dan weekend 30K. 



Selebihnya silakan menikmati BJBR via foto ini ya..

[Ko Tian sedang berjalan menyusuri pantai]



[Kuda Cipta]





















Sepulang dari BJBR kami juga mampir untuk mencicipi es krim di Sumber Hidup dan membeli beberapa oleh- oleh.





Pulang..



Jumat, November 09, 2018

Cara Sablon Kaos Untuk Pemula

  1 comment    
categories: 
Sablon, merupakan salah satu cara yang banyak digunakan oleh masyarakat di zaman ini untuk mencetak desain dari komputer atau yang digambar, selanjutnya desain tersebut akan diterapkan pada media seperti kaos, plastik, kertas, kaca dan kayu.

Namun media yang paling banyak digunakan adalah kaos karena kembali pada kebutuhan sehari-hari.

Sekarang ini banyak masyarakat mengadakan acara atau kegiatan yang menggunakan nama sebuah organisasi atau sponsor. Maka untuk membuat kegiatan- kegiatan tersebut meriah dan kompak, panitia seringkali membuat kaos seragam bagi partisipan kegiatan. 

Hal ini membuat permintaan sablon kaos semakin banyak dan usaha sablon menjadi usaha yang menguntungkan serta memberikan kesempatan yang besar.

Nah buat yang mau bikin usaha sablon tapi masih pemula, ada beberapa keunggulan tekhnik sablon yang wajib kamu tahu nih, diantaranya;

  1. Kamu bisa mencetak desain yang sama pada berbagai kaos dengan jumlah yang sangat banyak,
  2. Hasilnyapun relatif stabil dan seragam, hal ini menjadikan banyak pengguna teknik sablon merasa puas,
  3. Menghasilkan beberapa efek yang menarik dan tidak ada pada kaos biasa yang mungkin kamu beli di toko seperti glitter, glow in the dark, efek desain timbul dan juga efek mengkilap ataupun metalik,
  4. Biaya cetak masih terjangkau namun hasil yang diberikan tetap bagus,
  5. Fleksibel, dikarenakan dapat diaplikasikan pada jenis  bahan apa saja dengan desain beragam. Namun pencetakan untuk desain tertentu masih membutuhkan teknik yang juga berbeda di setiap printing sablonnya.

Banyak yang berminat untuk mempelajari sablon, dikarenakan teknik sablon ini mudah dipelajari dan  tidak membutuhkan modal yang terlalu besar untuk awalnya. Khususnya buat yang memulai UMKM dibagian percetakan, percetakan kaos bisa jadi alternatif pilihan untuk usahamu.

Persiapan Cetak Sablon 

Saat kamu ingin mencoba membuka usaha sablon, hal pertama yang harus dilakukan adalah persiapan bahan dan alat sablon. Berikut adalah tahapan dalam mempersiapkan cetak sablon:

  • Kamu harus punya kaos polos yang akan dicetak, kalu bisa pilih warna yang terang, ohya jual beli kaos polos juga bisa jadi usaha sampingan loh,
  • Papan triplek ukuran besar,
  • Rangka atau screen gambar yang sudah diafdruk untuk diterapkan pada media, khusus untuk sablon,
  • Rakel yang telah terpasang dengan pegangan rakelnya juga,
  • Tinta khusus sablon atau tinta tekstil, tinta ini bisa dibeli di toko yang menyediakan bahan tekstil,
  • Lakban dan juga plastik yang ketahanannya cukup kuat,
  • Kain katun perca serta air secukupnya untuk membersihkan sisa tinta yang ada pada kaos hasil sablon.

Proses Cetak Sablon 

  • Siapkan kaos yang akan digunakan, kemudian masukan ke tatakan triplek agar kaos tersebut tertarik dengan sempurna, hal ini supaya tinta tidak tembus ke bagian belakang kaos. Selain itu guna dari tripleks ini adalah untuk menstabilkan kaos saat sedang disablon,
  • Letakan rangka, screen maupun kasa sablon di atas kaos. Usahakan posisi gambar sesuai dengan desain yang diinginkan, karena akan sulit untuk mengubahnya jika ada kesalahan.
  • Jika desain lebih dari satu warna, maka gunakan selotip untuk menutupinya,
  • Posisikan rangka screen sesuai rancangan yang kamu buat,
  • Tuang tinta di sisi gambar tepat diatas obyek. Setelah itu tarik cat sablon tersebut ke bawah dengan rakel dan  berikan tekanan yang kuat supaya tinta merata. Cukup satu kali tarikan saja namun pasti, jangan ragu saat menarik rakel,
  • Bersihkan atau cici tinta dari rangka dan siapkan gambar lainnya atau media lain,
  • Terakhir atur hasil sablon dan ulangi tahapan diatas sampai kaos dan desain yang kamu inginkan selesai. Sehingga tidak akan ada kesalahan atau human error karena pencetakan ini.

