Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Sayang Mpus

Tepatnya hari Jum'at 2 Agutus 2013, salah seorang tetangga meninggal dunia dikarenakan keserempet sepeda motor, jatuh dan kepala duluan yang menyentuh tanah, otak belakang yang kena, hingga akhirnya kehabisan darah dan meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Innalilahi Wainailaihi Rojiun. Hari baik, saat puasa romadhon dipanggil Allah. Insya'Allah beliau selamat Dunia Akhirat. Amin.

Tetangga saya itu orangnya baik, baik sekali, supel dan rajin beribadah ke masjid. Itulah kenapa saat ada berita kalau beliau meninggal hampir sedesa keluar rumah untuk menengok dan berbincang dengan tetangga lainnya serta menyampaikan bela sungkawa dan tentunya tidak menyangka jika secepat ini karena paginya masih saling bertegur sapa.

Saat keluar rumah ini saya dan ibu pergi ke tetangga sebelah untuk mengabari. Tetangga saya ini namanya Mbah Nab, senang sekali dengan kucing, kucingnya banyak. Mbah Nab juga sangat telaten loh mengurus kucing. Nah, saat di depan rumah mbah Nab ini ada kucing yang sedang tidur di tembok depan rumah, kucingnya masih kecil banget, kurus badannya kering. Kasihan.

Kemudian mbah Nab bilang ke ibu untuk merawat kucing itu, tapi ibu bilang masih terlalu kecil, susah merawatnya. Kemudian kucingnya dibawa mbah Nab ke rumahnya. Saya pulang untuk buat susu, lalu balik ke rumah mbah Nab dan ngasih minum, ternyata gak cuma pus itu yang mau susu tapi kucing lainnya juga doyan.

Kasihan sungguh kucing nemu tadi, akhirnya saya putuskan untuk bawa pulang.








Sekarang, kucingnya sedang saya titipkan di rumah tetangga. Sebenarnya memang kucing ini kucing alas, hasil perkawinan antara kucing kebon yg datang entah darimana. Nah, berhubung ada ibunya, saya mau nitip buat disusu dulu, nanti kalau sudah selesai nyusu saya adopsi di rumah saya. hehe.. 



Komentar

  1. kok kucingnya ngantukan ya hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih kecil Lind. Apalagi waktu pertama nemuin, kasihan banget kondisinya. Tapi, sekarang dah mati :'(

      Hapus
  2. Wuih, aku sak jane yo seneng kucing. Tapi keluargaku sing raseneng. Walhasil aku ngalah. Kucing kucingku diusir kabeh haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. soale memang pandangane wong nak nduwe kucing iku reget omahe, padahal enggak nek misal di wehi panggon2 maem pup, dsb. hehe..
      Berarti, nduwe piaraan opo ?

      Hapus
  3. Balasan
    1. iya mak.. kayak ngerti gitu pusnya ini. Tapi udah mati mak :(

      Hapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame