Selasa, Juli 16, 2019

Wajib Tahu Kriteria KTA yang Aman dan Terpercaya

  2 comments    
categories: 
Sejak mulai kerja tetap sebagai anak kantoran 2 tahun kebelakang ini, saya sebagai gen Z yang lahir di tahun 90’s, mulai mikir soal kesejahteraan masa depan. Tiap kali gajian selalu berusaha untuk menyisihkan 30% untuk simpanan dana darurat. Soalnya saya juga gak bisa memastikan selamanya akan ada di posisi aman seperti sekarang, dalam finansial. Betul saja, dalam setahun belakang ini, ada cukup banyak pengeluaran tak terduga yang harus saya hadapi. Bahkan saya juga memberanikan diri untuk berkenalan dengan pinjaman KTA.

Hal ini dikarenakan ada beberapa kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa dinomor duakan. Selain itu, baru- baru ini keluarga kami melakukan pembelian dengan nominal yang cukup besar.

Intinya tahun- tahun ini merupakan tahun yang cukup menguras tabungan. Pertama kali saya melakukan pinjaman KTA dengan nominal yang kecil, untuk menutup biaya tak terduga.

Hal ini saya lakukan, karena saya pribadi tidak ingin merepotkan keluarga atau teman. Namun tidak lama setelah itu, secepatnya bahkan sebelum jatuh tempo atau term of payment terjadi, saya sudah menutup pembayaran secara penuh.

Saat itu saya memilih pinjaman KTA sebagai solusi karena Kredit Tanpa Agunan ini masuk dalam kategori kredit konsumtif. Selain prosesnya cepat jika memenuhi syarat dan mudah, saya juga tidak perlu menjaminkan aset yang saya miliki. Apalagi pinjamannya juga dalam skala kecil.

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman KTA, saya melakukan banyak riset mengenai salah satu inklusi keuangan ini. Apalagi sekarang juga sudah mudah sekali kalau pengen tahu dan membandingkan pinjaman KTA dengan bunga yang kecil secara online.

Cukup dengan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, kita bisa mengajukan aplikasi pinjaman. Banyak produk pinjaman KTA yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Namun yang perlu dipahami, tidak semua aman dan terpercaya. Itulah kenapa kita harus selektif saat memilih dan memutuskan. Supaya tidak terjadi bad debt saat menggunakan layanan keuangan ini.

Selain itu, ada beberapa kriteria yang wajib diketahui sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman KTA. Nah, CekAja.com bisa jadi solusi untuk membandingkan produk pinjaman KTA yang aman dan terpercaya.
[sumber : cekaja.com]

Apa saja sih kriteria pinjaman KTA yang aman dan terpercaya?


Lembaga pinjaman terdaftar Otoritas Jasa Keuangan, ini kriteria mutlak yang harus dimiliki oleh penyedia pinjaman yang terpercaya. Lembaga keuangan yang terdaftar di OJK artinya sudah melewati berbagai tahapan uji kelayakan untuk dapat mengantongi izin dari OJK sebelum beroperasi. Nah dengan adanya OJK ini, kita sebagai konsumen juga dapat perlindungan jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Memiliki email dan situs resmi, lembaga penyedia jasa pinjaman juga harus memiliki email yang jelas perusahaan dan bukan gratisan seperti gmail ataupun yahoo. Sedangkan untuk situsnya, setidaknya diawali dengan "https" yang artinya menggunakan protokol socket secure layer (SSL) yang menyediakan proses enkripsi pada pertukaran data untuk mencegah terjadinya pencurian dan penyadapan data pengguna.

Transparan, penyedia jasa pinjaman KTA yang aman dan terpercaya pasti akan selalu transparan dalam menawarkan produknya. Mulai dari mekanismenya, terms of paymentnya, simulasi cicilan dan bunga. Sehingga debitur tidak akan merasa dirugikan karena sudah mengetahui segala resiko transaksinya.

Bunga yang diterapkan wajar, sebagai lembaga yang aman dan terpercaya, sudah tentu akan menerapkan bunga yang wajar. Sebagai acuan untuk melakukan pinjaman, kita bisa membandingkan bunga di pinjaman online dan bunga bank.

Nah, kalau udah tahu kriteria pinjaman KTA yang aman dan terpercaya. Sekarang kita juga wajib tahu nih, apa saja sih syaratnya untuk mengajukan KTA supaya bisa diapprove.

