Minggu, Januari 28, 2018

Reuni Dadakan Sambil Belajar jadi Top Contributor dan Local Guide

  2 comments    
categories: 
Haha. Judulnya apa banget yak.
[yang motret Yoyok]
Jujur saja sejak agak lama gak nulis blog, saya merasa kok bahasa rasanya jadi kaku banget. Gak seluwes biasanya. Tapi yasudahlah, toh blog memang digunakan untuk hepi-hepi, semoga yang masih suka mampir kesini juga senang dengan tulisan yang saya unggah di sini ya. *ngarep.

Jadi, tepat satu minggu yang lalu saya berjumpa dengan beberapa teman zaman SMA di acara sharing bareng soal local guide dan top contributor Google yang diadakan di salah satu cafe di Pare, D'Leon. Kebetulan pas itu ada Ria Lyzara yang jadi pembicaranya, udah pada tahu lah ya kiprahnya Ria gimana :D.

Kebetulan pas itu ada teman SMA yang lain, Fatkhi (yang beberapa kali sering pergi sama saya dan hunting foto bareng) dan Ichris (ini teman SMA juga). Over all acaranya seru, yah intinya sharing saat itu nyenengin banget karena kita jadi tahu soal gimana sih supaya bisa berbagi sama orang lain dari hal yang paling kecil. 
 
[mehehehe, mana sih kameranya]

Kalau kita ga bisa berbagi lewat harta benda- sedekah. Berbagilah melalui Local Guide atau menjadi Top Contributor dengan membantu orang lain menemukan tempat- tempat yang mereka tuju danmenjawab pertanyaan orang orang yang membutuhkan jawaban. Eh iya, untuk yang sharing Local Guide adalah mba Nunu Instajramnya @klepon.abang kalau yang Local Guide si Ria.


Nah untuk bisa jadi local guide caranya simpel banget, cukup dengan berkontribusi di Maps (aplikasi di HP kalian). Foto tempat yang kalian kunjungi dan tulis ulasanya. Sedangkan untuk menjadi top contributor kalian cukup membantu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan orangdi forum yang bisa kalian akses di  Top Contributor. Kalau mau masuk forumnya klik aja yang Google Help Forums nah kalau yang Help on Social itu juga sama, hanya saja yang Help o Social itu harus connect ke twitter. Simpel. Eh iya, saya sarankan pakai pc saja karena lebih friendly. 

Nah kalau masih bingung bisa langsung ke @rialyzara aja. Hahaha

Seselesainya acara, saya melanjutkan makan bersama 4 teman yang lain ke Mie Djudes yang selalu ramai (murah) di Pare. Next post InsyaAllah bakalan diceritain soal tempat makan yang hype dikalangan kids zaman now-nya Pare yuhu. 
[Ichris, Ria, me, Fatkhi]
Thankyou teman-teman, sudah meluangkan waktu untuk berkumpul dan bercerita. Sukses selalu untuk kita semua. See you when I see you. 


Minggu, Januari 21, 2018

Ayam Bakar Pak Biso Maospati Murah dan Nikmat

  1 comment    
categories: 
Cerita ini merupakan lanjutan dari perjalanan menuju garhering employee. Setelah malam sebelumnya saya dan teman- teman menginap di Hotel Wisma Djaja Bojonegoro, kami melanjutkan perjalanan menuju Madiun via Ngawi. Kebetulan sebenernya enggak juga sih pas jam makan siang, jadilah perut naga kami semua minta diajak mampir makan siang dulu. Tempat makan ini adalah rekomendasidari Area Sales Manager saya di Kediri.

Warung Pak Biso ini letaknya ada di Jalan Raya Maospati Solo, kalau dari Bojonegoro ada d sebelah kiri jalan. Menyediakan menu ayam goreng dan ayam bakar yang rasanya cenderung manis. Mungkin juga karena kena budaya solo yang sukanya manis- manis. 

Pelayananya cukup cepat, sekitar 20 menitan ayam bakar siap dinikmati. Tempatnya sih minimalis cuma cukuplah kalau pas rame-rame dan yang paling penting nyaman. Kebetulan pas itu kami milih tempat di luar, soalnya udara di Maospati cukup panas.

Harganya juga cukup terjangkau, kurang dari Rp. 10K/ porsi. 

Share foto- fotonya aja ya. 












Taken with yi4k.

Jumat, Januari 05, 2018

Manfaat Beras Merah untuk Diet dan Penderita Diabetes

  No comments    
categories: 
Beras merupakan bahan makanan pokok masyarakat yang tinggal di kawasan Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Bahkan sampai ada yang bilang, belum makan kalau belum ada sumber karbohidrat satu ini yang masuk ke perut.

Itulah mengapa banyak diantara petani di Indonesia yang memilih menanam padi dibandingkan dengan bahan pangan yang lainnya. Hal ini dikarenakan beras sudah pasti lebih laku ketika dijual meskipun harganya tak menentu.

Jenis beras yang banyak dijual di pasaran sendiri juga sangat banyak, diantaranya adalah beras putih, beras merah, beras coklat, bahkan beras hitampun juga ada.

Mayoritas masyarakat Indonesia memang mengonsumsi beras putih, selain rasanya yang enak harganya juga terbilang paling murah dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Lalu bagaimana dengan kandungan gizinya sendiri?.

Sebenarnya beras yang satu ini memang  kandungan senyawanya kalah jika dibandingkan dengan beras yang lainnya, kandungan karbohidratnya yang sederhana dan mudah dicerna oleh tubuh, membuat orang yang mengonsumsi beras putih menjadi cepat lapar.

Karena itulah bagi beberapa orang yang tengah menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan ataupun diet diabetes, kurang dianjurkan mengonsumsi beras putih.
Beras Merah Organik
Maka banyak orang yang kemudian beralih mengkonsumsi beras merah. Beras dengan warna merah ini termasuk salah satu jenis beras organik yang kaya akan berbagai macam manfaat, diantaranya adalah:

Membantu menurunkan berat badan, kandungan karbohidrat yang ada dalam jenis beras ini adalah karbohidrat kompleks, sehingga berbeda dengan karbohidrat sederhana yang hanya membutuhkan sekali pencernaan sehingga menyebabkan rasa lapar lebih cepat.

Berbeda dengan jenis beras merah ini, proses pencernaanya membutuhkan waktu berkali-kali sehingga yang mengonsumsi beras merah akan merasa kenyang lebih lama. Hal ini bagus bagi mereka yang tengah menjalani program diet.

Membantu menurunkan kandungan gula dalam tubuh, glukosa adalah musuh utama bagi penderita diabetes, karena dengan gula atau glukosa yang tinggi maka dapat memicu berbagai jenis masalah kesehatan atau komplikasi dengan organ tubuh yang lainnya.

Lalu bagaimana memenuhi kebutuhan pokok tubuh sehari- hari? Jenis makanan pokok apa yang aman dikonsumsi?. Nah, untuk masalah ini, jika dibandingkan dengan beras putih, beras merah jauh lebih dianjurkan untuk penderita diabetes, karena dengan efektif dapat menurunkan gula darah, namun tetap harus mengonsumsi sesuai dengan jumlah sewajarnya.

Membantu melancarkan pencernaan, selain karbohidrat, kandungan lain yang jumlahnya juga cukup tinggi dalam beras merah adalah serat, serat ini adalah senyawa yang fungsinya sangat bagus, khususnya adalah di dalam melancarkan pencernaan.

Mengontrol kolesterol dalam darah, kolesterol adalah senyawa lemak yang keberadaannya di dalam darah turut mempengaruhi kinerja jantung, ketika kandungan kolesterol jahat lebih tinggi dibandingkan dengan kolesterol baik, maka dapat menjadi  pemicu terjadinya masalah kesehatan seperti halnya penyakit jantung. Beras merah ini secara aktif dapat mengontrol dan mengimbangi kolesterol jahat dalam aliran darah.

Sumber antioksidan yang tinggi, sebagai salah satu produk yang dapat menjaga kesehatan tubuh dari pengaruh buruk lingkungan. Beras merah ini juga memiliki kandungan berbagai macam vitamin dan juga mineral, fungsinya membantu menangkal radikal bebas atau senyawa racun yang sudah masuk ke dalam tubuh.

Nah, bagaimana cara mengolah beras merah ini? Tak ada bedanya seperti beras yang lainnya. Hanya saja yang membedakan beras merah dengan beras yang lain adalah rasanya yang tak kalah enak dan yang pasti kandungan gizinya sangat tinggi. Soal harga, di pasaran beras ini memang relatif sedikit lebih mahal. Namun pastinya sesuai dengan manfaat yang didapatkan.