Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Buah Ngayal Semalam



Beberapa waktu ini saya jadi ga kerasan di Malang, kangen rumah terus, kangen masakan ibuk, kangen semuanya yang di rumah. Di rumah semuanya enak. Efek semakin dewasa entah kenapa saya semakin takut meninggalkan rumah, takut jauh dari rumah dan seisinya. Mungkin saya kebalik ya, masa- masa muda seharusnya adalah masa dimana pergi jauh dari rumah, mencari pengalaman. Jika sudah cukup, maka pulang. 

Tiba- tiba semalam, ditemani lagu- lagu @tulusm saya kepikiran, mungkin lebih tepanya ngayal. Ngayal kalau misalnya Kediri- Malang dapat ditempuh dengan pulang pergi setiap hari dalam waktu tak kurang dari 60 menit dan murah pastinya. Maka, kami anak rantau ini tak perlu lagi mengalami yang namanya “homesick” karena setiap hari dapat merasakan kenyamanan dan kehangatan berada bersama keluarga di sebuah tempat yang disebut rumah. Tak ada lagi yang namanya kehabisan uang di akhir bulan, tak ada lagi makan mie instan. Mahasiswa rantau akan lebih sehat dan hebat. Haha.

Ngayalnya, coba kalau Kediri Malang bisa ada commuter line. Pasti enak dan lebih asik lagi kalau bisa pulang setiap hari, masyarakat commuter. Pagi merantau sore pulang. Maka, Malang hanya akan penuh di pagi hingga sore saja, sepulang itu, Malang tetap akan menjadi Malang. Gak bakal ada Malang sesak begini.

Seringkali saya membaca mengenai sistem transportasi luar negeri. Ya okelah, Indonesia memang belum sampai untuk urusan tersebut. Tapi, bisa bayangin gak sih misal bisa kayak gitu ? Pasti akan lebih banyak lagi keuntungan yang didapat.

Ya, mungkin awalnya memang memakan banyaak sekali dana untuk merealisasikan hal tersebut, eh bukan banyak sih, buanyaaaak pooool. Tapi, selanjutnya pasti akan indah.

Kemarin, saat di Jakarta saya pengen banget naik Commuter Line, muter Jakarta, sayang banget waktunya yang gak tepat, terlalu banyak kegiatan dan capek. Padahal kepingin banget tau rasanya. Ujung- ujungnya Cuma bisa stalk twitternya pak @nukman yang tiap hari upload foto dan keadaan di commuter line.

Pernah tau kan kata- kata ini ?

"Negara maju bukanlah negara tempat orang miskin mengendarai mobil. tapi tempat orang kaya menggunakan transportasi publik."

Nah, kita gimana ? 

*eh sorry ya buat anak rantau luar Jawa Timur* hehe

#LagiBener


Komentar

  1. mau naik commuter line, ke bekasi aja yuk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mauu mak. Kapan- kapan kalau saya ke Bekasi deh :D

      Hapus
  2. Aku wis ping 3 koyoke ning meduro. Btw bisa kok sebenarnya negara kita ini kayak luar negeri, asal gak ada yg korupsi aja sih..

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame