Senin, Oktober 23, 2017

Memilih Celana Cargo untuk Hadiah Ulang Tahun Adik

  1 comment    
categories: 
Beberapa hari ini saya lagi rajin memilah beberapa e- commerce untuk mencari barang. Soalnya minggu depan adik laki-laki saya akan merayakan pertambahan usianya. Kebetulan anaknya emang lagi sering pergi keluar kota untuk mengikuti kompetisi futsal, jadi kayaknya cocok kalau dikasih kado yang sesuai sama kebutuhannya. Adik saya itu orangnya nerimoan, maksudnya gak akan minta beli barang kalau gak beneran butuh. Apalagi sepupu saya mayoritas juga laki-laki, jadilah adik sering dapat warisan baik sepatu, baju dan celana. Makanya, cuan banget tuh ibuk saya. Hahaha
Kemarin saya sempat bingung sih mau kasih kado apa, soalnya memang tradisi ulang tahun di keluarga saya itu jarang dirayakan atau diingat. Palingan hanya sekali dalam seumur hidup merayakan ulang tahun dengan pesta- pesta. Itupun juga pas usia masih balita. Jadi kemarin saya sempat meminta rekomendasi teman untuk pilihan kado ulang tahun, diantaranya adalah ;

1. Baju Kaos

Katanya baju kaos adalah kado paling mudah didapatkan, karena hampir semua toko baju pasti menyediakan. Selain itu juga kan adik saya laki- laki yang tipenya santai, jadi anaknya pasti suka kalau dikasih kado kaos. Nah masalahnya adik itu sudah punya banyak sekali jenis kaos, bahkan satu lemari didominasi oleh kaos oblong dengan berbagai warna. Anaknya juga suka olahraga jadilah makin banyak koleksi kaos- kaosnya.

2. Sepatu Futsal

Sepertinya memberi kado sepatu bukan ide yang buruk, meskipun adik saya laki- laki tapi dia memang punya lebih punya banyak jenis sepatu dibanding saya. Ya karena itu tadi, dia selalu mendapatkan warisan dari para sepupu yang primpen banget kalau punya barang. Jadilah barang- barang yang dimiliki adik saya meskipun secondhand, masih tetap bagus karena perawatannya. 

3. Handphone

Langsung coret dari daftar.

4. Tas Sekolah

Adik saya masih kelas 12 SMA tapi anakya memang jarang beli tas, terakhir kali beli tas sepertinya saat pertama kali masuk SMA dan itupun masih awet hingga sekarang. Kok beda ya sama kakaknya yang tiap kenaikan kelas selalu merengek minta tas baru. Haha. Itulah kenapa ibu saya untung banget punya anak kedu laki- laki, setidaknya beliau gak tekor seperti saat punya anak pertama.

5. Celana 

Kayaknya ide ini yang paling bisa saya terima, soalnya saya kan gak mau memberi kado tapi malah gak ada gunanya. Setelah berpikir, akhirnya saya memutuskan untuk memberinya celana panjang. Mengingat anaknya memang belum punya koleksi celana panjang selain jeans. Kemarin memang sempat terpikir mau kasih celana jeans, tapi akhirnya saya memilihkan cargo pants yang memang sedang in di kalangan anak muda, utamanya laki-laki.
(MM)
Selain harganya terjangkau (tetep dan wajib), cargo pants juga punya bahan yang kuat jadinya awet dan tahan lama. Kemarin saya sempat lihat beberapa model juga bagus dan tredi. Ah dan juga, celana jenis ini gak cuma bisa dipakai pas acara casual saja. Soalnya beberapa kali saya lihat ada juga teman yang pakai celana ini ke kondangan dan ya cocok- cocok saja.

Apalagi nih celana cargo juga sering banget dipakai sama temen- temen pejalan, soalnya punya banyak kantong yang bisa dipakai untuk menyimpan banyak hal. Saya sendiri punya 1 cargo pants dan memang enak banget dipakainya, hangat dan nyaman. Jadi saya mantap memilih celana cargo terbaru untuk kado hadiah ulang tahun adik yang ke18, semoga dia suka. 

Silviana

Kamis, Oktober 19, 2017

Mengawal Kemeriahan Kegiatan Agustusan Desa

  5 comments    
categories: 

Beberapa waktu yang lalu desa kami, untuk kesekian kalinya turut meramaikan HUT RI ke 72. Meskipun kegiatan ini bertema semangat Agustus, namun serangkaian acara ini selalu dan selalu diadakan di bulan September.

Saya sendiri baru pertama kali ikut memeriahkan acara Agustusan di desa. Kenapa? Karena hampir setiap tahun selalu tidak berada di rumah tatkala acara ini dihelat. Seperti misalnya beberapa tahun yang lalu, saya berada di Malang untuk kuliah, di tahun 2015 pun juga sama. Saat dimana ada acara desa, saya sedang wisuda. Begitu juga dengan tahun 2016 saya sedang berada di Batam. Nah baru tahun inilah bisa ikut memeriahkan kegiatan desa.

Kali ini kegiatan desa sangat meriah, karena hampir seluruh masyarakat ikut berpartisipasi. Yang dulunya gak mau ikut- ikutan, tahun ini berlomba untuk menampilkan yang terbaik. Serangkaian acara desa saya antara lain, pawai karnaval, bazar, dan serangkaian lomba. Untuk acara karnaval, sistemnya dibuat per Rukun Warga.

Di desa saya ini ada 4 Dusun, masing- masing punya 3 RW jadi totalnya 12 RW yang ikut memeriahkan karnaval. Sedikit? Mungkin iya, tapi quantity masyarakat yang ikutan itu loh buanyak! Sampai acara ini baru selesai dari pukul 13.00 - 18.00, padahal rutenya tak sampai 5 kilometer. 

Nah kebetulan karena 4 RT di tempat saya ikut berpartisipasi semua, sayapun kebagian untuk hore- horenya. Karena sekarang ini lagi hits banget tema karnaval yang bertemakan "carnival", jadi ibu- ibu di tempat saya juga latah ikut membuat berbagai macam baju dari kain perca atau dari kresek. Ada pula yang latihan koreografi sejak sebulan yang lalu. Kalau saya ikut dandan apa? Hahaha. 

Enggak ikut apa- apa, cuma meramaikan dengan turut serta bikin- bikin baju dan gaya jadi MUA aja. Soalnya ibuk saya juga ikutan dandan, jadi saya cuma ikut jadi tim dokumentasi saja.

Nah apa saja sih kreasi yang ditampilkan?

1. Panen Raya 
Disini kami memberikan gambaran tentang kemakmuran yang diilustrasikan dengan gunungan buah dan sayur,  maksudnya kita ini Indonesia yang kaya akan produksi pangan. Gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo, arti kalimat ini menggambarkan keadaan bumi pertiwi Indonesia. Gemah ripah loh jinawi (kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan toto tentrem karto raharjo (keadaan yang tenteram).

2. Pakaian Adat Indonesia

Nah di Indonesia kan punya banyak suku dan budaya, jadilah digambarkan dengan berbagai macam pakaian adat dari daerah- daerah. Seperti Aceh, Bali, Madura, dan lain sebagainya. Pesertanya tentu anak- anak RW kami. Btw, ibu sya juga ikutan di barisan ini.

3. Kelompok Tani

Para ibu dan bapak petani juga gak mau ketinggalan memeriahkan karnaval desa. Bapak- bapak tampil dengan menggunakan batik lurik, sedangkan ibu tani menggunakan atasan kebaya berwarna merah dan rok batik dengan warna senada. Lengkap dengan rinjing dan topi serta cangkul. 

4. Perjuangan



Nah karena temanya tentang Indonesia, RW kami juga menampilkan para pejuang 45. Para bapak dan anak- anak menggunakan baju a la tentara dan senjata yang dibuat dari bambu dan botol air mineral. 

5. Kreasi Daur Ulang tas Kresek

Nah ini nih hasil dari lemburan para ibu- ibu ditempat saya. Awalnya saya juga diminta untuk ikut memakai baju ini sih. Haha. Eh, cantik- cantik ya dressnya.

6. Koreografi Indian

Nah kalau yang ini sebetunlnya out of tema sih ya. Hanya saja tarian dari teman- teman yang ikut serta dalam barisan Indian malah jadi yang paling favorit dan membawa RW kami jadi juara 1 (lagi). Iya, tahun lalu RW kami juga juara sih. Hahaha. Nah kalau pengen tahu kayak apa tariannya, silakan cek di akun youtube saya yak. Saya sempat buat video sederhananya.

7. Lain- lain (Galeri foto)
[Little sakera sedang ngambek]


[Panji Galuh Kediri]


Ah kayaknya tahun depan saya juga bakalan ikut karnavalan deh, kok rasanya jadi mupeng.

Nah itu tadi kreasi karnaval di tempat saya, senang rasanya bisa turut serta mengawal kemeriahannya. Semoga tahun- tahun berikutnya saya masih ada di Kediri, supaya gak dipecat sama pak lurah. HAHAHA.

Rabu, Oktober 11, 2017

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

  No comments    
categories: 
Rasanya sudah cukup lama gak pernah lagi berkreasi dengan alat tulis warna. Sepertinya masa menuju dewasa itu memang kadang-kadang mengikis kebiasaan masa kecil yang menyenangkan. Kalau saya pribadi kebiasaan yang hilang dan sama sekali ga pernah saya lakukan lagi adalah menggambar dengan crayon. 

Crayon atau alat pewarna untuk melengkapi aktifitas melukis dan menggambar ini memang menarik untuk anak-anak dan tak jarang pula orang dewasa. Alat menggambar yang dapat memperindah gambar dengan sentuhan-sentuhan warna yang beragam dan terbuat dari lilin ini, semakin kesini semakin meningkat permintaannya di pasaran.

Nah buat kalian yang suka menggambar, berikut kelebihan dan kekurangan dari alat gambar Crayon ini,

Kelebihan:

  • Alat warna jenis ini memiliki warna dengan kualitas yang bagus, sehingga untuk hasil warna yang di hasilkan pun tidak mengecewakan,
  • Alat warna ini juga memiliki warna yang cukuplah tebal, dan hal ini merupakan kelebihan utama dari alat ini yang berbeda dengan alat warna yang lainnya,
  • Memiliki banyak pilihan warna yang dihasilkannya.

Kekurangan:

  • Crayon apabila digunakan akan membuat tangan kotor,
  • Lebih cepat habis ketika digunakan.
Nah, lalu bagaimana trik dan tekniknya menggunakan crayon supaya hasilnya memuaskan?, begini caranya;
  • Kamu bisa memulai mewarnai dari bagian gambar yang lebih detail, misalnya seperti mata, jari kaki, tangan serta bagian mulut,
  • Gunakan warna yang lebih tua dulu, lalu pakai warna yang lebih terang,
  • Warnai seluruh gambar, sehingga tidak ada bagian yang kosong,
  • Supaya gambar lebih tampak indah dan lebih hidup, tambahkan gradasi warna.
Mewarnai merupakan suatu hal yang menyenangkan, terlebih lagi bagi orang yang memiliki hobi menggambar, tentu peran alat warna ini pun juga menjadi sangat penting untuk memberikan keindahan pada gambar yang dimilikinya. Dengan begitu maka kamu juga bisa melakukan beberapa teknik ada di atas agar gambar yang kamu hasilkan juga jauh lebih menarik dan tampak lebih indah.
[Bukalapak]
Untuk bisa mendapatkan crayon ini juga cukup mudah, kamu dapat membelinya di toko buku atau bahkan bisa membelinya di situs belanja online terpercaya, yang mana saat ini sudah banyak menyediakan berbagai macam, jenis serta merk dari alat pewarna ini. Jadi kamu bisa memilih sesuai dengan yang kamu inginkan.

Jumat, Oktober 06, 2017

Seblak Pedas, Makanan Khas Bandung yang Kaya Akan Manfaat

  No comments    
categories: 
Bandung tak hanya dikenal dengan wanita-wanitanya yang cantik mempesona saja, melainkan juga kuliner yang nikmat, ada banyak sekali makanan nikmat khas Bandung yang wajib untuk Anda cicipi ketika jala-jalan ke kota kembang tersebut. Meskipun sebenarnya tak harus jauh-jauh datang kesana untuk mencoba makanan khasnya. Mengingat ada banyak sekali jenis makanan Bandung yang dijual di seluruh daerah. Salah satunya adalah seblak. Mungkin masih banyak yang awam dengan makanan ini. Makanan yang dibuat dari bahan dasar kerupuk udang, dimasak menggunakan berbagai jenis bumbu dan telur. Rasanya sangat nikmat, bahkan selain versi membuat sendiri sekarang ini banyak juga yang menjualnya dalam bentuk instan.

Cara memasaknya juga tak jauh berbeda dibandingkan dengan mie instan, cukup menuangkan air panas kedalam kerupuk, tunggu hingga lembek kemudian campur dengan bumbu-bumbunya. Rasanya nikmat, biasanya selain dijadikan sebagai menu cemilan, juga sebagai hidangan utama. Anda bahkan bisa membuatnya sendiri di rumah. Mengingat sangat mudah dan tak memakan banyak bahan, untuk isi bisa dikreasikan sesuai selera.

Ternyata mengkonsumsi seblak ini tak hanya enak di lidah saja, melainkan juga memberikan banyak sekali manfaat bagi kesehatan, berikut ini diantaranya:

Seblak pedas ampuh untuk turunkan berat badan, cabai merupakan sayuran yang paling tinggi kandungan vitamin C nya, bahkan dibandingkan dengan jeruk, maka vitamin C yang ada dalam cabai jauh lebih tinggi. Efeknya sangat bagus untuk memperlancar metabolisme tubuh, sehingga nantinya bisa membuat lemak dan juga kalori terbakar.

Membantu melancarkan pernapasan, manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsi makanan yang satu ini adalah untuk pernapasan, obat bagi mereka yang menderita penyakit seperti asma, kemudian bronkitis, hingga sinus, karena makanan pedas juga membantu dalam melegakan pernapasan, apalagi bagi yang mengalami masalah seperti pilek atau flu.
Membantu untuk jaga mood, setelah mengkonsumsi makanan pedas tubuh menjadi lebih tenang dan ada efek mengantuk. Cocok untuk mereka yang sering kali mengalami stress atau depresi. Tak perlu mengalihkannya pada hal-hal yang buruk cukup dengan makanan pedas saja.

Untuk sehatkan jantung, bahan dalam pembuatannya lebih banyak kandungan karbo dibandingkan dengan lemak, ditambah lagi ada cabai yang kaya akan kolesterol baik, sangat bagus untuk membuat jantung menjadi lebih sehat. Kapsaisin, sebuah zat yang ada dalam cabai ini memiliki manfaat dalam melawan peradangan, salah satunya adalah pada dinding-dinding atau otot jantung.
Membantu dalam turunkan tekanan darah tinggi, kandungan vitamin C dan juga A yang sangat banyak mampu untuk menguatkan otot jantung sehingga bekerja secara normal dalam memompa darah, Anda tak perlu takut dengan resiko seperti tekanan darah tinggi.
Untuk mencukupi kebutuhan gizi Anda, faktanya memang tak hanya manfaat untuk kesehatan, melainkan juga sumber energi, mengingat kandungan karbohidrat yang ada di dalamnya cukup tinggi, bermanfaat untuk menjadi sumber energi. Jadi jangan katakan makanan khas Bandung ini hanya sebagai cemilan, jika kandungan gizinya sangat lengkap.

Ada sangat banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsi seblak, sehingga jangan sampai melewatkan seblak pedas ini. Bisa dibuat sendiri di rumah dengan beberapa bahan dasar yaitu kerupuk udang berbagai bentuk, telur dan juga bisa menambahnya dengan ayam apapun sosis sesuai selera. Dipadukan bumbu yang pedas. Produk instan juga bisa dijumpai di situs jual beli online.

Senin, Oktober 02, 2017

Sarapan Pagi di Depot Kasiyan Madiun

  11 comments    
categories: 
Suatu ketidak sengajaan yang nikmat. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan situasi kala itu.

Sekitar dua minggu yang lalu, saya ditugaskan untuk stay sementara di Madiun untuk menyelesaikan kewajiban pekerjaan. Madiun bukan kota yang baru untuk saya, mengingat beberapa kali saya pernah berkunjung baik sendirian maupun bersama keluarga. 

Satu minggu berada di Madiun, saya sama sekali tidak pergi kemana-mana kecuali ke kantor. Kenapa? Karena menurut saya, Madiun punya hawa yang kurang bersahabat. Panas dan ungkep, dua hal yang paling saya tidak suka.

Tepat di hari minggu, saya janjian dengan mbak Reni Judhanto- blogger dari Madiun- untuk meet up. Kebetulan banget ada rencana untuk memberi surprise Shasa, anak mbak Reni yang berulang tahun ke 18.

Akhirnya kesampaian juga main ke sana, padahal sudah lewat berapa purnama saya janji untuk berkunjung ke istananya, tapi belum pernah terwujud. Malahan mbak Reni yang mengunjungi saya lebih dulu di Kediri.

Baca Juga : Patisserie Udagawa

Saya berangkat agak siang, sekitar pukul 10.00 ke kota. Niatnya menghindari CFD di depan mall Sri Ratu. Pas banget waktu saya lewat, CFDnya sudah selesai.

Madiun itu kecil, hanya sekitar 33 km² saja luasnya. Jadilah jarak ke kota dari tempat saya hanya 10 menit.  Nah pas banget juga saya belum sarapan, setelah berputar sebentar dari kota Madiun- Pasar besar, saya menemukan sebuah depot yang tidak terlalu besar. 

Pertimbangan saya kala itu adalah meskipun kecil tempatnya ramai, pasti enak. Terpampang tulisan Menu Prasmanan Depot Kasiyan.

Ada banyak sekali pilihan menu lauk pauk, sayuran, lalapan dan menu yang ditawarkan. Mulai dari ayam bakar, ayam madu, ayam penyet, rolade, serta ikan- ikan seperti lele, gurame dan yang lainnya. 

Nah karena tempat ini judulnya prasmanan, jadi kalau mau makan di tempat ya ambil aja sendiri. Self service. Jangan kayak saya, udah tau self service masih diam mematung nunggu diambilin. Haha. 

Sungguh saat itu sepertinya masih belum connect 100% loadingnya dari ngantuk.

Saya memilih menu sayur bayam dan lauk rolade. Eh tapi pas makan rolade disini, rasanya kayak makan chicken katsu di HokBen. Sungguh persis dan rolade ini langsung jadi lauk favorit saya. Ternyata memang pembuatan rolade di Depot Kasiyan, menggunakan daging sapi dan ayam giling yang dicampur dengan bumbu. Makanya enak banget!.

Setelah siap dengan perut yang kenyang, saya meluncur ke rumah mbak Reni yang tidak jauh dari kota. Kami ngobrol dari jam 12 sampai jam 7 malam. Haha. Meetup terlama saya.

Esok paginya saya masih penasaran dengan rolade di Depot Kasiyan. Ngegas motor ke kota, saya beli 3 rolade untuk dibuat makan pagi dan bekal ke kantor.

Kalau ke Madiun lagi saya gak akan melewatkan untuk mampir ke tempat ini. 

Silviana

Minggu, September 24, 2017

Berkunjung ke Wahana Baru di Gunung Kelud : Taman Agro Margomulyo

Kalau ngomongin soal wisata, makin hari kayaknya emang gak pernah ada habisnya. Selalu ada tempat baru yang setidaknya patut untuk "sekali" dicoba. Berhubung saya bukan tipe "pemburu" lokasi wisata, jadi rata- rata cerita perjalanan saya itu adalah hasil dari ketidak sengajaan yang asyik.
[Saya dan Gemi di jalur Kelud- setelah treking]
Nah kali ini ceritanya saya lagi jalan sama temen sejak SMP, namanya Evi tapi kami (saya dan teman-teman) memanggilnya Gemi. Kenapa Gemi? Karena sejak kenal zaman sekolah, anaknya hampir gak pernah jajan di kantin dan bawa bekal sendiri. Jadi kami pikir anak ini irit = Gemi.

Kebetulan juga dia baru pulang dari program SM-3T, mengabdi di daerah terdepan, terluar, tertinggal. Waktu pertama ketemu, dia cerita pengen main ke tempat wisata, dan tercetus kalau dia selama hidupnya tinggal di Kediri belum pernah sekalipun berkunjung ke Gunung Kelud.

Anak rumahan rupanya si Gemi.

Kami berangkat lebih pagi untuk menghindari matahari yang terik. Saat itu kami berdua naik motor dengan ambil jalur dari Simpang Lima- Pesantren- Wates- Ngancar- Kelud.

Saat kami berkunjung memang weekday, jadi suasananya tidak terlalu ramai. Nah enaknya main ke Kelud itu apa? Kamu bisa menikmati semilir sejuk angin pegunungan, sambil melihat pemandangan hijau di kiri kanan.

Setelah sekitar 45 menit, kami sampai di loket. Tenang aja, kalau mau menikmati wisata alam di Kediri itu ga perlu keluar banyak biaya. Perjalanan kami lanjutkan untuk menuju titik point Kelud.

Sebelumnya kami juga mencoba membuktikan kebenaran jalur mysterious road, yang katanya terdapat titik 0 gravitasi bumi. Jadi meskipun jalannya naik, motor dalam kondisi mati atau nol kopling bisa ikutan naik juga. 
Ohya fyi nih. Sayangnya, kalau kamu berkunjung ke Kelud lewat jalur Kediri. Kamu belum bisa menikmati wisata yang include dengan Kelud. Seperti kubah lava, gardu pandang, sungai air panas dan juga terowongan. Karena jalurnya masih dalam masa perbaikan, sejak meletusnya di tahun 2014. Tapi kabarnya akhir tahun ini proses perbaikannya selesai. 

