Kamis, Desember 12, 2019

Taman Kuliner Pesantren, Pujasera dengan Konsep Kekinian di Kediri

  No comments    
categories: 
[TKP]
Kediri makin berkembang pesat, buktinya sekarang udah banyak banget tempat baru yang bisa dikunjungi baik untuk bersantai sendiri ataupun bareng temen dan keluarga. Kemarin iseng- iseng jalan sama Gemi a k a Evi Marindi buat lihat grand opening toko gamis, kemudian lanjut cari makan.
[Saya dan Gemi]
Eh pas jalan pulang gataunya ingat kalau ada pujasera di daerah Pesantren, namanya TKP. Rupanya tempat ini baru dibangun dan sudah cukup ramai pengunjung. Meskipun sebetulnya ada beberapa bagian yang belum selesai dibangun. 
[Pengen nyanyi tapi kasihan sama kuping orang- orang]
Terdiri dari 2 lantai, lantai 1 untuk penjaja makanan, minuman, camilan dan juga ada cukup banyak meja kursi untuk makan. Selain itu di lantai ini juga tersedia live musik yang bisa dilihat dengan jelas dari seluruh penjuru TKP.
[Banyak pilihan penjual]
Nah kalau di lantai 2 digunakan khusus untuk lesehan. Ada cukup banyak pilihan makanan dan minuman. Baik makanan berat maupun ringan, minumannya pun beragam, ada yang kekinian seperti thai tea, cheese tea, ada juga yang udah agak jadul seperti es jagung, es tebu dan sejenisnya.
[Petansu]
[Es jagung X Petansu]


Tapi kemarin saya coba untuk pesan yang lain, yaitu Petansu atau tape, ketan, susu. Rasanya cukup segar dan ada asam manisnya. Harganya pun murah meriah, hanya Rp 5000 saja. Selain pesan minuman saya juga pesan ayam bakar dengan harga 13.000 namun pengemasannya dalam bowl yang bisa dibawa pulang.
[Ayam bakar yang jual mas- mas]
Suasananya juga cukup enak sih karena ada live musiknya, pengunjung juga bisa ikut berpartisipasi untuk menyanyi jika mau. Kalau saya dan Gemi cukup jadi pendengarnya saja. Ohya, kalau tempatnya dibilang luas banget sih enggak juga ya, cukup luas dan bersih banget.
[Ayam bakar yang digeprek]
Petugasnya juga gerak cepat saat ada meja yang kotor, begitu pengunjung selesai makan petugasnya langsung tanggap untuk membersihkannya. Tapi ada yang kurang sih, seharusnya diberikan tempat khusus bagi yang mau merokok. Karena jujur kalau ada yang merokok gitu jadi kurang nyaman untuk menikmati makanan. Sorry. 

Nah buat yang mau datang ke TKP, tata cara pemesanan dan pembayaran di sini juga sedikit makan waktu sih.  Karena harus bolak- balik ke warungnya. Jadi misalnya nih kita mau pesan makanan di warung A, setelah memilih menu kita akan diberi nota kecil yang berisikan menu dan harga yang kita pesan.
Kemudian kita pergi ke kasir yang letaknya ada di bawah tangga, ada dua orang mba- mba yang cukup ramah. Setelah membayar kita akan diberi 2 nota, 1 lembar untuk kita simpan dan yang 1 lembar lagi untuk warung tersebut.

Setelah itu kita kembali ke warung A untuk menyerahkan nota tersebut, nanti makanan atau minuman kita akan diantar ke meja. Nah, repotnya adalah kalau jarak warung dan kasir agak jauh, jadi agak kerasa tuh jalannya. Tapi sisi positifnya kan jadi bisa olahraga. Hehe
Over all pelayananya cukup cepat sih kemarin itu dan rasa makanan yang kami pesan juga enak. Ah iya, untuk parkir kendaraan sepeda motor adalah 2.000 rupiah ya. Sedangkan roda 4 saya kurang tahu, mungkin standart saja 3.000- 5.000.
[Mau?]
Kesan pertama saya saat berkunjung ke tempat ini adalah tempatnya menyenangkan dan pasti saya akan kembali lagi untuk mencoba menu yang lainnya.