Soalnya tidak semua debitur akan diapprove begitu saja oleh penyedia pinjaman KTA, karena lembaga yang menyediakan pinjaman pasti akan melihat history kita.

Ini dia syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengajukan KTA; Fotokopi identitas seperti KTP, kartu keluarga dan surat nikah (jika sudah berkeluarga),
Fotokopi NPWP pribadi/ SPT PPh 21,
Cetak rekening tabungan selama 3 bulan terakhir,
Slip gaji untuk karyawan atau profesional Taguhan Kartu Kredit (jika memiliki),
Salinan SIUP, TDP, NPWP Perusahaan (untuk wiraswasta) dan dokumen lain untuk profesional lain,
dan yang paling penting materai.

Kalau sudah tahu apa saja syaratnya, kita juga wajib tahu tentang suku bunganya, KTA sendiri biasanya ada di suku bunga 10- 23% dan juga dibagi menjadi dua, yaitu fixed rate, suku bunga tetap dan tidak akan berubah dan floating rate, suku bunga mengambang sehingga akan berubah- ubah.

Pinjaman KTA sebetulnya sangat membantu jika dipergunakan dengan sewajarnya dan sebenar- benarnya. Selain itu kita juga harus komitmen dalam pembayaran, supaya tidak terjerat dalam bad debt. Kalau mau tahu lebih cek di sini, ya https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan.

Kamis, Juli 11, 2019

FUS Pada Kucing dan Kematian Pomilo

  23 comments    
categories: 
[Milo saat belum tahu kalau sakit FUS]
Jujur sedih sekali menuliskan ini. Rasanya masih belum ikhlas kalau ingat lagi soal kematian Milo (kucing saya). Buat temen- temen yang udah cukup lama jadi pembaca blog ini, pasti tahu kalau saya punya kucing jantan. Kurang lebih sekitar 4 tahunan memelihara.

Jadi Milo ini kena FUS atau biasa disebut dengan Feline Urologic Syndrome. Simpelnya kucing ini kena sakit kemih bawah. Kalau pada manusia biasa disebut dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saya sendiri sebetulnya sudah mulai curiga kalau Milo susah saat buang air.

[Senang fotoin dia karena manut]
Beberapa kali saya lihat dia ngeden- ngeden di box pasirnya. Tapi entah kenapa kok saya gak ngeh kalau sampai kena FUS, karena asupan minumnya juga masih banyak.

Padahal nih, tiap kali dia ada gejala sedikit aneh saja, seperti misal lemas, atau jalannya pincang, saya pasti langsung cek semua badannya. Kali saja ada benjolan atau luka yang dialami tiap kali habis pulang main.


Saya menyesal sekali karena tidak bisa memberikan pengobatan lebih cepat dan terbaik, mungkin kalau sejak awal saya aware dengan kondisinya, bisa jadi hingga saat ini Milo masih ada bersama saya.

Ngomong- ngomong, ini tepat satu minggu Milo mati dan baru hari ini saya punya niatan menuliskan cerita merawat Milo saat sakit. Kemarin- kemarin, saya masih suka mewek tiap kali lihat hal- hal yang berhubungan dengan kucing tua itu.


Jadi tanggal 1 Juli, Milo masih seperti biasanya, rutinitasnya masih sama, pagi membangunkan saya, menunggu sampai saya bangun dan memberinya makan, menunggunya sejenak untuk makan, masih minta dielus- elus kepala dan perutnya, dan sorenya juga menunggu saya pulang di depan rumah. Bahkan saat itu saya masih sempat mengambil video dia berjalan ke arah saya.


2 Juli kondisinya juga masih sama, hanya saja saat itu dia sama sekali gak keluar rumah, padahal biasanya habis makan udah langsung meluncur ke atap dan main ke tetangga sebelah yang punya kucing betina.

Nah di tanggal 3 Juli ini, pagi hari saya lihat bagian kaki belakangnya basah dan sedikit kaku. Tapi Milo juga masih makan seperti biasanya. Jadi saya rasa kucing ini mungkin habis main di air. 

