Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Akhir Pekan Seru- Seruan di Raddisson Golf & Convention Center Batam

Gambar
Sejak pertama kali datang ke Batam, saya emang udah amaze sama bangunan-bangunan keren yang ada di sini. Mulai dari yang udah lama kayak kampung pecinan di daerah Nagoya, sampai bangunan mewah megah di sepanjang kawasan Bisnis Sukajadi dan Lubuk Baja. Orang Batam sendiri mungkin merasa biasa aja, tapi buat saya ini beda, iyalah di Kediri mana ada yang kayak begini. Apalagi katanya Batam bakalan jadi Singapura ke dua, jadi gak heran kalau pertumbuhan ekonomi di sini begitu pesat. Indikator pertumbuhan ekonomi suatu daerah bisa dikatakan "tumbuh" salah satunya kan bisa dilihat dari banyaknya jumlah investasi dan pembiayaan. Nah, di Batam ini udah bejibunlah yang kayak gitu.  [Sumber : warta kepri] Ngomongin soal bangunan, ada satu tempat yang bikin aku melongo tiap berangkat kerja, sebenernya tiap hari ngelewati cuma gatau kenapa pandangan gak bisa lepas aja. Bangunanya mewah dari depan, kombinasi kaca berwarna biru dengan aksen putih, menjulang tinggi tapi punya kesan min

Pantai Cakang di Ujung Pulau Galang

Gambar
Seperti yang saya ceritakan di post sebelumnya tentang perjalanan mendadak saya bersama mba Sarah dalam rangka mengeksotiskan kulit dengan pantai-pantai di Barelang, setelah puas menikmati Pantai Melayu dan Kalat, kami berdua melanjutkan perjalanan ke ujung pulau Galang.  Baca : Menyusuri Pantai Melayu dan Pantai Kalat Ini perjalanan ketiga saya menyusuri Barelang (Batam, Rempang dan Galang), pertama saat pergi dengan keluarga, kedua dengan teman, dan ketiga kalinya bersama mba Sarah. Sejak pertama datang, saya sudah penasaran dengan ujung Barelang, karena mendengar ada 6 jembatan yang ada di Batam ini yang menghubungkan 3 pulau ini, padahal sebenernya sudah jelas juga kalau akhirnya pasti ketemu perairan, cuma ya penasaran saja.  "Ujung jembatan 6 itu ada apanya ya?" , tanya saya. "Pantai lah, apalagi. Cuma dia jauh kali" , jawabnya. "yaah aku kan penasaran aja" . dan secara tak terduga, mba Sarah menjawab rasa penasaran saya, dia bawa saya ke

Jalan Tanpa Worry dengan Asuransi Perjalanan Futuready

Gambar
“The journey of a thousand miles begins with a single step.”   ― Lao Tzu Kata orang sepuh, sejatinya kita hidup di dunia ini cuma mampir minum aja, maksudnya hidup cuma sebentar. Maka dari itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin biar gak menyesal kedepannya. Itulah kenapa saya pikir kita harus pandai ambil peluang dan mengambil keputusan terbaik untuk hidup kita. Ibaratnya sih, mumpung bisa kita melakukan sesuatu ya lakukan saja. Maka di usia saya yang kata teman-teman ibu, harusnya sudah menikah dan berkeluarga ini , saya memilih untuk melihat dunia yang lebih luas dan memuaskan rasa lapar untuk melakukan banyak perjalanan terlebih dahulu. Mumpung masih muda dan belum punya banyak tanggungan hidup. Work hard play hard , tapi gak lupa investasi. Itu pedoman yang saya anut sekarang. Kerja sampai capek begitu duit udah terkumpul pakai buat jalan-jalan. Makanya sejak tinggal di Batam ini, saya bisa punya banyak stok foto asik untuk upload  Instagram. Apalagi zaman sosial media sepe

