Minggu, Januari 15, 2017

Cantiknya Warna-Warni Bunga di Wisata Kampoeng Anggrek Kediri

  1 comment    
categories: 

Akhirnya setelah sekian lama cuma dipamerin foto-foto wisata baru di kampung sendiri oleh teman, kemarin saya bisa singgah di salah satu wisata yang sedang hype bagi kalangan masyarakat Karisidenan Kediri. Wisata ini dikenal dengan nama Kampoeng Anggrek dan berada di kawasan Wisata Gunung Kelud, tepatnya berada di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar. Lokasinya berada sebelum pintu masuk Gunung Kelud, buat yang gak notice sama rambu lokasi pasti kebablas soalnya memang gak begitu nampak sih ya.
[Pemandangan Wisata Kampoeng Anggrek dari ketinggian. Foto : Fatkhi]
Saya pergi ke wisata ini bersama tiga teman yang lain, Fatkhi Rizkya, Ria Lyzara, dan Sasky Dwi. Fatkhi dan Ria adalah teman saya saat SMA sedangkan Sasky adalah teman masa SMP, sebetulnya kami sering janjian untuk jalan bareng tapi baru kali ini bisa terlaksana. Setelah debat alot di grup chat yang secara mendadak terbentuk kami memutuskan untuk berkunjung ke Kampoeng Anggrek. Padahal masing-masing dari kami belum pernah sama sekali datang ke tempat ini, jadi hanya mengandalkan informasi yang ada di internet dan saya menggunakan GPS untuk bisa sampai di lokasi dengan tepat. Eak.

Lokasi Kampoeng Anggrek sendiri tidak berada di pinggir jalan raya, tapi berada di perkampungan yang agak jauh dari jalan utama. Tapi gak perlu bingung, soalnya kalau sudah masuk area ini papan petunjuk ada banyak dan jelas kok, jadi dijamin gak akan kesasar. 

Begitu sampai di lokasi kami membayar tiket Rp 26.000 untuk 4 orang dan 3 sepeda motor. Jadi tiket masuknya Rp 5.000 dan parkir Rp 2.000. Murah meriah, kan?. Saat kami datang petugas parkir bilang, "Pas banget mba datang hari ini, kemarin penuh sampai gak bisa gerak". Memang saat itu kami datang 2 hari, tepatnya hari Selasa setelah libur panjang Natal dan tahun baru yang dibarengi dengan libur sekolah. Makanya pantas aja kalau sempat membludak pengunjungnya. 
[Foto : Fatkhi]
Begitu masuk ke area Kampoeng Anggrek, kami disuguhi oleh pemandangan taman dengan berbagai macam tumbuhan seperti nanas dan bunga bermacam warna. Ohya sebetulnya area wisata ini tidak begitu luas, tapi karena penataannya yang apik saya merasa kalau tempat ini luas banget. Ada dua lokasi taman anggrek dan tanaman lainnya seperti bunga-bunga dalam pot. Menurut saya di sini adalah spot favorit para pengunjung untuk berpose. 
[Berbagai macam bunga. Foto : Silviana]
Sayangnya saat itu cuaca tiba-tiba mendung dan turun hujan, jadinya kami lebih banyak berteduh daripada explore lokasi. Namun menurut saya kampoeng anggrek sendiri merupakan tempat wisata yang friendly untuk dikunjungi, baik oleh anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Soalnya kalau kita datang ke tempat ini tidak terlalu membutuhkan effort besar seperti mendaki gunung atau lembah. Tempatnya landai dan jalan-jalanable kok. Selain itu ada wahana untuk anak-anak juga. Eh gak cuma itu aja ding, ada beberapa kandang hewan seperti bebek, angsa, ayam, dan monyet. Ada yang menarik juga nih dari wisata ini karena ada patung kingkong raksasa yang terbuat dari jagung.
[@saskydwi. Eh cek instagramnya ya!]
[Silvi, Fatkhi, dan Ria. Foto : Sasky]
Setelah hujan sedikit reda, kami berempat memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang. Hujan-hujan rasanya bikin perut jadi lapar. Sayangnya kami agak sedikit kecewa dengan hidangan yang ada di kantin ini. As you know, hampir di semua tempat wisata itu kebanyakan penjual kudapan gak mikirin soal kualitas barang yang dia jual. Jadinya kan pembeli kecewa sama pelayanannya. Setelah selesai makan siang yang mengecewakan dalam segi kuantitas dan rasa itu kami pergi untuk sholat dhuhur di mushola dan pulang.
[Kantin Kampoeng Anggrek]
Over all sih tempat wisata ini bagus untuk dikunjungi untuk bikin rileks pikiran. Suasana dan cuaca mendukung banget karena udaranya sejuk dan bikin fresh. Eh kalau mau beli bibit atau bunga juga bisa loh. Jadi, kamu mau ke sini kapan?.

Kampoeng Anggrek Kediri
Buka sepanjang hari Senin- Sabtu, pukul 08.00-17.00 WIB.



Rabu, Januari 04, 2017

Pâtisserie Achmad Aris Udagawa Kediri

  12 comments    
categories: 
Beberapa bulan tidak tinggal di Kediri, ternyata sekarang udah banyak banget tempat baru yang asik buat nongkrong. Mulai dari yang receh-receh sampai yang bagus-bagus. Salah satunya tempat ini, Pâtisserie Achmad Aris Udagawa yang lokasinya di Kediri Kota. 

Tempatnya gak terlalu besar dan didominasi warna coklat tua, rasanya kayak ngasih kesan hangat. Ohya, ini tempat spesial yang menyediakan kue-kue Prancis dan Jepang. Kabarnya si owner juga belajar bikin kue ini sampai ke negeri Sakura. 

[Pâtisserie AU tampak depan]
[Special France & Japanese Cake]
Pâtisserie tampak dalam punya dua set meja kursi dan menurut saya pemilihan kursinya sengaja dibuat begitu supaya pengunjung tidak berada lama di tempat ini. Jadi menurut hemat saya sih cake shop ini didesain tidak untuk kongkow dalam waktu yang lama. Jadi ya sekedarnya saja dan supaya pengunjung bisa bergantian jika memang ingin makan di tempat. 
[Pâtisserie tampak dalam]

Sebagai cake shop tentunya di sini menyediakan banyak varian kue yang nyum banget. Mulai dari kue kering sampai kue basah yang creamy dan legit. Kayak ini contohnya;


[Japanese Pudding]
[Macaron]



[Eclair Macha dan Chocolate]

[Fruits Roll & Japanese Roll]

[Baca aja ya, susah ngetiknya-he]






Tertarik untuk mampir? Pâtisserie AU bisa ditemukan di Jalan Pangliman Besar Sudirman No. 37, Ringin Anom, Kec. Kediri Kota, Jawa Timur. Depan Sate Pak Siboen, pokoknya sekitaran alun-alun kota atau masjid Agung Kediri. Buka setiap hari ya!




Selasa, Desember 27, 2016

Shasa dan Mba Reni Dolan Ning Kediri

  12 comments    
categories: 
Persaudaraan dunia blogger itu memang benar-benar nyata, saya merasakannya sejak rajin blogwalking dan gabung komunitas blogger. Saya jadi ingat, dulu sekali saat zaman kuliah ada seseorang yang sempat mencibir kegiatan maya saya ini- ngeblog. Saat itu dia bilang saya ini orangnya pasti gak bisa berteman dan jarang sosialisasi karena hidup saya pasti habis dengan hal-hal yang berhubungan dengan internet. Perkataanya itu entah kenapa masih saja lekat dalam ingatan saya, hingga saat ini. Bahkan setiap saya dapat berjumpa aka kopdar dengan teman blogger yang selama ini hanya saling sapa melalui layar komputer, disitu saya selalu merasa menang. Saya merasa perkataan sosok masa kuliah itu mentah dan dia kalah. Entah kenapa demikian, mungkin ada perasaan kesal yang belum tuntas atau bisa jadi amarah yang belum selesai. 

Perasaan itu muncul lagi waktu mba Reni memberi kabar kalau mau main Kediri. Mba Reni Judhanto dari Madiun, salah satu blogger penyuka Buku. Padahal sudah lama saya janji mau pergi ke Madiun, bahkan ngomongnya itu sebelum saya pergi ke Batam. Nah sampai saya pulang lagi ke Jawa, belum juga bisa pergi ke Madiun. *nyengir. Malahan mba Reni duluan yang mampir ke Kediri untuk mengunjungi saya. Kali ini mba Reni perginya dalam rangka menemani liburan Shasa, putri tunggalnya. 

