Sabtu, Agustus 20, 2016

Pengumuman Giveaway Sederhana Wejangan dari Bapak yang Paling Berkesan

Wah satu minggu berlalu dengan cepat ya. Alhamdulillah akhirnya GA sederhana Wejangan bapak sudah terlaksana. 

*saya baru balek kantor nih, jadi baru bisa posting pengumuman ini*

Terima kasih buat teman-teman yang sudah ikut meramaikan dan berbagi tentang wejangan super dari bapak masing-masing. Terharu sekali membaca komentar teman-teman semua, bahkan ada juga yang bikin saya merasa bersalah dan sedih saat tahu kalau ada teman-teman yang belum pernah melihat sosok ayahnya sama sekali. 

Tapi sekali lagi, terima kasih buat 32 peserta yang sudah ikut meramaikan GA sederhana ini. Sekarang saatnya saya mengumumkan pemenangnya. Yay! 

Ohya, mohon maaf karena ini GA sederhana, jadi saya cuma memilih 12 pemenang saja. Hehe. Semoga besok-besok kalau buat GA bisa lebih banyak lagi hadiahnya, ya. Aamiin. 

Untuk pemilihan pemenang, saya minta tolong ke tante saya untuk juriin ini. 

Jadi selamat untuk : 

Hadiah Vector Real 
Arina Mabruroh

Hadiah Vector Turquoise
Inda Chakim

Pulsa 10K 
1. Mahmud Rofi'i
2. Rifky Jampang
3. Alaika Abdullah
4. Khoirur Rohmah
5. Susindra
6. Misbachudin
7. Ade Anita
8. Nchie Hanie
9. Lianny Hendrawati
10. Ifa Avianty

Selamat untuk para pemenang GA sederhana ini. Pemenang akan saya hubungi untuk penyerahan hadiahnya. 

Untuk teman-teman yang belum terpilih jangan berkecil hati ya. 

Thankyou vo being you.
Silviana~

Kamis, Agustus 11, 2016

Wejangan dari Bapak yang Paling Berkesan

  40 comments    
categories: 
Jauh dari rumah ternyata tak selalu menyenangkan, setidaknya itulah yang saya rasakan. Datang dan singgah ditempat baru memang menyenangkan, tapi nyatanya jauh dari kasur kamar di rumah sendiri dalam waktu yang lama itu cukup bikin dada sesak tiap malam.

"Bekerja sejauh ini, apa yang sebenarnya aku cari?" - tanya hati pada diri sendiri.

Banyak yang harus kamu cari, mumpung kamu masih muda. Kesempatan gak datang dua kali! - kata hati yang lain.

Sejak jauh dari rumah, ya oke-oke, kenyataanya Batam memang jauh (bagi saya). Hubungan kekeluargaan saya dengan orang rumah semakin erat,  seminggu sekali saya telepon ibuk bapak adik, kadang-kadang disambung juga dengan video call. Atau kadang saat sore setelah pulang kantor, pekerjaan terasa berat, pikiran kacau karena pekerjaan masih banyak yang belum sempurna. Dengar suara orang rumah itu kayak obat dikala lelah hati. Lebay ya. Tapi begitulah nyatanya.

Hingga akhirnya,  saya membuktikan sendiri pepatah "jauh itu wangi dan dekat itu sering basi". Iya, jauh itu ternyata wangi.

Pernah gak sih kalian kalau waktu masih sering ketemu orang tua, tiap dikasih tau bablas aja. Nah kalau iya berarti kita sama. Hehe. Bahasa Jawanya "gak nyetitekne".

Apalagi dalam keluarga kami, yang paling hobby ngasih wejangan itu bapak, bahkan sering bikin bosan karena diulang-ulang tiap waktu. Tapi dari didikan dan nasehat beliau itulah yang ternyata punya andil besar dalam membentuk pribadi saya saat ini.

Dari sekian banyak nasehat beliau, ada satu yang ternyata nancap banget dipikiran saya. Utamanya setelah saya bekerja.