[Sore hari setelah selesai dikateter]
Tapi hal yang bikin saya kaget adalah, saat saya mau berangkat kerja, Milo (maaf) muntah dengan warna yang keruh. Namun karena saat itu saya sudah mepet waktu untuk kerja, saya tinggal berangkat dan saat udah sampai di kantor coba googling, di situ tertulis kemungkinan terkena virus semacamnya. Karena memang saat ini sedang marak virus yang menyerang kucing.

Baca Juga : Ganasnya Virus Calici Pada Kucing


Tak lama setelah itu saya telepon adik untuk bawa Milo ke drh. Retno. Drh ini juga drh yang menangani Milo dan Mili, kucing saya saat masih usia 3 bulan. Jadi saya pikir, disitu drh yang paling dekat dan dulu sudah pengalaman menangani kucing saya, meskipun cuma suntik saja.


Baca Juga : Pengalaman Baru Merawat Kucing Sakit


Rupanya, Milo terkena FUS dan harus diopname untuk dikateter (disedot urinenya). Saya terus memantau perkembangan Milo, sore hari saat sudah selesai kantor saya juga berkunjung ke sana untuk melihat kondisinya.


Namun saat itu masih setengah sadar karena masih dalam kondisi dibius. Tapi yang bikin terharu adalah, saat saya kesana dan elus kepalanya, dia seperti merespon dengan menggerakkan tubuhnya. Padahal kata penjaganya, sebelum- sebelumnya gak bergerak sama sekali. 


4 Juli 

Pagi hari saya coba untuk mengirim pesan ke drh, tentang perkembangannya. Karena saat itu perasaan saya gak enak banget.

Kayak tiba- tiba mau nangis dan jujur saya stress ngadepi kucing yang sakit. Tapi syukur, info dari Drh. Retno saat itu menenangkan hati saya.
[Foto kiriman drh]
 Kabarnya Milo sudah bisa minum sendiri, meski belum mau makan. Saat itu saya juga dikirimi foto terbarunya. Wah lega banget ya rasanya. Saat siang saya kembali di WA oleh drh Retno.

Mengabarkan kalau lebih baik Milo dibawa pulang saja karena di sana kucing ini agak stres. Jadi hanya diobat jalan saja. Karena Milo ini juga sudah bisa pipis sendiri setelah dikateter.


Emang sih, Milo ini kucing dengan kepribadian yang penakut sekali. Jarang mau ketemu dengan orang lain, selain orang di rumah kami. Bahkan saat dia sedang bersantai di ruang tamu, lalu tiba- tiba ada orang masuk saja, dia bakalan langsung lari terbirit- birit.

Sore hari setelah saya pulang kantor, Milo saya jemput dan bawa pulang. Tapi kondisinya masih sangat lemas. Apalagi saat mendengar cerita penjaga kliniknya, jantung saya rasanya kayak anjlok karena pagi hari tadi, Milo sempat kritis dan dikira dokternya sudah mati. Pantes aja perasaan saya kok gak enak banget. 

[Kondisi saat di rumah]

Nah, setelah saya bawa pulang dia masih bisa angkat kepala dan mengubah posisinya. Tapi kondisinya sangat lemas dan jujur kasihan banget lihatnya. Dititik itu saya bilang sama Milo "Yawisla Mil, kok kasian banget liatnya. Kamu minta dibawa pulang cepet meh pamitan ya. Nek emang mau pergi gpp".


Tapi masih tetap berharap Milo bisa sehat kembali.

Sebelumnya juga pernah kejadian Milo sakit seperti ini, tapi karena berantem. Udah sekarat banget dan seminggu lemas terus. Sambil saya spet makanan, saya suka bilang sama dia yang intinya saya gak rela dan gak ikhlas kalau sampai mati.

Alhamdulillah selalu kembali sehat. Tapi kali ini melihatnya sudah kesakitan seperti itu rasanya saya gak tega. 
[Saya elus- elus kepalanya masih respon]
Malam harinya, terakhir saya lihat Milo masih bernapas itu jam 23.00, sesekali saya masih spet air mineral supaya dia gak dehdirasi.

Rencananya kalau besok pagi masih lemas, saya mau bawa ke drh lain supaya dapat penanganan yang lebih bagus. Tapi waktu jam 2 pagi saya bangun, saya lihat Milo lagi.

"Loh, kok wis gak ambekan?" - (loh kok sudah gak bernapas?).