Ini kali ke dua saya berjumpa dengan mba Reni, pertama saat di Malang dan itupun saknyuk sebentar doang dan pertama kalinya dengan Shasa. Jadi ceritanya saya ditunjuk oleh mba Reni untuk menjadi guide untuk berkeliling Kediri. Dieng!!! Akhirnya ketahuan juga deh kalau saya sebenernya gak apal-apal banget sama daerah sendiri. *nyempil di pojokkan. 

Tapi beneran deh sejak saya pergi Batam, Kediri perkembangannya makin pesat aja. Sudah semakin banyak tempat baru yang hitsnya mungkin udah kadaluarsa buat sebagian orang. Jadi seharian kemarin saat mba Reni datang ke Kediri kami mendatangi beberapa tempat baru itu. 

Simpang Lima Gumul


Ini sih wajib lah kalau main ke Kediri, bahkan ada segelintir orang yang bilang "kamu ke Kediri gak foto di Monumen Simpang Lima Gumul? Kamu belum ke Kediri namanya!". Haha. Sebetulnya gak gitu juga sih. Simpang Lima sekarang makin bagus soalnya ada ikon tulisan Kediri Lagi yang bisa menyala kalau malam hari, ya karena ada lampunya. Tapi pas kami kesana kemarin keadaanya ramai banget, penuh. Maklum saja saat itu hari Minggu dan jujur saja sih, saya baru sekarang ini ke Simpang Lima lagi setelah pulang dari Batam. Hahaha. Cah Kediri ra mbejaji adalah saya! Horre. 

Bukit Dhoho Indah, Tiron


[Mbak Reni dan Shasa di lorong transparan]
Boleh disingkat BDI, lokasinya di Tiron, Banyakan. Di sini adalah sebuah tempat wisata pemancingan sekaligus taman rekreasi yang sejuk dan banyak hammocknya. Pas datang kesana ramainya kebangetan deh, bahkan waktu beli tiket harus antre panjang banget, duh. Murah meriah sih ya, goceng aja udah bisa goler-goler manja di atas hammock sembari menikmati hembusan angin daerah pegunungan.
[Makasih Shasa]
Sayang seribu sayang kemarin itu gak asik banget karena ramai, padahal areanya gak begitu luas sih. Kalau menurut hemat saya, harusnya pengelola kasih batasan pengunjung kalau lagi musim ramai begini. Biar yang datang bisa menikmati suasana, bisa njajan dengan jenak dan bahagia. Huu, seenaknya aja, kalau lagi ramai gitu ya pengelolanya senang lah. Paneen-paneen.





Hari makin siang, perjalanan kami lanjutkan ke tempat lain yaitu Taman Bunga Matahari di daerah Klothok. "Hmm. Ternyata begini", gumam saya waktu pertama kali melihat lokasinya. Agak kecewa karena memang belum semua bunga mekar dengan sempurna, ada beberapa area yang bahkan pohonnya baru ditanam. Lokasi taman ini ada di sebelahnya kantor BNN, mepet banget sama sawah karena ini memang area sawah. Tiketnya gratis cuma bayar parkir doang. Meskipun tempatnya ada di pinggir jalan utama menuju Goa Klothok tapi kemarin kamu nyasar, nanya orang-orang sekitar gak ada yang tahu taman bunga matahari. Hahaha.

Goa Maria, Pohsarang



Kunjungan terakhir kami pergi ke Pohsarang, sebuah area peribadatan umat kristiani di Kediri. Tempatnya sejuk banget karena dikelilingi banyak pepohonan dan di sini kita boleh masuk secara bebas asal sopan yah. Kami berkeliling melihat prosesi Yesus dipasung hingga bangkit kembali. Sambil curhat- cerita tentunya.




Perjalanan sudah usai, cepat sekali rasanya. Padahal kayak baru tadi pagi loh mba Reni dan Shasa datang ke Kediri. Terimakasih ya kunjungannya ke Kediri, semoga gak kapok ya diajak nyasar-nyasar  cari lokasi wisata Kediri, maklumin karena guidenya masih magang. Haha. 

Semua perjalanan ini juga disponsori oleh GPS. Thankyou Google. 



Minggu, Desember 25, 2016

Kopdar Seru dengan Bubuky dan mba HM Zwan

  13 comments    
categories: 
Lateposting banget gak sih ini? Hehe. Kejadiannya kapan ngepostingnya kapan.

