Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Serunya Bikin Konten dengan Kuota Nonstop dari Smartfren

Gambar
Hello fellas, gimana nih kabarnya? Semoga selalu sehat ceria ya. Tahun 2020 sudah hampir habis dan di suasana yang masih serba tak pasti seperti sekarang karena pandemi, kayaknya kita mulai dibiasakan untuk ada di rumah saja, ya. Tapi Alhamdulillah ada juga yang sudah menerapkan new normal namun tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.Karena kebiasaan di rumah saja itu, ada beberapa kalangan yang memanfaatkan waktunya untuk mencoba banyak hal baru.  Salah satunya, saya sendiri. Di awal-awal pandemi, saya mulai menjalankan small business makanan ringan yang berbahan dasar dari mie. Kunjungi kami di Shopee ya! Nah, seiring waktu berlalu dan banyaknya waktu luang yang saya punya, saya mencoba untuk belajar tentang digital marketing. Semuanya otodidak dari internet dan kelas online. Tentang pemasaran yang baik di dunia maya, promosi, sampai  packaging yang murah meriah namun tetap eye catchy. Amazing juga rasanya, saya bisa dapat semua itu dari internet.  Nah baru-baru ini, saya sedang

OFF!

Halo, sudah lama rasanya tidak menulis disini. Banyak yang sebenarnya ingin saya ceritakan, tapi masih terkendala dengan waktu, koneksi internet, dan sifat malas. he he Oh ya, untuk satu bulan kedepan saya akan off menulis di rumah yang ini ya, so sorry karena saya sedang mengikuti tantangan #30HariMenulis yang diadakan oleh BLOGdetik. Kompetisi ini dimulai sejak tanggal 17 Agustus hingga 15 September dan pendaftaran terakhir kemarin tanggal 11 Agustus. Untuk infonya sila cek di dblogger.blogdetik.com.. Selama 30 hari kedepan saya akan menulis di rumah lama saya, yaitu http://einstein.blogdetik.com/ .

Happy Eid Mubarak

Gambar
Alhamdulillah.. We meet again!  Mohon maaf lahir dan batin untuk teman- teman semua yang membaca postingan ini ya. Hanya kata yang bisa saya haturkan ke anda semua.  Semalam, depan rumah sungguh meriah. Selain itu di musholla beberapa anak juga sibuk berebutan mic  karena semua ingin mengumandangkan takbir. Subhanallah. Sayangnya, musholla tak seramai dulu. Dulu, anak muda tanpa dikomando datang dengan sendirinya ke musholla belakang rumah, membuat oncor, klothekan, patungan beli jajanan. Sekarang ? masing- masing sibuk dengan urusannya. Ah, zaman memang sudah berubah ya.  Semoga ini hanya siklus, suatu saat nanti akan seperti dulu lagi.  Semalam, sebelum ke musholla saya dan mba Tiwwi menyalakan kembang api.  Merah : Silvi; Ijo : Nurul; Coklat : Tiwwi. Oke gitu aja, selamat hari raya idul fitri semuanya :D

Tidur Tenang ya Merah

Gambar
Masih ingat dengan postingan berjudul Sayang Mpus ?.  Ada cerita menyedihkan tentang kucing tersebut. Jadi, beberapa hari yg lalu, saya nitipin kucing itu (namanya si merah) di tetangga untuk disusu oleh ibu kucing. Hari 1 si merah baik- baik saja, hari ke 2 saya ke sana lagi masih bisa lari- lari, hari ke 3 saya absen ngunjungin si merah karena ada kesibukan beres- beres rumah dan mengantar pesanan teman ibu, hari ke 4 saya ke tempat tetangga untuk menjenguk si merah sekalian menukar uang receh, titipan ibu. Saya kesana pagi, sekitar jam 6. Saya nyari si merah kok gak ada padahal ibu kucing ada, habis itu saya nanya sama tetangga saya, mana pus yg mau saya pelihara. Kemudian saya dikasih lihat di kamar sholatan, si merah sudah sekarat. :'( Katanya sudah sejak shubuh begitu, diagnosa saya kemungkinan si merah kedinginan dan kelaparan. Soalnya si ibu kucing kurang begitu mau menyusu si merah karena sempat lepas dari ibunya beberapa hari.  kemudian si merah saya bungkus kain,

Sayang Mpus

Gambar
Tepatnya hari Jum'at 2 Agutus 2013, salah seorang tetangga meninggal dunia dikarenakan keserempet sepeda motor, jatuh dan kepala duluan yang menyentuh tanah, otak belakang yang kena, hingga akhirnya kehabisan darah dan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Innalilahi Wainailaihi Rojiun. Hari baik, saat puasa romadhon dipanggil Allah. Insya'Allah beliau selamat Dunia Akhirat. Amin. Tetangga saya itu orangnya baik, baik sekali, supel dan rajin beribadah ke masjid. Itulah kenapa saat ada berita kalau beliau meninggal hampir sedesa keluar rumah untuk menengok dan berbincang dengan tetangga lainnya serta menyampaikan bela sungkawa dan tentunya tidak menyangka jika secepat ini karena paginya masih saling bertegur sapa. Saat keluar rumah ini saya dan ibu pergi ke tetangga sebelah untuk mengabari. Tetangga saya ini namanya Mbah Nab, senang sekali dengan kucing, kucingnya banyak. Mbah Nab juga sangat telaten loh mengurus kucing. Nah, saat di depan rumah mbah Nab ini ada ku

“Semua Akan Pergi”

Untuk saat ini, tidak ada hal yang lebih buruk kecuali kejadian 10 Juni yang lalu. Setelah sekian lama tidak merasakan kesakitan yang mendalam, saat itu Tuhan memberi kami ujian. Uti dipanggil pulang, menyusul mbah kung, buyut, serta saudara lainnya. Setelah 14 tahun semenjak kepulangan mbah kung, dan bukan kebetulan saat itu ibu sedang mengandung adik saya, Donni. Serta saat itu saya masih kecil, hingga saat itu saya masih sempatnya bertanya pada ibuk yg banjir air mata "mbah kung lagi babuk kok diiyami to buk, kan adem" (kakek lagi tidur kok di mandiin sih buk, kan dingin), dan setelah saya mulai SMP, saya baru paham, kakek saya sudah meninggal. *Sedikit cerita tentang kakek saya, beliau adalah the best mbah kungkung i ever have. Meskipun saat itu usia saya masih 6 tahun, tapi cinta kasih mbah kung tak ada habisnya. Sejujurnya saya tidak begitu ingat bagaimana bentuk kasih sayang beliau, tapi karena ibu sering bercerita, saya jadi bisa mengimanjinasikan kasih sayan