Sabtu, Mei 25, 2019

[Review] Aplikasi MyQuran

  2 comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]

Zaman yang udah canggih kayak sekarang ini, rasanya hampir semua informasi bisa diakses secara mandiri. Sudah banyak penyedia jasa yang memberikan layanan informasi baik melalui media online ataupun dalam bentuk aplikasi.

Ambil saja contohnya GPS, Waze dan sejenisnya. Sekarang kita kalau mau kemana- mana udah gak perlu lagi pusing bawa peta ataupun tanya- tanya ke orang karena hampir semua informasi tentang tujuan yang ingin kita datangi udah bisa diakses melalui GPS itu. Kecuali kalau memang bener- bener dah ga tau lagi, stuck in the moment, bolehlah menggunakan GPS manual, yaitu Gunakan Penduduk Setempat.

Sama kayak aplikasi yang pengen saya kenalkan ke temen- temen ini. Mumpung momennya lagi bulan suci ya kan, berbagi secuil kebaikan. Mana tau bermanfaat di kemudian hari. Nah, kalau kemarin sudah baca soal amalan apa saja yang dilipatgandakan saat puasa, bisa lah nyambung sama blogpost ini.


Salah satu amalan yang dilipatgandakan pahalanya saat puasa adalah membaca Alquran. Kalau misal gak punya waktu untuk membaca, hanya dengan mendengarkan murotal saja sudah dapat juga pahalanya. Ya mungkin banyak yang sebetulnya pengen banget bisa khatam quran selama bulan ramadan, namun terkendala dengan waktu yang dirasa kurang cukup untuk menghatamkannya.

Syukur Alhamdulillah, ada yang mau dan bersedia membagi aplikasi keren dan lengkap untuk menambah ilmu keislaman kita, namanya MyQuran. Boleh langsung dicek di playstore ataupun appstore dan didownload, ya.

Kesan pertama saya untuk aplikasi ini sebetulnya biasa saja, sama sih kayak aplikasi quran yang lainnya. Namun setelah login, kita akan mengetahui ternyata di dalam 1 aplikasi ada begiu banyak informasi yang bisa kita dapatkan.
Selain tab 30 juz kita juga bisa lihat dalam 1 juz ada berapa surat dan berapa ayat. Misal Al Fatihah ada 7 ayat, Al Baqarah ada 286 ayat dan seterusnya. Ohya, untuk bacaan alquran ini kita juga bisa mendengarkan audionya dengan memilih qoriahnya lho, ada 16 qori yang bisa pilih dan dengarkan cara ngajinya.

Kemudian ada menu Dasboard yang berisi mengenai informasi profil pengguna dan beberapa promosi produk dari MyQuran, seperti penjualan kaos bertuliskan arab Kufic, Arab melayu, casing handphone bernuansa islami, sticker dan banyak lagi.

Kemudian ada menu khatam, di menu ini kita bisa menambahkan daftar khatam kita. Jadi kalau kita ngaji di alquran yang biasa kita pakai di rumah, kita juga bisa menandai di aplikasi ini. Sebagai asisten pengingat khataman kita.

Aplikasi ini cukup banyak peminatnya dan ada di posisi teratas #3 didownload oleh para pengguna. Adanya menu MyDoa, membantu kita juga untuk bermunajat meminta kepada Allah SWT dan bisa diaaminkan oleh banyak orang yang turut menggunakan aplikasi.

Caranya gampang banget, tulis doa kita, kemudian simpan. Insya Allah semakin banyak yang mengaaminkan doa kita, maka akan cepat juga terkabulnya. Karena kita tidak pernah tau, dari mulut mana doa kita akan dikabulkan.

Konten islami juga tersedia di MyQuran, Ada banyak konten yang bisa kit abaca dan dengarkan di sini. Misalnya pengajian dari AA Gym dengan berbagai tema, lalu ada belajar bersama Salman dan Sofia, ikon dari MyQuran. Semuanya akan linked ke youtube.

Nah selanjutnya MyQuran EDU, sebagai makhluk yang sempurna di fisik namun sebetulnya jauh sekali dari kesempurnaan, kita sebagai manusia juga wajib tahu dan memahami isi dari alquran. Belajar tahsin dengan cara memperbaiki cara baca, dan sebagainya.

Ini sebagai pengingat supaya kita sebagai manusia bisa terus belajar dan mengeskplor ilmu. Masih banyak banget ilmu yang harus kita gali, supaya kita gak suka sombong kalau baru belajar agama atau apapunlah itu. Jangan jadi orang yang baru belajar sedikit, sudah langsung merasa paling tahu dan benar. Ingat ya, semakin orang punya ilmu, semakin sedikit pula dia berteriak lantang. Uhuk..

MySodaqoh, di sini tempat kita bisa menyalurkan sebagian rejeki kita kepada yang membutuhkan. Jadi di MyQuran juga menampung donasi dari teman- teman, semacam amil mungkin ya.