Pagi ini saya iseng-iseng aja buka notes di hp, eh gak taunya ada draft tulisan soal pertemuan saya sama mba HM pemilik hmzwan dan hotwajan- kebetulan waktu itu saya belum lihat wajannya yang hot dan hits itu :D. Ya meskipun darftnya cuma judul doang sih. Telat gak apa-apa asal tetap diposting, daripada gak sama sekali, ya kan. :D *ngelesnya bisa aja.

Saya an Bubuky yg masih 3 bulan.
Ini foto saya dan Aqla, rasanya kok dia kayak gak suka gitu ya saya gendong. Haha. Maaf ya cah bagus. 



Pertemuan saya dengan mba HM Zwan pertama kali saat saya baru beberapa hari sampai di Batam bulan Mei lalu, karena tahu mba HM ada di Batam jadi saya ajak aja kopdaran. Apalagi jarak rumah mba HM dekat banget sama rumah bulek saya, cuma beda komplek perumahan aja. Lalu pertemuan kedua kami saat saya sudah resign kerja dan memutuskan untuk pulang ke Jawa sekitar bulan Oktober.
Pertama ketemu mba HM rasanya kayak ketemu kakak sendiri, ngobrolnya asyik dan uminya Bubuky nggak jaim-jaim ngobrolnya. Apalagi si Bubuky yang lucu bikin gemes banget, pipinya gembil dan anaknya putih banget. Hihihi. Emesh!. Ohya, mba HM ini nggak selalu stay di Batam. Jadi beliaunya sering ada di Siak,-Riau, jadilah pas ada di Batam ya saya satronin (((SATRONIN))) aja rumahnya.


Sekarang mba HM udah ada di Jabar dan saya ada di Jatim. Semoga bisa berjumpa di lain kesempatan lagi ya Bubuky.




Kamis, Desember 22, 2016

Ngeblog Makin PD dengan Blog Top Level Domain

  9 comments    
categories: 
(sumber : competition[dot]dotcomforme[dot]com)

Saya percaya menulis adalah salah satu cara untuk healing proses dan ajang untuk mengasah kemampuan diri. Apalagi sejak masih TK saya memang suka menulis diary di buku tulis, kalau dimarahi ibu saya akan menulis, ada kejadian main ke kebun sama teman saya tulis dan masih banyak hal-hal masa kecil saya yang terekam di buku tulis yang entah dimana sekarang keberadaanya. Jadi memang sejak kecil saya sudah suka menulis dan mengarang.

Makanya waktu pertama kali dikenalkan dengan dunia blogging saat menginjak kelas sepuluh SMA oleh guru IT, Pak Hermanuddin Nugrahadi (alm), saya seneng banget. Sebagai anak SMA yang stresnya paling mentok cuma masalah sekolah dan cinta monyet, ngeblog adalah cara yang tepat untuk menyeimbangkan mood supaya tetap baik. Dulu sekali saya ngeblog cuma ala-ala aja, curhat ini itu soal kehidupan sehari-hari, soal sekolah dan soal kegiatan-kegiatan saya bersama teman.

Saya suka menulis memang karena senang menyimpan momen yang saya alami, harapan saya sih supaya bisa dibaca lagi suatu saat nanti. Sama halnya seperti saat menemukan tulisan tangan saya sendiri di masa sekolah, rasanya menyenangkan bisa bernostalgia. Selain menyimpan momen saya menganggap tulisan-tulisan saya ini- ya meskipun gak penting-penting amat sih- adalah karya yang harus saya simpan dan menjadi portofolio.

Nah begitu kenal dengan blog saya makin senang karena ternyata saya bisa menemukan banyak teman di tempat lain selain Kediri. Seperti Miftahur Roziqin di Kertosono dan Aulia di Pariaman. Jadi dengan blog saya bisa punya teman yang ada ditempat jauh hanya dengan media menulis di blog.

Ohya, di sekolah saya pada saat itu memang semua siswa diwajibkan untuk memiliki blog guna menunjang pelajaran TIK, karena semua tugas yang diberikan harus diposting di blog supaya mudah dalam penilaian. Apalagi sekolah saya merupakan SMA basis IT pertama di Kediri, pada tahun 2008 sekolah kami sudah menggunakan e-learning. Makanya gak salah kalau misal sekolah kami ditetapkan sebagai sekolah rujukan.

Untuk urusan ngeblog ternyata tidak banyak teman-teman yang survive sampai sekarang, rata-rata berhenti ketika lulus SMA. Saya sempat begitu juga, hiatus  beberapa bulan menjelang penerimaan mahasiswa baru di tahun 2011. Tapi beruntunglah saya mengenal komunitas blogger Ngalam dan mengikuti event blogger pertama kali pada tahun 2012 yaitu Blogilicious Madura. Disitu adalah titik balik dimana saya mulai memantapkan diri untuk serius dalam menggeluti dunia blogging, meskipun saat itu blog saya masih ada embel-embelnya.

Sampai pada akhirnya saya mendapat tawaran dari salah satu agency untuk menulis salah satu produk ternama di Indonesia. Agak kaget sih karena memang itu adalah pengalaman pertama tulisan di blog saya dihargai dalam benuk materi. Nominalnya lumayan besar pula untuk ukuran mahasiswa, lebih dari uang saku bulanan yang diberi orang tua. Wow, sungguh girangnya minta ampun.

Lambat laun salah seorang teman kampus bilang pada saya untuk upgrade blog supaya paling tidak lebih terlihat professional.  Waktu itu saya masih ragu karena merasa menulis diblog hanyalah sebagai tempat untuk senang-senang belaka. Eh lama-lama saya merasa tertarik beli domain dan bikin nama blog supaya lebih simpel. Setelah cari tahu mengenai detail dan biaya (tetep deh soalnya masih mahasiswa), ternyata  gak mahal dan malah murah banget karena hitungannya bayar per tahun.

Saat memilih domain agak bingung juga sih waktu itu, mau pilih Dotcom atau Dotnet. Pokoknya saya maunya perfect, gak ribet, ukuran besar dan gak lemot kalau diakses sama pembaca. Akhirnya saya memutuskan untuk pakai DotcomForMe saja supaya mudah pengucapannya. Maksudnya begini, kalau ngomong Dotcom kan posisi bibir masih monyong Dot Com. Sedangkan kalau Dotnet setelah bibir monyong bilang dot harus menarik bibir untuk bilang net. Aneh tapi memang begitulah alasannya.

Tahun 2013 saya memutuskan untuk membuat blog saya menjadi TLD dengan nama www.silvianapple.com, setelah 2 tahun berjalan saya merasa perlu untuk branding diri saya dengan nama asli. Hingga akhirnya pada tahun 2015 awal saya mengganti nama menjadi www.silviananoerita.com.

Ternyata banyak hal baru yang saya alami setelah memutuskan untuk mengganti domain menjadi TLD, apalagi di era dunia perblogging-an seperti sekarang ini. Rasanya mayoritas blogger berlomba-lomba untuk upgrade dirinya melalui blog. Buat kamu yang pengen punya blog dengan Top Level Domain tapi masih ragu, coba baca pengalaman saya ini. Sebenernya dengan pakai Dotcom ada rasa bangga sama diri sendiri, contoh kecilnya kalau ada teman yang menghubungi untuk menanyakan suatu hal dan bilang “Sil, aku baca blog kamu, jadi travel yang itu gak worth it ya?”, atau “silviananoerita.com itu punyamu ya Sil? Kemarin aku baca soal tulisan dinas itu, pas nyari info eh ketemu blog kamu". Wuih hati rasanya meletup-letup, meskipun receh sih tapi bahagia.

Selain itu ternyata dengan pakai domain berbayar blog kita jadi lebih mudah terindeks sama mesin pencari, apalagi kalau niche dan ide postingnya masih belum banyak diulas. Mesin pencari pasti lebih senang, tuh. Ohya, saya juga merasakan banyak manfaat ngeblog di materil, ternyata rejeki bisa datang tanpa di duga! Saya percaya ketika kita banyak memberi, maka banyak juga yang kita terima. Kalau boleh pinjam kalimat Pungky Prayitno, menulis itu seperti tabungan rejeki. Kita gak pernah tahu dia datangnya kapan, dari mana, dan dari siapa.

Eh ada lagi pengalaman menyenangkan banget, ngeblog adalah media saya untuk belajar lebih banyak tentang dunia penulisan dan sempat membawa saya menjadi kontributor menulis pariwisata disalah satu website booking online. Dari ngeblog pun saya juga bisa masuk jadi kru majalah fakultas zaman kuliah.

Maka dari semua pengalaman menyenangkan ini saya memilih #DotComForBlogging untuk upgrade diri menjadi lebih baik dalam dunia penulisan dan belajar banyak dari teman-teman blogger.