Memang terakhir kali saat saya datang ke Kelud bersama Hani di tahun 2015, kondisi infrastruktur masih cukup parah. Jalan aspal banyak yang retak dan bekas letusan masih jelas terlihat.

Beda cerita kalau kamu main ke Kelud dengan ambil jalur Blitar. Jalurnya sudah bagus dan bisa menikmati kubah lava dari dekat, lho. Kapan-kapan saya juga mau coba.
Akhirnya kami hanya bisa parkir motor di radius 1km sebelum lokasi parkir yang seharusnya. Selebihnya kami menikmati Gunung Kelud dengan tracking. Sayang sih saat itu cuaca agak berkabut.

Sepulang dari Kelud kami melewati jalur yang sama, gak sengaja lihat taman di sisi kanan jalan. Taman Agro Margomulyo, judul yang tertera di gerbang masuknya. Mumpung disini sekalian aja lah kita mampir ya.
[Gerbang TAM]
Taman Agro Margomulyo atau TAM ini merupakan taman buatan yang dibuat untuk lebih menarik wisatawan datang ke Kelud. Di dalam TAM juga ada Taman Hammock yang bisa digunakan untuk bersantai sambil berayun-ayun. 
[Menunggu semai]
Nah di taman ini tersedia banyak bunga yang cantik dan instagenic. Seperti bunga warna ungu, bunga matahari, bunga mawar dan masih banyak lagi yang lainnya. Selain itu juga ada wahana untuk berfoto yang bentuknya macam-macam seperti payung- payung warna pelangi, kupu-kupu, TAM, dan love.
[Arena swafoto]
Sebetulnya di daerah yang sama juga ada Kampung Anggrek, namun akses lokasinya berada di dalam perkampungan. Jadi kalau mau ke Kelud bisa juga sekalian menikmati semua wahana taman ini.
Sepanjang perjalanan pulang, banyak terlihat masyarakat sekitar menjajakan buah nanas dan alpukat. Nah cocok buat oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Harganya terjangkau banget, cuma sekitar 15 ribu satu ikat dengan isi 7-9 nanas tergantung ukuran.

Hari semakin sore, kami memutuskan untuk pulang. Susahnya kalau jalan-jalan di bulan Agustus- September adalah tidak jarang berpapasan dengan kegiatan karnaval desa atau kecamatan. Jadi ya mau gak mau harus mengalah sebentar sambil menikmati keindahan kostum peserta pawai karnaval. 

Eh buat yang mau ke Kelud, ini rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk menikmati wahana-wahana di atas ya!

- Tiket masuk Kelud : Rp. 8.000/ orang, parkir Rp. 1.000/ motor,
- Tiket TAM & Taman Hammock : Rp. 5.000/ orang include parkir,
- Tiket Kampung Anggrek : Rp. 5.000/ orang, parkir Rp. 1000/ motor. 

Tipsnya kalau mau berkunjung ke Kelud:
- Pastikan kendaraan sehat, karena jalurnya naik dan berkelok,
- Lebih baik bawa bekal, karena kalau datang saat weekday tidak banyak penjual yang berdagang,
- Pakai baju yang nyaman dan aksesoris secukupnya karena kamu akan treking sedikit. Nah pas banget buat yang lagi nyari barang-barang khususnya baju, menjelang akhir tahun biasanya banyak diskon yang menarik. Bulan November nanti kamu bisa belanja sepuasnya karena ada promo Singles Day di Zalora Indonesia,
- yang terakhir ini ga boleh ketinggalan, jangan lupa bawa kamera terbaikmu untuk mengabadikan foto dengan background deretan pegunungan.

Silviana

Kamis, September 21, 2017

Terjebak di Jalur Neraka Pantai Umbul Waru, Blitar

  4 comments    
categories: 

Dua Minggu yang lalu, akhirnya saya pergi lagi ke Blitar. Rencananya sih berkunjung ke Vihara yang katanya luas banget dan proses pembangunannya masih belum selesai dari tahun 90an itu.

Eh gak taunya, temen ngajak buat ke pantai dulu. Okelah coba saya cek jaraknya, kalau ga jauh- jauh amat boleh deh. Kebetulan waktu itu kami pergi pagi, jadi saat sampai di Blitar kota udaranya masih sejuk.

Ah ternyata jarak tempuhnya cuma satu jam kok dari titik point' kami waktu itu. Baiklah yuk mari capcus.

Formasinya seperti biasanya, teman saya pegang kendali setir alias dia yang bonceng, saya pegang kendali maps. Padahal dulu- dulu pertama sering bikepacker, saya ga bisa baca peta. Beruntungnya teman jalan saya saat itu, dengan sabar mau ngajarin.

Buat yang belum pernah ke Blitar Selatan, gambaran daerahnya itu semacam perbukitan. Dengan pemandangan kanan kirinya sawah dan ladang. Namun tak jarang juga perumahan penduduk. Fasilitas aspalnya juga sudah cukup mumpuni meskipun tidak terlalu lebar.
Nah kok satu jam rasanya lama amat ya? Gak sampai-sampai, apalagi kami ikut jalur GMaps yang lewatnya jalur sepi. Lagi-lagi disetiap perjalanan selalu terselip keraguan, namun ketika ada rasa ragu untuk lanjut, rasa optimis akan pemandangan yang indah juga bikin saya jadi semangat lagi.

Ohya, tujuan kami saat itu adalah Pantai Umbul Waru yang berada di Desa ...... Setelah beberapa kali bertanya dan nyasar, akhirnya kami menemukan papan petunjuk ke arah pantai.

Cukup sulit memang menemukan arahnya, karena masih minim petunjuk ke lokasi wisata. Jadi patokannya adalah temukan balai desa Sidomulyo. Depan kelurahan ada pertigaan ke arah selatan, itu masuk.
Jalanannya sih sudah beton, pikir saya oke nih udah bagus. Ternyata, itu hanya awal yang indah saja..

Semakin masuk, penampakan asli jalur pantai Umbul Waru semakin terlihat. Dimana-mana yang tampak hanya pohon jati dan jalur tanah bebatuan. Jangan dikira bebatuannya itu Mac Adam. Sama sekali bukan.

Bebatuannya literally batu yang tak beraturan, selain itu juga licin. Semakin masuk ke dalam, ternyata jalurnya semakin parah. Hingga akhirnya, kami memutuskan untuk treking dan meninggalkan motor di salah satu gubuk.

Agaknya itu memang keputusan yang ngawur. Meninggalkan motor di tempat asing yang sunyi. Saya beberapa kali meyakinkan teman akan keputsannya, tapi yasudah deh anaknya yakin kok.

Baru jalan beberapa meter, kami berjumpa dengan warga sekitar. Ini manusia pertama yang  kami jumpa, tidak menyia-nyiakan kesempatan kami bertanya soal lokasi pantai. Si ibu menyarankan sebaiknya kendaraan dibawa saja, karena jalurnya bisa dipakai untuk lewat motor. Oh baiklah.

Dan kalian tau tidak teman-teman, definisi jalur bagus bagi masyarakat Blitar Selatan ini adalah eng ing engggg.. Jalan setapak yang masih tetap berbatu namun tidak sebanyak sebelumnya. :))

Saya bersyukur hidup di tempat yang sudah lengkap fasilitasnya, belum bisa membayangkan jika setiap hari harus jalan kaki sejauh sekian kilometer untuk pergi ke ladang. Agaknya ketika masuk senja, tempat ini juga akan horor sekali karena memang sejauh mata memandang, tidak ada satupun  gardu listrik.
Semakin dekat dengan pantai, kami semakin sering berjumpa dengan penduduk sekitar. Mereka sangat ramah dan welcome kepada pendatang. Tak jarang banyak yang heran, sampai berujar "jauh-jauh dari Pare cuma main ke kebonan (ladang)".

Ah, Alhamdulillah, cuma itu yang bisa saya ucapkan ketika kami sampai di area bertuliskan Parkir. Sebuah bangunan dari kayu tua, yang oleh masyarakat sekitar digunakan untuk menyimpan hasil berkebun. Seperti menyimpan jerami dan rumput. Kalau ditempat saya, bangunan semacam itu digunakan untuk kandang hewan.

Eh di area parkir ini juga ada mushola sederhana.

Setelah beristirahat sejenak, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju pantai. Hanya dengan jalan sekitar 500 meter saja, suara debur ombak sudah terdengar di telinga.
Wow cantik banget! Garis pantai yang putih bersih komplit dengan bukit yang mendampinginya. Pas banget waktu itu langitnya biru cerah. Ah ini sih surga dunia banget!.

Eits, lagi-lagi saya harus menerima kenyataan yang membuat mulut saya melongo. Untuk bisa turun ke pantai, kami harus meniti tali dan tangga darurat. Jadi semacam wall climbing. 😄😄
Ada tiga turunan yang harus dilalui untuk bisa menginjak pasir putih Umbul Waru. Memang worth it, tapi jalur nerakanya ini yang saya gak mampu hadapi.

Ohya pantai ini punya air terjun juga, jadi air tawar yang menyatu dengan air asin. Saat itu ternyata sedang pasang, jadi air sangat melimpah. Konon katanya, akan lebih bagus jika kondisi air laut sedang surut.
Kurang lebih sekitar 3 jam kami berada di Umbul Waru, selama itupun hanya ada kami dan 2 pengunjung lainnya yang datang. Selebihnya hanya masyarakat sekitar yang bekerja di ladang. 

Saat kembali naikpun, kami juga harus melewati jalur yang sama seperti saat kami berangkat. Oh help me *cry. Apesnya lagi, kendaraan yang kami pakai saat itu bukanlah kendaraan yang cocok untuk kondisi jalur neraka ini. Bahkan mesin motor Vario punya teman ini sampai bau terbakar/ sangit.

Makanya kok sepanjang perjalanan kayak bau iga bakar. Hahaha

Hingga akhirnya dalam satu hari itu, kami hanya bisa berkunjung ke satu destinasi. Badan sudah sangat lelah, ditambah dengan kondisi teman saya yang tiba- tiba drop.

Cepat- cepat kami melaju membawa kendaraan untuk segera sampai di rumah.

Pantai Umbul Waru, Blitar
 

Senin, September 18, 2017

Main ke WOW Cafe Sumber Podang Kediri

  8 comments    
categories: 
[Icon punya WOW Cafe]
WOW Cafe Sumber Podang, sempat hits dibeberapa tahun belakangan. Bahkan sejak sebelum saya pergi ke pulau seberang. Cuma ya seperti biasanya sih, saya bukan tipikal orang yang gampang terkena virus "Eh tempatnya hits nih, ayo cepat- cepa pergi kesana". Mungkin sebagian dari kalian juga sama. Mengalir aja kapan sempatnya.

