Selasa, Juni 25, 2019

5 Alasan Kenapa Kaum Milenial Sebaiknya Beralih ke Mesin Cuci

  5 comments    
categories: 
Harga mesin cuci Polytron terbaru bisa kamu cari tahu dengan cara browsing di internet. Gak cuma soal harganya aja, kamu juga bisa sekalian memilih dan membeli mesin cuci Polytron keluaran terbaru secara online melalui marketplace.

Mesin cuci memang menjadi salah satu perangkat penting untuk membantu tugas rumah harian. Tapi masih ada juga orang- orang, termasuk kaum milenial, yang enggan untuk beralih ke mesin cuci karena berbagai alasan. Padahal menggunakan mesin cuci memiliki lebih banyak kelebihan daripada kamu mencuci secara manual.

Kenapa Kaum Milenial Sebaiknya Beralih ke Mesin Cuci?

Berikut beberapa alasan kenapa kamu, para kaum milenial, sebaiknya beralih menggunakan mesin cuci dan meninggalkan atau mengurangi cara manual :

1. Hemat waktu
Dengan menggunakan mesin cuci tentu saja akan lebih banyak menghemat waktu daripada kamu mencuci secara manual. Cukup dengan memasukkan pakaian ke dalam mesin dan percayakan sisanya kepada perangkat tersebut.

Waktu yang ada bisa digunakan untuk keperluan yang lain, misalnya mencuci piring, bersih- bersih rumah, atau nonton TV. Kalau sudah selesai semua, kamu bisa memilih untuk duduk manis, atau beristirahat setelah seminggu lelah bekerja, bisa juga ditinggal hangout dengan teman-teman.

Beralih menggunakan mesin cuci membuat kamu memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain. Tentu saja ini tidak akan kamu dapatkan kalau masih betah mencuci secara manual.
[Sumber foto : Bukalapak]

2. Hemat tenaga

Dengan menggunakan mesin cuci, kamu tidak perlu repot lagi untuk mengucek dan membilas pakaian. Serahkan semua tugas mencuci pakaian pada mesin cuci. Kamu cukup memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengaturnya sesuai kebutuhan.

Praktis banget, ya kan? Kamu juga tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Buat apa mahal- mahal membayar harga mesin cuci Polytron terbaru kalau masih harus mengeluarkan tenaga yang lebih untuk membuat pakaian bersih?

3. Pakaian lebih cepat kering
Mesin cuci juga dilengkapi dengan pengering. Jadi kalau kamu punya mesin cuci, kamu bisa sekaligus menggunakan pengeringnya, untuk membuat pakaian lebih cepat kering. Nah, kalau mencuci menggunakan cara manual pakaian masih harus dijemur dalam keadaan basah sehingga lebih lama proses keringnya.

4. Bisa mencuci lebih banyak pakaian sekaligus
Alasan lain kenapa milenial sebaiknya berpindah menggunakan mesin cuci adalah karena kamu bisa mencuci pakaian dalam jumlah yang banyak. Meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh kapasitas tabung mesin cuci. Semakin besar kapasitas mesin cuci, semakin banyak pula kapasitas pakaian yang bisa dicuci dalam sekali waktu.

Walaupun mencuci dengan cara manual pun bisa sekaligus dalam jumlah banyak, namun tentunya juga membutuhkan banyak tenaga. Berbeda dengan menggunakan mesin cuci. 

5. Hasil cucian lebih bersih dan hemat
Mungkin alasan kaum milenial belum mau berpindah menggunakan mesin cuci adalah karena mencuci manual dinilai lebih bersih. Padahal dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, produsen mesin cuci dapat menghasilkan produk yang mampu membersihkan pakaian dengan lebih baik. Bahkan tidak kalah dengan menggunakan cara manual.

Itu tadi lima alasan kenapa kaum milenial perlu berpindah menggunakan mesin cuci. Sebagai generasi yang suka berpetualang dan melek teknologi, sudah seharusnya kamu berpindah menggunakan mesin cuci untuk melaksanakan tugas mencuci pakaian. Jangan buang waktu dan tenaga kamu untuk melakukan hal- hal yang bisa diserahkan sepenuhnya kepada teknologi.

