Rabu, April 26, 2017

Jalan Sampai Lemes di Museum Angkut Batu Malang

  14 comments    
categories: 
"Sumpah ini luas amat! Gak nyangka"

Iyalah Museum Angkut ini kan berdiri di tanah seluas more less 3 hektar dengan 3 lantai, jadi ya ya ya gitu deh. Maklum kalau kamu lagi jalan-jalan di sini terus pas udah selesai kakimu rasanya langsung lemes. Haha. Soalnya saya juga merasakan hal yang sama. Tapi banyak banget hal baru yang bisa dilihat kalau lagi liburan di tempat ini.
[Tampak depan]
Ada banyak koleksi yang dipamerkan seperti kapal tempur, pedati, mobil, motor dan segala kendaraan masa lampau yang digunakan untuk transportasi dari berbagai negara. Kendaraan-kendaraan ini ada yang original, modifikasi dan juga replika. Selain itu ada juga atraksi seperti pawai yang digelar pada hari dan jam tertentu. Buat yang suka sama otomotif, tempat ini adalah surga karena banyak banget kendaraan yang parkir di tempat ini.

Ohya di sini juga ada lokasi yang dibuat menyerupai beberapa negara-negara di dunia. China Town, England, Las Vegas, Paris, dan lainnya. Nah buat yang belum kesampaian pergi traveling ke luar negeri, Museum Angkut mungkin bisa jadi lokasi yang cocok buat pamer foto ala-ala aboard. Haha. Ya daripada nipu buat jalan-jalan ke luar negeri ya kan. Eh.

So, here we go.

Sebetulnya ini pertama kalinya saya berkunjung ke Museum Angkut, beberapa kali diajak untuk berkunjung banyak alasan dan saya pikir tempat ini hanya cocok tuk para kaum lelaki. Haha. Tapi pas diajak ke sini kok excited, ya. Oiya saya datang ke tempat ini dalam rangka Up Close and Personal with BW OJ.

Baca Juga : Kenal Lebih Dekat dengan BW OJ

Museum Angkut ini dibuka pertama kali pada tahun 2014 sekitar bulan Maret dan tentunya antusiasme wisatawan baik dalam maupun luar Batu sangat besar. Buktinya tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung, weekday aja ramai apalagi pas weekend udah tentu pengunjung semakin membludak. Kebetulan kemarin kami datang di hari Selasa dan pas banget sama ujian nasional anak SMA jadi ramai banget sampai susah mau ambil objek tanpa bocor. But no worries, saya tetap senang.

Setelah melakukan pembelian tiket dan mendapat gelang, langsung aja deh masuk lewat gerbang utama. Nanti ada kakak-kakak yang baik hati memasangkan gelang tanda masuk kita. Gelang ini harus kita pakai selama berada di tempat ini ya. Sebelum masuk ke hall utama tas kita akan diperiksa oleh petugas untuk mengetahui barang apa saja yang kita bawa. Formalitas untuk cek keamanan, selain itu kita dilarang membawa makanan dan minuman. Nah kalau kamu bawa kamera seperti DSLR, Mirorless, Action Cam dan ingin dibawa masuk , kamu harus bayar biaya tambahan ya. Kalau mau foto-foto pakai kamera HP aja juga bisa, tapi kameramu harus dititipkan ya. Tenang aja, aman kok.
[Salah satu yang dipamerkan di Hall Utama]
Nah waktu masuk ke hall utama, ada beberapa jenis kendaraan yang saya lihat. Seperti CB, sepeda onta, mobil zaman Belanda, serta andong. Saya gak begitu ngerti jenis mobil jadinya cuma lihat dan ambil gambar. Fyi di hall utama ini ada toilet di sebelah kiri, tepatnya di belakang show room sepeda ontel. Naik ke zona selanjutnya saya menyebutnya zona edukasi, karena di tempat ini banyak informasi mengenai kendaraan yang dipamerkan. Seperti misalnya mobil yang pernah digunakan oleh presiden RI pertama, Ir. Soekarno.
[With BW OJ team]
Naik ke lantai selanjutnya saya melihat landasan luas untuk pesawat tempur, ada beberapa pesawat yang dipamerkan dan di sini anginnya cukup kencang karena zona outdoor. Buat yang suka foto-foto juga bisa mencoba foto di kokpit pesawat. Saya nggak nyoba karena antrenya luar biasa. So, daripada waktu habis terbuang sia-sia, saya pilih tempat lain buat dilihat. Hehe. Pemalas.
[China Town dan Zona Batavia]
[Jangan gangguin cece-cece ini ya]
[Bergosip sebentar]

