Sabtu, Agustus 26, 2017

Model Baju Batik yang Cocok Dipakai untuk Bersantai

  1 comment    
categories: 
Batik dikenal sebagai motif yang berasal dari Indonesia dan menjadi salah satu busana kenegaraan. Sehingga tak jarang banyak masyarakat yang menggunakannya untuk acara- acara formal. Seperti misalnya untuk pergi ke kondangan, mengambil rapot anak sekolah, untuk pergi meeting, dan acara formal lainnya.
[Berbatik]
Sehingga banyak masyarakat yang memiliki baju batik karena memang merupakan model baju yang tepat untuk dipakai ke acara formal. Tetapi selain mempunyai model yang formal, sekarang ini batik juga mempunyai banyak model yang lebih santai. Ada beberapa model baju batik  santai yang bisa dipilih dan cocok juga untuk digunakan saat momen santai pada umumnya.

Hal ini merupakan salah satu cara untuk dapat lebih mengenalkan batik kepada masyarakat. Selain itu juga mengubah citra batik dari motif yang tradisional dan formal menjadi salah satu motif yang bisa digunakan untuk banyak kegiatan.

Dengan begitu, motif batik ini akan mempunyai lebih banyak penggemar dan bisa juga menarik lebih banyak masyarakat untuk memakainya. Tidak hanya dari golongan orang tua yang menggunakannya untuk acara formal saja. Salah satu cara yang tepat untuk dapat mengenalkan batik dengan lebih mudah adalah dengan membuat batik dengan berbagai model yang lebih santai.

Nah contohnya seperti beberapa model baju batik santai berikut ini:

Kaos batik
Salah satu baju yang mempunyai citra sebagai baju santai adalah dengan model kaos. Sehingga tentu saja untuk mengenalkan batik menjadi motif dan kain yang lebih santai adalah dengan membuatnya menjadi model kaos.

Nah kalau pengen bikin batik dengan model kaos, tentu harus mempertimbangkan bahan yang akan digunakan. Kain batik selama ini mempunyai bahan yang lembut seperti sutra atau satin dan cocok untuk digunakan dalam kegiatan formal.

Tetapi bahan dari kaos biasanya lebih santai karena dapat menyerap panas dengan baik. Bahan seperti spandex sangat cocok digunakan untuk baju batik dengan model kaos. Nah untuk membuat baju model ini, batik cetak sangat cocok diterapkan. Karena nantinya akan lebih mudah dicuci dan warnanya dapat bertahan lebih lama.

Daster
Model baju yang digunakan untuk kegiatan santai terutama untuk wanita adalah daster. Apalagi sekarang ini juga sudah banyak model baju daster yang menggunakan motif batik. Daster yang biasanya dipakai oleh ibu-ibu, sekarang ini juga dapat dipakai oleh berbagai kalangan. Seperti anak muda dan juga anak kecil, hanya saja modelnya yang dibuat berbeda dan lebih menarik.

Celana pendek
Celana pendek juga salah satu yang sering digunakan dalam kegiatan bersantai setiap harinya. Salah satu contohnya adalah boxer, celana ini tidak hanya dapat dipakai oleh pria namun juga dapat digunakan sebagai celana santai untuk wanita.

Saat ini juga banyak celana pendek yang menggunakan motif batik dengan berbagai model dan warna. Selain itu celana pendek dengan motif batik  juga mudah ditemukan dimanapun.

Baju tidur
Model baju batik terakhir yang bisa digunakan untuk kegiatan santai di rumah adalah baju tidur. Model baju tidur atau piyama dengan motif batik ini juga bisa jadi salah satu alternative untuk lebih mengenalkan batik ke masyarakat. Apalagi jika motifnya indah dan cantik, serta bahan yang nyaman digunakan.
[Kaos kombinasi batik]

Nah itu tadi merupakan 4 model baju batik yang bisa digunakan saat sedang bersantai. Selain untuk acara formal ternyata model baju dengan motif batik juga cocok dipakai untuk melakukan kegiatan santai. Semakin banyak model baju dengan motif batik, maka semakin mendunia budaya asli kita.

Jumat, Agustus 25, 2017

Berwisata ke Perut Bumi di Taman Jurug Goa Luweng Blitar

  5 comments    
categories: 
Taman Jurug Goa Luweng Blitar
[Pose]
Dulu, Blitar cuma jadi tempat singgah kalau mau mampir ke makam Bung Karno. Blitar gak ada istimewanya, dulu. Gimana enggak, orang disini gak punya wisata apa-apa. Lah terus ngapain kesana, kan. Tapi sekali lagi itu dulu.