Menyusuri Pantai Melayu dan Pantai Kalat

Gambar
Bangun dengan perasaan kecewa dan gundah ternyata gak enak banget. Ugh. Itulah yang saya rasakan Minggu pagi kemarin. Mau pergi jalan-jalan tapi travel-mate nya ada acara yang lebih penting. Apalagi urusannya itu berkaitan dengan masa depannya, wah yasudah kalau begitu, gak apa-apa. Kekecewaan saya langsung sirna begitu saja.  Tapi, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat umatnya (sok bijak ih), rupanya Minggu kemarin itu saya dapat ultra rejeki. Setelah jual diri bertanya di grup Blogger Kepri mengenai pantai di Batam, tiba-tiba tanpa saya duga mba Sarah yang punya www.sarahjalan.com japri saya.  "Hari ini mau kemana plannya?" tanya mba Sarah. "di rumah jee, janji nak pergi vio vio rupanya php. Mba Sarah mau kemana hari ini?", jawabku. "Silvi mau mbak bawa ke vio-vio dan pantai-pantai lainnya di Barelang hari ini?" ajak mba Sarah. "Eh serius? Mau! hahaha", langsung excited . "serius lah, kita siap-siap ya." Saya langsu

Melihat Batam dari "Cabuci" Kafe Bukit Cinta

Gambar
"Kenapa ya kalau di kota, bintang itu gak kelihatan? Apa kalah pijarnya sama lampu-lampu?"  "bintang itu ibarat jenis lampu yang paling lemah wattnya, dia gak bisa berpijar sekuat matahari" "terus gimana bisa aku lihat bintang kalau di kota?" "anggap aja lampu-lampu itu bintang, beres kan? Kita harus pandai lihat alternatif, masa cuma fokus sama satu hal aja, terus kalau yang kita inginkan gak ada, kita langsung give up gitu? gak boleh lah" Maka, jika kamu mengenal saya dan berpikir saya tipe orang yang gak mudah bete dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi, dari seseorang itulah saya belajar. ______________________________________________________ Malam itu, keinginan untuk lihat bintang akhirnya diwujudkan oleh salah seorang teman yang stay di Batam, awalnya saya pikir mungkin kami akan pergi ke Tanjung Uma (daerah seperti Paralayang Batu, Malang) yang kita bisa melihat banyak lampu kota dari ketinggian. "Kita mau p

Mengejar Matahari Tenggelam di Bukit Telkom Sekupang

Gambar
Sore itu sepulang kantor hari Sabtu, tepatnya dua minggu yang lalu saya pergi bersama teman untuk menikmati senja di Bukit Telkom, Sekupang. Ini pertama kalinya saya pergi berkunjung dan langsung amaze sama keindahannya. Sumpah, saya seperti menemukan markas rahasia kedua setelah ruang belakang podium di SMP dulu. Jadi lokasinya itu jauh sama pemukiman, dinamakan bukit telkom karena didekat tempat saya foto itu ada kantor Telkom. Ada 2 bangunan besar, sisi kiri dan kanan. Sisi kiri adalah tabung air berukuran raksasa yang terbuat dari seng (semacam tandon air) berwarna biru kombinasi putih dan sebelah kiri merupakan bekas gudang atau apalah saya gak paham juga. Untuk naik ke atas kita harus memanjat tangga besi terlebih dahulu, beh berasa kayak petualangan beneran gak sih? hehe. Nah, begitu sampai di atas bangunan ini, kita bisa melihat pemandangan Batam dari berbagai sisi. Batam Kota, Belakang Padang, Sekupang, dan Singapura! Ya, Singapura terasa dekat sekali. Memang bagian Sin

Cara Mudah Membuat Paspor di Kantor Imigrasi

Gambar
canva.com "Wah, Silvi di Batam ya sekarang. Deket banget dong sama Singapur?" "Sil, minta pendapat dong, kalau aku ke Singapur, tapi berangkat dari Surabaya enaknya via Batam atau langsung aja?" Fiuh. Oke. Batam memang deket banget sama Singapura, kabarnya sih nyeberang pakai ferry gak sampai satu jam perjalanan. Batam dan Singapura itu ibaratnya cuma selemparan Batu aja sudah sampai, loh. Tapi sayangnya sampai sekarang saya belum ada kesempatan untuk menginjakkan kaki di sana.  HAH? KENAPA? KAN SUDAH DEKET BANGET TUH! Iya, iya dia emang deket. Tapi masalahnya sampai tulisan ini terbit, saya belum ada pegang paspor. *sad*. Padahal, keinginan pergi berkunjung ke negara anggota ASEAN pernah saya tulis saat kelas V SD, saat itu —  bu Siti guru IPS bercerita tentang ASEAN, ditambah lagi saat tahun 2013 saya ikut meramaikan acara ABFI —  ASEAN Blogger Festival Indonesia yang diadakan di Solo, itu adalah momen di mana untuk pertama kalinya saya berjump