"Nduk, kerja ya kerja tapi ingat ada hak orang lain yang lebih membutuhkan di luar sana. Supaya berkah hasil pekerjaanya. Supaya hidup jadi bahagia".

Nasehatnya standar tapi waktu beliau telepon dan ngomong kayak gitu, hati saya rasanya mencelos. Lalu keingat sama hasil kerja yang sebelum-sebelumnya. Kemana aja ya mereka ? Kayaknya cuma habis buat foya-foya aja.

Tapi gak apa-apa, ya hidup memang harus belajar dari kurang benar dulu kan, supaya kedepannya jadi lebih baik. Ciee~

Nah melalui postingan ini, saya jadi pengen buat giveaway perdana untuk blog ini. Sederhana saja tak muluk-muluk dan semoga tidak memberatkan yang ikut. Feel free aja yaa.

Syaratnya mudah aja;
1. Cukup ceritakan wejangan/ nasehat dari bapak teman-teman yang paling berkesan dan nancap banget di hati kalian di komen ya.
Jangan lupa sertakan kontak akun sosmed ya, twitter, facebook, ig. Gunanya untuk mempermudah saya menghubungi kalian kalau menang. 

2. Ini conditional banget HAHA~ Nggak wajib, kok. Boleh lho kalau mau follow- follow akun sosmed saya.

3. Ajakin temen kamu buat ikutan ya, supaya kita tau juga nasehat super dari ayah/bapak/papi/papap/dady mereka.

Jangka waktunya SATU MINGGU saja yak. Tanggal 12 Agustus- 18 Agustus.
Pengumuman : tanggal 20 Agustus.

Hadiahnya apa ?
Hadiahnya ada 12 biji.
1. Vector Real
2. Vector Turquoise
Untuk yang ini nanti saya pakai jasa dari Mas Ndop. Buat yang belum tau vectornya mas Ndop kayak gimana cek di http://dzofar.com/kontak/
Untuk pemenang ke 3 - 12. Pulsa 10K.

Sederhana tapi semoga bisa bikin kita semua bahagia dan semoga wejangan-weajangan supernya bisa jadi pembelajaran buat kita semua.

Thankyou vo being you.
XOXO

~ Silviana

Rabu, Agustus 03, 2016

Siasat Jitu untuk Menghasilkan Foto Selfie yang Istimewa

  9 comments    
categories: 
Perasaan sering kesal ya kalau hasil foto selfie tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tidak mengherankan deh jika banyak orang yang mengulang foto selfie hingga puluhan kali demi mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebenarnya foto selfie dengan hasil memuaskan itu tidak sulit. Asalkan kita memahami beberapa siasat berikut ini lo.

Mengenal Kondisi Fisik Diri Sendiri

Faktanya, kita memang wajib mengenali kondisi fisik diri sendiri supaya bisa mendapatkan angle terbaik. Kita bisa melakukannya dengan cara sering bercermin dan sering berfoto selfie. Tidak jadi masalah kalau foto-foto selfie yang dihasilkan malah kurang memuaskan. Sebab melalui banyak foto tersebut, lama kelamaan kita akan mengenal diri sendiri. Kita akan mudah mengetahui angle terbaik yang membuat penampilan kita semakin menawan.

Memanfaatkan Pencahayaan Alami

Sumber cahaya terbaik untuk berfoto selfie adalah cahaya alami yang berasal dari cuaca cerah. Itulah sebabnya hasil foto selfie di pagi dan sore hari akan kelihatan lebih menarik. Oleh sebab  itu, sebaiknya kamu berfoto selfie pada pagi atau sore hari. Hasil foto outdoor maupun indoor akan sama-sama memukau dengan sudut pencahayaan alami yang tepat.

Jangan Lupa Membersihkan Wajah, Ya!