Nah, kalau dilihat dari tahapannya mudah kan? Buat kamu yang ingin menggunakan cara ini untuk mencoba tekhnik sablon, bisa langsung menyiapkan alat dan bahannya. Kalau semua kaos sudah tersablon dengan baik tunggu hingga tinta kering sempurna.

Untuk pengeringannya, lebih baik kamu menggunakan angin- angin atau cahaya matahari. Karena hasilnya dapat lebih bagus jika dibandingkan dengan mengeringkan menggunakan pemanas elektronik seperti hairdryer dan sejenisnya. 

Kamis, November 08, 2018

Menikmati Keindahan Bromo di Musim Kemarau

Halo..

Haha.. Jujur kagok banget mau mulai cerita perjalanan ini. Entah mungkin karena sudah cukup lama tidak berbagi di blog karena alas an sibuk atau emang sense menulisnya mulai luntur. Sebenernya banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi lagi- lagi entah kenapa buat mulai kok susah sekali.

Bromo, lagi dan lagi. Tahun ini adalah ketiga kalinya saya berkunjung ke bumi Tengger ini, pertama saat awal tahun, kedua di pertengahan tahun sepulangnya dari Baluran. Ketiga kalinya ini berkunjung karena acara outing bersama kolega kantor, divisi finance & accounting (F&A).

Bosan nggak sih berkunjung ke Bromo lagi, lagi dan lagi? Nggak sama sekali lho. Malahan masih penasaran terus. 

Pengalaman baru karena sebelum-sebelumnya kan gak pernah ke Bromo bareng- bareng gini. Kami berangkat hari Sabtu sore menuju ke Surabaya karena sekarang ini Madiun- Surabaya udah ada jalan tol. Jadi bisa lebih cepat dan efisien.

Bayangan malas kalau berkunjung ke Surabaya harus ditempuh dengan waktu  berjam-jam juga udah sirna. Intinya perjalanan sangat lancar dan tanpa hambatan. Buktinya pukul 18.30 kami sudah sampai di Rumah Makan Bu Kris Pandaan, padahal saat rombongan sampai di daerah Kertosono pukul 16.00 WIB.

Setelah semua rombongan F&A sudah berkumpul dan makan malam sudah selesai, kami bertolak menuju Bromo. Saya gak begitu memperhatikan jalan karenaaaa tidur. Haha. Maklum deh ini kan perjalanan singkat, Sabtu berangkat, Minggu udah pulang. Jadi harus banget jaga kondisi badan, apalagi niatnya ke Bromo kan mau lihat sunrise, otomatis kita gak tidur malam harinya.

Sekitar pukul 22.30an tau-tau aja kami udah sampai di penginapan untuk coffee break dan istirahat sejenak sebelum melakukan persiapan untuk melihat sunrise. Ohiya, waktu itu juga pas banget mati listrik, jadi karena gabut kami akhirnya pada tidur pulas. Hahaha

Pukul 02.30 WIB jeep datang menjemput dan kami bertolak menuju penanjakkan. Saat itu kondisinya Bromo lagi penuh karena memang sedang weekend dan after libur panjang. Nah karena itu rombongan kami tidak dapat parkir di penanjakkan 1 dan beralih ke bukit cinta.

Di Bromo ini memang ada beberapa spot untuk melihat matahari terbit. Penanjakkan 1,2, Bukit kingkong dan bukit cinta. Masing-masing punya view yang berbeda, maka dari itu ke Bromo tuh gak bisa cukup sekali aja.