Nah kebetulan banget kemarin saya lagi ada perlu ke daerah Puhsarang, jadilah sekalian pergi ke  Cafe yang digadang-gadang hits banget ini. Demi menuntaskan rasa penasaran, setelah selesai urusan di Puhsarang, saya dan Putranti melaju ke Desa Joho, tempat dimana cafe ini berada. Ohya, WOW Cafe ini masuk di wilayah Desa Wisata Sumber Podang, Kecamatan Semen.
[Gereja Puhsarang w/ IG: @putranti20_]
Jika kamu berangkat dari Terminal Kediri ambil arah Puhsarang atau Air Terjun Dholo. Jika berjumpa pertigaan pertama (daerah Kedak) lurus saja. Namun saat ini jembatan utama menuju desa wisata Sumber Podang masih dalam tahap perbaikan. Namun ada jalur alternatif yang dapat dilalui baik motor, mobil, bahkan truk. 

Jalanan menuju lokasi sudah bagus dan aspal, ditambah dengan suasana pegunungan yang kanan kirinya punya pemandangan hijau yang menyejukkan. Ohya untuk masuk ke desa wisata ini kita akan ditarik tiket Rp. 8.000. Padahal tujuan saya saat itu hanya ke WOW Cafe saja. Fyi di Sumber Podang ini punya potensi wisata yang cukup banyak selain wisata alamnya. Seperti misalnya, wisata buatan — outbond, river tubing, tracking, down hilluntuk sepeda, sunrise / moon rise trip, tour desa wisata, Kediri waterpark, petik buah durian, ter. Selain itu ada juga wisata budaya dan juga wisata edukasi.
Setelah perjalanan yang cukup panjang, karena memang jarak antara Terminal Kediri ke WOW Cafe ini adalah 11 kilometer. Kami memarkir kendaraan di sisi kiri sebelum pintu masuk ke wisata Sumber Podang. Saat itu ambience cafe cukup lenggang, kami sampai tengah hari. Sembari melepas lelah dan menikmati semilir angin persawahan, kami berdua memesan menu yang sama seperti cafe pada umumnya. Untuk harga cafe ini cukup terjangkau, kok.

Cafe ini punya cukup banyak gazebo, indoor, semi indoor dan outdoor dengan 3 tingkatan. Karena saat itu kami sampai ditengah hari, saat matahari berada di atas kepala. Kami memilih indoor bagian tengah. WOW Cafe juga punya fasilitas wifi, hanya saja tidak dapat diakses secara gratis. Buat yang pengen akses wifi, harus membeli voucher seharga Rp. 1000/ 1 jam.

Ohya meskipun lokasi cafe ini berada di ketinggian 600 mdpl, cuaca di Kediri ini memang cukup terik. Jadi kami berdua memutuskan untuk pulang, karena rasa penasaran akan cafe ini sudah terpenuhi.

Buat saya sih, gak se WOW namanya, ya. Hehehe. Sorry. 

Yang lagi mampir traveling ke Kediri , mungkin bisa mampir ke WOW Cafe di Sumbe Podang ini.

WOW Cafe Sumber Podang, Kediri
Buka setiap hari
08.00- 21.00 WIB 
 

Minggu, September 17, 2017

Merencanakan Liburan Akhir Tahun ke Bali dengan Traveloka

Sejak masuk kantor lagi, liburan kayak jadi suatu hal yang mahal banget. Mahal dalam arti waktunya. Selain karena harus cari waktu yang pas dan tanggal merah yang berderet, saya kalau libur kerja maunya tiduran melulu, saving mode buat menghadapi Senin yang rasanya cepat sekali datangnya. Emang penyakit lama sih kayak gini ini.

Tapi kemarin pas lagi kumpul sama teman- temen, ada salah satu dari mereka cerita kalau baru pulang dari Bali. Katanya dia berkunjung ke cafe yang instagenic banget, namanya Lazy Cats. Pas dikasih lihat foto liburannya, saya kok ya jadi pengen pergi ke Bali lagi. Secara terakhir pergi kesana pas zaman SMA, yang artinya sudah delapan tahun yang lalu.

Akhirnya saya iseng buat cek kalender dan di akhir tahun ini ada 3 deret tanggal merah. Jadinya saya coba bikin rencana untuk escape ke Bali. Kayak biasanya aja, sebelum pergi saya cari informasi soal tempat- tempat yang sebaiknya saya kunjungi. Rencananya sih pengen pergi ke tempat yang belum pernah saya kunjungi di tempat ini.
[Sumber: balgamagz.com]
Setelah cukup lama searching dan baca- baca, Desa Penglipuran sepertinya asyik untuk dikunjungi. Apalagi tempat ini menawarkan suasana desa yang masih kental dengan adat Bali dan kearifan lokalnya. Lagi pula saya juga belum pernah berkunjung ke daerah Bali Timur. Apalagi kabarnya daerah Bali Timur merupakan pusatnya religi Bali. Cocok.

Nah, lokasi liburannya udah dapat. Sekarang waktunya cari akomodasi untuk berangkat dan menginap selama di Bali. Saya sih rencananya cuma pergi 2D1N, yah namanya juga escape sejenak.

Cek tiket pesawat dulu, cari yang harganya cocok dan pesawatnya. 
[Cari tiketnya]

Setelah cek tiket, sekarang kita cek penginapannya. Ada banyak pilihan penginapan yang direkomendasikan, mulai dari hotel mewah, hotel budget, villa dan juga apartemen. Tinggal pilih aja pokoknya.
[Cek penginapan]

Selesai cek harga tiket dan hotel di beberapa tempat dan Traveloka secara terpisah, saya baru sadar kalau Traveloka sekarang ini punya fitur pemesanan tiket dan hotel dalam 1 paket.

[Bisa pesan dalam 1 paket]

Wah sepertinya menarik, jadi gak perlu lagi cari- cari tiket dan penginapan secara terpisah. Cara pemesananya juga sama kok , hanya saja bisa dilakukan dalam sekali waktu. Buat saya as pengguna, ini tentunya lebih memudahkan dan juga lebih hemat waktu.