Buat yang pengen berkunjung ke Taman Kuliner Pesantren bisa langsung klik peta di bawah ini, ya.
 

Jumat, Desember 06, 2019

Merencanakan Liburan Seru Akhir Tahun ke Malang

  49 comments    
categories: 
Kalau ditarik mundur ke belakang, rasanya tahun ini jarang banget pergi pelesiran. Sejak dilanda kesibukan pekerjaan, liburan seperti jadi sesuatu hal yang mahal untuk dijangkau. Bukan karena nominalnya, tapi karena waktu yang memang tidak memberikan kesempatan.

Jadi akhir tahun ini saya memutuskan untuk membuat itinerary liburan ke Malang, sebagai sebuah reward untuk diri sendiri, dua atau tiga hari sepertinya cukup untuk melepas penat.


Malang, sebuah kota yang menemani saya bertumbuh selama kurang lebih empat tahun menempuh pendidikan. Liburan sekaligus nostalgia, mengingat dia yang sudah lama tak bersua. Hahaha.

Jujur kangen banget sama Malang, karena sudah cukup lama tidak berkunjung ke kota bunga ini. Malang seperti punya semua yang saya inginkan, wilayah yang dikelilingi ring of fire ini, punya semua destinasi wisata yang wajib untuk dikunjungi.


Gunung, pantai, bukit, perkebunan, wisata buatan, taman kota yang tak terhitung lagi jumlahnya, dan kuliner- kulinernya yang selalu membuat ingin untuk kembali. Jadi gak ada alasan untuk tidak pergi liburan ke Malang.


Diingat- ingat lagi juga, selama jelang tahun baru saya gak pernah sekalipun pergi ke luar kota. Sepertinya tahun ini bisa jadi pengalaman baru untuk saya. Merasakan tahun baru tidak di kota sendiri. 

Rencana saya sih mau liburan ke tempat- tempat yang masih baru yang belum pernah saya kunjungi selama tinggal di Malang dan beberapa tempat yang sudah lama ada, untuk membayar rasa penasaran. Seperti Toko Oen, Mata Air Sumber Sirah dan makan ceker setan di tengah malam.


Sebenernya ada banyak banget tempat yang oke untuk dikunjungi di Malang. Salah satunya kalau pas lagi kota- kota, saya nyebutnya walking tour. Rute yang pernah saya gunakan adalah kampung Arab- Pecinan- Pasar Besar. Saat liburan nanti, saya akan kembali mencobanya. 

Jadi kalau lagi pengen jalan kaki menyusuri kota Malang, saya akan memulainya dari Alun- Alun kota Malang dan menyusuri pecinan kecil. Di jalur ini kita bisa mampir untuk belajar sejarah kretek di Museum Bentoel. Masuknya gratis dan tempatnya cukup instagramable untuk berswafoto.


Maju sedikit ada rumah- rumah lawas yang oke punya untuk dijadikan background foto. Rasanya seperti kembali ke masa lalu. Kalau sudah bosan bisa lanjut ke Pecinan Besar dan menuju ke Klenteng Eng Ang Kiong yang terletak di pinggir jalan besar R.E Martadinata.

Boleh masuk tapi tidak boleh berisik dan kalau bisa sih saat ada di dalam klenteng tidak mengambil foto yang ada patung- patungnya. Saya senang bisa tahu dalamnya klenteng Eng Ang Kiong karena klenteng ini menjadi jejak tua penanda eksistensi budaya Tionghoa yang ada di Malang.