Zona China Town juga gak kalah asyik buat dilihat, lokasinya hampir sama seperti China Town di Singapura. Bermacam-macam jenis toko di sisi kanan dan kiri, selain itu memang masyarakat China dikenal pandai berniaga. Saya sempat berpose di depan Toko Kelontong Yu Jie XIa He, karena saya suka dengan aksen dan warna merah yang menyala.

Tak jauh dari China Town saya langsung melihat Zona Batavia dan Sunda Kelapa. Ada satu bangunan yang menjulang tinggi yaitu stasiun Jayakarta yang punya singkatan JYK. Selain itu di sini juga nampak Jakarta tempoe doeloe saat masih bernama Batavia. Selain itu ambience pelabuhan juga terasa di tempat ini. Ada juga gudang Batavia yang menampilkan mobil-mobil masa penjajahan.
[Koleksi di Gudang Batavia]
Di gudang Batavia ini kita bisa melihat koleksi kendaraan yang digunakan oleh tentara Birmingham juga, BSA atau Birmingham Small Arms dan juga mobil Chevrolet dengan berbagai warna. Selain itu juga ada mobil-mobil buatan Jepang yang ditampilkan di sini. Saya sempatkan foto dengan Maneki Neko  (招き猫 kucing mengundang) ukuran besar.
[Pose with Maneki Neko 招き猫]
 Masih mau lanjut jalan? Hayuk lah. Nah setelah dari Gudang Batavia kita langsung dikasih zona outdoor, yaitu Gangster Town. Ngeri? Haha gak kok santai aja jangan takut, di sini lokasinya juga lumayan asyik dan tempat ini sering digunakan untuk finish pawai dan pertunjukkan. Beruntung sekali kemarin saya sempat melihat pertunjukkan flash mob yang ditampilkan oleh talent Museum Angkut.
[Broadway]
[VW yang dibuat main film Herbie Fully Loaded- Lindsay Lohan]

[Volkswagen bug with a mind of its own]

Sayangnya cuaca sedikit mendung dan gerimis, jadilah saya bergegas menuju zona selanjutnya yaitu zona Eropa. Ada miniatur menara Eifell Paris serta segala hal yang berhubungan dengan negara Eropa. Seperti misalnya gerobak kue, telepon umum, Roma, Beatles dan lainnya. Keluar dari Zona Eropa kami langsung disambut dengan gedung Buckingham Palace. Tempat ini terlihat mewah dan glowing haha. Banyak transportasi yang dipamerkan dan ada patung ratu Elisabeth serta kursi agungnya juga di sini.
[Mbak Yuni pose at Buckingham- Sorry for shaking]
Keluar dari Buckingham Palace saya disambut zona Las Vegas, ohya sebelum masuk ke zona ini kamu bisa bermain tebak logo mobil sebelum pintu gerbang Las Vegas. Di sini saya kurang eksplor sih karena sudah harus cepat keluar zona Museum Angkut. Nah jangan kaget saat akan keluar dari Museum Angkut ya, karena di sini kita akan diajak merasakan asyiknya bergoyang saat berada di gerbong kereta. Beneran kayak di gerbong karena tempat ini menawarkan pengalaman bershaking body.

Pas keluar Museum kita juga disambut dengan Pasar Apung. So sadnya karena waktu sudah mulai sore jadilah saya gak sempat masuk ke tempat ini. Tapi next time saya akan datang lagi ke Pasar Apung, btw gratis kok masuknya kalau cuma mau lihat Pasar Apung. Seperti namanya, Pasar Apung ini menawarkan jajanan dengan toko di atas perahu dan mengapung seperti di Sungai Barito. Ada satu zona yang gak saya datangi, ntah kayaknya saya gak lihat Zona Hollywood. Padahal di tempat ini banyak koleksi mobil yang sering dipakai saat main film.