Hafalan, menu hafalan ini hampir sama seperti menu khatam. Kita bisa menandai surat apa saja yang sudah kita hafalkan. Caranya mudah banget, tinggal klik tambahkan hafalan kemudian pilih suratnya dari ayat berapa sampai dengan berapa, kemudian simpan. Hafalan ini bisa ditambah setiap waktu.
Menu Belajar, menu ini kayaknya yang harus dibuka pertama kali sebelum lanjut ngaji. Karena di menu ini ada tiga pembelajaran, yaitu makhraj, tajwid dan cara baca tanda waqaf.

Di Makhraj ada 29 huruf mulai dari Alif hingga Ya, tersedia juga audio cara membacanya. Misal Alif “A I U”; Ba “BA BI BU”, dan seterusnya. Kalau di tajwid ini ada cara membaca panjang pendeknya, misal 2-4-6 harakat (ketukan atau panjang setiap suara), 4-5 ketukan, 6 ketukan, idgam bigunnah, bilagunnah, ikhfa, iqlab, dan qalqalah.

Kalau tanda waqaf, ada huruf dalam alquran yang digunakan sebagai tanda kalau tidak boleh berhenti saat membaca, lebih baik dilanjut, harus berhenti, dan sebagainya.

Nah kalau ingat tentang cara belajar alquran, saya rasa myquran ini qiblatnya sama seperti kitab yang pernah saya pakai belajar. Untuk kitab turutan pakai Jet Tempur Maftuh Basthul Birri yang dikeluarkan oleh Pondok Lirboyo Kediri dan untuk praktik baca ‘Juz Amma pakai kitab kuning Rotsm Utsmanny, sedangkan alqurannya juga sama pakai yang Rostm Utsmanny.
MyQuran juga punya jadwal sholat tiap Negara, daerah, bahkan kabupaten kota. Di menu jadwal sholat ini kita juga bisa cek arah qiblat lho. Keren!. Selanjutnya kalau tadi ada MyDoa, sekarang menu Doa. Di menu ini ada 26 bab doa yang bisa kita baca dan pelajari, seperti doa mohon ditingkatkan iman, doa syukur, dan yang lainnya.
Menu pencarian juga ada, hanya saja saya belum paham nih kegunaan menu ini untuk apa. Karena ada beberapa kata kunci yang saya ketikkan belum bisa muncul di sini.

Hampir lengkap ya, namun belum lengkap kalau belum ada Amaul Husna. Di MyQuran juga ada lho menu Asmaul Husna sebanyak 99, lengkap dengan huruf bacaan, arab dan artinya. Bagus untuk hafalan 99 Asmaul Husna, sayangnya di sini tidak ada audionya. Padahal kalau belajar Asmaul Husna paling enak dengan cara didengarkan.

Last but not least, Kalender Hijriah. Kalender ini ga beda jauh sih sama kalender pada umumnya, informasinya juga sama ada hari, tanggal, bulan masehi. Namun yang menjadi pembeda adalah adanya bulan islam yang diselipkan di bawah bulan masehi. Jadi kita juga bisa tahu kalau bulan Mei 2019 itu ada diantara bulan Sya’ban dan ramadan 1440 Hijriah.
Ohya di aplikasi ini tersedia juga bacaan sujud tilawah, ada 15 surat. Masya Allah sungguh lengkap dirangkum dalam 1 aplikasi yang bermanfaat. MyQuran bisa dinikmati gratis namun ada juga yang versi fullnya. Kalau mau yang versi full bisa dengan berinfaq minimal Rp 20.000 saja via transfer atau potong pulsa.
Tahsin alquran dengan cara yang mudah, murah dan meriah. Ohya fyi nih, aplikasi MyQuran sudah melewati quality control dari Kementrian Agama juga lho. Namun meskipun begitu, jangan belajar sendiri ya. Kita harus tetap belajar kepada ahlinya, supaya tidak menafsir sendiri. Takut jadi radikal.

Semoga semakin banyak aplikasi yang bermanfaat untuk keberlanjutan keimanan kita, ya. Yuk tinggal last minute nih ramadannya, mari kita maksimalkan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua ya.


