Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Just Photos

Gambar
 chocolate Arema out of focus nb : untuk hasil lebih baik bawalah tripod, Silviana! Good Mood Choco Bloreo Fatkhi

Pertama Mendaki, Nyasar di Panderman

Gambar
Weekend kemarin terasa istimewa. (26/4), saya bersama ke 19 teman saya berangkat mendaki Gunung Panderman. Diawali dari postingan pengumuman salah satu teman kami, Juan Carlo di WA kelas, mengenai rencana camping di Panderman. Katanya iseng, biasanya gak ada yang respon. Ternyata anak perempuan banyak yang respon dan pengen ikut, termasuk saya. Saya pengen ke Panderman udah lama, dulu dikasih janji sama Kahim (ketua himpunan) saya di HMJ, Satyani. Tapi karena waktu belum memugkinkan sampai sekarang kami belum jadi kesana, gak taunya malah saya pergi sama teman sekelas. Kami janjian di kampus, berangkat bersama pukul 16.00, namun karena hujan deras ditunda sampai reda. Sampai Maghrib, hingga pukul 19.00. Alhamdulillah hujan reda, dan kami berangkat. 10 kendaraan, dan seperti biasa saya dibonceng Mbah Nang (Danang) teman sekolah saya sejak SMP hingga kuliah. #Selfshoes Kami berhenti sejenak di SPBU, dan melanjutkan perjalanan ke Panderman. Di tengah perjalanan, hujan kembali

Welcome, a new family.

Gambar
Keluarga Baru, Kuliah Kerja Nyata 2014 Mulai kemarin, dan hari ini, hingga dua bulan kedepan, bersama mereka, bersama nama- nama yang belum pernah saya dengar sebelumnya, kami akan hidup dalam satu atap, di suatu desa, yang entah dimana letaknya. Semoga kita solid. 

[Pict] Kaos Google

Gambar
Terimakasih buat mas @SlameTux kaosnya, juga @rialyzara

Dibalik Layar Sharing BLOGGING, PERSONAL BRANDING AND SOCIAL MEDIA

Gambar
Kemarin, hari Selasa. Saya diberi kesempatan oleh salah satu teman dari organisasi KIM (Karya Ilmiah Mahasiswa) UB untuk sharing mengenai judul diatas. Awal mulanya, teman yang bernama Luky Amalta ini menghubungi melalui bbm, menanyakan mengenai blog dan sosial media. Saya kira dia cuma tanya biasa, ternyata saya diminta jadi pemateri. DEG!! Saya langsung galau berhari- hari. Hahaha. Bingung minta materi sana sini, sharing sama pak Fajar via bbm. Galau pokoknya. Kemudian dikasih masukan untuk minta materi ke Klebun Plat M, mas Wahyu Alam. Alhamdulillah langsung dikasih. Terimakasih mas Wahyu. Akhirnya saya bilang, ini bukan pemateri ya, sharing biasa aja, ndoprok- ndoprok ning kloso duduk duduk biasa. 3 minggu sejak konfirmasi dari Luky saya masih ngeles terus, mungkin sebenernya lebih ke Saya- Gak- Pede ngomong di depan banyak orang. Saya masih takut berhadapan dengan banyak orang, apalagi asing, sekelas Universitas Brawijaya. Yeah, semua tahulah gimana mahasiswa UB.

Think Before Posting

Gambar
Sebagai makhluk sosial tentunya kita sering berkomunikasi satu dengan yang lain. Mulai dari percakapan nyata (tatap mata), dan percakapan via dunia maya (chatting, webcam). Dari sekian banyak percakapan tersebut sudah tentu kita mengalami yang namanya salah paham, anak sekarang bilangnya miss communication . Mungkin, kalau ngobrol nyata kita bisa lihat ekspresinya, tapi kalau dunia maya ?  Salah penggunaan tanda baca saja bisa jadi masalah loh, apalagi, mengeluarkan pernyataan yang kurang enak. Bagi sebagian orang mungkin, pernyataan tersebut biasa, tapi bagi orang lain lagi ? Nah! Ya, berasa gimana gitu ya kalau lagi enak- enaknya ngobrol tiba- tiba ada yang marah karena merasa terganggu kemudian mengeluarkan perkataan kurang enak dibaca, dan kemudian salah paham.  Ujung- ujungnya masalah dunia maya pasti dibawa ke dunia nyata, ujungnya lagi gak nyapa. Atau mungkin, habis marah gitu nulis di sosyel media. Ih, kan jaman begitu udah lewat, itu jaman waktu SMA.  Jadi, kayaknya Thi

Diawali dari Langkah Pertama

Gambar
Foto ini, di tempat ini menjadi langkah awal kami berdua (@tiwwiDy dan saya) untuk berani melangkah dan melangkah lagi, mengenal kalian semua.  #OldPict2011 Blogilicious Madura

no tittle

Gambar
Puisi dari Dee Lestari selalu dalam..

Kadang- Kadang

Kadang- kadang, saya terlalu takut kalau tiba tiba kepikiran hal yang gak mengenakkan. Langsung kayak takut takut sendiri, dan parno. Beberapa hal sering terjadi setelah kepikiran dan diungkapkan. Ini semacam dafuqable feeling mungkin ya. Kayak kemarin waktu ngeprint tugas dan jilid. Mas penjaganya lama banget, dan waktu mas nya motong bagian kertas yang kelebihan pakai cutter tiba- tiba kepikiran kalau tangannya bakal kena, terus ngomong ke Jijah bisik- bisik “ih nyung, kok ngeri ya misal kena cutter”. Dan mas penjaga teriak kesakitan, kena cutter. Padahal aku ngomongnya gak pakai toa masjid tuh. Udah sering kejadian kayak gitu, jadinya sekarang lebih belajar aja kalau ada hal- hal yang gak enak dipikiran, cuma diem aja. Kalau baik baru deh di koar- koarin, kayak kelas kosong   misalnya. Hahaha Ya mungkin, memang perkataan adalah doa. Udah paling bener memang, kalau hal baik silakan di sebarin, hal buruk di kekep sendiri.  *disela- sela kuliah Pengembangan*

Pesta Demokrasi

Gambar
9 April, pesta demokrasi Indonesia baru saja dimulai. “Hampir” semua masyarakat turut serta memeriahkan pesta yang menghabiskan APBN hingga 21 T. Enggak heran kalau sampai segitu banyak, karena Indonesia bukan negara kecil. Nih, saya udah 20tahun dan saya dapat undangan buat milih. Kemarin, saya berkesempatan untuk ikut merasakan euforia pemilu, menjadi saksi dari salah satu partai. Sebenarnya, saya diminta oleh bapak untuk menggantikan beliau jadi panitia KPPS, tapi Alhamdulillah gak jadi karena ternyata jadi KPPS itu riweh. Mulai dari pagi, hingga malam bahkan ada yang sampai pagi lagi.   Nah, saya kemarin ada di TPS 10. Jam 7 upacara dimulai, diawali dengan saling sapa dan salam sama semua panitia, setelah itu KPPS mengucapkan sumpah. Setelah upacara selesai saya pulang dan balik lagi pukul 13.00. Di TPS saya, penghitungan dimulai pukul 14.00.   *Piss*   Seharusnya di jadwal penghitungan dimulai pukul 13.00. Penghitungan dimulai. Diawali d