Nah, sekarang saatnya kamu beralih menggunakan mesin cuci. Kalau belum punya mesin cuci di rumah, beli saja secara online melalui Bukalapak. Tersedia berbagai rentang harga mesin cuci Polytron terbaru lengkap dengan fitur dan spesifikasinya.

Kamu bisa menyesuaikan harga mesin cuci Polytron terbaru yang akan dibeli dengan budget yang kamu punya. Beli mesin cuci secara online melalui Bukalapak yang sudah pasti dan terkenal kredibilitasnya.

Selasa, Juni 04, 2019

Euforia Menyambut Lebaran

  No comments    
categories: 
Haru dan sedih, begitu cepat Ramadan berlalu. Tak terasa, Insya Allah malam ini akan terdengar kumandang takbir di segala penjuru dunia. Saat takbir berkumandang, terkadang muncul perasaan riuh sekaligus sepi dalam hati saya.

Lebaran tinggal menghitung jam saja, persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambutnya? Di wilayah saya, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut datangnya hari yang fitri. Maka dari itu saya menyebutnya sebagai, euforia lebaran.

Dua minggu jelang lebaran, biasanya sudah banyak yang bersiap untuk memperbarui warna rumah dan pagarnya. Gak lupa juga sofa, meja dan kursi dijemur biar kembali empuk saat diduduki tamu.

Nah, kalau di rumah saya sendiri, hingga saat ini euforianya masih sekedar cat ruang tamu  dan cuci- cuci toples untuk pemanis meja saat lebaran nanti. Kalau soal beres- beres rumah, biasanya sih beberapa jam sebelum salat ied, jadi suka bangun pagi banget. Toh juga rumahnya jarang dibuka saat lebaran, soalnya pergi terus. Haha.

Selain itu, tahun ini saya juga gak begitu banyak berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti tahun sebelum- sebelumnya, untuk beli jajanan atau baju. Semuanya sudah kami persiapkan jauh- jauh hari sebelum puasa tiba. Maksudnya seperti jajanan, kami sudah pesan ke langganan dan siap diantar ke rumah beberapa hari sebelum lebaran tiba.

Euforia lain ketika jelang lebaran adalah mulai majunya jamaah yang datang untuk tarawih dan tadarus. Kalau ini entah pantas atau tidak jika disebut euforia, namun kenyataanya seperti itu sih. Dan yang paling tidak bisa dilepaskan saat jelang lebaran adalah mulai banyaknya suara petasan dan disepanjang malam.

Ada satu tambahan lagi euforia yang saya lakukan jelang lebaran, saya memandikan kucing- kucing yang ada di rumah, namun karena adanya penguranga secara drastis, jadinya tahun ini hanya memandikan satu kucing saja. Saya pribadi tidak ada yang istimewa dalam menyambut lebaran, hanya mempersiapkan hati dan diri aja kalau berkunjung ke tetangga ditanyain kapan kawiiin..

Entah ini boleh disebut euforia atau lebih ke fenomena. Ohya, sebagai pemilik blog ini, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin untuk semua pembaca, ya. 

Senin, Juni 03, 2019

Tentang Jodoh dan Kesehatan

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]

Ada rasa sedih ketika ramadan mulai meninggalkan diri, meski sudah berusaha sebaik mungkin, tapi rasanya masih tetap belum maksimal dalam menjalankan ibadah selama bulan ramadan. Padahal di bulan suci penuh berkah ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad diberi kesempatan seluas- luasnya untuk berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.

Saya pernah mendengar ceramah saat mengikuti majlis, ada waktu- waktu mustajabah atau waktu terbaik untuk berdoa dan berpeluang besar dikabulkan. Waktu- waktu itu diantaranya adalah sepertiga malam terakhir, saat sahur, menjelang berbuka, saat malam lailatul qadar, dan sepanjang puasa (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Penjelasan waktu tersebut ada hadistnya, silakan dicari ya atau ditanyakan kepada ustadznya. Di sini saya gak akan bahas soal hadist- hadist.


Nah, karena ada banyak sekali waktu istimewa yang diberikan kepada kita, maka sayapun tidak mau menyia- nyiakan kesempatan ini. Ada cukup banyak doa dan harapan yang saya panjatkan sepanjang Ramadan ini. Utamanya berkenaan dengan diri saya sendiri dan orang terdekat.

