Selasa, Juli 16, 2019

Wajib Tahu Kriteria KTA yang Aman dan Terpercaya

  1 comment    
categories: 
Sejak mulai kerja tetap sebagai anak kantoran 2 tahun kebelakang ini, saya sebagai gen Z yang lahir di tahun 90’s, mulai mikir soal kesejahteraan masa depan. Tiap kali gajian selalu berusaha untuk menyisihkan 30% untuk simpanan dana darurat. Soalnya saya juga gak bisa memastikan selamanya akan ada di posisi aman seperti sekarang, dalam finansial. Betul saja, dalam setahun belakang ini, ada cukup banyak pengeluaran tak terduga yang harus saya hadapi. Bahkan saya juga memberanikan diri untuk berkenalan dengan pinjaman KTA.

Hal ini dikarenakan ada beberapa kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa dinomor duakan. Selain itu, baru- baru ini keluarga kami melakukan pembelian dengan nominal yang cukup besar.

Intinya tahun- tahun ini merupakan tahun yang cukup menguras tabungan. Pertama kali saya melakukan pinjaman KTA dengan nominal yang kecil, untuk menutup biaya tak terduga.

Hal ini saya lakukan, karena saya pribadi tidak ingin merepotkan keluarga atau teman. Namun tidak lama setelah itu, secepatnya bahkan sebelum jatuh tempo atau term of payment terjadi, saya sudah menutup pembayaran secara penuh.

Saat itu saya memilih pinjaman KTA sebagai solusi karena Kredit Tanpa Agunan ini masuk dalam kategori kredit konsumtif. Selain prosesnya cepat jika memenuhi syarat dan mudah, saya juga tidak perlu menjaminkan aset yang saya miliki. Apalagi pinjamannya juga dalam skala kecil.

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman KTA, saya melakukan banyak riset mengenai salah satu inklusi keuangan ini. Apalagi sekarang juga sudah mudah sekali kalau pengen tahu dan membandingkan pinjaman KTA dengan bunga yang kecil secara online.

Cukup dengan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan, kita bisa mengajukan aplikasi pinjaman. Banyak produk pinjaman KTA yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Namun yang perlu dipahami, tidak semua aman dan terpercaya. Itulah kenapa kita harus selektif saat memilih dan memutuskan. Supaya tidak terjadi bad debt saat menggunakan layanan keuangan ini.

Selain itu, ada beberapa kriteria yang wajib diketahui sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman KTA. Nah, CekAja.com bisa jadi solusi untuk membandingkan produk pinjaman KTA yang aman dan terpercaya.
[sumber : cekaja.com]

Apa saja sih kriteria pinjaman KTA yang aman dan terpercaya?


Lembaga pinjaman terdaftar Otoritas Jasa Keuangan, ini kriteria mutlak yang harus dimiliki oleh penyedia pinjaman yang terpercaya. Lembaga keuangan yang terdaftar di OJK artinya sudah melewati berbagai tahapan uji kelayakan untuk dapat mengantongi izin dari OJK sebelum beroperasi. Nah dengan adanya OJK ini, kita sebagai konsumen juga dapat perlindungan jika terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

Memiliki email dan situs resmi, lembaga penyedia jasa pinjaman juga harus memiliki email yang jelas perusahaan dan bukan gratisan seperti gmail ataupun yahoo. Sedangkan untuk situsnya, setidaknya diawali dengan "https" yang artinya menggunakan protokol socket secure layer (SSL) yang menyediakan proses enkripsi pada pertukaran data untuk mencegah terjadinya pencurian dan penyadapan data pengguna.

Transparan, penyedia jasa pinjaman KTA yang aman dan terpercaya pasti akan selalu transparan dalam menawarkan produknya. Mulai dari mekanismenya, terms of paymentnya, simulasi cicilan dan bunga. Sehingga debitur tidak akan merasa dirugikan karena sudah mengetahui segala resiko transaksinya.

Bunga yang diterapkan wajar, sebagai lembaga yang aman dan terpercaya, sudah tentu akan menerapkan bunga yang wajar. Sebagai acuan untuk melakukan pinjaman, kita bisa membandingkan bunga di pinjaman online dan bunga bank.

Nah, kalau udah tahu kriteria pinjaman KTA yang aman dan terpercaya. Sekarang kita juga wajib tahu nih, apa saja sih syaratnya untuk mengajukan KTA supaya bisa diapprove.

Soalnya tidak semua debitur akan diapprove begitu saja oleh penyedia pinjaman KTA, karena lembaga yang menyediakan pinjaman pasti akan melihat history kita.

Ini dia syarat yang harus dipenuhi untuk bisa mengajukan KTA; Fotokopi identitas seperti KTP, kartu keluarga dan surat nikah (jika sudah berkeluarga),
Fotokopi NPWP pribadi/ SPT PPh 21,
Cetak rekening tabungan selama 3 bulan terakhir,
Slip gaji untuk karyawan atau profesional Taguhan Kartu Kredit (jika memiliki),
Salinan SIUP, TDP, NPWP Perusahaan (untuk wiraswasta) dan dokumen lain untuk profesional lain,
dan yang paling penting materai.

Kalau sudah tahu apa saja syaratnya, kita juga wajib tahu tentang suku bunganya, KTA sendiri biasanya ada di suku bunga 10- 23% dan juga dibagi menjadi dua, yaitu fixed rate, suku bunga tetap dan tidak akan berubah dan floating rate, suku bunga mengambang sehingga akan berubah- ubah.

Pinjaman KTA sebetulnya sangat membantu jika dipergunakan dengan sewajarnya dan sebenar- benarnya. Selain itu kita juga harus komitmen dalam pembayaran, supaya tidak terjerat dalam bad debt. Kalau mau tahu lebih cek di sini, ya https://www.cekaja.com/kredit-tanpa-agunan.