Cuaca pagi itu cukup mendukung dan matahari terbit dengan cantiknya. Sungguh jatuh cinta banget sama rona jingga, biru, dan ungu di pagi itu. Karena ini perjalanan dinas jadi saya gak bisa seenaknya menikmati keindahan matahari terbit ini terlalu lama, setelah dirasa cukup kami kembali ke parkir jeep untuk menuju ke pasir berbisik.
Ohya, sayang saat itu kami tidak  dapat melihat bukit teletubies karena kondisinya yang masih pemulihan pasca kebakaran beberapa waktu yang lalu. Ah saya hampir lupa, ini pertama kalinya saya ke Bromo saat musim kemarau dan menjadi pengalaman baru karena dapat melihat Bromo dengan view yang berbeda, kering, gersang dan badai pasir.
Makin siang Bromo makin panas dan kami juga sempat mengalami terpaan badai pasir saat melakukan perjalanan menuju jeep. Begitu sampai di kendaraan pak sopir yang bahkan saya lupa bertanya siapa namanya itu meminta kami semua untuk lekas masuk ke dalam untuk menghindari badai.
Karena kondisi badan yang sudah lelah kami sepakat untuk segera kembali ke penginapan untuk sarapan dan bersih diri karena akan melanjutkan perjalanan ke Bee Jay Bakau Resort (BJBR) di daerah Mayangan Probolinggo.

Next..

Selasa, Oktober 30, 2018

Wajib Tahu, Ini Dia yang Dimaksud dengan Perut Kembung

  1 comment    
categories: 
Perut yang sering kembung merupakan kondisi dimana perut terasa tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas penderitanya. Gelaja penyakit ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Selain menganggu kegiatan, juga dapat menimbulkan penyakit- penyakit lainnya. 

Ketahui Apa yang Dimaksud dengan Perut Kembung
Perut kembung adalah salah satu gangguan pencernaan yang menyebabkan penderita merasa tidak nyaman. Ketika perut kembung, perut akan terasa penuh, kencang, dan bergas. Selain itu, perut juga akan terlihat membesar. Umumnya, keluhan ini terjadi baik pada orang dewasa maupun anak-anak. 

Perut kembung terjadi ketika terdapat gas berlebih pada saluran pencernaan, yaitu lambung dan usus. Gas (flatus) dihasilkan oleh lambung dan usus akibat proses pencernaan makanan menjadi energi. Secara normal orang akan membuang gas limbah yang dihasilkan melalui kentut. Patokan normal membuang gas (kentut) dalam sehari, yaitu antara 6 sampai dengan 20 kali. 

Perut Kembung Bawah Mengakibatkan Banyak Kentut
Ternyata, perut kembung bisa terjadi di bagian atas dan bawah, perbedaaanya seperti berikut ini. Jika kelebihan gas pada lambung atau usus berada di bagian atas, akan mengakibatkan perut kembung, terasa begah, dan sendawa yang berlebihan.

Kemudian, Jika kelebihan gas terjadi pada bagian usus yang lebih rendah dapat mengakibatkan perut kembung dan meningkatkan frekuensi kentut. Selain itu, kelebihan gas pada salah satu lokasi usus dapat menyebabkan kram atau sakit perut, melilit, dan seringkali tanpa pola yang jelas. 

Menelan Udara Mengakibatkan Perut Kembung
Prinsipnya, ketika kita menelan udara, apabila tidak bersendawa, udara akan melewati saluran pencernaan dan dilepaskan melalui anus (kentut).

Hal itu akan berbeda ketika jumlah udara yang ditelan terlalu berlebihan. Kelebihan udara yang melewati saluran pencernaan akan mengakibatkan perut kembung, bisa juga akan cegukan. 

Terjadinya perut kembung bagian atas, biasanya akibat dari gas yang masuk bersamaan dengan menelan makanan, minum, atau mengunyah permen karet.

Makanan yang dapat menyebabkan perut menjadi kembung, jika dikonsumsi berlebihan di antaranya, produk susu yang mengandung luktosa, sayuran seperti brokoli, kol, taoge, mentimun, kacang polong, lobak, dan lain-lain, minuman berkarbonasi, minuman buah, bir, dan anggur merah.

Nah, selain makanan yang telah disebutkan, makanan kegemaran umat, yaitu gorengan, juga dapat mengakibatkan gas berlebihan. 

Baca Juga : Cara mudah mengatasi perut kembung 

Penyebab Perut Kembung yang Serius
Selain menelan udara terlalu banyak, yang biasanya diakibatkan dari hasil aktivitas tubuh. Kali ini ada beberapa penyebab perut kembung yang penting untuk diwaspadai. Pertama adalah sembelit, atau disebut juga konstipasi.

Penyebab lainnya adalah pertumbuhan bakteri yang telalu cepat di usus kecil. Lalu, bisa juga karena naik turunnya hormon, khususnya pada wanita yang sedang mengalami premenstrual syndrome. Terakhir, adanya kondisi medis tertentu seperti giardiasis (parasit usus).