Sebagai anak perempuan yang dianggap sudah cukup umur (di atas 25 tahun) dan sudah pantes untuk menikah. Saya sering banget dikejar pertanyaan “kapan?”. Sebetulnya, orang tua tidak memaksa saya untuk segera menikah, semua diserahkan sepenuhnya kepada saya.

Hanya saja, ada saja banyak orang di luar sana yang mengusik dan akhirnya orang tua sering ke’triger’ mengenai hal ini. Ini juga gara- garanya, ada cukup banyak anak perempuan di wilayah saya yang usianya beda 4-5 tahun lebih muda, sudah lebih dulu menikah dan memiliki anak. Jadi seolah- olah saya yang usianya di atas 25 + 1 ini dianggap ketuaan banget dan belum nikah- nikah. Hahaha. Ingin tertawa tapi sebal.

Berkenaan dengan itu, maka saya berusaha untuk selalu meminta diberi jodoh yang baik dan diberi ketetapan iman. Tak perlu cepat, asal datang di waktu yang tepat. Jujur nih ya, kalau terus dikejar- kejar sama pertanyaan soal nikah, kadang muncul pemikiran males buat nikah. Hahaha

Selain itu di Ramadan ini saya juga berdoa semoga diberikan rejeki yang cukup dan barokah. Cukup buat beli rumah, cukup buat beli heli, cukup buat pelesiran kemana- mana. Hahaha. Nglunjak.

Semoga saya, orang tua, keluarga dan semua makhluk selalu diberikan kesehatan biar bisa terus beribadah dan melakukan aktivitas, diberikan keselamatan di dunia dan akhirat dan yang terakhir semoga bisa berjumpa kembali dengan Ramadan di tahun depan.

Ada aamiin?

Minggu, Juni 02, 2019

Momen Terbaik Ramadan Tahun 2019

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]

Alhamdulillah, 28 hari ramadan sudah terlewati. Insya Allah usahanya maksimal dan seimbang antara hablumminallah dan hablumminanas, berusaha memaksimalkan antara urusan akhirat dan urusan dunia.


Di Ramadan tahun ini saya masih sama seperti tahun sebelumnya, masih tetap bekerja seperti biasanya, semuanya masih sama. Namun setiap momen pasti ada satu atau dua hal yang spesial dan jadi yang terbaik.

Sama kayak Ramadan sebelumnya, Ramadan saya di tahun ini juga punya beberapa momen terbaik yang Insya Allah akan jadi pengalaman tak terlupakan untuk tahun- tahun selanjutnya.

Ohya, teman- teman yang mengikuti blog ini pasti tahu kalau baru-baru ini saya mulai bergabung dengan komunitas pecinta kucing di Kediri, kan. Nah semenjak saya bergabung dengan komunitas ini, lingkar pertemanan saya juga semakin luas.

Ditambah lagi, di Ramadan ini saya juga turut serta dalam acara bagi takjil. Ngomong- ngomong, saya baru dua kali mengikuti acara bagi takjil semacam ini. Haha. Call me, coepoe.

Selain itu, di Ramadan ini saya akhirnya bisa menghatamkan alquran di hari ke 25. Sebetulnya saya tidak ada goal untuk khatam saat Ramadan, karena sadar diri ada pekerjaan lain yang mungkin akan bikin waktu terbatas untuk bisa ngaji.

Ternyata, saat di kantor juga masih bisa ngaji karena saya punya aplikasi MyQuran yang senantiasa menemani dan bisa dibaca setiap waktu. Dengan begitu, saya juga bisa tetap menjaga wudhu. Alhamdulillah.

Yang terakhir, momen terbaik saya di tahun ini adalah meminimalisir buka puasa di luar rumah. Cuma 3 kali dan itupun hanya teman kantor dan teman dekat. Tahun ini saya memang tidak ikut acara buka bersama teman- teman sekolah.

Entah mungkin memang tidak ada yang mengadakan karena sudah pada repot sendiri, atau saya yang kurang tau informasinya. Yah, hikmahnya bisa lebih banyak buka puasa bersama keluarga di rumah.

Melariskan masakan ibu yang mungkin masakkannya tidak seenak resto ternama, tapi selalu jadi yang paling enak di lidah kami sekeluarga.

Semoga tahun- tahun selanjutnya bisa berjumpa kembali dengan Ramadan, meskipun tidak ada jaminan.  