Kamis, Juli 11, 2019

FUS Pada Kucing dan Kematian Pomilo

  23 comments    
categories: 
[Milo saat belum tahu kalau sakit FUS]
Jujur sedih sekali menuliskan ini. Rasanya masih belum ikhlas kalau ingat lagi soal kematian Milo (kucing saya). Buat temen- temen yang udah cukup lama jadi pembaca blog ini, pasti tahu kalau saya punya kucing jantan. Kurang lebih sekitar 4 tahunan memelihara.

Jadi Milo ini kena FUS atau biasa disebut dengan Feline Urologic Syndrome. Simpelnya kucing ini kena sakit kemih bawah. Kalau pada manusia biasa disebut dengan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Saya sendiri sebetulnya sudah mulai curiga kalau Milo susah saat buang air.

[Senang fotoin dia karena manut]
Beberapa kali saya lihat dia ngeden- ngeden di box pasirnya. Tapi entah kenapa kok saya gak ngeh kalau sampai kena FUS, karena asupan minumnya juga masih banyak.

Padahal nih, tiap kali dia ada gejala sedikit aneh saja, seperti misal lemas, atau jalannya pincang, saya pasti langsung cek semua badannya. Kali saja ada benjolan atau luka yang dialami tiap kali habis pulang main.


Saya menyesal sekali karena tidak bisa memberikan pengobatan lebih cepat dan terbaik, mungkin kalau sejak awal saya aware dengan kondisinya, bisa jadi hingga saat ini Milo masih ada bersama saya.

Ngomong- ngomong, ini tepat satu minggu Milo mati dan baru hari ini saya punya niatan menuliskan cerita merawat Milo saat sakit. Kemarin- kemarin, saya masih suka mewek tiap kali lihat hal- hal yang berhubungan dengan kucing tua itu.


Jadi tanggal 1 Juli, Milo masih seperti biasanya, rutinitasnya masih sama, pagi membangunkan saya, menunggu sampai saya bangun dan memberinya makan, menunggunya sejenak untuk makan, masih minta dielus- elus kepala dan perutnya, dan sorenya juga menunggu saya pulang di depan rumah. Bahkan saat itu saya masih sempat mengambil video dia berjalan ke arah saya.


2 Juli kondisinya juga masih sama, hanya saja saat itu dia sama sekali gak keluar rumah, padahal biasanya habis makan udah langsung meluncur ke atap dan main ke tetangga sebelah yang punya kucing betina.

Nah di tanggal 3 Juli ini, pagi hari saya lihat bagian kaki belakangnya basah dan sedikit kaku. Tapi Milo juga masih makan seperti biasanya. Jadi saya rasa kucing ini mungkin habis main di air. 

[Sore hari setelah selesai dikateter]
Tapi hal yang bikin saya kaget adalah, saat saya mau berangkat kerja, Milo (maaf) muntah dengan warna yang keruh. Namun karena saat itu saya sudah mepet waktu untuk kerja, saya tinggal berangkat dan saat udah sampai di kantor coba googling, di situ tertulis kemungkinan terkena virus semacamnya. Karena memang saat ini sedang marak virus yang menyerang kucing.

Baca Juga : Ganasnya Virus Calici Pada Kucing


Tak lama setelah itu saya telepon adik untuk bawa Milo ke drh. Retno. Drh ini juga drh yang menangani Milo dan Mili, kucing saya saat masih usia 3 bulan. Jadi saya pikir, disitu drh yang paling dekat dan dulu sudah pengalaman menangani kucing saya, meskipun cuma suntik saja.


Baca Juga : Pengalaman Baru Merawat Kucing Sakit


Rupanya, Milo terkena FUS dan harus diopname untuk dikateter (disedot urinenya). Saya terus memantau perkembangan Milo, sore hari saat sudah selesai kantor saya juga berkunjung ke sana untuk melihat kondisinya.


Namun saat itu masih setengah sadar karena masih dalam kondisi dibius. Tapi yang bikin terharu adalah, saat saya kesana dan elus kepalanya, dia seperti merespon dengan menggerakkan tubuhnya. Padahal kata penjaganya, sebelum- sebelumnya gak bergerak sama sekali. 


4 Juli 

Pagi hari saya coba untuk mengirim pesan ke drh, tentang perkembangannya. Karena saat itu perasaan saya gak enak banget.

Kayak tiba- tiba mau nangis dan jujur saya stress ngadepi kucing yang sakit. Tapi syukur, info dari Drh. Retno saat itu menenangkan hati saya.
[Foto kiriman drh]
 Kabarnya Milo sudah bisa minum sendiri, meski belum mau makan. Saat itu saya juga dikirimi foto terbarunya. Wah lega banget ya rasanya. Saat siang saya kembali di WA oleh drh Retno.

Mengabarkan kalau lebih baik Milo dibawa pulang saja karena di sana kucing ini agak stres. Jadi hanya diobat jalan saja. Karena Milo ini juga sudah bisa pipis sendiri setelah dikateter.


Emang sih, Milo ini kucing dengan kepribadian yang penakut sekali. Jarang mau ketemu dengan orang lain, selain orang di rumah kami. Bahkan saat dia sedang bersantai di ruang tamu, lalu tiba- tiba ada orang masuk saja, dia bakalan langsung lari terbirit- birit.

Sore hari setelah saya pulang kantor, Milo saya jemput dan bawa pulang. Tapi kondisinya masih sangat lemas. Apalagi saat mendengar cerita penjaga kliniknya, jantung saya rasanya kayak anjlok karena pagi hari tadi, Milo sempat kritis dan dikira dokternya sudah mati. Pantes aja perasaan saya kok gak enak banget. 

