Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Yoga di Ledok Ombo dan Bawa Pulang Oleh- Oleh Poncokusumo

[Foto : Jejakocahilang.wordpress.com]
Ada tempat asyik dan menarik di Poncokusumo, yang ternyata masih banyak orang belum tahu. Tempatnya sama seperti Bedengan di Dau, Malang. Hanya saja di Ledok Ombo pohon-pohonnya lebih rimbun dan lebih dingin. Ohya, Ledok Ombo itu punya arti tanah yang luas yang dimanfaatkan untuk wisata sebagai tempat camping ataupun motor trail oleh warga kota yang pengen refiil udara segar pedesaan. Soalnya memang disini banyak pohon pinus yang menjulang tinggi.

Saya sebetulnya agak lupa-lupa ingat, sebelumnya entah pernah datang berkunjung ke tempat ini atau belum. Tapi yang jelas sejak kedatangan kala #eksplorDeswitaMalang itu, saya jadi pengen balik lagi kesana. Ohya kadang wisatawan yang belum pernah berkunjung, pasti punya kekhawatiran kalau datang ke tempat wisata di desa. Takutnya nanti yang fasilitas belum terpenuhi, lokasi tidak sesuai ekspektasi, dan sebagainya.

Untuk mengakses lokasi Ledok Ombo tidaklah sulit, jalanan sudah aspal korea dan mulus meskipun lokasinya ada di pedesaan Poncokusumo. Saat itu kami ditemani oleh Pak Mbah menyisir tempat ini. Mulai dari ujung hingga ujung, setelah lelah kami juga sempat bersantai dengan menikmati kopi pinus di cafenya. Beberapa teman juga bersantai di atas hammock yang tersedia. Sayang hammocknya cuma satu, jadilah kami berboncengan.
[Foto : Jejakbocahilang ]
Nah kalau di Ledok Ombo jangan khawatir, di tempat ini semua sudah oke kok. Ada cafenya, ada kamar mandinya, ada musholanya juga. Ledok Ombo tiket masuknya juga murah aja, cukup dengan goceng udah bisa menghirup udara segar sepuas-puasnya.
Selain itu ada rumah pohon yang bisa digunakan untuk spot foto-foto. Kalau kemarin saya dan Lidia mencoba foto-foto dengan pose a la yoga. Lumayan untuk arsip foto kece dengan background pohon pinus.
[Foto: ghozaliq.com]
Buat saya, Ledok Ombo adalah salah satu lokasi yang cocok untuk nge-charge baterai jiwa. Karena memang enak banget buat bersantai.

Cuma gitu doang? Enggak dong!

Setelah puas menikmati Ledok Ombo, kita juga bisa datang ke Kebun Krisan milik bapak Misnan dan juga mampir ke kebun jeruk disekitaran lokasi. Selain itu bisa bawa pulang oleh-oleh UKM Poncokusumo juga, keripik aneka rasa.




Saya yang paling favorit sih keripik pisang, selain enak harganya juga terjangkau. Percaya tidak kalau keripik-keripik di Poncokusumo ini dijual mulai harga Rp 2.000 sampai 10.000 saja. Sayangnya pemasaran untuk keripik ini masih belum maksimal. Padahal dari segi packaging sudah bagus untuk dipasarkan.

Nah, pada tertarik buat datang ke Poncokusumo nggak? Buat yang suka motor trail buat menguji adrenalinnya, Ledok Ombo jadi salah satu lokasi yang cocok buat nambah list lokasi latihan kalian. 


Go check hastagh #EksplorDeswitaMalang untuk referensi foto lebih banyak.

Silviana.

Komentar

  1. sunset kemaren yoga juga .. behh keren kak

    BalasHapus
  2. Tetep memetik apel dan jeruk jadi idaman selain melibas keripik hahahhahha

    BalasHapus
  3. asyik bangt yo pi yoga di hutan pinus. jaman kuliah juga ke kopeng nlusuri hutan pinus..adem banget silir banget sih...trus suara2 seranggane bikin gimana gituuu

    BalasHapus
  4. Loh, kok foto sampulnya ganti? Kok yang ada fotoku ilang? lho kenapa? sensi sm aku ya? *menyulut api* xixixi

    BalasHapus
  5. Ada motor trail tapi aku g sempet nyobain latian di sana. kan sedih, padahal bisa buat gaya-gayaan. Hehe.
    Ingat gaya Yoga, inget mba Mira Sahid

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame