Selasa, November 19, 2013

Kuliah Kerja Lapangan, Jakarta Kami Datang

  4 comments    
categories: 
Halo. Fellas. Maaf baru bisa posting sekarang, sebenarnya pingin posting pas lagi anget- angetnya. Tapi karena keterbatasan tenaga jadilah ini baru bisa muncul.

Alhamdulillah, KKL Jakarta Bandung Jogja selama 6 hari kemarin berjalan dengan lancar, aman, dan sukses menguras uang teman- teman.


Program : Jakarta- Bandung- Jogjakarta 6H/5M
Date : 12- 17 Nopember 2013
Group : Ekonomi Pembangunan Offering K Angkatan 2011 Universitas Negeri Malang

Day 1 [ 12 Nopember 2013] : Malang- Jakarta

Pukul 6.30 WIB kami sudah berkumpul di parkiran Graha Cakrawala UM untuk berangkat ke Jakarta. Namun, seperti biasa, masih ada saja yang ngaret dan membuat teman yang lain menunggu. Akhirnya, setelah semua datang, dan barang bawaan dimasukkan ke bagasi bus, kami berfoto bersama sebelum berangkat. Keberangkatan saat itu dihadiri oleh petinggi jurusan, yaitu Bapak Imam Mukhlis yang menjabat sebagai Sekretaris Jurusan, dikarenakan Ibu Ketua Jurusan sedang tugas studi di Amerika. Kami juga didampingi oleh dua dosen, beliau adalah bapak Hadi Sumarsono dan bapak Agus Sumanto yang didaulat sebagai Dosen Pembimbing Akademik kami selama kuliah.


Pak Hadi yang memakai Jaket di sisi kanan pembaca, pak Imam Mukhlis berada di tengah memakai kemeja, dan pak Agus masih menunggu di Singosari.
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah semua selesai, kami berangkat ke Jakarta dengan hati riang gembira karena akan libur selama satu minggu. Rute yang kami lewati adalah Malang- Pasuruan- dan seterusnya. Sekitar pukul 13.00 kami sampai di Tuban, makan siang di RM. Wahyu Utama dan melaksanakan sholat. Perjalanan di lanjutkan menuju Jawa Tengah. Sepanjang perjalanan hujan turun, dan ada sekitar 3 kejadian kecelakaan kendaraan. Sopir bus kami semakin hati- hati. Malamnya, kami sampai di Kendal, berhenti sejenak untuk ishoma, di RM. Kurnia Jatim. Di RM Kurnia Jatim kami berhenti agak lama karena menunggu teman- teman mandi dan beberapa beristirahat karena kelelahan perjalanan. Salah satu teman kami, Devinta, sepanjang perjalanan sama sekali tidak bangun karena memiliki phobia naik bus. 

Day 2 [ 13 Nopember 2013] Jakarta

Hoahemmm.. Sekitar pukul 3.10, saya tersadar dari tidur yang tidak nyenyak. Bus kami berhenti di SPBU Rest Area KM 42. Teman- teman termasuk saya, langsung berhamburan ke kamar mandi karena kebelet pipis. Begitu selesai dengan semua urusan, bus kami melaju lagi menuju Istiqlal. Sepagi itu Jakarta pinggiran sudah macet. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Begitu sampai di Masjid Istiqlal 04.55 kami bersih diri dan melaksanakan ibadah. Teman- teman mengajak untuk ibadah terlebih dahulu baru mandi. Setelah ibadah, saya dan beberapa teman menuju kamar mandi. Wah, di Istiqlal kamar mandinya ya lumayan banyak, setidaknya begitu datang saya tidak perlu antre, karena saat saya datang, baru saja ada orang yang keluar dan tidak ada yang antre di barisan kamar mandi. Ternyata saya masuk di kamar mandi laki- laki :|. Pantas kok mandinya cepat. 

Begitu partner in crime saya, yaitu Jijah selesai mandi dan dandan kami naik lagi ke lantai atas Istiqlal untuk hunting foto. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Semua teman- teman sudah mandi, kami menuju bus untuk makan pagi. Karena hari itu kunjungan ke Direktorat Jendral Pajak dijadwalkan pukul 14.00, kami memiliki banyak waktu untuk bersenang- senang. Teman- teman memutuskan untuk pergi ke Ancol. Yeay.. Akhirnya sampai Ancol setelah bus kami tertatih- tatih menerobos kemacetan Jakarta. Beberapa teman memutuskan untuk pergi ke Seaworld, dan ada juga yang hanya menikmati Pantai Ancol, termasuk saya. Di Pantai Ancol kami melakukan sesi foto- foto bersama. 

@nandaapuss ; Azizah ; @Agrifinawidya ; saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


Zizah; Pak Hadi; Saya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

All Crew
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah foto bersama, pak Hadi mengajak kami semua untuk naik perahu, dan yang jelas di traktir oleh beliau. Hehe.. Kami dibagi menjadi 3 perahu, namun kebanyakan teman- teman bergabung di perahu 1 dan 2, dan saya berada di perahu 3 bersama Zizah, Ruth, Diah, Feri, Malthuf, dan Adrian. Eksklusif, karena hanya enam orang saja.


Zizah ; Saya; Malthuf; Adrian; Feri; Ruth. Diah sedang duduk dibelakang.
*Foto dokumentasi dari Danang, Nikon D3200*

Lama perjalanan tidak ada 1 jam. Setelah berputar naik kapal, kami jalan- jalan ke halte bus wara- wiri. Dengan bus wara wiri kami bisa mengitari Ancol dengan gratis. 


Perjalanan menuju Shuttle Bus
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Salah satu Shuttle Bus Wara Wiri
*Foto diambil dari Kamera Silvi*


*Foto diambil dari Kamera Silvi, Danang photograph*

Bus Wara Wiri sebenarnya hampir sama dengan bus biasa. Dapat menampung sekitar 25 orang.

Setelah puas, berjalan- jalan dengan bus Wara- Wiri, kami kembali ke bus kami sendiri untuk persiapan menuju Direktorat Jendral Pajak. Kami diberi waktu dari jam 8-11 siang. Persiapan memakan waktu 1 jam, karena ada beberapa dari kami, termasuk saya yang mandi (lagi), dan di Ancol kami sudah langsung memakai seragam hitam putih almamater serta sepatu fantovel.

mentang- mentang bawa kamera, saya gak punya foto sendiri di kamera sendiri :( heheh
*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

Nih kayak gini maksudnya
*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Perjalanan panjang menyusuri Jakarta, macet tak pernah lekang. Pukul 12 kami berangkat ke Dirjen Pajak, kami juga makan siang diperjalanan. Lumayan, menunya Nasi Padang. :))

Pukul 13.55 kami sampai di Dirjen Pajak. Gedung tinggi menyapa kami. [ ndeso, gak pernah lihat gedung tinggi ] selama diperjalanan saya melihat gedung kompas, indosiar, antv, kpk dan masih banyak lagi. Saat perjalanan menuju Dirjen Pajak saya duduk dibelakang bersama salah satu teman, yaitu Juan, sambil makan kami melihat gedung- gedung tinggi dari dalam bus, dan kami mengira- ngira berapa jumlah lantai dalam gedung- gedung tersebut. :v

Begitu sampai di Dirjen Pajak, kami dipersilakan untuk naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi, Dokumentasi kak Ros*

Ternyata, kepala badan penyuluhan Dirjen Pajak adalah orang Kediri. Lupa namanya. Nanti saya cek dulu di catatan. hehehe

Oh iya, Gedung Direktorat Jendral Pajak ini juga disebut dengan Gedung 1000 Triliyun. Karena banyak orang mengira, ada banyak uang di gedung ini. 

Disini, karena kami masih belum mendapat materi tentang perpajakan di kampus, kami diperkenalkan pajak mulai dari paling dasar. Mengenai apa itu pajak, manfaat pajak, dan kegunaan pajak. Peran pajak sangat penting bagi negara Indonesia karena 70% dana untuk membangun negeri adalah dari pajak. Pajak ini nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur yang menunjang kelancaran transportasi, pendidikan, dan lainnya. 

Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang belum melaporkan hasil kena pajaknya pada pemerintah, sehingga kebanyakan dari mereka biasa disebut dengan free rider (penumpang gelap) karena menikmati hasil pajak namun tidak mau membayar pajak. 

Dalam penyuluhan ini, kami juga diajak untuk mengubah mindset tentang pajak. Intinya, jangan sampai nanti kami jika sudah berpenghasilan tidak melaporkan wajib pajak.

Acara selesai pukul 16.00, teman- teman diajak untuk games, dan Ruth, Dendi, Diah, dan Feri maju kedepan untuk mengikuti game ini. Mereka diharuskan untuk berpasangan, dan merayu satu sama lain. Rayuannya lucu dan kocak, dan mereka berempat mendapat kaos bertuliskan, I am not a Free rider. Congrats. 

*Foto diambil dari Kamera Silvi*

Setelah acara di Dirjen Pajak selesai, kami melanjutkan perjalanan ke Studio Trans TV, karena ada jadwal taping acara bukan empat mata. Sayangnya, kami terjebak macet hingga berjam- jam. Acara taping bukan empat mata pukul 17.30, dan kami dari Dirjen Pajak pukul 16.30, kena macet hingga hampir jam 19.00. Untung saja pihak Trans berbaik hati masih mau memberi kami kesempatan untuk mengikuti acara di bukan empat mata, dan bukan taping, live hari itu juga. 

Sebenarnya, saya sudah lelah, dan ingin tidak usah acara tv, tapi kak Ros (tour guide) bilang "saya sih gak apa- apa, tapi kalau kalian membatalkan acara tv ini, nanti UM kena blacklist, kasian adik- adik tingkat kalian yang mau ke acara tv", akhirnya karena kami berbaik hati, kami tetap setuju dengan acara live di bukan empat mata.

Waktu masih panjang, acara bukan empat mata pukul 21.45, tapi kami harus sudah ada di studio pukul 21.00. Pukul 19.30 kami berhenti di SPBU yang dekat dengan studio trans, kami makan malam, dan persiapan. 

Di Bukan Empat Mata, saat itu GS nya Ria Winata (sumpah siapa ini ?), Anggita Sari (Saya taunya dia model majalah dewasa) dan Joy Tobing. 

Begitu acara selesai, kami kembali ke hotel di daerah Sunda Kelapa, Foxfic Suite.

*Saat di Jakarta, saya pengeeen banget ketemu sama bunda @IndahJuli, babe babeh_helmi, dan Mba @nadadita , sayangnya waktu yang tidak memungkinkan. Oke deh moga lain kesempatan. :)

Day 3 [ 14 Nopember 2013 ] Jakarta- Bandung

Badan sangat lelah, kami berempat (saya, Zizah, Ruth, dan Diah) bangun pukul 6.30. Kaget dan langsung persiapan untuk mandi, makan pagi, dan check out hotel. Kami check out pukul 7.30 karena dijadwalkan pukul 9.00 kami ada kunjungan di Kementrian Keuangan RI. Alhamdulillah kami tidak telat. Di Kemenkeu kami mendapat goodie bag, dan tumblr Kemenkeu.

Karena bukan anak keuangan, saya gak begitu memahami materi karena pembahasannya mengenai data, dan saya hanya sekedar mendengarkan. 
Tapi, di Kemenkeu, materinya mengenai penjualan Surat Utang Negara.


*Foto diambil dari Kamera Silvi*
|

*Dokumentasi Danang*

Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung.

*to be continued*

4 komentar:

  1. serru ni,.. perjalanan nan jauh tak mengasyikkan..

    BalasHapus
  2. Kereeen.. kuwi fotomu2 dijepret pakai nikon ya? woooh.. keren2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada yg nikon, ada yg canon mas. Sek bariki tak wenehi keterangan. heheheh.. Eh, sok mben foto2 wajib lo ya pas BN :D asik

      Hapus

Keep Blogwalking!