[Kondisi saat di rumah]

Nah, setelah saya bawa pulang dia masih bisa angkat kepala dan mengubah posisinya. Tapi kondisinya sangat lemas dan jujur kasihan banget lihatnya. Dititik itu saya bilang sama Milo "Yawisla Mil, kok kasian banget liatnya. Kamu minta dibawa pulang cepet meh pamitan ya. Nek emang mau pergi gpp".


Tapi masih tetap berharap Milo bisa sehat kembali.

Sebelumnya juga pernah kejadian Milo sakit seperti ini, tapi karena berantem. Udah sekarat banget dan seminggu lemas terus. Sambil saya spet makanan, saya suka bilang sama dia yang intinya saya gak rela dan gak ikhlas kalau sampai mati.

Alhamdulillah selalu kembali sehat. Tapi kali ini melihatnya sudah kesakitan seperti itu rasanya saya gak tega. 
[Saya elus- elus kepalanya masih respon]
Malam harinya, terakhir saya lihat Milo masih bernapas itu jam 23.00, sesekali saya masih spet air mineral supaya dia gak dehdirasi.

Rencananya kalau besok pagi masih lemas, saya mau bawa ke drh lain supaya dapat penanganan yang lebih bagus. Tapi waktu jam 2 pagi saya bangun, saya lihat Milo lagi.

"Loh, kok wis gak ambekan?" - (loh kok sudah gak bernapas?).


Buru- buru saya buka kandanganya dan pegang badannya. Masih belum sepenuhnya kaku tapi memang sudah gak bernapas. Saat itu ada bapak saya juga yang bangun. Saya nangis dong, meski udah bilang kalau gpp kalau kucing saya pergi, tapi ada rasa sakit di dada yang gak bisa dijelaskan. 

Paginya setelah subuh, saya minta kain putih ke ibu. Saat itu ibu belum tahu kalau Milo sudah mati. 


"Bu, ada kain putih?"


"Ada, buat apa?"


"Milo mati"


"Lho, ya Allah, lha katanya sudah bisa pipis to. Jam berapa?"


".... jam 2" - suara saya udah parau. Nangis.

[Sudah gak bernaywa]
Lalu, bapak sudah siapkan kuburan Milo di belakang rumah. Disitu bapak besarkan hati saya - aduh mbrambangi lagi nih. 

Beliau bilang, "Kucingmu itu wis bagus perawatannya, kalau gak lho udah dari dulu- dulu mati itu pas sekarat itu".


Saya cuma diem aja waktu itu, sampai akhirnya saya bilang kalau gak tega, kok matinya kesakitan gini. 

"Ya sama kayak orang, matinya kan ya dengan cara macam- macam. Kucingmu itu sudah tua, wis wayahe" - Bapak.


---------------------------------------------------------------------------------


Begitu ceritanya kucing saya kena FUS dan akhirnya tidak survive. Sebetulnya hari ke 4 setelah Milo mati, tiap kali saya lihat barang- barang yang berhubungan dengan kucing ini, seperti wadah makan, kandang, tempat yang biasa dia gunakan untuk menunggu saya pulang.


Saya masih suka nangis sendiri karena sedih. Kayak masih kerasa pegang bulunya yang halus dan lembut. Matanya yang syahdu tiap kali lihat saya, suara dengkurannya dan bagaimana dia percaya kepada saya, dengan menunjukkan perutnya untuk saya elus- elus.

Btw, kucing kalau dah goleran di depanmu itu, artinya kucing tersebut sudah sepenuhnya percaya padamu. Karena perut adalah bagian paling rawan pada kucing. 

Ya gimana ya, namanya juga udah dirawat sejak masih kecil banget, lho. Bonding selama 4 tahunan ini kan ya erat banget. Jadi saya sendiri juga gak mudah lupakan Milo begitu saja. Apalagi dia kesayangan saya banget. Banget banget banget deh.


Padahal kemarin- kemarin saya udah ada mikir, kalau kucing ini mau saya steril biar masa hidupnya bisa lebih panjang karena kalau sudah disteril kan bisa mengurangi resiko seperti sakit- sakitan.


Jadi gimana sih kok kucing itu bisa kena FUS? Nah, FUS ini sebetulnya lebih rentan menyerang kucing jantan, karena saluran kencing kucing jantan itu lebih panjang dan berkelok. Tapi bisa juga menyerang kucing betina.

Kalau pengalaman saya, kucing ini terlalu banyak mengonsumsi makanan kering (dry food), padahal sebetulnya komposisi makanan Milo sudah saya mix. 

Kadang makanan basah (wet food) juga atau tempe kukus. Tapi ternyata juga masih belum maksimal. Nah, makanan kering itu juga mineralnya sedikit banget, maka dari itu kucing harus banyak minum. 


Kayak yang saya bilang tadi, Milo itu minumnya banyak, jadi saya gak ngira kalau bisa sampai kena FUS. Selain itu, FUS juga sering menyerang kucing usia 4 tahun atau lebih.



[Bakalan kangen banget]
Andai bisa tahu dan ngeh lebih cepat, mungkin Milo gak akan sampai muntah. Setelah saya pelajari, kemungkinan Milo sudah keracunan urinenya sendiri. Sedih banget, karena kucing saat sakit tidak pernah menunjukkan kalau dia sakit, tau- tau aja udah parah. 

Terima kasih, Milo. Sudah memberi warna indah selama 4 tahun ini. Semoga kedepannya, kalau saya sudah berani pelihara kucing lagi, bisa lebih baik dalam perawatannya. 


Milo ini istimewa sekali bagi saya, karena dia yang memilih saya sebagai pemiliknya. Sleep Well, My Lovely.




Sabtu, Juni 29, 2019

Cara Aman Jual Mobil Bekas Tanpa Ribet

  6 comments    
categories: 
Beberapa hari sebelum lebaran, waktu lagi kumpul keluarga,  pakdhe saya cerita pengen ganti mobil. Mobil pakdhe ini emang udah lama banget, tahunnya tua tapi performanya masih gentle. “Aku mau ganti yang agak mudaan dikit, lah. Biar jiwanya juga ikutan muda”, katanya. Tapi sayangnya sampai sekarang masih belum nemu yang cocok. Udah coba share di forum jual mobil bekas online, tapi yang nawar cuma main- main.

Emang bener sih, jual atau beli mobil itu susah- susah gampang, kayak nemuin jodoh, apalagi kalau yang bekas. Kalau yang baru sih tinggal datang aja ke dealer, ya. Tapi masalahnya, gak semua orang mau dan bisa beli mobil baru. Pertimbangan utamanya tentu ada di harga.
[Sumber : BeliMobilGue.co.id]
Mayoritas masyarakat menengah lebih memilih untuk beli mobil bekas karena harganya lebih terjangkau, dan juga calon pembeli punya banyak pilihan untuk menyesuaikan budgetnya. Nah, ngomong- ngomong mobil bekas, saya jadi keingat sama pakdhe saya tadi. Beliau pengen jual mobil lamanya biar bisa diganti sama yang lebih baru. 

Banyak sepupu yang menawarkan untuk pasang iklan di forum jual beli sosial media dan koran. Tapi pakdhe saya bilang, cara- cara tersebut kurang membantu. Dia perlu tempat untuk jual mobilnya secara efisien dan murah. Kalau di forum jual beli sosial media sudah sempat dilakukan, tapi yang nawar cuma main- main doang, katanya malah bikin capek. Nah kalau di koran, biaya iklannya juga cukup mahal, ya. 

Untungnya saya ketemu sama C2B marketplace yang menawarkan solusi super mudah untuk menjual mobil bekas, yaitu BeliMobilGue.co.id. Tagline mereka aja “Jual mobil dalam 1 jam, aman dan nyaman”. Cara kerja dari BeliMobilGue ini simpel banget, cukup dengan 3 langkah, yaitu:

Free Car Valuation
Hal pertama yang harus dilakukan kalau kita pengen jual mobil di marketplace ini adalah kita cukup memasukkan data- data mobil kita. Seperti merknya, model mobilnya, tahun dikeluarkan, tipe model, transmisinya apakah otomatis atau manual, area tempat kita dan jangan lupa untuk memasukkan email.

Setelah itu, kita akan dapat informasi mengenai estimasi harga jual mobil milik kita. Namanya aja Free Car Valuation, jadi buat ngecek ini gratis 100%.

Free Car Inspection
Nah kalau udah tahu berapa estimasi harga jual mobil kita, langkah selanjutnya adalah kita harus membuat jadwal untuk pengecekkan fisik mobil. Masih ingat kan sebelumnya kita memilih area inspeksi saat memasukkan data kelengkapan mobil? Ini gunanya.

Jadi kalau mau jual barang, pasti kita kan maunya ngecek kondisi fisik secara langsung ya, gak cuma informasi tertulis aja, kayak cuma lihat surat- suratnya aja. 

Saat inspeksi ini selain bawa mobilnya, kita juga harus membawa semua dokumen kelengkapan kendaraan yang akan dijual. Untuk area inspeksi ini ada di Bali, Jabodetabek dan Surabaya. Jadi untuk yang ada di area tersebut bisa pilih cabang terdekat dengan lokasimu. Ohya, jangan khawatir ya, saat inspeksi ini juga gratis.

Accept and Get Paid Instanly
Kalau dua tahap di atas udah beres, pihak mobilgue udah tau nih kondisi kendaraan kita gimana. Tahap selanjutnya mereka akan memberikan penawaran akhir kepada kita. Deal atau tidak deal mengenai jual beli ini.

Nah, kalau deal dengan harga yang disepakati. Mereka akan mempromosikan kendaraan kita ke jaringan rekanan yang mereka miliki. Jaringanya banyak lho ada lebih dari 1000 partner terpercaya. 

Jika kendaraan kita ada yang menawar kita akan menerima penawaran tertinggi untuk kendaraan yang kita jual. Setelah mereka melakukan pembayaran, BeliMobilGue.co.id akan mengirimkan dana ke rekening yang sudah terdaftar. Proses selanjutnya adalah serah terima dokumen. Prosesnya cepat, gak ribet, dan seluruh prosesnya gratis.

Udah banyak juga lho komentar positif para pengguna marketplace ini, jadi bukan kaleng- kaleng ya BeliMobilGue ini.



Saya rasa CB2 Marketplace BeliMobilGue ini bisa jadi solusi buat orang- orang yang pengen jual mobilnya, tapi malas untuk ribet ngurusi ini itu. Saya sendiri tahu bagaimana ribetnya menjual mobil, waktu bapak jual mobilnya beberapa tahun yang lalu.

Waktu share di forum jual beli, sebentar- sebentar ada yang telepon dan nanyain mobilnya, ketemuan, cek kondisi, lalu tawar menawar, lalu gak jadi. Saya rasa para pembeli ini hanya coba- coba saja menawar dan kurang serius buat beli mobilnya. 

Sekarang udah mudah deh kalau mau jual mobil bekas, serahkan semuanya pada BeliMobilGue.co.id. Jual mobil bekas online anti ribet dan gak buang- buang waktu.

Selasa, Juni 25, 2019

5 Alasan Kenapa Kaum Milenial Sebaiknya Beralih ke Mesin Cuci

  6 comments    
categories: 
Harga mesin cuci Polytron terbaru bisa kamu cari tahu dengan cara browsing di internet. Gak cuma soal harganya aja, kamu juga bisa sekalian memilih dan membeli mesin cuci Polytron keluaran terbaru secara online melalui marketplace.

Mesin cuci memang menjadi salah satu perangkat penting untuk membantu tugas rumah harian. Tapi masih ada juga orang- orang, termasuk kaum milenial, yang enggan untuk beralih ke mesin cuci karena berbagai alasan. Padahal menggunakan mesin cuci memiliki lebih banyak kelebihan daripada kamu mencuci secara manual.