Jumat, Mei 24, 2019

4 Amalan yang Pahalanya Dilipatgandakan Saat Ramadan

  1 comment    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]
Bulan ramadan adalah bulan yang istimewa, istimewanya bisa dalam bentuk yang macam- macam. Buat yang memeluk agama islam minimal tahu mengenai hal ini. Seperti pahala yang dilipatgandakan, bulan penuh ampunan, pintu surga yang dibuka lebar, dan lain- lain.
Maka dari itu, gak heran kalau banyak yang berlomba untuk berbuat kebaikan di bulan suci ini. Ibaratnya, di bulan ramadan ini banyak bonus yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Nya.
Namun semua itu kembali lagi kepada Sang Maha Cinta, tulisan ini hanya sedikit memberikan gambaran saja.  والله أعلمُ.
Ada 4 amalan yang pahalanya dilipat gandakan saat bulan ramadan antara lain, adalah:
Puasa
Namanya juga bulan ramadan, ibadah yang hukumnya wajib adalah saum. Saum sendiri artinya adalah menahan diri dari makan dan minum, serta segala perbuatan yang sekiranya akan membatalkan puasa, dengan syarat tertentu. Waktunya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. 
Saum atau puasa itu bukan hanya sekedar menahan makan dan minum saja, namun juga harus menjaga diri dari hawa nafsu serta perbuatan yang dilarang. Pernah membaca di buku agama, di sana tertulis saat berpuasa, amalan baik yang kita lakukan otomatis akan dilipatgandakan, serta dosa kita yang telah lalu akan diampuni.
Salat Malam
Saat bulan ramadan, banyak yang menganjurkan kita untuk melakukan salat sunnah malam. Utamanya adalah tarawih, witir dan tahajud. Keutamaan tahajud sendiri adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Istilahnya sih PDKT kepada sang pencipta lebih masif. Dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, hati kita akan lebih tenang dan tentram. 
Membaca Kitab Suci AlQuran
Percaya atau tidak, saat bulan ramadan waktu terasa lebih longgar dan ada banyak waktu untuk melakukan hal lain, seperti misalnya menghatamkan AlQuran. Saya punya cukup waktu mungkin karena sebagai anak kantoran, jam kerjanya juga sedikit berkurang. 
Saat ramadan, membaca AlQuran juga menjadi salah satu amalan yang pahalanya berlipat dan sayang sekali kalau dilewatkan. Bahkan saat membaca satu ayat saja, kita sudah boleh dapat bonus pahala. AlQuran sendiri diturunkan pada bulan ramadan. 
Ada salah satu firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah:185 yang berbunyi "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu, serta pembeda antara yang hak dan batil."
Sedekah
Amal jariyah kita selama hidup salah satunya adalah dengan bersedekah, amalan ini akan mengalir terus meskipun kita sudah meninggal dunia. Manfaat sedekah ini juga dapat menghapus dosa- dosa kita. Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Namun kalau ditanya, dosa seperti apa yang dihapus? Hanya Allah yang Maha Tahu.
Jadi itu tadi empat amalan yang pahalanya dilipatgandakan saat ramadan, jadi yuk mari berlomba untuk mendapatkan bonus dari Allah ini. 
“Setiap amal anak adam dilipatgandakan pahalanya. Tiap satu kebaikan, dilipatkan 10 kali lipat hingga 700 kali lipat.” (HR Bukhari Muslim).

5 Tips Memilih Distributor Kaos Polos yang Murah dan Berkualitas

[Dibuat dengan Canva]
T-shirt atau lebih dikenal dengan kaos oblong merupakan jenis pakaian yang memiliki lengan pendek dan berleher bundar.  Jenis pakaian ini banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik kalangan tua ataupun muda. Saya sendiri juga suka banget pakai kaos oblong, yang polos tanpa gambar apapun. Kaos polos dengan warna tertentu.

Sekarang ini, ada banyak banget tempat atau distributor yang menjual dan menawarkan berbagai macam kaos polos berkualitas tinggi, dengan harga yang murah meriah.

Hal ini sudah pasti menjadi incaran para pengusaha kaos. Namun kadang kala, harga yang murah juga berpengaruh pada kualitas kaos. Kita jelas tahu, biasanya  kaos murah punya kualitas di bawah rata- rata bahkan bisa jadi harusnya tidak layak dijual.

Para pengusaha kaos, baik penjual kaos polos eceran maupun kaos sablon, tentu membutuhkan distributor kaos polos yang murah demi menjaga atau meningkatkan efisiensi penjualan.

Nah, supaya para pengusaha kaos dapat memperoleh keuntungan yang optimal sekaligus menjaga kepercayaan para pelanggannya terhadap produk- produk yang dijual, ada beberapa tips dalam memilih distributor kaos polos yang berkualitas tinggi dengan harga yang rendah.

Survei pengalaman distributor
Sebelum memilih distributor kaos polos untuk usahamu, coba cari tahu dulu track and recordnya. Jangan cuma karena mereka menawarkan harga yang murah saja, tapi cari tahu juga sudah berapa lama distributor tersebut berjualan dan berapa banyak jumlah pelanggan yang mereka miliki.

Distributor yang usahanya telah berjalan lama pasti memiliki banyak pengalaman dan kualitas produk-produknya dapat dipercaya, apalagi jika pelanggannya sudah banyak dan sering repeat order.

Jumlah pelanggan yang banyak juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mempercayai distributor tersebut.
Namun juga jangan anggap remeh distributor yang baru atau belum lama beroperasi. Bisa saja distributor tersebut sudah berhasil mendapatkan reputasi yang baik dan dapat dipercaya. Intinya cek dan ricek reputasi distributor di lapangan.

Bahan kaos polos terbaik
Bahan kaos yang paling sering dijumpai adalah cotton combed 20s dan 30s. Selain populer, bahan kain ini sangat nyaman digunakan, harganya pun terjangkau. Ada juga bahan kaos lain yang biasa digunakan, yaitu CVC, cotton carded dan polyester. Namun, kualitas bahan-bahan kain tersebut memang tidak sebaik cotton combed.

Saat hendak membeli kaos, pastikan distributor yang kalian pilih menggunakan bahan terbaik untuk memproduksi kaos- kaosnya, dengan harga yang masuk akal, dan sesuai dengan kebutuhan kalian.
[Sumber : Porinto]
Jangan sampai tertipu oleh distributor yang menawarkan harga miring untuk kaos berbahan cotton combed yang ternyata sebenarnya bukan cotton combed atau bahan kain lainnya yang berkualitas baik. Distributor yang mengutamakan kepercayaan terhadap kualitas produknya pasti akan menginformasikan bahan kaos yang dijualnya.

Jahitan pada kaos
Saat memesan kaos, coba perhatikan kerapian dan kerapatan jahitan kaos sebelum membelinya. Ingatlah untuk tetap mendahulukan kualitas jahitan kaos sebelum harganya. Tentunya kalian tidak ingin membuang-buang uang kalian untuk kaos yang mudah robek saat ditarik pelan-pelan atau setelah dicuci.

Ada beberapa bagian jahitan yang perlu diperhatikan, seperti obras atau bis. Pastikan pola jahitannya rapi dan teratur, serta tidak ada benang yang mencuat.

Pemberian garansi
Mencari distributor kaos polos dengan kualitas kaos yang tinggi dan harga yang terjangkau, bukan berarti melupakan penilaian terhadap kualitas pelayanannya. Saat membeli, pastikan sudah memeriksa ketentuan garansi kaosnya.

Sebagai barang yang diproduksi secara massal, ada kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses produksi sehingga menimbulkan cacat pada kaos.

Selain itu, mungkin juga dapat terjadi kesalahan dalam pengiriman kaos meski distributor sudah memiliki reputasi yang baik. Distributor yang menjaga kualitas barang dan pelayanannya pasti akan berusaha untuk tidak mengecewakan pelanggannya, seperti membiarkan pelanggan merasa kecewa dengan kesalahan warna kaos yang dikirimkan atau kecatatan pada kaos yang mereka pesan.

Jangan lupa mempelajari aturan garansi yang diberikan oleh distributor. Jangan segan bertanya kalau ada sesuatu yang kurang dipahami. Jangan sampai karena tergoda harga murah menjadi penyesalan di kemudian hari.

Kunjungi situs distributor secara online
Saat ini sudah banyak distributor kaos polos yang merambah pemasarannya melalui internet, baik menggunakan media sosial, situs jual-beli online, maupun situs pribadi.

Kunjungilah situs atau media sosial distributor yang kalian percayai untuk memperoleh informasi terkini terkait produk yang mereka jual. Biasanya, distributor akan mempromosikan produk-produknya dan menawarkan diskon melalui situs atau media sosialnya itu.

Selain itu, banyak di antara distributor- distributor tersebut yang juga menawarkan kupon khusus kepada para pengikutnya di media sosial, kupon tersebut dapat digunakan membeli produk mereka.

Bagi kalian yang tertarik atau sudah berkecimpung dalam usaha kaos, tips di atas patut dicoba agar kalian dapat menjalin kerja sama dengan distributor kaos polos yang berkualitas baik dengan harga yang terjangkau.

Kamis, Mei 23, 2019

Kenangan Mudik Paling Berkesan

  5 comments    
categories: 
Beberapa hari ini cukup sering lihat dan baca keluhan teman- teman di timeline, mengenai mahalnya ongkos mudik dengan pesawat. Baca keluhan mereka, saya jadi flashback ke momen mudik di tahun 2016. Mudik pertama saya dengan pesawat. 

Mungkin seandainya kalau bisa milih jalur darat, saya akan memilih untuk mudik dengan jalur itu saja. Selain mungkin lebih ekonomis, pemandanganya pun juga lebih banyak, kan. 

Sayangnya, saya tidak bisa, karena tidak ada jembatan penghubung antara Kepulauan Riau dengan pulau Jawa. Kalau dipikir, bisa juga sih mudik dengan menggunakan jalur laut. Tapi membutuhkan waktu sekitar 3 hari 2 malam untuk bisa sampai di Tanjung Perak, Surabaya. Padahal libur lebaran kala itu cuma 8 hari saja.

Makanya, saya cukup bersyukur karena takdir membawa saya pulang lagi ke Jawa. Bekerja di Kediri, tinggal di Kediri. Merantau memang indah, tapi saya sekarang tahu ada yang lebih indah dari merantau, yaitu dekat dengan rumah (orang tua).

Nah, mudik di tahun 2016 itu merupakan mudik yang paling berkesan buat saya. Saat itu pertama kalinya saya mengalami sendiri yang namanya mudik, sendirian.

Baca Juga : Perjalanan Pulang Membayar Rindu

Merasakan euforianya berburu tiket, yang sudah pasti mahalnya minta ampun kalau dibanding hari biasa. Berkali- kali lipat naiknya. Bahkan saat itu saya ada pikiran untuk tidak pulang ke Jawa.

Apalagi H-2 lebaran saya masih masuk kerja. Jadi kebayang kan kayak gimana rasanya, rindu pengen lekas pulang, tapi masih tertahan dengan pekerjaan. Sedangkan saudara- saudara saya yang juga merantau sudah pamer foto di rumah Kediri. Makin miris. 

[Sayap yang membawaku pulang]

Seperti yang sudah diduga, H-1 bandara ramainya minta ampun. Bahkan untuk masuk gate saja harus antre panjang banget. Jam boarding sudah mepet dan saya masih ada di luar bandara, masih antre.


Perasaan rasanya campur aduk meskipun saat itu sudah check in online. Pilihannya cuma ada 2, kalau waktu masih bisa dikejar, berarti bisa pulang. Kalau tidak, berarti tiket hangus dan stay di Batam saat lebaran. Akhirnya, saya lepaskan semua perasaan kalut dan takut. Istilahnya kayak yaudahlah ya, legowo kalaupun gak bisa pulang.

Setelah itu, antrean yang awalnya mengular, tiba- tiba maju cepat sekali. Tau- tau saya sudah di dalam bandara dan segera lari ke counter untuk menimbang koper yang isinya oleh- oleh doang.

Dengan sedikit tergesa, saya lari ke gate pesawat yang akan membawa saya pulang. Penerbangan dari Hang Nadim ke Surabaya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit. Saat tiba di Surabaya kala itu seingat saya sudah maghrib.

Nah, perlu temen- temen tahu, Surabaya ke Kediri itu masih harus ditempuh dengan perjalanan 3-3,5 jam. Makanya karena saat itu puncak arus mudik, saya memutuskan untuk tidak dijemput di bandara dan memilih naik travel. 

Baca Juga : Travel Rahayu Wira Abadi

Sepanjang perjalanan pulang ke Kediri, saya lalui dalam hening. Sesekali ditanya oleh sesama penumpang travel, dari mana, pulang kemana, sama siapa, mana orang tuanya. Mereka cukup terkejut karena saat itu saya sendirian dan ya mungkin dianggap masih anak- anak, akibat punya wajah yang agak mudaan daripada usianya. 
[Foto bersama sepupu di Soetta, yang juga akan kembali ke rantau]
Saat sampai di rumah, saya lekas menghubungi om dan tante saya yang ada di Batam. Perasaan saya hangat, akhirnya bisa mudik juga saat lebaran. Momen yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan. Karena selepas cuti selesai, ada perasaan berat untuk kembali ke Batam. Tapi, mau gak mau masih harus kembali.

Rabu, Mei 22, 2019

Momen Seru Ramadan di Masa Kecil

  1 comment    
categories: 
"Waduh udah mulai ada iklan sirup, udah mau puasa!"

Haha.. Bener banget deh, dulu kalau di tv sudah mulai muncul iklan sirup, itu tandanya bulan ramadan udah deket banget. Banyak hal seru waktu kecil saat ramadan. Inget banget dulu belajar puasa waktu masih TK, itupun angot- angotan karena yang jelas susah kalau harus menahan lapar, apalagi kan gak boleh jajan.

Saat TK A dan B saya puasa setengah hari, begitu kelas 1 SD sudah mulai puasa penuh, meski jarang- jarang. Belajar puasanya juga masih setengah- setengah, cuma semangat kalau dijanjiin uang atau baju baru. Basic.

Tapi buat anak generasi 90an kayak saya, ramadan zaman dulu rasanya jauh lebih seru dibanding sekarang. Ada banyak euforia yang hilang selama ramadan saat sudah dewasa. Masa ramadan saat kecil rasanya sungguh menyenangkan, penuh adrenalin dan yah sekarang cuma bisa jadi kenangan. 

Dimulai dari habis sahur, saya bersama teman dan kakak tingkat satu lingkungan, selalu janjian ke mushola. Lepas subuh kami semua jalan- jalan menyusuri kampung dan desa tempat kami tinggal. Menjelajah kebun belakang rumah warga, bermain di sawah, bahkan susur sungai. 

Apalagi zaman dulu kan sekolah juga libur selama satu bulan penuh saat ramadan. Jadi makin asyik dan seru. Tapi pernah juga sih, saat ramadan masih harus masuk sekolah. Jadi kami hanya akan jalan- jalan di hari Minggu saja. 

Kalau lagi puasa, siangnya saya gak pergi kemana- mana, hanya di rumah saja, ngadem sambil nonton tv. Atau kalau enggak ya bantu ibu ngupas bawang merah, putih saaja buat persiapan masak buka puasa.

Kalau pas sore tiba, saya dan teman- teman secara otomatis akan datang ke mushola untuk mengaji. Nah, karena banyak yang mengaji di mushola, para tetangga di area mushola juga memberikan takjil secara sukarela.

Baik itu es, kolak, buah, bahkan makanan. Biasanya sih kami menunggu sampai adzan maghrib tiba dan melakukan jama'ah, baru setelah itu kami buka puasa di rumah masing- masing.

Saat menjelang isya' pun demikian, tanpa harus disuruh oleh ibu, bapak. Kami otomatis akan berangkat ke mushola untuk turut meramaikan tarawih. Entah itu mau sholat atau enggak, tapi tiap tarawih hampir gak pernah absen deh. Lalu, lanjut tadarus hingga pukul 10.00. 

Dulu melakukan banyak kegiatan semacam itu rasanya senang dan ringan. Beda banget sama sekarang, kadang pengen mengulang momennya, meneladani semangat berkegiatan seperti dulu. Tapi apa daya, temen- temennya dah memisahkan diri semua. 


Selasa, Mei 21, 2019

Kapan Sebaiknya Melakukan Zakat, Infaq dan Shodaqoh?

  2 comments    
categories: 
[Sumber : konsultasisyariah]
Bulan ramadan bulan yang penuh dengan keistimewaan, utamanya untuk menambah pahala dan ilmu. Beberapa hari ini saya lagi suka banget dengerin pengajian di radio, pembahasannya pun gak jauh sama ilmu- ilmu islam. Lumayan sambil nyuci baju bisa dapat ilmu yang insya Allah bermanfaat.

Pas banget pembahasannya tentang zakat, infaq dan shodaqoh. Tiga amalan yang mengajarkan kita untuk pandai bersyukur, karena ternyata di luar sana masih banyak orang- orang yang kehidupannya kurang beruntung dibanding kita.

Selain itu kan, bentar lagi juga lebaran. Sudah pasti kita sebagai muslim wajib membersihkan diri dan harta lewat zakat. Zakat sendiri dibagi menjadi 2, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Nah kalau zakat fitrah itu kita keluarkan saat ramadan, sedangkan zakat mal adalah zakat harta kita.

Banyak yang bertanya, kapan sih sebaiknya membayar zakat ini? Sebetulnya zakat fitrah ini bisa dibayarkan kapanpun sepanjang masih berada di bulan ramadan. Jadi kita boleh membayar zakat mulai hari pertama ramadan, sampai dengan malam takbir jelang idul fitri.

Tapi ada juga yang bilang, waktu paling afdol untuk membayar zakat fitrah adalah saat matahari tenggelam bersamaan dengan menjelang takbir berkumandang. Maka dari itu, sebaiknya jangan sampai terlewat dalam membayar zakat. Karena zakat ini merupakan penyempurnaan amal ibadah kita selama bulan suci ramadan.

Sedangkan infaq biasanya lebih familiar dengan pengeluaran harta. Trust me, infaq ini paling bagus dikeluarkan saat kita dalam kondisi tidak punya uang. Hehe. Soalnya kan berat banget tuh pasti, orang lagi gak punya uang kok malah disuruh berinfaq.

Tapi, ada hal- hal yang tidak bisa dijelaskan ketika kita dengan lapang hati menyumbangkan sebagian rejeki kita kepada orang lain, meskipun saat kondisi keuangan kita sedang tidak bagus. Yakin pasti ada hal baik setelahnya.

Nah yang terakhir, shodaqoh atau sedekah biasanya selalu dikaitkan dengan ungkapan senang dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Maka dari itu, biasanya sih shodaqoh selalu dibarengi dengan kegiatan seperti syukuran atau walimah pernikahan.

Namun kita bisa juga bersedekah kapanpun tanpa harus menunggu momen syukuran atau sejenisnya, namun waktu yang paling baik untuk bersedekah adalah secepatnya dan sebisanya. Baik saat kita sehat ataupun sedang dalam kondisi kurang memiliki harta benda. Selain itu, hari Jum’at juga waktu yang sangat bagus untuk bersedekah.

Yuk, mari kita biasakan diri untuk saling membantu sesama dengan cara tidak kikir pada nikmat yang kita dapatkan.

Senin, Mei 20, 2019

[Review] 2 Lipstik Wardah yang Saya Punya

  1 comment    
categories: 
Ngomongin soal lipstik, sebagai cewek, kita pastilah punya beberapa macam lipstik di pouch makeup yang biasa dibawa kemana- mana. Saya sendiri meskipun gak terlalu hobi mengaplikasikan makeup ke wajah, tapi barang wajib yang selalu ada di tas saya adalah bedak, blush on dan lipstik. 

Nah, dari berbagai macam merk lipstik, saya punya 2 jenis lipstik dari merk yang cukup terkenal di Indonesia dan membranding dengan sebutan makeup halal. Udah tau dong apa merknya. Yup, Wardah.
[Sumber : bluestellar]
Dari banyak varian lipstik Wardah ini saya punya yang Lipstik Long Lasting dan Exclusive Matte Lip Cream. Keduanya cukup sering saya pakai dan saya bawa kemana- mana karena warnanya yang kalem dan cukup bagus kalau diaplikasikan di bibir.

Untuk yang lipstik long lasting saya punya warna pink sorbet dan fabulous peach. Waktu pertama kali mengaplikasikan ke bibir rasanya seperti kesat namun lama- kelamaan jadi ringan dan enak dipakai bahkan bisa dibilang sangat smooth.

Sayangnya kalau saya pakai seri long lasting ini bibir rasanya jadi kering. Maka dari itu saya coba buat pakai lip butter terlebih dulu sebelum mengaplikasikan si longlasting ini. Cukup membantu sih, tapi tidak banyak.

Kemudian yang kedua, seri Exclusive Matte Lip Cream. Kalau yang exclusive matte ini saya hanya punya 1 seri saja, dan salah warna. Saya biasanya pakai yang warna lebih ke oranye namun salah beli warna yang nude. Soalnya warna nude punya matte lip cream ini cantik- cantik banget dan banyak. Semacam kalap dan jatuh cinta sama semua warnanya. Namun sayang agak kurang pas saya pakai di bibir kalau gak lagi full makeup.