Buru- buru saya buka kandanganya dan pegang badannya. Masih belum sepenuhnya kaku tapi memang sudah gak bernapas. Saat itu ada bapak saya juga yang bangun. Saya nangis dong, meski udah bilang kalau gpp kalau kucing saya pergi, tapi ada rasa sakit di dada yang gak bisa dijelaskan. 

Paginya setelah subuh, saya minta kain putih ke ibu. Saat itu ibu belum tahu kalau Milo sudah mati. 


"Bu, ada kain putih?"


"Ada, buat apa?"


"Milo mati"


"Lho, ya Allah, lha katanya sudah bisa pipis to. Jam berapa?"


".... jam 2" - suara saya udah parau. Nangis.

[Sudah gak bernaywa]
Lalu, bapak sudah siapkan kuburan Milo di belakang rumah. Disitu bapak besarkan hati saya - aduh mbrambangi lagi nih. 

Beliau bilang, "Kucingmu itu wis bagus perawatannya, kalau gak lho udah dari dulu- dulu mati itu pas sekarat itu".


Saya cuma diem aja waktu itu, sampai akhirnya saya bilang kalau gak tega, kok matinya kesakitan gini. 

"Ya sama kayak orang, matinya kan ya dengan cara macam- macam. Kucingmu itu sudah tua, wis wayahe" - Bapak.


---------------------------------------------------------------------------------


Begitu ceritanya kucing saya kena FUS dan akhirnya tidak survive. Sebetulnya hari ke 4 setelah Milo mati, tiap kali saya lihat barang- barang yang berhubungan dengan kucing ini, seperti wadah makan, kandang, tempat yang biasa dia gunakan untuk menunggu saya pulang.


Saya masih suka nangis sendiri karena sedih. Kayak masih kerasa pegang bulunya yang halus dan lembut. Matanya yang syahdu tiap kali lihat saya, suara dengkurannya dan bagaimana dia percaya kepada saya, dengan menunjukkan perutnya untuk saya elus- elus.

Btw, kucing kalau dah goleran di depanmu itu, artinya kucing tersebut sudah sepenuhnya percaya padamu. Karena perut adalah bagian paling rawan pada kucing. 

Ya gimana ya, namanya juga udah dirawat sejak masih kecil banget, lho. Bonding selama 4 tahunan ini kan ya erat banget. Jadi saya sendiri juga gak mudah lupakan Milo begitu saja. Apalagi dia kesayangan saya banget. Banget banget banget deh.


Padahal kemarin- kemarin saya udah ada mikir, kalau kucing ini mau saya steril biar masa hidupnya bisa lebih panjang karena kalau sudah disteril kan bisa mengurangi resiko seperti sakit- sakitan.


Jadi gimana sih kok kucing itu bisa kena FUS? Nah, FUS ini sebetulnya lebih rentan menyerang kucing jantan, karena saluran kencing kucing jantan itu lebih panjang dan berkelok. Tapi bisa juga menyerang kucing betina.

Kalau pengalaman saya, kucing ini terlalu banyak mengonsumsi makanan kering (dry food), padahal sebetulnya komposisi makanan Milo sudah saya mix. 

Kadang makanan basah (wet food) juga atau tempe kukus. Tapi ternyata juga masih belum maksimal. Nah, makanan kering itu juga mineralnya sedikit banget, maka dari itu kucing harus banyak minum. 


Kayak yang saya bilang tadi, Milo itu minumnya banyak, jadi saya gak ngira kalau bisa sampai kena FUS. Selain itu, FUS juga sering menyerang kucing usia 4 tahun atau lebih.



[Bakalan kangen banget]
Andai bisa tahu dan ngeh lebih cepat, mungkin Milo gak akan sampai muntah. Setelah saya pelajari, kemungkinan Milo sudah keracunan urinenya sendiri. Sedih banget, karena kucing saat sakit tidak pernah menunjukkan kalau dia sakit, tau- tau aja udah parah. 

Terima kasih, Milo. Sudah memberi warna indah selama 4 tahun ini. Semoga kedepannya, kalau saya sudah berani pelihara kucing lagi, bisa lebih baik dalam perawatannya. 


Milo ini istimewa sekali bagi saya, karena dia yang memilih saya sebagai pemiliknya. Sleep Well, My Lovely.