Kalau mudah kayak gini sih saya pasti bakalan sering cari tiket pas ada tanggal merah. Nah pas saya udah mau bayar, ternyata harga yang muncul lebih murah jika pesan 1 paket. Dibandingkan kalau saya pesan tiket dan hotel secara terpisah. Yang saya suka dari Traveloka, harganya pasti dan semua biaya tertera jelas, maksudnya tidak ada harga tipu- tipu. Asyiknya kalau dapat harga lebih murah gini, sisa budgetnya bisa buat beli oleh-oleh keluarga di rumah.

Fyi, metode pembayaran di Traveloka ini juga mudah banget, ada banyak pilihan yang bisa kamu pakai. Seperti misalnya Kartu Kredit, transfer & ATM, Direct Debit dan juga bisa di Indomart/ Alfamart. Kalau saya seringnya pakai direct banking karena pakai klikpay.

Nah buat pekerja yang lagi mau ngabisin cuti , mau liburan bareng keluarga, yang barusan nikah dan mau honeymoon kalau cari tiket coba deh fitur paket tiket hotel Traveloka. Lumayan banget dan hemat waktu banget!.

Selasa, September 12, 2017

Lipstik Purbasari, Lipstik Berkualitas untuk Wanita Indonesia

  3 comments    
categories: 

Kosmetik dan wanita memang menjadi satu bagian yang tak terpisahkan. Mayoritas sebagai wanita selalu ingin tampil menarik dan cantik, nah oleh karena itu mereka membutuhkan kosmetik untuk membantu penampilannya. Salah satu jenis kosmetik yang wajib digunakan adalah sebuah pemoles bibir atau lipstik. Dengan lipstik, bibir yang kering bisa diberikan kelembaban sehingga lebih sehat serta berwarna. Sehingga lebih menarik untuk dilihat. Harga lipstik yang memiliki kelebihan tersebut umumnya termasuk mahal dan merupakan lipstik import buatan luar negeri. Namun saat ini wanita Indonesia bisa berbangga dan beruntung, karena sudah ada lipstik Purbasari yang merupakan lipstik buatan lokal dengan kualitas tak kalah dari lipstik import.

Purbasari merupakan merk kosmetika yang sudah lama diproduksi di Indonesia, dengan produk sabun serta lulur. Kini Purbasari telah memproduksi jenis kosmetika baru yaitu lipstik untuk perona bibir. Tak tanggung- tanggung, Purbasari mengeluarkan lipstik jenis matte yang memiliki kandungan kelembaban tinggi serta dapat digunakan untuk menangkal sinar UV. Nah untuk masalah harga juga tak perlu takut mahal , karena Purbasari memberikan penawaran untuk wanita Indonesia dengan harga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp. 30.000.


Purbasari memproduksi lipstik matte yang kaya akan beeswax dan squalane yang menambah kelembaban bibir pemakainya. Seringkali Anda menemukan produk lipstik dengan harga mahal dan warna yang terlihat bagus di kemasan namun ketika mengaplikasikannya pada bibir, justru bibir tampak kering dan pecah-pecah. Hal ini disebabkan lipstik tersebut tidak memiliki kandungan yang digunakan untuk melembabkan bibir sehingga pemakaiannya yang langsung terpapar sinar matahari justru menyebabkan bibir tampak lebih kering dan kusam. Lain halnya dengan lipstik Purbasari. Dengan menggunakan lipstik dari Purbasari, bibir akan tampak basah, lembab serta penuh untuk digunakan sepanjang hari.

Purbasari memiliki 10 varian warna pada produk lipstik mattenya yang bisa Anda pilih sesuai dengan warna favorit atau sesuai dengan warna kosmetik Anda lainnya. Kesepuluh warna yang dimiliki Purbasari ini merupakan warna-warna favorit sehingga Anda bisa saja memilih lebih dari satu warna untuk koleksi lengkap di lemari kaca. Apa saja pilihan warna dari lipstik ini, berikut ini daftarnya untuk Anda:

[Sumber: Bukalapak]
  • Diamond - 81.
  • Mirah - 82.
  • Pirus - 83.
  • Ruby - 84.
  • Safir - 85.
  • Topaz - 86.
  • Zamrud - 87.
  • Amethyst - 88.
  • Jade - 89.
  • Chrystal - 90.
Meski produk buatan lokal, namun lipstik dari Purbasari ini layak disandingkan dengan lipstik import dengan harga yang lebih mahal. Lipstik dari Purbasari tidak mudah menempel pada tissue bahkan pada gelas minuman. Daya lekatnya cukup untuk menemani Anda beraktivitas sehari-hari dengan warna-warna yang sesuai dengan selera. Dikemas dengan kotak plastik yang memiliki warna eksklusif, lipstik ini terlihat elegan di toko kosmetik. Selain membeli di toko kosmetik, Anda juga bisa mendapatkannya dengan mudah di berbagai toko online maupun situs belanja online terpercaya dalam berbagai varian warna yang tersedia.

Masih bingung mencari lipstik berkualitas untuk bibir Anda? Lipstik Purbasari hadir dengan harga yang terjangkau dan kualitas tinggi yang setara dengan produk kosmetik import berharga mahal. Gunakan lipstik setiap hari untuk menjaga kelembaban bibir Anda serta memberi warna pada bibir untuk penampilan wanita yang lebih menarik serta elegan. Bagi yang tidak menyukai warna menyala, Purbasari juga menyediakan varian lipstik dengan warna soft sehingga memiliki kesan lembut namun penuh untuk bibir Anda.

-Silviana