Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Kuliner Kediri : Olahan 02 di Warung Bu Muhadi Djengkol Plosoklaten

Gambar
Ada yang suka atau hobi makan olahan 02 atau biasa disebut dengan bekicot atau escargot? Kalau iya, kamu harus banget mampir ke daerah Djengkol di Plosoklaten, Kediri. Soalnya di tempat ini ada banyak warung makan yang menyediakan olahan bekicot sebagai menu utamanya. Kalau diminta menyebutkan 3 makanan khas yang harus dicoba di Kediri, saya prefer ke Tahu takwa off course, gethuk pisang dan sate bekicot. Kenapa? Karena memang hampir semua teman yang pernah berkunjung selalu bilang pengen nyoba sate escargot ini. Nah, kebetulan banget hari ini masih dalam suasana lebaran hari ke 4. Saya bersama keluarga berkunjung ke daerah Wates- dekat dengan Gunung Kelud, untuk mengunjungi mertua dari tante saya yang ada di Batam. Sepulangnya dari unjung- unjung, kami menyempatkan diri untuk mampir ke salah satu warung makan untuk membawa pulang olahan bekicot. Karena memang saudara saya yang dari Surabaya, setiap kali pulang ke Kediri hal pertama yang dicari adalah Sate Bekicot di Djengkol. Kali ini

Yoga di Ledok Ombo dan Bawa Pulang Oleh- Oleh Poncokusumo

Gambar
[Foto : Jejakocahilang.wordpress.com] Ada tempat asyik dan menarik di Poncokusumo, yang ternyata masih banyak orang belum tahu. Tempatnya sama seperti Bedengan di Dau, Malang. Hanya saja di Ledok Ombo pohon-pohonnya lebih rimbun dan lebih dingin. Ohya, Ledok Ombo itu punya arti tanah yang luas yang dimanfaatkan untuk wisata sebagai tempat camping ataupun motor trail oleh warga kota yang pengen refiil udara segar pedesaan. Soalnya memang disini banyak pohon pinus yang menjulang tinggi. Saya sebetulnya agak lupa-lupa ingat, sebelumnya entah pernah datang berkunjung ke tempat ini atau belum. Tapi yang jelas sejak kedatangan kala #eksplorDeswitaMalang itu, saya jadi pengen balik lagi kesana. Ohya kadang wisatawan yang belum pernah berkunjung, pasti punya kekhawatiran kalau datang ke tempat wisata di desa. Takutnya nanti yang fasilitas belum terpenuhi, lokasi tidak sesuai ekspektasi, dan sebagainya. Untuk mengakses lokasi Ledok Ombo tidaklah sulit, jalanan sudah aspal korea dan mulu

Bermalam di Pulau Oksigen Dosis Tinggi Giliyang Madura

Gambar
Masih ingat dengan cerita #MenduniakanMadura saya beberapa waktu yang lalu? So here we go. Ini adalah lanjutan dari ceritanya yang akan dikupas satu persatu dengan posting terpisah.  Perjalanan dengan kapal laut sejujurnya membuat saya takut, banyak pikiran yang sempat betenger saat pertama kali menerima kabar kalau acara #MenduniakanMadura akan mengunjungi salah satu destinasi wisata pulau. Artinya kalau jalan ke pulau, kami harus melewati samudera untuk bisa sampai di tempat tujuan. Perjalanan yang cukup panjang buat saya pribadi karena memang baru pertama kalinya melintasi jalanan Sumenep - Pelabuhan Dungkek. Apalagi saat itu cuaca juga sedang tidak cukup bagus, karena perjalanan darat kami lebih banyak didominasi oleh hujan dengan intensitas deras. Saya sempat khawatir. Begitu sampai di Pelabuhan Dungkek, kami mulai berkemas kembali. Karena memang disarankan saat menyeberang hanya membawa barang yang diperlukan saja. Hal ini guna antisipasi kelebihan muatan. Baiklah, setel

Taman Kilisuci Pare Kediri

Gambar
[Bagian depan Taman Kilisuci] Saat ini ada banyak sekali tempat asyik untuk berkumpul dengan teman atau keluarga di Kediri. Apalagi sejak adanya cafe-cafe baru yang banyak bermunculan. Bahkan di daerah Pare yang lebih dikenal dengan Kampung Inggrisnya, sekarang dapat sebutan sebagai kota seribu cafe. Saking banyaknya tempat tongkrongan baru. Tapi kalau nongkrong di cafe kan kita harus keluar biaya ya, untuk sekedar minum teh atau kopi. Nah buat yang pengen hangout tapi gak mau rugi bandar keluar biaya. Di Kediri ada juga nih wisata gratisan yang tentunya tetep oke buat foto-foto dan bersantai.  Apalagi tempatnya juga cocok untuk semua kalangan, kecil, besar, muda maupun tua. Ohya sebenernya gak pure gratis sih, karena harus bayar biaya untuk parkir kendaraan. Hehe Nah, tempat itu adalah Taman/Alun-alun. Jadi di Kediri itu sekarang juga sedang banyak dibangun taman kota. Mungkin supaya imbang dengan adanya tempat tongkrongan milenial gitu kali ya. Hehe Kali ini pengen ba