Hal ini mungkin terdengar sepele. Tetapi, ternyata lupa membersihkan wajah bisa membuat hasil foto selfie jadi kelihatan kusam. Cucilah wajahmu hingga bersih supaya hasl foto selfie pun semakin maksimal. Berfoto dengan wajah kotor hanya akan membuat wajahmu kelihatan berminyak dan kurang menarik.

Riasan Tipis Sebelum Berfoto Selfie

Jika kamu merasa kurang percaya diri dengan wajah yang agak berjerawat, kamu bisa membuat riasan tipis untuk memperbaiki kondisi wajah. Dengan penggunaan produk kosmetik yang tepat, jerawat atau flek hitam di wajah bisa disamarkan secara sempurna.

Siapkan HP dengan Kamera Berkualitas

Fitur kamera HP berkualitas juga akan menunjang hasil selfie-mu lo. Jangan ragu untuk memilih varian HP Xiaomi di MatahariMall jika kamu sering melakukan selfie. Di MatahariMall, kamu bisa mengakses spesifikasi HP Xiaomi terbaru sebelum memutuskan untuk membelinya. Promo cicilan 0% di MatahariMall bisa kamu manfaatkan untuk berhemat sekaligus mendapatkan HP berkualitas.
Saat HP berkualitas sudah di genggaman tanganmu, tentu saja segala aktivitasmu jadi terasa semakin mudah dan menyenangkan. Termasuk aktivitas selfie sendirian maupun bersama orang-orang yang kita cinta.

Contohnya kayak foto ini. Bareng adek yang kok kayaknya lebih cocok jadi gandengan ya~. Hihi


Silviana~

Senin, Juli 25, 2016

Antara Iya dan Tidak Kembali ke Batam

  10 comments    
categories: 
Setelah 5 hari berada di rumah, saat itu tepatnya hari Sabtu. Mau tidak mau saya harus mulai memikirkan tentang hal yang tidak saya suka, yaitu "gimana nih balikku ke Batam?". 

Bagaimana di sini artinya, mau ambil pesawat pagi atau sore, ke Surabaya mau diantar atau naik travel, bawa oleh-oleh apa, dan lain-lain. 

Ah iya, saya ambil libur sampai hari Rabu, maka saya berencana kembali ke Batam hari Rabu juga mengingat jarak waktu tempuk rumah bulek dan bandara tidak terlalu jauh, hanya sekitar kurang dari 15 menit saja.

Saat itu, pokoknya saya keukeuh mau balik Rabu, pokoknya Rabu dan harus Rabu. Soalnya saya masih mau di rumah dulu. 

Keputusan saya ini bukan tanpa alasan. Kebetulan sepupu saya yang bekerja di Jambi juga akan pergi dan keluarga kami sepakat untuk mengantar ke Juanda. Tapi, sepupu maunya balik Selasa karena mengejar pesawat perintis dari Jambi ke Bungo (kalau naik darat 8 jam perjalanan), nah pesawat perintis ini jadwalnya hanya ada 2 hari sekali dan tepat di hari Selasa.

Galaulah saya. Akhirnya win win solution, saya tetap berangkat Rabu dengan diantar ibu dan sepupu berangkat Selasa naik travel ke Juanda. Kesepakatan sudah final, hari Senin saya mulai booking tiket dan ambil hari Rabu penerbangan pagi jam 5.45 dari Surabaya transit di Cengkareng dan sampai di Batam pukul 11.00.

Okelah sudah tenang, sudah beli tiket. Senin malam sepupu telepon katanya dia membatalkan pembelian tiket pesawat perintis di hari Selasa dan untung saja sifat tiketnya refundable hanya dipotong 10% saja. Intinya kami berangkat di hari yang sama dan satu pesawat.

Wah asyik!

Rabu pagi kami berangkat pukul 02.30 dari rumah, sampai di Juanda sekitar 04.40 karena memang trafficnya sudah lumayan ramai. Begitu sampai kami memutuskan untuk langsung check ini dan suasana di dalam Juanda sepagi itu sudah seperti pasar. Ramai pol!

Agak deg-degan juga karena antrian lumayan panjang dan kami sempat salah counter. Biasanya kan di Juanda itu bebas memilih counternya yang tentu saja sesuai maskapai. Mau di counter 1 boleh, 5 boleh, bebas. Tapi saat itu ditentukan sesuai dengan tujuan dan waktu penerbangan. 

5.45 pesawat berangkat, 5.15 kami masih antri check in. Setelah selesai check in dan melakukan pembayaran pemesanan seat, karena sebelumnya kami memang memilih tempat duduk supaya bisa bersebelahan. Kami keluar untuk pamit dengan keluarga. 
Saat itu yang mengantar kami adalah Ibuk saya, Pakpuh (ayah sepupu), om, adik Donni dan adik Linda. Bapak saya gak ikut karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggal. Tapi doanya selalu menyertai setiap langkah ini.

Waktu semakin mepet, saya salim satu persatu dan terakhir ibuk. Saya peluk erat dan cium pipinya. Saya lihat mata ibuk berkaca-kaca, saya jadi pengen nangis juga. Peluk ibu untuk ke dua kalinya sebelum berangkat. Rasanya jangan ditanya, berat sekali. Tapi mau bagaimana lagi ya, tuntutannya memang harus begini. Tapi ini gak akan lama kok. Yakin. 

Melintas di atas pulau Madura menuju Jakarta
Juanda masih gelap dan ini pengalaman pertama untuk saya naik shuttle bus menuju pesawat. Sampai di Cengkareng saya menuju outlet makanan cepat saji Amerika dan sepupu mengurus bagasinya, kemudian kami sarapan bersama, saking laparnya tangan kami sampai buyutan, ndredeg.


Penerbangan saya kurang 1,5 jam lagi, sedangkan sepupu masih 6 jam lagi ke Jambi.

Fix, sesaat lagi saya akan meninggalkan pulau Jawa untuk ke dua kalinya. Perjalanan selama 1 jam 40 menit itu saya gunakan untuk berpikir mengenai keputusan yang saya ambil dan mulai melakukan perencanaan-perencanaan yang mungkin akan terwujud setelah saya pulang dari Batam.


karena yang cepat berlalu adalah waktu.
Liburan cepat sekali berlalu. Fisik saya memang di Batam, tapi hati dan pikiran saya ada di rumah. Saya harus berjuang keras sampai awal tahun depan.
Batam hujan deras
Batam hujan deras, menggambarkan hati saya yang menangis pilu meninggalkan rumah.

Ah, zona nyaman memang melenakkan. 

~ Silviana

Sabtu, Juli 23, 2016

Pesona 5 Wisata Pantai di Blitar yang Wajib Dikunjungi

  3 comments    
categories: 
Kembali bernostalgia itu rasanya menyenangkan, apalagi kalau sedang berada jauh dari kota kelahiran. 

Ngomong-ngomong soal kota kelahiran, rasanya saya jadi rindu jalan-jalan untuk explore tempat asik di Karisidenan Kediri. Mulai dari Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Trenggalek dan Blitar yang akhir-akhir ini mulai banyak tempat bagus bermunculan dan recommended untuk dikunjungi.

Misalnya saja Kediri yang punya copy of Arc de Triomphe atau kami biasa menyebutnya dengan "Nggumul", Tulungagung punya pantai pasir putih, Popoh dan pantai Kedung Tumpang, Nganjuk yang punya air terjun Sedudo, Trenggalek ada hutan Bakau Pancer Cengkrong serta pantai yang two in one karena ada air terjunnya, pantai Pelang. Apalagi Blitar, semakin hari rasanya tak akan cukup kalau di explore. Mulai dari yang hits banget, Kampung Cokelat dan pantai yang indah-indah.


Blitar, ada yang belum pernah dengar daerah ini? Kalau belum pernah, mungkin dulu waktu pelajaran sejarah lagi absen ya? Blitar merupakan tempat kelahiran presiden pertama kita, Bapak Ir. Soekarno. 


