Rabu, Agustus 16, 2017

Menikmati Empuknya Sate dan Gule Kambing Muda di Pak Eko Satak

  7 comments    
categories: 
"Besok mau kulineran nggak, Sil?"

"Ayok! Pergi kemana?"

"Sate Satak udah pernah?"
[Sate Kambing Muda]
Pesan yang singkat, padat dan langsung deal. Akhirnya nih, kesampaian lagi buat icip kuliner sate di daerah Puncu, utamanya Satak.

Jadi ceritanya bertahun-tahun yang lalu, saya pernah diajakin buat kulineran sate sama teman, terus emang enak banget sih. Makanya pas diajakin buat balik ke Satak buat icip sate lagi, saya gak nolak. :D
[Sate Pak Eko tampak Depan]
Kali ini saya nyobain sate Pak Eko, lokasinya gak jauh sama gerbang pintu masuk bertuliskan 'S A T A K', lokasinya ada di kiri jalan kalau kita berangkat dari Pare. Satak itu adalah sebuah desa di Kecamatan Puncu, tempatnya masuk di kawasan lereng gunung Kelud. Jadi sensasinya agak dingin sejuk gitulah kalau lagi makan di Depot ini. 


Baca Juga : Menikmati Keindahan Sisa Erupsi Gunung Kelud

Kemarin kami berangkat dari Pare pas banget jam makan siang, jadinya memang cukup ramai, apalagi pas hari Minggu pula. Setelah pesan kami duduk di luar depot, sambil menikmati semilir angin yang sejuk. Nah, kami coba makan nasi campur dan sate kambing muda. Rasanya udah jangan ditanya, cuma bisa bilang enak enak enaaaaaaaak!.




Seporsi nasi campur harganya Rp. 18.000/porsi, sedangkan untuk sate kambingnya cukup dengan merogoh Rp. 25.000/ porsi. Jadi yang belum tahu, kalau kalian lagi di Kediri dan sempat liburan/ treking/ trail dari Gunung Kelud, sempatkan datang juga buat icip kuliner Sate Pak Eko ini yak!





Depot Sate & Gule Kambing Muda Pak Eko Satak
Buka pukul 10.00-17.00 WIB


Rabu, Agustus 09, 2017

Coban Talun, Kini Tak Sekedar Air Terjun

  9 comments    
categories: 
Sudah cukup lama saya gak main ke Batu, literally bekunjung untuk berwisata. Dulu saat zaman masih jadi mahasiswa, main ke Batu itu kayak cuma kepleset aja deh. Sering banget pokoknya. Ya gimana, jarak Malang kota ke Batu itu gak terlalu jauh (kalau kamu tahu jalan mana yang sebaiknya dilewatin supaya gak kena macet). Sekitar 30 sampai 45 menit saja sudah bisa sampai di Batu.
[Foto: Ilham Sumarga]
Apalagi dulu juga sering ambil penelitian untuk tugas kuliah di daerah ini. Padahal ya niatnya itu 10% penelitian, 90% jalan-jalan. Hehehe. Pas kebetulan jadi anggota Himpunan juga cukup sering berkunjung, bahkan hampir setiap ada kegiatan untuk mahasiswa baru/ re-organisasi tujuan pengenalannya pasti ambil di Batu (untuk outbound). Haha paragraf ini berasa kayak paling sibuk aja, padahal zaman saya kuliah ya gitu doang.

Kemudian setelah sekian lama, akhirnya kemarin punya kesempatan lagi untuk berkunjung. Kali ini tujuannya ke Coban Talun. Ohya coban adalah kata lain dari air terjun jika di Malang, seperti curug jika di daerah Jawa Tengah and waterfall dalam bahasa internasional. Hehe. Dulu orang datang ke Coban Talun ya ke Air Terjun, tapi sekarang sudah beda.
[Taman Bunga. Foto : Ilham Sumarga]
Bedanya apa? Nah inilah yang bikin saya jadi pengen coba buat berkunjung. Sekarang ini branding dari wisata air ini adalah Coban Talun Outbound and Advanture. karena sudah ada tambahan wahana lain yang spotnya cukup bagus untuk dipakai pose-pose. Sayangnya sih kemarin saya cuma punya waktu singkat, karena Ilham punya urusan untuk registrasi sekolah lanjutan. Jadilah tak semua lokasi bisa dikunjungi, tapi tak masalah, Insya Allah jika ada umur saya akan berkunjung lagi.


[Papan arah. Foto pribadi]
Nah, wahana lain yang ada di Coban Talun ini adalah Pagupon Camp, Goa Djepang, Apache Camp, Alas Pinus, Taman Bunga dan Cafe Hortenesia. Sedangkan di sisi lain juga ada bukit Callindra, lutung jawa, dan taman ayunan. Tiket masuknya cukup terjangkau, Rp. 10.000/ orang. Tiket ini hanya untuk menikmati wisata air terjun saja, jika ingin masuk ke wahana lainnya harus beli tiket lagi. Biayanya sekitar Rp. 5.000- Rp. 10.000/ orang.
[Apache Camp]
[Apache Camp2]
Kemarin kami datang cukup pagi, sekitar jam 09.00 dan pengunjung masih belum terlau banyak dan ramai. Jadi ini kosong bukan karena photoshop yah. Hehe. Jadi buat yang datang ke Malang Raya, khususnya Batu dan punya waktu cukup panjang silakan untuk datang ke Coban Talun dan nikmati semua wahananya. Sekali mendayung dapat banyak spot asyik buat foto-foto.