Kenapa Kaum Milenial Sebaiknya Beralih ke Mesin Cuci?

Berikut beberapa alasan kenapa kamu, para kaum milenial, sebaiknya beralih menggunakan mesin cuci dan meninggalkan atau mengurangi cara manual :

1. Hemat waktu
Dengan menggunakan mesin cuci tentu saja akan lebih banyak menghemat waktu daripada kamu mencuci secara manual. Cukup dengan memasukkan pakaian ke dalam mesin dan percayakan sisanya kepada perangkat tersebut.

Waktu yang ada bisa digunakan untuk keperluan yang lain, misalnya mencuci piring, bersih- bersih rumah, atau nonton TV. Kalau sudah selesai semua, kamu bisa memilih untuk duduk manis, atau beristirahat setelah seminggu lelah bekerja, bisa juga ditinggal hangout dengan teman-teman.

Beralih menggunakan mesin cuci membuat kamu memiliki banyak waktu untuk melakukan hal lain. Tentu saja ini tidak akan kamu dapatkan kalau masih betah mencuci secara manual.
[Sumber foto : Bukalapak]

2. Hemat tenaga

Dengan menggunakan mesin cuci, kamu tidak perlu repot lagi untuk mengucek dan membilas pakaian. Serahkan semua tugas mencuci pakaian pada mesin cuci. Kamu cukup memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengaturnya sesuai kebutuhan.

Praktis banget, ya kan? Kamu juga tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Buat apa mahal- mahal membayar harga mesin cuci Polytron terbaru kalau masih harus mengeluarkan tenaga yang lebih untuk membuat pakaian bersih?

3. Pakaian lebih cepat kering
Mesin cuci juga dilengkapi dengan pengering. Jadi kalau kamu punya mesin cuci, kamu bisa sekaligus menggunakan pengeringnya, untuk membuat pakaian lebih cepat kering. Nah, kalau mencuci menggunakan cara manual pakaian masih harus dijemur dalam keadaan basah sehingga lebih lama proses keringnya.

4. Bisa mencuci lebih banyak pakaian sekaligus
Alasan lain kenapa milenial sebaiknya berpindah menggunakan mesin cuci adalah karena kamu bisa mencuci pakaian dalam jumlah yang banyak. Meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh kapasitas tabung mesin cuci. Semakin besar kapasitas mesin cuci, semakin banyak pula kapasitas pakaian yang bisa dicuci dalam sekali waktu.

Walaupun mencuci dengan cara manual pun bisa sekaligus dalam jumlah banyak, namun tentunya juga membutuhkan banyak tenaga. Berbeda dengan menggunakan mesin cuci. 

5. Hasil cucian lebih bersih dan hemat
Mungkin alasan kaum milenial belum mau berpindah menggunakan mesin cuci adalah karena mencuci manual dinilai lebih bersih. Padahal dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, produsen mesin cuci dapat menghasilkan produk yang mampu membersihkan pakaian dengan lebih baik. Bahkan tidak kalah dengan menggunakan cara manual.

Itu tadi lima alasan kenapa kaum milenial perlu berpindah menggunakan mesin cuci. Sebagai generasi yang suka berpetualang dan melek teknologi, sudah seharusnya kamu berpindah menggunakan mesin cuci untuk melaksanakan tugas mencuci pakaian. Jangan buang waktu dan tenaga kamu untuk melakukan hal- hal yang bisa diserahkan sepenuhnya kepada teknologi.

Nah, sekarang saatnya kamu beralih menggunakan mesin cuci. Kalau belum punya mesin cuci di rumah, beli saja secara online melalui Bukalapak. Tersedia berbagai rentang harga mesin cuci Polytron terbaru lengkap dengan fitur dan spesifikasinya.

Kamu bisa menyesuaikan harga mesin cuci Polytron terbaru yang akan dibeli dengan budget yang kamu punya. Beli mesin cuci secara online melalui Bukalapak yang sudah pasti dan terkenal kredibilitasnya.

Selasa, Juni 04, 2019

Euforia Menyambut Lebaran

  1 comment    
categories: 
Haru dan sedih, begitu cepat Ramadan berlalu. Tak terasa, Insya Allah malam ini akan terdengar kumandang takbir di segala penjuru dunia. Saat takbir berkumandang, terkadang muncul perasaan riuh sekaligus sepi dalam hati saya.

Lebaran tinggal menghitung jam saja, persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambutnya? Di wilayah saya, ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut datangnya hari yang fitri. Maka dari itu saya menyebutnya sebagai, euforia lebaran.

Dua minggu jelang lebaran, biasanya sudah banyak yang bersiap untuk memperbarui warna rumah dan pagarnya. Gak lupa juga sofa, meja dan kursi dijemur biar kembali empuk saat diduduki tamu.

Nah, kalau di rumah saya sendiri, hingga saat ini euforianya masih sekedar cat ruang tamu  dan cuci- cuci toples untuk pemanis meja saat lebaran nanti. Kalau soal beres- beres rumah, biasanya sih beberapa jam sebelum salat ied, jadi suka bangun pagi banget. Toh juga rumahnya jarang dibuka saat lebaran, soalnya pergi terus. Haha.

Selain itu, tahun ini saya juga gak begitu banyak berkunjung ke pusat perbelanjaan seperti tahun sebelum- sebelumnya, untuk beli jajanan atau baju. Semuanya sudah kami persiapkan jauh- jauh hari sebelum puasa tiba. Maksudnya seperti jajanan, kami sudah pesan ke langganan dan siap diantar ke rumah beberapa hari sebelum lebaran tiba.

Euforia lain ketika jelang lebaran adalah mulai majunya jamaah yang datang untuk tarawih dan tadarus. Kalau ini entah pantas atau tidak jika disebut euforia, namun kenyataanya seperti itu sih. Dan yang paling tidak bisa dilepaskan saat jelang lebaran adalah mulai banyaknya suara petasan dan disepanjang malam.

Ada satu tambahan lagi euforia yang saya lakukan jelang lebaran, saya memandikan kucing- kucing yang ada di rumah, namun karena adanya penguranga secara drastis, jadinya tahun ini hanya memandikan satu kucing saja. Saya pribadi tidak ada yang istimewa dalam menyambut lebaran, hanya mempersiapkan hati dan diri aja kalau berkunjung ke tetangga ditanyain kapan kawiiin..

Entah ini boleh disebut euforia atau lebih ke fenomena. Ohya, sebagai pemilik blog ini, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin untuk semua pembaca, ya. 

Senin, Juni 03, 2019

Tentang Jodoh dan Kesehatan

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]

Ada rasa sedih ketika ramadan mulai meninggalkan diri, meski sudah berusaha sebaik mungkin, tapi rasanya masih tetap belum maksimal dalam menjalankan ibadah selama bulan ramadan. Padahal di bulan suci penuh berkah ini, kita sebagai umat Nabi Muhammad diberi kesempatan seluas- luasnya untuk berdoa dan beribadah kepada Allah SWT.

Saya pernah mendengar ceramah saat mengikuti majlis, ada waktu- waktu mustajabah atau waktu terbaik untuk berdoa dan berpeluang besar dikabulkan. Waktu- waktu itu diantaranya adalah sepertiga malam terakhir, saat sahur, menjelang berbuka, saat malam lailatul qadar, dan sepanjang puasa (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Penjelasan waktu tersebut ada hadistnya, silakan dicari ya atau ditanyakan kepada ustadznya. Di sini saya gak akan bahas soal hadist- hadist.


Nah, karena ada banyak sekali waktu istimewa yang diberikan kepada kita, maka sayapun tidak mau menyia- nyiakan kesempatan ini. Ada cukup banyak doa dan harapan yang saya panjatkan sepanjang Ramadan ini. Utamanya berkenaan dengan diri saya sendiri dan orang terdekat.

Sebagai anak perempuan yang dianggap sudah cukup umur (di atas 25 tahun) dan sudah pantes untuk menikah. Saya sering banget dikejar pertanyaan “kapan?”. Sebetulnya, orang tua tidak memaksa saya untuk segera menikah, semua diserahkan sepenuhnya kepada saya.

Hanya saja, ada saja banyak orang di luar sana yang mengusik dan akhirnya orang tua sering ke’triger’ mengenai hal ini. Ini juga gara- garanya, ada cukup banyak anak perempuan di wilayah saya yang usianya beda 4-5 tahun lebih muda, sudah lebih dulu menikah dan memiliki anak. Jadi seolah- olah saya yang usianya di atas 25 + 1 ini dianggap ketuaan banget dan belum nikah- nikah. Hahaha. Ingin tertawa tapi sebal.

Berkenaan dengan itu, maka saya berusaha untuk selalu meminta diberi jodoh yang baik dan diberi ketetapan iman. Tak perlu cepat, asal datang di waktu yang tepat. Jujur nih ya, kalau terus dikejar- kejar sama pertanyaan soal nikah, kadang muncul pemikiran males buat nikah. Hahaha

Selain itu di Ramadan ini saya juga berdoa semoga diberikan rejeki yang cukup dan barokah. Cukup buat beli rumah, cukup buat beli heli, cukup buat pelesiran kemana- mana. Hahaha. Nglunjak.

Semoga saya, orang tua, keluarga dan semua makhluk selalu diberikan kesehatan biar bisa terus beribadah dan melakukan aktivitas, diberikan keselamatan di dunia dan akhirat dan yang terakhir semoga bisa berjumpa kembali dengan Ramadan di tahun depan.

Ada aamiin?

Minggu, Juni 02, 2019

Momen Terbaik Ramadan Tahun 2019

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]

Alhamdulillah, 28 hari ramadan sudah terlewati. Insya Allah usahanya maksimal dan seimbang antara hablumminallah dan hablumminanas, berusaha memaksimalkan antara urusan akhirat dan urusan dunia.


Di Ramadan tahun ini saya masih sama seperti tahun sebelumnya, masih tetap bekerja seperti biasanya, semuanya masih sama. Namun setiap momen pasti ada satu atau dua hal yang spesial dan jadi yang terbaik.

Sama kayak Ramadan sebelumnya, Ramadan saya di tahun ini juga punya beberapa momen terbaik yang Insya Allah akan jadi pengalaman tak terlupakan untuk tahun- tahun selanjutnya.

Ohya, teman- teman yang mengikuti blog ini pasti tahu kalau baru-baru ini saya mulai bergabung dengan komunitas pecinta kucing di Kediri, kan. Nah semenjak saya bergabung dengan komunitas ini, lingkar pertemanan saya juga semakin luas.

Ditambah lagi, di Ramadan ini saya juga turut serta dalam acara bagi takjil. Ngomong- ngomong, saya baru dua kali mengikuti acara bagi takjil semacam ini. Haha. Call me, coepoe.

Selain itu, di Ramadan ini saya akhirnya bisa menghatamkan alquran di hari ke 25. Sebetulnya saya tidak ada goal untuk khatam saat Ramadan, karena sadar diri ada pekerjaan lain yang mungkin akan bikin waktu terbatas untuk bisa ngaji.

Ternyata, saat di kantor juga masih bisa ngaji karena saya punya aplikasi MyQuran yang senantiasa menemani dan bisa dibaca setiap waktu. Dengan begitu, saya juga bisa tetap menjaga wudhu. Alhamdulillah.