Rabu, Desember 21, 2016

Favehotel Rungkut Surabaya : Tempat Nyaman untuk Staycation

  3 comments    
categories: 
Setelah sekian lama tidak naik motor jarak jauh. Hari ini saya membuktikan pada diri sendiri kalau saya masih mampu berkendara 3 jam tanpa istirahat dari Kediri- Surabaya. *3 hours driving and still going strong. 

Kali ini tujuan saya berkunjung ke Surabaya adalah ke daerah Rungkut, pertama kalinya saya mendatangi wilayah ini. Bingung banget dah. Jadinya sempat nyasar beberapa kali karena kebablas. Tapi beruntung akhirnya saya dibantu dengan teknologi GPS dan sampailah di lokasi tujuan.

Sebetulnya tempat tujuan saya ini gak susah dicari, soalnya ada di lokasi strategis yang dekat dengan area vital Surabaya, seperti Bandara Juanda. Favehotel merupakan jaringan hotel member dari Archipelago International (Aston) dan hanya ada 3 di Surabaya yaitu favehotels Graha Agung, MEX, dan juga Rungkut.

Lorong di Favehotels
Hotel yang identik dengan warna magenta ini merupakan hotel budget yang punya fasilitas bintang 4. Jadi hotelnya berkualitas dan harganya pun terjangkau, cocok lah buat saya yg bukan orang Surabaya dan sering pergi ke Surabaya untuk menginap satu atau dua malam. Fave sendiri merupakan bangunan dengan 16 lantai dengan jumlah 173 kamar yang terdiri dari jenis kamar suite dan standar.
standard room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
suite room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
Standard room luasnya 18sqm dilengkapi dengan 32" TV LED dengan saluran internasional dan saluran lokal, AC, Kotak brangkas, standing shower, dan tentunya wifi di seluruh area hotel. Sedangkan untuk suite room luasnya 27 sqm, fasilitasnya hampir sama dengan standard room hanya saja ada tambahan bathup dan hair dryer.

Selain menyediakan kamar, Fave hotel juga memiliki beberapa fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh customer , seperti meeting room, kolam renang, restoran dan area parkir yang luas. Meeting room di hotel ini ada di dua lantai dengan 10 ruangan, U1 dan U2 U1 disebut Bromo dan U2 Semeru. Apa bedanya ruang meeting Bromo dan Semeru? hmm sebetulnya tidak ada bedanya karena untuk ukuran sama saja.

Ohya enaknya di Fave ini kita dapat menggunakan kolam renang meskipun tidak menginap di sini, karena memang dibuka untuk umum. Harganya juga terjangkau untuk ukuran kota besar seperti Surabaya. Cukup dengan harga Rp 75.000 untuk dewasa dan Rp 50.000 untuk anak-anak. Biaya tersebut sudah include dengan meals, nasi goreng atau mie goreng dan untuk minumannya kita bisa pilih es teh atau lemon tea.
pool fun (sumber foto : pribadi)
Lime Restaurant
Sedangkan untuk restorannya favehotel punya Lime Restaurant yang didominasi dengan warna hijau dengan hiasan dinding WPAP gambar artis yang dibingkai rapi di seluruh ruangan, seperti Jhon Lenon, Marley, Zayn, dan masih banyak lainnya. Selain itu di Lime ini juga ada tanaman hidroponik disetiap meja sehingga menambah segar suasana. Gak salah kalau fave punya jargon fun, fresh, and friendly karena memang itulah yang saya rasakan saat berada di favehotels.

Ohya, kalau menginap di favehotel Rungkut ini kamu harus banget makan Bebek Begal di Lime Resto, ya!. Begal ini kependekan dari bebek goyang lidah diberi nama demikian karena bebeknya dipastikan beda sama bebek yang lainnya karena bahannya yang alami dan dimasak dengan rempah, bebeknya sendiri juga merupakan bebek organik. Jadi lebih sehat kalau kita konsumsi, selain itu cara memasaknyapun juga di steam. Kemarin saya sempat mencoba bebek begal dan ya meskipun organik tapi rasanya gak kalah enak kok.
Bebek Begal
Umm. Jadi sekarang saya sudah gak bingung lagi deh kalau datang ke Surabaya, gak perlu pergi pulang dalam satu hari karena sudah punya pilihan tepat untuk stay cation. 

Favehotel Rungkut
Jalan Raya Kali Rungkut No. 23-25, Surabaya
t : 031 8790222/ 8796111
w : https://www.favehotels.com/
Ig : @favehotelrungkut
twitter : @faverungkut