Minggu, Oktober 24, 2021

Bikepacker ke Probolinggo

Semenjak PPKM diberlakukan, rasanya sudah cukup lama tidak melakukan perjalanan dengan bebas dan bahagia seperti dulu. Apalagi setelah saya diberi nikmat sakit, saya harus fokus pengobatan dan melakukan perjalanan dari Kediri ke Malang untuk check up dan berobat.

Perjalanan mencari kesembuhan dari penyakit rasanya tidak menyenangkan, karena saya sudah tahu apa yang akan saya hadapi nantinya.

Syukur Alhamdulillah semua sudah berlalu dan sekarang sudah bisa kembali melakukan perjalanan jauh dengan hati yang bahagia tanpa rasa was-was. Meskipun ya masih harus pelan-pelan dan banyak istirahat.

Minggu kemarin saat menjelang Maulid Nabi. Saya dan suami melakukan perjalanan ke timur, pulang ke rumah mertua setelah terakhir berkunjung sekitar 6 bulan yang lalu.

Kami berdua kembali kota-kota (melakukan perjalanan dengan sepeda motor) ke Probolinggo. Kali ini perjalananya kami tempuh cukup lama, sekitar 7,5 jam karena harus sering berhenti untuk sekadar rebahan.

Padahal Kediri- Probolinggo via Malang normalnya bisa ditempuh dalam waktu 5 jam saja. Kami ke Probolinggo tidak punya rencana lain, kecuali mau berkunjung ke ibu.

Tidak ada rencana akan berwisata ke area timur lainnya karena infonya temoat wisata masih banyak yang belum buka. Meskipun begitu perjalanan ini istimewa karena merupakan pertama kalinya melakukan perjalanan jauh kembali.

Kami berangkat hari Sabtu setelah saya pulang kerja dan sampai di Probolinggo sudah cukup larut. Karena memang tidak ada rencana pergi kemana-mana maka agendanya adalah berdiam diri di rumah saja.

Dalam kunjungan kali ini, cuaca di Probolinggo cukup panas. Kebetulan rumah suami saya berada di area yang cukup tinggi temperaturnya karena dekat dengan laut. Teman-teman di daerahnya juga merasakan hal yang sama gak sih?.

Kami berada di Probolinggo selama 5 hari 4 malam dan hanya berkunjung ke kota-kota saja. Saya diajak pergi ke Pelabuhan Mayangan oleh saudara dan menikmati Soto Madura di Alun-Alun Probolingo.

Beberapa kali saya juga mencicipi wisata kuliner di daerah kota yang katanya cukup terkenal, yaitu Sate P. Sabar di daerah Dringu. Teman-teman kalau pas lewat Probolinggo mau ke Bali, coba deh makan di sini. Saya rasa satenya beda dengan yang pernah saya makan sebelumnya. Potongannya besar, juicy, empuk dan pastinya halal.

Ohya selain itu saya juga berkunjung ke salah satu pasar tradisional di Sebaung, di sini saya menemukan tempe sebesar papan dan harganya murah meriah, yaitu 18ribu saja.

Selama di Probolinggo kami benar-benar menikmati hidup yang santai, karena sangat sedikit melakukan kegiatan di luar rumah dan lebih banyak berdiam diri di rumah.

Kalau sudah gabut seperti itu sudah pasti larinya ke sosial media. Kami berdua menghabiskan banyak kuota selama di rumah saja.

Tapi kami ga khawatir karena jaringan Smartfren yang digunakan sangat stabil dan punya kuota yang berlimpah. Ohya di bulan Oktober ini Smartfren punya program yang menarik, yaitu program Mystery Box #oktoBERHADIAH.

Caranya kumpulkan poin dan tukarkan SmartPoin kalian untuk mendapatkan hadiah. Untuk teman-teman yang melakukan tukar poin, semua pasti dapat hadiah. Tapi pastikan dulu menggunakan Smartfren dan download aplikasi MySF ya.

Teman-teman bisa mengikuti program ini dengan cara menukarkan SmartPoin yang teman-teman punya. Periode programnya berlangsung dari tanggal 18-31 Oktober 2021. Ada banyak cara untuk menambah poin kalian, lakukan banyak kegiatan di aplikasinya ya. Info lebih lanjut bisa klik MySmartfren.

Liburan di Probolinggo rasanya cepat sekali berlalu. Jujur saya tidak sabar menunggu waktunya bisa kembali berkunjung ke sana. Semoga kita semua diberikan kesehatan supaya dapat kembali bersua di lain kesempatan.



Buka Peluang dengan Join UN1TY FrenZone Challenge

Smartfren lagi dan lagi selalu punya program yang seru. Selalu ada ide cemerlang setiap bulannya untuk mendukung kreatifitas anak muda yang ...