Eh, disini juga bisa ngecamp. Tapi ngecampnya di Pagupon dan Apache Camp. Fasilitasnya memang tidak seperti hotel, hanya ada kasur dan toilet saja. Kabarnya sih memang sengaja disetting seperti itu supaya pengunjung lebih merasakan suasana alam yang ada. Nah pengen merasakan sensasi tidur di hutan tapi ada kasurnya? Cukup dengan biaya Rp. 500.000 nett untuk bisa bermalam di Coban Talun.

Baca Juga : Jalan- Jalan ke Museum Angkut







Tertarik buat datang? Siapkan kamera terbaikmu dan jangan buang sampah sembarangan, ya!


[Foto bersama Ilham Sumarga]
Coban Talun Outbound and Adventure
 



Kamis, Agustus 03, 2017

Mencicipi Varian Menu Tokyo Bowl di HokBen

  13 comments    
categories: 
Perjalanan ke Bandung saat agenda kuliah di tahun 2013 itu, juga membawa saya mengenal cita rasa HokBen untuk pertama kalinya. 
Perjalanan Bandung, 2013
Saya sedikit lupa- lupa ingat di jalan apa kami berhenti untuk melaksanakan ishoma, disela perjalanan panjang dari Malang-Jakarta-Bandung dan terakhir Jogja. Seingat saya kami semua berhenti di masjid yang disebut sebagai masjid Iwan Fals. Ketika mendengar nama masjidnya, saya hanya berpikir "mungkin para OI yang mendirikannya" tanpa mencari tahu lebih lanjut.

Selepas menjalankan ibadah dhuhur, kami kembali masuk kedalam bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Saat akan duduk, dimasing-masing kursi sudah ada kardus persegi panjang dengan pattern berwarna kuning yang didesign beraturan. Di atasnya terdapat tulisan HokBen. "Asyik makan siang Hoka- Hoka Bento!", salah satu kawan saya berkelakar. Itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan menu restoran siap saji bergaya Jepang ini.





Baca Juga : Kuliah Kerja Lapangan

Sejak saat itu saya langsung nge-fans sama salad saos mayonaise punya PT Eka Bogainti ini. Sayangnya di Jawa Timur kala itu, HokBen hanya bisa saya temukan saat sedang berada di Surabaya.

Tapi senangnya, sekarang ini Malang juga punya HokBen, letaknya ada di Mall Olympic Garden arah Alun-Alun Kota Malang. Jadi tak perlu lagi harus jauh-jauh ke Surabaya kalau pengen makan chicken katsunya.

Setelah cukup lama tidak bersua dengan HokBen, kemarin saat saya berkunjung ke HokBen Polisi Istimewa Surabaya. Saya menemukan menu baru di board menu yang sepertinya asyik untuk dicoba.

[HokBen Polisi Istimewa]


Tokyo Bowl, begitulah nama menu baru yang terpampang di sisi kiri. Penempatan board menu yang strategis itu membuat mata saya langsung tertuju ke menu ini. Ada lima varian Tokyo Bowl dan sempat membuat saya bingung untuk pilih menu apa.
Ohya, sesuai dengan namanya, Tokyo Bowl ini disajikan di dalam satu mangkok yang lengkap dengan nasi, lauk, daun bawang dan juga seaweed (rumput laut) supaya lebih terasa Jepangnya. Tokyo Bowl ini lauknya terdiri dari Tori Don (daging ayam) dan Gyu Don (daging sapi).

Nah kelima varian ini antara lain adalah;

1. Tori Soboro, nasi yang ditemani oleh daging ayam cincang lengkap dengan saus teriyaki khas punya HokBen dan juga rumput laut serta daun bawang.
[Source : hokben.co.id]
2. Gyu Soboro, hampir sama seperti Tori Soboro. Hanya saja daging yang digunakan adalah daging sapi.
[Sumber : hokben.co.id]
3. Chicken Steak, daging ayam tanpa tulang ini dipanggang dengan saus teriyaki yang memiliki rasa gurih dan manis (Original Chicken Steak), atau bisa juga dengan saus Miso khas Jepang yang rasanya pedas (Hot Chicken Steak), tentunya lengkap dengan taburan rumput laut dan daun bawang.
[Chicken Steak]
4. Chicken Katsu Tare, menu ayam yang disajikan dengan saus tare.
[Chicken Katsu Tare]
5. Chicken Karaage Mayo, Chicken Karaage ini meskipun terlihatnya seperti ayam kremes tapi ternyata dagingnya empuk saat digigit. Sensasi rasa gurih dan renyah dipadu dengan saus mayonaise.
[Chicken Katsu Karaage]
(Promo all variant free ocha).