Setelah puas jalan- jalan di dalam klenteng, kita bisa lanjut ke arah utara. Yes, Kampung Warna Warni Jodipan. Saya sudah tiga kali berkunjung ke Jodipan, rasanya tempat ini selalu punya suasana baru ketika kita datang mengunjunginya. Bayar tiketnya sangat terjangkau, Rp 3000/ orang itupun dapat cashback stiker.
[Jodipan]
Kalau mau bablas lanjut ke Kampung 3D juga bisa, caranya dengan lewat jembatan kaca. Masuk ke 3D bayarnya juga sama, Rp 3000 saja. Tapi kalau di sini cashbacknya bukan stiker, tapi gantungan kunci dari kain flanel. Misal mau balik ke Jodipan, kita ga harus bayar lagi. Cukup dengan menunjukkan cashback yang sudah kita terima. 

Kalau masih belum puas juga nih pengen wisata kampung- kampung, kita bisa menyeberangi jalan besar dan berkunjung ke Kampung Biru Malang dan lokasinya tepat di depan kampung 3D. Masih kuat jalan? Bisa lanjut ke Stasiun Malang, di sini ada beberapa pilihan taman kota yang asyik untuk dibuat bersantai. 


Dekat dengan Stasiun ada Balai Kota yang bagus juga untuk dikunjungi. Kalau malam tiba bisa liat air mancur warna- warni di bundaran taman. Dulu saya suka datang ke sini karena suka lihat bunga teratai. 
[Splendid]
[Anak ayam anak ayam anaaak ayam]


[Pasar Burung kota Malang]

[Kucing dan Anjing juga di jual di sini]
Apakah sudah selesai? Oh tentu saja belum. Karena di dekat Balai Kota ini ada Splendid yang wajib dikunjungi juga saat walking tour. Pasar hewan dan bunga legendaris di Malang. Mau cari bibit bunga, buah, kaktus ada semua. Mau cari hewan pun ada.
[Kampoeng Heritage Kajoetangan]
[Peta untuk menyusuri Kampung Kayutangan]


Nah, untuk menutup perjalanan walking tour, kita akan ada di wilayah Kayutangan. Salah satu wilayah tua yang punya banyak tempat asyik. Kalau yang paling baru sih Kampoeng Heritage Kajoetangan. Selain itu, di Kayutangan juga ada banyak kuliner asyik yang wajib dicoba, seperti sate gebug dan es talun.


Wisata malam di Malang juga gak kalah menarik sih, bisa ke Malang Night Paardise di Singosari yang pastinya menyajikan pengalaman baru dalam berwisata.
[Lobby Hotel di Surabaya]

Membayangkannya saja rasanya saya udah bahagia. Pas banget nih, kemarin saat saya sedang liburan ke Surabaya dengan kakak dan anakzahir, kami menginap di salah satu hotel yang diakomodir oleh OYO Hotels Indonesia, yaitu OYO 197 Prime Royal Hotel Surabaya. 


Pelayananya bagus dan ada banyak promo seru yang ditawarkan. Kemarin aja kami bayarnya murah banget makanya masih pengen coba menginap di jaringan OYO lainnya.


Bakal lebih seru nih kalau nanti waktu liburan akhir tahun, bisa punya kesempatan dapat voucher 70% dari OYO untuk menginap Hotel Murah di Malang.

Semoga rencana akhir tahun ini bisa terlaksana, karena pengen banget liat kembang api malam tahun baru di Alun- Alun kota Malang.


Kalau kamu, ada rencana pergi ke mana nih jelang akhir tahun?

Senin, Desember 02, 2019

ADVAN G3 Pro, Ponsel Multitasking Terbaik di PULSA Editors’ Choice 2019

  5 comments    
categories: 

Ponsel pintar di zaman yang serba canggih seperti sekarang emang udah jadi kebutuhan utama sih ya. Beberapa waktu lalu, saya sempat mencari referensi ponsel untuk dijadikan ponsel cadangan khusus pekerjaan kantor. Karena sampai saat ini, saya masih pakai satu ponsel dan satu nomor untuk pekerjaan dan pribadi.

Agak ganggu juga sih, apalagi kalau pas lagi cuti terus masih harus dihubungi sama klien kantor, atau temen lain cabang buat nanyain data. Belum lagi data- data kantor yang harus tercampur dengan data pribadi. Misal foto, dokumen, dan sebagainya. Kayaknya emang perlu deh cari ponsel baru khusus kerjaan yang punya ROM dan RAM yang gede.

Ohya, referensi utama saya untuk cari ponsel baru itu masih sama kayak dulu, yaitu di Tabloid Pulsa. Soalnya pasti lengkap dan emang jadi andalan sih sejak dulu kala. Terus kok lihat ada ADVAN G3 Pro yang jadi smartphone terbaik di PULSA Editor's Choice 2019.

Gak heran kalau produk mutakhir ADVAN sampai terpilih jadi smartphone terbaik. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1998 ini emang punya beragam produk. Gak cuma smartphone aja, tapi juga Notebook, Tablet, PC, hingga aksesoris digital. Reputasi ADVAN selama ini juga bagus sih, soalnya selalu ada di TOP 5 brand terbaik.

ADVAN G3 Pro ini hadir dengan teknologi mutakhir dan punya fitur menarik buat penggunanya. Bahkan yang lebih membuat takjub adalah harganya kurang dari 2 jutaan. Padahal upgrade hardwarenya paling gress.

Penasaran sama spesifikasinya?


Nah yang menonjol dari ADVAN G3 Pro ini adalah kapasitas RAM dan ROMnya yang besar, RAM 4 GB dan ROM 64 GB. Dengan kapasitas yang besar ini memungkinkan penggunanya lancar saat berselancar di sosial media, dan menghadirkan pengalaman baru yang memuaskan untuk aktivitas sehari-hari. Kayaknya bakalan cocok buat saya kerja nih. Soalnya emang kerjaanya based on sosmed, yakni WhatsApp dan Telegram.

Performa ADVAN G3 Pro ternyata juga gak perlu diragukan lagi, soalnya prosesor yang digunakan merupakan 8 inti ARM Cortex-A55, yang terdiri dari 4 inti kecepatan 1,6 GHz dan 4 inti kecepatan 1,2GHz dari chipset New CPU SC9863A. Selain itu, ada tandem kartu grafis PowerVR Rogue IMG8322. Jadi gak perlu khawatir nge-lag saat multitasking berbagai macam aplikasi.

Soal operating system (OS), ADVAN G3 Pro dijalankan dengan Android 9 Pie, dengan user interface (UI) khas IDOS 9S.12. ADVAN G3 Pro hadir dengan sudut pandang yang lebih luas dengan layar tetesan air. Sehingga mampu menghasilkan rasio sebesar 85%. Layar ADVAN G3 Pro memiliki besaran 6.3 inci HD+ (1520x720 pixel) dengan rasio aspek 18:9.

Kapasitas baterainya juga cukup besar, 3000 mAh dan layar 6.3 inci Pro Waterdrop HD+. Hal ini memberikan pengalaman terbaik saat bermain game dan menonton video. Kalau di sisi kamera, ADVAN G3 Pro punya kamera belakang ganda. Kamera utama memiliki resolusi 12 Mega Pixel, dengan aperture f/2.2. Sedangkan, kamera kedua memiliki resolusi 2 Mega Pixel. Pada bagian depan layar, ADVAN G3 Pro dilengkapi dengan kamera beresolusi 8 Mega Pixel, dengan aperture f/2.2. Pilihan warna dari ADVAN G3 Pro tersedia dua varian, yakni warna bernuansa premium Jade Green dan Peacock Blue. Untuk harganya sendiri, ADVAN G3 Pro dibandrol dengan harga Rp 1.499.000. Setiap pembelian ADVAN G3 Pro, akan mendapatkan paket Eksklusif Headset JBL.

Buat temen- temen yang pengen punya Smartphone ADVAN G3 Pro bisa mendapatkan perangkat ini di official online store ADVAN Shopee, Lazada, Tokopedia dan Bukalapak.

Langsung cus ke official online storenya, gak mau kehabisan.

