Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Melihat Batam dari "Cabuci" Kafe Bukit Cinta

"Kenapa ya kalau di kota, bintang itu gak kelihatan? Apa kalah pijarnya sama lampu-lampu?" 

"bintang itu ibarat jenis lampu yang paling lemah wattnya, dia gak bisa berpijar sekuat matahari"


"terus gimana bisa aku lihat bintang kalau di kota?"


"anggap aja lampu-lampu itu bintang, beres kan? Kita harus pandai lihat alternatif, masa cuma fokus sama satu hal aja, terus kalau yang kita inginkan gak ada, kita langsung give up gitu? gak boleh lah"


Maka, jika kamu mengenal saya dan berpikir saya tipe orang yang gak mudah bete dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi, dari seseorang itulah saya belajar.


______________________________________________________

Malam itu, keinginan untuk lihat bintang akhirnya diwujudkan oleh salah seorang teman yang stay di Batam, awalnya saya pikir mungkin kami akan pergi ke Tanjung Uma (daerah seperti Paralayang Batu, Malang) yang kita bisa melihat banyak lampu kota dari ketinggian.

"Kita mau pergi ke Tanjung Uma, ya?"

"R a h a s i a", jawabnya.

Oh okelah, setelah ngobrol ini itu akhirnya kami sampai di Cabuci atau Kafe Bukit Cinta. Alamak, ngapain pergi ke kafe yang notabene buat orang pacaran gini, mana suasananya remang-remang. Tapi, pas udah lihat view ini saya langsung langsung jatuh cinta.

Kafenya memang agak gelap karena memang pengelola sepertinya pengen memunculkan kesan romantis, lampu-lampu temaran berwarna oranye yang soft dan disetiap meja tersedia lampu 'ublik' yang menambah kesan dramatis.

Soal menu, cabuci punya banyak pilihan makanan dan minuman. Mulai makanan yang berat sampai yang ringan seperti jagung bakar. Untuk menu minuman saya rasa hampir sama dengan tempat lainnya, jus buah, teh obeng, dan beer. Oh, jangan kaget kalau disetiap cafe di Batam ini menyediakan menu beer secara bebas.


[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]
[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]2
Kafe ini cocok banget buat yang pengen santai-santai manja, minum kopi sambil menikmati pemandangan dan semilir angin Batam. Lokasi Cabuci pun strategis karena berada di pinggir jalan raya. Jadi, kapan mau ke sini?

Jalan Yos Sudarso, Kampung Pelita, Lubuk Baja, Batam, Kepri 29444

 

~Silviana
Thankyou
XOXO

Komentar

  1. Duch dimana2 banyak banget yang nama nya cinta, aku kok trauma ama cinta #NasibJomblo

    BalasHapus
  2. Bener, kalo udah di kota susah menemukan si bintang nan indah ini ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame