Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Serunya Bikin Konten dengan Kuota Nonstop dari Smartfren

Gambar
Hello fellas, gimana nih kabarnya? Semoga selalu sehat ceria ya. Tahun 2020 sudah hampir habis dan di suasana yang masih serba tak pasti seperti sekarang karena pandemi, kayaknya kita mulai dibiasakan untuk ada di rumah saja, ya. Tapi Alhamdulillah ada juga yang sudah menerapkan new normal namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.Karena kebiasaan di rumah saja itu, ada beberapa kalangan yang memanfaatkan waktunya untuk mencoba banyak hal baru.  Salah satunya, saya sendiri. Di awal-awal pandemi, saya mulai menjalankan small business makanan ringan yang berbahan dasar dari mie. Kunjungi kami di Shopee ya! Nah, seiring waktu berlalu dan banyaknya waktu luang yang saya punya, saya mencoba untuk belajar tentang digital marketing. Semuanya otodidak dari internet dan kelas online. Tentang pemasaran yang baik di dunia maya, promosi, sampai  packaging yang murah meriah namun tetap eye catchy. Amazing juga rasanya, saya bisa dapat semua itu dari internet.  Nah baru-baru ini, saya sedang

Ilham's

Gambar
Kau, dan aku, adalah jiwa- jiwa yang saling mencari, lalu menemukan satu sama lain. 

Cerita Perpanjangan SIM C

Hola! Menyambut Senin dengan berada di kantor Samsat Pare untuk memperpanjang SIM C. Awalnya sudah putus asa, karena sadar sudah telat hampir 6 bulan. Mikir- mikir mau perpanjang, takut disuruh buat SIM baru, ujian lagi. Takut ndak lulus. :D Ceritanya, hari Sabtu kemarin saya kena tilang dikarenakan SIM sudah kadaluarsa, karena mau penelitian jadi saya pilih bayar di tempat saja (tolong ini jangan ditiru ya). Lalu, Senin ini menyempatkan untuk memperpanjang SIM di Pare, karena dulu buatnya juga di tempat ini. Sebelumnya, saya sempatkan untuk baca- baca beberapa artikel di blog teman- teman yang pernah memperpanjang SIM. Ada beberapa yang mengatakan kalau SIM yang kadaluarsa tidak dapat diperpanjang, jadi harus membuat SIM baru. Ohya, permasalahan SIM saya begini, saya pernah membuat SIM saat SMA, kelas XI. Saat itu usia saya belum mencukupi, tapi harus memiliki SIM karena keperluan sekolah yang naik motor. (Oke, ini jangan ditiru juga ya). Akhirnya, saya membuat SIM dengan KTP di

Jangan Lupa Beli Oleh- Oleh Ini Kalau Ada di Kabupaten Kediri

Gambar
"Taukah kamu, kalau @ KabKediri punya produk unggulan yang berasal dari Mangga Podang ?" - twitt ini baru saja saya lempar ke linimassa, di retwitt oleh akun KabKediri, lalu banyak yang nanyain.  Apa motivasi saya bilang demikian ?  Jawabannya adalah : Saya mau bantu Kepala Bidang Industri di Koperindag dan pengusaha industri pengolahan untuk mengenalkan produk olahan mangga yang sebenarnya sudah ditetapkan oleh Kementrian Perindustrian tahun 2013 sebagai icon Kabupaten Kediri. Sudah itu saja, titik. Awalnya saya hanyalah mahasiswa yang sedang menempuh satu mata kuliah skripsi dengan jumlah 6 SKS (Sistem Kredit Semester) untuk memenuhi persyaratan kelulusan dari sarjana strata 1.  Saya berminat untuk menganalisis tentang strategi perkembangan industri pengolahan mangga podang yang ada di Kediri, karena yang saya tahu Kediri memang icon nya adalah Mangga Podang, selain Tahu Poo tentunya. Sayangnya, olahan mangga podang nasibnya tidak se- jaya, tahu poo yang sudah mela

Turut Bahagia

Gambar
Malam itu, saya terbangun. Pukul 00.49 selalu sekitaran itu. Setiap hari, begitu. Rutinitas otomatis yang ter-setting sejak satu tahun lalu. Apalagi yang dilakukan ? Selain beribadah malam ? Yup, Internetan. Saya membuka twitter, tempat dimana semua orang yang memiliki akun sosial media itu bisa menjadi apa saja. Utamanya komentator. Sekrol timeline, menemukan retwittan salah satu teman, isinya begini "Tak ada yang lebih menyedihkan dari perpisahan tanpa keinginan". Yang belakangan saya tahu, ternyata dari http://kumpulanspasi.wordpress.com/. Tiba- tiba, pikiran saya langsung tertuju pada kabar dari seorang teman yang baru saja melaksanakan pernikahan. Senang mendengarnya, apalagi saya tau mereka sudah menjalin hubungan lebih dari 6 tahun, lika- liku hubungannya, dan dengan segala perbedaan. Dulu, sempat bertanya- tanya, apakah mereka bisa menyatu, padahal ada sekat diantara mereka, iya sekat itu namanya agama. Cuma karena membaca twitt tersebut, pikiran saya bisa sampai ke

Ling Ling Fruit Bar

Gambar
"nge ling ling yok ?" "heh ? opo kuwi ?" "es buah, banyune iso di gawe renang" Heh ? Pertama kali saya dengar nama ling ling adalah ketika Mutiara Sani ngobrol dengan Fina di Sekretariat HMJ kala itu, sudah lama, mbuh kapan. Nah, baru kali ini saya  punya kesempatan untuk datang dan menceritakan kepada kalian.  Sekilas, dengar nama ling ling pikiran kita pasti akan langsung menuju China. Yup, nama ling ling memang umum digunakan di China, khusunya nama anak  perempuan. Ling- ling, saya dengernya gemes gitu. Imut. Awalnya saya gak ngeh kalau ternyata ling ling itu nama kedai makan dan minum.  Semester 4, saat tugas mulai menggila dan beban kuliah semakin berat. Ujian datang bertubi- tubi, selepas pulang kuliah saya dan Jijah menuju ling ling. Naik angkot. Itu pertama kalinya saya mencicipi es ling ling yang kata Sani air nya bisa dipakai renang. Dasar bocah hiperbola. Haha. Menurut saya, rasanya segar, tentu karena ada serutan es da

Galeri Infused Water

Gambar
 Toples- toples yang menunggu....  Toplesku masih berkeringat.. Atas nama tutup toples, aku berkeringat.. lihat ? aku sedang merona. Ada bahagia saat melihat mu berubah menjadi merah merona.. *eh fotonya ini disclaimer ya.. Hasil dari saya sendiri, kalau mau pakai permisi dulu dan silakan cantumkan sumber. Oke kakak ? Kalau mencuri nanti tangannya di potong sama Tuhan pas di akhirat. :) 

Masih Tentang Infused Water

Gambar
Holaaaaaa. Kembali menulis lagi disini. Topiknya masih sama seperti yang kemarin, ulala. Infused Water. Kali ini ingin membagi cara pembuatan air aroma/ air infus buah/ infused water. Tapi, pamer foto- foto dulu yaaaaa.. *glek* Proses dari memetik buah sampai menjadi air siap minum. Bahan- Bahan : Buah (Strawberry, Kiwi, Melon, Jeruk, Lemon, dan buah lain yang bertekstur keras)* Daun mint, Air Bening (air putih), Wadah tertutup (tumblr, toples, botol).  Cara Membuat : Cuci bersih buah yang akan dipakai, Potong buah sesuai selera, mau bentuk apa saja silakan,  Masukkan buah yang sudah di potong ke dalam wadah, boleh ditambahkan daun mint. Biasanya saya pakai 2 lembar daun mint, di mart- mart daun mint 1 ikat harganya sekitar 5K, Tambahkan air bening (air putih), Tutup rapat wadah, lalu dinginkan di lemari es. Tunggu sampai 4 jam atau lebih. Air infus buah siap dinikmati di cuaca yang sedang panas- panasnya. Mudah kan ? Hihi..  So, silakan buat

[PICT] SNOW

Gambar
Ini di Pensylvania, New York. Terimakasih Mama Bo et Obi kiriman fotonya. Semoga semesta merestui.

Jangan Takut Datang ke Dinas! - Part 2

Jangan Takut Datang ke Dinas! - Part 1 Selasa, 6 Januari. Saya bangun kesiangan, setelah shubuh tidur lagi dan bangun jam 8! Whoaaaaa...  Tapi untungnya gak kedandapan (gak terburu- buru), karena janjian dengan Koperindag jam 10.00/ 11.00. Masih cukup buat santai- santai sejenak. Masih cukup buat beres- beres rumah, dan makan pagi. Pukul 09.00 saya sudah siap untuk berangkat, sampai di dinas sekitar 09.30, dan ternyata surat persetujuan saya masih belum di tanda tangani oleh Kepala Dinas Koperindag (-_______-)".  Its oke wae, saya nunggu 15 menitan. Tapi gak apa- apa. Hahaha. Selesai rekomendasi, saya FC, sengaja biar buat arsip aja. Lalu kembali ke Bakesbangpol, alurnya kayak yang sudah saya post di tulisan sebelumnya. Di bakesbangpol surat saya sudah jadi, saya diminta untuk foto kopi 6 kali atau sesuai dengan tembusan yang dituju. FC KTP, dan beli map. FC nya dii koperasi saja, dekat. Tempatnya ada di lobby utama gedungnya depan beringin besar. Gak tau ? Tanya saja ya ^_^

Jangan Takut Datang ke Dinas! - Part 1

Gambar
"Duh, aku harus ke dinas nih, pasti nanti di ruwet- ruwet sama mereka, gimana ini?" Keluhan dan obrolan semacam itu sudah mulai saya dengar semenjak kami (laskar semester 7) ketika mulai menempuh beban skripsi. Ketakutan tentang diruwetkannya kami oleh dinas membuat kami malas mengurus surat- surat yang berhubungan dengan dinas terkait. Apalagi kalau soal perijinan, pastinya mengurus di Bakesbangpolinmas (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Lindungan Masyrakat), tapi beberapa daerah namanya sudah lebih singkat yaitu Bakesbangpol saja. Semua perijinan baik penelitian, riset, KKN, apapun mengurusnya di Bakesbangpol. Bukan kebetulan saya juga mau tidak mau harus berurusan dengan Bakesbang untuk mengurus perijinan penelitian, karena fokus penelitian saya ada pada Sentra Industri yang harus berurusan dengan beberapa dinas. Awalnya saya kesusahan karena akses informasi mengenai dinas- dinas di Kabupaten Kediri sangat minim. Cari informasi di internet larinya kemana- mana, pad