Seperti yang saya bilang tadi, Blitar mulai banyak perubahan. Dulunya pergi ke Blitar ke mana aja sih? Paling makam bung Karno, selain itu ? Udah?. Hmmm. Sepertinya mindset itu perlu diubah ya. Soalnya Blitar yang sekarang bukanlah Blitar yang dulu. Sudah banyak tempat yang perlu kamu kunjungi, terutama pantai-pantainya. 


Nah, untuk sedikit bernostalgia kali ini saya mau berbagi cerita mengenai beberapa objek wisata pantai di Blitar.


1.  Pantai Peh Pulo

[Sumber : www.maringetrip.com]

Pantai ini sering disebut Raja Ampat mini ala Blitar.  Soalnya kalau dilihat dari foto-foto yang ada di internet memang benar jika pemandangan pantai ini begitu memesona dan eksotis. Makanya nggak heran lagi kenapa pantai ini seringkali disebut dengan Raja Ampatnya Blitar, karena memang banyak batu besar yang ada di tengah-tengah pantai, mirip pulau kecil. Airnya juga jernih dan biru.

Untuk menuju Pantai Pulo ini tidak terlalu lama, jarak tempuhnya 1,5 jam dari pusat kota Blitar. Ohya yang paling penting track menuju pantai Pulo tidak terlalu susah karena sudah bisa dilewati oleh kendaraan pribadi. 

Kalau datang ke pantai ini jangan lupa siapkan kamera dan pose terbaikmu ya, rekomendasi terbaik adalah foto siluet dibalik cahaya matahari yang mulai memudar, karena sunsetnya indah banget. 


2. Pantai Jolosutro

[Sumber : www.devblitar.blitarkab.go.id]

Berbeda dengan pantai Peh Pulo yang memiliki pesona layaknya Raja Ampat, pantai Jolosutro juga memiliki pesona yang tak kalah menarik, yaitu pasirnya yang berwarna hitam. Berbeda halnya dengan pantai-pantai lainnya yang memiliki pasir berwarna putih atau coklat, pantai ini terlihat eksotis dan elegan dengan pasir hitamnya yang mengkilat jika terkena paparan sinar matahari, bonusnya kita bisa melihat hiasan kumpulan bebatuan besar yang indah.

Lokasinyapun tidak jauh dari pusat kota, hanya saja track menuju pantai ini sedikit sulit karena lokasi pantai Jolosutro berada di kawasan perbukitan.

3. Pantai Tambakrejo
[Sumber : Koleksi Pribadi]
[Sumber : Koleksi Pribadi]
Pantai Tambakrejo yang juga menjadi daya tarik Kota Blitar. Saat saya berkunjung ke pantai ini tahun lalu bersama kawan, pantai Tambakrejo masih cukup sepi karena kami kepagian, tapi semakin siang Tambakrejo semakin ramai. Tidak heran kalau pantai ini punya banyak peminat, karena selain pemandangannya yang indah, Tambakrejo punya dua sisi pantai dengan skala ombak yang berbeda, sisi kanan dengan ombak besar yang menghasilkan cipratan air gelombang besar terbentur dinding penghalang dan sangat bagus jika diabadikan.


[Sumber : Koleksi Pribadi]
Sedangkan sisi kiri memiliki ombak yang kecil karena terhalang bukit, dibalik bukit ini juga terdapat pantai lain dengan nama Gondho Mayit atau dalam bahasa Indonesia pantai Bau Mayat. 

Nah dengan skala ombak yang berbeda ini kita dapat memilih untuk berenang di sisi kiri pantai karena aman dan tidak terlalu dalam.


Selain itu Pantai Tambakrejo juga punya daya tarik lain, yaitu tempat pelelangan ikan. Di sini kita bisa memilih berbagai macam jenis ikan dan dijamin masih segar karena baru ditangkap.


Jalan menuju pantai Tambakrejo tidak sulit karena sudah didominasi oleh aspal, pemandangan kanan kiri sepanjang perjalanan hijau menyegarkan mata.

Baca: Tambakrejo, Eksotika Pantai Blitar


4. Pantai Pasetran Gondo Mayit

[Sumber : www.ksmtour.com]
Pantai ini dipisahkan oleh sebuah bukit dengan pantai Tambakrejo. Pantai Pasetran Gondo Mayit memiliki pemandangan yang luar biasa indah karena punya pesona ombak yang cukup besar. Tentunya pantai ini tidak cocok untuk berenang ataupun bermain air di tepi pantai. Pantai Gondo Mayit dikelilingi oleh bukit dan pepohonan yang menimbulkan kesan alami. 

Jadi kalau sedang berkunjung ke pantai Tambakrejo sekalian saja berkunjung ke pantai Gondo Mayit. Sekali mendayung dua pantai terlampaui.


5. Pantai Serang

[Sumber : www.trendwisata.com]
Sama seperti pantai Jolosutro, pantai Serang merupakan pantai yang eksotis karena memiliki pasir berwarna hitam. Jaraknya dekat dengan kota, kurang lebih 45 km atau satu jam perjalanan. 

Meskipun pasir hitam pantai ini tidak kalah cantik dengan pantai yang lainnya. Daya tarik yang dimiliki oleh Pantai Serang adalah acara larung sesaji yang dilakukan oleh penduduk sekitar di waktu tertentu. Tentunya, pantai ini akan sangat ramai oleh pengunjung yang penasaran dengan prosesi adat larung sesaji. 


Ohya, beberapa kali berkunjung ke Blitar biasanya saya pulang pergi saja karena memang jaraknya yang tidak terlalu jauh, sekitar 1,5 jam perjalanan. Namun sesekali saya kepikiran untuk menikmati suasana malam kota pahlawan ini. Maka dari itu saya memutuskan untuk menginap di salah satu hotel yang ada di Blitar yang dekat dengan pusat kota. Saya menggunakan aplikasi traveloka yang ada di smartphone untuk melakukan proses pemesanan hotel.


Proses pemesanan yang cepat melalui situs travel online menjadi pilihan utama saya karena tidak ribet. 


Selain lima pantai ini, ternyata masih banyak tempat wisata menarik di Blitar yang harus banget diexplore untuk dapat memajukan pariwisata Jawa Timur khususnya Karisidenan Kediri.


Btw, jangan buang sampah sembarangan ya kalau lagi piknik. 


~ Silviana 


[Sponsored post]

Sabtu, Juli 16, 2016

Perjalanan Pulang, Membayar Rindu

  9 comments    
categories: 
"Lebaran pulang kan, nduk?".

Pertanyaan ibuk menggetarkan hatiku. Lidah rasanya kelu, tidak tau mau jawab apa. 

"Sepertinya, enggak buk. Gak ada cuti bersama di kantor", selanjutnya kudengar suara diseberang sana mengehela napas panjang. 

" yaudah gak apa-apa, masih baru kerja minta cuti juga gak enak sama bosnya". 

Cepat-cepat kualihkan arah pembicaraan, mulai bertanya tentang kabar kucing- kucing di rumah supaya hati ini tidak larut dalam kesedihan karena rencana lebaran untuk pertama kalinya tidak di rumah.

Sejak hari itu, saya mulai sering menangis, rasanya kangen rumah. Tiap telepon ibuk bapak, suara mendadak parau, saya jadi gembeng, cengeng, emosian, dan rapuh.

Tapi Gusti Allah menjawab semua keresahan hati saya. Kak Rini, teman kantor saya dari Medan mengabarkan kalau kantor mulai libur tanggal 6-9 Juli dan Senin tanggal 11 Juli sudah masu kerja. Artinya cuma 4 hari libur, bahkan tanggal 4 dan 5 yang seharusnya cuti bersamapun kami masih masuk kerja. Disitulah otak ini bekerja, saya mulai memberanikan diri untuk minta cuti lebih awal dan masuk sedikit lambat.