Yang terakhir, momen terbaik saya di tahun ini adalah meminimalisir buka puasa di luar rumah. Cuma 3 kali dan itupun hanya teman kantor dan teman dekat. Tahun ini saya memang tidak ikut acara buka bersama teman- teman sekolah.

Entah mungkin memang tidak ada yang mengadakan karena sudah pada repot sendiri, atau saya yang kurang tau informasinya. Yah, hikmahnya bisa lebih banyak buka puasa bersama keluarga di rumah.

Melariskan masakan ibu yang mungkin masakkannya tidak seenak resto ternama, tapi selalu jadi yang paling enak di lidah kami sekeluarga.

Semoga tahun- tahun selanjutnya bisa berjumpa kembali dengan Ramadan, meskipun tidak ada jaminan.  

Sabtu, Juni 01, 2019

5 Jajanan yang Wajib Ada Saat Lebaran

  No comments    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]
Liburan hari pertama kerja dan H-4 menuju lebaran. Rasanya sudah mati kebosanan. Dari pagi cuma tiduran, main handphone dan nonton youtube. Gak produktif blas. Tahun lalu, liburan kerja itu mepet banget sama hari raya.

Jadi panjang libur di lebarannya, kalau tahun ini malah 4 harinya ada di akhir bulan puasa. Karena memang gak punya agenda apa- apa jadi seharian isinya mager- mageran. Tahun ini juga gak bisa pergi kemana- mana karena mepet banget sisa libur lebarannya sama masuk kerja.

Sebenernya pengen sih bikin kue buat suguhan lebaran, tapi kayaknya susah terlaksana karena memang gak menganut tradisi itu, sejak dulu. Pernah sesekali bikin kacang asin atau kacang telor, tapi udah lama banget gak bikin lagi. Lebih ringkes beli dan memang sudah punya tempat favorit yang mana udah teruji rasa. Jadi cuma nyiapin  toplesnya aja, tau- tau udah terisi sempurna.

Meskipun jajanan lebaran di rumah itu hasil beli semua, tapi ada 5 jajanan yang belum pernah absen di toples lebaran rumah saya. Semuanya simpel, enak dan selalu laris manis sepanjang masa. Apa aja sih?

Jelly Inaco
[Sumber gambar : Shopee]
Haha sebut merk, ya emang jajanan yang ini adalah salah satu yang favorit bagi para tamu. Selain karena enak juga menyegarkan. Pernah waktu kumpul keluarga, saya dan para sepupu menghabiskan lebih dari 1 toples jelly Inaco.

Lidah Kucing
[Sumber gambar : resepidea]
Ada yang suka sama lidah kucing? Kue kering yang manis dan renyah ini memang enak banget kalau dibuat cemilan. Apalagi tampilannya juga simpel, pipih memanjang dan mudah dikunyah. Anak kecil sampai yang sudah sepuh pun doyan sama kue ini.

Twistcorn
[Sumber gambar : beoku.com]
Kalau twistcorn itu lebih ke snack ya, rasanya gurih dan nagih banget. Saya biasa beli twiscorn untuk lebaran karena memang banyak yang suka, kami di rumah juga biasanya suka khilaf nyemilin snack ini. Sambil nonton tv, tau- tau abis aja.

Sus Kering isi Coklat
[Sumber gambar : inikue.com]
Pernah denger bawang coklat? Sus yang isinya coklat itu lho. Kalau di masyarakat biasanya pakai yang merk Walens, karena mungkin emang branding awalnya yang bawa adalah Walens ini. Sus yang kering di luar tapi ada kejutan coklat leleh di dalam. Tapi sekarang sus kering ini isianya gak cuma coklat aja, udah ada blueberry, nanas, dan sebagainya.

Keripik Jagung
[sumber : foto dari Bukalapak]
Ini juga favorit banget, selalu laris manis. Mungkin karena dasarnya orang suka ngemil, ya. Jadi suguhan sejenis snack selalu laris manis. Kerpiki jagung atau biasa disebut dengan tortilla ini juga favorit banget. Rasanya gurih dan crunchy kalau dimakan. Bikin gak bisa berhenti.

Sisanya mungkin hanya jajanan toples dengan merk tertentu sebagai pelengkap meja saja. Tapi sejauh ini yang selalu ada di rumah adalah 5 jajanan di atas. Pertimbangan kami buat beli jajanan yang jadi favorit itu karena rumah kami baru open house saatH+4, soalnya orang tua saya ka nada di posisi anak yang lahir belakangan, jadinya masih ada tradisi berkunjung ke kakak- kakaknya.

Kalau di rumah kalian, jajanan wajib adanya apa aja nih temen- temen?.

Ohya, saya beli jajanan lebaran di teman kantor saya, namanya Erkham Salim. Buat yang di Kediri, Pare dan sekitarnya boleh banget kalau tahun- tahun berikutnya beli di dia ya.

Rasanya sudah tentu enak dan harganya juga tidak mahal. Karena dia jualan prinsipnya, untung sedikit tidak apa- apa yang penting berkelanjutan.

Kalau kamu tertarik, bisa colek di instagram atau twitter saya, ya. Nanti saya kasih kontaknya. Thankyou.

Jumat, Mei 31, 2019

Mengisi Waktu Ramadan, Enaknya Ngapain Aja Ya?

  No comments    
categories: 
Kalau ditanya kayak judul di atas, saya akan menjawab “Kerja! Kerja! Kerja!”, bukan berarti karena menjadi pendukung pak Jokowi saat pemilu, tapi jargon Kerja! X 3 itu memang betul adanya di bulan ramadan saya 2 tahunan ini.

Betul, sejak mulai ngantor di Kediri, ramadan saya selalu diisi dengan kegiatan kerja saja, gak ada yang lain. Karena jamnya juga cuma dikasih diskon 1/2 jam saya dari hari biasa. Bisa dibilang, gak ngaruh- ngaruh banget lah diskonnya itu.

Tapi akhirnya saya nemu beberapa kegiatan yang asyik saat ramadan dan saat libur kerja, yaitu jalan- jalan. Sebetulnya baru kali ini saya traveling saat puasa dan ternyata seru. Sebelum- sebelumnya saya suka males tuh kalau pergi pas puasa, takut lemes dan alasan lain.

Tapi kemarin waktu libur kerja, coba jalan- jalan ke pantai di Blitar, ternyata rasanya juga biasa aja sih. Sama kayak waktu hari biasa, bedanya kan gak makan dan gak minum. Traveling saat puasa itu enak karena hemat biaya. Banyak biaya yang dipangkas kalau jalan- jalan waktu puasa.

Di tahun ini, saya juga nemu kegiatan baru yang Insya Allah akan terus berlanjut meskipun gak lagi ramadan. Nemu idenya pun juga ga sengaja, waktu bengong- bengong lalu kepikiran untuk buka toko online. Sebenernya sih udah cukup lama punya angan- angan mau bikin toko online.

Tapi baru terlaksana kemarin. Sekarang ini lagi belajar mengenali websitenya sih, karena dibagian seller kan lain dengan buyer. Doakan semoga lancar dan konsisten ya.

Ikut survey online, berawal dari pengen punya hp baru tapi masih mikir- mikir karena ada keperluan yang lebih penting, jadi saya coba buat ikut survey berbayar yang ada. Semacam Toluna dan beberapa web survey lain. Iseng- iseng berhadiah ceritanya.

Pas lagi ga ngapa- ngapain juga, kemarin saya sempat bikin anting dan gantungan kunci pom- pom. Ini juga ngelanjutin kegiatan yang dulu- dulu sih. Pas lagi pulang kerja, terus tiduran eh lihat seperangkat alat bikin pom- pom dan bahannya.

Rasanya juga udah lama banget nggak utak- atik bikin sesuatu. Jadilah kemarin mulai ubek- ubek lagi. Saya sebetulnya suka kalau diajak bikin prakarya atau punya project, sayangnya saya tidak punya cukup waktu untuk fokus di situ.

Nah, jadi itu tadi beberapa kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi ramadan kali ini. Kalau kamu, ramadan ngapain aja?

Kamis, Mei 30, 2019

Tradisi Lebaran di Keluarga

  No comments    
categories: 

Lebaran, apa sih yang sebetulnya paling ditunggu- tunggu saat lebaran? Kalau ditanya kayak gitu, setiap orang jawabannya pasti bakalan lain- lain. Ada yang jawab mau silaturahmi, pengen cepet lebaran karena gak sabar punya baju baru, dan dapat uang saku.

Dulu saya sebagai anak kecil, yang ditunggu- tunggu jelas yang terakhir, dapat uang saku. Bahkan kalau semakin banyak berkunjung ke rumah saudara atau teman bapak-ibu, dapatnya bisa berlipat- lipat. Dikumpulin, buat beli alat sekolah, kalau gak gitu buat beli sepeda.

Sampai- sampai nih, ada yang menyebut kalau lebaran itu adalah momentum anak yang dianggap masih pantas untuk dapat uang saku mendapatkan penghasilan. Saya masih ingat banget waktu lebaran, terakhir kali saya menerima uang saku di atas nominal rata- rata saya setiap tahun merayakan lebaran adalah kuliah semester akhir. 

Hahaha.. Teman- teman boleh tidak percaya, kuliah semester akhir itu artinya umur 22 tahun.  Setelah tahun- tahun itu, saya sudah tidak menerima uang saku saat lebaran sebanyak sebelumnya. Masih ada, namun berkurang drastis. 

Semakin dewasa, saya juga mulai malu menerima uang saku saat lebaran. Seolah sudah gak pantas kalau dikasih secara cuma- cuma. Apalagi sekarang ini kan sudah bekerja juga. Yah memberi uang saku kepada anak- anak kecil atau saudara yang dianggap masih pantas menerima uang saku ini sebetulnya siapa sih yang memulai? Kan jadi tradisi yang gak bisa lepas begitu saja. Haha..

Bikin repot aja, apalagi buat first jobber. Ya meskipun gak wajib sih, tapi pernah gak sih menghadapi saudara atau teman orang tua yang bilang “ayo minta saku sama tante/ mbaknya, kan udah kerja”.

Nah kalau tradisi lebaran di keluarga saya yang belum pernah berubah dari dulu hingga sekarang adalah ritme dalam berkunjung. Jadi keluarga saya itu tinggal beda kecamatan meskipun masih dalam lingkup satu kabupaten.

Jadi, kalau hari pertama lebaran itu sudah pasti kami akan salat ied di masjid yang bahkan sejak saya kecil belum pernah berganti. Jadi disitu terus kalau salat. Entahlah kayak gak mau pindah ke lain hati.

Pas udah pulang, kami saling salaman ya saling meminta maaf satu sama lain. Kemudian dilanjut berkunjung ke tetangga kanan kiri dan tetangga satu lingkunan RW. Kalau dulu sih saat uti masih ada, sebelum jam 10 pagi, kami pasti sudah ada di rumah uti dan semua keluarga juga sudah berkumpul di sana.
Namun, sekarang orang tua bapak dan ibu juga sudah berpulang semua. Jadinya kami sekeluarga baru pergi ke rumah uti di hari kedua sekalian ada acara reuni keluarga besar. Jadi lebih ringkas lagi agendanya. Lalu akan dilanjut berkunjung ke saudara- saudara kandung bapak dan ibu.

Mungkin saja tradisi ini akan berubah ketika saya sudah menikah. Itu saja sih tradisi yang belum pernah berubah dalam hidup saya saat lebaran selama hampir 26 sekian tahun.

Kalau di keluarga kalian, ada tradisi apa nih saat lebaran?