Gak ada yang sangka semakin kesini Blitar semakin cantik dan menarik. Blitar yang dulu terkenal gak punya rujukan wisata, lah sekarang kalau datang ke Blitar gak cukup satu atau dua hari. Saking banyaknya wisata yang must visit banget. 

Mulai dari Kampung Coklat, Pantai Tambakrejo, Peh Pulo dan beberapa pantai lainnya, bukit Teletubies, ada kebun teh juga dan kemarin saya baru dengar dari teman kalau di Blitar punya Vihara yang digadang-gadang jadi terbesar se Asia (masih perlu konfirmasi dengan datang kesana) dibangun oleh swadaya jemaat Budhayana sejak tahun 1990 hingga saat ini belum selesai. 

[Baca Juga : Pesona 5 Wisata Pantai di Blitar]

[Harus ngelewatin sungai]
Nah kali ini saya punya kesempatan untuk berkunjung ke Blitar, setelah sekian lama. Gara-gara kena racun dari salah satu postingan travel bahas soal indahnya wisata di Karisidenan Kediri. Gak lama diskusi udah langsung oke deal sama teman. Jadilah hari Minggu kemarin kami pergi ke Blitar melalui rute Wates (bukan kota) dan ternyata lebih cepat.


[Ngelewati BARONGAN]
Awalnya kami punya rencana pergi ke penangkaran rusa tapi rupanya Goa Luweng lebih menarik perhatian kami. Kebetulan temen saya ini udah cukup hapal sama daerah Blitar. Mengingat dulu gebetannya orang Blitar dan dia sering banget ngapel, katanya. Jadi amanlah ya. Tapi saya tetep atur Maps buat jaga-jaga.

Dari Blitar kota kami atur posisi menuju Monumen Trisula, karena Prodo dekat dengan monumen ini. Saat menemukan banner Goa Jurug, kami mulai mengikuti satu-satunya jalur yang ada menuju Dusun Prodo. Jalannya masih mac adam if you know what i mean dan cukup bikin rambut rontok pas kita lagi lewat. hehe.
 
Pas udah masuk Dusun Prodo, kami cukup kesulitan menemukan posisi pasti dari Goa Luweng ini. Akhirnya diputuskan untuk bertanya pada warga sekitar, gak taunya udah kebablasan jauh. Soalnya memang gak ada papan petunjuk untuk masuk menuju Goa Luweng.

Secara administratif Goa Luweng ini terletak di Dusun Prodo, Desa Ngrejo, Bakung, Blitar. Segaris dengan pantai-pantai seperti Tambakrejo dan juga beberapa pantai lainnya.



Beberapa kali kami bertanya pada warga sekitar, sampai menemukan penjelasan yang bikin kami puas. Haha. Ketika sudah sampai ke patokan lokasi parkir Goa, kami membayar Rp. 5.000 saja. Kebetulan memang wisata ini masih dikelola oleh warga sekitar, buktinya yang jaga dan kutip parkir anak-anak kecil.

Jalan menuju Goa juga masih jalan setapak, kiri sawah dan kanan sungai. Trekingnya gak jauh kok cuma sekitar 300 meter aja dari lokasi parkir. Kalau boleh nyanyi, cara untuk sampai di lokasi Taman Jurug ini adalah lewati sawah sebrangi sungai.

[Baca Juga : Jalan- Jalan Blitar]

Saat sampai, saya sempat kecewa.




"Ini begini doang goanya nih?", lalu lemes sejenak.

Gak taunya makin deket makin keliatan kalau di dalam goa itu cantik. Hahaha. Itulah ya jadi orang jangan suka ngejudge dan jadi orang yang gak asyik.
[Gak jadi kecewa]
Lalu, mari ambil foto-foto sampai puas. Hahahaha.

Kami cukup lama berada di Goa Luweng ini, apalagi suasananya yang sejuk bikin kami makin betah. Saya gak ngerti gimana sejarahnya Goa Luweng soalnya memang gak ada guide yang nemenin.
[Pas duduk dibatu-batu, pantat saya sempet disundul sama dia]
Jujur saya sempat was-was banget mau masuk ke Goa, takut ada ular atau hewan lain yang berbisa. Apalagi sempat muncul pikiran soal hal mistis. Saya juga sempat memastikan ke teman, apakah ini aman. Dia meyakinkan saya kalau aman-aman saja, pokoknya bismillah.
[Pemandangan lain]
Saat menelusuri jalur goa saya dan teman mengambil jalur yang berbeda, saya lewat atas dan dia lewat bawah. Jalannya cukup licin jadi not recomended buat yang belum dewasa. Sayangnya aliran sungai disini tidak cukup deras, padahal katanya akan lebih bagus kalau air melimpah. Tapi buat saya begini saja juga cukup bagus.

Terimakasih untuk perjalananya, selanjutnya traveling kemana lagi?

Cara menuju Goa Luweng: 
Start darimana saja, atur GPS menuju Monumen Trisula atau langsung pilih Taman Jurug Goa Luweng. Setelah masuk jalan dusun sekitar 2 km lihat kiri ada pos ronda, itulah tempat parkirnya. 
[Jalan masuk menuju Dusun Prodo - Goa Luweng]
[Nah ini pos yang jadi tempat parkir]
TAMAN JURUG GOA LUWENG

Rabu, Agustus 16, 2017

Menikmati Empuknya Sate dan Gule Kambing Muda di Pak Eko Satak

  14 comments    
categories: 
"Besok mau kulineran nggak, Sil?"

"Ayok! Pergi kemana?"

"Sate Satak udah pernah?"
[Sate Kambing Muda]
Pesan yang singkat, padat dan langsung deal. Akhirnya nih, kesampaian lagi buat icip kuliner sate di daerah Puncu, utamanya Satak.

Jadi ceritanya bertahun-tahun yang lalu, saya pernah diajakin buat kulineran sate sama teman, terus emang enak banget sih. Makanya pas diajakin buat balik ke Satak buat icip sate lagi, saya gak nolak. :D
[Sate Pak Eko tampak Depan]
Kali ini saya nyobain sate Pak Eko, lokasinya gak jauh sama gerbang pintu masuk bertuliskan 'S A T A K', lokasinya ada di kiri jalan kalau kita berangkat dari Pare. Satak itu adalah sebuah desa di Kecamatan Puncu, tempatnya masuk di kawasan lereng gunung Kelud. Jadi sensasinya agak dingin sejuk gitulah kalau lagi makan di Depot ini. 


Baca Juga : Menikmati Keindahan Sisa Erupsi Gunung Kelud

Kemarin kami berangkat dari Pare pas banget jam makan siang, jadinya memang cukup ramai, apalagi pas hari Minggu pula. Setelah pesan kami duduk di luar depot, sambil menikmati semilir angin yang sejuk. Nah, kami coba makan nasi campur dan sate kambing muda. Rasanya udah jangan ditanya, cuma bisa bilang enak enak enaaaaaaaak!.




Seporsi nasi campur harganya Rp. 18.000/porsi, sedangkan untuk sate kambingnya cukup dengan merogoh Rp. 25.000/ porsi. Jadi yang belum tahu, kalau kalian lagi di Kediri dan sempat liburan/ treking/ trail dari Gunung Kelud, sempatkan datang juga buat icip kuliner Sate Pak Eko ini yak!





Depot Sate & Gule Kambing Muda Pak Eko Satak
Buka pukul 10.00-17.00 WIB


Rabu, Agustus 09, 2017

Coban Talun, Kini Tak Sekedar Air Terjun

  10 comments    
categories: 
Sudah cukup lama saya gak main ke Batu, literally bekunjung untuk berwisata. Dulu saat zaman masih jadi mahasiswa, main ke Batu itu kayak cuma kepleset aja deh. Sering banget pokoknya. Ya gimana, jarak Malang kota ke Batu itu gak terlalu jauh (kalau kamu tahu jalan mana yang sebaiknya dilewatin supaya gak kena macet). Sekitar 30 sampai 45 menit saja sudah bisa sampai di Batu.
[Foto: Ilham Sumarga]
Apalagi dulu juga sering ambil penelitian untuk tugas kuliah di daerah ini. Padahal ya niatnya itu 10% penelitian, 90% jalan-jalan. Hehehe. Pas kebetulan jadi anggota Himpunan juga cukup sering berkunjung, bahkan hampir setiap ada kegiatan untuk mahasiswa baru/ re-organisasi tujuan pengenalannya pasti ambil di Batu (untuk outbound). Haha paragraf ini berasa kayak paling sibuk aja, padahal zaman saya kuliah ya gitu doang.