[Sumber : Sociolla]
Tapi jujur suka banget sama matte lip cream ini, meskipun lipstik lokal tapi formulanya ringan di bibirdan saat diaplikasikan tidak crack. Makanya gak heran banyak yang mengidolakan matte lip cream ini. Selain itu harganya juga cukup terjangkau dan awet kalau dipakai.

Kalau temen- temen, punya lipstik Wardah juga nggak? Sharing yuk.

Minggu, Mei 19, 2019

Tips Mengelola THR

  No comments    
categories: 

Lebaran ternyata sudah tinggal menghitung hari saja, tak terasa sudah mulai muncul bisik- bisik tetangga tentang kapan sih cairnya THR dari kantor. Saya pribadi sebenernya gak terlalu memikirkan gaji 13 ini. Meski dalam hati juga seneng banget bisa buat tambahan bonus liburan dan lagi, 2019 ini adalah tahun pertama saya akan menerima THR dalam nominal penuh.

Memang di tahun- tahun sebelumnya, saya hampir tidak pernah menerima THR karena saat itu suka pindah- pindah tempat kerja. Baru sejak tahun 2017 akhir, hingga saat ini saya menetap di sebuah perusahaan yang lumayan bisa bikin saya bertahan. Tahun lalu juga sudah terima THR sih, meski tidak secara penuh. Alhamdulillah.

Gara- gara teman kantor bahas soal THR, akhirnya muncul juga omongan tentang enaknya kalau udah dapat THR, uangnya mau dipakai apa sih?. Banyak juga yang bilang mau dibuat persiapan lebaran, mengingat di tempat kami THRnya H-7. Ada juga yang bilang mau ditabung aja.

Saya sendiri juga jadi mikir, enaknya buat apa ya THR ini? Soalnya kalau dinilai dari nominal kan lumayan juga. Akhirnya kepikiran buat mengelola THR ini biar bermanfaat di bulan- bulan berikutnya. Kemarin waktu ketemu sama teman, dan sharing soal ini juga akhirnya dapat pencerahan.

Ada beberapa tips yang dianjurkan oleh teman saya, katanya cara cerdas mengelola THR, biar kedepannya sejahtera. Apa aja sih?
Sisihkan untuk ditabung, jangan lupa untuk sisihkan uang yang kita terima. Bukannya disisakan. Jadi sejak awal berkomitmenlah dengan diri untuk menyisihkan terlebih dulu THR ini. Misalnya minimal 30% dari jumlah yang diterima.

Segera bayar hutang, kalau punya hutang. Ini wajib ya. Posisikan diri kalau kita yang ada di pihak pemberi hutang. Segera bayarkan loan kita, jangan ditunda- tunda. Karena saat hari raya, semua orang pasti butuh dana yang lebih banyak. Selain itu kita juga jadi gak punya tanggungan lagi kan. Bebas lepas bisa tidur nyenyak.

Siapkan untuk lebaran, untuk yang sudah bekerja namun belum berkeluarga biasanya sih belum mikir banyak hal ya waktu lebaran. Mungkin sekedar beli sesuatu untuk isian toples dan baju saja.

Kalau masih sisa, coba berinvestasi. Saya juga ada pikiran untuk memasukkan dana lebih ini dengan menabung emas di pegadaian. Cukup lumayan juga untuk dana darurat nantinya.

Nah, buat yang terima THR jangan lupa sedekahnya juga ya. Buat yang gak terima THR, semoga rejekinya dapat dari yang lainnya. Aamiin.

Sabtu, Mei 18, 2019

Cara Memilih Gaya Rambut Pria Sesuai Bentuk Wajah

  No comments    
categories: 

Generasi 90'an kayak saya, pernah lihat kayak gini di salon waktu mau potong rambut? Bahkan sampai sekarang, 80's Top Collection ini masih terpampang nyata di beberapa salon yang pernah saya datangi untuk potong dan cuci rambut. Mereka sungguh legend.

Rasanya dulu waktu mau potong rambut di salon, pasti yang dilihat pertama kali adalah poster- poster semacam ini. Sebelum rabut kita dipotong, petugas salonnya pasti menyuruh kita untuk memilih model gaya rambut seperti apa yang ingin dia kerjakan untuk kita. Haha..


Kalau saya sejak mulai menggunakan hijab, memang selalu potong rambut sependek mungkin. Kalau bisa di atas leher karena saya sangat tidak suka dengan kondisi gerah. Jadi gak pernah pusing mikir gaya rambut kayak apa.


Tapi kadang hal ini juga jadi dilema tersendiri, dengan pilihan potongan rambut yang asal, suka bikin penampilan saya jadi aneh kalau lagi di rumah dan gak pakai hijab. Hal ini suka dikomplain oleh ibu dan adik. Haha


Ternyata, memilih potongan gaya rambut dan menyesuaikannya dengan bentuk wajah cukup penting supaya penampilan kita jadi paripurna. 


Karena kemarin sudah bahas hijab khusus para ladies, kali ini mau bahas soal gaya rambut pria dan caranya memilih menyesuaikan dengan bentuk wajah. Biar blog saya eceknya merangkul semua gender gitu ya. Ohya, secara umum ada empat bentuk wajah, yaitu oval, bulat, heart (segitiga) dan square (kotak). 


Memilih gaya rambut untuk bentuk wajah oval, banyak yang menganggap bentuk wajah ini ideal karena porposinya yang pas. Namun tidak serta merta orang yang punya bentuk wajah ini menjadi sempurna, ya.

Seseorang yang memiliki wajah oval cenderung cocok dengan hampir semua gaya rambut sehingga menjadikan pemiliknya tidak kesulitan dalam memilih model rambut.


Namun yang paling bagus adalah dengan potongan pendek sejenis undercut, yaitu potongan tipis di kanan kiri dan belakang. Potongan ini akan membuat pemiliknya jadi terlihat rapi dan trendi.

Selain itu juga bisa memilih gaya rambut mohawk dan potongan gaya rambut klasik.

Seseorang yang memiliki wajah bulat sebaiknya memilih gaya rambut yang memiliki volume. Misalnya spike (bagian atas ditarik ke belakang), pendek belah samping, cepak dengan jambang juga oke. Intinya hindari gaya rambut yang membuat wajah semakin bulat. 

Buat yang punya wajah kotak, kalian perlu punya gaya rambut yang membuat wajah kalian tidak terlihat kotak lagi. Misalnya dengan menggunakan gaya rambut layered hairsyle, sehingga kesannya menambah panjang wajah.

Selain itu kamu juga bisa memilih potongan cepak dengan belah samping. Gaya rambut ini bisa jadi pilihan yang tepat kalau kalian mau main aman.

Bentuk wajah ini hampir sama seperti wajah oval. Sehingga cocok dengan sebagian banyak gaya rambut yang ada. Misalnya seperti rambut panjang atau setengah panjang. Namun lebih baik menghindari potongan yang terlalu pendek.

Jadi, gaya rambut yang mana yang cocok untuk kamu?

Jumat, Mei 17, 2019

Tutorial Hijab Segi Empat untik Pergi Kondangan

  No comments    
categories: 

Halo para ladies, hehey. Kali ini bikin postingan khususon para wanita- wanita yang punya problem bingung tiap kali mau pergi kondangan enaknya pakai model hijab seperti apa.

Apalagi buat yang baru pakai hijab, biasanya koleksi hijabnya juga masih belum banyak. Tapi semua yang berhijab pasti punya salah satu jenis hijab segi empat.

Memang sepertinya kepemilikan hijab segi empat itu wajib, soalnya selain harganya juga sangat terjangkau, tergantung merk dan bahannya. Hijab ini juga mudah banget kok ditemukan di mana- mana. 

Nah, ada beberapa tutorial hijab kondangan yang simpel dan anti ribet nih yang mungkin bisa dicoba, judulnya saya kasih hijab simpel ya teman- teman, 

Hijab simpel 1

Gunakan ciput ninja atau inner topi dengan warna yang netral atau sesuai warna baju. Lipat hijab segi empat menjadi bentuk segi tiga, pakai seperti biasanya dengan layer yang sama panjangnya.
[Waktu kondangan ke mantan. hehe]
Kemudian kaitkan hijab di bawah dagu dengan peniti. Langkah terakhir, tarik kedua layer secara berseberangan. Kanan tarik ke kiri dan sebaliknya, lalu ikat di belakang leher. Jika suka pakai aksesoris bisa banget pakai bros atau peniti yang lucu- lucu.

Hijab simpel 2

Kalau yang kedua ini juga gak kalah simpelnya, gak perlu waktu lama buat bikin jilbab kayak gini. Caranya masih sama kayak yang pertama. Jangan lupa pakai inner ya.

Lipat jilbab segi empat menjadi bentuk segitiga, kemudian pasang di kepala. Panjang layer boleh disamakan saja, kemudian tarik layer kiri ke arah kanan, tepatnya di atas telinga. Pasang peniti antara inner dan hijab. Lalu layer yang kanan tarik ke belakang kepala dan beri bross. Mudah bukan?

Hijab simpel 3
Dalam menggunakan hijab saya rekomen buat temen- temen selalu pakai inner bandana atau inner topi ya, supaya rambut kita tetap rapi dan tidak mencuat keluar hijab. 

Hijab simpel yang ke tiga ini juga gak kalah simpelnya. Ya harus simpel karena namanya aja tutorial simpel. Lipat hijab segi empat menjadi dua bagian, jadi memanjang seperti pashmina. Letakkan di kepala.

Usahakan layer kanan lebih panjang daripada yang kiri, pasang peniti di bawah dagu. Selanjutnya layer kanan yang panjang menjuntai tarik ke kiri dan kaitkan dengan bross di atas kepala. Atur supaya terlihat rapi.

Meskipun simpel, model hijab ini banyak digunakan untuk look pergi ke kondangan. Apalagi buat yang suka buru- buru pergi gitu. Hehe. Semoga bermanfaat ya.