Jumat, April 26, 2019

Kampoeng Heritage Kajoetangan

  10 comments    
categories: 
Karena sudah cukup lama tidak pelesiran ke Malang, akhirnya hari Minggu kemarin, saya coba buat melipir kesana. Tujuannya mau foto- foto di wisata heritage yang ada di Kayu Tangan.
Toko di depan pasar Gajah Mada
Seperti kebiasaan sebelum- sebelumnya, tiap kali mau datang ke suatu tempat, saya pasti akan mencari terlebih dulu lokasinya. Buat referensi, kira- kira worth it gak sih buat dikunjungi. 

Nah, saya tahu lokasi kampung ini dari Instagram, kok rasanya kayak bagus dan akhirnya tertarik untuk berkunjung. Btw, saya pernah tinggal di Malang kurang lebih 4 tahunan, tapi kenapaaaaa pas udah gak stay lagi jadi banyak tempat baru yang bagus- bagus. Haha. Kesel.

Minggu pagi berangkat ke Malang sekitar pukul 06.15 dan kondisinya lenggang banget, sedikit kendaraan yang lalu lalang. Mungkin karena masih pagi juga, jadinya sepi dan bisa cepat sampai di tujuan. Mungkin kurang dari 2 jam saya sudah sampai di Malang kota. 

Beres janjian dan ketemuan sama Ical, kita coba buat cari sarapan dulu di sekitaran kampus UM. Sambil nostalgia zaman- zaman kuliah. Beres sarapan langsung cus cari daerah Kayu Tangan. Jujur agak lupa meski sudah dibantu sama Google Maps. Emang dasarnya saja buta peta sih aslinya. 

Nah pas navigasi menunjukkan kalau kamu sudah dekat dengan lokasi Kampung Heritage Kayu Tangan, eh malah hujan mulai turun. Jadilah kami berdua memacu kendaraan ke pasar Gajah Mada untuk berteduh.

Lumayan deras hujan turun dan waktunya juga cukup lama. Jadinya kita jalan- jalan lihat apa yang ada di dalam pasar dan lihat orang belanja. 

Sekitar pukul 11 lebih hujan baru reda meskipun masih gerimis. Tapi karena memang saya tidak punya banyak waktu di Malang, jadi harus segera meluncur ke tujuan, yaitu kampung Kayu Tangan.

Waktu cek Google Maps pun, saya dan Ical masih belum menemukan lokasi yang tepat, "hadoh endi seh iki, kok mulek ae!", gerutu saya.

Ternyata pintu gerbang untuk bisa masuk ke Kampung Heritage ini ada 4, dan keempatnya sudah kami lewati sebelumnya. Bajilak. Haha. Namun yang muncul di Google Maps hanya satu, yaitu di Jalan Basuki Rachmat Gg VI.

Padahal untuk bisa masuk ke area perkampungan ini bisa lewat pintu gerbang dan gang mana saja yang mengelilingi kampung ini.

Saat kami datang berkunjung, Kampung Kayu Tangan ini ramai sekali karena ada workshop GenBi (Generasi Baru Indonesia) di salah satu gedung pertemuan yang ada di kampung ini. 

Sebetulnya sedikit bingung juga ya waktu masuk ke lokasi ini, selain karena di Maps munculnya cuma satu gerbang saja, saat itu juga bingung mau izin masuk kampungnya ke siapa. 

Setelah memarkir kendaraan, kami dipanggil oleh seorang ibu penjaga warung yang ada di dekat pintu masuk dan diminta untuk mengisi buku tamu, kemudian kami diberi kartu pos serta peta untuk menjadi guide selama perjalanan di kampung ini.

Tiket masuknya juga standar wisata lainnya, seperti Jodipan dan kampung Biru Arema, yaitu Rp 5.000/ orang dengan retribusi parkir Rp 2.000 untuk motor. 


Setelah menunggu hujan sedikit reda, kami mulai menyusuri kampung ini. Sayangnya waktu itu, kami tidak sampai masuk ke rumah- rumah yang ditunjuk sebagai rumah heritage, ya.

Karena ada beberapa yang pintu gerbangnya dikunci dan ada juga yang terbuka, tapi rasanya agak sungkan dan riweh kalau harus masuk- masuk ke rumah orang. 

Menurut saya sih, kampung heritage ini suasannya sama seperti kampung padat penduduk lainnya. Rumah- rumahnya berdekatan dan padat khas perkampungan yang ada di perkotaan, namun yang menarik adalah di sini ada cukup banyak rumah dengan aksen Belanda yang dipertahankan, selain itu juga kondisi rumahnya masih bagus dan bersih.