Kemudian setelah sekian lama, akhirnya kemarin punya kesempatan lagi untuk berkunjung. Kali ini tujuannya ke Coban Talun. Ohya coban adalah kata lain dari air terjun jika di Malang, seperti curug jika di daerah Jawa Tengah and waterfall dalam bahasa internasional. Hehe. Dulu orang datang ke Coban Talun ya ke Air Terjun, tapi sekarang sudah beda.
[Taman Bunga. Foto : Ilham Sumarga]
Bedanya apa? Nah inilah yang bikin saya jadi pengen coba buat berkunjung. Sekarang ini branding dari wisata air ini adalah Coban Talun Outbound and Advanture. karena sudah ada tambahan wahana lain yang spotnya cukup bagus untuk dipakai pose-pose. Sayangnya sih kemarin saya cuma punya waktu singkat, karena Ilham punya urusan untuk registrasi sekolah lanjutan. Jadilah tak semua lokasi bisa dikunjungi, tapi tak masalah, Insya Allah jika ada umur saya akan berkunjung lagi.


[Papan arah. Foto pribadi]
Nah, wahana lain yang ada di Coban Talun ini adalah Pagupon Camp, Goa Djepang, Apache Camp, Alas Pinus, Taman Bunga dan Cafe Hortenesia. Sedangkan di sisi lain juga ada bukit Callindra, lutung jawa, dan taman ayunan. Tiket masuknya cukup terjangkau, Rp. 10.000/ orang. Tiket ini hanya untuk menikmati wisata air terjun saja, jika ingin masuk ke wahana lainnya harus beli tiket lagi. Biayanya sekitar Rp. 5.000- Rp. 10.000/ orang.
[Apache Camp]
[Apache Camp2]
Kemarin kami datang cukup pagi, sekitar jam 09.00 dan pengunjung masih belum terlau banyak dan ramai. Jadi ini kosong bukan karena photoshop yah. Hehe. Jadi buat yang datang ke Malang Raya, khususnya Batu dan punya waktu cukup panjang silakan untuk datang ke Coban Talun dan nikmati semua wahananya. Sekali mendayung dapat banyak spot asyik buat foto-foto.

Eh, disini juga bisa ngecamp. Tapi ngecampnya di Pagupon dan Apache Camp. Fasilitasnya memang tidak seperti hotel, hanya ada kasur dan toilet saja. Kabarnya sih memang sengaja disetting seperti itu supaya pengunjung lebih merasakan suasana alam yang ada. Nah pengen merasakan sensasi tidur di hutan tapi ada kasurnya? Cukup dengan biaya Rp. 500.000 nett untuk bisa bermalam di Coban Talun.

Baca Juga : Jalan- Jalan ke Museum Angkut







Tertarik buat datang? Siapkan kamera terbaikmu dan jangan buang sampah sembarangan, ya!


[Foto bersama Ilham Sumarga]
Coban Talun Outbound and Adventure
 



Kamis, Agustus 03, 2017

Mencicipi Varian Menu Tokyo Bowl di HokBen

  14 comments    
categories: 
Perjalanan ke Bandung saat agenda kuliah di tahun 2013 itu, juga membawa saya mengenal cita rasa HokBen untuk pertama kalinya. 
Perjalanan Bandung, 2013
Saya sedikit lupa- lupa ingat di jalan apa kami berhenti untuk melaksanakan ishoma, disela perjalanan panjang dari Malang-Jakarta-Bandung dan terakhir Jogja. Seingat saya kami semua berhenti di masjid yang disebut sebagai masjid Iwan Fals. Ketika mendengar nama masjidnya, saya hanya berpikir "mungkin para OI yang mendirikannya" tanpa mencari tahu lebih lanjut.

Selepas menjalankan ibadah dhuhur, kami kembali masuk kedalam bus untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Saat akan duduk, dimasing-masing kursi sudah ada kardus persegi panjang dengan pattern berwarna kuning yang didesign beraturan. Di atasnya terdapat tulisan HokBen. "Asyik makan siang Hoka- Hoka Bento!", salah satu kawan saya berkelakar. Itulah pertama kalinya saya berkenalan dengan menu restoran siap saji bergaya Jepang ini.





Baca Juga : Kuliah Kerja Lapangan

Sejak saat itu saya langsung nge-fans sama salad saos mayonaise punya PT Eka Bogainti ini. Sayangnya di Jawa Timur kala itu, HokBen hanya bisa saya temukan saat sedang berada di Surabaya.

Tapi senangnya, sekarang ini Malang juga punya HokBen, letaknya ada di Mall Olympic Garden arah Alun-Alun Kota Malang. Jadi tak perlu lagi harus jauh-jauh ke Surabaya kalau pengen makan chicken katsunya.

