Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

[ Wedding ]

Gambar
ah, tak menyangka. Hidup berlalu terlalu cepat tanpa disadari dewasa tak dapat ditolak. Teringat dulu saat masih kecil, bermain air dalam tong tadah air hujan di belakang rumah, bersembunyi dari panggilan tidur siang ibu di tumpukan jerami bekas kandang sapi, membuat kapur tulis dari 'gamping' dan batang daun pepaya, sekolah- sekolahan serta membuat perpustakaan. Menggilai barbie sampai nekat membuat baju- baju berbie dan kainnya adalah kain ibu, menggilai westlife dan personelnya, serta yang paling freak adalah menghapal dan menirukan tari- tarian india. Yang tak kalah penting kita selalu punya ide tuk menjadi figur didalamnya. Dalam Westlife kamu adalah Shane Filan, dan aku adalah Nicky Byrne, pun juga dalam film India Mohabbatein. Kamu menjadi Megha, dan aku menjadi Sanjana.  Hingga beranjak besar, dan kita masih bersama.  Ah, meskipun persahabatan kita baru di mulai sekitar tahun 2000an, tapi begitu banyak hal yang tak bisa kudefinisikan. Menjadi saksi kurang dari s

Maknyus Betul Bakso & Balungan Pedas Ini

Gambar
Menulis dan menikmati kuliner lagi, setelah sekian lama vakum menulis dan seringnya posting- posting di instagram dan path :v. Ceritanya saya sedang main ke tempat kelahiran saya, yaitu kota Pare- Kediri. Setelah berkunjung ke "rumah baru" nenek, saya menyempatkan untuk mencoba makan- makan di kota Pare yang sekarang ini semakin maju dan berkembang. Berputar- putar, akhirnya saya menemukan kedai kecil yang selalu ramai. Tempatnya mudah dijangkau karena ada di jalan besar, tepatnya di Jalan PB. Sudirman Pare - kanan SDN Pare 1 (Depan Hotel Kediri. Harganya juga terjangkau, untuk satu porsi Bakso 6K, dan satu porsi Balungan Pedas 20K . Kedai ini buka dari pukul 09.00 sampai habis. Biasanya belum sampai sore sudah tutup. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba bakso di tempat ini, dan kali ini saya penasaran dengan balungan pedasnya. Oh ya, kalau ada yang belum tahu apa itu balungan, mari saya jelaskan secara simpel. Balungan- tulang yang masih ada sisa daging yang menempel. Ja

[ Perayaan ] Wisuda

Gambar
Thankyou! Orang bilang jangan lama- lama di zona nyaman, nanti keenakan, eh kalau udah gitu keterusan. Ini bicara soal perubahan. Perubahan status dari mahasiswa jadi peng... pekerja produktif. hehe Empat tahun berlalu, tepatnya 2011. Euforia masa SMA berakhir juga, dan sudah waktunya berganti menjadi mahasiswa. Senang ? tentu, bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata- kata, kala itu. *tsah. Menjalani siklus panjang dan berliku, Ujian Nasional- Lulus- SNMPTN Undangan, sekarang namanya SNMPTN saja (seleksi Rapor)- Tidak Lulus- SNMPTN Tulis, sekarang berubah nama menjadi SBMPTN- Lulus- Mahasiswa Baru. Sekarang perasaan senang itu, terulang kembali. Namun dengan euforia yang berbeda.Wisuda masa SMA dan wisuda masa kuliah rasanya sama saja, sama- sama upacaranya, namun lebih sakral wisuda masa kuliah. Kalau wisuda masa SMA, lebih banyak happy- happy nya, sedangkan wisuda masa kuliah terkesan horor sekali. Gedung megah, ke- 2 orang tua yang datang dari luar kota, pejabat tinggi y