Intinya sih kalau datang ke Museum Angkut kita bisa tambah pinter karena tahu banyk soal angkutan zaman dulu. Gak kerasa kaki ini gempor banget pas keluar dari tempat ini, jadilah waktu perjalanan pulang, saya diam tak berdaya karena saking lelahnya.

Tips buat yang mau datang ke tempat ini, usahakan pakai baju senyaman mungkin. Misalnya kaos yang berbahan katun dan bawahan yang tidak ketat, karena seperti yang kamu baca tadi kalau di tempat ini harus berjalan kaki menelusuri berbagai tempat di dunia. Jadi kalau sampai pakai baju yang salah dan gak nyaman, kamu bisa ribet sendiri dan gak fokus sama jalan-jalanmu. Meskipun simpel pastikan kamu juga tetap modis.

Kebetulan habis ini udah libur lumayan panjang untuk menyambut bulan Ramadhan dan lebaran,  mungkin kalian mau datang ke Museum Angkut saat liburan itu atau setelah lebaran karena uang saku dari saudara dapat banyak. Buat outfitnya ingat ya pakai yang nyaman, modis dan keren. Nah kalau kamu mau belanja baju, kamu bisa menemukan banyak koleksi baju lebaran 2017 di ZALORA yang sesuai dengan personality-mu.

Tips selanjutnya, pakai alas kaki yang nyaman juga. Hindari banget pakai alas dengan heels, hey baby gak kasihan ya sama kakimu?. Pokoknya yang bisa bikin nyaman itu yang terbaik, tapi jangan terlalu lama berada di zona nyaman ya. APASIH.

Jadi kapan kamu mau datang ke Malang jalan-jalan ke Museum Angkut? Kabari ya, kali aja kita bisa kopdaran.

*Sorry karena saya gak begitu banyak ambil foto di sini, soon akan ada VLog mengenai Museum Angkut.

MUSEUM ANGKUT
Jam Buka : 12.00- 20.00 WIB
Harga Tiket : Weekday Rp. 75.000 dan Weekend Rp. 100.000
atau bisa cek di http://www.museumangkut.com/harga-tiket-masuk/
Tiket Kamera : Rp. 30.000/ kamera.



14 komentar:

  1. Dalam kurun wanktu 1.5 tahun ke sini 3 kali hahahhahha.
    Tapi yang belum ke sampaian itu foto di spot zebra cross hahahhah

    BalasHapus
  2. waktu aku kesana april 2014 si maneki neko belum ada, broadway juga kayanya belum ada *yaiya neeeeng masih baru* belum sempat kesana lagi sih hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang udah lengkap banget mbak, samapi rasanya sepanjang perjalanan mata gak dikasih jeda :D

      Hapus
  3. Dibandingin koleksinya beberapa tahun lalu waktu pertama kali ke Museum Angkut, kini mereka sudah bertambah koleksi kendaraannya yah. Penasaran dengan pesawat asli yang dipajang di sana itu. Sayang Silpi nggak ada fotonya pas di pesawat ya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih belum puas jalan-jalannya mas

      Hapus
  4. Biaya kameranya sama kayak dulu awal pembukaan aku kesana.

    Jujur sampai skrg aku masi bingung tujuan ke museum angkut ini apa ya 😂😂 masa ya cuma selfi2 aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat yang suka kendaraan aja ini kayaknya gunanya haha.

      Hapus
  5. Kalau lihat Museum Angkut, selalu keingat Udah Ceris. Dia ini dari dulu pengeeen banget kesana, sialnya kami dikompori oleh Ibu-ibu di Angkot klo isi Museum biasa aja. Akhirnya gak jadi kesana, kami milih ke Eco Green Park haha

    Daaah, keluaro, Dah. Kamu tak rasani disini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. akhirnya sekarang ke sana tanpa mbak Idah haha

      Hapus
  6. Klo.liat harga tikrt masuknya doang, terlesan mahal. Tp ternyata apa yg bisa dinikmati di sana itu worthed banget ya. Museum seluas itu, kayaknya aku jg bakal gempor jalan kaki

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat anak lanang, pasti seneng mbak. kalau buat mamaknya mending duduk manis aja. haha

      Hapus
  7. Bagus ya Pi museum angkut? Anak sulungku udah pernah ke sini bareng mamerku. Aku malah belum pernah ke sini :D

    BalasHapus

Keep Blogwalking!