Segera ke Dokter Jika Perut Kembung Tak Kunjung Usai
Jalan terbaik untuk mengatasi perut kembung yang dirasa sangat mengganggu dan bertahan lama, sebelum menjadi lebih buruk, adalah menemui dokter.

Dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosis penyebab perut kembung yang kamu alami. Hal-hal yang dilakukan dokter antara lain, mengevaluasi catatan medis, menilai pola makan, dan melakukan pemeriksaan fisik.

Langkah awal memeriksa perut kembung adalah mengetuk bagian perut. Jika bunyinya lebih nyaring, umumnya merupakan tanda adanya gas pada rongga perut. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan bila dinilai perlu untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya. 

Jadi, sudah tau bukan apa yang dimaksud dengan perut kembung? Kenali tandanya dan obati segera. Yuk, lebih peka dengan keadaan diri sendiri!

Senin, September 24, 2018

Serunya Eksplor Pantai Bau Mayat Blitar

  31 comments    
categories: 
[Kyle Jenner sedang pemotretan] 
Halo, akhirnya menulis kembali tentang pantai. Setelah terakhir kali ‘mantai’ di Peh Pulo yang mirip Raja Ampat itu, kali ini saya bersama teman- teman pergi ke pantai yang punya dua view sekaligus, yaitu Pantai Tambakrejo dan Pantai Gondo Mayit.

Jadi sekitar awal September yang lalu, saya kembali jalan- jalan ke Blitar, setelah cukup lama vakum berkunjung ke kota Patria ini. Saya pergi bersama mba Ade Ira (selanjutnya kita sebut Ade saja), Kak Abdi dan Mas Ongky.


Kami berempat sepakat berjumpa di daerah Srengat Blitar, karena titik point keberangkatan yang berbeda. Kak Abdi dan Mas Ong berangkat dari Kediri kota, sedangkan saya dan mba Ade berangkat dari Kabupaten.


Pukul 06.30 WIB, saya bertolak dari rumah menuju rumah mba Ade, kurang lebih sekitar 30 menitan. Ini pertama kalinya saya datang ke rumahnya. Setelah pamit dengan ibu mba Ade, kami berdua cus berkendara ke Srengat.


Meski beberapa kali saya pernah melewati jalur Wates menuju Blitar, tapi ketika berada dikendali setir kok ya lupa- lupa ingat sama jalannya ya. Maklum deh, sebelumnya kan cuma diboncengin aja. Uhuk.


Beruntungnya jalanan dari Kediri via Wates ini sudah oke untuk infrastruktur dan petunjuk jalannya. Namun meski begitu, beberapa kali kami masih nyasar-nyasar, padahal sudah dibantu dengan GPS (Global Positioning System) dan GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Hehe


Tepat sekitar pukul 07.30 kami sudah sampai di SMAN 1 Srengat dan menunggu Kak Abdi serta Mas Ong. Syukur saat ini sudah ada teknologi share my location dari WA, jadi janjian makin mudah dan asyik karena kita jadi tahu posisi teman kita di mana.


Jadi kalau kalian janjian sama temen, mintain aja lokasinya biar bisa ketrack udah berangkat beneran atau belum. Haha. Jangan sampai bilang OTW eh ternyata masih OTW mandi. Pernah melakukan. 


Setelah berjumpa dan sempat berhenti sejenak mengisi perut dengan beberapa camilan di mart-mart. Kami berempat langsung cus ke arah Pantai Tambakrejo dan Gondho Mayit yang ada di Kecamatan Wonotirto. Kali ini, Mas Ong dan Kak Abdi berada di depan, sedangkan saya dan Mba Ade dibelakangnya. #TimAngkaIkut


Baca Juga : Tambakrejo, Eksotika Pantai Blitar


Perjalanan memakan waktu kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan. Beberapa tahun yang lalu, saya juga pernah berkunjung ke Pantai ini. Begitu sampai di gerbang utama kami diminta untuk membayar tiket sebesar Rp. 7000,-. Kalau dulu sih masih gratis karena memang pantainya belum ada pengelolaan seperti sekarang ya.

Jujur saat sampai dan melihat area pantai Tambakrejo, saya cukup kaget karena sekarang ini sudah sangat ramai dan riyuh pengunjung. Kalau teman-teman pengen tahu dulu sekarang, boleh banget lho klik link di atas tadi. Ehe.


Setelah parkir dan bersiap, kami berempat mulai turun ke lantai dansa pantai untuk mulai eksplor Tambakrejo. Ohya, di sini kita dihimbau untuk tidak berenang karena ombak pantai memang cukup ganas. Setelah cukup puas berswafoto di Pantai ini kami berencana untuk naik bukit dan melanjutkan eksplor Pantai Gondo Mayit.

[BAKARRRRRRR]
Tapi sebelumnya makan siang dulu. Di sini banyak sekali pilihan warung makan, tapi akhirnya kami sepakat untuk makan di warung mbak Sisil. Eym, jadi ingat seseorang. 
[Ready to eat]
Pilihan menunya banyak, rata-rata seafood. Akhirnya setelah sekian dekade, kami sepakat makan Ikan bakar Barakuda dan sepaket nasi lalap. Enak? Jangan ditanya. Cuma lima belas ribu aja udah bikin kita kenyang dan senang.
[Barajaran]
Siap mendaki? Yuk, cus. Apalagi saat itu pas banget matahari lagi di atas kepala, jadi pas lagi siang-siangnya. Ohya, kalau dulu dari Pantai Tambakrejo ke Pantai Gondo Mayit itu harus nyebrang naik kapal pompong atau kapal kecil dan membayar Rp 1.000 saja. Karena dipisahkan oleh perairan. 
[Mblasak ning semak-semak]
Kalau sekarang udah bisa dilewati sama jalan kaki aja, soalnya kenangan genangan air udah gak ada lagi. Jadi bisa melenggang manja menuju bukit untuk berjumpa dengan pantai yang lebih tenang dan sepi.

Cukup sengsara kalau yang gak biasa naik gunung atau olahraga, karena tipikal bukit kan pasti terjal dan menanjak ya. Jadi sebelum kesini sempetin aja lari-lari kecil. 

[Sepi - kayak hatiku]
Ah iya, Pantai Pasetran Gondo Mayit ini punya makna yang sedikit seram sebetulnya. Eh tapi bukan seremnya itu yang pengen saya bagi ke kalian. Gondo dalam bahasa Jawa artinya bau, sedangkan Mayit artinya mayat/ jenazah. Jadi makna dari Pantai Gondo Mayit sendiri adalah pantai yang berbau mayat.

Penamaan dari pantai ini tidak muncul begitu saja, konon kabarnya (ciailaah kayak gosip aja) dulu di pantai ini ditemukan banyak jenazah. Maka dari itu munculah nama Gondo Mayit. Ah iya di atas bukit pantai ini juga terdapat makam yang disebut sebagai makan penjaga pantai Gondo Mayit.


Baca Juga : Pesona 5 Wisata Pantai di Blitar


Serem? Enggak juga sebetulnya kalau kita niatnya untuk menikmati keindahan alam. Sayangnya saat kami melakukan perjalanan dari bukit menuju ke pantai Gondo Mayit, beberapa kali kami menemukan ada yang berdua-duaan di semak. Emang pada gak takut digigit nyamuk apa ya?. Haha.


Ohya view pantai Gondo Mayit ini memang sangat bagus, masih lebih bersih jika dibandingkan pantai Tambakrejo yang notabene memang sudah ramai sama pengunjung. Pantainya masih bersih dan tenang. 

[BlackPonk edisi pantai]
Kami berempat cukup lama berada di Gondo Mayit karena memang anginnya semilir banget. Puas mengabadikan momen dan matahari tak lagi tinggi, kami bersiap untuk kembali pulang ke Kediri. 

Kalau udah lihat cantiknya gini, kalian pengen berkunjung kesini nggak?.


Thanks to Mba Ade, Kak Abdi dan Mas Ong. Semoga bisa jalan-jalan kembali di lain kesempatan.





Kamis, September 20, 2018

Butuh Rekomendasi Hotel Terbaik di Bali? Ini 5 Diantaranya!

  No comments    
categories: 
Libur akhir tahun makin dekat, kayaknya merencanakan buat liburan ke Bali boleh juga nih. Nah, buat kamu yang punya rencana buat pergi liburan ke pulau Dewata, kamu bisa memilih hotel terbaik di Bali sebagai tempat bermalam.

Saya menemukan beberapa rekomendasi hotel yang sudah mendapatkan label terbaik dan pastinya punya jaminan kualitas layanan yang baik, berkualitas, sekaligus lengkap.