Selasa, November 26, 2019

Menginap Semalam Bersama Keluarga di Villa Edelweis Batu

  6 comments    
categories: 
Liburanlah selagi bisa melakukan kegiatan berlibur, apalagi bersama keluarga. Liburan bareng keluarga jadi suatu hal baru buat saya pribadi. Secara selama ini saya cukup jarang turut serta dalam liburan keluarga. Lebih sering solo saja.

Jadi ceritanya sepupu saya mas Candra (saya pikir kalian pasti ga asing sama nama ini, karena cukup sering saya ceritakan) mengajak liburan ke Malang dalam rangka jalan- jalan sekaligus baby moon (istri sepupu sedang hamil).

Kemudian muncul ide untuk menginap sekalian di Villa. Berangkat hari Sabtu sore dari Kediri dengan 2 kendaraan kemudian malamnya disusul oleh saudara dari Surabaya jadi total 3 kendaraan dengan jumlah anggota kurang lebih 15 orang.

Syukur Alhamdulillah perjalanan saat itu sangat lancar tanpa hambatan, padahal biasanya kalau weekend jalanan ke Malang macet banget. Ohya, kami menginap di Viilla Edelweis, Batu. Lokasinya dekat sekali dengan Museum Angkut. Atau bisa dibilang, tempat menginap kami ini ada di belakang museum yang lagi hits ini.
[Tampak depan]
Villa Edelweis punya lokasi yang cukup strategis sehingga mudah banget ditemukan. Rumah dengan bangunan dua lantai ini cukup luas jika dibandingkan dengan bangunan rumah lain di sekitarnya. Jika dilihat dari depan rumah ini seperti mungil, namun ternyata waktu udah masuk cukup luas juga. 
[Pantry]
Begitu masuk ke ruang tamu, langsung disuguhi dua ruang tamu di sisi kanan dan kiri. Terdapat satu kamar mandi dan satu kamar tidur. Namun yang sebelah pintu masuk lebih cocok untuk ruang keluarga yang menjadi satu dengan dapur (pantry). Ada TVnya juga di sini, jadi pasti anti bosan. Begitu keluar dari pantry kita bisa lihat ada dengan pendopo yang bisa digunakan untuk bersantai dengan keluarga atau bisa juga digunakan untuk sholat.
[Ruang tamu lantai 1]
Di area ini juga terdapat tempat jemuran dan mesin cuci. Kami juga sempat melakukan kegiatan bakar- bakar jagung dan sosis untuk menghangatkan malam. 

Naik ke lantai dua, ada dua kamar tidur, satu kamar mandi dan ruang keluarga yang lengkap dengan TV juga. Bagian depan dan belakang lantai dua ini ada balkonnya. Jadi pas banget kemarin itu lagi ada fenomena micro harvest moon (13-14 September), pemandangannya bisa dilihat dari lantai dua ini.
 
[Kamar di lantai 2]

Saya sempat membuat video room tour untuk Villa Edelweis, mungkin temen- temen ada yang punya cukup banyak kuota bisa lho lihat di channel youtube Silviana Noerita.


Cerita kami main ke mana aja waktu liburan ke Batu, akan ditulis di post selanjutnya.

Minggu, Oktober 20, 2019

Pesona Puncak B29, Negeri di Atas Awan Lumajang

  32 comments    
categories: 
[Momen pertama saat sampai di B29]
Rasanya sudah cukup lama ya, tidak cerita soal jalan- jalan lagi. Sebetulnya dalam beberapa bulan ini saya juga selalu menyempatkan diri untuk pergi ke suatu tempat di Jawa Timur. Hanya saja belum sempat terus untuk membaginya.

Bulan Agustus yang lalu, bertepatan dengan tanggal lahir, saya mencoba untuk ambil cuti, istilahnya birthday leave. Sekalian ambil cuti tahunan yang memang masih belum bekurang sama sekali.