Perlu waktu yang cukup lama kalau mau tahu semua tempat di kampung ini, saya sih gak nemu semuanya. Padahal rasanya waktu itu sudah muter berkali- kali.

Atau mungkin juga karena waktu itu kondisinya sedang ramai ya. Mungkin lain kali akan berkunjung lagi, saat tidak musim liburan. 

Rabu, April 10, 2019

Tips Cermat Memilih Paket Wisata ke Bali

  2 comments    
categories: 
Pulau Bali sering kali menjadi tujuan utama para wisatawan, baik domestik ataupun mancanegara. Tidak heran jika banyak sekali tawaran mengenai paket wisata Bali yang murah meriah dengan segala fasilitas yang diperlukan.

Nah, kalau kamu salah satunya yang punya niat untuk berkunjung ke Bali, ada baiknya langsung hunting paket liburan yang lebih murah dan cocok untuk kantong. Dengan begitu kamu gak perlu lagi menunggu dana terkumpul banyak hanya untuk dapat berlibur ke pulau dewata Bali.

Mungkin dulu para traveler lebih tertarik untuk berkunjung ke pameran wisata atau travel fair demi mendapatkan tiket yang lebih terjangkau. Tapi kalau berkunjung ke travel fair sudah identik dengan desak- desakan.

Hal ini dikarenakan kuotanya tidak sebanding dengan banyaknya peminat travel fair ini. Itulah kenapa kita harus berlomba untuk mendapatkan penawaran terbaik pada moment tersebut. Kamu yang sering datang ke travel fair pasti sangat paham dengan situasi dan kondisinya.

Namun di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, hal tersebut tidak perlu kamu lakukan, kenapa? Karena sudah banyak agen travel online yang menawarkan berbagai keperluan liburan dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah.
[Sumber foto : Telegraph.co.uk]
Namun kamu harus tetap aware dan tidak bisa sembarangan, karena harus tetap memperhatikan beberapa hal sebelum salah memilih. Nah, kecermatan memilih paket wisata Bali itu bisa dilakukan dalam beberapa hal seperti:

1. Perhatikan travel online yang kamu pilih.
Bali sering sekali menjadi tujuan utama dalam liburan, tidak sedikit travel online yang menawarkan paket wisata lengkap. Namun hal ini tidak bisa diambil begitu saja tanpa melakukan pertimbangan. Pertimbangkan fasilitas yang diberikan oleh satu travel dengan travel lainnya.

2. Telusuri kredibilitas.
Saat ini ketergantungan kita terhadap pilihan jasa travel online sangat besar, gak heran kalau banyak agen travel yang bermunculan. Tapi kamu sebagai salah satu pengguna harus paham seperti apa kredibilitas dari masing-masing travel. Misalnya saja dengan melihat testimoni pelanggan lain melalui feedback ataupun bintang yang diberikan.

3. Perhatikan fasilitas yang diberikan.
Harga murah memang sangat menarik perhatian masyarakat yang akan melakukan liburan, tetapi sebelumnya lebih baik pahami dulu fasilitas apa saja yang diberikan dari travel tersebut. Hal ini penting untuk menjamin kenyamananmu saat liburan.

Nah, itu tadi beberapa hal yang dapat menjadi perhatikan sebelum kamu memilih travel online untuk melakukan perjalanan dengan lebih murah. Yang pasti kamu bisa melihat terlebih dahulu kualitas dari travel online.

Salah satu yang cukup direkomendasikan adalah Mister Aladin, situs ini menyediakan berbagai macam keperluan liburan. Kamu juga bisa mendapatkan paket wisata Bali yang murah dan lengkap dari Mister Aladin. Untuk lebih detail mengenai informasi ataupun harga yang ditawarkan bisa langsung kunjungi aplikasinya ya.


Minggu, April 07, 2019

Mencari Sunyi di Bukit Maskumambang

  6 comments    
categories: 




Cerita jalan- jalan sore kali ini saya pergi sama Resha, teman yang sudah saya kenal sejak zaman TK. Sebelum- sebelumnya kami tidak ada rencana untuk pergi jalan, kala itu tiba- tiba pengen nostalgia ambil foto pakai tustelnya Resha.

Rencananya cepat saja, tiba- tiba langsung disamperin dan berangkat ke Kediri. Diajaklah saya buat muter Kediri sambil cari di mana bagusnya buat foto- foto senja, akhirnya diputuskanlah untuk pergi ke Bukit Maskumambang di daerah Brigif Klothok.







Saya sendiri sebetulnya hanya beberapa kali saja berkunjung ke daerah Klotok ini, itupun sudah lama sekali, mungkin sekitar masa SMP, artinya sekitar tahun 2007. Saat itu saya pergi dengan keluarga untuk rekreasi sekaligus berenang. Nah, kemarin itu baru berkunjung lagi dan baru tahu ternyata di sini ada juga bukit yang kalau sudah sampai di puncaknya bisa lihat luasnya pegunungan Wilis.



Setelah sampai di area Brigif Klothok, kami memarkir kendaraan dan mulai naik melewati anak tangga. Lumayan banyak juga anak tangganya, cocoklah buat pemanasan. Haha. Namun, setelah sampai di atas, ternyata anginnya semilir banget dan pemandangannya juga cantik.



Ohya, di sini juga ada area makam, namanya makam Boncolono. Makam ini merupakan makam dari mbah Boncolono, seorang kakek tua yang membantu masyarakat Kediri saat zaman penjajahan Belanda. Seperti yang kita tahu dari sejarah, saat zaman penjajahan kehidupan masyarakat sangat susah dan sengsara karena dijadikan budak.



Mbah Boncolono ini sakti dan sulit ditangkap, bahkan kabarnya beliau bisa hidup kembali setelah dibunuh. Akhirnya Belanda menggunakan siasat politiknya, akan membayar mahal bagi siapapun yang bisa menemukan cara untuk membunuh mbah Boncolono ini. Ternyata, salah satu kelemahan dari mbah Boncolono adalah, sesudah ia mati jasadnya harus dipisahkan dari kepalanya, serta dikubur terpisah melewati sungai, sehingga harus dipenggal.




Maka dari itu, ketika mereka membunuh Mbah Boncolono, Belanda mengubur tubuhnya di Bukit Maskumbang sedangkan bagian kepalanya di Ringin Sirah. Lokasi ini dipisahkan oleh Sungai Brantas. Ngeri juga ya.

Tapi kemarin saya kesana bukan untuk ziarah, hanya mencari sunyi dan suasana senja saja. Sepulang dari Bukit Maskumambang, kami mengisi perut dengan menu pecel tumpang yang ada di sepanjang jalan Dhoho Kediri.



Buat yang pengen mampir ke Bukit Maskumambang, kalian juga bisa melihat kijang di taman Brigif.


Kamis, April 04, 2019

[REVIEW] Produk Grooming Body and Tail

  1 comment    
categories: 
Karena ini postingan review jadi sama mau sedikit cerita soal gimana sih saya dapat produk ini. Thanks to Kediri Cat Lovers yang sudah kasih kesempatan buat nambah ilmu. 

Sekitar dua minggu yang lalu, saya coba buka facebook web di handphone. Kegiatan yang sudah lama tidak saya lakukan. Ya cukup lama sih skrol- skrol timelinenya. Kok ya pas dan gak sengaja nemu postingan salah satu grup soal gathering komunitas penyayang kucing di Kediri.

Sebetulnya sih, saya sudah lama juga gabung di beberapa grup facebook komunitas- komunitas yang ada di Kediri. Cuma ya gitu, hanya sebagai silent reader dan silent member aja karena sejak zaman kuliah kan tidak stay di Kediri.

Bahkan saat sudah lulus kuliahpun saya juga sangat jarang, bahkan hanya beberapa kali saja pulang ke Kediri. Mantan anak rantau detected.

Maka dari itulah saya hampir tidak pernah ikut serta dalam acara komunitas- komunitas yang saya ikuti di grup- grup facebook, mendaftar menjadi member secara fisikpun tidak, hanya ikut serta dalam dunia maya saja. Istilahnya mungkin, member bayangan kali ya. Antara ada dan tiada, kayak setan. Hahaha.

Nah, pas sekarang udah di Kediri, udah stay terus di sini. Jadi udah bisalah ikut rusuh- rusuh kalau komunitas yang saya ikuti di facebook itu bikin gathering atau kumpul- kumpul seru di hari libur.

Gathering Kediri Cat Lovers ini juga pas acaranya di hari Minggu, ya daripada saya di rumah dan gak ada acara kemana- mana, jadilah coba buat join dengan menghubungi salah satu PIC (Person In Charge) yang ditunjuk, yaitu mbak Ika.

Awalnya perkenalan diri sedikit, terus nanya masih bisa gak ya buat gabung. Eh gak lama kemudian diinvite ke grup Kediri Cat Lovers. Setelah ikut listing, saya sudah resmi buat datang di acara gathering.

Ohya ini pertama kalinya saya ikut gatheringnya KCL dan pas banget ada produk sponsor yang dibagikan untuk 40 orang pertama yang listing ikut gathering. Produknya adalah Body and Tail. Salah satu prouk yang digunakan untuk grooming hewan peliharaan kita. Seperti kucing, anjing, bahkan kelinci.


Nah di acara ini juga kita juga dapat tambahan pengetahuan tentang bagaimana cara memandikan kucing yang betul. Mulai dari Pre cleaning, degreasing, deep cleaning shampoo, pemberian shampoo, proses pengeringan dan after grooming.


Sayangnya saat itu saya tidak ikut sampai selesai dan karena pengurusnya baik hati, saya dikasih 2 produk dari Body and Tail ini. Yaitu degreaser untuk menghilangkan minyak pada kulit hewan dan shampo. Alhamdulillah.

Satu minggu kemudian saya coba untuk memandikan kucing di rumah pakai produk Body and Tail sesuai arahan. Pertama, coba pakai degreaser untuk menghilangkan minyak pada kulit kucing. Bentuk degreaser ini kayak jelly, baunya wangi enak macam permen karet. 

Nah, pemakaian degreaser ini dicampur dengan air dan perbandingannya adalah 1:10 dalam kondisi bulu kering supaya penyerapan kandungan yang dimiliki produk ini maksimal. Maksud dari 1:10 adalah 1sendok degreaser dan 10 sendok air. Atau kalau mau diubah ke mili juga boleh. 

Yang pertama dilakukan adalah membasahi kucing dengan campuran degreaser dan air di ekor, kemudian dilanjut ke belakang telinga diaplikasikan dengan rata sambil dipijat. Kemudian ke seluruh tubuhnya.

Jadi, saat mengaplikasikan degreaser ini kucing dalam kondisi kering yaa. Setelah itu tunggu sekitar 5 menit sambil pijat ringan, lalu bilas sampai bersih.


Selanjutnya saya pakai shamponya, karena memang hanya punya 2 produk ini jadi prosesnya tidak panjang seperti grooming pada umumnya. Hanya diambil tahap awal dan tahap akhir.

Shampo yang kupakai ini namanya Moonlite Shampoo. Moonlite ini merupakan tahap akhir dari proses grooming. Sifatnya lembut di rambut atau bulu kucing. Bikin bulu bisa lebih ngembang dan wangi segar.

Setelah Milo selesai mandi dan kering, bulunya memang lebih mengembang dari biasanya dan halus saat dipegang. Baunya juga wangi segar. 

Saya sebetulnya juga jarang mau datang ke gathering komunitas, tapi kali ini tertarik untuk coba ikut karena beberapa hari sebelumnya, saya kan grooming kucing di salah satu pet shop.

Disitu saya diinfokan kalau kucing saya terkena gejala scabies atau lebih umum dikenal dengan penyakit kulit gudik. Aduh jangan-jangan karena selama ini saya kurang aware menjaga kebersihannya.

Sebetulnya selama ini saya juga sering memandikan kucing secara mandiri. Tapi karena musim hujan, jadinya gak sempat terus. Apalagi posisi kerja juga jadi betul- betul belum bisa memandikan pak tua Milo. Jadilah grooming di pet shop jadi pilihan. 

Saat itu saya juga coba buat beli obat scabies untuk Milo. Harganya tidak terlalu mahal, agak lupa nominal pastinya. Kurang lebih sekitar 30ribu. Scabies pada Milo ini lumayan mengkhawatirkan karena di telinganya mulai muncul jamur yang berbentuk kerak. 

Selain di telinga juga ada beberapa di belakang telinga dan sekitar kepala. Hal ini sangat menganggu saat dia mulai minta untuk dielus kepalanya. Karena tiap kali saya pulang kerja atau saat dia berjumpa dengan saya, dia selalu menabrakkan kepalanya baik ke kaki atau tangan. 

Saya sendiri juga kalau ada jamur gitu kan jadi risih. Untungnya sudah cepat ditangani dan saat ini sudah berangsur sembuh. Awalnya mau saya coba bawa ke dokter hewan, namun saat coba konsultasi ternyata dicoba dengan obat oles dulu saja.

Tambah ilmu lagi tentang dunia kucing.