Setelah cukup lama tidak bersua dengan HokBen, kemarin saat saya berkunjung ke HokBen Polisi Istimewa Surabaya. Saya menemukan menu baru di board menu yang sepertinya asyik untuk dicoba.

[HokBen Polisi Istimewa]


Tokyo Bowl, begitulah nama menu baru yang terpampang di sisi kiri. Penempatan board menu yang strategis itu membuat mata saya langsung tertuju ke menu ini. Ada lima varian Tokyo Bowl dan sempat membuat saya bingung untuk pilih menu apa.
Ohya, sesuai dengan namanya, Tokyo Bowl ini disajikan di dalam satu mangkok yang lengkap dengan nasi, lauk, daun bawang dan juga seaweed (rumput laut) supaya lebih terasa Jepangnya. Tokyo Bowl ini lauknya terdiri dari Tori Don (daging ayam) dan Gyu Don (daging sapi).

Nah kelima varian ini antara lain adalah;

1. Tori Soboro, nasi yang ditemani oleh daging ayam cincang lengkap dengan saus teriyaki khas punya HokBen dan juga rumput laut serta daun bawang.
[Source : hokben.co.id]
2. Gyu Soboro, hampir sama seperti Tori Soboro. Hanya saja daging yang digunakan adalah daging sapi.
[Sumber : hokben.co.id]
3. Chicken Steak, daging ayam tanpa tulang ini dipanggang dengan saus teriyaki yang memiliki rasa gurih dan manis (Original Chicken Steak), atau bisa juga dengan saus Miso khas Jepang yang rasanya pedas (Hot Chicken Steak), tentunya lengkap dengan taburan rumput laut dan daun bawang.
[Chicken Steak]
4. Chicken Katsu Tare, menu ayam yang disajikan dengan saus tare.
[Chicken Katsu Tare]
5. Chicken Karaage Mayo, Chicken Karaage ini meskipun terlihatnya seperti ayam kremes tapi ternyata dagingnya empuk saat digigit. Sensasi rasa gurih dan renyah dipadu dengan saus mayonaise.
[Chicken Katsu Karaage]
(Promo all variant free ocha).

Nah dari kelima menu itu tadi bisa dinikmati dengan kisaran harga mulai Rp. 24.546,- sampai dengan Rp. 36.364,- (belum tax 10%). Semua menu itu tadi juga sudah ada informasi nilai gizinya dan bisa dicek di web HokBen.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada Chicken Karaage dan ditemani dengan camilan Ekado, Kaniirol dan chicken tofu. Ohya, saya juga mencicipi Lychee Ocha. Nah kalau minuman udah habis terus kamu masih ngerasa haus, di HokBen ternyata bisa refiil ocha secara gratis sampai jam tutup operasional resto!.
  
[Chicken Karaage Mayo, Chicken Tofu, Ekkado, Salad, dan Kaniirol]
[Ekkado]
Mantap Soul, betul! Hati senang, perut kenyang, kantong tak gelagapan.

Eh ada lagi nih ternyata kejutan yang dikasih sama HokBen. Dengan hadirnya varian menu Tokyo Bowl ini, HokBen mau ajak kalian semua buat ke Tokyo! Caranya dengan ikut kompetisi "From Tokyo Bowl to Tokyo Tower"!.

Total hadiahnya ada 10 tiket Jakarta- Tokyo pp untuk 5 pemenang yang beruntung. Jadi kalau kamu nih yang terpilih, kamu bisa ajak 1 temenmu buat ikut ke Tokyo. Nah kamu cukup beli menu Tokyo Bowl apa aja, terus jangan lupa ambil foto/ video ekspresimu saat menikmati menu baru ini, terus upload deh.

Kalau udah, jangan lupa mention temenmu yang bakalan kamu ajak ke Tokyo kalau kamu terpilih. Ohya simpan baik-baik strukmu ya, jangan sampai hilang. Kompetisi ini berlangsung selama 3 bulan, terhitung mulai 31 Juli dan berakhir pada 31 Oktober 2017.

[Ambience di HokBen Polisi Istimewa]
Yuk makan Tokyo Bowl di HokBen! Outletnya sudah tersebar di Jawa Bali ya!
[http://www.hokben.co.id/location]
HokBen
Ig : HokBen_ID
f : Hoka Hoka Bento
t : @HokBen
y : HokBen
w : www.hokben.co.id