Rencananya mau pergi ke Banyuwangi, tapi sayangnya jadwal kereta yang akan membawa saya kesana belum pas waktunya. Akhirnya saya mengalihkan rencana ke Lumajang, B29.

Perjalanan ke B29 ini cukup panjang tapi juga sangat singkat. Jadi sebetulnya saya mau pergi hari Sabtu, tanggal 10 Agustus. Namun bertepatan dengan acara kirim doa yang diadakan selama 3 hari di rumah. Apalagi di tanggal 11 Agustus kan juga acara Idul Adha. Jadilah saya baru bisa pergi di tanggal 12 Agustus dan pulang di tanggal 13 Agustus.



Senin pagi, saya berangakat ke Malang dengan menggunakan bus Bagong. Sudah lama banget gak naik bus trayek ini, sekalinya naik gak dapat duduk dari Kediri sampai Malang dong ya. Haha. Bahkan dunia tidak memberi saya kesitimewaan di hari saya bertambah usia. Ngarep.


Begitu sampai di Malang, saya berjumpa dengan Ical dan langsung cus ke Lumajang via jalur Dampit. Ini kelirunya sih, harusnya ambil jalur pantura saja (kota) supaya lebih cepat sampainya. 

Pilihan untuk lewat Dampit atau Malang Selatan ternyata tidak cukup oke untuk melakukan perjalanan ke Lumajang, soalnya jalurnya masih banyak dilakukan perbaikan. Intinya lama banget deh dari Malang ke Lumajang, lebih dari 4 jam rasanya.


Ohya, B29 ini lokasinya ada di Senduro, Sukapura. Waktu paling oke untuk menikmati B29 dan B30 tentunya saat matahari terbit. Jadi kemarin kami naik sekitar pukul 04.00 dan parkir di pemberhentian terakhir kendaraan dan dilanjut dengan naik ojek.

Kami dikenakan tarif 50K (kalau ga salah ingat) untuk 2 orang dengan 2 motor. Ohya tarif ini untuk satu kali jalan ya. Bisa sih kalau mau PP, tergantung kesepakatan dengan bapak ojeknya saja.

Jalurnya memang ekstrem meskipun sudah dipaving. Jadi buat yang pengen ke B29 lebih baik menggunakan jasa ojek saja untuk keamanan dan kenyamanan. Serahkan saja pada yang sudah pro.

Ohya, tarif sekian itu saya diturunkan di B29 ya, karena untuk melihat sunrise kita masih harus naik lagi ke B30. Tapi kita bisa treking kok untuk ke B30nya. Jalurnya pun tidak terlalu menanjak. Mungkin sekitar 15-20 menitan untuk sampai ke B30.

Alhamdulillah saat itu cuacanya bagus sekali, tidak mendung, namun angin yang berhembus cukup kencang. Posisi d atas puncak ini pasir ya, jadi pastinya berdebu banget. 

Tapi B30 bener- bener super indah. Worth it dengan perjalanan yang harus ditempuh untuk bisa sampai ke tempat ini. Sayangnya waktu itu kemera digital kesayangan saya tidak dapat digunakan karena mati total setelah jatuh di aspal kala jalan - jalan di Budug Asu.

Baca Juga : Menjelajah Budug Asu di Lawang 

Jadi foto- foto perjalanan ini semua diambil dengan menggunakan kamera HP Realme dan pocket Sony. 

Sekali seumur hidup, jika punya kesempatan, datanglah ke B29. Sungguh indah.








Sekitar pukul 08.00 kami memutuskan untuk turun dan pulang. Lagi- lagi kami memilih untuk jalan kaki menuju tempat parkir terakhir.


Bayangan saya mungkin akan memakan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam perjalanan, ternyata hanya 30 menit saja kami sudah sampai. Tidak terlalu jauh juga ternyata, kan ya.

Lelah tapi sunggu berkesan, terima kasih semesta, sudah memberi saya kesempatan untuk melihat keindahan B29 dan B30 di pertambahan usia.

Semoga masih punya banyak waktu untuk melihat keindahan lainnya.