Sabtu, Juni 01, 2019

5 Jajanan yang Wajib Ada Saat Lebaran

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]
Liburan hari pertama kerja dan H-4 menuju lebaran. Rasanya sudah mati kebosanan. Dari pagi cuma tiduran, main handphone dan nonton youtube. Gak produktif blas. Tahun lalu, liburan kerja itu mepet banget sama hari raya.

Jadi panjang libur di lebarannya, kalau tahun ini malah 4 harinya ada di akhir bulan puasa. Karena memang gak punya agenda apa- apa jadi seharian isinya mager- mageran. Tahun ini juga gak bisa pergi kemana- mana karena mepet banget sisa libur lebarannya sama masuk kerja.

Sebenernya pengen sih bikin kue buat suguhan lebaran, tapi kayaknya susah terlaksana karena memang gak menganut tradisi itu, sejak dulu. Pernah sesekali bikin kacang asin atau kacang telor, tapi udah lama banget gak bikin lagi. Lebih ringkes beli dan memang sudah punya tempat favorit yang mana udah teruji rasa. Jadi cuma nyiapin  toplesnya aja, tau- tau udah terisi sempurna.

Meskipun jajanan lebaran di rumah itu hasil beli semua, tapi ada 5 jajanan yang belum pernah absen di toples lebaran rumah saya. Semuanya simpel, enak dan selalu laris manis sepanjang masa. Apa aja sih?

Jelly Inaco
[Sumber gambar : Shopee]
Haha sebut merk, ya emang jajanan yang ini adalah salah satu yang favorit bagi para tamu. Selain karena enak juga menyegarkan. Pernah waktu kumpul keluarga, saya dan para sepupu menghabiskan lebih dari 1 toples jelly Inaco.

Lidah Kucing
[Sumber gambar : resepidea]
Ada yang suka sama lidah kucing? Kue kering yang manis dan renyah ini memang enak banget kalau dibuat cemilan. Apalagi tampilannya juga simpel, pipih memanjang dan mudah dikunyah. Anak kecil sampai yang sudah sepuh pun doyan sama kue ini.

Twistcorn
[Sumber gambar : beoku.com]
Kalau twistcorn itu lebih ke snack ya, rasanya gurih dan nagih banget. Saya biasa beli twiscorn untuk lebaran karena memang banyak yang suka, kami di rumah juga biasanya suka khilaf nyemilin snack ini. Sambil nonton tv, tau- tau abis aja.

Sus Kering isi Coklat
[Sumber gambar : inikue.com]
Pernah denger bawang coklat? Sus yang isinya coklat itu lho. Kalau di masyarakat biasanya pakai yang merk Walens, karena mungkin emang branding awalnya yang bawa adalah Walens ini. Sus yang kering di luar tapi ada kejutan coklat leleh di dalam. Tapi sekarang sus kering ini isianya gak cuma coklat aja, udah ada blueberry, nanas, dan sebagainya.

Keripik Jagung
[sumber : foto dari Bukalapak]
Ini juga favorit banget, selalu laris manis. Mungkin karena dasarnya orang suka ngemil, ya. Jadi suguhan sejenis snack selalu laris manis. Kerpiki jagung atau biasa disebut dengan tortilla ini juga favorit banget. Rasanya gurih dan crunchy kalau dimakan. Bikin gak bisa berhenti.

Sisanya mungkin hanya jajanan toples dengan merk tertentu sebagai pelengkap meja saja. Tapi sejauh ini yang selalu ada di rumah adalah 5 jajanan di atas. Pertimbangan kami buat beli jajanan yang jadi favorit itu karena rumah kami baru open house saatH+4, soalnya orang tua saya ka nada di posisi anak yang lahir belakangan, jadinya masih ada tradisi berkunjung ke kakak- kakaknya.

Kalau di rumah kalian, jajanan wajib adanya apa aja nih temen- temen?.

Ohya, saya beli jajanan lebaran di teman kantor saya, namanya Erkham Salim. Buat yang di Kediri, Pare dan sekitarnya boleh banget kalau tahun- tahun berikutnya beli di dia ya.

Rasanya sudah tentu enak dan harganya juga tidak mahal. Karena dia jualan prinsipnya, untung sedikit tidak apa- apa yang penting berkelanjutan.

Kalau kamu tertarik, bisa colek di instagram atau twitter saya, ya. Nanti saya kasih kontaknya. Thankyou.