Senin, Oktober 24, 2016

Menyusuri Pantai Melayu dan Pantai Kalat

  8 comments    
categories: 
Bangun dengan perasaan kecewa dan gundah ternyata gak enak banget. Ugh. Itulah yang saya rasakan Minggu pagi kemarin. Mau pergi jalan-jalan tapi travel-matenya ada acara yang lebih penting. Apalagi urusannya itu berkaitan dengan masa depannya, wah yasudah kalau begitu, gak apa-apa. Kekecewaan saya langsung sirna begitu saja. 

Tapi, Tuhan selalu tahu apa yang terbaik buat umatnya (sok bijak ih), rupanya Minggu kemarin itu saya dapat ultra rejeki. Setelah jual diri bertanya di grup Blogger Kepri mengenai pantai di Batam, tiba-tiba tanpa saya duga mba Sarah yang punya www.sarahjalan.com japri saya. 

"Hari ini mau kemana plannya?" tanya mba Sarah.

"di rumah jee, janji nak pergi vio vio rupanya php. Mba Sarah mau kemana hari ini?", jawabku.

"Silvi mau mbak bawa ke vio-vio dan pantai-pantai lainnya di Barelang hari ini?" ajak mba Sarah.

"Eh serius? Mau! hahaha", langsung excited.

"serius lah, kita siap-siap ya."

Saya langsung gedubrakan ngecas HP dan powerbank, minta izin ke orang rumah dan berangkat mandi. Sekitar pukul 09:00 saya berangkat ke tempat yang sudah ditentukan, di Top cepek Tembesi, arah menuju Barelang. Gak lama saya datang, mba Sarah sudah menunggu saya di parkiran, kami langsung say hi dan siap berangkat dengan menggunakan motor mba Sarah. Yas! Kami hanya berdua saja.

Perjalanan mengeksotiskan kulit ini dimulai dengan mengunjungi Pantai Melayu dan Pantai  Kalat. Lho kok langsung dua tempat? Iya, soalnya mereka bersebelahan tapi terpisah nama saja. Semacam sengketa lahan. Kami berdua memilih masuk melalui Pantai Melayu, karena trek menuju lokasi pantai lebih bagus jika melalui jalur ini, sedangkan pantai Kalat trek menuju lokasi pantainya masih tanah merah. Tiketnya perorang ceban saja, gak mahal lah ya. Setelah parkir kami mulai menyusuri pantai. 


Menurut saya pribadi, pantai Melayu ini bersih dan sudah dikelola dengan baik, berbeda dengan pantai Kalat yang masih perlu banyak penyesuaian untuk menjadi destinasi wisata. Ohya, Pantai Melayu sekarang ini sudah ada wisata boat juga, kita akan diajak berkeliling pantai menuju pulau Nibu atau Nobi ya kemarin itu? AH maap ya, agak lupa. Pokoknya pulau ini letaknya bersebelahan dengan Pulau Panjang. Lokasi kedua pulau ini tidak jauh dari daratan pantai Melayu. Emangnya ada apa di Pulau itu? Ya gak ada apa-apa, kita akan diantar ke pulau Nibu untuk menikmati pemandangan laut dan kita dipersilakan untuk membidik momen sepuas yang kita mau. Untuk biaya naik boat ini cukup dengan membayar no ban- 20K/orang, dengan rombongan maksimal 7 orang. Sedangkan jika mau berdua saja untuk yang pacaran dan memang berniat gak mau diganggu penumpang lain, maka silakan rogoh kocek sejumlah pek go atau 150K. 




Rekomendasi datang ke Pantai Melayu adalah saat sore hari untuk menikmati Sunset, kabarnya kita bakalan dapat momen yang dewa banget. Oh, post selanjutnya saya akan cerita soal ujung pulau Barelang ya. 

~Silviana

8 komentar:

  1. sunset sunset sunset, ia bener banget sunset di pantai melayu kece banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan nih aku jalan sama mas Asad. uwuwuw

      Hapus
  2. lagi traveling ke Batam kah? aku dl pernah tinggal disana 3 tahun :D pernah ke Pantai melayu juga. Cm sayang, agak kotor pantainya waktu itu.

    BalasHapus
  3. wah pantainya tenang ya cocok buat main air di pinggir pantai sembari kejar2an sama pacar

    Regards
    Budy | Travelling Addict
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  4. lumayan bisa bawa si dedek mantai sekejap..hahah

    BalasHapus
  5. Itu agak mendung ya, kalo ngeliat langitnya. Ngeliat sunset dari pinggir pantai selalu syahdu, aku sukaaa.

    BalasHapus

Keep Blogwalking!