Berpikir berhari-hari, menyusun kata dengan baik, dan memberanikan diri untuk izin bos. Alhamdulillah tak saya sangka, bos langsung mengiyakan permintaan saya. Wow! Anak baru belum ada sebulan kerja sudah dikasih tambahan cuti, lima hari. 
Buru-buru saya mengabarkan ke orang rumah kalau saya akan pulang. Lalu cepat-cepat cek tiket. Sudah ditentukan H-1 saya pulang, tapi H-2 saya masih harus masuk kantor.

Sedih bercampur bahagia. Sedih karena Senin masih ngantor dan bahagia karena akan berjumpa dengan orang rumah. Tapi saya gak sempat belanja oleh-oleh, satu hari sebelum pulang saya keluar kantor jam setengah 6, sebelum pulang saya harus menyiapkan berkas dan akta yang akan ditanda tangani klien esok hari.

Rejeki nggak kemana, ternyata bulek sudah belanja-belanja. Koper isinya bukan baju, tapi oleh- oleh.

Selasa pagi setelah sahur, saya sengaja gak tidur. Gak sabar rasanya mandi dengan air yang segar, yang tak mengandung lumpur dan kaporit. Maka, untuk menutupi rasa excited itu saya ajak adik sepupu, Chika jalan-jalan keliling komplek. Lalu tidur sebentar dan pukul 7 bersiap ke Bandara, meskipun jadwal penerbangan saya pukul 08.45 tapi untuk antisipasi ketinggalan pesawat maka datang lebih pagi adalah solusi. Yaaa meskipun menunggu cukup lama tapi itu lebih baik daripada ketinggalan penerbangan. Sakitnya di dompet. Haha

Bandara ramai banget! Bahkan beberapa kali saya ditawari olek porter untuk membawa barang bawaan, padahal saat itu saya cuma bawa tas selempang dan kardus kecil isi kue untuk naik pesawat. 
Ohya,hampir di semua bandara, salah satunya Hang Nadim akan banyak sekali tawaran untuk packing koper dan bayar asuransi dan btw mereka akan sedikit memaksa, jadi kalau kamu memang gak mau langsung tolak saja jangan setengah-setengah antara iya dan tidak.

Perjalanan pulang saya ke Kediri kali ini harus transit terlebih dahulu di Jakarta selama 1,5 jam. Tapi karena pesawat dari Hang Nadim sedikit terlambat jadilah di Soeta gak sampai 30 menit sudah harus terbang lagi. Numpang pipis doang istilahnya.

Saat itupun saya belum dapat travel untuk perjalanan pulang Kediri, tapi ngakunya udah dapat ke orang rumah dan bulek di Batam. Haha. Take a risk banget lah.

Tapi untungnya saa sampai d Juanda dan keluar bandara sudah ada orang RWA, travel yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya. Namun kali ini pelayananya sudah jauh lebih baik karena pembayaran dilakukan di awal perjalanan. Gak enaknya, saat itu puasa dan kami diberhentikan di rumah makan, lumayan lama kurang lebih satu jam. Jadilah perjalanan Surabaya-Kediri ditempuh 4 jam, padahal jalanan gak macet.

Adzan maghrib tiba dan saya masih belum sampai rumah. Lantunan takbir terdengar syahdu apalagi saat itu saya masih dalam perjalanan dan sukses bikin saya nangis, gak nyangka aja kalau saya udah ada di Jawa lagi. Padahal tadi pagi kan masih sahur ikut jadwal Batam dan sekarang sudah buka puasa ikut jadwal Kediri.

Sampai rumah, salim ibuk bapak, naruh barang di kamar buka puasa dan siap-siap mandi tapi gak jadi karena kedinginan. Kepet sampai pagi.


Sayap yang membawaku kembali.
Rindu sudah dibayar dengan lunas. Tapi masih ada yang tertinggal ketika harus kembali ke tanah rantau.