Mayoritas hotel terbaik yang bertengger di Pulau Dewata merupakan hotel berbintang yang tentu biaya sewa kamarnya ada di rate menengah ke atas. Meskipun demikian kamu pasti tidak akan kecewa dengan fasilitas yang diberikan oleh hotel-hotel ini. Nah, ini dia lima rekomendasi hotel terbaik di Bali;

Ayodya Resort Bali, 
[Sumber : www.ayodyaresortbali.com]
Hotel terbaik satu ini berada di Jl. Pantai Mengiat yang masuk di kawasan Nusa Dua Bali, sehingga lokasinya berada di pusat kota. Dikatakan sebagai hotel terbaik karena menyediakan 541 kamar dengan fasilitas yang mengutamakan kenyamanan para tamunya. 

Dimulai dari fasilitas spa, tempat fitness, gym, kolam renang, lapangan tenis, dan fasilitas penyewaan sepeda. Jadi kalau kamu menginap di hotel ini, kamu gak cuma dapat view kamar yang indah dan mewah namun juga punya misi membuat tamunya tetap bugar dan sehat. 

Peppers Seminyak,
[Sumber: http://www.peppersseminyak.com]
Tempat menginap atau hotel terbaik di Bali ini menawarkan konsep villa dengan desain terbuka yang tentunya tampak lebih modern. Sentuhan modern dapat dirasakan di setiap kamar yang ditunjang oleh fasilitas peralatan mandi modern, TV, AC, safety box, bahkan disediakan lemari es yang bisa digunakan oleh tamu untuk menyimpan persediaan makanan yang kamu punya.

Hotel ini lokasinya strategis karena hanya berjarak 7 km dari bandara Ngurah Rai. Tepatnya di Jl. Pura Telaga Waja, Petitenget, Seminyak, Kuta, Kerobokan Kelod, North Kuta, Badung Regency, Bali 80361.

TS Suites Bali & Villa,
[Sumber: tssuites-bali]
TS Suites ini lokasinya berada lebih dekat dengan bandara Ngurah Rai. Pasalnya hotel terbaik satu ini, memiliki jarak tempuh hanya 15 menit dari bandara, jadi kalau kamu jetlag perjalanan bisa langsung tiduran santai di hotel.

TS Suites berada di Jl. Nakula No. 18 dan termasuk di kawasan strategis karena selain dekat bandara juga dekat dengan obyek wisata populer. Fasilitas pribadinya lengkap dan mewah sehingga tarif Rp 1 jutaan per malamnya terasa murah. 

Bali Ethnic Villa,
[Sumber : http://www.thevillaguide.com]
Hotel yang juga masuk dalam rekomedasi hotel terbaik ini menawarkan sebuah tempat menginap dengan arsitektur Jawa-Bali, sehingga para tamu akan merasa nyaman jika berada di area hotel.

Menariknya lagi, lokasinya hotel ini dekat dengan kawasan Seminyak maupun Kuta. Bali Ethnic Villa menawarkan kamar yang berkelas dengan fasilitas menarik untuk memanjakan diri di dalamnya. Bahkan hotel terbaik ini menyediakan layanan sewa sepeda, jika kamu tertarik bisa langsung ke Jl. Umalas Kelecung No. 200. 

W-Bali Seminyak,
[Sumber : https://images.oyster.com]
Jika kamu sedang berada di Bali dan ingin staycation di hotel, paling cocok menginap di tempat yang bisa digunakan untuk menikmati keindahan pantai sejak bangun pagi sampai akan beranjak tidur di malam hari.

Maka sangat tepat jika kamu memilih menginap di W-Bali Seminyak. Sesuai dengan namanya hotel ini terletak di kawasan Seminyak yang memang menjadi lokasi wisata populer di Pulau Dewata.

Setiap kamar yang dimiliki W-Bali dilengkapi dengan balkon sehingga kamu bisa menikmati pemandangan pantai dengan nyaman dan pastinya privat, untuk menginap di tempat ini kamu perlu merogoh kocek Rp 4jutaan per malam. Jika kamu tertarik bisa langsung datang ke Jl. Petitenget, Raya Kerobokan, Seminyak, Kuta Utara.

Wah seru banget kan kalau sesekali kamu bisa liburan ke Bali dan menginap di hotel yang mewah bersama pasangan atau keluargamu. Rekomendasi hotel-hotel di atas bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Selain mewah dengan fasilitas yang dijamin oke, lokasi hotelnya pun menguntungkan karena rata-rata dekat dengan bandara dan juga beragam tempat menarik di Bali. Jadi gak usah ragu buat booking kamar hotel- hotel terbaik di Bali.

Kalau kamu masih ragu, kamu dapat juga membaca beberapa referensi mengenai hotel hotel mewah ini di travel blog agar mendapatkan gambaran khusus mengenai hotel tersebut. Selamat merencanakan liburan!.