Nah dari kelima menu itu tadi bisa dinikmati dengan kisaran harga mulai Rp. 24.546,- sampai dengan Rp. 36.364,- (belum tax 10%). Semua menu itu tadi juga sudah ada informasi nilai gizinya dan bisa dicek di web HokBen.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada Chicken Karaage dan ditemani dengan camilan Ekado, Kaniirol dan chicken tofu. Ohya, saya juga mencicipi Lychee Ocha. Nah kalau minuman udah habis terus kamu masih ngerasa haus, di HokBen ternyata bisa refiil ocha secara gratis sampai jam tutup operasional resto!.
  
[Chicken Karaage Mayo, Chicken Tofu, Ekkado, Salad, dan Kaniirol]
[Ekkado]
Mantap Soul, betul! Hati senang, perut kenyang, kantong tak gelagapan.

Eh ada lagi nih ternyata kejutan yang dikasih sama HokBen. Dengan hadirnya varian menu Tokyo Bowl ini, HokBen mau ajak kalian semua buat ke Tokyo! Caranya dengan ikut kompetisi "From Tokyo Bowl to Tokyo Tower"!.

Total hadiahnya ada 10 tiket Jakarta- Tokyo pp untuk 5 pemenang yang beruntung. Jadi kalau kamu nih yang terpilih, kamu bisa ajak 1 temenmu buat ikut ke Tokyo. Nah kamu cukup beli menu Tokyo Bowl apa aja, terus jangan lupa ambil foto/ video ekspresimu saat menikmati menu baru ini, terus upload deh.

Kalau udah, jangan lupa mention temenmu yang bakalan kamu ajak ke Tokyo kalau kamu terpilih. Ohya simpan baik-baik strukmu ya, jangan sampai hilang. Kompetisi ini berlangsung selama 3 bulan, terhitung mulai 31 Juli dan berakhir pada 31 Oktober 2017.

[Ambience di HokBen Polisi Istimewa]
Yuk makan Tokyo Bowl di HokBen! Outletnya sudah tersebar di Jawa Bali ya!
[http://www.hokben.co.id/location]
HokBen
Ig : HokBen_ID
f : Hoka Hoka Bento
t : @HokBen
y : HokBen
w : www.hokben.co.id



Jumat, Juli 28, 2017

Kuliner Malam: Menikmati Bebek P. Sufyan Panglima Polim Kediri

  11 comments    
categories: 
"Serius nih mau kulineran bebek? Ini dah malam lho. Bebek kolestrolnya tinggi, hahaha"

Malam itu selepas melihat Pekan Budaya di Simpang Lima Gumul, saya dan Putranti berencana untuk mencoba salah satu nasi uduk yang cukup terkenal di Kediri. Namun sayangnya saat kami sampai, lapaknya sudah 'kukutan' karena sudah habis. Okelah next time saja kami kembali lagi. 
Warung P. Sufyan tampak depan

Urusan perut gak boleh abai, ketika satu tempat tutup masih ada tempat yang lain yang buka. Tak berlama-lama, Ranti mengajak saya ke tempat makan rekomendasinya. Tempat makan ini selalu dikunjungi oleh keluarganya saat pergi ke kota. 

Bertempat di pertokoan Panglima Polim, Warung Pak Sufyan ini berdiri. Kabarnya sih sebelum punya tempat permanen, Pak Sufyan membuka lapak Bebeknya di Alun-Alun Kediri.
Jadi lapar
Menu yang ditawarkan juga gak melulu bebek-bebekan kok, ada ayam goreng, ikan, udang dan juga ca kangkung. Saat itu, atas rekomendasi Ranti. Kami berdua memesan bebek goreng dan segelas es jeruk. Ohya, plus tambahan sepiring nasi untuk Putranti. 
Bebek goreng dan sambal
Rasa bebek gorengnya ya biasa aja seperti tempat lain, tapi yang mungkin membedakan olahan bebek dengan tempat lain adalah bebek di Warung P. Sufyan dagingnya empuk dan nikmat, jadi buat yang sudah menuju mbah-mbah jangan khawatir. Dijamin gak akan kesusahan kalau makan daging bebek ini.

Harga setiap porsi bebek juga tidak terlalu mahal, standar harga olahan bebek di Kediri. 1 Porsi bebek, 1 piring nasi, dan es jeruk hanya Rp 25.000 saja. Tempat makan ini bisa jadi salah satu tempat rekomendasi kalau pas malam-malam saya lapar, soalnya memang buka sampai larut malam.

Nah buat yang ada rencana mau ke Kediri, boleh banget nyobain makan di Warung P. Sufyan. Cocok buat yang suka makan sendirian atau makan bareng keluarga besar. 

Warung P. Sufyan
Jalan Panglima Polim No. 8, Dandangan, Kota Kediri

 
Custom Search

Jumat, Juli 14, 2017

[Cerita Lebaran] Jalan- Jalan ke Sarangan Sekalian Kondangan

  2 comments    
categories: 












[Just pict]